{"nodes": [{"key": "novac_albar", "attributes": {"label": "novac_albar", "x": 395.8033639460024, "y": 147.5667652841255, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049131568682426680", "id": "novac_albar", "source": "retweet-000002", "content": "🇮🇷 Penasehat pemimpin tertinggi IRAN, Mohsen Rezaei :\nTidak ada negara didunia yang mampu menghentikan ekspor minyak IRA…", "post_id": "2049131568682426680"}}, {"key": "Syl_PressRoom", "attributes": {"label": "Syl_PressRoom", "x": 232.37377510691505, "y": 829.346998814717, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 17.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049131568682426680", "id": "Syl_PressRoom", "source": "retweet-000002", "content": "🇮🇷 Penasehat pemimpin tertinggi IRAN, Mohsen Rezaei :\nTidak ada negara didunia yang mampu menghentikan ekspor minyak IRA…", "post_id": "2049131568682426680"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 339.64175319279576, "y": 198.43703698912574, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "2051642693881569684", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Penyebab utama IDR melemah ke Rp17.400/USD adalah kombinasi faktor eksternal & domestik.\n\nEksternal: Ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran, Selat Hormuz) dorong harga minyak naik tajam & USD menguat sebagai safe-haven. Ini tekan emerging market termasuk IDR.\n\nDomestik:", "post_id": "2051642693881569684"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 395.0239990810611, "y": 142.17887700031295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8859, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051642693881569684", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Penyebab utama IDR melemah ke Rp17.400/USD adalah kombinasi faktor eksternal & domestik.\n\nEksternal: Ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran, Selat Hormuz) dorong harga minyak naik tajam & USD menguat sebagai safe-haven. Ini tekan emerging market termasuk IDR.\n\nDomestik:", "post_id": "2051642693881569684"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 472.2500256730243, "y": 442.11622556718146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8859, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051642693881569684", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Penyebab utama IDR melemah ke Rp17.400/USD adalah kombinasi faktor eksternal & domestik.\n\nEksternal: Ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran, Selat Hormuz) dorong harga minyak naik tajam & USD menguat sebagai safe-haven. Ini tekan emerging market termasuk IDR.\n\nDomestik:", "post_id": "2051642693881569684"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 460.84879566362724, "y": 456.7470533905652, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 82.548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2051442513253384697", "id": "tribunnews", "source": "tweet-000004", "content": "UEA Siap Balas Serangan Iran, Kebakaran di Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak\n \nhttps://t.co/wkiOfDxJua via", "post_id": "2051442513253384697"}}, {"key": "TunggalWar51509", "attributes": {"label": "TunggalWar51509", "x": 111.23841949965264, "y": 462.9932128408299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051483276435656852", "id": "TunggalWar51509", "source": "tweet-000004", "content": "Iran menyerang penyulingan minyak UAE di fujairah. Penyulingan ini adlh garis terakhir ekspor minyak UAE utk global. \nIni adlh balasan Iran krna UAE menyerang Iran beberapa minggu lalu. https://t.co/Rxaiu3uZ0W", "post_id": "2051483276435656852"}}, {"key": "erlanishere", "attributes": {"label": "erlanishere", "x": 125.9585627525025, "y": 479.8683901242772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051483276435656852", "id": "erlanishere", "source": "tweet-000004", "content": "Iran menyerang penyulingan minyak UAE di fujairah. Penyulingan ini adlh garis terakhir ekspor minyak UAE utk global. \nIni adlh balasan Iran krna UAE menyerang Iran beberapa minggu lalu. https://t.co/Rxaiu3uZ0W", "post_id": "2051483276435656852"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 223.82686757827963, "y": 130.0376864910141, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 31.16644841703664, "y": 990.792746413509, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "_IloveIsrael", "x": 275.0716476743464, "y": 925.9570866992376, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8859, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051201770215350389", "id": "_IloveIsrael", "source": "tweet-000004", "content": "Ya, benar. Blokade & sanksi AS belum sepenuhnya efektif menghentikan penjualan minyak Iran. Data Kpler & Vortexa (akhir April–awal Mei 2026) tunjukkan tanker Iran masih bongkar di Shandong & Yantai, China. Teapot refinery China tetap beli ~90% ekspor Iran dengan harga diskon via", "post_id": "2051201770215350389"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 681.5664228733729, "y": 875.1225579492126, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 164.76553560835526, "y": 997.4672958039176, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890056083981684483_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia kembali menjadi sorotan seiring tren lonjakan harga minyak dunia dan meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, yang mencapai sekitar satu juta barel per hari, membuat harga BBM domestik sangat sensitif terhadap dinamika global, termasuk konflik geopolitik dan gangguan pasokan energi.\n\nPemerintah selama ini berupaya menahan dampak kenaikan melalui skema subsidi dan kompensasi energi. Namun, langkah tersebut berdampak pada meningkatnya beban fiskal negara. Kementerian Keuangan mencatat bahwa kenaikan harga minyak mentah berpotensi memperlebar ruang subsidi, sekaligus mengurangi fleksibilitas belanja negara untuk sektor lain seperti infrastruktur dan sosial.\n\nDi sisi lain, kenaikan BBM juga memicu efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari peningkatan inflasi hingga penurunan daya beli masyarakat. Para ekonom menilai, tanpa reformasi struktural di sektor energi—termasuk peningkatan kapasitas kilang dan pengurangan ketergantungan impor—Indonesia berisiko terus berada dalam siklus tekanan harga energi yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi nasional.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890056083981684483_60374608148"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 401.58331161980607, "y": 163.40837701382782, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 82.548, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3889672232595935443_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Rencana Presiden AS Donald Trump membuka sebagian jalur Selat Hormuz menekan harga minyak, dengan WTI turun ~0,7% dan sempat di bawah US$100/barel 🛢️\n\nSentimen ini muncul dari harapan pemulihan distribusi energi global setelah sebelumnya terganggu akibat konflik AS-Iran 🌍\n\nPasar saham AS bergerak mixed: Dow Jones naik tipis, S&P 500 datar, dan Nasdaq melemah, sementara Bitcoin menguat tipis 📊\n\nMeski ada sinyal positif, ketidakpastian masih tinggi karena detail operasi belum jelas dan pembukaan penuh Selat Hormuz belum terjadi ⚠️\n\nSumber: IDN Financials, 4 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#MinyakDunia #WTI #GlobalMarket #IHSG #WallStreet #Bitcoin #Geopolitik #mancingsaham", "post_id": "3889672232595935443_52512310886"}}, {"key": "hariharijogja", "attributes": {"label": "hariharijogja", "x": 163.92425336586348, "y": 103.56453656288834, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.2776, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "7625174734820445458", "id": "hariharijogja", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah upaya pemerintah menahan kenaikan BBM, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla justru mengusulkan kenaikan harga mengikuti harga internasional akibat lonjakan minyak dunia dari konflik Timur Tengah. ‎ ‎Menurutnya, harga BBM yang terlalu murah mendorong konsumsi berlebihan. \"Karena kalau BBM murah seperti sekarang ini, orang akan bepergian seenaknya, memakai seenaknya, akibatnya kita mengalami kemacetan di mana-mana,\" ujar JK, Rabu (1/4/2026). ‎ ‎JK menilai subsidi BBM yang terlalu besar dapat membebani APBN, terutama saat harga minyak mentah dunia sudah di atas 100 dolar AS per barel. ‎ ‎Ia juga meyakini kenaikan harga BBM akan mendorong masyarakat lebih hemat energi, karena menurutnya mayoritas pengguna BBM adalah pemilik kendaraan yang relatif mampu. —————————————————————       ————————————————————— sumber: pojoksatu #hariharijogja #jk #indonesia #bbm #news", "post_id": "7625174734820445458"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 342.8937566367138, "y": 692.8041980893512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 452.2746208936881, "y": 125.56068752827665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 57.79302059584612, "y": 87.42860039232525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 834.1659055547798, "y": 193.53464933905872, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "@HopsIndonesia", "attributes": {"label": "@HopsIndonesia", "x": 571.1138412747047, "y": 411.908772395493, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fIv_B6V8cXQ", "id": "@HopsIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Aman! Strategi Baru Pemerintah Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah\n\nPemerintah bergerak cepat! Simak strategi terbaru untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketegangan global. 🌍🛡️\n​Konflik yang memanas di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan pasokan energi dunia. Namun, Pemerintah Indonesia memberikan kabar baik bahwa stok BBM dipastikan aman. Melalui langkah-langkah strategis dan penguatan cadangan nasional, Indonesia bersiap menghadapi segala kemungkinan dampak ekonomi global.\n​Dalam video ini, kami mengulas tuntas langkah nyata pemerintah, mulai dari diversifikasi pasokan hingga kebijakan subsidi, demi memastikan masyarakat tidak terdampak langsung oleh gejolak harga minyak dunia.\n​Highlight Video:\n​Penjelasan rinci strategi energi Pemerintah Indonesia.\n​Update kondisi stok BBM nasional terbaru.\n​Analisis dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi domestik.\n​#bbmaman #ekonomiindonesia #pemerintah #energi #beritaterkini #konfliktimurtengah #infoterbaru #indonesia #newsupdate #hops #hopsid #hopsindonesia\n\nFOLLOW US:\ninstagram :   / hopsindonesia  \nfacebook  :   / hopsindonesia  \ntwitter       :   / hopsindonesia​  \ntiktok         : https://www.tiktok.com/?lang=en​\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbAm...\n———————————————————————\nFor business inquiries/collaboration:\nEmail: \npartnershiphops\n————————————————————————\n\nTerima kasih Hoper !!\n\n————————————————————————", "post_id": "fIv_B6V8cXQ"}}, {"key": "hops.id", "attributes": {"label": "hops.id", "x": 352.5115552059681, "y": 35.97096562009228, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fIv_B6V8cXQ", "id": "hops.id", "source": "youtube-000001", "content": "BBM Aman! Strategi Baru Pemerintah Hadapi Dampak Konflik Timur Tengah\n\nPemerintah bergerak cepat! Simak strategi terbaru untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketegangan global. 🌍🛡️\n​Konflik yang memanas di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan pasokan energi dunia. Namun, Pemerintah Indonesia memberikan kabar baik bahwa stok BBM dipastikan aman. Melalui langkah-langkah strategis dan penguatan cadangan nasional, Indonesia bersiap menghadapi segala kemungkinan dampak ekonomi global.\n​Dalam video ini, kami mengulas tuntas langkah nyata pemerintah, mulai dari diversifikasi pasokan hingga kebijakan subsidi, demi memastikan masyarakat tidak terdampak langsung oleh gejolak harga minyak dunia.\n​Highlight Video:\n​Penjelasan rinci strategi energi Pemerintah Indonesia.\n​Update kondisi stok BBM nasional terbaru.\n​Analisis dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi domestik.\n​#bbmaman #ekonomiindonesia #pemerintah #energi #beritaterkini #konfliktimurtengah #infoterbaru #indonesia #newsupdate #hops #hopsid #hopsindonesia\n\nFOLLOW US:\ninstagram :   / hopsindonesia  \nfacebook  :   / hopsindonesia  \ntwitter       :   / hopsindonesia​  \ntiktok         : https://www.tiktok.com/?lang=en​\nWhatsapp Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VbAm...\n———————————————————————\nFor business inquiries/collaboration:\nEmail: \npartnershiphops\n————————————————————————\n\nTerima kasih Hoper !!\n\n————————————————————————", "post_id": "fIv_B6V8cXQ"}}, {"key": "@FinFluentialTV", "attributes": {"label": "@FinFluentialTV", "x": 662.2153781443599, "y": 813.0498901431195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EM7XbCYMST4", "id": "@FinFluentialTV", "source": "youtube-000001", "content": "SAYA PUNYA BUKTI BAHWA PUNCAKNYA SEDANG TERBENTUK...\n\nPasar saham hari ini: Dow, S&P 500, Nasdaq merosot, harga minyak melonjak karena serangan di Timur Tengah meningkat\n\nGabung Alpha Chasers untuk mendapatkan akses ke siaran langsung khusus anggota    /   \n\nSaham AS turun pada hari Senin karena kekhawatiran tentang peningkatan perang Iran mengalahkan optimisme yang dipicu oleh pertumbuhan pendapatan triwulan yang kuat.\n\nPasar merosot setelah laporan bahwa dua serangan Iran mengenai kapal patroli AS dan bahwa kapal perang AS dipukul mundur di Selat Hormuz. AS membantah laporan dari media Iran. Namun, UEA mengatakan sebuah kapal tanker minyak milik Abu Dhabi National Oil Company telah menjadi sasaran dan kompleks ekspor minyak Fujairah telah diserang oleh Iran.\n\nPerkembangan ini terjadi setelah Presiden Trump mengatakan AS akan mulai membantu kapal-kapal yang terjebak untuk keluar dari jalur air Teluk yang penting pada hari Senin, dalam rencana yang disebut \"Proyek Kebebasan\".\n\nSebagai tanggapan, Iran memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal AS, dan bahwa setiap \"campur tangan\" AS di selat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata antara Washington dan Teheran.\n\nHarga minyak melonjak tajam dengan harga minyak mentah Brent naik lebih dari 5% hingga diperdagangkan mendekati $114 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS melampaui $105.\n\nDi bidang ekonomi, pesanan pabrik untuk bulan Maret lebih tinggi dari yang diperkirakan, didorong oleh meningkatnya permintaan komponen elektronik yang mendukung teknologi AI, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan pada hari Senin. Pesanan pabrik naik 1,5% secara bulanan, kenaikan terbesar sejak November, dibandingkan dengan perkiraan 0,5%.\n\n🔔 Sukai dan Berlangganan!\n\nPenafian Keuangan: Konten yang disajikan dalam video ini dimaksudkan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat keuangan atau rekomendasi untuk membeli, menjual, atau memegang sekuritas atau investasi apa pun. Berinvestasi di pasar keuangan melibatkan risiko, dan pemirsa disarankan untuk melakukan riset sendiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Pembuat video ini tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial atau keputusan yang dibuat berdasarkan informasi yang disajikan.", "post_id": "EM7XbCYMST4"}}, {"key": "finfluentialtv", "attributes": {"label": "finfluentialtv", "x": 960.768850833676, "y": 188.3208578538028, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EM7XbCYMST4", "id": "finfluentialtv", "source": "youtube-000001", "content": "SAYA PUNYA BUKTI BAHWA PUNCAKNYA SEDANG TERBENTUK...\n\nPasar saham hari ini: Dow, S&P 500, Nasdaq merosot, harga minyak melonjak karena serangan di Timur Tengah meningkat\n\nGabung Alpha Chasers untuk mendapatkan akses ke siaran langsung khusus anggota    /   \n\nSaham AS turun pada hari Senin karena kekhawatiran tentang peningkatan perang Iran mengalahkan optimisme yang dipicu oleh pertumbuhan pendapatan triwulan yang kuat.\n\nPasar merosot setelah laporan bahwa dua serangan Iran mengenai kapal patroli AS dan bahwa kapal perang AS dipukul mundur di Selat Hormuz. AS membantah laporan dari media Iran. Namun, UEA mengatakan sebuah kapal tanker minyak milik Abu Dhabi National Oil Company telah menjadi sasaran dan kompleks ekspor minyak Fujairah telah diserang oleh Iran.\n\nPerkembangan ini terjadi setelah Presiden Trump mengatakan AS akan mulai membantu kapal-kapal yang terjebak untuk keluar dari jalur air Teluk yang penting pada hari Senin, dalam rencana yang disebut \"Proyek Kebebasan\".\n\nSebagai tanggapan, Iran memperingatkan akan mengambil tindakan terhadap kapal-kapal AS, dan bahwa setiap \"campur tangan\" AS di selat tersebut akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata antara Washington dan Teheran.\n\nHarga minyak melonjak tajam dengan harga minyak mentah Brent naik lebih dari 5% hingga diperdagangkan mendekati $114 per barel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS melampaui $105.\n\nDi bidang ekonomi, pesanan pabrik untuk bulan Maret lebih tinggi dari yang diperkirakan, didorong oleh meningkatnya permintaan komponen elektronik yang mendukung teknologi AI, menurut data yang dirilis oleh Departemen Perdagangan pada hari Senin. Pesanan pabrik naik 1,5% secara bulanan, kenaikan terbesar sejak November, dibandingkan dengan perkiraan 0,5%.\n\n🔔 Sukai dan Berlangganan!\n\nPenafian Keuangan: Konten yang disajikan dalam video ini dimaksudkan hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat keuangan atau rekomendasi untuk membeli, menjual, atau memegang sekuritas atau investasi apa pun. Berinvestasi di pasar keuangan melibatkan risiko, dan pemirsa disarankan untuk melakukan riset sendiri atau berkonsultasi dengan penasihat keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Pembuat video ini tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial atau keputusan yang dibuat berdasarkan informasi yang disajikan.", "post_id": "EM7XbCYMST4"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 339.66416260634236, "y": 681.1468023799724, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "96kMa2jVoMk", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MILENOMICS\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "96kMa2jVoMk"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 934.8734507225327, "y": 80.62958225561268, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6353, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "96kMa2jVoMk", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MILENOMICS\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "96kMa2jVoMk"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 98.87153627107948, "y": 586.8707665244808, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6353, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "96kMa2jVoMk", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MILENOMICS\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "96kMa2jVoMk"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 210.34421734284814, "y": 746.5762792642827, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6353, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "96kMa2jVoMk", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MILENOMICS\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "96kMa2jVoMk"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 961.0669973463214, "y": 789.1975300541052, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6353, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "96kMa2jVoMk", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MILENOMICS\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "96kMa2jVoMk"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 410.41198524876256, "y": 681.3541512749144, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6353, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "96kMa2jVoMk", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MILENOMICS\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "96kMa2jVoMk"}}, {"key": "@cgtnamerica", "attributes": {"label": "@cgtnamerica", "x": 231.59939297383258, "y": 883.5217714742594, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "xn8VSOCB6Pg", "id": "@cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Lonjakan harga minyak mendorong produksi minyak serpih AS.\n\nKenaikan harga minyak, yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah, memberikan dorongan bagi industri minyak serpih AS.\n\nKarena kekhawatiran tentang pasokan global mendorong harga lebih tinggi, perusahaan energi Amerika berada dalam posisi untuk meningkatkan produksi. Ini dapat membantu menutupi gangguan pasokan di seluruh dunia. Para pemimpin industri mengatakan harga yang lebih tinggi dapat menyebabkan lebih banyak investasi dan pengeboran, terutama di daerah serpih utama seperti Texas dan North Dakota.\n\nNamun demikian, perusahaan-perusahaan tetap berhati-hati setelah bertahun-tahun mengalami pasang surut pasar. Banyak yang fokus pada menghasilkan keuntungan yang stabil daripada berekspansi terlalu cepat. Meskipun harga yang lebih tinggi dapat membantu produsen AS, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada berapa lama ketegangan dan harga tinggi tersebut berlangsung.\n\nSaksikan CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://www.cgtnnow.com/featured/even...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nX: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "xn8VSOCB6Pg"}}, {"key": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "cgtnamerica", "x": 915.199153126449, "y": 333.9453006205457, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.6979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "xn8VSOCB6Pg", "id": "cgtnamerica", "source": "youtube-000001", "content": "Lonjakan harga minyak mendorong produksi minyak serpih AS.\n\nKenaikan harga minyak, yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah, memberikan dorongan bagi industri minyak serpih AS.\n\nKarena kekhawatiran tentang pasokan global mendorong harga lebih tinggi, perusahaan energi Amerika berada dalam posisi untuk meningkatkan produksi. Ini dapat membantu menutupi gangguan pasokan di seluruh dunia. Para pemimpin industri mengatakan harga yang lebih tinggi dapat menyebabkan lebih banyak investasi dan pengeboran, terutama di daerah serpih utama seperti Texas dan North Dakota.\n\nNamun demikian, perusahaan-perusahaan tetap berhati-hati setelah bertahun-tahun mengalami pasang surut pasar. Banyak yang fokus pada menghasilkan keuntungan yang stabil daripada berekspansi terlalu cepat. Meskipun harga yang lebih tinggi dapat membantu produsen AS, dampak jangka panjangnya akan bergantung pada berapa lama ketegangan dan harga tinggi tersebut berlangsung.\n\nSaksikan CGTN LIVE di komputer, tablet, atau ponsel Anda\nhttps://www.cgtnnow.com/featured/even...\nBerlangganan CGTN America di YouTube\nIkuti CGTN America:\nX: \nFacebook: \nInstagram: \nTikTok: \n\nMateri ini didistribusikan oleh MediaLinks TV, LLC atas nama CCTV. Informasi tambahan tersedia di Departemen Kehakiman, Washington, D.C.", "post_id": "xn8VSOCB6Pg"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 411.8081972376816, "y": 129.44096621351142, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oTBKyZ9P774", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Buka-bukaan! Menkeu Purbaya Beber Proposal Damai AS ke Iran saat di IMF: Isinya Sepihak\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi Amerika Serikat dalam menghadapi perang dengan Iran.\n\n“Waktu saya di IMF-World Bank, ada sesi Menteri Keuangan Amerika menceritakan strategi yang akan mereka lakukan untuk mencapai perdamaian dengan Iran. Tapi kalau saya lihat, isinya sepihak,” ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita pada Selasa (5/5/2026).\n\n“Seolah-olah Iran diperlakukan sebagai pihak yang kalah perang dengan tuntutan Amerika yang tegas ini, ini, ini. Hitungan saya, kan belum kalah perang, jadi pasti tidak akan tercapai perjanjian itu. Jadi kita mesti siap dengan konflik berkepanjangan dan harga minyak yang masih akan bertahan cukup lama,” lanjutnya.\n\n#purbaya #apbnkita #breakingnews #menkeu #iran #as \n\nProduser: Aditya Pramana\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "oTBKyZ9P774"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 596.8913722106686, "y": 434.6989263552008, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oTBKyZ9P774", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Buka-bukaan! Menkeu Purbaya Beber Proposal Damai AS ke Iran saat di IMF: Isinya Sepihak\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan strategi Amerika Serikat dalam menghadapi perang dengan Iran.\n\n“Waktu saya di IMF-World Bank, ada sesi Menteri Keuangan Amerika menceritakan strategi yang akan mereka lakukan untuk mencapai perdamaian dengan Iran. Tapi kalau saya lihat, isinya sepihak,” ujar Menkeu Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita pada Selasa (5/5/2026).\n\n“Seolah-olah Iran diperlakukan sebagai pihak yang kalah perang dengan tuntutan Amerika yang tegas ini, ini, ini. Hitungan saya, kan belum kalah perang, jadi pasti tidak akan tercapai perjanjian itu. Jadi kita mesti siap dengan konflik berkepanjangan dan harga minyak yang masih akan bertahan cukup lama,” lanjutnya.\n\n#purbaya #apbnkita #breakingnews #menkeu #iran #as \n\nProduser: Aditya Pramana\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "oTBKyZ9P774"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 855.3942319968844, "y": 905.0858996501815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "9L5Y3ob1WAk", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "DARURAT BBM! Harga Minyak Dunia Tembus $100, Indonesia Mulai Kena Imbasnya? | The Comment | 05/05\n\nPertamina resmi ketok palu harga baru per 4 Mei 2026! Pertamax Turbo dan Dex Series naik signifikan. Cari tahu rincian harga di daerahmu dan mengapa konflik Selat Hormuz bikin harga bensin kita makin gak masuk akal.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bbm #minyakdunia #pertalite #bbmnaik #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "9L5Y3ob1WAk"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 257.0692092179814, "y": 57.4495116273549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9L5Y3ob1WAk", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "DARURAT BBM! Harga Minyak Dunia Tembus $100, Indonesia Mulai Kena Imbasnya? | The Comment | 05/05\n\nPertamina resmi ketok palu harga baru per 4 Mei 2026! Pertamax Turbo dan Dex Series naik signifikan. Cari tahu rincian harga di daerahmu dan mengapa konflik Selat Hormuz bikin harga bensin kita makin gak masuk akal.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bbm #minyakdunia #pertalite #bbmnaik #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "9L5Y3ob1WAk"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 170.72519756263426, "y": 29.589561154987564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9L5Y3ob1WAk", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "DARURAT BBM! Harga Minyak Dunia Tembus $100, Indonesia Mulai Kena Imbasnya? | The Comment | 05/05\n\nPertamina resmi ketok palu harga baru per 4 Mei 2026! Pertamax Turbo dan Dex Series naik signifikan. Cari tahu rincian harga di daerahmu dan mengapa konflik Selat Hormuz bikin harga bensin kita makin gak masuk akal.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bbm #minyakdunia #pertalite #bbmnaik #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "9L5Y3ob1WAk"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 664.0790096357048, "y": 357.3632966876663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8906, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "9L5Y3ob1WAk", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "DARURAT BBM! Harga Minyak Dunia Tembus $100, Indonesia Mulai Kena Imbasnya? | The Comment | 05/05\n\nPertamina resmi ketok palu harga baru per 4 Mei 2026! Pertamax Turbo dan Dex Series naik signifikan. Cari tahu rincian harga di daerahmu dan mengapa konflik Selat Hormuz bikin harga bensin kita makin gak masuk akal.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bbm #minyakdunia #pertalite #bbmnaik #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "9L5Y3ob1WAk"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 961.2116823946444, "y": 338.2850929100346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "bOskwvZ1aAs", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Exxon dan Chevron Melampaui Perkiraan Keuntungan Berkat Reli Harga Minyak yang Dipicu Perang.\n\nExxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. membukukan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama karena harga minyak dan gas alam yang lebih tinggi mengimbangi gangguan produksi akibat perang Iran.\nVincent Piazza, Analis Riset Ekuitas Senior Bloomberg Intelligence, membahas kinerja yang lebih baik dari perkiraan dan sentimen sektor minyak karena blokade Selat Hormuz terus mendorong kenaikan harga.\n\n--------\nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube\nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET\nSabtu & Minggu pukul 7 pagi - 10 pagi ET\nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF\n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio  \n\nBerlangganan Podcast kami:\n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN\nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI\nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi\nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC\nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i\n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business:\nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI\nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy\n\nKunjungi saluran YouTube kami:\nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts  \nTelevisi Bloomberg:    /   \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /", "post_id": "bOskwvZ1aAs"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 332.02388170272667, "y": 452.82580324777, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bOskwvZ1aAs", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Exxon dan Chevron Melampaui Perkiraan Keuntungan Berkat Reli Harga Minyak yang Dipicu Perang.\n\nExxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. membukukan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama karena harga minyak dan gas alam yang lebih tinggi mengimbangi gangguan produksi akibat perang Iran.\nVincent Piazza, Analis Riset Ekuitas Senior Bloomberg Intelligence, membahas kinerja yang lebih baik dari perkiraan dan sentimen sektor minyak karena blokade Selat Hormuz terus mendorong kenaikan harga.\n\n--------\nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube\nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET\nSabtu & Minggu pukul 7 pagi - 10 pagi ET\nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF\n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio  \n\nBerlangganan Podcast kami:\n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN\nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI\nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi\nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC\nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i\n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business:\nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI\nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy\n\nKunjungi saluran YouTube kami:\nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts  \nTelevisi Bloomberg:    /   \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /", "post_id": "bOskwvZ1aAs"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 783.7541389312455, "y": 34.06881813588092, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.6448, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bOskwvZ1aAs", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Exxon dan Chevron Melampaui Perkiraan Keuntungan Berkat Reli Harga Minyak yang Dipicu Perang.\n\nExxon Mobil Corp. dan Chevron Corp. membukukan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal pertama karena harga minyak dan gas alam yang lebih tinggi mengimbangi gangguan produksi akibat perang Iran.\nVincent Piazza, Analis Riset Ekuitas Senior Bloomberg Intelligence, membahas kinerja yang lebih baik dari perkiraan dan sentimen sektor minyak karena blokade Selat Hormuz terus mendorong kenaikan harga.\n\n--------\nSaksikan Bloomberg Radio LIVE di YouTube\nHari kerja pukul 7 pagi - 6 sore ET\nSabtu & Minggu pukul 7 pagi - 10 pagi ET\nTONTON DI SINI: http://bit.ly/3vTiACF\n\nIkuti kami di X:   / bloombergradio  \n\nBerlangganan Podcast kami:\n\nBloomberg Daybreak: http://bit.ly/3DWYoAN\nBloomberg Surveillance: http://bit.ly/3OPtReI\nBloomberg Intelligence: http://bit.ly/3YrBfOi\nBalance of Power: http://bit.ly/3OO8eLC\nBloomberg Businessweek: http://bit.ly/3IPl60i\n\nDengarkan di Apple CarPlay dan Android Auto dengan aplikasi Bloomberg Business:\nApple CarPlay: https://apple.co/486mghI\nAndroid Auto: https://bit.ly/49benZy\n\nKunjungi saluran YouTube kami:\nBloomberg Podcasts:    / bloombergpodcasts  \nTelevisi Bloomberg:    /   \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /", "post_id": "bOskwvZ1aAs"}}, {"key": "@thecore_in", "attributes": {"label": "@thecore_in", "x": 421.99989454614786, "y": 700.556153144091, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "@thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "thecore_in", "attributes": {"label": "thecore_in", "x": 918.9834393885264, "y": 277.3652361526778, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "BeDIVVCxM_w", "id": "thecore_in", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar IPO 2026: Sektor Unggulan Pusat Data REIT Manufaktur | Govindraj Ethiraj | Laporan Inti\n\nPada Episode 864 The Core Report, jurnalis keuangan Govindraj Ethiraj berbincang dengan Ambareesh Baliga, Pakar Pasar, serta cuplikan dari wawancara panjang kami dengan Neha Agarwal, MD & Kepala – Pasar Modal Ekuitas di JM Financial Institutional Securities.\n\nLihat pelacak Pendapatan Langsung kami: https://earnings.thecore.in/\n\nCATATAN ACARA\n(00:00) Berita Hari Ini\n(01:00) Pasar pulih tetapi harga minyak kembali bergejolak. Melihat kembali dua bulan terakhir.\n\n(02:04) Rupee mencapai titik terendah penutupan baru\n(09:15) Konsumsi bensin India meningkat sementara konsumsi gas menurun pada bulan April\n(10:25) Emirates dan Etihad mengumumkan mereka kembali ke kapasitas penuh dan penerbangan\n(12:02) Mengapa Anda mungkin tidak dapat menyaksikan Piala Dunia Sepak Bola di India tahun ini\n(14:21) Pasar IPO pada tahun 2026 mungkin akan lebih baik daripada tahun 2025, apa yang dapat mendorong hal ini?\n\nPasar, Rupee, dan Hasil Pemilu Negara Bagian:\n\nKami melacak harga minyak sebagai sinyal utama sentimen investor yang membentuk pasar saham India dan rupee. Harga minyak melonjak hampir 5 persen setelah ketegangan baru di Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah Brent mendekati 113 dolar per barel. Harga minyak yang tetap di atas 110 dolar meningkatkan risiko inflasi, tekanan neraca transaksi berjalan, dan kekhawatiran seputar pertumbuhan India. Pasar saham India tetap tangguh dengan Nifty 50 di 24119 dan Sensex di 77269, sementara saham berkapitalisasi menengah dan kecil naik sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, menunjukkan dukungan likuiditas domestik yang berkelanjutan. Rupee mencapai titik terendah sepanjang masa di 95,08 per dolar AS karena permintaan dolar meningkat dan harga minyak naik. RBI sedang menjajaki arus masuk dolar termasuk deposito NRI untuk meningkatkan cadangan devisa karena investor asing menjual hampir 20 miliar dolar saham dan obligasi India pada tahun 2026. BJP diproyeksikan memimpin di Bengal Barat dan Assam sementara Vijay TVK melonjak di Tamil Nadu dan UDF yang dipimpin Kongres kembali berkuasa di Kerala. Apa arti harga minyak, pelemahan rupee, dan risiko global bagi sentimen pasar ke depan? Kami berbicara dengan pakar pasar Ambareesh Baliga tentang tren pasar saham India, arus modal, dan sentimen investor.\n\nKonsumsi Minyak dan Gas untuk April:\n\nPermintaan bahan bakar India menunjukkan tren yang beragam. Bensin naik 6,3 persen dan solar mencapai 8,3 juta ton, mencerminkan aktivitas yang stabil. Konsumsi LPG turun 16 persen setelah gangguan di Selat Hormuz, dengan India mengimpor sekitar 60 persen LPG dari Timur Tengah. Permintaan bahan bakar jet menurun karena maskapai penerbangan membebankan biaya bahan bakar yang lebih tinggi kepada konsumen.\n\nEmirates dan Etihad Beroperasi Penuh:\n\nPemulihan penerbangan internasional semakin cepat seiring dengan pencabutan pembatasan wilayah udara UEA. Emirates memulihkan 96 persen jaringan globalnya di 137 destinasi dan mengoperasikan 167 penerbangan harian antara Dubai dan kota-kota di India. Kenaikan harga bahan bakar jet akan membentuk harga tiket pesawat dan permintaan perjalanan.\n\nIndia dan China Tidak Menayangkan Piala Dunia Sepak Bola:\n\nPiala Dunia FIFA 2026 mungkin tidak akan ditayangkan di India dan China karena sengketa hak siar yang besar. Reliance Disney dilaporkan menawarkan 20 juta dolar, jauh di bawah ekspektasi FIFA, sementara Sony mundur. Waktu pertandingan larut malam, ekonomi periklanan, dan dominasi kriket dapat membatasi jumlah penonton, menciptakan ketidakpastian seputar hak media olahraga dan ekonomi streaming.\n\nProspek IPO di Tahun 2026:\n\nProspek pasar IPO India tetap kuat tetapi lebih selektif setelah penggalangan dana rekor pada tahun 2025. Dalam percakapan dengan Neha Agarwal, Managing Director dan Kepala Pasar Modal Ekuitas, kami mengeksplorasi prospek IPO, selera investor, dan pertumbuhan yang menguntungkan. Pusat data, REIT, dan manufaktur canggih dapat mendorong Pasar IPO 2026 karena perusahaan fokus pada arus kas yang dapat diprediksi, valuasi yang disiplin, dan pencatatan berkualitas.\n\nTetap terdepan dengan The Core Report saat Govindraj Ethiraj berbicara dengan Ambareesh Baliga tentang pergerakan pasar saham India baru-baru ini, harga minyak, dan prospek rupee, dan dengan Neha Agarwal tentang booming Pasar IPO India 2026 yang dipimpin oleh Pusat Data, REIT, dan Manufaktur.\n\n#IPO2026 #PasarSahamIndia #BeritaPasarSaham #Rupee #PusatData #REITs #TheCoreReport #TheCore\n\nGabung The Core Insider untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nPara pendengar! Kami menunggu tanggapan Anda: https://tinyurl.com/TCR-Listener-Survey\n\nThe Core & The Core Report didukung iklan & GRATIS untuk semua pembaca & pendengar. Kirimkan email ke shiva untuk kebutuhan sponsor & studio merek.\n\nUntuk liputan selengkapnya, kunjungi thecore.in (https://www.thecore.in/)\n\nDukung Core Report (https://tinyurl.com/Support-the-Core-...)\n\nGabung & Berinteraksi secara anonim di saluran ...", "post_id": "BeDIVVCxM_w"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 923.3913334395102, "y": 52.10819870015726, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "cWYrMhoCK4w", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Melonjak Setelah Iran Tingkatkan Serangan di Teluk, Brent Naik 5,8% | MARKET BUZZ\n\nHarga minyak melonjak setelah eskalasi serangan Iran terhadap Uni Emirat Arab dan beberapa kapal di Selat Hormuz, memicu kebakaran di pelabuhan minyak UEA dan memperburuk upaya AS membuka kembali jalur pelayaran; Brent ditutup di USD114,44 per barel.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "cWYrMhoCK4w"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 557.737421362559, "y": 334.96891392383463, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.7582, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "cWYrMhoCK4w", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Melonjak Setelah Iran Tingkatkan Serangan di Teluk, Brent Naik 5,8% | MARKET BUZZ\n\nHarga minyak melonjak setelah eskalasi serangan Iran terhadap Uni Emirat Arab dan beberapa kapal di Selat Hormuz, memicu kebakaran di pelabuhan minyak UEA dan memperburuk upaya AS membuka kembali jalur pelayaran; Brent ditutup di USD114,44 per barel.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "cWYrMhoCK4w"}}, {"key": "@CyrusJanssen", "attributes": {"label": "@CyrusJanssen", "x": 61.591423465577336, "y": 661.8185525344948, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZhFlGqogswU", "id": "@CyrusJanssen", "source": "youtube-000001", "content": "SIARAN LANGSUNG: Pasar Minyak Akan Meledak! Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya di Iran?\n\nBergabunglah dengan saya secara LANGSUNG bersama Alex dari Reporterfy Media saat kita membahas salah satu berita ekonomi terpenting yang sedang terjadi saat ini — kenaikan harga minyak yang pesat dan apa artinya bagi ANDA.\n\nDalam siaran langsung hari ini, kita akan membahas:\n\nMengapa harga minyak kembali naik dan apa yang mendorong lonjakan tersebut\nAlasan sebenarnya mengapa harga bensin naik di seluruh Amerika Serikat\nApa yang terjadi di Selat Hormuz (SOH) dan mengapa hal itu penting bagi pasar global\nBagaimana ketegangan geopolitik memengaruhi pasokan energi dan jalur perdagangan\nKonsekuensi potensial bagi ekonomi AS, inflasi, dan masyarakat Amerika sehari-hari\n\nKita juga akan membahas apakah ini lonjakan sementara… atau awal dari pergeseran yang jauh lebih besar di pasar energi global.\n\nIni adalah situasi yang bergerak cepat dengan implikasi besar — ​​dari Wall Street hingga Main Street — dan kita akan membahas semuanya secara langsung.\n\nAjukan pertanyaan Anda di kolom komentar dan bergabunglah dalam percakapan.\n\n🔴 Ikuti Alex Reporterfy Media Di Sini:    / reporterfymedia  \n\n✅ Bergabunglah dengan Komunitas Lokal baru kami di sini: https://cyrusjanssen.locals.com/\n✅ Bergabunglah dengan saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n--------------------------\nJika Anda ingin mendukung saluran / 如果你想支持我的频道:\n🅿️ Patreon:   / cyrusjanssen  \n☕ Belikan saya Kopi: https://www.buymeacoffee.com/cyrusjan...\n🧧 WeChat / 微信: https://prnt.sc/u3inr6\n➡️ PayPal: https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr...\n₿ Bitcoin: 32go3tLiu88jibJhWgK3RstmXsW2FFELJ8\n--------------------------\n✅ Berlangganan buletin saya: http://cyrusjanssen.substack.com\n✅ YouTube: https://www.youtube.com/cyrusjanssen?...\n✅ Facebook:   / cyrutalkschina  \n✅ Twitter:   / thecyrusjanssen  \n✅ 西瓜视频：https://www.ixigua.com/home/446806905...\n✅ B站视频：https://space.bilibili.com/1052709457\n✅ 抖音：\n--------------------------\n📸 Produk yang saya gunakan untuk Memproduksi Vlog saya:\nKamera: https://amzn.to/2M9pWqx\nTripod: https://amzn.to/2OUz2dh\nMikrofon: https://amzn.to/2u1oJNs\nPencahayaan: https://amzn.to/2UWkSw8\nDrone: https://amzn.to/3jw1WxF\n\n#Cina", "post_id": "ZhFlGqogswU"}}, {"key": "cyrusjanssen", "attributes": {"label": "cyrusjanssen", "x": 899.7173948265652, "y": 762.9024100133967, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZhFlGqogswU", "id": "cyrusjanssen", "source": "youtube-000001", "content": "SIARAN LANGSUNG: Pasar Minyak Akan Meledak! Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya di Iran?\n\nBergabunglah dengan saya secara LANGSUNG bersama Alex dari Reporterfy Media saat kita membahas salah satu berita ekonomi terpenting yang sedang terjadi saat ini — kenaikan harga minyak yang pesat dan apa artinya bagi ANDA.\n\nDalam siaran langsung hari ini, kita akan membahas:\n\nMengapa harga minyak kembali naik dan apa yang mendorong lonjakan tersebut\nAlasan sebenarnya mengapa harga bensin naik di seluruh Amerika Serikat\nApa yang terjadi di Selat Hormuz (SOH) dan mengapa hal itu penting bagi pasar global\nBagaimana ketegangan geopolitik memengaruhi pasokan energi dan jalur perdagangan\nKonsekuensi potensial bagi ekonomi AS, inflasi, dan masyarakat Amerika sehari-hari\n\nKita juga akan membahas apakah ini lonjakan sementara… atau awal dari pergeseran yang jauh lebih besar di pasar energi global.\n\nIni adalah situasi yang bergerak cepat dengan implikasi besar — ​​dari Wall Street hingga Main Street — dan kita akan membahas semuanya secara langsung.\n\nAjukan pertanyaan Anda di kolom komentar dan bergabunglah dalam percakapan.\n\n🔴 Ikuti Alex Reporterfy Media Di Sini:    / reporterfymedia  \n\n✅ Bergabunglah dengan Komunitas Lokal baru kami di sini: https://cyrusjanssen.locals.com/\n✅ Bergabunglah dengan saluran ini untuk mendapatkan akses ke keuntungan:\n   /   \n--------------------------\nJika Anda ingin mendukung saluran / 如果你想支持我的频道:\n🅿️ Patreon:   / cyrusjanssen  \n☕ Belikan saya Kopi: https://www.buymeacoffee.com/cyrusjan...\n🧧 WeChat / 微信: https://prnt.sc/u3inr6\n➡️ PayPal: https://www.paypal.com/cgi-bin/webscr...\n₿ Bitcoin: 32go3tLiu88jibJhWgK3RstmXsW2FFELJ8\n--------------------------\n✅ Berlangganan buletin saya: http://cyrusjanssen.substack.com\n✅ YouTube: https://www.youtube.com/cyrusjanssen?...\n✅ Facebook:   / cyrutalkschina  \n✅ Twitter:   / thecyrusjanssen  \n✅ 西瓜视频：https://www.ixigua.com/home/446806905...\n✅ B站视频：https://space.bilibili.com/1052709457\n✅ 抖音：\n--------------------------\n📸 Produk yang saya gunakan untuk Memproduksi Vlog saya:\nKamera: https://amzn.to/2M9pWqx\nTripod: https://amzn.to/2OUz2dh\nMikrofon: https://amzn.to/2u1oJNs\nPencahayaan: https://amzn.to/2UWkSw8\nDrone: https://amzn.to/3jw1WxF\n\n#Cina", "post_id": "ZhFlGqogswU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 706.6583279112551, "y": 275.2499397283098, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "agvUo-eUMTc", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Fundamental Ekonomi Indonesia Solid: Neraca Dagang Surplus 71 Bulan & Inflasi Terkendali | EKONOMI 8\n\nGARUDA TV  - Di tengah dinamika geopolitik global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensinya dengan capaian fundamental yang solid. Neraca perdagangan luar negeri pada Maret 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS, yang menandai tren positif selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Performa ini ditopang kuat oleh ekspor komoditas utama seperti CPO, besi dan baja, serta batu bara.\n\nDari sisi kestabilan harga, inflasi April 2026 tercatat terkendali di level 2,42 persen secara tahunan. Meskipun aktivitas manufaktur (PMI) mengalami penyesuaian ke level 49,1 akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah, prospek ekonomi nasional tetap terjaga yang tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil sebesar 2,4 persen. Pemerintah terus berkomitmen mempercepat realisasi investasi dan memastikan respons kebijakan yang adaptif guna menghadapi berbagai risiko global.\n\nSimak analisis lengkap mengenai ketahanan ekonomi nasional dalam laporan berikut ini.\n\n#beritaekonomi #eksporimpor  #ekonomiindonesia  #NeracaPerdagangan #SurplusDagang #inflasi  #investasi  #pertumbuhanekonomi  #geopolitik  #manufaktura  #beritaekonomi  #garudatv \n\n#beritaekonomi #prabowosubianto \n#laporan8   #garudatv \n \n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "agvUo-eUMTc"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 320.49607555961666, "y": 335.67553864441345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "agvUo-eUMTc", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Fundamental Ekonomi Indonesia Solid: Neraca Dagang Surplus 71 Bulan & Inflasi Terkendali | EKONOMI 8\n\nGARUDA TV  - Di tengah dinamika geopolitik global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan resiliensinya dengan capaian fundamental yang solid. Neraca perdagangan luar negeri pada Maret 2026 kembali mencatatkan surplus sebesar 3,32 miliar dolar AS, yang menandai tren positif selama 71 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Performa ini ditopang kuat oleh ekspor komoditas utama seperti CPO, besi dan baja, serta batu bara.\n\nDari sisi kestabilan harga, inflasi April 2026 tercatat terkendali di level 2,42 persen secara tahunan. Meskipun aktivitas manufaktur (PMI) mengalami penyesuaian ke level 49,1 akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah, prospek ekonomi nasional tetap terjaga yang tercermin dari pertumbuhan Indeks Penjualan Riil sebesar 2,4 persen. Pemerintah terus berkomitmen mempercepat realisasi investasi dan memastikan respons kebijakan yang adaptif guna menghadapi berbagai risiko global.\n\nSimak analisis lengkap mengenai ketahanan ekonomi nasional dalam laporan berikut ini.\n\n#beritaekonomi #eksporimpor  #ekonomiindonesia  #NeracaPerdagangan #SurplusDagang #inflasi  #investasi  #pertumbuhanekonomi  #geopolitik  #manufaktura  #beritaekonomi  #garudatv \n\n#beritaekonomi #prabowosubianto \n#laporan8   #garudatv \n \n\nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "agvUo-eUMTc"}}, {"key": "@RealEismanPlaybook", "attributes": {"label": "@RealEismanPlaybook", "x": 438.02447523703404, "y": 275.73446150871695, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P2sqSF9wZXU", "id": "@RealEismanPlaybook", "source": "youtube-000001", "content": "Laba Menjaga Pasar Tetap Kuat Meskipun Ada Tanda-Tanda Pelemahan Konsumen | Ringkasan Mingguan\n\nKunjungi https://realeismanplaybook.com/ untuk mendaftar ke milis kami.\n\nPada episode The Weekly Wrap kali ini, Steve Eisman membahas minggu yang penuh dengan laporan keuangan dan mengapa hasil yang kuat terus mendorong pasar naik meskipun ada tanda-tanda kelemahan di sektor konsumen. Ia mengeksplorasi dampak yang semakin besar dari belanja modal berbasis AI dari perusahaan teknologi besar dan bagaimana hal itu membentuk perekonomian yang lebih luas dan kepemimpinan pasar. Steve juga membahas keluarnya UEA dari OPEC, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian yang berkelanjutan seputar perang di Iran.\n\n00:00 - Pendahuluan\n02:04 - Piagam\n06:20 - Pembaruan Perang Iran\n07:50 - Reli Pasca-Maret\n10:36 - Kredit Swasta\n12:18 - Blue Owl\n13:36 - Domino's Pizza\n14:51 - GM\n15:45 - Starbucks\n16:44 - Visa\n17:38 - FICO\n20:13 - Bookings\n20:37 - Enphase\n21:30 - Google, Microsoft, Meta, Amazon\n24:22 - Lilly\n24:52 - Industri: Quanta & Caterpillar\n26:19 - Apple\n26:44 - Penutup\n\nTonton video Masterclass Literasi Keuangan saya di sini:    • Steve Eisman’s Masterclass on Financial Li...  \nTonton Masterclass saya tentang Krisis Keuangan 2008 di sini:    • Steve Eisman's Masterclass on the 2008 Fin...  \n\nBerlangganan 👉🏻https://www.youtube.com/\n\nTerhubung dengan Steve Eisman dan akses semua hal tentang The Eisman Playbook:\n🌐 https://linktr.ee/realeismanplaybook\n→ Ikuti di media sosial, tonton episode, dan dapatkan pembaruan terbaru — semuanya di satu tempat.\n\nPenafian: Pendapat keuangan yang diungkapkan hanya untuk tujuan informasi. Pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan peserta bukanlah upaya untuk memengaruhi perilaku perdagangan, investasi, atau strategi tertentu. Kinerja masa lalu tidak selalu memprediksi hasil di masa mendatang. Tidak ada hasil atau keuntungan spesifik yang dijamin ketika mengandalkan konten ini.\nSebelum melakukan investasi atau perdagangan apa pun, evaluasi kesesuaiannya dengan keadaan Anda dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau investasi Anda sendiri. Produk keuangan yang dibahas dalam 'The Eisman Playbook' memiliki tingkat risiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk banyak investor. Jika Anda memiliki ketidakpastian, disarankan untuk mencari nasihat profesional. Ingatlah bahwa perdagangan melibatkan risiko terhadap modal Anda, jadi investasikan hanya uang yang mampu Anda rugikan. Derivatif tidak cocok untuk semua investor dan melibatkan risiko kehilangan lebih dari jumlah yang awalnya disetorkan dan keuntungan apa pun yang mungkin Anda peroleh. Komunikasi ini bukan merupakan rekomendasi atau penawaran untuk membeli, menjual, atau mempertahankan investasi atau layanan tertentu.\n\nHak Cipta ©2025 Steve Eisman\n\n#wallstreet #finance #businessnews #investing #businesspodcast #investment #financepodcast #tech #iran #privatecredit #privateequity #affordability", "post_id": "P2sqSF9wZXU"}}, {"key": "RealEismanPl...", "attributes": {"label": "RealEismanPl...", "x": 610.4418565944193, "y": 895.7155835137066, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P2sqSF9wZXU", "id": "RealEismanPl...", "source": "youtube-000001", "content": "Laba Menjaga Pasar Tetap Kuat Meskipun Ada Tanda-Tanda Pelemahan Konsumen | Ringkasan Mingguan\n\nKunjungi https://realeismanplaybook.com/ untuk mendaftar ke milis kami.\n\nPada episode The Weekly Wrap kali ini, Steve Eisman membahas minggu yang penuh dengan laporan keuangan dan mengapa hasil yang kuat terus mendorong pasar naik meskipun ada tanda-tanda kelemahan di sektor konsumen. Ia mengeksplorasi dampak yang semakin besar dari belanja modal berbasis AI dari perusahaan teknologi besar dan bagaimana hal itu membentuk perekonomian yang lebih luas dan kepemimpinan pasar. Steve juga membahas keluarnya UEA dari OPEC, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian yang berkelanjutan seputar perang di Iran.\n\n00:00 - Pendahuluan\n02:04 - Piagam\n06:20 - Pembaruan Perang Iran\n07:50 - Reli Pasca-Maret\n10:36 - Kredit Swasta\n12:18 - Blue Owl\n13:36 - Domino's Pizza\n14:51 - GM\n15:45 - Starbucks\n16:44 - Visa\n17:38 - FICO\n20:13 - Bookings\n20:37 - Enphase\n21:30 - Google, Microsoft, Meta, Amazon\n24:22 - Lilly\n24:52 - Industri: Quanta & Caterpillar\n26:19 - Apple\n26:44 - Penutup\n\nTonton video Masterclass Literasi Keuangan saya di sini:    • Steve Eisman’s Masterclass on Financial Li...  \nTonton Masterclass saya tentang Krisis Keuangan 2008 di sini:    • Steve Eisman's Masterclass on the 2008 Fin...  \n\nBerlangganan 👉🏻https://www.youtube.com/\n\nTerhubung dengan Steve Eisman dan akses semua hal tentang The Eisman Playbook:\n🌐 https://linktr.ee/realeismanplaybook\n→ Ikuti di media sosial, tonton episode, dan dapatkan pembaruan terbaru — semuanya di satu tempat.\n\nPenafian: Pendapat keuangan yang diungkapkan hanya untuk tujuan informasi. Pendapat yang diungkapkan oleh pembawa acara dan peserta bukanlah upaya untuk memengaruhi perilaku perdagangan, investasi, atau strategi tertentu. Kinerja masa lalu tidak selalu memprediksi hasil di masa mendatang. Tidak ada hasil atau keuntungan spesifik yang dijamin ketika mengandalkan konten ini.\nSebelum melakukan investasi atau perdagangan apa pun, evaluasi kesesuaiannya dengan keadaan Anda dan pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau investasi Anda sendiri. Produk keuangan yang dibahas dalam 'The Eisman Playbook' memiliki tingkat risiko yang tinggi dan mungkin tidak sesuai untuk banyak investor. Jika Anda memiliki ketidakpastian, disarankan untuk mencari nasihat profesional. Ingatlah bahwa perdagangan melibatkan risiko terhadap modal Anda, jadi investasikan hanya uang yang mampu Anda rugikan. Derivatif tidak cocok untuk semua investor dan melibatkan risiko kehilangan lebih dari jumlah yang awalnya disetorkan dan keuntungan apa pun yang mungkin Anda peroleh. Komunikasi ini bukan merupakan rekomendasi atau penawaran untuk membeli, menjual, atau mempertahankan investasi atau layanan tertentu.\n\nHak Cipta ©2025 Steve Eisman\n\n#wallstreet #finance #businessnews #investing #businesspodcast #investment #financepodcast #tech #iran #privatecredit #privateequity #affordability", "post_id": "P2sqSF9wZXU"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 88.5107934930358, "y": 180.65897477888237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "GYvNyb2XE0g", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "Rahasia 'Margin Supercycle' Emiten RI! Dapat Subsidi Negara, Jual Harga Tinggi! Cuan Saham E***?\n\nBONGKAR RAHASIA! Laba Ratusan Persen Saham Amonia RI di Tengah Krisis Timur Tengah 2026 🚀 | Wawasan Cerdas\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana sebuah krisis global justru bisa menjadi ladang uang yang luar biasa bagi beberapa perusahaan di Indonesia? Pada awal tahun 2026 ini, pasar komoditas global dikejutkan oleh lonjakan ekstrem harga amonia yang sempat menyentuh level USD 455 per metrik ton. Banyak rumor liar beredar bahwa harga ini meroket karena pabrik-pabrik raksasa di Timur Tengah hancur diserang. Namun, tahukah kamu bahwa itu semua hanyalah mispersepsi fatal dari istilah teknis \"demand destruction\"? Di video Wawasan Cerdas kali ini, kita akan mengupas tuntas bahwa yang hancur sebenarnya adalah daya beli pasar, bukan infrastruktur pabriknya.\n\nKrisis amonia 2026 ini sejatinya adalah krisis logistik maritim murni. Eskalasi militer dan ancaman blokade di Selat Hormuz menyebabkan premi risiko perang naik tidak masuk akal, membuat kapal-kapal tanker tak berani merapat. Akibatnya, jutaan ton amonia terkunci secara fisik di pelabuhan dan memicu efek \"Supply Shock\" serta \"Panic Buying\" dari negara-negara importir.\n\nLalu, bagaimana dampaknya bagi para investor di Bursa Efek Indonesia? Ini adalah peluang emas! Emiten produsen amonia di wilayah yang aman seperti Indonesia tidak merebut pangsa pasar dengan cara meningkatkan volume ekspor secara masif, karena kapasitas terpasang pabrik (Nameplate Capacity) mereka sudah mentok di level utilisasi 90%-100%. Alih-alih menambah volume, manajemen bermanuver cerdas dengan melempar kuota produksi ke pasar spot internasional yang harganya sedang sangat premium.\n\nInilah yang menciptakan fenomena \"Margin Supercycle\" atau Commodity Arbitrage yang langka. Emiten petrokimia domestik kita dilindungi oleh \"Economic Moat\" berupa tameng regulasi Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang mematok batas atas harga gas maksimal hanya USD 6 per MMBtu. Selain itu, mereka menggunakan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) bertenor 10-15 tahun, sehingga bebas dari inflasi energi global. Hasilnya? Beban pokok produksi (COGS) stagnan, tapi pendapatan (Top Line) melesat terbang. Bukti nyatanya, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sukses mencetak lonjakan laba bersih hingga 131% (YoY) pada Kuartal I/2026.\n\nNamun, sebagai value investor yang bijak, kita tidak boleh lengah! Di balik subsidi gas murah ini, ada beban APBN dan risiko regulasi yang sewaktu-waktu bisa dicabut. Ada \"Bom Waktu\" yang mengintai menjelang tahun 2027 saat kontrak PJBG jangka panjang ini memasuki fase renegosiasi. Sebagai strategi penyelamatan (survival strategy), emiten kini mulai bermanuver agresif melakukan transisi ke produksi Green Ammonia yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan agar terlepas dari volatilitas harga gas bumi.\n\nBagaimana pandangan kalian terhadap fenomena ini? Apakah saat ini masih menjadi momentum yang tepat untuk mengkoleksi saham emiten amonia? Tonton videonya sampai habis agar wawasan investasimu semakin cerdas!\n\n📌 JANGAN LUPA: Tekan tombol LIKE jika informasi ini bermanfaat, tinggalkan komentar untuk berdiskusi, dan SUBSCRIBE ke channel Wawasan Cerdas untuk terus mendapatkan insight investasi dan analisa fundamental ekonomi global paling up-to-date!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk membeli/menjual saham tertentu. Keputusan investasi ada di tangan Anda sepenuhnya.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#KrisisAmonia2026 #WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamESSA #MarginSupercycle #GreenAmmonia #SahamPetrokimia #ValueInvesting #KrisisTimurTengah #BursaEfekIndonesia #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "GYvNyb2XE0g"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 191.62549324141153, "y": 630.9793183534097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "GYvNyb2XE0g", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "Rahasia 'Margin Supercycle' Emiten RI! Dapat Subsidi Negara, Jual Harga Tinggi! Cuan Saham E***?\n\nBONGKAR RAHASIA! Laba Ratusan Persen Saham Amonia RI di Tengah Krisis Timur Tengah 2026 🚀 | Wawasan Cerdas\n\nHalo sobat Wawasan Cerdas! Pernahkah kalian bertanya-tanya bagaimana sebuah krisis global justru bisa menjadi ladang uang yang luar biasa bagi beberapa perusahaan di Indonesia? Pada awal tahun 2026 ini, pasar komoditas global dikejutkan oleh lonjakan ekstrem harga amonia yang sempat menyentuh level USD 455 per metrik ton. Banyak rumor liar beredar bahwa harga ini meroket karena pabrik-pabrik raksasa di Timur Tengah hancur diserang. Namun, tahukah kamu bahwa itu semua hanyalah mispersepsi fatal dari istilah teknis \"demand destruction\"? Di video Wawasan Cerdas kali ini, kita akan mengupas tuntas bahwa yang hancur sebenarnya adalah daya beli pasar, bukan infrastruktur pabriknya.\n\nKrisis amonia 2026 ini sejatinya adalah krisis logistik maritim murni. Eskalasi militer dan ancaman blokade di Selat Hormuz menyebabkan premi risiko perang naik tidak masuk akal, membuat kapal-kapal tanker tak berani merapat. Akibatnya, jutaan ton amonia terkunci secara fisik di pelabuhan dan memicu efek \"Supply Shock\" serta \"Panic Buying\" dari negara-negara importir.\n\nLalu, bagaimana dampaknya bagi para investor di Bursa Efek Indonesia? Ini adalah peluang emas! Emiten produsen amonia di wilayah yang aman seperti Indonesia tidak merebut pangsa pasar dengan cara meningkatkan volume ekspor secara masif, karena kapasitas terpasang pabrik (Nameplate Capacity) mereka sudah mentok di level utilisasi 90%-100%. Alih-alih menambah volume, manajemen bermanuver cerdas dengan melempar kuota produksi ke pasar spot internasional yang harganya sedang sangat premium.\n\nInilah yang menciptakan fenomena \"Margin Supercycle\" atau Commodity Arbitrage yang langka. Emiten petrokimia domestik kita dilindungi oleh \"Economic Moat\" berupa tameng regulasi Kebijakan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) yang mematok batas atas harga gas maksimal hanya USD 6 per MMBtu. Selain itu, mereka menggunakan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) bertenor 10-15 tahun, sehingga bebas dari inflasi energi global. Hasilnya? Beban pokok produksi (COGS) stagnan, tapi pendapatan (Top Line) melesat terbang. Bukti nyatanya, PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sukses mencetak lonjakan laba bersih hingga 131% (YoY) pada Kuartal I/2026.\n\nNamun, sebagai value investor yang bijak, kita tidak boleh lengah! Di balik subsidi gas murah ini, ada beban APBN dan risiko regulasi yang sewaktu-waktu bisa dicabut. Ada \"Bom Waktu\" yang mengintai menjelang tahun 2027 saat kontrak PJBG jangka panjang ini memasuki fase renegosiasi. Sebagai strategi penyelamatan (survival strategy), emiten kini mulai bermanuver agresif melakukan transisi ke produksi Green Ammonia yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan agar terlepas dari volatilitas harga gas bumi.\n\nBagaimana pandangan kalian terhadap fenomena ini? Apakah saat ini masih menjadi momentum yang tepat untuk mengkoleksi saham emiten amonia? Tonton videonya sampai habis agar wawasan investasimu semakin cerdas!\n\n📌 JANGAN LUPA: Tekan tombol LIKE jika informasi ini bermanfaat, tinggalkan komentar untuk berdiskusi, dan SUBSCRIBE ke channel Wawasan Cerdas untuk terus mendapatkan insight investasi dan analisa fundamental ekonomi global paling up-to-date!\n\nDisclaimer: Video ini dibuat untuk tujuan edukasi dan informasi semata, bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk membeli/menjual saham tertentu. Keputusan investasi ada di tangan Anda sepenuhnya.\n\n--------------------------------------------------------------------------------\n#KrisisAmonia2026 #WawasanCerdas #InvestasiSaham #SahamESSA #MarginSupercycle #GreenAmmonia #SahamPetrokimia #ValueInvesting #KrisisTimurTengah #BursaEfekIndonesia #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "GYvNyb2XE0g"}}, {"key": "@Davud_Akh", "attributes": {"label": "@Davud_Akh", "x": 242.2616658325246, "y": 887.2964854524807, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3823, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "69b-Oih30eg", "id": "@Davud_Akh", "source": "youtube-000001", "content": "Anda Belum Pernah Melihat Gulat Tradisional Para Raksasa - Suku Mundari, Sudan Selatan 🇸🇸 (menarik)\n\nSudan Selatan adalah negara termuda di dunia, secara resmi merdeka pada 9 Juli 2011, setelah puluhan tahun berjuang dan berkonflik dengan Sudan. Kemerdekaannya menandai momen bersejarah bukan hanya bagi rakyat Sudan Selatan, tetapi juga bagi Afrika secara keseluruhan, karena menjadi negara ke-54 yang diakui di benua tersebut. Terletak di Afrika bagian tengah-timur, Sudan Selatan berbatasan dengan Sudan, Ethiopia, Kenya, Uganda, Republik Demokratik Kongo, dan Republik Afrika Tengah, menempatkannya di wilayah yang dibentuk oleh sejarah yang mendalam, budaya lintas batas, dan perubahan politik yang berkelanjutan. Ibu kota, Juba, adalah pusat kota terbesar di negara itu dan berfungsi sebagai jantung pemerintahan, bisnis, dan aktivitas internasional.\n\nSalah satu fitur paling menonjol dari Sudan Selatan adalah geografinya. Negara ini merupakan rumah bagi Sudd, salah satu lahan basah terbesar di dunia, yang dibentuk oleh Sungai Nil Putih. Rawa yang sangat luas ini adalah salah satu ekosistem terpenting di Afrika dan memainkan peran utama dalam kehidupan masyarakat setempat melalui perikanan, penggembalaan ternak, transportasi, dan migrasi musiman. Bentang alam Sudan Selatan juga mencakup sabana terbuka, sistem sungai, dataran banjir, dan padang rumput yang mendukung keanekaragaman satwa liar dan cara hidup tradisional. Selama beberapa generasi, banyak komunitas di negara ini telah terhubung erat dengan tanah, terutama melalui pastoralisme, pertanian, dan mata pencaharian berbasis sungai.\n\nSudan Selatan juga dikenal karena keanekaragaman etnis dan budayanya yang luar biasa. Negara ini merupakan rumah bagi puluhan kelompok etnis, masing-masing dengan adat istiadat, tradisi, dan bahasanya sendiri. Di antara komunitas terbesar adalah Dinka, Nuer, dan Shilluk, meskipun banyak kelompok lain yang berkontribusi pada identitas negara ini. Musik, tari, cerita lisan, budaya ternak, tradisi upacara, dan kehidupan komunitas semuanya memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kekayaan budaya ini adalah salah satu kekuatan terbesar negara ini dan merupakan inti dari pemahaman Sudan Selatan di luar berita utama yang sering dikaitkan dengan konflik.\n\nPada saat yang sama, Sudan Selatan telah menghadapi tantangan besar sejak kemerdekaan. Terlepas dari harapan akan perdamaian dan persatuan nasional, negara ini telah mengalami periode ketidakstabilan politik, konflik internal, kesulitan ekonomi, kerawanan pangan, dan pengungsian massal. Krisis-krisis ini telah memengaruhi jutaan orang dan membuat pembangunan negara menjadi sangat sulit. Sudan Selatan juga memiliki cadangan minyak yang signifikan, dan minyak tetap menjadi tulang punggung ekonominya, tetapi ketergantungan pada minyak telah menciptakan kerentanan ekonomi, terutama selama masa ketidakstabilan atau gangguan ekspor. Infrastruktur yang terbatas, layanan publik yang belum berkembang, dan kebutuhan kemanusiaan yang berkelanjutan terus membentuk kehidupan sehari-hari bagi sebagian besar penduduk.\n\nMeskipun menghadapi kesulitan-kesulitan ini, Sudan Selatan adalah negara yang tidak hanya didefinisikan oleh kesulitan, tetapi juga oleh ketahanan, daya tahan, dan harapan. Rakyatnya telah melewati perang, ketidakpastian, dan perubahan besar, namun terus melestarikan tradisi mereka dan berupaya menuju masa depan yang lebih stabil. Bagi para pelancong, jurnalis, dan pembuat film dokumenter, Sudan Selatan tetap menjadi salah satu negara yang paling jarang dikunjungi, paling kurang dipahami, dan paling menarik di dunia. Negara ini menawarkan pandangan yang kuat ke dalam sebuah bangsa yang masih membangun identitasnya, menyeimbangkan masa lalu dengan masa depannya, dan menavigasi apa artinya menjadi negara berdaulat terbaru di dunia.\n\n________________________________________\nTerima kasih banyak telah menonton setiap video dan bergabung dengan saya dalam petualangan di seluruh dunia! Dukungan Anda adalah alasan saya melakukan apa yang saya lakukan dengan penuh cinta dan konsistensi. 🙏🏽\nBerikut semua cara Anda dapat mendukung saluran dan pekerjaan saya:\n\n✈ Holafly eSIM | Diskon 5%: http://holafly.sjv.io/AP69BJ\n🚑 Asuransi Kesehatan Perjalanan oleh SafetyWing: https://shorturl.at/F18VU\n🦍 Ekspedisi Davud: https://www.akhundzadadavud.com/\n❤ Dukungan Patreon:   / davudakhundzada  \n\n🌍 Media Sosial:\nFacebook:   / davudakhundzada  \nInstagram:   / davud  \nTikTok: https://vm.tiktok.com/ZMeSm6Pby/\nYouTube:    /   \n________________________________________", "post_id": "69b-Oih30eg"}}, {"key": "davud_akh", "attributes": {"label": "davud_akh", "x": 221.09989934705087, "y": 779.4266865673035, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9073, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "69b-Oih30eg", "id": "davud_akh", "source": "youtube-000001", "content": "Anda Belum Pernah Melihat Gulat Tradisional Para Raksasa - Suku Mundari, Sudan Selatan 🇸🇸 (menarik)\n\nSudan Selatan adalah negara termuda di dunia, secara resmi merdeka pada 9 Juli 2011, setelah puluhan tahun berjuang dan berkonflik dengan Sudan. Kemerdekaannya menandai momen bersejarah bukan hanya bagi rakyat Sudan Selatan, tetapi juga bagi Afrika secara keseluruhan, karena menjadi negara ke-54 yang diakui di benua tersebut. Terletak di Afrika bagian tengah-timur, Sudan Selatan berbatasan dengan Sudan, Ethiopia, Kenya, Uganda, Republik Demokratik Kongo, dan Republik Afrika Tengah, menempatkannya di wilayah yang dibentuk oleh sejarah yang mendalam, budaya lintas batas, dan perubahan politik yang berkelanjutan. Ibu kota, Juba, adalah pusat kota terbesar di negara itu dan berfungsi sebagai jantung pemerintahan, bisnis, dan aktivitas internasional.\n\nSalah satu fitur paling menonjol dari Sudan Selatan adalah geografinya. Negara ini merupakan rumah bagi Sudd, salah satu lahan basah terbesar di dunia, yang dibentuk oleh Sungai Nil Putih. Rawa yang sangat luas ini adalah salah satu ekosistem terpenting di Afrika dan memainkan peran utama dalam kehidupan masyarakat setempat melalui perikanan, penggembalaan ternak, transportasi, dan migrasi musiman. Bentang alam Sudan Selatan juga mencakup sabana terbuka, sistem sungai, dataran banjir, dan padang rumput yang mendukung keanekaragaman satwa liar dan cara hidup tradisional. Selama beberapa generasi, banyak komunitas di negara ini telah terhubung erat dengan tanah, terutama melalui pastoralisme, pertanian, dan mata pencaharian berbasis sungai.\n\nSudan Selatan juga dikenal karena keanekaragaman etnis dan budayanya yang luar biasa. Negara ini merupakan rumah bagi puluhan kelompok etnis, masing-masing dengan adat istiadat, tradisi, dan bahasanya sendiri. Di antara komunitas terbesar adalah Dinka, Nuer, dan Shilluk, meskipun banyak kelompok lain yang berkontribusi pada identitas negara ini. Musik, tari, cerita lisan, budaya ternak, tradisi upacara, dan kehidupan komunitas semuanya memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Kekayaan budaya ini adalah salah satu kekuatan terbesar negara ini dan merupakan inti dari pemahaman Sudan Selatan di luar berita utama yang sering dikaitkan dengan konflik.\n\nPada saat yang sama, Sudan Selatan telah menghadapi tantangan besar sejak kemerdekaan. Terlepas dari harapan akan perdamaian dan persatuan nasional, negara ini telah mengalami periode ketidakstabilan politik, konflik internal, kesulitan ekonomi, kerawanan pangan, dan pengungsian massal. Krisis-krisis ini telah memengaruhi jutaan orang dan membuat pembangunan negara menjadi sangat sulit. Sudan Selatan juga memiliki cadangan minyak yang signifikan, dan minyak tetap menjadi tulang punggung ekonominya, tetapi ketergantungan pada minyak telah menciptakan kerentanan ekonomi, terutama selama masa ketidakstabilan atau gangguan ekspor. Infrastruktur yang terbatas, layanan publik yang belum berkembang, dan kebutuhan kemanusiaan yang berkelanjutan terus membentuk kehidupan sehari-hari bagi sebagian besar penduduk.\n\nMeskipun menghadapi kesulitan-kesulitan ini, Sudan Selatan adalah negara yang tidak hanya didefinisikan oleh kesulitan, tetapi juga oleh ketahanan, daya tahan, dan harapan. Rakyatnya telah melewati perang, ketidakpastian, dan perubahan besar, namun terus melestarikan tradisi mereka dan berupaya menuju masa depan yang lebih stabil. Bagi para pelancong, jurnalis, dan pembuat film dokumenter, Sudan Selatan tetap menjadi salah satu negara yang paling jarang dikunjungi, paling kurang dipahami, dan paling menarik di dunia. Negara ini menawarkan pandangan yang kuat ke dalam sebuah bangsa yang masih membangun identitasnya, menyeimbangkan masa lalu dengan masa depannya, dan menavigasi apa artinya menjadi negara berdaulat terbaru di dunia.\n\n________________________________________\nTerima kasih banyak telah menonton setiap video dan bergabung dengan saya dalam petualangan di seluruh dunia! Dukungan Anda adalah alasan saya melakukan apa yang saya lakukan dengan penuh cinta dan konsistensi. 🙏🏽\nBerikut semua cara Anda dapat mendukung saluran dan pekerjaan saya:\n\n✈ Holafly eSIM | Diskon 5%: http://holafly.sjv.io/AP69BJ\n🚑 Asuransi Kesehatan Perjalanan oleh SafetyWing: https://shorturl.at/F18VU\n🦍 Ekspedisi Davud: https://www.akhundzadadavud.com/\n❤ Dukungan Patreon:   / davudakhundzada  \n\n🌍 Media Sosial:\nFacebook:   / davudakhundzada  \nInstagram:   / davud  \nTikTok: https://vm.tiktok.com/ZMeSm6Pby/\nYouTube:    /   \n________________________________________", "post_id": "69b-Oih30eg"}}], "edges": [{"key": "novac_albar", "source": "novac_albar", "target": "Syl_PressRoom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "novac_albar", "source": "novac_albar", "target": "Syl_PressRoom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tribunnews", "source": "tribunnews", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "TunggalWar51509", "source": "TunggalWar51509", "target": "erlanishere", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "_IloveIsrael", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "hariharijogja", "source": "hariharijogja", "target": "hariharijogja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@HopsIndonesia", "source": "@HopsIndonesia", "target": "hops.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@FinFluentialTV", "source": "@FinFluentialTV", "target": "finfluentialtv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@thecore_in", "source": "@thecore_in", "target": "thecore_in", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@cgtnamerica", "source": "@cgtnamerica", "target": "cgtnamerica", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@CyrusJanssen", "source": "@CyrusJanssen", "target": "cyrusjanssen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@RealEismanPlaybook", "source": "@RealEismanPlaybook", "target": "RealEismanPl...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Davud_Akh", "source": "@Davud_Akh", "target": "davud_akh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}