{"nodes": [{"key": "ntt.terkini", "attributes": {"label": "ntt.terkini", "x": 212.86425992253533, "y": 218.15071469420832, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3888639251756985356_68337920343", "id": "ntt.terkini", "source": "instagram-000001", "content": "Kupang, 2 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Asuransi Jasindo menghadirkan PEKEN Jasindo di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada penguatan akses pendidikan inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.\n\nPada PEKEN Jasindo yang diselenggarakan di Kupang kali ini, perusahaan mengusung tema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang” yang berarti saling mendukung dan menyayangi dalam ikatan kekeluargaan. \n\n*Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana,* menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif.\n\n“Melalui PEKEN Jasindo, kami ingin memastikan bahwa akses pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung SDM unggul dan berdaya saing,” ujar Brellian.\n\nDalam pelaksanaannya, Asuransi Jasindo menyalurkan berbagai dukungan pendidikan, antara lain bantuan pembiayaan pendukung pendidikan bagi guru SLB dan siswa difabel dalam menunjang kegiatan belajar dan pengembangan kapasitas pendidikan. Dukungan ini diperkuat melalui bantuan perangkat serta akses perpustakaan digital Pustaka Mitra Netra bagi SLB Kota Raja Kupang.\n\nRepresentative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menyampaikan bahwa melalui workshop kewirausahaan, talkshow bisnis UMKM bertemakan “Bacarita Bisnis UMKM Lokal, Usaha Naik Kelas”, hingga Literasi Asuransi dan Manajemen Risiko pada program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda di Kupang.", "post_id": "3888639251756985356_68337920343"}}, {"key": "jasindo.id", "attributes": {"label": "jasindo.id", "x": 708.8157363311129, "y": 510.62903802760104, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888639251756985356_68337920343", "id": "jasindo.id", "source": "instagram-000001", "content": "Kupang, 2 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Asuransi Jasindo menghadirkan PEKEN Jasindo di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dengan fokus pada penguatan akses pendidikan inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas dan generasi muda.\n\nPada PEKEN Jasindo yang diselenggarakan di Kupang kali ini, perusahaan mengusung tema “Katong Baku Dukung, Katong Baku Sayang” yang berarti saling mendukung dan menyayangi dalam ikatan kekeluargaan. \n\n*Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana,* menegaskan peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan pendidikan yang merata dan inklusif.\n\n“Melalui PEKEN Jasindo, kami ingin memastikan bahwa akses pendidikan dapat dirasakan oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung SDM unggul dan berdaya saing,” ujar Brellian.\n\nDalam pelaksanaannya, Asuransi Jasindo menyalurkan berbagai dukungan pendidikan, antara lain bantuan pembiayaan pendukung pendidikan bagi guru SLB dan siswa difabel dalam menunjang kegiatan belajar dan pengembangan kapasitas pendidikan. Dukungan ini diperkuat melalui bantuan perangkat serta akses perpustakaan digital Pustaka Mitra Netra bagi SLB Kota Raja Kupang.\n\nRepresentative Manager Jasindo Kupang, Jerry Samuel, menyampaikan bahwa melalui workshop kewirausahaan, talkshow bisnis UMKM bertemakan “Bacarita Bisnis UMKM Lokal, Usaha Naik Kelas”, hingga Literasi Asuransi dan Manajemen Risiko pada program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda di Kupang.", "post_id": "3888639251756985356_68337920343"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 301.69838675367623, "y": 456.92250202792616, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P82Fb-eqa_k", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kredit UMKM hingga Semikonduktor: Keputusan Besar Kabinet Modi untuk Dorongan Ekonomi yang D...\n\nKabinet pada hari Rabu menyetujui serangkaian keputusan yang menggabungkan bantuan ekonomi segera dengan ambisi industri jangka panjang, meskipun ketidakpastian global masih berlanjut. Kabinet menyetujui ECLGS 5.0, di mana pemerintah akan turun tangan untuk meringankan tekanan likuiditas bagi bisnis yang terdampak oleh situasi Asia Barat dengan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman modal kerja tambahan yang dijamin pemerintah—hingga 20% untuk peminjam yang sudah ada dan lebih tinggi untuk maskapai penerbangan—yang berpotensi membuka akses kredit lebih dari ₹2,5 lakh crore dengan risiko fiskal yang terbatas. Pada saat yang sama, Kabinet memberikan dorongan signifikan kepada program semikonduktor India dengan menyetujui dua unit baru di Gujarat dengan investasi lebih dari ₹3.900 crore, termasuk fasilitas wafer galium nitrida untuk layar beresolusi tinggi dan mikro-LED serta unit pengemasan, sehingga total proyek di bawah Misi Semikonduktor menjadi 12 dengan investasi kumulatif sekitar ₹1,64 lakh crore. Bersama-sama, langkah-langkah ini menandakan strategi ganda: melindungi bisnis dari guncangan jangka pendek sekaligus mempercepat upaya India untuk membangun ekosistem manufaktur yang tangguh dan bernilai tinggi.\n\n#modi #semikonduktor #beritaindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "P82Fb-eqa_k"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 5.617597394129592, "y": 789.6926390719776, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P82Fb-eqa_k", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kredit UMKM hingga Semikonduktor: Keputusan Besar Kabinet Modi untuk Dorongan Ekonomi yang D...\n\nKabinet pada hari Rabu menyetujui serangkaian keputusan yang menggabungkan bantuan ekonomi segera dengan ambisi industri jangka panjang, meskipun ketidakpastian global masih berlanjut. Kabinet menyetujui ECLGS 5.0, di mana pemerintah akan turun tangan untuk meringankan tekanan likuiditas bagi bisnis yang terdampak oleh situasi Asia Barat dengan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman modal kerja tambahan yang dijamin pemerintah—hingga 20% untuk peminjam yang sudah ada dan lebih tinggi untuk maskapai penerbangan—yang berpotensi membuka akses kredit lebih dari ₹2,5 lakh crore dengan risiko fiskal yang terbatas. Pada saat yang sama, Kabinet memberikan dorongan signifikan kepada program semikonduktor India dengan menyetujui dua unit baru di Gujarat dengan investasi lebih dari ₹3.900 crore, termasuk fasilitas wafer galium nitrida untuk layar beresolusi tinggi dan mikro-LED serta unit pengemasan, sehingga total proyek di bawah Misi Semikonduktor menjadi 12 dengan investasi kumulatif sekitar ₹1,64 lakh crore. Bersama-sama, langkah-langkah ini menandakan strategi ganda: melindungi bisnis dari guncangan jangka pendek sekaligus mempercepat upaya India untuk membangun ekosistem manufaktur yang tangguh dan bernilai tinggi.\n\n#modi #semikonduktor #beritaindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "P82Fb-eqa_k"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 187.0575269533411, "y": 353.2368711995999, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 996.8958709035863, "y": 433.59561722996864, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "attributes": {"label": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "x": 694.9786448347631, "y": 283.38357217295794, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.7193, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "PGQuuY-1K3E", "id": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Investor Cerdas Beralih dari Properti Hunian ke Properti Komersial?\n\nDalam episode ini, Michael duduk bersama Neal van Niekerk — Direktur Alba Finance dan mantan bankir komersial Macquarie dan CBA — untuk mengupas dunia properti komersial, pembiayaan pengembangan, dan tren yang muncul di kalangan profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru.\n\nJika Anda pernah bertanya-tanya apakah properti komersial adalah langkah selanjutnya setelah properti residensial, atau bagaimana sebenarnya pembiayaan pengembangan bekerja, episode ini cocok untuk Anda.\n\nHanya saran umum dan bukan saran pribadi. CRN 485467\n\n--------------------------------------\n\nDalam episode ini:\n\nProperti komersial vs. properti residensial — mana yang lebih cerdas saat ini?\n\nTitik masuk ke properti komersial (lebih rendah dari yang Anda kira)\nBagaimana bank menilai pinjaman komersial — cakupan bunga vs. LVR\nTiga kelas aset komersial dan profil risikonya yang sangat berbeda\nMengapa properti industri berkembang pesat — dan bagaimana pasokan bekerja\nPembiayaan pengembangan: bank vs. pemberi pinjaman swasta dan apa artinya sebenarnya\nKebangkitan para profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru (model ETA)\nApa yang sebenarnya dibutuhkan untuk membeli bisnis yang sudah ada dan bagaimana struktur pembiayaannya\nPandangan Neal selama 12 bulan untuk pasar properti Perth\nBiaya sebenarnya untuk memulai bisnis — dan mengapa mitra yang suportif lebih penting dari yang Anda kira\n\n--------------------------------------\n\nIkuti podcast\nBerlangganan:    /   \nInstagram: https://www.instagram.com/backyardpro...\nSitus web: https://tuskfinance.com.au\n\nTerhubung dengan Michael:\nFacebook:   / tuskfinancemk  \nInstagram:   / mortgageswmichael   \nLinkedIn:   / michaelkilliner  \n\n--------------------------------------\n\nBab:\n(00:00) Pendahuluan & cuplikan singkat\n(00:45) Sambutan — memperkenalkan Neal van Niekerk, Direktur Alba Finance\n(01:30) Apa arti rumah bagi Anda?\n(02:15) Beban mental menjadi pemilik bisnis, suami, dan ayah\n(05:00) Investasi komersial vs. residensial saat ini\n(05:30) Tantangan yang dihadapi pengembang residensial — kenaikan biaya & waktu kepemilikan\n(06:15) Siapa yang beralih ke properti komersial?\n\n(07:00) Pertimbangan risiko/imbalan dalam investasi komersial\n(08:00) Titik harga masuk — Anda tidak perlu jutaan untuk memulai\n(08:45) Bagaimana imbal hasil dan pendapatan sewa mendorong valuasi komersial dan pinjaman bank\n(09:30) Aturan cakupan bunga 1,5x yang digunakan bank\n(11:00) Risiko utama dalam komersial — kualitas penyewa, kekosongan & likuiditas\n(12:30) Mengapa data komersial lebih sulit ditemukan daripada data residensial\n(13:00) Tiga kelas aset: industri, perkantoran, dan ritel\n(14:15) Masalah pasokan industri — mengapa lahan sangat langka\n(15:15) Unit mikro industri & penyimpanan — segmen yang paling cepat berkembang\n(16:30) Pembiayaan pembangunan — apa yang diinginkan bank sebelum mereka memberikan pinjaman\n(17:30) Pra-penjualan dalam pengembangan komersial — berapa persentase yang diharapkan\n(19:00) Pengembangan perumahan skala kecil — apa yang sebenarnya terjadi?\n\n(20:30) Biaya konstruksi — berapa sebenarnya biaya membangun rumah kota?\n(21:30) Pinjaman swasta vs. pinjaman bank untuk pembangunan\n(23:00) Dari mana modal pinjaman swasta berasal?\n(24:45) Risiko pemberi pinjaman swasta — mereka tidak main-main\n(25:00) Profesional kerah putih membeli bisnis kerah biru — model ETA\n(27:00) Bagaimana bank menyusun pembiayaan akuisisi bisnis\n(28:15) Pembiayaan vendor, earnout, dan penyusunan pembelian bisnis\n(30:30) Jenis bisnis apa yang diakuisisi? Manufaktur & kontrak jasa\n(31:30) Jika Anda memiliki $1 juta besok — di mana Neal akan menginvestasikannya?\n\n(33:45) Mengapa Neal dan Mitch memulai Alba Finance dari nol\n(35:45) Pelajaran terbesar dari tahun pertama menjalankan bisnis sendiri\n(37:30) Prospek 12 bulan untuk pasar properti Perth\n(39:00) Apa yang paling Anda banggakan — secara pribadi dan profesional?\n(42:15) Pentingnya pasangan yang suportif yang sering diremehkan\n(44:00) Penutup\n\nDiproduksi oleh Podwave Studios: https://www.podwavestudios.au\n\n#PerthProperty #RealEstateAustralia #PropertyMarket2026 #FirstHomeBuyer #PerthRealEstate #MortgageBroker #InvestingAustralia #HomeBuyingTips #Podcast #TuskFinance", "post_id": "PGQuuY-1K3E"}}, {"key": "thatbackyardpropertypodcast", "attributes": {"label": "thatbackyardpropertypodcast", "x": 286.8011158619295, "y": 376.62093800290296, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 162.2807, "eigenvector": 125.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "PGQuuY-1K3E", "id": "thatbackyardpropertypodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Mengapa Investor Cerdas Beralih dari Properti Hunian ke Properti Komersial?\n\nDalam episode ini, Michael duduk bersama Neal van Niekerk — Direktur Alba Finance dan mantan bankir komersial Macquarie dan CBA — untuk mengupas dunia properti komersial, pembiayaan pengembangan, dan tren yang muncul di kalangan profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru.\n\nJika Anda pernah bertanya-tanya apakah properti komersial adalah langkah selanjutnya setelah properti residensial, atau bagaimana sebenarnya pembiayaan pengembangan bekerja, episode ini cocok untuk Anda.\n\nHanya saran umum dan bukan saran pribadi. CRN 485467\n\n--------------------------------------\n\nDalam episode ini:\n\nProperti komersial vs. properti residensial — mana yang lebih cerdas saat ini?\n\nTitik masuk ke properti komersial (lebih rendah dari yang Anda kira)\nBagaimana bank menilai pinjaman komersial — cakupan bunga vs. LVR\nTiga kelas aset komersial dan profil risikonya yang sangat berbeda\nMengapa properti industri berkembang pesat — dan bagaimana pasokan bekerja\nPembiayaan pengembangan: bank vs. pemberi pinjaman swasta dan apa artinya sebenarnya\nKebangkitan para profesional kerah putih yang membeli bisnis kerah biru (model ETA)\nApa yang sebenarnya dibutuhkan untuk membeli bisnis yang sudah ada dan bagaimana struktur pembiayaannya\nPandangan Neal selama 12 bulan untuk pasar properti Perth\nBiaya sebenarnya untuk memulai bisnis — dan mengapa mitra yang suportif lebih penting dari yang Anda kira\n\n--------------------------------------\n\nIkuti podcast\nBerlangganan:    /   \nInstagram: https://www.instagram.com/backyardpro...\nSitus web: https://tuskfinance.com.au\n\nTerhubung dengan Michael:\nFacebook:   / tuskfinancemk  \nInstagram:   / mortgageswmichael   \nLinkedIn:   / michaelkilliner  \n\n--------------------------------------\n\nBab:\n(00:00) Pendahuluan & cuplikan singkat\n(00:45) Sambutan — memperkenalkan Neal van Niekerk, Direktur Alba Finance\n(01:30) Apa arti rumah bagi Anda?\n(02:15) Beban mental menjadi pemilik bisnis, suami, dan ayah\n(05:00) Investasi komersial vs. residensial saat ini\n(05:30) Tantangan yang dihadapi pengembang residensial — kenaikan biaya & waktu kepemilikan\n(06:15) Siapa yang beralih ke properti komersial?\n\n(07:00) Pertimbangan risiko/imbalan dalam investasi komersial\n(08:00) Titik harga masuk — Anda tidak perlu jutaan untuk memulai\n(08:45) Bagaimana imbal hasil dan pendapatan sewa mendorong valuasi komersial dan pinjaman bank\n(09:30) Aturan cakupan bunga 1,5x yang digunakan bank\n(11:00) Risiko utama dalam komersial — kualitas penyewa, kekosongan & likuiditas\n(12:30) Mengapa data komersial lebih sulit ditemukan daripada data residensial\n(13:00) Tiga kelas aset: industri, perkantoran, dan ritel\n(14:15) Masalah pasokan industri — mengapa lahan sangat langka\n(15:15) Unit mikro industri & penyimpanan — segmen yang paling cepat berkembang\n(16:30) Pembiayaan pembangunan — apa yang diinginkan bank sebelum mereka memberikan pinjaman\n(17:30) Pra-penjualan dalam pengembangan komersial — berapa persentase yang diharapkan\n(19:00) Pengembangan perumahan skala kecil — apa yang sebenarnya terjadi?\n\n(20:30) Biaya konstruksi — berapa sebenarnya biaya membangun rumah kota?\n(21:30) Pinjaman swasta vs. pinjaman bank untuk pembangunan\n(23:00) Dari mana modal pinjaman swasta berasal?\n(24:45) Risiko pemberi pinjaman swasta — mereka tidak main-main\n(25:00) Profesional kerah putih membeli bisnis kerah biru — model ETA\n(27:00) Bagaimana bank menyusun pembiayaan akuisisi bisnis\n(28:15) Pembiayaan vendor, earnout, dan penyusunan pembelian bisnis\n(30:30) Jenis bisnis apa yang diakuisisi? Manufaktur & kontrak jasa\n(31:30) Jika Anda memiliki $1 juta besok — di mana Neal akan menginvestasikannya?\n\n(33:45) Mengapa Neal dan Mitch memulai Alba Finance dari nol\n(35:45) Pelajaran terbesar dari tahun pertama menjalankan bisnis sendiri\n(37:30) Prospek 12 bulan untuk pasar properti Perth\n(39:00) Apa yang paling Anda banggakan — secara pribadi dan profesional?\n(42:15) Pentingnya pasangan yang suportif yang sering diremehkan\n(44:00) Penutup\n\nDiproduksi oleh Podwave Studios: https://www.podwavestudios.au\n\n#PerthProperty #RealEstateAustralia #PropertyMarket2026 #FirstHomeBuyer #PerthRealEstate #MortgageBroker #InvestingAustralia #HomeBuyingTips #Podcast #TuskFinance", "post_id": "PGQuuY-1K3E"}}], "edges": [{"key": "ntt.terkini", "source": "ntt.terkini", "target": "jasindo.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "source": "@ThatBackyardPropertyPodcast", "target": "thatbackyardpropertypodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}