{"nodes": [{"key": "scofierceyanhar", "attributes": {"label": "scofierceyanhar", "x": 157.58747652405114, "y": 444.19669080208445, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051310240738812360", "id": "scofierceyanhar", "source": "tweet-000004", "content": "Artinya duit itu gak kering sebenarnya, bank masih punya likuiditas, padahal SRBI bunganya naik terus sejak Januari 2026, kok bisa likuiditas naik sedangkan SRBI tinggi? Jawabannya ada di duit pemerintah yang dimasukin ke Himbara. Resminya sih 200T, tapi sepertinya lebih", "post_id": "2051310240738812360"}}, {"key": "angga_fzn", "attributes": {"label": "angga_fzn", "x": 368.71266094438073, "y": 82.66860941817511, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 96.8586, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051310240738812360", "id": "angga_fzn", "source": "tweet-000004", "content": "Artinya duit itu gak kering sebenarnya, bank masih punya likuiditas, padahal SRBI bunganya naik terus sejak Januari 2026, kok bisa likuiditas naik sedangkan SRBI tinggi? Jawabannya ada di duit pemerintah yang dimasukin ke Himbara. Resminya sih 200T, tapi sepertinya lebih", "post_id": "2051310240738812360"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 73.28301719184216, "y": 186.17984156597188, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 52.356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 440.19569222129553, "y": 293.3835837620546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 96.8586, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 171.88418323013576, "y": 158.79202904099833, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 636.0210178591858, "y": 620.1668087099898, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.8586, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 562.0122698502574, "y": 925.1229429432726, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.356, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 608.1813940061784, "y": 771.1482256958813, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.1902, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 638.1433077941833, "y": 303.3921496895713, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.1902, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 936.6128230576004, "y": 968.4734947953548, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.1902, "eigenvector": 250.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "@SimplyMelanie-53", "attributes": {"label": "@SimplyMelanie-53", "x": 387.2105599633122, "y": 602.6915341245395, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "shgctiiT6uU", "id": "@SimplyMelanie-53", "source": "youtube-000001", "content": "SGOV vs HYSA: Matematika yang Sering Salah Dipahami\n\nSelama bertahun-tahun, saran standar untuk menyimpan uang tunai adalah menggunakan Rekening Tabungan Berbunga Tinggi (HYSA). Tetapi pada tahun 2026, kami secara resmi memindahkan dana pensiun jangka pendek 30 bulan kami dari bank. Mengapa? Karena sebagian besar orang tanpa sadar membayar \"pajak kenyamanan\" yang menggerogoti kebebasan finansial mereka.\n\nDalam video ini, saya akan menguraikan perhitungan matematis mengapa kami memilih ETF SGOV (iShares 0-3 Month Treasury Bond ETF) daripada rekening bank tradisional. Jika Anda menyimpan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, biaya hidup, atau perjalanan, Anda perlu melihat berapa banyak uang yang sebenarnya Anda lewatkan.\n\nApa yang akan kita bahas dalam pembahasan mendalam ini:\n\"Selisih Bunga\" Bank: Bagaimana bank mengambil sebagian dari bunga Anda sebelum Anda menerimanya.\n\nRahasia Pajak Negara Bagian: Mengapa obligasi pemerintah AS seringkali dibebaskan dari pajak penghasilan negara bagian dan lokal, memberi Anda kenaikan gaji \"tersembunyi\" yang besar.\n\n\nSGOV vs. Pasar Lain: Membandingkan SGOV dengan BIL, USFR, dan SHV untuk menemukan \"tempat parkir\" paling stabil untuk uang Anda.\n\nTangga Likuiditas: Bagaimana kita mengakses uang kita dalam 48 hingga 72 jam—tanpa stres.\n\nStrategi 2026: Mengapa rasio biaya 0,09% adalah harga yang murah untuk waktu yang Anda hemat.\n\nBaik Anda memiliki dana darurat atau rekening jembatan multi-tahun, saatnya untuk membuat uang Anda bekerja sekeras Anda.\n\nBeri tahu saya di kolom komentar di bawah: Apakah Anda tim SGOV atau Anda menggunakan sesuatu yang berbeda dan mengapa? Ingat, saya membaca dan menanggapi setiap komentar.\n\nBerlangganan untuk bergabung dengan komunitas kami saat kami berbagi pengalaman praktis yang bermanfaat bersama keluarga Anda sambil mengejar strategi FIRE. -53\n\n👉 Tonton Selanjutnya:    • Can You Trust the Early Retirement Movemen...  \n\n⏰ Cap Waktu ⏰\n0:00 - Jebakan Rekening Bank \"Aman\"\n1:14 - Mengapa Kami Menyimpan Uang Tunai untuk 30 Bulan\n2:08 - SGOV vs HYSA: Perhitungan Mendasar\n2:30 - Cara Kerja Grafik \"Gigi Gergaji\"\n4:18 - Keuntungan Pajak Negara Bagian yang Tersembunyi\n6:39 - SGOV vs BIL, USFR, dan SHV\n7:34 - Tangga Likuiditas 48 Jam Kami\n8:17 - Kapan Anda TIDAK Boleh Menggunakan SGOV\n8:47 - Langkah-Langkah Akhir Menuju Pengendalian Keuangan\n\n🎯 TENTANG SALURAN INI:\nKami adalah pasangan pensiunan dini yang meninggalkan pekerjaan kantoran pada usia 53 dan 55 tahun. Kami berbagi angka-angka dunia nyata, jembatan $400 ribu Strategi dan manuver taktis yang kita gunakan untuk melindungi kekayaan kita selama volatilitas global\n\n⚠️ Konten ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset Anda sendiri.", "post_id": "shgctiiT6uU"}}, {"key": "SimplyMelanie", "attributes": {"label": "SimplyMelanie", "x": 557.5064733561401, "y": 651.9413311269096, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.8586, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "shgctiiT6uU", "id": "SimplyMelanie", "source": "youtube-000001", "content": "SGOV vs HYSA: Matematika yang Sering Salah Dipahami\n\nSelama bertahun-tahun, saran standar untuk menyimpan uang tunai adalah menggunakan Rekening Tabungan Berbunga Tinggi (HYSA). Tetapi pada tahun 2026, kami secara resmi memindahkan dana pensiun jangka pendek 30 bulan kami dari bank. Mengapa? Karena sebagian besar orang tanpa sadar membayar \"pajak kenyamanan\" yang menggerogoti kebebasan finansial mereka.\n\nDalam video ini, saya akan menguraikan perhitungan matematis mengapa kami memilih ETF SGOV (iShares 0-3 Month Treasury Bond ETF) daripada rekening bank tradisional. Jika Anda menyimpan uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari, biaya hidup, atau perjalanan, Anda perlu melihat berapa banyak uang yang sebenarnya Anda lewatkan.\n\nApa yang akan kita bahas dalam pembahasan mendalam ini:\n\"Selisih Bunga\" Bank: Bagaimana bank mengambil sebagian dari bunga Anda sebelum Anda menerimanya.\n\nRahasia Pajak Negara Bagian: Mengapa obligasi pemerintah AS seringkali dibebaskan dari pajak penghasilan negara bagian dan lokal, memberi Anda kenaikan gaji \"tersembunyi\" yang besar.\n\n\nSGOV vs. Pasar Lain: Membandingkan SGOV dengan BIL, USFR, dan SHV untuk menemukan \"tempat parkir\" paling stabil untuk uang Anda.\n\nTangga Likuiditas: Bagaimana kita mengakses uang kita dalam 48 hingga 72 jam—tanpa stres.\n\nStrategi 2026: Mengapa rasio biaya 0,09% adalah harga yang murah untuk waktu yang Anda hemat.\n\nBaik Anda memiliki dana darurat atau rekening jembatan multi-tahun, saatnya untuk membuat uang Anda bekerja sekeras Anda.\n\nBeri tahu saya di kolom komentar di bawah: Apakah Anda tim SGOV atau Anda menggunakan sesuatu yang berbeda dan mengapa? Ingat, saya membaca dan menanggapi setiap komentar.\n\nBerlangganan untuk bergabung dengan komunitas kami saat kami berbagi pengalaman praktis yang bermanfaat bersama keluarga Anda sambil mengejar strategi FIRE. -53\n\n👉 Tonton Selanjutnya:    • Can You Trust the Early Retirement Movemen...  \n\n⏰ Cap Waktu ⏰\n0:00 - Jebakan Rekening Bank \"Aman\"\n1:14 - Mengapa Kami Menyimpan Uang Tunai untuk 30 Bulan\n2:08 - SGOV vs HYSA: Perhitungan Mendasar\n2:30 - Cara Kerja Grafik \"Gigi Gergaji\"\n4:18 - Keuntungan Pajak Negara Bagian yang Tersembunyi\n6:39 - SGOV vs BIL, USFR, dan SHV\n7:34 - Tangga Likuiditas 48 Jam Kami\n8:17 - Kapan Anda TIDAK Boleh Menggunakan SGOV\n8:47 - Langkah-Langkah Akhir Menuju Pengendalian Keuangan\n\n🎯 TENTANG SALURAN INI:\nKami adalah pasangan pensiunan dini yang meninggalkan pekerjaan kantoran pada usia 53 dan 55 tahun. Kami berbagi angka-angka dunia nyata, jembatan $400 ribu Strategi dan manuver taktis yang kita gunakan untuk melindungi kekayaan kita selama volatilitas global\n\n⚠️ Konten ini hanya untuk tujuan pendidikan dan hiburan dan bukan merupakan nasihat keuangan. Selalu lakukan riset Anda sendiri.", "post_id": "shgctiiT6uU"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 791.3888944827978, "y": 22.853209885236648, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.356, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P82Fb-eqa_k", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kredit UMKM hingga Semikonduktor: Keputusan Besar Kabinet Modi untuk Dorongan Ekonomi yang D...\n\nKabinet pada hari Rabu menyetujui serangkaian keputusan yang menggabungkan bantuan ekonomi segera dengan ambisi industri jangka panjang, meskipun ketidakpastian global masih berlanjut. Kabinet menyetujui ECLGS 5.0, di mana pemerintah akan turun tangan untuk meringankan tekanan likuiditas bagi bisnis yang terdampak oleh situasi Asia Barat dengan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman modal kerja tambahan yang dijamin pemerintah—hingga 20% untuk peminjam yang sudah ada dan lebih tinggi untuk maskapai penerbangan—yang berpotensi membuka akses kredit lebih dari ₹2,5 lakh crore dengan risiko fiskal yang terbatas. Pada saat yang sama, Kabinet memberikan dorongan signifikan kepada program semikonduktor India dengan menyetujui dua unit baru di Gujarat dengan investasi lebih dari ₹3.900 crore, termasuk fasilitas wafer galium nitrida untuk layar beresolusi tinggi dan mikro-LED serta unit pengemasan, sehingga total proyek di bawah Misi Semikonduktor menjadi 12 dengan investasi kumulatif sekitar ₹1,64 lakh crore. Bersama-sama, langkah-langkah ini menandakan strategi ganda: melindungi bisnis dari guncangan jangka pendek sekaligus mempercepat upaya India untuk membangun ekosistem manufaktur yang tangguh dan bernilai tinggi.\n\n#modi #semikonduktor #beritaindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "P82Fb-eqa_k"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 843.4516539202261, "y": 97.54131536510225, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.8586, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P82Fb-eqa_k", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kredit UMKM hingga Semikonduktor: Keputusan Besar Kabinet Modi untuk Dorongan Ekonomi yang D...\n\nKabinet pada hari Rabu menyetujui serangkaian keputusan yang menggabungkan bantuan ekonomi segera dengan ambisi industri jangka panjang, meskipun ketidakpastian global masih berlanjut. Kabinet menyetujui ECLGS 5.0, di mana pemerintah akan turun tangan untuk meringankan tekanan likuiditas bagi bisnis yang terdampak oleh situasi Asia Barat dengan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman modal kerja tambahan yang dijamin pemerintah—hingga 20% untuk peminjam yang sudah ada dan lebih tinggi untuk maskapai penerbangan—yang berpotensi membuka akses kredit lebih dari ₹2,5 lakh crore dengan risiko fiskal yang terbatas. Pada saat yang sama, Kabinet memberikan dorongan signifikan kepada program semikonduktor India dengan menyetujui dua unit baru di Gujarat dengan investasi lebih dari ₹3.900 crore, termasuk fasilitas wafer galium nitrida untuk layar beresolusi tinggi dan mikro-LED serta unit pengemasan, sehingga total proyek di bawah Misi Semikonduktor menjadi 12 dengan investasi kumulatif sekitar ₹1,64 lakh crore. Bersama-sama, langkah-langkah ini menandakan strategi ganda: melindungi bisnis dari guncangan jangka pendek sekaligus mempercepat upaya India untuk membangun ekosistem manufaktur yang tangguh dan bernilai tinggi.\n\n#modi #semikonduktor #beritaindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "P82Fb-eqa_k"}}], "edges": [{"key": "scofierceyanhar", "source": "scofierceyanhar", "target": "angga_fzn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SimplyMelanie-53", "source": "@SimplyMelanie-53", "target": "SimplyMelanie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}