{"nodes": [{"key": "rlrrlrll_ID", "attributes": {"label": "rlrrlrll_ID", "x": 904.9693538454378, "y": 485.4660240440486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048956401540792707", "id": "rlrrlrll_ID", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Paling Lemah di ASEAN, Sejak Pelantikan Presiden Prabowo Turun 10% Lebih\n\nRinggit Malasyia naik 9,38%, Dolar Singapu…", "post_id": "2048956401540792707"}}, {"key": "serujinews", "attributes": {"label": "serujinews", "x": 404.74542774735755, "y": 488.0374049814916, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 33.4201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048956401540792707", "id": "serujinews", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Paling Lemah di ASEAN, Sejak Pelantikan Presiden Prabowo Turun 10% Lebih\n\nRinggit Malasyia naik 9,38%, Dolar Singapu…", "post_id": "2048956401540792707"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "attributes": {"label": "QueenaleshaShop", "x": 702.159447047675, "y": 373.4149560533526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "QueenaleshaShop", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "cukhurukuque", "x": 18.000989887103636, "y": 910.7179055979831, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 33.4201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "cukhurukuque", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "meliksuman74092", "attributes": {"label": "meliksuman74092", "x": 169.62706006271932, "y": 868.5801897266668, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051584052139102617", "id": "meliksuman74092", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah thd USD, Ringgit Malaysia menguat. \nPrabowo gak \"tersengat\" & \"sadar\"?", "post_id": "2051584052139102617"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 820.5291261351491, "y": 666.1484744029292, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051584052139102617", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah thd USD, Ringgit Malaysia menguat. \nPrabowo gak \"tersengat\" & \"sadar\"?", "post_id": "2051584052139102617"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "attributes": {"label": "ndah_345yw1n", "x": 518.2449883529739, "y": 691.8715463336229, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "ndah_345yw1n", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "bgkiting", "attributes": {"label": "bgkiting", "x": 914.6755441618811, "y": 729.6104516621782, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "bgkiting", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 187.29239397042318, "y": 198.3866437477948, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051566259012026538", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 714.6088034118577, "y": 121.48491125505822, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.4201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 989.6397869282603, "y": 996.9753500237373, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 33.4201, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 236.21360261936664, "y": 741.6365216482095, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 13, "degree": 13}, "_id": "2051591006311879157", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "MBG harus dilanjutkan sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591006311879157"}}, {"key": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "tamrintomagola", "x": 598.9219567988166, "y": 382.39961875741, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591006311879157", "id": "tamrintomagola", "source": "tweet-000004", "content": "MBG harus dilanjutkan sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591006311879157"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 520.0533289834757, "y": 64.46562619064977, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051592940091482522", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Saatnya menghancurkan WNI kelas menengah ke atas demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051592940091482522"}}, {"key": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "virdianaurellio", "x": 621.4237673284055, "y": 583.6156120557573, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593253460586888", "id": "virdianaurellio", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 539.5909168103392, "y": 96.65205094729868, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593253460586888", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 31.317285088160784, "y": 183.1848108464781, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051591201061761137", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Cukupkan 10 rb fiktif sbg pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591201061761137"}}, {"key": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "Gunawan75_", "x": 835.4825909412588, "y": 773.8111892131748, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591385732784412", "id": "Gunawan75_", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat sama celotehan mu yg penting misi komunis  berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591385732784412"}}, {"key": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "SeriDianawati", "x": 786.597373840365, "y": 268.1063682448478, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593450433503561", "id": "SeriDianawati", "source": "tweet-000004", "content": "WNI harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan menghancurkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051593450433503561"}}, {"key": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "secr3thm4nz56", "x": 712.1482444178728, "y": 327.15431713133955, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589813191709041", "id": "secr3thm4nz56", "source": "tweet-000004", "content": "Ya semuanya dilakukan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, sekarang saatnya membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051589813191709041"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 506.51937422397054, "y": 725.1344773137814, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589813191709041", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Ya semuanya dilakukan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, sekarang saatnya membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051589813191709041"}}, {"key": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "ArjayaDirja", "x": 307.7038602838814, "y": 172.12336036231713, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051590766439678120", "id": "ArjayaDirja", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat dikatain penghianat, yg penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, skrg dilanjutkan membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051590766439678120"}}, {"key": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri", "x": 176.24104619073444, "y": 179.8020566627414, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.9861, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051590127391305805", "id": "DivHumas_Polri", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pemain medsos dan saya suka beliau karena mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah /tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan, sekarang akan membangkrutkan WNI menengah ke atas", "post_id": "2051590127391305805"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 665.7346861616876, "y": 410.70010579482675, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 29.7812, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3890264290759061349_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Surplus Dagang RI Tembus $3,32 Miliar! Ini “Tameng Dolar” Buat Rupiah & IHSG\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar data ekonomi…\n\nini aliran dolar masuk ke Indonesia. \n1️⃣ Fakta Utama\nIndonesia mencetak:\n💥 Surplus neraca dagang US$ 3,32 miliar (Maret 2026)\n➡️ naik tajam dari bulan sebelumnya\n➡️ jauh di atas ekspektasi pasar\n\nMotor utamanya:\n• ekspor nonmigas\n• komoditas unggulan\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nKarena ini soal arus dolar\n\nSaat surplus terjadi:\n➡️ dolar masuk lebih banyak\n➡️ cadangan devisa kuat\n➡️ tekanan rupiah berkurang\n\n3️⃣ Siapa Penyumbang Utama?\n📈 Sektor unggulan ekspor:\n• Batu bara\n• Logam mulia & emas\n• Besi & baja\n\nMarket utama:\n• China\n• Amerika Serikat\n• India\n\n4️⃣ Tapi Ada Catatan Penting ⚠️\n📉 Sektor migas masih defisit\n➡️ impor energi tinggi\n➡️ tekanan dari harga minyak global\n\nArtinya:\n👉 ekonomi kuat, tapi masih ada “kebocoran”\n\n5️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n➡️ Rupiah lebih stabil\n➡️ risiko asing turun\n➡️ IHSG lebih menarik\n\n6️⃣ Sektor Potensial\n📈 Beneficiary langsung:\n• Komoditas (coal, metal, gold)\n• Export-oriented company\n\n📈 Beneficiary tidak langsung:\n• Consumer goods\n• Farmasi\n\nKenapa?\n➡️ Rupiah stabil = biaya impor terkendali\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Komoditas\nFokus ke:\n• saham ekspor\n• yang belum overbought\n👉 cari entry saat pullback\n\n🗓️ Skenario Konsumer\nMulai cicil:\n• sektor berbasis impor\n👉 karena kurs lebih aman\n\n🗓️ Skenario Defensif\nPantau:\n• harga minyak global\n• defisit migas\n👉 ini bisa ganggu stabilitas\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nSurplus dagang =\n👉 “dolar masuk”\n👉 bukan sekadar angka statistik\n\nDan di market:\n👉 yang menggerakkan harga = flow uang\n\n9️⃣ Kesimpulan\nSurplus $3,32 miliar ini adalah:\n✔️ sinyal fundamental kuat\n✔️ penopang rupiah\n✔️ katalis IHSG jangka pendek\n\nDi tengah gejolak global,\nIndonesia masih punya “senjata”:\n👉 komoditas\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #NeracaDagang #Komoditas #SmartMoney", "post_id": "3890264290759061349_52512310886"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 327.5239470508613, "y": 216.54041511346554, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 86.50392180459498, "y": 924.0175575772391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 834.3440290674081, "y": 302.50776596154884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 471.83916256433986, "y": 361.03506421773113, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "@agathaevelynea7757", "attributes": {"label": "@agathaevelynea7757", "x": 646.0240020797132, "y": 165.14715988626827, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "cbEx4mz_4_A", "id": "@agathaevelynea7757", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Indonesia dalam Perspektif Paritas Internasional \n\nANALISIS PENGARUH HARGA EMAS GLOBAL, NILAI TUKAR, SUKU BUNGA TERHADAP HARGA EMAS DOMESTIK DI INDONESIA: PENDEKATAN PARITAS INTERNASIONAL \n\nNama: Agatha Evelyne Alexandra \nNIM: 01011282328056\nMata Kuliah: Manajemen Keuangan Internasional (P1)\n\nDosen Pengampu: \nIsni Andriana, S.E., M.Fin., Ph.D.\n‪‬", "post_id": "cbEx4mz_4_A"}}, {"key": "isniandriana", "attributes": {"label": "isniandriana", "x": 744.4822940848733, "y": 464.14220659771786, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cbEx4mz_4_A", "id": "isniandriana", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Emas Indonesia dalam Perspektif Paritas Internasional \n\nANALISIS PENGARUH HARGA EMAS GLOBAL, NILAI TUKAR, SUKU BUNGA TERHADAP HARGA EMAS DOMESTIK DI INDONESIA: PENDEKATAN PARITAS INTERNASIONAL \n\nNama: Agatha Evelyne Alexandra \nNIM: 01011282328056\nMata Kuliah: Manajemen Keuangan Internasional (P1)\n\nDosen Pengampu: \nIsni Andriana, S.E., M.Fin., Ph.D.\n‪‬", "post_id": "cbEx4mz_4_A"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 750.5823919306404, "y": 72.95169505060173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 888.9243439001406, "y": 782.5260922514977, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 403.9991676919019, "y": 888.4588894821328, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.4527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 579.5870701554859, "y": 458.42671451443385, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 43.3874, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}], "edges": [{"key": "rlrrlrll_ID", "source": "rlrrlrll_ID", "target": "serujinews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rlrrlrll_ID", "source": "rlrrlrll_ID", "target": "serujinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "meliksuman74092", "source": "meliksuman74092", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "source": "ndah_345yw1n", "target": "bgkiting", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@agathaevelynea7757", "source": "@agathaevelynea7757", "target": "isniandriana", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}