{"nodes": [{"key": "rlrrlrll_ID", "attributes": {"label": "rlrrlrll_ID", "x": 921.8147098189543, "y": 962.2356533454007, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2048956401540792707", "id": "rlrrlrll_ID", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Paling Lemah di ASEAN, Sejak Pelantikan Presiden Prabowo Turun 10% Lebih\n\nRinggit Malasyia naik 9,38%, Dolar Singapu…", "post_id": "2048956401540792707"}}, {"key": "serujinews", "attributes": {"label": "serujinews", "x": 537.4903463630687, "y": 631.2260337621658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2048956401540792707", "id": "serujinews", "source": "retweet-000002", "content": "Rupiah Paling Lemah di ASEAN, Sejak Pelantikan Presiden Prabowo Turun 10% Lebih\n\nRinggit Malasyia naik 9,38%, Dolar Singapu…", "post_id": "2048956401540792707"}}, {"key": "EIkartelo", "attributes": {"label": "EIkartelo", "x": 229.21647598680795, "y": 713.9576171666952, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051346774414201207", "id": "EIkartelo", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya kalau masyarakat nggak nabung di bank, kemampuan bank utk ngasih kredit ke umkm misalnya menurun,  aktivitas ekonomi melambat, kalau ekonomi gak tumbuh, investor khawatir, dia hedging ke dollar buat jaga2, permintaan dollar naik, ini yg bikin rupiah lemah.", "post_id": "2051346774414201207"}}, {"key": "Krist888", "attributes": {"label": "Krist888", "x": 315.501458111241, "y": 393.8650990022644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051346774414201207", "id": "Krist888", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya kalau masyarakat nggak nabung di bank, kemampuan bank utk ngasih kredit ke umkm misalnya menurun,  aktivitas ekonomi melambat, kalau ekonomi gak tumbuh, investor khawatir, dia hedging ke dollar buat jaga2, permintaan dollar naik, ini yg bikin rupiah lemah.", "post_id": "2051346774414201207"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 563.9731163861501, "y": 43.59403832661746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051346774414201207", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Maksudnya kalau masyarakat nggak nabung di bank, kemampuan bank utk ngasih kredit ke umkm misalnya menurun,  aktivitas ekonomi melambat, kalau ekonomi gak tumbuh, investor khawatir, dia hedging ke dollar buat jaga2, permintaan dollar naik, ini yg bikin rupiah lemah.", "post_id": "2051346774414201207"}}, {"key": "PandaMerahku", "attributes": {"label": "PandaMerahku", "x": 188.54250331442458, "y": 873.6221603474671, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051609908110659750", "id": "PandaMerahku", "source": "tweet-000004", "content": "Mau rupiah kuat, faktanya Indonesia wajib tarik investor sebanyak-banyaknya, genjot terus ekspor, rupiah lemah tuh, karena memang peredaran dollar didalam negeri sedikit, Indonesia tuh masih boros banyak importnya.", "post_id": "2051609908110659750"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 920.5571905125869, "y": 219.43265842081473, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051609908110659750", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Mau rupiah kuat, faktanya Indonesia wajib tarik investor sebanyak-banyaknya, genjot terus ekspor, rupiah lemah tuh, karena memang peredaran dollar didalam negeri sedikit, Indonesia tuh masih boros banyak importnya.", "post_id": "2051609908110659750"}}, {"key": "SeekHustle", "attributes": {"label": "SeekHustle", "x": 626.2222696802704, "y": 727.277115849607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.5593, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051607024677560567", "id": "SeekHustle", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051607024677560567"}}, {"key": "sciencededuksi", "attributes": {"label": "sciencededuksi", "x": 101.58974806602927, "y": 240.72899568614793, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051606334345560135", "id": "sciencededuksi", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051606334345560135"}}, {"key": "spectatorindex", "attributes": {"label": "spectatorindex", "x": 593.3043298543073, "y": 424.266200952794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.2015, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051606334345560135", "id": "spectatorindex", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051606334345560135"}}, {"key": "kucing_barbaar", "attributes": {"label": "kucing_barbaar", "x": 252.6582696088061, "y": 158.7190635046277, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051349019373523273", "id": "kucing_barbaar", "source": "tweet-000004", "content": "Tenang kak, nanti masih ada yg belain, bilangnya semua mata uang dunia emang lagi melemah ko, gara\" selat Hormuz ditutup. Bukan rupiah aja yg lemah", "post_id": "2051349019373523273"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 473.32997605410867, "y": 747.4256221231398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051349019373523273", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Tenang kak, nanti masih ada yg belain, bilangnya semua mata uang dunia emang lagi melemah ko, gara\" selat Hormuz ditutup. Bukan rupiah aja yg lemah", "post_id": "2051349019373523273"}}, {"key": "h_evxn", "attributes": {"label": "h_evxn", "x": 762.4405995883798, "y": 17.256010058104177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051625949171736957", "id": "h_evxn", "source": "tweet-000004", "content": "Hooh kl aku tabungan valas skrg msh prefer sgd krn msh sering keluar2 mana transit mulu di sg jd suka nyuri2 dikit buat jajan. Sama opsi lain JPY sih belakangan lg sering lemah jd buynya murah & kedepannya kemungkinan bakal kepake. Diverse currencies lebih enak sihh", "post_id": "2051625949171736957"}}, {"key": "noochuw", "attributes": {"label": "noochuw", "x": 501.2094520549069, "y": 462.64615038711696, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051625949171736957", "id": "noochuw", "source": "tweet-000004", "content": "Hooh kl aku tabungan valas skrg msh prefer sgd krn msh sering keluar2 mana transit mulu di sg jd suka nyuri2 dikit buat jajan. Sama opsi lain JPY sih belakangan lg sering lemah jd buynya murah & kedepannya kemungkinan bakal kepake. Diverse currencies lebih enak sihh", "post_id": "2051625949171736957"}}, {"key": "doimucenah", "attributes": {"label": "doimucenah", "x": 511.3234894383557, "y": 802.7792873488353, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051572552322203954", "id": "doimucenah", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, semoga sih menguat lagi. Soalnya kalau rupiah terus lemah, efeknya ke inflasi kemana-mana harga naik semua.  \n\nYang paling kerasa pasti kebutuhan sehari-hari, jadi makin berat buat banyak orang.", "post_id": "2051572552322203954"}}, {"key": "qrivasiii", "attributes": {"label": "qrivasiii", "x": 764.6893295802779, "y": 254.97182533808038, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051572552322203954", "id": "qrivasiii", "source": "tweet-000004", "content": "Iya, semoga sih menguat lagi. Soalnya kalau rupiah terus lemah, efeknya ke inflasi kemana-mana harga naik semua.  \n\nYang paling kerasa pasti kebutuhan sehari-hari, jadi makin berat buat banyak orang.", "post_id": "2051572552322203954"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 620.5908705176355, "y": 727.0865004878108, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051600730717581780", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "YA, ini bukan hal aneh di pasar valas. PDB 5,61% mengonfirmasi kekuatan domestik: konsumsi + belanja pemerintah. Tapi pasar valuta lebih sensitif terhadap faktor eksternal USD + geopolitik, dan kekhawatiran fiskal jangka pendek.\n\nSentimen pasar lebih cepat bereaksi ke risiko", "post_id": "2051600730717581780"}}, {"key": "IndrieRahman", "attributes": {"label": "IndrieRahman", "x": 573.6990902756437, "y": 478.23577394174896, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051600730717581780", "id": "IndrieRahman", "source": "tweet-000004", "content": "YA, ini bukan hal aneh di pasar valas. PDB 5,61% mengonfirmasi kekuatan domestik: konsumsi + belanja pemerintah. Tapi pasar valuta lebih sensitif terhadap faktor eksternal USD + geopolitik, dan kekhawatiran fiskal jangka pendek.\n\nSentimen pasar lebih cepat bereaksi ke risiko", "post_id": "2051600730717581780"}}, {"key": "al_fajr68", "attributes": {"label": "al_fajr68", "x": 687.9038354422513, "y": 917.7658468641839, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051309655889252744", "id": "al_fajr68", "source": "tweet-000004", "content": "Tancap gas.. \nBBM Naik\nRupiah lemah\nYang dibahas dirapat apa?? \n\nBahasanya udah kayak cebong bin termul.. \nHidup difasilitasi rakyat,\nGiliran dikritik, rakyatnya disuruh kabur ke yaman. Kuping setipis kondom\n\nHari berputar cepat, \n5thn itu ga lama. \n2029 wajib ditenggelamkan !!", "post_id": "2051309655889252744"}}, {"key": "abu_waras", "attributes": {"label": "abu_waras", "x": 383.49720562084343, "y": 773.7274968604659, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051309655889252744", "id": "abu_waras", "source": "tweet-000004", "content": "Tancap gas.. \nBBM Naik\nRupiah lemah\nYang dibahas dirapat apa?? \n\nBahasanya udah kayak cebong bin termul.. \nHidup difasilitasi rakyat,\nGiliran dikritik, rakyatnya disuruh kabur ke yaman. Kuping setipis kondom\n\nHari berputar cepat, \n5thn itu ga lama. \n2029 wajib ditenggelamkan !!", "post_id": "2051309655889252744"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 132.63876671643771, "y": 603.0466103502293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051664292420956657", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "bro, Indonesia itu net importer, bukan net exporter kayak China. \n\nKita impor BBM, pangan, bahan baku industri. \n\nRupiah lemah = biaya produksi naik = harga barang naik = rakyat yang beli kebutuhan pokok yang nanggung. \n\nAnalogi China ke Indonesia itu salah kaprah total 😄\n\nLo", "post_id": "2051664292420956657"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 649.8201966106957, "y": 30.751041084877695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051664292420956657", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "bro, Indonesia itu net importer, bukan net exporter kayak China. \n\nKita impor BBM, pangan, bahan baku industri. \n\nRupiah lemah = biaya produksi naik = harga barang naik = rakyat yang beli kebutuhan pokok yang nanggung. \n\nAnalogi China ke Indonesia itu salah kaprah total 😄\n\nLo", "post_id": "2051664292420956657"}}, {"key": "bawahproyekmusi", "attributes": {"label": "bawahproyekmusi", "x": 281.3848671604151, "y": 240.04922226002768, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051648974579544174", "id": "bawahproyekmusi", "source": "tweet-000004", "content": "ngga sus:\n- PMI turun pas april, jan-mar ekspansif\n- lebaran di q1 vs q1 tanpa lebaran tahun lalu\n- net exporting country dgn pdb diitung pakai rupiah\n- fiscal ekspansif\n- BI dorong money supply (M0, M1 tinggi)\n- kredit lagi growing\n- efek perang iran lagging\n\nyang parah q2 ntar", "post_id": "2051648974579544174"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 438.2821564929911, "y": 507.89945701746484, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 23.2385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890264290759061349_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Surplus Dagang RI Tembus $3,32 Miliar! Ini “Tameng Dolar” Buat Rupiah & IHSG\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar data ekonomi…\n\nini aliran dolar masuk ke Indonesia. \n1️⃣ Fakta Utama\nIndonesia mencetak:\n💥 Surplus neraca dagang US$ 3,32 miliar (Maret 2026)\n➡️ naik tajam dari bulan sebelumnya\n➡️ jauh di atas ekspektasi pasar\n\nMotor utamanya:\n• ekspor nonmigas\n• komoditas unggulan\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nKarena ini soal arus dolar\n\nSaat surplus terjadi:\n➡️ dolar masuk lebih banyak\n➡️ cadangan devisa kuat\n➡️ tekanan rupiah berkurang\n\n3️⃣ Siapa Penyumbang Utama?\n📈 Sektor unggulan ekspor:\n• Batu bara\n• Logam mulia & emas\n• Besi & baja\n\nMarket utama:\n• China\n• Amerika Serikat\n• India\n\n4️⃣ Tapi Ada Catatan Penting ⚠️\n📉 Sektor migas masih defisit\n➡️ impor energi tinggi\n➡️ tekanan dari harga minyak global\n\nArtinya:\n👉 ekonomi kuat, tapi masih ada “kebocoran”\n\n5️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n➡️ Rupiah lebih stabil\n➡️ risiko asing turun\n➡️ IHSG lebih menarik\n\n6️⃣ Sektor Potensial\n📈 Beneficiary langsung:\n• Komoditas (coal, metal, gold)\n• Export-oriented company\n\n📈 Beneficiary tidak langsung:\n• Consumer goods\n• Farmasi\n\nKenapa?\n➡️ Rupiah stabil = biaya impor terkendali\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Komoditas\nFokus ke:\n• saham ekspor\n• yang belum overbought\n👉 cari entry saat pullback\n\n🗓️ Skenario Konsumer\nMulai cicil:\n• sektor berbasis impor\n👉 karena kurs lebih aman\n\n🗓️ Skenario Defensif\nPantau:\n• harga minyak global\n• defisit migas\n👉 ini bisa ganggu stabilitas\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nSurplus dagang =\n👉 “dolar masuk”\n👉 bukan sekadar angka statistik\n\nDan di market:\n👉 yang menggerakkan harga = flow uang\n\n9️⃣ Kesimpulan\nSurplus $3,32 miliar ini adalah:\n✔️ sinyal fundamental kuat\n✔️ penopang rupiah\n✔️ katalis IHSG jangka pendek\n\nDi tengah gejolak global,\nIndonesia masih punya “senjata”:\n👉 komoditas\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #NeracaDagang #Komoditas #SmartMoney", "post_id": "3890264290759061349_52512310886"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 399.50170747939984, "y": 847.2541512874632, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3888811326063904178_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Kerja kantoran dengan rutinitas kaku, tekanan atasan, dan budaya formal yang monoton, apakah masih jadi impian? Buat banyak Gen Z, jawabannya justru sebaliknya. Paradigma soal “mencari rezeki” sedang bergeser: bukan lagi soal gaji besar atau jabatan tinggi, tapi tentang fleksibilitas, kenyamanan, dan kendali atas hidup sendiri.\n\nFenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Banyak anak muda kini memilih menciptakan jalannya sendiri lewat bisnis. Seperti yang dilakukan Priska Aprilia Putri, founder Makrolicious, yang memulai usaha camilan hanya dengan modal Rp70 ribu. Dari dapur rumah hingga distribusi ke kafe, sekolah, dan rumah sakit, bisnisnya kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.\n\n“Dulu itu saya ingin cari uang tambahan, tapi bingung apa. Terus kepikiran bikin makaroni,” ujar Priska. \n\nKeberanian mengambil risiko, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang jadi kunci. Bahkan, ia memutuskan resign dari pekerjaan formal demi fokus penuh pada bisnis yang memberinya fleksibilitas dan kenyamanan.\n\nBaca selengkapnya di Validnews.id!\n\n \n\n#peluangusaha #bisnisanakmuda #idejualan #caricuan #motivasisukses", "post_id": "3888811326063904178_5593726572"}}, {"key": "makrolicious_", "attributes": {"label": "makrolicious_", "x": 40.29410898487329, "y": 400.8723283578947, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888811326063904178_5593726572", "id": "makrolicious_", "source": "instagram-000001", "content": "Kerja kantoran dengan rutinitas kaku, tekanan atasan, dan budaya formal yang monoton, apakah masih jadi impian? Buat banyak Gen Z, jawabannya justru sebaliknya. Paradigma soal “mencari rezeki” sedang bergeser: bukan lagi soal gaji besar atau jabatan tinggi, tapi tentang fleksibilitas, kenyamanan, dan kendali atas hidup sendiri.\n\nFenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Banyak anak muda kini memilih menciptakan jalannya sendiri lewat bisnis. Seperti yang dilakukan Priska Aprilia Putri, founder Makrolicious, yang memulai usaha camilan hanya dengan modal Rp70 ribu. Dari dapur rumah hingga distribusi ke kafe, sekolah, dan rumah sakit, bisnisnya kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.\n\n“Dulu itu saya ingin cari uang tambahan, tapi bingung apa. Terus kepikiran bikin makaroni,” ujar Priska. \n\nKeberanian mengambil risiko, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang jadi kunci. Bahkan, ia memutuskan resign dari pekerjaan formal demi fokus penuh pada bisnis yang memberinya fleksibilitas dan kenyamanan.\n\nBaca selengkapnya di Validnews.id!\n\n \n\n#peluangusaha #bisnisanakmuda #idejualan #caricuan #motivasisukses", "post_id": "3888811326063904178_5593726572"}}, {"key": "priska.aprillia", "attributes": {"label": "priska.aprillia", "x": 246.48429842679664, "y": 447.0124905223036, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888811326063904178_5593726572", "id": "priska.aprillia", "source": "instagram-000001", "content": "Kerja kantoran dengan rutinitas kaku, tekanan atasan, dan budaya formal yang monoton, apakah masih jadi impian? Buat banyak Gen Z, jawabannya justru sebaliknya. Paradigma soal “mencari rezeki” sedang bergeser: bukan lagi soal gaji besar atau jabatan tinggi, tapi tentang fleksibilitas, kenyamanan, dan kendali atas hidup sendiri.\n\nFenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Banyak anak muda kini memilih menciptakan jalannya sendiri lewat bisnis. Seperti yang dilakukan Priska Aprilia Putri, founder Makrolicious, yang memulai usaha camilan hanya dengan modal Rp70 ribu. Dari dapur rumah hingga distribusi ke kafe, sekolah, dan rumah sakit, bisnisnya kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.\n\n“Dulu itu saya ingin cari uang tambahan, tapi bingung apa. Terus kepikiran bikin makaroni,” ujar Priska. \n\nKeberanian mengambil risiko, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang jadi kunci. Bahkan, ia memutuskan resign dari pekerjaan formal demi fokus penuh pada bisnis yang memberinya fleksibilitas dan kenyamanan.\n\nBaca selengkapnya di Validnews.id!\n\n \n\n#peluangusaha #bisnisanakmuda #idejualan #caricuan #motivasisukses", "post_id": "3888811326063904178_5593726572"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 906.2545485068149, "y": 268.2015333832819, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "cimb.niaga", "x": 927.6935088246673, "y": 90.01396955787632, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "cimb.niaga", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 891.2510406019097, "y": 290.70771499205074, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 898.442304068669, "y": 47.57040082193442, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "lovesuroboyo_", "attributes": {"label": "lovesuroboyo_", "x": 601.7466062357133, "y": 42.799655909460334, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7634794709692566802", "id": "lovesuroboyo_", "source": "tiktok-000001", "content": "Dapatkan hadiah 7JT rupiah dan kaos keren untuk 20 orang pertama yang visit‼️ Panggilan untuk konten kreator, KOL, influencer yang peduli UMKM.  Anda merasakan gak sih, kalo UMKM di Indonesia ini semakin banyak yang berguguran. Penyebabnya ada banyak. Mulai dari kurangnya dukungan promosi untuk pelaku UMKM, Daya saing yang lemah di masyarakat, sampai produk import yang terus membanjiri Indonesia.  Nah, buat anda yang merasa terpanggil hatinya, untuk turut serta menghidupkan dan memajukan per-UMKM-an Indonesia, khususnya di Mojokerto, Jawa Timur. Kami  Produsen sepatu Mojokerto selaku UMKM bidang Persepatuan dengan bangga menyambutnya.  Kami Produsen Sepatu Mojokerto yang beralamat di Jl. Tongkol VII Perumahan Wisma Sooko Indah, Mojokerto mengadakan VIDEO CHALLENGE dengan tema \"UMKM BANGKIT\".  Berikut caranya : 1) Follow tiktok ; 2) Buat video promosi dengan cara VISIT KE LOKASI Produsen Sepatu Mojokerto (periode visit tanggal 4 - 24 Mei 2026); 3) Upload hasil karya ke tiktok menggunakan hashtag #VideoChallengeProdusenSepatuMojokerto dan #UMKMBangkit serta tag akun ; 4) Akun tiktok tidak boleh diprivate; 5) Batas akhir upload video 30 Mei 2026; 6) Pengumuman pemenang : 10 Juni 2026. Juara Pertama : Rp. 3.000.000,- Juara Kedua  : Rp. 2.000.000,- Juara Ketiga : Rp. 1.000.000,- Juara Favorit dengan like terbanyak : Rp. 500.000,-/orang (2 orang) Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat.  Jadi, tunggu apa lagi, mari berpartisipasi untuk memajukan Per-UMKM-an Indonesia.  Source :   #infolomba #lombavideo #lombavisit", "post_id": "7634794709692566802"}}, {"key": "produsensepatumojokerto", "attributes": {"label": "produsensepatumojokerto", "x": 832.3304033234131, "y": 229.59077493914683, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.148, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "7634794709692566802", "id": "produsensepatumojokerto", "source": "tiktok-000001", "content": "Dapatkan hadiah 7JT rupiah dan kaos keren untuk 20 orang pertama yang visit‼️ Panggilan untuk konten kreator, KOL, influencer yang peduli UMKM.  Anda merasakan gak sih, kalo UMKM di Indonesia ini semakin banyak yang berguguran. Penyebabnya ada banyak. Mulai dari kurangnya dukungan promosi untuk pelaku UMKM, Daya saing yang lemah di masyarakat, sampai produk import yang terus membanjiri Indonesia.  Nah, buat anda yang merasa terpanggil hatinya, untuk turut serta menghidupkan dan memajukan per-UMKM-an Indonesia, khususnya di Mojokerto, Jawa Timur. Kami  Produsen sepatu Mojokerto selaku UMKM bidang Persepatuan dengan bangga menyambutnya.  Kami Produsen Sepatu Mojokerto yang beralamat di Jl. Tongkol VII Perumahan Wisma Sooko Indah, Mojokerto mengadakan VIDEO CHALLENGE dengan tema \"UMKM BANGKIT\".  Berikut caranya : 1) Follow tiktok ; 2) Buat video promosi dengan cara VISIT KE LOKASI Produsen Sepatu Mojokerto (periode visit tanggal 4 - 24 Mei 2026); 3) Upload hasil karya ke tiktok menggunakan hashtag #VideoChallengeProdusenSepatuMojokerto dan #UMKMBangkit serta tag akun ; 4) Akun tiktok tidak boleh diprivate; 5) Batas akhir upload video 30 Mei 2026; 6) Pengumuman pemenang : 10 Juni 2026. Juara Pertama : Rp. 3.000.000,- Juara Kedua  : Rp. 2.000.000,- Juara Ketiga : Rp. 1.000.000,- Juara Favorit dengan like terbanyak : Rp. 500.000,-/orang (2 orang) Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat.  Jadi, tunggu apa lagi, mari berpartisipasi untuk memajukan Per-UMKM-an Indonesia.  Source :   #infolomba #lombavideo #lombavisit", "post_id": "7634794709692566802"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 989.1516703046984, "y": 41.49190392378132, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 380.95548972629587, "y": 184.98980283830778, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 605.8591934245891, "y": 606.9800776284753, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 57.29615249143505, "y": 963.4935827106389, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7818, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 735.4322420374955, "y": 161.0988707156047, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7818, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 516.6776988722493, "y": 556.2879089431643, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7818, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "KartuKreditBCA", "x": 971.6157448428529, "y": 680.3980090788618, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7818, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "KartuKreditBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 78.7056811310074, "y": 24.587413385775303, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7818, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "HaloBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 971.7257984105923, "y": 68.20034447464829, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7818, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ceLmN7rAyEA", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Kebut Kebutuhan Valas di myBCA Bisnis\n\nUrusan transaksi valas bisnis kini bisa dikebut dengan myBCA Bisnis. \n\nSelain mata uang yang lengkap, myBCA Bisnis juga dilengkapi berbagai fitur yang mempercepat segala urusan transaksi valas.\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nInstagram:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "ceLmN7rAyEA"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 933.0442241784879, "y": 736.1316790486567, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 675.4229202683221, "y": 630.5074719349187, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 623.3768083802819, "y": 703.9940704942359, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 178.8017401124501, "y": 381.6589142389822, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 869.2413881856611, "y": 821.8820606548667, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 241.39304834200215, "y": 684.4622748077079, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7199, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 179.7336743154455, "y": 279.61468497888075, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 386.87357947424863, "y": 571.4930953419037, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9846, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 91.9076107288267, "y": 57.47415009189283, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9846, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 796.6511263827247, "y": 89.78848400810423, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9846, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 42.212976854877795, "y": 419.6538392842262, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9846, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 751.3286617639868, "y": 627.0045454288111, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9846, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 309.24179369866897, "y": 451.34381263567155, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9846, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "e08uUQwvwYM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Rupiah Melemah & Ancaman PHK: Seberapa Efektif Satgas Mitigasi? | MARKET REVIEW\n\nRupiah melemah, ancaman PHK meningkat, apakah ekonomi Indonesia sedang menuju tekanan yang lebih besar? Market Review kali ini membedah dampak pelemahan rupiah dari masa ke masa sekaligus menguji efektivitas Satgas Mitigasi PHK di tengah perlambatan industri dan gejolak global. Apakah kebijakan ini cukup kuat menahan risiko, atau hanya solusi sementara? Simak analisis tajam dan insight penting untuk membaca arah ekonomi ke depan.\n\n#phk #satgasphk #rupiahmelemah \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "e08uUQwvwYM"}}, {"key": "@DesiSutriani", "attributes": {"label": "@DesiSutriani", "x": 286.61284143751186, "y": 794.0066903338869, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3621, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "8liM2FjV1oo", "id": "@DesiSutriani", "source": "youtube-000001", "content": "ALHAMDULILLAH BUNGA PINJOL TURUN, CEK SLIK SEKRANG, BANYAK HUTANG DI HAPUSKAN\n\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate #fypシ゚viral #fypシ #2026 \n\nFollow juga akun sharing dibawah ini :\nInstagram : https://instagram.com/desi_sutriani?i...\nFacebook pro : https://www.facebook.com/imoetds?mibe...\nFacebook page : https://www.facebook.com/profile.php?...\nTiktok : https://www.tiktok.com/?...\nSnackvideo :  https://s.snackvideo.com/u/\n\ncek SLIK OJK Online : https://idebku.ojk.go.id/Public/HomePage\n\nCara melaporkan DC/Pinjol sebar data :\nkonsumen\nwa OJK : 081157157157\ninfo\naduankonten\nwaspadainvestasi\n\npinjol aman galbay 2026, resiko tidak bayar pinjaman online akibat tidak bayar pinjaman online\npinjol aman galbay 2024, pinjol tidak ada dc, \nResiko pinjol ilegal apakah dc pinjol ilegal datang kerumaH pinjol\npinjol tidak masuk slik ojk pinjol legal tidak masuk slik ojk\npinjol aman cepat cair pinjol ilegal cepat cair dan mudah \nresiko tidak bayar pinjol resiko galbay pinjaman online\nresiko gagal bayar pinjaman online resiko galbay pinjol\nJika tidak bayar pinjol Galbay Paylater Galbay Pinjol\nPinjaman Online GAGAL BAYAR PINJOL CARA CEK BI CHECKING ONLINE\nGAGAL BAYAR PINJOL OJK DC PINJOL DC LAPANGAN PINJOL\nFC PINJOL cara cek slik ojk online cara cek slik ojk mandiri\ncek baca slik ojk pinjol aman di galbay pinjol aman cepat cair KREDIONE, SAMIR PINJAMIN, TIKTOK PAYLATER\nEASYCASH JULO ADAKAMI ADAPUNDI KREDIVO SHOPEE PAYLAYTER SPINJAM UATAS UANGME DANA RUPIAH RUPIAH CEPAT AKULAKU ATOME BANTUSAKU KLIKAMI INDODANA UKU KREDIT PINTAR IVOJI PINJAM DUIT PINJAM YUK pinjol PINJOL 2024 pinjol 2025, cara cek slik ojk, cek idebku ojk, UPDATE PINJOL 2026", "post_id": "8liM2FjV1oo"}}, {"key": "desisutriani", "attributes": {"label": "desisutriani", "x": 461.1970368751, "y": 596.3153625283488, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8liM2FjV1oo", "id": "desisutriani", "source": "youtube-000001", "content": "ALHAMDULILLAH BUNGA PINJOL TURUN, CEK SLIK SEKRANG, BANYAK HUTANG DI HAPUSKAN\n\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate #fypシ゚viral #fypシ #2026 \n\nFollow juga akun sharing dibawah ini :\nInstagram : https://instagram.com/desi_sutriani?i...\nFacebook pro : https://www.facebook.com/imoetds?mibe...\nFacebook page : https://www.facebook.com/profile.php?...\nTiktok : https://www.tiktok.com/?...\nSnackvideo :  https://s.snackvideo.com/u/\n\ncek SLIK OJK Online : https://idebku.ojk.go.id/Public/HomePage\n\nCara melaporkan DC/Pinjol sebar data :\nkonsumen\nwa OJK : 081157157157\ninfo\naduankonten\nwaspadainvestasi\n\npinjol aman galbay 2026, resiko tidak bayar pinjaman online akibat tidak bayar pinjaman online\npinjol aman galbay 2024, pinjol tidak ada dc, \nResiko pinjol ilegal apakah dc pinjol ilegal datang kerumaH pinjol\npinjol tidak masuk slik ojk pinjol legal tidak masuk slik ojk\npinjol aman cepat cair pinjol ilegal cepat cair dan mudah \nresiko tidak bayar pinjol resiko galbay pinjaman online\nresiko gagal bayar pinjaman online resiko galbay pinjol\nJika tidak bayar pinjol Galbay Paylater Galbay Pinjol\nPinjaman Online GAGAL BAYAR PINJOL CARA CEK BI CHECKING ONLINE\nGAGAL BAYAR PINJOL OJK DC PINJOL DC LAPANGAN PINJOL\nFC PINJOL cara cek slik ojk online cara cek slik ojk mandiri\ncek baca slik ojk pinjol aman di galbay pinjol aman cepat cair KREDIONE, SAMIR PINJAMIN, TIKTOK PAYLATER\nEASYCASH JULO ADAKAMI ADAPUNDI KREDIVO SHOPEE PAYLAYTER SPINJAM UATAS UANGME DANA RUPIAH RUPIAH CEPAT AKULAKU ATOME BANTUSAKU KLIKAMI INDODANA UKU KREDIT PINTAR IVOJI PINJAM DUIT PINJAM YUK pinjol PINJOL 2024 pinjol 2025, cara cek slik ojk, cek idebku ojk, UPDATE PINJOL 2026", "post_id": "8liM2FjV1oo"}}, {"key": "desisutri...", "attributes": {"label": "desisutri...", "x": 16.317975773285642, "y": 335.11524727712526, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.041, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8liM2FjV1oo", "id": "desisutri...", "source": "youtube-000001", "content": "ALHAMDULILLAH BUNGA PINJOL TURUN, CEK SLIK SEKRANG, BANYAK HUTANG DI HAPUSKAN\n\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate\n#pinjol #pinjol2026 #pinjolupdate #fypシ゚viral #fypシ #2026 \n\nFollow juga akun sharing dibawah ini :\nInstagram : https://instagram.com/desi_sutriani?i...\nFacebook pro : https://www.facebook.com/imoetds?mibe...\nFacebook page : https://www.facebook.com/profile.php?...\nTiktok : https://www.tiktok.com/?...\nSnackvideo :  https://s.snackvideo.com/u/\n\ncek SLIK OJK Online : https://idebku.ojk.go.id/Public/HomePage\n\nCara melaporkan DC/Pinjol sebar data :\nkonsumen\nwa OJK : 081157157157\ninfo\naduankonten\nwaspadainvestasi\n\npinjol aman galbay 2026, resiko tidak bayar pinjaman online akibat tidak bayar pinjaman online\npinjol aman galbay 2024, pinjol tidak ada dc, \nResiko pinjol ilegal apakah dc pinjol ilegal datang kerumaH pinjol\npinjol tidak masuk slik ojk pinjol legal tidak masuk slik ojk\npinjol aman cepat cair pinjol ilegal cepat cair dan mudah \nresiko tidak bayar pinjol resiko galbay pinjaman online\nresiko gagal bayar pinjaman online resiko galbay pinjol\nJika tidak bayar pinjol Galbay Paylater Galbay Pinjol\nPinjaman Online GAGAL BAYAR PINJOL CARA CEK BI CHECKING ONLINE\nGAGAL BAYAR PINJOL OJK DC PINJOL DC LAPANGAN PINJOL\nFC PINJOL cara cek slik ojk online cara cek slik ojk mandiri\ncek baca slik ojk pinjol aman di galbay pinjol aman cepat cair KREDIONE, SAMIR PINJAMIN, TIKTOK PAYLATER\nEASYCASH JULO ADAKAMI ADAPUNDI KREDIVO SHOPEE PAYLAYTER SPINJAM UATAS UANGME DANA RUPIAH RUPIAH CEPAT AKULAKU ATOME BANTUSAKU KLIKAMI INDODANA UKU KREDIT PINTAR IVOJI PINJAM DUIT PINJAM YUK pinjol PINJOL 2024 pinjol 2025, cara cek slik ojk, cek idebku ojk, UPDATE PINJOL 2026", "post_id": "8liM2FjV1oo"}}], "edges": [{"key": "rlrrlrll_ID", "source": "rlrrlrll_ID", "target": "serujinews", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "rlrrlrll_ID", "source": "rlrrlrll_ID", "target": "serujinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "Krist888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "sciencededuksi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "spectatorindex", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kucing_barbaar", "source": "kucing_barbaar", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "h_evxn", "source": "h_evxn", "target": "noochuw", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "doimucenah", "source": "doimucenah", "target": "qrivasiii", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "IndrieRahman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "al_fajr68", "source": "al_fajr68", "target": "abu_waras", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bawahproyekmusi", "source": "bawahproyekmusi", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "makrolicious_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "priska.aprillia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lovesuroboyo_", "source": "lovesuroboyo_", "target": "produsensepatumojokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lovesuroboyo_", "source": "lovesuroboyo_", "target": "produsensepatumojokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "lovesuroboyo_", "source": "lovesuroboyo_", "target": "produsensepatumojokerto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DesiSutriani", "source": "@DesiSutriani", "target": "desisutriani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DesiSutriani", "source": "@DesiSutriani", "target": "desisutri...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}