{"nodes": [{"key": "Kimberley_PS08", "attributes": {"label": "Kimberley_PS08", "x": 20.580101816886742, "y": 345.57841447366354, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051556003020485013", "id": "Kimberley_PS08", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hing…", "post_id": "2051556003020485013"}}, {"key": "garudatvnews", "attributes": {"label": "garudatvnews", "x": 660.8605104613445, "y": 111.25747856438939, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.6701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051556003020485013", "id": "garudatvnews", "source": "retweet-000002", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan memaparkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hing…", "post_id": "2051556003020485013"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 349.95217782800626, "y": 74.98528526313008, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051594810021314650", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "APBN membukukan defisit sebesar Rp240,1 triliun per akhir Maret 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bah…", "post_id": "2051594810021314650"}}, {"key": "Bisniscom", "attributes": {"label": "Bisniscom", "x": 40.74510173947943, "y": 519.6964803409785, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.6701, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051594810021314650", "id": "Bisniscom", "source": "retweet-000002", "content": "APBN membukukan defisit sebesar Rp240,1 triliun per akhir Maret 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bah…", "post_id": "2051594810021314650"}}, {"key": "JosuaS16761863", "attributes": {"label": "JosuaS16761863", "x": 82.46186022526115, "y": 810.4743789170174, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "2051453308704088127", "id": "JosuaS16761863", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 111.4449875313257, "y": 362.4207618166233, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 269.28909077262983, "y": 538.1454107546208, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "FandomID_", "attributes": {"label": "FandomID_", "x": 722.746050121807, "y": 145.1923279731092, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "FandomID_", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "bahaspemainbola", "attributes": {"label": "bahaspemainbola", "x": 930.5874887514694, "y": 87.39564647042886, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "bahaspemainbola", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "ConcacafID", "attributes": {"label": "ConcacafID", "x": 676.8112491857953, "y": 975.2773104967652, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "ConcacafID", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "MafiaWasit", "attributes": {"label": "MafiaWasit", "x": 743.7367817724128, "y": 304.05169569689474, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "MafiaWasit", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "myshawti", "attributes": {"label": "myshawti", "x": 750.0853762346682, "y": 891.2596667312713, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "myshawti", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "PNS_2018", "attributes": {"label": "PNS_2018", "x": 863.6778467134832, "y": 354.05046671753735, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "PNS_2018", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "MilanUpdate", "attributes": {"label": "MilanUpdate", "x": 9.464314798450445, "y": 687.6323056086205, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "MilanUpdate", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "TribunMilano", "attributes": {"label": "TribunMilano", "x": 649.1878849533933, "y": 699.9754280423065, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "TribunMilano", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "bukanfufufafaid", "attributes": {"label": "bukanfufufafaid", "x": 372.3694606917569, "y": 747.4976639700097, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "bukanfufufafaid", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "butoable", "attributes": {"label": "butoable", "x": 604.7330900671641, "y": 588.8376188714979, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.7813, "eigenvector": 76.9231, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "butoable", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 237.82299185160937, "y": 970.6746782273686, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 92.0225, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890245356487777634_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan tanggapan terkait rencana pengalokasian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai gaji pegawai, termasuk manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.\n\nMeski mengaku belum mendapatkan rincian informasi secara langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Purbaya mengonfirmasi adanya kewajiban negara untuk menanggung biaya penggajian tersebut selama dua tahun pertama.\n\nPurbaya menjelaskan, anggaran ini akan dikucurkan saat para manajer tersebut resmi menjadi pegawai BUMN di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero).\n\n\"Saya enggak tahu. Itu Anda tanya Pak Zulhas. Yang saya tahu, saya wajib bayar itu katanya, ya sudah,\" ujar Purbaya ke awak media di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026) malam.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/purbaya-ungkap-gaji-manajer-kopdes-merah-putih-ditanggung-apbn-selama-dua-tahun\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890245356487777634_3310659452"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 171.67482322185558, "y": 161.16181969891784, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 226.98977557364054, "y": 655.447075120343, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 321.36511296025895, "y": 319.01381407371497, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 527.9628002435853, "y": 169.76262504686102, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 113.16002167449702, "y": 824.9655514534279, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 676.8563888666206, "y": 255.31446329547558, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 837.1069914142884, "y": 647.6272279765815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4CKhiNDCrd8", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE - Blak-blakan! Fakta Kejutan Terbaru Purbaya Tentang Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, fakta terbaru kondisi ekonomi terkini Indonesia dalam acara APBNKita Edisi April 2026, Selasa (5/5). Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, APBN terus mendorong perekonomian domestik melalui bantuan sosial, subsidi, infrastruktur, dan program prioritas nasional. \n\nHingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali.\n\nPemerintah terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi penerimaan dan belanja negara, pendalaman pasar keuangan, serta sinergi erat fiskal-moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nMORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/\n\nProduced by https://www.merdeka.com\nKLN Apps ► http://www.kln.id/apps/\n\n----\nYoutube ►    / merdekacomvideonews  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "4CKhiNDCrd8"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 278.1504653764522, "y": 61.74078394447113, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4CKhiNDCrd8", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE - Blak-blakan! Fakta Kejutan Terbaru Purbaya Tentang Kondisi Ekonomi Terkini Indonesia\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, fakta terbaru kondisi ekonomi terkini Indonesia dalam acara APBNKita Edisi April 2026, Selasa (5/5). Di tengah berlanjutnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian global, APBN terus mendorong perekonomian domestik melalui bantuan sosial, subsidi, infrastruktur, dan program prioritas nasional. \n\nHingga Triwulan I 2026, kinerja APBN tetap resilien dengan pendapatan yang tumbuh, belanja yang ekspansif, serta defisit dan pembiayaan yang terkendali.\n\nPemerintah terus memperkuat mitigasi melalui optimalisasi penerimaan dan belanja negara, pendalaman pasar keuangan, serta sinergi erat fiskal-moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi.\n\n\n----\n#merdekadotcom\n\nMORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/\n\nProduced by https://www.merdeka.com\nKLN Apps ► http://www.kln.id/apps/\n\n----\nYoutube ►    / merdekacomvideonews  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "4CKhiNDCrd8"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 593.8523837973601, "y": 315.82287511025976, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 823.6521861869176, "y": 902.4242332849551, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 348.59545372210533, "y": 241.3042947460382, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 876.4169161480871, "y": 731.849003393053, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 934.3567098939399, "y": 905.3780598199231, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "mmiud8jaTOA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Menkeu Purbaya Jawab Kritik soal Ekonomi RI Balik ke 1998 hingga Update APBN\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memaparkan laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa edisi April 2026.\n\nPurbaya juga merespons isu yang menyebut ekonomi Indonesia disebut kembali ke situasi pada 1998.\n\n\"Pasti banyak ekonom yang bilang kita mau rusak, pada kecele, salah prediksi. Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis,\" ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\n#purbaya #apbnkita #menkeu #ekonomiindonesia \n\nEditor: Aqshal\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "mmiud8jaTOA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 946.3688214369922, "y": 910.4611694852724, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.759, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "mmiud8jaTOA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Menkeu Purbaya Jawab Kritik soal Ekonomi RI Balik ke 1998 hingga Update APBN\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali memaparkan laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) KiTa edisi April 2026.\n\nPurbaya juga merespons isu yang menyebut ekonomi Indonesia disebut kembali ke situasi pada 1998.\n\n\"Pasti banyak ekonom yang bilang kita mau rusak, pada kecele, salah prediksi. Boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis,\" ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\n#purbaya #apbnkita #menkeu #ekonomiindonesia \n\nEditor: Aqshal\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "mmiud8jaTOA"}}, {"key": "@officialokezone", "attributes": {"label": "@officialokezone", "x": 574.5106159395262, "y": 891.233568832331, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "havWP1P9dKg", "id": "@officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE NOW - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan APBN KiTa Edisi Mei 2026\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews  \n\n#menkeu #purbaya #apbnkita", "post_id": "havWP1P9dKg"}}, {"key": "officialokezone", "attributes": {"label": "officialokezone", "x": 61.01005637874912, "y": 684.4767812310663, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "havWP1P9dKg", "id": "officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "🔴LIVE NOW - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan APBN KiTa Edisi Mei 2026\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews  \n\n#menkeu #purbaya #apbnkita", "post_id": "havWP1P9dKg"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 794.4622851097937, "y": 882.318347313193, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 607.697015126638, "y": 272.49942092203406, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.4797, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 294.40271204755817, "y": 336.9427586223094, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.4797, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 169.06610032733215, "y": 552.2615341930954, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.4797, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 362.67245571930926, "y": 93.22542757299357, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.4797, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 289.0376475669074, "y": 241.15864489199524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.4797, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 446.83799132876277, "y": 791.4694665756123, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.4797, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aWxiPS0TRaU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "aWxiPS0TRaU"}}, {"key": "@tribunpadang", "attributes": {"label": "@tribunpadang", "x": 110.91351609213507, "y": 4.519170035319653, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "csPRJgSvePc", "id": "@tribunpadang", "source": "youtube-000001", "content": "🔴BREAKING NEWS - Menkeu Purbaya Paparkan APBN Kita di Bulan Mei 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nBaca Berita Lengkap:https://padang.tribunnews.com/sumater...\n\nFollow Instagram ---------   / tribun_padang  \n\nLike fanspage ---------   / tribunpadangcom  \n\nFollow Threads --------- https://www.threads.com/\n\nFollow TikTok ----------   / tribunpadangofficial  \n\nFollow X ----------- https://x.com/tribunpadangcom\n\nFollow the TribunPadang.com channel on WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGu...\n\nEditor/VP: Rooney\n#tribunpadang", "post_id": "csPRJgSvePc"}}, {"key": "tribun_padang", "attributes": {"label": "tribun_padang", "x": 253.57988886614135, "y": 340.42527183033224, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "csPRJgSvePc", "id": "tribun_padang", "source": "youtube-000001", "content": "🔴BREAKING NEWS - Menkeu Purbaya Paparkan APBN Kita di Bulan Mei 2026\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nBaca Berita Lengkap:https://padang.tribunnews.com/sumater...\n\nFollow Instagram ---------   / tribun_padang  \n\nLike fanspage ---------   / tribunpadangcom  \n\nFollow Threads --------- https://www.threads.com/\n\nFollow TikTok ----------   / tribunpadangofficial  \n\nFollow X ----------- https://x.com/tribunpadangcom\n\nFollow the TribunPadang.com channel on WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGu...\n\nEditor/VP: Rooney\n#tribunpadang", "post_id": "csPRJgSvePc"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 828.5531773522996, "y": 335.8451402778727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 969.5590697436371, "y": 757.2664785159285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 920.2884544064177, "y": 535.3382202362928, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 172.42596564936207, "y": 361.2403873217491, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7146, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 294.62462371175536, "y": 8.035173752204638, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "HFmFncmA3KM", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "🔴BREAKING NEWS - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan APBN KiTa Edisi Mei 2026 (05/05)\n\n🔴BREAKING NEWS - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan APBN KiTa Edisi Mei 2026 (05/05)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "HFmFncmA3KM"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 229.42468777208978, "y": 261.74438730826853, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "HFmFncmA3KM", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "🔴BREAKING NEWS - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan APBN KiTa Edisi Mei 2026 (05/05)\n\n🔴BREAKING NEWS - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Paparkan APBN KiTa Edisi Mei 2026 (05/05)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "HFmFncmA3KM"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 923.0751363799758, "y": 282.8262385641912, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "skPzLP8G3_k", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE | Menkeu Purbaya Update Realisasi APBN 2026\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "skPzLP8G3_k"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 159.7041650117895, "y": 202.07439222439393, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.759, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "skPzLP8G3_k", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE | Menkeu Purbaya Update Realisasi APBN 2026\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "skPzLP8G3_k"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 523.3715972048028, "y": 574.9116111595627, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.759, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "skPzLP8G3_k", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE | Menkeu Purbaya Update Realisasi APBN 2026\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "skPzLP8G3_k"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 85.32093989691569, "y": 626.0927255838106, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.759, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "skPzLP8G3_k", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 LIVE | Menkeu Purbaya Update Realisasi APBN 2026\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "skPzLP8G3_k"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 262.88679399106604, "y": 515.659583767326, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8035, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 779.8703325464668, "y": 217.93876930833844, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.5366, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}], "edges": [{"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "garudatvnews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "garudatvnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "direktoridosen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "FandomID_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "bahaspemainbola", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "ConcacafID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "MafiaWasit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "myshawti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "PNS_2018", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "MilanUpdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "TribunMilano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "bukanfufufafaid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "butoable", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@officialokezone", "source": "@officialokezone", "target": "officialokezone", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpadang", "source": "@tribunpadang", "target": "tribun_padang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}