{"nodes": [{"key": "Helmymozear", "attributes": {"label": "Helmymozear", "x": 379.49686541490604, "y": 588.8916672832239, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2051270610995826829", "id": "Helmymozear", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "inilahdotcom", "attributes": {"label": "inilahdotcom", "x": 624.0684838334299, "y": 429.44298334643906, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.7734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051270610995826829", "id": "inilahdotcom", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "PolkamRI", "attributes": {"label": "PolkamRI", "x": 68.21474676639517, "y": 407.4399980705874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.7734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051270610995826829", "id": "PolkamRI", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "Kemendagri_RI", "attributes": {"label": "Kemendagri_RI", "x": 46.14291462881614, "y": 638.2142747373664, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.7734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051270610995826829", "id": "Kemendagri_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri", "x": 562.393261657219, "y": 776.6006671209103, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.7734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051270610995826829", "id": "DivHumas_Polri", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "DPR_RI", "attributes": {"label": "DPR_RI", "x": 40.778057869436665, "y": 690.5924003085836, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.7734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051270610995826829", "id": "DPR_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "undip", "attributes": {"label": "undip", "x": 226.31613172697763, "y": 414.17754648436556, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.7734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051270610995826829", "id": "undip", "source": "tweet-000004", "content": "Perpres No 8/2026 untuk menjaga stabilitas Polhukam, Ekonomi, Sosbud dn Perilaku Bangsa disaat krisis peradaban dn kualitas politik. Perlu Pendewasaan Parpol, Ormas dn Kampus dl Menyikapi Geopolitik.", "post_id": "2051270610995826829"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 352.4566108093491, "y": 645.5014247852758, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 385.5116699661779, "y": 82.77891436910545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 463.45576854156656, "y": 980.1514941309576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 887.1304120789505, "y": 142.31805362838145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "bebasberpolitik.id", "x": 396.174055639269, "y": 179.7683781433873, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 97.945, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7613633100538514708", "id": "bebasberpolitik.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ancaman konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu ketahanan energi dan rantai logistik nasional. Anggota DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendorong pemerintah memperkuat cadangan energi, menjaga stok BBM dan LPG, serta memastikan distribusi logistik tetap lancar guna mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian dalam negeri. Langkah mitigasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan pasokan bagi masyarakat. 👉🏻 Follow  untuk kabar terbaru dan insight menarik lainnya seputar politik Nasional dan Internasional. #beritanasional #politikindonesia #BreakingNews #ekonomiindonesia #newsupdate", "post_id": "7613633100538514708"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 474.709018403948, "y": 470.5757427851891, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 544.6071572813506, "y": 710.7068204200492, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "@Astakomdotcom-m2m", "attributes": {"label": "@Astakomdotcom-m2m", "x": 878.1813796491543, "y": 363.61150645370856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "nDAzTrDQPVU", "id": "@Astakomdotcom-m2m", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pupuk Dunia Meroket, Presiden Prabowo Justru Diskon Harga 20% Buat Petani\n\nDi tengah lonjakan harga pupuk global akibat krisis geopolitik, pemerintah Indonesia mengambil langkah tak biasa dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini tak hanya menekan biaya produksi petani, tetapi juga menjaga stabilitas pangan nasional. Didukung distribusi yang dipangkas regulasi, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi ancaman krisis pangan global.\n\n=====================================================\nFollow me here :\nFB = Astakom\nIG = \nTwitter / X = Astakom.com\nTiktok = astakom.com\nYoutube = Astakom\nThreads = Astakom\nEmail = redaksi\n\n======================================================\n#Prabowo\n#PupukSubsidi\n#KetahananPangan\n#PetaniIndonesia\n#HargaPupuk\n#KrisisGlobal\n#EkonomiIndonesia\n#SwasembadaPangan\n#PanganNasional\n#KebijakanPublik\n#SubsidiPupuk\n#Pertanian\n#IndonesiaMaju\n#BeritaTerkini\n#Geopolitik\n#Inflasi\n#DistribusiPupuk\n#PupukMurah\n#StabilitasHarga\n#FoodSecurity\n\n#presidenprabowo\n#presidenindonesia\n#prabowosubianto\n#presidenprabowohariini\n#presidenindonesia2024\n#presidenprabowomenjawab\n#presidenprabowosubianto\n#presidenprabowo2024\n#presidenprabowo2025\n#presidenprabowoterbaru\n\n#astakom\n#astakominspirasimasadepan", "post_id": "nDAzTrDQPVU"}}, {"key": "astakomunikasi", "attributes": {"label": "astakomunikasi", "x": 446.1449040824591, "y": 77.45768006218256, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "nDAzTrDQPVU", "id": "astakomunikasi", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Pupuk Dunia Meroket, Presiden Prabowo Justru Diskon Harga 20% Buat Petani\n\nDi tengah lonjakan harga pupuk global akibat krisis geopolitik, pemerintah Indonesia mengambil langkah tak biasa dengan menurunkan harga pupuk subsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini tak hanya menekan biaya produksi petani, tetapi juga menjaga stabilitas pangan nasional. Didukung distribusi yang dipangkas regulasi, Indonesia dinilai lebih siap menghadapi ancaman krisis pangan global.\n\n=====================================================\nFollow me here :\nFB = Astakom\nIG = \nTwitter / X = Astakom.com\nTiktok = astakom.com\nYoutube = Astakom\nThreads = Astakom\nEmail = redaksi\n\n======================================================\n#Prabowo\n#PupukSubsidi\n#KetahananPangan\n#PetaniIndonesia\n#HargaPupuk\n#KrisisGlobal\n#EkonomiIndonesia\n#SwasembadaPangan\n#PanganNasional\n#KebijakanPublik\n#SubsidiPupuk\n#Pertanian\n#IndonesiaMaju\n#BeritaTerkini\n#Geopolitik\n#Inflasi\n#DistribusiPupuk\n#PupukMurah\n#StabilitasHarga\n#FoodSecurity\n\n#presidenprabowo\n#presidenindonesia\n#prabowosubianto\n#presidenprabowohariini\n#presidenindonesia2024\n#presidenprabowomenjawab\n#presidenprabowosubianto\n#presidenprabowo2024\n#presidenprabowo2025\n#presidenprabowoterbaru\n\n#astakom\n#astakominspirasimasadepan", "post_id": "nDAzTrDQPVU"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 96.70162808425331, "y": 812.4351323263978, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 688.2634237522392, "y": 689.6682601831159, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.584, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 136.83176235316307, "y": 984.1718432607764, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6654, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 802.8335754020048, "y": 439.0295333268605, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6654, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 88.77130271529498, "y": 281.53745573409003, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6654, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 560.2949470374652, "y": 268.44133844019547, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6654, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 409.42502541423187, "y": 681.3805223046078, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6654, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 667.3795260779639, "y": 116.83532544270581, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4CKhiNDCrd8", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE - Blak-blakan! Fakta Kejutan Terbaru Purbaya Tentang Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, fakta terbaru kondisi ekonomi terkini Indonesia dalam acara APBNKita Edisi April 2026, Selasa (5/5). Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, APBN terus mendorong perekonomian domestik melalui bantuan sosial, subsidi, infrastruktur, dan program prioritas nasional. \n\nHingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali.\n\nPemerintah terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi penerimaan dan belanja negara, pendalaman pasar keuangan, serta sinergi erat fiskal-moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nMORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/\n\nProduced by https://www.merdeka.com\nKLN Apps ► http://www.kln.id/apps/\n\n----\nYoutube ►    / merdekacomvideonews  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "4CKhiNDCrd8"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 39.93100169595509, "y": 294.4866816045889, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4CKhiNDCrd8", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE - Blak-blakan! Fakta Kejutan Terbaru Purbaya Tentang Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, fakta terbaru kondisi ekonomi terkini Indonesia dalam acara APBNKita Edisi April 2026, Selasa (5/5). Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, APBN terus mendorong perekonomian domestik melalui bantuan sosial, subsidi, infrastruktur, dan program prioritas nasional. \n\nHingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali.\n\nPemerintah terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi penerimaan dan belanja negara, pendalaman pasar keuangan, serta sinergi erat fiskal-moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nMORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/\n\nProduced by https://www.merdeka.com\nKLN Apps ► http://www.kln.id/apps/\n\n----\nYoutube ►    / merdekacomvideonews  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "4CKhiNDCrd8"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 303.884259979732, "y": 647.73276217646, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 948.327603367588, "y": 972.300857747922, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 729.0866536917631, "y": 2.5555765557748744, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 170.14718398641625, "y": 914.4866326196875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 671.7352455566881, "y": 379.9938892870649, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 976.3375595388242, "y": 385.9086085956002, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "attributes": {"label": "@ProfessorJiangInsight", "x": 488.90331708831445, "y": 998.2837023612476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VRdRkkmJdVg", "id": "@ProfessorJiangInsight", "source": "youtube-000001", "content": "Permainan Adu Ulah AS-Iran: Bagaimana Amerika Memainkan Langkah Kemenangannya | Prof. Jiang Xueqin\n\n#geopolitik #timurtengah #kekuatanglobal\n\nDalam video ini, saya mengeksplorasi pertanyaan yang telah membentuk strategi global selama beberapa dekade: mengapa Amerika Serikat, meskipun memiliki sistem militer dan ekonomi terkuat di dunia, kesulitan untuk sepenuhnya mengendalikan Timur Tengah. Dari politik energi dan aliansi strategis hingga persaingan regional dan persaingan kekuatan global, Timur Tengah berada di pusat sistem geopolitik modern.\n\nSelama beberapa dekade, Amerika Serikat telah mempertahankan pangkalan militer, kemitraan strategis, dan pengaruh politik di seluruh wilayah tersebut. Namun, konflik, pergeseran aliansi, dan perebutan kekuasaan regional terus menantang stabilitas jangka panjang. Negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, Turki, dan Israel mengejar kepentingan strategis mereka sendiri, menciptakan keseimbangan kekuatan yang kompleks yang tidak dapat dengan mudah didominasi oleh satu negara pun.\n\nSeiring evolusi geopolitik global, Timur Tengah tetap menjadi salah satu wilayah yang paling penting secara strategis di dunia. Pengendalian jalur energi, pengaruh regional, dan sistem ekonomi global yang lebih luas semuanya beririsan di sini. Memahami logika yang lebih dalam di balik dinamika ini mengungkapkan mengapa kawasan ini tetap sulit dikendalikan oleh kekuatan global mana pun dan bagaimana keseimbangan kekuatan dapat terus bergeser di masa depan.\n\n⚠️ PENAFIAN:\n\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian asli, kuliah, dan kekayaan intelektual milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini mungkin menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah orisinal oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Prinsip Penggunaan Wajar (Fair Use) untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan ditujukan untuk diskusi pendidikan.\n\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional, keuangan, atau faktual.\n\n#geopolitikTimurTengah #kekuatanglobal #penjelasangeopolitik #hubunganinternasional #politikdunia #strategiglobal #politikenergi #analisisstrategis #ekonomiglobal #politikkekuasaan #tatanandunia #analisisgeopolitik #kekuatanekonomi #konflikglobal #perdaganganinternasional", "post_id": "VRdRkkmJdVg"}}, {"key": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "PredictiveHistory", "x": 388.07922385951554, "y": 162.75355879154174, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VRdRkkmJdVg", "id": "PredictiveHistory", "source": "youtube-000001", "content": "Permainan Adu Ulah AS-Iran: Bagaimana Amerika Memainkan Langkah Kemenangannya | Prof. Jiang Xueqin\n\n#geopolitik #timurtengah #kekuatanglobal\n\nDalam video ini, saya mengeksplorasi pertanyaan yang telah membentuk strategi global selama beberapa dekade: mengapa Amerika Serikat, meskipun memiliki sistem militer dan ekonomi terkuat di dunia, kesulitan untuk sepenuhnya mengendalikan Timur Tengah. Dari politik energi dan aliansi strategis hingga persaingan regional dan persaingan kekuatan global, Timur Tengah berada di pusat sistem geopolitik modern.\n\nSelama beberapa dekade, Amerika Serikat telah mempertahankan pangkalan militer, kemitraan strategis, dan pengaruh politik di seluruh wilayah tersebut. Namun, konflik, pergeseran aliansi, dan perebutan kekuasaan regional terus menantang stabilitas jangka panjang. Negara-negara seperti Iran, Arab Saudi, Turki, dan Israel mengejar kepentingan strategis mereka sendiri, menciptakan keseimbangan kekuatan yang kompleks yang tidak dapat dengan mudah didominasi oleh satu negara pun.\n\nSeiring evolusi geopolitik global, Timur Tengah tetap menjadi salah satu wilayah yang paling penting secara strategis di dunia. Pengendalian jalur energi, pengaruh regional, dan sistem ekonomi global yang lebih luas semuanya beririsan di sini. Memahami logika yang lebih dalam di balik dinamika ini mengungkapkan mengapa kawasan ini tetap sulit dikendalikan oleh kekuatan global mana pun dan bagaimana keseimbangan kekuatan dapat terus bergeser di masa depan.\n\n⚠️ PENAFIAN:\n\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian asli, kuliah, dan kekayaan intelektual milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini mungkin menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah orisinal oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Prinsip Penggunaan Wajar (Fair Use) untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan ditujukan untuk diskusi pendidikan.\n\nKonten ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat profesional, keuangan, atau faktual.\n\n#geopolitikTimurTengah #kekuatanglobal #penjelasangeopolitik #hubunganinternasional #politikdunia #strategiglobal #politikenergi #analisisstrategis #ekonomiglobal #politikkekuasaan #tatanandunia #analisisgeopolitik #kekuatanekonomi #konflikglobal #perdaganganinternasional", "post_id": "VRdRkkmJdVg"}}, {"key": "@pakdesambal", "attributes": {"label": "@pakdesambal", "x": 734.1565410652378, "y": 554.9789206545157, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5nwKqYG4Q8I", "id": "@pakdesambal", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ?\n\nDari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ? #reaction \n\nChanel: Pakde Sambal,  \n\nDunia sering menyerang industri sawit.\n\nIsu lingkungan, deforestasi, hingga kampanye hitam terus dilontarkan.\n\nTapi di saat yang sama, dunia juga menghadapi krisis energi global.\nHarga minyak naik, pasokan terganggu, dan banyak negara mulai panik mencari alternatif.\n\nIndonesia punya pendekatan yang berbeda.\n\nBukan sekadar menanam sawit,\ntapi mengubahnya menjadi energi nyata melalui program biodiesel seperti B30 dan B35.\n\nHasilnya?\nIndonesia mampu menekan impor BBM, menjaga stabilitas energi, dan membangun kemandirian.\n\nSementara itu, negara lain yang juga memiliki sawit memilih strategi berbeda.\nAda yang masih fokus pada ekspor bahan mentah, ada yang belum agresif dalam hilirisasi energi.\n\nLalu muncul pertanyaan besar:\n\nSiapa sebenarnya yang lebih siap menghadapi masa depan energi?\n\nDalam video ini kita akan membahas:\n\nKenapa sawit adalah tanaman paling efisien di dunia\nPerbandingan dengan kedelai dan bunga matahari\nStrategi biodiesel Indonesia (B30, B35, hingga B50)\nPerbedaan pendekatan antar negara penghasil sawit\nDan bagaimana geopolitik energi sedang berubah\n\nIni bukan soal siapa benar atau salah.\n\nIni soal strategi.\n\nKarena di era krisis energi global,\nyang bertahan bukan yang paling banyak bicara,\ntapi yang paling siap.\n\nTonton sampai habis.\n\n#SawitIndonesia\n#Biodiesel\n#B35\n#EnergiIndonesia\n#KelapaSawit\n#GeopolitikEnergi\n#CPO\n#EnergiHijau\n#IndonesiaMaju\n#EkonomiIndonesia\n#CrudePalmOil\n#RenewableEnergy\n#PalmOil\n#EnergyCrisis\n#IndonesiaVsDunia", "post_id": "5nwKqYG4Q8I"}}, {"key": "pakdesambal", "attributes": {"label": "pakdesambal", "x": 392.03450391680474, "y": 413.5968709563762, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5nwKqYG4Q8I", "id": "pakdesambal", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ?\n\nDari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ? #reaction \n\nChanel: Pakde Sambal,  \n\nDunia sering menyerang industri sawit.\n\nIsu lingkungan, deforestasi, hingga kampanye hitam terus dilontarkan.\n\nTapi di saat yang sama, dunia juga menghadapi krisis energi global.\nHarga minyak naik, pasokan terganggu, dan banyak negara mulai panik mencari alternatif.\n\nIndonesia punya pendekatan yang berbeda.\n\nBukan sekadar menanam sawit,\ntapi mengubahnya menjadi energi nyata melalui program biodiesel seperti B30 dan B35.\n\nHasilnya?\nIndonesia mampu menekan impor BBM, menjaga stabilitas energi, dan membangun kemandirian.\n\nSementara itu, negara lain yang juga memiliki sawit memilih strategi berbeda.\nAda yang masih fokus pada ekspor bahan mentah, ada yang belum agresif dalam hilirisasi energi.\n\nLalu muncul pertanyaan besar:\n\nSiapa sebenarnya yang lebih siap menghadapi masa depan energi?\n\nDalam video ini kita akan membahas:\n\nKenapa sawit adalah tanaman paling efisien di dunia\nPerbandingan dengan kedelai dan bunga matahari\nStrategi biodiesel Indonesia (B30, B35, hingga B50)\nPerbedaan pendekatan antar negara penghasil sawit\nDan bagaimana geopolitik energi sedang berubah\n\nIni bukan soal siapa benar atau salah.\n\nIni soal strategi.\n\nKarena di era krisis energi global,\nyang bertahan bukan yang paling banyak bicara,\ntapi yang paling siap.\n\nTonton sampai habis.\n\n#SawitIndonesia\n#Biodiesel\n#B35\n#EnergiIndonesia\n#KelapaSawit\n#GeopolitikEnergi\n#CPO\n#EnergiHijau\n#IndonesiaMaju\n#EkonomiIndonesia\n#CrudePalmOil\n#RenewableEnergy\n#PalmOil\n#EnergyCrisis\n#IndonesiaVsDunia", "post_id": "5nwKqYG4Q8I"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 799.2318918132119, "y": 354.3393615104996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 205.03495963069307, "y": 57.36202698090387, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 173.73493441886745, "y": 850.357475493473, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "yhetEKXnI0o", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rivalitas AS–China Memanas, Konflik Merembet ke Energi Global | MILENOMICS\n\nRivalitas antara Amerika Serikat dan China kini semakin meluas ke sektor energi global setelah Beijing secara terbuka menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Washington terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh membeli minyak dari Iran. Langkah ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama terkait kebijakan sanksi sepihak AS yang bertujuan menekan ekspor minyak Iran, sementara China menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki legitimasi internasional dan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan domestiknya. Situasi ini dinilai dapat memperdalam friksi geopolitik serta memengaruhi stabilitas pasar energi dunia, mengingat China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "yhetEKXnI0o"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 550.6578224863764, "y": 966.0989641568495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "AussenMinDe", "x": 795.3865944689094, "y": 705.0284427215763, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8141, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "AussenMinDe", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "araghchi", "attributes": {"label": "araghchi", "x": 18.36919625119937, "y": 482.15048303020814, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8141, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "araghchi", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 735.9919467931383, "y": 803.9195643978081, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8141, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 435.62236579220394, "y": 186.91008166527934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8141, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 466.91976759522134, "y": 485.6527332323617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "DlsQrm8hJj8", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "UPACARA PEMBUKAAN YANG TAK TERLIHAT: Para Pemimpin Uni Eropa Menyaksikan Pertunjukan Spektakuler ...\n\nPara pemimpin Uni Eropa dan Eropa berkumpul di Yerevan untuk KTT Komunitas Politik Eropa, di mana upacara pembukaan menampilkan pertunjukan budaya spektakuler yang memamerkan warisan Armenia dan persatuan Eropa. Kepala negara dan pejabat tinggi menyaksikan awal simbolis KTT tersebut, menetapkan nada untuk pembicaraan tingkat tinggi tentang keamanan, kerja sama, dan stabilitas regional di tengah ketegangan global.\n\nUntuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nPara pemimpin Eropa telah berkumpul di Yerevan, Armenia untuk KTT Komunitas Politik Eropa ke-8. Acara penting ini menyatukan kepala negara dan pemerintahan untuk membahas keamanan regional, kerja sama, dan strategi politik masa depan di seluruh Eropa.\n\nPara Pemimpin Uni Eropa Menyaksikan Pertunjukan Budaya Spektakuler di Upacara Pembukaan KTT Yerevan\nKTT Yerevan Dibuka dengan Pertunjukan Megah saat Para Pemimpin Uni Eropa Berkumpul untuk Pembicaraan Penting\nPara Pemimpin Eropa Terkesan dengan Pertunjukan Budaya di Pembukaan Komunitas Politik Yerevan\nPertunjukan Spektakuler Menandai Pembukaan KTT Uni Eropa yang Berisiko Tinggi di Yerevan\n\nSaksikan momen-momen penting termasuk kedatangan para pemimpin, upacara pembukaan, dan foto grup resmi. Tetap ikuti perkembangan terkini yang membentuk lanskap politik Eropa.\n\n📍 Lokasi: Yerevan, Armenia\n📅 Acara: KTT Komunitas Politik Eropa ke-8\n\nJangan lupa untuk menyukai, membagikan, dan berlangganan untuk mendapatkan lebih banyak berita global!\n\n#EUSummit #Yerevan #PemimpinEropa #KomunitasPolitik #BeritaEropa #PolitikGlobal #Armenia #PemimpinDunia #HubunganInternasional #KTT2026\n\nKTT Uni Eropa, KTT Yerevan, Komunitas Politik Eropa, pertemuan para pemimpin Eropa, berita Armenia, KTT para pemimpin dunia, berita Uni Eropa 2026, KTT internasional, geopolitik, berita global, KTT politik Eropa, KTT EPC, berita Yerevan\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "DlsQrm8hJj8"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 868.7558792388068, "y": 377.50874219005783, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "DlsQrm8hJj8", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "UPACARA PEMBUKAAN YANG TAK TERLIHAT: Para Pemimpin Uni Eropa Menyaksikan Pertunjukan Spektakuler ...\n\nPara pemimpin Uni Eropa dan Eropa berkumpul di Yerevan untuk KTT Komunitas Politik Eropa, di mana upacara pembukaan menampilkan pertunjukan budaya spektakuler yang memamerkan warisan Armenia dan persatuan Eropa. Kepala negara dan pejabat tinggi menyaksikan awal simbolis KTT tersebut, menetapkan nada untuk pembicaraan tingkat tinggi tentang keamanan, kerja sama, dan stabilitas regional di tengah ketegangan global.\n\nUntuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nPara pemimpin Eropa telah berkumpul di Yerevan, Armenia untuk KTT Komunitas Politik Eropa ke-8. Acara penting ini menyatukan kepala negara dan pemerintahan untuk membahas keamanan regional, kerja sama, dan strategi politik masa depan di seluruh Eropa.\n\nPara Pemimpin Uni Eropa Menyaksikan Pertunjukan Budaya Spektakuler di Upacara Pembukaan KTT Yerevan\nKTT Yerevan Dibuka dengan Pertunjukan Megah saat Para Pemimpin Uni Eropa Berkumpul untuk Pembicaraan Penting\nPara Pemimpin Eropa Terkesan dengan Pertunjukan Budaya di Pembukaan Komunitas Politik Yerevan\nPertunjukan Spektakuler Menandai Pembukaan KTT Uni Eropa yang Berisiko Tinggi di Yerevan\n\nSaksikan momen-momen penting termasuk kedatangan para pemimpin, upacara pembukaan, dan foto grup resmi. Tetap ikuti perkembangan terkini yang membentuk lanskap politik Eropa.\n\n📍 Lokasi: Yerevan, Armenia\n📅 Acara: KTT Komunitas Politik Eropa ke-8\n\nJangan lupa untuk menyukai, membagikan, dan berlangganan untuk mendapatkan lebih banyak berita global!\n\n#EUSummit #Yerevan #PemimpinEropa #KomunitasPolitik #BeritaEropa #PolitikGlobal #Armenia #PemimpinDunia #HubunganInternasional #KTT2026\n\nKTT Uni Eropa, KTT Yerevan, Komunitas Politik Eropa, pertemuan para pemimpin Eropa, berita Armenia, KTT para pemimpin dunia, berita Uni Eropa 2026, KTT internasional, geopolitik, berita global, KTT politik Eropa, KTT EPC, berita Yerevan\n\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk mendapatkan semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "DlsQrm8hJj8"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 904.8188598426184, "y": 219.13276309326037, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "-vSSIpEfeWk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PA1 Paradoks IHSG vs Dana Keluar\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di tengah kepanikan pasar modal saat ini, kinerja IHSG secara year-to-date (YTD) tercatat anjlok hingga minus 19,55%. Banyak investor ritel yang kebingungan melihat anomali ekstrem ini dan bertanya-tanya: Jika IHSG Sebenarnya Undervalue, lalu Kenapa Asing Kabur Rp49 Triliun?\n\nMari kita bongkar fakta makroekonominya. Berdasarkan indikator legendaris Buffett Indicator, total kapitalisasi pasar kita sejatinya hanya mencerminkan 51,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sangat fantastis, yakni senilai Rp23.821,1 triliun pada tahun 2025. Bahkan, porsi saham yang beredar bebas atau free float di IHSG sangatlah sempit, hanya setara dengan 13,03% dari total PDB nasional kita. Bursa kita terlihat \"kerdil\" dan murah karena urat nadi ekonomi raksasa Indonesia seperti UMKM, gurita bisnis keluarga, dan perusahaan BUMN raksasa berstatus non-listed masih beroperasi di luar bursa. Itulah alasan utama mengapa fundamental makro IHSG sebenarnya undervalue dan tertinggal jauh dari rata-rata negara ASEAN.\n\nNamun, jika fundamental kita bursa kita bintang lima, mengapa terjadi \"tsunami\" arus dana keluar? Sejak awal tahun, investor asing telah melakukan aksi jual bersih (net sell) yang sangat masif hingga mencapai Rp49,87 triliun. Asing kabur meninggalkan IHSG bukan karena ekonomi kita hancur, melainkan karena didorong oleh sentimen dan kepanikan global. Ketidakpastian dari kebijakan politik Trump, memanasnya tensi geopolitik perang di Timur Tengah (khususnya Selat Hormuz), hingga kekhawatiran atas narasi kebijakan domestik membuat banyak investor asing memindahkan asetnya ke bursa Amerika Serikat dan instrumen kripto yang dinilai lebih menguntungkan.\n\nKeluarnya puluhan triliun dana asing ini telah memaksa IHSG masuk ke fase jenuh jual atau oversold yang sangat dalam. Tapi jangan salah, bagi investor lokal, ini adalah peluang emas yang sangat langka! Struktur bursa kita pada dasarnya sangat \"Bank-Driven\" atau didominasi oleh segelintir saham perbankan raksasa sebagai tulang punggung pencetak laba terbesar. Akibat badai kepanikan asing ini, valuasi saham-saham bank terbaik kita terdiskon gila-gilaan. Saat ini, Price to Earnings Ratio (PER) untuk saham BBRI dan BMRI berada di level sangat murah di bawah 8 kali, sementara saham favorit asing BBCA bisa dinikmati dengan PER di bawah 13 kali.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan memandu Anda untuk menavigasi badai IHSG. Jangan ikut-ikutan panik atau termakan mitos psikologis \"sell in May and go away\". Bertahanlah di bursa dalam negeri dan manfaatkan momentum oversold ini dengan strategi akumulasi bertahap atau \"cicil selot selot\" secara santai pada saham berfundamental solid yang sedang didiskon pasar.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda paham rahasia piramida keuntungan IHSG dan siap menyambut potensi rerating pasar di masa depan. Jangan lupa untuk tekan tombol Like, berikan Comment pendapat Anda soal aksi jual asing, Subscribe channel Wawasan Cerdas, dan Share video ini ke komunitas investor lainnya!\n\nDisclaimer: Konten ini bertujuan semata-mata sebagai edukasi dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk mutlak melakukan jual atau beli saham. Semua keputusan, risiko, dan hasil akhir dari investasi sepenuhnya berada di tangan Anda sebagai masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#IHSG #WawasanCerdas #IHSGUndervalue #AsingKabur #InvestasiSaham #SahamBank #BelajarSahamPemula #SahamOversold #AnalisaIHSG #IHSGHariIni #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "-vSSIpEfeWk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 614.664866206984, "y": 677.6557678218912, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.9361, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "-vSSIpEfeWk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PA1 Paradoks IHSG vs Dana Keluar\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! Di tengah kepanikan pasar modal saat ini, kinerja IHSG secara year-to-date (YTD) tercatat anjlok hingga minus 19,55%. Banyak investor ritel yang kebingungan melihat anomali ekstrem ini dan bertanya-tanya: Jika IHSG Sebenarnya Undervalue, lalu Kenapa Asing Kabur Rp49 Triliun?\n\nMari kita bongkar fakta makroekonominya. Berdasarkan indikator legendaris Buffett Indicator, total kapitalisasi pasar kita sejatinya hanya mencerminkan 51,98% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sangat fantastis, yakni senilai Rp23.821,1 triliun pada tahun 2025. Bahkan, porsi saham yang beredar bebas atau free float di IHSG sangatlah sempit, hanya setara dengan 13,03% dari total PDB nasional kita. Bursa kita terlihat \"kerdil\" dan murah karena urat nadi ekonomi raksasa Indonesia seperti UMKM, gurita bisnis keluarga, dan perusahaan BUMN raksasa berstatus non-listed masih beroperasi di luar bursa. Itulah alasan utama mengapa fundamental makro IHSG sebenarnya undervalue dan tertinggal jauh dari rata-rata negara ASEAN.\n\nNamun, jika fundamental kita bursa kita bintang lima, mengapa terjadi \"tsunami\" arus dana keluar? Sejak awal tahun, investor asing telah melakukan aksi jual bersih (net sell) yang sangat masif hingga mencapai Rp49,87 triliun. Asing kabur meninggalkan IHSG bukan karena ekonomi kita hancur, melainkan karena didorong oleh sentimen dan kepanikan global. Ketidakpastian dari kebijakan politik Trump, memanasnya tensi geopolitik perang di Timur Tengah (khususnya Selat Hormuz), hingga kekhawatiran atas narasi kebijakan domestik membuat banyak investor asing memindahkan asetnya ke bursa Amerika Serikat dan instrumen kripto yang dinilai lebih menguntungkan.\n\nKeluarnya puluhan triliun dana asing ini telah memaksa IHSG masuk ke fase jenuh jual atau oversold yang sangat dalam. Tapi jangan salah, bagi investor lokal, ini adalah peluang emas yang sangat langka! Struktur bursa kita pada dasarnya sangat \"Bank-Driven\" atau didominasi oleh segelintir saham perbankan raksasa sebagai tulang punggung pencetak laba terbesar. Akibat badai kepanikan asing ini, valuasi saham-saham bank terbaik kita terdiskon gila-gilaan. Saat ini, Price to Earnings Ratio (PER) untuk saham BBRI dan BMRI berada di level sangat murah di bawah 8 kali, sementara saham favorit asing BBCA bisa dinikmati dengan PER di bawah 13 kali.\n\nDi video kali ini, Wawasan Cerdas akan memandu Anda untuk menavigasi badai IHSG. Jangan ikut-ikutan panik atau termakan mitos psikologis \"sell in May and go away\". Bertahanlah di bursa dalam negeri dan manfaatkan momentum oversold ini dengan strategi akumulasi bertahap atau \"cicil selot selot\" secara santai pada saham berfundamental solid yang sedang didiskon pasar.\n\nTonton video ini sampai habis agar Anda paham rahasia piramida keuntungan IHSG dan siap menyambut potensi rerating pasar di masa depan. Jangan lupa untuk tekan tombol Like, berikan Comment pendapat Anda soal aksi jual asing, Subscribe channel Wawasan Cerdas, dan Share video ini ke komunitas investor lainnya!\n\nDisclaimer: Konten ini bertujuan semata-mata sebagai edukasi dan bukan merupakan rekomendasi dari penasihat investasi untuk mutlak melakukan jual atau beli saham. Semua keputusan, risiko, dan hasil akhir dari investasi sepenuhnya berada di tangan Anda sebagai masing-masing investor.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#IHSG #WawasanCerdas #IHSGUndervalue #AsingKabur #InvestasiSaham #SahamBank #BelajarSahamPemula #SahamOversold #AnalisaIHSG #IHSGHariIni #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "-vSSIpEfeWk"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 758.2217999204934, "y": 557.9844463034841, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.692, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 8.411908401322332, "y": 897.2064374322808, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}], "edges": [{"key": "Helmymozear", "source": "Helmymozear", "target": "inilahdotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Helmymozear", "source": "Helmymozear", "target": "PolkamRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Helmymozear", "source": "Helmymozear", "target": "Kemendagri_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Helmymozear", "source": "Helmymozear", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Helmymozear", "source": "Helmymozear", "target": "DPR_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Helmymozear", "source": "Helmymozear", "target": "undip", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "source": "bebasberpolitik.id", "target": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Astakomdotcom-m2m", "source": "@Astakomdotcom-m2m", "target": "astakomunikasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ProfessorJiangInsight", "source": "@ProfessorJiangInsight", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@pakdesambal", "source": "@pakdesambal", "target": "pakdesambal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "araghchi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}