{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 870.3595767923096, "y": 149.2449419430819, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051549006170386671", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "kerjatapimiskin", "x": 682.687513764638, "y": 963.8734987599172, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kerjatapimiskin", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 735.6057965171959, "y": 203.94880752350676, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "Serendipityflt_", "x": 508.8705098661752, "y": 216.2433363316365, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051549006170386671", "id": "Serendipityflt_", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 44.85508847291031, "y": 509.7607516569472, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 664.6818760381591, "y": 342.8580624882144, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.5892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "AryoDj", "attributes": {"label": "AryoDj", "x": 218.35712475362934, "y": 638.4070589007338, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051395134680674630", "id": "AryoDj", "source": "tweet-000004", "content": "Sebuah Krisis stabilitas keamanan kawasan (konflik dan perang ) akan menjadikan Krisis energi dan finansial (ekonomi)yg lambat Laun  akan bermuara pada krisis Pangan ! Mau dolar tembus 100 rb asal negara masih mampu ngasih makan rakyat nya aman aman saja. Belajar dari WW 1&2", "post_id": "2051395134680674630"}}, {"key": "Asura0599", "attributes": {"label": "Asura0599", "x": 800.5619019148705, "y": 588.6308966935128, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.5892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051395134680674630", "id": "Asura0599", "source": "tweet-000004", "content": "Sebuah Krisis stabilitas keamanan kawasan (konflik dan perang ) akan menjadikan Krisis energi dan finansial (ekonomi)yg lambat Laun  akan bermuara pada krisis Pangan ! Mau dolar tembus 100 rb asal negara masih mampu ngasih makan rakyat nya aman aman saja. Belajar dari WW 1&2", "post_id": "2051395134680674630"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 614.3074423459673, "y": 123.30861463930265, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.5726, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 5, "degree": 10}, "_id": "3889674303097286055_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global 🌍 dan juga terjadi di banyak negara. Pemerintah akan terus memonitor tanpa reaktif terhadap pergerakan harian 📊\n\nPer 4 Mei 2026, rupiah di level Rp17.367/USD (-0,17%) 💵📉 Bank Indonesia melalui Destry Damayanti menegaskan tekanan sejalan dengan mata uang regional (YTD -3,54%) 🌏\n\nBI terus lakukan stabilisasi lewat intervensi pasar 🏦 dan menjaga daya tarik aset domestik, dengan cadangan devisa tetap kuat di USD148,2 miliar 💪\n\nSumber: Kumparan Bisnis, 4 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #KursRupiah #BankIndonesia #IHSG #MakroEkonomi #PasarKeuangan #mancingsaham", "post_id": "3889674303097286055_52512310886"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 643.4976032404128, "y": 894.2169015155124, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3886446519428294003_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump terkait potensi pecahnya kembali konflik di Iran. Dalam komunikasi langsung via telepon, Kremlin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan, terutama operasi darat, akan menjadi langkah berbahaya yang dapat mengguncang stabilitas global di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.\n\nPeringatan ini muncul setelah keputusan AS mempertahankan blokade di Selat Hormuz usai menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Meski situasi memanas, Putin menilai perpanjangan gencatan senjata tetap penting demi membuka ruang negosiasi. Namun, Trump justru menegaskan fokusnya bukan pada Iran, melainkan mendesak Rusia untuk berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina.\n\nDi dalam negeri AS, tekanan terhadap kebijakan perang semakin meningkat seiring membengkaknya biaya konflik yang telah mencapai sekitar US$25 miliar. Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan, namun pernyataan ini memicu kritik keras dari Kongres terkait efektivitas dan arah strategi militer. Hingga kini, kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3886446519428294003_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 169.86333493267446, "y": 445.6794340063899, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.3323, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3886446519428294003_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump terkait potensi pecahnya kembali konflik di Iran. Dalam komunikasi langsung via telepon, Kremlin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan, terutama operasi darat, akan menjadi langkah berbahaya yang dapat mengguncang stabilitas global di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.\n\nPeringatan ini muncul setelah keputusan AS mempertahankan blokade di Selat Hormuz usai menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Meski situasi memanas, Putin menilai perpanjangan gencatan senjata tetap penting demi membuka ruang negosiasi. Namun, Trump justru menegaskan fokusnya bukan pada Iran, melainkan mendesak Rusia untuk berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina.\n\nDi dalam negeri AS, tekanan terhadap kebijakan perang semakin meningkat seiring membengkaknya biaya konflik yang telah mencapai sekitar US$25 miliar. Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan, namun pernyataan ini memicu kritik keras dari Kongres terkait efektivitas dan arah strategi militer. Hingga kini, kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3886446519428294003_60374608148"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 779.1060477456814, "y": 989.0256171453402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 113.8342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890239770983657612_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,17 persen ke level Rp17.424 per USD pada perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dibayangi oleh eskalasi konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan baru di kawasan Teluk.\n\nSituasi ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan upaya baru untuk membuka jalur bagi kapal tanker dan kapal lain yang terjebak di jalur vital perdagangan energi tersebut.\n\n“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (5/5/2026)\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-tergelincir-ke-rp17424-dibayangi-eskalasi-konflik-timur-tengah\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890239770983657612_3310659452"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "bebasberpolitik.id", "x": 47.66224715142553, "y": 500.67895241827154, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 113.8342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7613633100538514708", "id": "bebasberpolitik.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ancaman konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu ketahanan energi dan rantai logistik nasional. Anggota DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendorong pemerintah memperkuat cadangan energi, menjaga stok BBM dan LPG, serta memastikan distribusi logistik tetap lancar guna mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian dalam negeri. Langkah mitigasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan pasokan bagi masyarakat. 👉🏻 Follow  untuk kabar terbaru dan insight menarik lainnya seputar politik Nasional dan Internasional. #beritanasional #politikindonesia #BreakingNews #ekonomiindonesia #newsupdate", "post_id": "7613633100538514708"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 769.1377364077481, "y": 368.8801047419753, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 0.2603486881829209, "y": 47.73456031852585, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.5892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 173.86628413099768, "y": 70.37799982167236, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 901.073600017579, "y": 565.5169941588242, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.7664, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 924.4843849534992, "y": 981.7235169428164, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1854, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 879.1301165101428, "y": 859.9527152537675, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1854, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 808.8171521319681, "y": 423.4245635339605, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1854, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 569.185591696174, "y": 701.7330414965871, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1854, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 127.26885226570207, "y": 669.7129179710286, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1854, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 550.6032408773242, "y": 177.49414131456354, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 114.19643454088269, "y": 858.3120047582868, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 170.05916171322266, "y": 146.64647874641366, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 761.9380378145805, "y": 131.51367726592534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.9133, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 918.3372802430309, "y": 607.4970781742107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 251.5296036918948, "y": 216.13687764397682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.5892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 849.6093956636196, "y": 812.7418272518439, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SsY2TSSl2VM", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "TERBARU❗ “PROJECT FREEDOM” DONALD TRUMP PICU KETEGANGAN\n\nKetegangan di Selat Hormus kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan operasi “Project Freedom” atau proyek kebebasan.\n\nProgram ini diklaim sebagai misi kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk Persia. Namun, langkah tersebut justru memicu respons keras dari Iran yang menegaskan tidak akan mentolerir kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.\n\nIran bahkan memperingatkan bahwa setiap kapal asing yang memasuki Selat Hormus tanpa koordinasi dapat menjadi target militer. Di sisi lain, Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga stabilitas jalur pelayaran global sekaligus menekan ekonomi Iran melalui blokade.\n\nSejumlah analis menilai operasi ini berpotensi menciptakan deeskalasi jika dikelola dengan baik, namun juga sangat rentan memicu konflik terbuka akibat potensi pelanggaran di lapangan. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa langkah ini bisa menjadi provokasi untuk memancing respons militer Iran dan memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.\n\n#viral #beritaterkini #beritaterbaru #beritahariini #iran #israel #netanyahu #rudalbalistik #selathormuz #perangiran\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Uray Rizki Hidayat\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "SsY2TSSl2VM"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 505.6797936790176, "y": 581.204692503749, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.5892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SsY2TSSl2VM", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "TERBARU❗ “PROJECT FREEDOM” DONALD TRUMP PICU KETEGANGAN\n\nKetegangan di Selat Hormus kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan operasi “Project Freedom” atau proyek kebebasan.\n\nProgram ini diklaim sebagai misi kemanusiaan untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di kawasan Teluk Persia. Namun, langkah tersebut justru memicu respons keras dari Iran yang menegaskan tidak akan mentolerir kehadiran militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.\n\nIran bahkan memperingatkan bahwa setiap kapal asing yang memasuki Selat Hormus tanpa koordinasi dapat menjadi target militer. Di sisi lain, Amerika Serikat menyebut langkah ini sebagai upaya menjaga stabilitas jalur pelayaran global sekaligus menekan ekonomi Iran melalui blokade.\n\nSejumlah analis menilai operasi ini berpotensi menciptakan deeskalasi jika dikelola dengan baik, namun juga sangat rentan memicu konflik terbuka akibat potensi pelanggaran di lapangan. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa langkah ini bisa menjadi provokasi untuk memancing respons militer Iran dan memperluas konflik di kawasan Timur Tengah.\n\n#viral #beritaterkini #beritaterbaru #beritahariini #iran #israel #netanyahu #rudalbalistik #selathormuz #perangiran\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Uray Rizki Hidayat\nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "SsY2TSSl2VM"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 514.7221670544737, "y": 318.5465249504852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 163.2060273856135, "y": 565.1143013013351, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.5892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 203.4478479090712, "y": 461.6310005722345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "AussenMinDe", "x": 800.3841450925346, "y": 777.9044842259993, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "AussenMinDe", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "araghchi", "attributes": {"label": "araghchi", "x": 255.68949909222883, "y": 8.383830459810504, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "araghchi", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 209.31515255121292, "y": 299.3991703050055, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 824.7117685523262, "y": 756.6030727371995, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.7038, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 387.6153448780666, "y": 858.6036652428008, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.0753, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "yhetEKXnI0o", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rivalitas AS–China Memanas, Konflik Merembet ke Energi Global | MILENOMICS\n\nRivalitas antara Amerika Serikat dan China kini semakin meluas ke sektor energi global setelah Beijing secara terbuka menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Washington terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh membeli minyak dari Iran. Langkah ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama terkait kebijakan sanksi sepihak AS yang bertujuan menekan ekspor minyak Iran, sementara China menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki legitimasi internasional dan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan domestiknya. Situasi ini dinilai dapat memperdalam friksi geopolitik serta memengaruhi stabilitas pasar energi dunia, mengingat China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "yhetEKXnI0o"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AryoDj", "source": "AryoDj", "target": "Asura0599", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "source": "bebasberpolitik.id", "target": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "araghchi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}