{"nodes": [{"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 375.74306004524806, "y": 633.2654845448599, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 34.46598041494353, "y": 969.3587863785903, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 168.44411971664542, "y": 817.670691676067, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 621.8645499541315, "y": 574.5345910449236, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 195.08562665778706, "y": 66.76525312692493, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 635.3241848884898, "y": 782.9231314900551, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 864.0926051288512, "y": 138.29216579713744, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 915.4490238746249, "y": 231.64712327938153, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 178.05825628866455, "y": 971.616951421609, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 580.6951050317306, "y": 120.60018056001876, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 776.091807206563, "y": 833.2765019218717, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 999.2362232922885, "y": 661.3852088408861, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 613.4953560156084, "y": 866.1740340274583, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "@sb30official", "attributes": {"label": "@sb30official", "x": 92.2148387380417, "y": 441.1150062716217, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "05rX2TJ4pGk", "id": "@sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "5 Hal Yang Kamu Kira Berharga Padahal Nilainya Terus Turun\n\n00:00 Hook: Apakah Uang Tabunganmu Lebih Cepat dari Laju Inflasi?\n\n01:03 Poin 1: Uang Tunai di Tabungan Biasa. Mengapa Bunga 2% Tidak Cukup Melawan Inflasi 5%.\n\n02:27 Analisis Realita: Dampak Kenaikan BBM & Konflik Global terhadap Daya Beli Tabunganmu.\n\n03:30 Solusi Melawan Inflasi: Reksa Dana, Obligasi, dan Emas sebagai Pelindung Nilai.\n\n03:49 Poin 2: Mobil Baru Kredit. Memahami Depresiasi 25% di Tahun Pertama.\n\n05:13 Dilema Kendaraan Listrik EV: Mengapa Teknologi EV Membuat Harganya Cepat Jatuh?\n\n05:54 Poin 3: Gelar Akademis yang Cuma Hafalan. Mengapa S1 Saja Tidak Lagi Cukup.\n\n06:40 Ancaman AI: Kemampuan AI Merangkum Buku & Coding dalam Hitungan Detik.\n\n07:16 High-Value Skills: Komunikasi, Berpikir Kritis, dan Empati yang Tidak Bisa Diganti AI.\n\n08:03 Kekuatan Networking: Alasan Sebenarnya Mengapa Kamu Harus Kuliah.\n\n08:44 Poin 4: Pekerjaan Teknis & Administrasi Biasa. Mengapa Gaji Pekerjaan Rutin Akan Terus Turun.\n\n09:25 Fenomena Video AI: Bagaimana Kreator Lokal Kini Memenangkan Penghargaan Internasional.\n\n10:13 Strategi Bertahan: Menjadi Pengarah AI, Bukan Sekadar Operator.\n\n10:36 Poin 5: Bisnis yang Bergantung pada Satu Platform. Risiko di Balik Algoritma & Banned Akun.\n\n11:15 Belajar dari Kasus Path & Facebook: Pentingnya Berdikari dan Membangun Database Sendiri.\n\n11:46 Kesimpulan: Dunia Berubah Lebih Cepat dari Persiapanmu.\n\n12:30 Pesan untuk Generasi 30 Tahun: Gunakan Waktumu untuk Melek Finansial Sejak Dini.\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "05rX2TJ4pGk"}}, {"key": "sb30official", "attributes": {"label": "sb30official", "x": 446.67225723544254, "y": 394.9628411417181, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "05rX2TJ4pGk", "id": "sb30official", "source": "youtube-000001", "content": "5 Hal Yang Kamu Kira Berharga Padahal Nilainya Terus Turun\n\n00:00 Hook: Apakah Uang Tabunganmu Lebih Cepat dari Laju Inflasi?\n\n01:03 Poin 1: Uang Tunai di Tabungan Biasa. Mengapa Bunga 2% Tidak Cukup Melawan Inflasi 5%.\n\n02:27 Analisis Realita: Dampak Kenaikan BBM & Konflik Global terhadap Daya Beli Tabunganmu.\n\n03:30 Solusi Melawan Inflasi: Reksa Dana, Obligasi, dan Emas sebagai Pelindung Nilai.\n\n03:49 Poin 2: Mobil Baru Kredit. Memahami Depresiasi 25% di Tahun Pertama.\n\n05:13 Dilema Kendaraan Listrik EV: Mengapa Teknologi EV Membuat Harganya Cepat Jatuh?\n\n05:54 Poin 3: Gelar Akademis yang Cuma Hafalan. Mengapa S1 Saja Tidak Lagi Cukup.\n\n06:40 Ancaman AI: Kemampuan AI Merangkum Buku & Coding dalam Hitungan Detik.\n\n07:16 High-Value Skills: Komunikasi, Berpikir Kritis, dan Empati yang Tidak Bisa Diganti AI.\n\n08:03 Kekuatan Networking: Alasan Sebenarnya Mengapa Kamu Harus Kuliah.\n\n08:44 Poin 4: Pekerjaan Teknis & Administrasi Biasa. Mengapa Gaji Pekerjaan Rutin Akan Terus Turun.\n\n09:25 Fenomena Video AI: Bagaimana Kreator Lokal Kini Memenangkan Penghargaan Internasional.\n\n10:13 Strategi Bertahan: Menjadi Pengarah AI, Bukan Sekadar Operator.\n\n10:36 Poin 5: Bisnis yang Bergantung pada Satu Platform. Risiko di Balik Algoritma & Banned Akun.\n\n11:15 Belajar dari Kasus Path & Facebook: Pentingnya Berdikari dan Membangun Database Sendiri.\n\n11:46 Kesimpulan: Dunia Berubah Lebih Cepat dari Persiapanmu.\n\n12:30 Pesan untuk Generasi 30 Tahun: Gunakan Waktumu untuk Melek Finansial Sejak Dini.\n---\nWA CHANNEL SB30 UNTUK KONTEN EKSKLUSIF:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029Vb61...\nGABUNG MEMBER YOUTUBE SUCCESS BEFORE 30\n   /", "post_id": "05rX2TJ4pGk"}}], "edges": [{"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sb30official", "source": "@sb30official", "target": "sb30official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}