{"nodes": [{"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 278.46749405010905, "y": 85.09027925563318, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 82.8587, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890125522068587718_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Rupiah Jebol Rp 17.400/USD! Alarm Bahaya atau Peluang Emas di IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pelemahan kurs…\nini shock global yang langsung ngaruh ke portofolio. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nRupiah resmi tembus:\n💥 Rp 17.403/USD (intraday)\n➡️ terlemah sepanjang sejarah\n➡️ lebih parah dari penutupan sebelumnya\n\n2️⃣ Kenapa Bisa Jebol?\nAkar masalahnya bukan domestik.\n👉 ini global fear\n\nTrigger utama:\n• konflik Timur Tengah memanas\n• investor cari “safe haven”\n• dolar AS diborong\n\nHasilnya:\n➡️ Dolar naik\n➡️ Emerging market (termasuk Rupiah) ditekan\n\n3️⃣ Kenapa Ini Penting Buat Saham?\nKurs = langsung kena ke laba perusahaan\n\nKarena:\n• biaya impor naik\n• utang dolar membengkak\n• margin tertekan\n\nTapi…\n➡️ tidak semua sektor rugi\n\n4️⃣ Sektor yang Kena Tekanan ⚠️\n📉 Import-based industry\n• Farmasi\n• Consumer goods\n• Manufaktur\n\nKenapa?\n➡️ bahan baku dolar\n➡️ biaya naik drastis\n\n5️⃣ Sektor yang Diuntungkan 📈\n🔥 Export-based\n• Batu bara\n• Emas\n• Migas\n• Pulp & paper\n\nLogic-nya sederhana:\n➡️ jual pakai USD\n➡️ biaya pakai Rupiah\n= margin naik otomatis\n\n6️⃣ Insight Penting\nIni bukan soal “market turun”\n\nIni soal:\n👉 rotasi sektor\n\nUang tidak keluar…\n➡️ tapi pindah\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Defensif\nHindari:\n• utang dolar besar\n• ketergantungan impor tinggi\n\n🗓️ Skenario Rotasi\nFokus ke:\n• eksportir\n• komoditas\n👉 riding strength USD\n\n🗓️ Skenario Aman\nKalau market terlalu liar:\n➡️ cash is position\nJangan dipaksa trading\n\n8️⃣ Kesimpulan\nRupiah di 17.400 itu bukan angka biasa.\nIni sinyal:\n➡️ global risk lagi tinggi\n➡️ arus dana lagi shifting\n\nDi kondisi seperti ini:\nYang kalah = yang salah sektor\nYang menang = yang ikut arus\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #USD #MakroEkonomi #Komoditas", "post_id": "3890125522068587718_52512310886"}}, {"key": "andrienov_19", "attributes": {"label": "andrienov_19", "x": 20.82894400468249, "y": 165.24724189395147, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 47.6437, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7635931769551834388", "id": "andrienov_19", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "dedimulyadi71", "attributes": {"label": "dedimulyadi71", "x": 771.792845122405, "y": 361.7249132625648, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3932, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635931769551834388", "id": "dedimulyadi71", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "erwansetiawan54", "attributes": {"label": "erwansetiawan54", "x": 460.6744166257466, "y": 500.7998064537951, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3932, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635931769551834388", "id": "erwansetiawan54", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "Hermansuryatman", "attributes": {"label": "Hermansuryatman", "x": 190.22336585304055, "y": 66.04196182158795, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3932, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635931769551834388", "id": "Hermansuryatman", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "siskagerfianti", "attributes": {"label": "siskagerfianti", "x": 360.99494150798563, "y": 825.5741521268657, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3932, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635931769551834388", "id": "siskagerfianti", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "mochammadimam", "attributes": {"label": "mochammadimam", "x": 678.8659475558717, "y": 805.4453180838308, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3932, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635931769551834388", "id": "mochammadimam", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "andrienov", "attributes": {"label": "andrienov", "x": 989.100175233876, "y": 624.8123313317502, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 54.3932, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635931769551834388", "id": "andrienov", "source": "tiktok-000001", "content": "JAKARTA - Protokol dan Humas Badan Penghubung Provinsi Jawa Barat memfasilitasi kegiatan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Erwan Setiawan didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti menghadiri acara Peluncuran CPAP Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia-Unicef Periode 2026-2030. Pemerintah Indonesia secara resmi memperkuat komitmennya terhadap kesejahteraan anak dengan meluncurkan program kerja sama bersama UNICEF untuk periode 2026–2030. Program bertajuk “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” ini disahkan melalui dokumen Country Programme Action Plan (CPAP) dengan total anggaran mencapai 131 juta dolar AS. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kemitraan historis kedua belah pihak yang telah terjalin sejak tahun 1966. ​Fokus utama dari kerja sama ini mencakup sektor-sektor krusial bagi masa depan bangsa, mulai dari gizi, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan anak. Secara khusus, program ini juga menekankan pada pembentukan karakter generasi muda melalui pencegahan perundungan sejak dini. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong transformasi sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. ​Acara peluncuran yang berlangsung di Gedung Bappenas ini dihadiri oleh jajaran menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri Agama, serta Menteri PPPA. Kehadiran para tokoh ini menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi lintas sektoral, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan kualitas hidup masyarakat. ​Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong 13 provinsi prioritas untuk segera mengintegrasikan program ini ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pembiayaan hingga tingkat desa. Dengan integrasi yang kuat dari tingkat pusat hingga daerah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh anak-anak di seluruh pelosok Indonesia. .      . #jabaristimewa #jawabaratistimewa #ASNberpuasa #unicef . 📸📹📄 humas medsos banhub jabar", "post_id": "7635931769551834388"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 222.8924068064948, "y": 496.2993699705175, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 47.6437, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 391.6609665096104, "y": 891.3734909437428, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 88.1409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 499.2989190063615, "y": 439.8622803081701, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.6437, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 718.5240747250543, "y": 736.9480295446045, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 88.1409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "@TPFx_Indonesia", "attributes": {"label": "@TPFx_Indonesia", "x": 528.7401970184118, "y": 617.0362430925544, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.6437, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2UXFoVIGiJ4", "id": "@TPFx_Indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nMenjelang rilis data GDP dan Core PCE Amerika Serikat, pasar emas berpotensi mengalami peningkatan volatilitas seiring perubahan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kedua data ini menjadi indikator utama bagi arah kebijakan suku bunga The Fed, sehingga berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan harga emas.\n\nDalam kondisi tersebut, strategi price action menjadi panduan penting untuk membaca arah pasar secara real-time. Dengan mengamati pola candlestick, momentum, serta level support dan resistance, trader dapat mengidentifikasi peluang entry yang lebih akurat sekaligus mengelola risiko di tengah dinamika pasar.\n\nJangan lewatkan kesempatan untuk membedah analisis teknikal & fundamental, mengetahui potensi arah tren selanjutnya, serta sesi tanya jawab eksklusif dalam acara:\n\nDATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nBergabunglah dengan kami siang ini, Kamis, 30 April 2026, pukul 13.00 WIB bersama RND TPFx Indonesia.\n\nYuk, Subscribe dan Nyalakan Loncengnya supaya kamu ga ketinggalan informasi dari kita\n   /    \n\nDaftarkan Diri Anda Segera di :\nhttps://www.tpfx.co.id/\n\nJangan Lupa Follow Sosial Media Kita Juga ya \nInstagram :     / tpfxindonesia    \nFacebook :     / tpfx  \nTiktok :     / tpfxindonesia", "post_id": "2UXFoVIGiJ4"}}, {"key": "tpfx_indonesia", "attributes": {"label": "tpfx_indonesia", "x": 947.6653879505251, "y": 857.3155911345801, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 88.1409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2UXFoVIGiJ4", "id": "tpfx_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nMenjelang rilis data GDP dan Core PCE Amerika Serikat, pasar emas berpotensi mengalami peningkatan volatilitas seiring perubahan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kedua data ini menjadi indikator utama bagi arah kebijakan suku bunga The Fed, sehingga berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan harga emas.\n\nDalam kondisi tersebut, strategi price action menjadi panduan penting untuk membaca arah pasar secara real-time. Dengan mengamati pola candlestick, momentum, serta level support dan resistance, trader dapat mengidentifikasi peluang entry yang lebih akurat sekaligus mengelola risiko di tengah dinamika pasar.\n\nJangan lewatkan kesempatan untuk membedah analisis teknikal & fundamental, mengetahui potensi arah tren selanjutnya, serta sesi tanya jawab eksklusif dalam acara:\n\nDATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nBergabunglah dengan kami siang ini, Kamis, 30 April 2026, pukul 13.00 WIB bersama RND TPFx Indonesia.\n\nYuk, Subscribe dan Nyalakan Loncengnya supaya kamu ga ketinggalan informasi dari kita\n   /    \n\nDaftarkan Diri Anda Segera di :\nhttps://www.tpfx.co.id/\n\nJangan Lupa Follow Sosial Media Kita Juga ya \nInstagram :     / tpfxindonesia    \nFacebook :     / tpfx  \nTiktok :     / tpfxindonesia", "post_id": "2UXFoVIGiJ4"}}, {"key": "@BullionInvestors", "attributes": {"label": "@BullionInvestors", "x": 833.6119358659492, "y": 178.9185582725773, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 47.6437, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pMTMG-OGzXw", "id": "@BullionInvestors", "source": "youtube-000001", "content": "ATUR ULANG ATAU MELUNCUR LEPAS! Jika Anda Memiliki Perak, Anda HANYA PUNYA 3 Hari untuk Bertindak...\n\nBill Holter percaya bahwa perak kemungkinan akan mengungguli emas, terutama karena rasio emas terhadap perak yang menyempit dari waktu ke waktu, meskipun level pasti yang mungkin dicapai masih belum pasti. Holter berpendapat bahwa jika terjadi perubahan struktural di pasar derivatif, harga mungkin akan stabil pada level yang lebih tinggi, daripada mengulangi siklus boom-and-bust masa lalu, seperti yang terlihat pada tahun 1980 atau 2011. Meskipun perak mungkin menghadapi resistensi di sekitar level kunci seperti $100, di mana beberapa investor dapat mengambil keuntungan, prospek keseluruhan tetap bullish. Perilaku harga di masa lalu menunjukkan bahwa begitu resistensi utama ditembus, perak dapat bergerak naik dengan cepat, dan David Morgan memperkirakan kenaikan lebih lanjut meskipun ada tekanan penjualan jangka pendek.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • 🔴 BRACE YOURSELVES! Elites Are Planning So...  \n\n------------------------------------\nSelamat Datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\n\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#davidmorgan #billholter #emas #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "pMTMG-OGzXw"}}, {"key": "capitalcosm", "attributes": {"label": "capitalcosm", "x": 43.01729447201874, "y": 323.44124427218026, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 88.1409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pMTMG-OGzXw", "id": "capitalcosm", "source": "youtube-000001", "content": "ATUR ULANG ATAU MELUNCUR LEPAS! Jika Anda Memiliki Perak, Anda HANYA PUNYA 3 Hari untuk Bertindak...\n\nBill Holter percaya bahwa perak kemungkinan akan mengungguli emas, terutama karena rasio emas terhadap perak yang menyempit dari waktu ke waktu, meskipun level pasti yang mungkin dicapai masih belum pasti. Holter berpendapat bahwa jika terjadi perubahan struktural di pasar derivatif, harga mungkin akan stabil pada level yang lebih tinggi, daripada mengulangi siklus boom-and-bust masa lalu, seperti yang terlihat pada tahun 1980 atau 2011. Meskipun perak mungkin menghadapi resistensi di sekitar level kunci seperti $100, di mana beberapa investor dapat mengambil keuntungan, prospek keseluruhan tetap bullish. Perilaku harga di masa lalu menunjukkan bahwa begitu resistensi utama ditembus, perak dapat bergerak naik dengan cepat, dan David Morgan memperkirakan kenaikan lebih lanjut meskipun ada tekanan penjualan jangka pendek.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • 🔴 BRACE YOURSELVES! Elites Are Planning So...  \n\n------------------------------------\nSelamat Datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\n\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#davidmorgan #billholter #emas #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "pMTMG-OGzXw"}}], "edges": [{"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "andrienov_19", "source": "andrienov_19", "target": "dedimulyadi71", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "andrienov_19", "source": "andrienov_19", "target": "erwansetiawan54", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "andrienov_19", "source": "andrienov_19", "target": "Hermansuryatman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "andrienov_19", "source": "andrienov_19", "target": "siskagerfianti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "andrienov_19", "source": "andrienov_19", "target": "mochammadimam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "andrienov_19", "source": "andrienov_19", "target": "andrienov", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TPFx_Indonesia", "source": "@TPFx_Indonesia", "target": "tpfx_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "capitalcosm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}