{"nodes": [{"key": "agusImam94", "attributes": {"label": "agusImam94", "x": 612.8451757029004, "y": 608.0114230391813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.0768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051557232517710263", "id": "agusImam94", "source": "tweet-000004", "content": "Transisi energi menuju EBT sedang dipercepat untuk kurangi ketergantungan pada minyak dunia dan amankan beban APBN jangka panjang", "post_id": "2051557232517710263"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 612.8325244446279, "y": 59.7439852059326, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 111.1422, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051557232517710263", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Transisi energi menuju EBT sedang dipercepat untuk kurangi ketergantungan pada minyak dunia dan amankan beban APBN jangka panjang", "post_id": "2051557232517710263"}}, {"key": "berbakti27", "attributes": {"label": "berbakti27", "x": 993.7697645339061, "y": 431.63360696757627, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.0768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051805490892636376", "id": "berbakti27", "source": "tweet-000004", "content": "Siap-siap TW 3 naik kalau harga minyak dunia terus diatas US$100\n\nKarena buat APBN Subsidi bikin jebol", "post_id": "2051805490892636376"}}, {"key": "bandott_13", "attributes": {"label": "bandott_13", "x": 346.3329196661017, "y": 228.6690690270039, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 111.1422, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051805490892636376", "id": "bandott_13", "source": "tweet-000004", "content": "Siap-siap TW 3 naik kalau harga minyak dunia terus diatas US$100\n\nKarena buat APBN Subsidi bikin jebol", "post_id": "2051805490892636376"}}, {"key": "MPRezacs", "attributes": {"label": "MPRezacs", "x": 274.5534496043085, "y": 991.2526697354255, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.0768, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051731070954201135", "id": "MPRezacs", "source": "tweet-000004", "content": "ya terus logikanya gimana sama pertamax kocak , ya berati emng pemerintah lagi boongin rakyat . emng minyak dunia lagi naik sekali gua tekan kan kenapa ga subsidi aja pertamax yg harga 12 ribu itu bisr ga jadi bebab apbn", "post_id": "2051731070954201135"}}, {"key": "GRAB7766", "attributes": {"label": "GRAB7766", "x": 371.2128792874312, "y": 338.9323734600739, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 85.6095, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051731070954201135", "id": "GRAB7766", "source": "tweet-000004", "content": "ya terus logikanya gimana sama pertamax kocak , ya berati emng pemerintah lagi boongin rakyat . emng minyak dunia lagi naik sekali gua tekan kan kenapa ga subsidi aja pertamax yg harga 12 ribu itu bisr ga jadi bebab apbn", "post_id": "2051731070954201135"}}, {"key": "kang___L", "attributes": {"label": "kang___L", "x": 299.82691219749034, "y": 155.13414058629127, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 85.6095, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051731070954201135", "id": "kang___L", "source": "tweet-000004", "content": "ya terus logikanya gimana sama pertamax kocak , ya berati emng pemerintah lagi boongin rakyat . emng minyak dunia lagi naik sekali gua tekan kan kenapa ga subsidi aja pertamax yg harga 12 ribu itu bisr ga jadi bebab apbn", "post_id": "2051731070954201135"}}, {"key": "aksaaaa_06", "attributes": {"label": "aksaaaa_06", "x": 215.68633303518436, "y": 907.3782971056826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.0768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051452051713134684", "id": "aksaaaa_06", "source": "tweet-000004", "content": "lebay, disini 40k sekilo biasa aja ya karna itu rupiah anjlok. mangkanya nyari kerja biar punya investasi harga pangan naik nyalahin pemerintah berasa punya kambing hitam ye pdhl lau aja yg gk kerja dikira post ginian bakal dibelain 😂", "post_id": "2051452051713134684"}}, {"key": "pasifisstate", "attributes": {"label": "pasifisstate", "x": 367.8554043906791, "y": 828.1596393828416, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 111.1422, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051452051713134684", "id": "pasifisstate", "source": "tweet-000004", "content": "lebay, disini 40k sekilo biasa aja ya karna itu rupiah anjlok. mangkanya nyari kerja biar punya investasi harga pangan naik nyalahin pemerintah berasa punya kambing hitam ye pdhl lau aja yg gk kerja dikira post ginian bakal dibelain 😂", "post_id": "2051452051713134684"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 830.642754167023, "y": 577.6330465049915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 60.0768, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 618.6283867753403, "y": 299.29660195700905, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 111.1422, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "hariharijogja", "attributes": {"label": "hariharijogja", "x": 619.4470341071642, "y": 951.5796681984597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 83.8282, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "7625174734820445458", "id": "hariharijogja", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah upaya pemerintah menahan kenaikan BBM, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla justru mengusulkan kenaikan harga mengikuti harga internasional akibat lonjakan minyak dunia dari konflik Timur Tengah. ‎ ‎Menurutnya, harga BBM yang terlalu murah mendorong konsumsi berlebihan. \"Karena kalau BBM murah seperti sekarang ini, orang akan bepergian seenaknya, memakai seenaknya, akibatnya kita mengalami kemacetan di mana-mana,\" ujar JK, Rabu (1/4/2026). ‎ ‎JK menilai subsidi BBM yang terlalu besar dapat membebani APBN, terutama saat harga minyak mentah dunia sudah di atas 100 dolar AS per barel. ‎ ‎Ia juga meyakini kenaikan harga BBM akan mendorong masyarakat lebih hemat energi, karena menurutnya mayoritas pengguna BBM adalah pemilik kendaraan yang relatif mampu. —————————————————————       ————————————————————— sumber: pojoksatu #hariharijogja #jk #indonesia #bbm #news", "post_id": "7625174734820445458"}}], "edges": [{"key": "agusImam94", "source": "agusImam94", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "berbakti27", "source": "berbakti27", "target": "bandott_13", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MPRezacs", "source": "MPRezacs", "target": "GRAB7766", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MPRezacs", "source": "MPRezacs", "target": "kang___L", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "aksaaaa_06", "source": "aksaaaa_06", "target": "pasifisstate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}