{"nodes": [{"key": "bawahproyekmusi", "attributes": {"label": "bawahproyekmusi", "x": 685.9741783676485, "y": 440.0725800654279, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051648974579544174", "id": "bawahproyekmusi", "source": "tweet-000004", "content": "ngga sus:\n- PMI turun pas april, jan-mar ekspansif\n- lebaran di q1 vs q1 tanpa lebaran tahun lalu\n- net exporting country dgn pdb diitung pakai rupiah\n- fiscal ekspansif\n- BI dorong money supply (M0, M1 tinggi)\n- kredit lagi growing\n- efek perang iran lagging\n\nyang parah q2 ntar", "post_id": "2051648974579544174"}}, {"key": "SeekHustle", "attributes": {"label": "SeekHustle", "x": 434.19766458964335, "y": 731.5831698673062, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051648974579544174", "id": "SeekHustle", "source": "tweet-000004", "content": "ngga sus:\n- PMI turun pas april, jan-mar ekspansif\n- lebaran di q1 vs q1 tanpa lebaran tahun lalu\n- net exporting country dgn pdb diitung pakai rupiah\n- fiscal ekspansif\n- BI dorong money supply (M0, M1 tinggi)\n- kredit lagi growing\n- efek perang iran lagging\n\nyang parah q2 ntar", "post_id": "2051648974579544174"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 544.6258388659919, "y": 480.0948925145391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 89.1346543961603, "y": 328.2983711320042, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "sholah01035817", "attributes": {"label": "sholah01035817", "x": 455.436478749712, "y": 619.1577200316137, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051639766287098144", "id": "sholah01035817", "source": "tweet-000004", "content": "Omon2 doang.....prabowo sekutunya amerika dan Israel ...Rupiah melemah, prabowo malah senang menari nari....amerika klau negara lain jatuh senangnya luar biasa", "post_id": "2051639766287098144"}}, {"key": "Boediantar4", "attributes": {"label": "Boediantar4", "x": 672.9564984116207, "y": 226.78850290203945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051639766287098144", "id": "Boediantar4", "source": "tweet-000004", "content": "Omon2 doang.....prabowo sekutunya amerika dan Israel ...Rupiah melemah, prabowo malah senang menari nari....amerika klau negara lain jatuh senangnya luar biasa", "post_id": "2051639766287098144"}}, {"key": "AryoDj", "attributes": {"label": "AryoDj", "x": 320.36852264322647, "y": 220.1861560563455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051395134680674630", "id": "AryoDj", "source": "tweet-000004", "content": "Sebuah Krisis stabilitas keamanan kawasan (konflik dan perang ) akan menjadikan Krisis energi dan finansial (ekonomi)yg lambat Laun  akan bermuara pada krisis Pangan ! Mau dolar tembus 100 rb asal negara masih mampu ngasih makan rakyat nya aman aman saja. Belajar dari WW 1&2", "post_id": "2051395134680674630"}}, {"key": "Asura0599", "attributes": {"label": "Asura0599", "x": 404.84394820996386, "y": 647.6613495735565, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051395134680674630", "id": "Asura0599", "source": "tweet-000004", "content": "Sebuah Krisis stabilitas keamanan kawasan (konflik dan perang ) akan menjadikan Krisis energi dan finansial (ekonomi)yg lambat Laun  akan bermuara pada krisis Pangan ! Mau dolar tembus 100 rb asal negara masih mampu ngasih makan rakyat nya aman aman saja. Belajar dari WW 1&2", "post_id": "2051395134680674630"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 538.3306348739785, "y": 83.80908460926517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 171.5567, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3890239770983657612_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,17 persen ke level Rp17.424 per USD pada perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nPengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dibayangi oleh eskalasi konflik Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran melancarkan serangan baru di kawasan Teluk.\n\nSituasi ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan upaya baru untuk membuka jalur bagi kapal tanker dan kapal lain yang terjebak di jalur vital perdagangan energi tersebut.\n\n“Kenaikan ketegangan tersebut secara efektif menghancurkan gencatan senjata yang rapuh dan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (5/5/2026)\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-tergelincir-ke-rp17424-dibayangi-eskalasi-konflik-timur-tengah\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890239770983657612_3310659452"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 994.2309949866337, "y": 217.63291729843203, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3886446519428294003_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump terkait potensi pecahnya kembali konflik di Iran. Dalam komunikasi langsung via telepon, Kremlin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan, terutama operasi darat, akan menjadi langkah berbahaya yang dapat mengguncang stabilitas global di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.\n\nPeringatan ini muncul setelah keputusan AS mempertahankan blokade di Selat Hormuz usai menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Meski situasi memanas, Putin menilai perpanjangan gencatan senjata tetap penting demi membuka ruang negosiasi. Namun, Trump justru menegaskan fokusnya bukan pada Iran, melainkan mendesak Rusia untuk berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina.\n\nDi dalam negeri AS, tekanan terhadap kebijakan perang semakin meningkat seiring membengkaknya biaya konflik yang telah mencapai sekitar US$25 miliar. Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan, namun pernyataan ini memicu kritik keras dari Kongres terkait efektivitas dan arah strategi militer. Hingga kini, kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3886446519428294003_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 795.8081724471764, "y": 276.37071677794046, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8219, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3886446519428294003_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Vladimir Putin melontarkan peringatan keras kepada Donald Trump terkait potensi pecahnya kembali konflik di Iran. Dalam komunikasi langsung via telepon, Kremlin menegaskan bahwa dimulainya kembali permusuhan, terutama operasi darat, akan menjadi langkah berbahaya yang dapat mengguncang stabilitas global di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.\n\nPeringatan ini muncul setelah keputusan AS mempertahankan blokade di Selat Hormuz usai menolak proposal Iran untuk membuka kembali jalur tersebut. Meski situasi memanas, Putin menilai perpanjangan gencatan senjata tetap penting demi membuka ruang negosiasi. Namun, Trump justru menegaskan fokusnya bukan pada Iran, melainkan mendesak Rusia untuk berperan dalam mengakhiri konflik di Ukraina.\n\nDi dalam negeri AS, tekanan terhadap kebijakan perang semakin meningkat seiring membengkaknya biaya konflik yang telah mencapai sekitar US$25 miliar. Pete Hegseth mengklaim fasilitas nuklir Iran telah dihancurkan, namun pernyataan ini memicu kritik keras dari Kongres terkait efektivitas dan arah strategi militer. Hingga kini, kebuntuan diplomatik antara AS dan Iran masih berlanjut, dengan kedua pihak tetap bersikeras pada posisi masing-masing.\n\nFollow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3886446519428294003_60374608148"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 905.9786012472044, "y": 838.3605384344472, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1915, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890125522068587718_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Rupiah Jebol Rp 17.400/USD! Alarm Bahaya atau Peluang Emas di IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pelemahan kurs…\nini shock global yang langsung ngaruh ke portofolio. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nRupiah resmi tembus:\n💥 Rp 17.403/USD (intraday)\n➡️ terlemah sepanjang sejarah\n➡️ lebih parah dari penutupan sebelumnya\n\n2️⃣ Kenapa Bisa Jebol?\nAkar masalahnya bukan domestik.\n👉 ini global fear\n\nTrigger utama:\n• konflik Timur Tengah memanas\n• investor cari “safe haven”\n• dolar AS diborong\n\nHasilnya:\n➡️ Dolar naik\n➡️ Emerging market (termasuk Rupiah) ditekan\n\n3️⃣ Kenapa Ini Penting Buat Saham?\nKurs = langsung kena ke laba perusahaan\n\nKarena:\n• biaya impor naik\n• utang dolar membengkak\n• margin tertekan\n\nTapi…\n➡️ tidak semua sektor rugi\n\n4️⃣ Sektor yang Kena Tekanan ⚠️\n📉 Import-based industry\n• Farmasi\n• Consumer goods\n• Manufaktur\n\nKenapa?\n➡️ bahan baku dolar\n➡️ biaya naik drastis\n\n5️⃣ Sektor yang Diuntungkan 📈\n🔥 Export-based\n• Batu bara\n• Emas\n• Migas\n• Pulp & paper\n\nLogic-nya sederhana:\n➡️ jual pakai USD\n➡️ biaya pakai Rupiah\n= margin naik otomatis\n\n6️⃣ Insight Penting\nIni bukan soal “market turun”\n\nIni soal:\n👉 rotasi sektor\n\nUang tidak keluar…\n➡️ tapi pindah\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Defensif\nHindari:\n• utang dolar besar\n• ketergantungan impor tinggi\n\n🗓️ Skenario Rotasi\nFokus ke:\n• eksportir\n• komoditas\n👉 riding strength USD\n\n🗓️ Skenario Aman\nKalau market terlalu liar:\n➡️ cash is position\nJangan dipaksa trading\n\n8️⃣ Kesimpulan\nRupiah di 17.400 itu bukan angka biasa.\nIni sinyal:\n➡️ global risk lagi tinggi\n➡️ arus dana lagi shifting\n\nDi kondisi seperti ini:\nYang kalah = yang salah sektor\nYang menang = yang ikut arus\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #USD #MakroEkonomi #Komoditas", "post_id": "3890125522068587718_52512310886"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 793.2136414721828, "y": 141.00884911090583, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 596.3261343911055, "y": 944.6224812072079, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "bebasberpolitik.id", "x": 668.6886143402675, "y": 707.1337605564958, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.7334, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7613633100538514708", "id": "bebasberpolitik.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Ancaman konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi mengganggu ketahanan energi dan rantai logistik nasional. Anggota DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendorong pemerintah memperkuat cadangan energi, menjaga stok BBM dan LPG, serta memastikan distribusi logistik tetap lancar guna mengantisipasi dampak krisis global terhadap perekonomian dalam negeri. Langkah mitigasi dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan mencegah kelangkaan pasokan bagi masyarakat. 👉🏻 Follow  untuk kabar terbaru dan insight menarik lainnya seputar politik Nasional dan Internasional. #beritanasional #politikindonesia #BreakingNews #ekonomiindonesia #newsupdate", "post_id": "7613633100538514708"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 804.5077797974327, "y": 978.5211448355279, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 383.07403788416707, "y": 301.8403893245687, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "irhamshlaw", "attributes": {"label": "irhamshlaw", "x": 55.888991113743124, "y": 592.3270872944075, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "irhamshlaw", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 404.1748180318299, "y": 598.252757546371, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 340.84271485236314, "y": 246.23147262838674, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 103.40707790644565, "y": 696.9414853167192, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 299.31234576896816, "y": 467.2748254981951, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4731, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 841.5546210094896, "y": 237.89332640511716, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4437, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 294.3148619320285, "y": 696.9843487408281, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4437, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 441.0136269393563, "y": 491.79472202846506, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4437, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 146.6810860953679, "y": 789.4633404375209, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4437, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 948.0505727494486, "y": 31.13804240674134, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4437, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 347.36154094856886, "y": 215.46645809842613, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 361.6363537527257, "y": 595.0632332615478, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xp-cDaPKnLQ", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[Full] Iran Tembak Rudal ke Kapal AS, Eskalasi di Hormuz Memanas, Begini Kata Pakar - SAPA MALAM\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz. \n\nNamun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.\n\nSehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.\n\nPakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.\n\nMenurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.\n\n“Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis,” ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Anton, eskalasi juga berkaitan dengan kebijakan “Project Freedom” yang dijalankan Amerika Serikat di Selat Hormuz.\n\n“Bagi saya, ini punya potensi. Karena ketika kita bicara Project Freedom, itu jelas tindakan provokasi. Artinya Amerika mencoba menguji apakah Iran benar-benar akan mengganggu Selat Hormuz atau tidak,” ujar Anton.\n\nPernyataan keras Presiden Donald Trump yang memberikan ultimatum juga dinilai memperbesar potensi eskalasi konflik.\n\nSementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.\n\nMenurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.\n\n“Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas,” kata Angel.\n\nIa menambahkan, strategi Iran cenderung menyasar sekutu Amerika Serikat ketika tidak berhadapan langsung, sehingga konflik berpotensi melebar ke berbagai pihak.\n\nSelain itu, Angel juga menyoroti pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur vital perdagangan minyak dunia. \n\nGangguan di kawasan ini berisiko besar terhadap stabilitas pasokan energi global.\n\nPengamat menilai, jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan di Timur Tengah, tetapi juga secara global, termasuk lonjakan harga energi dan terganggunya rantai pasok internasional.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan \ninformasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#hormuz #iran #as \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "xp-cDaPKnLQ"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 479.858725331653, "y": 967.4318089075564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "AussenMinDe", "x": 220.40114709715496, "y": 417.03027622017663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.866, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "AussenMinDe", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "araghchi", "attributes": {"label": "araghchi", "x": 894.3911061293836, "y": 910.9402611371167, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.866, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "araghchi", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 520.5569493020486, "y": 813.578880562292, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.866, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 58.656757589150565, "y": 269.6152496618338, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.866, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "meRxC9IDbnk", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Usai Ditinggal Trump, Jerman langsung Dirangkul Iran, Abbas Araghchi Telpon Menlu Johann Wadephul\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nIran tak membuang waktu membaca perubahan arah geopolitik global. Setelah kebijakan Donald Trump yang menarik ribuan personel militer Amerika Serikat dari Bavaria, Iran segera bergerak cepat mendekati Jerman, membuka babak baru dalam dinamika hubungan internasional.\n\nLangkah ini ditandai dengan komunikasi intensif di level tertinggi diplomasi. Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, melakukan pembicaraan langsung dengan mitranya dari Jerman, Johann Wadephul dalam percakapan telepon pada Minggu 3 Mei. \n\nDiskusi tersebut menyoroti perkembangan regional dan internasional yang semakin memanas, sekaligus membuka ruang dialog baru antara kedua negara.\n\nDalam percakapan itu, Araghchi memaparkan secara rinci posisi, pandangan, serta inisiatif diplomatik terbaru Teheran. \n\nIa menegaskan bahwa Iran tengah aktif mendorong berbagai upaya untuk mengakhiri konflik yang disebutnya sebagai perang agresif yang dipaksakan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.\n\nMenurut laporan Klub Jurnalis Muda (YJC), Iran juga menekankan pentingnya jalur diplomasi sebagai solusi utama, di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. \n\nTeheran berusaha meyakinkan Berlin bahwa stabilitas regional hanya bisa dicapai melalui dialog, bukan eskalasi militer.\n\nDi sisi lain, langkah Iran merangkul Jerman dinilai sebagai strategi cerdas untuk memanfaatkan celah yang muncul setelah berkurangnya kehadiran militer Amerika di Eropa. \n\nJerman, sebagai kekuatan ekonomi terbesar di Eropa, dipandang memiliki peran kunci dalam membentuk keseimbangan baru, baik di kawasan Eropa maupun Timur Tengah.\n\nPendekatan ini sekaligus menunjukkan perubahan taktik Iran: dari konfrontasi terbuka menuju diplomasi aktif yang lebih terukur. \n\nDengan menggandeng Jerman, Iran tampaknya ingin memperluas dukungan internasional sekaligus meredakan tekanan global yang selama ini membayangi.\n\nKini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana respons Berlin terhadap uluran tangan Teheran. \n\nApakah Jerman akan mengambil peran lebih besar dalam meredakan konflik, atau justru tetap berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan sekutu lamanya di Barat? Yang jelas, langkah cepat Iran ini menandai babak baru dalam peta kekuatan global yang terus berubah.\n\nSumber Video \nX/\nX/\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "meRxC9IDbnk"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 435.17782687615136, "y": 530.9035249575445, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 8.761862495700989, "y": 959.9098557655798, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8807, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 14.581256129585496, "y": 377.5974911961606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8807, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 640.2047364319808, "y": 465.524012119502, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.8807, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "vYYQg9qEscY", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Belum Selesai! Konflik Iran-AS di Selat Hormuz Masuk Babak Baru, Dunia Terancam | POV | 05/05\n\nKetika perang dinyatakan \"berakhir\", dunia berharap stabilitas. Namun, pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal berakhirnya konflik dengan Iran justru memunculkan tanda tanya besar.\n\nFakta di lapangan menunjukkan situasi yang belum benar-benar aman. Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global, masih diblokade, sementara Iran tetap dalam kondisi siaga penuh. Ketegangan geopolitik pun belum mereda, bahkan memicu kekhawatiran baru di tingkat global.\n\nApakah ini benar-benar akhir dari konflik? Atau hanya transisi menuju fase baru yang lebih senyap, namun berpotensi lebih berbahaya?\n\nSimak Point of View (POV) Sindonews terkait situasi terkini Perang Iran vs AS. Eksklusif hanya di YouTube SINDOnews.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#DonaldTrump #Iran #KonflikASIran #SelatHormuz #PerangIran #TimurTengah #KrisisEnergi #PointofView #POV #Sindonews #BeritaTerkini #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "vYYQg9qEscY"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 172.699997638737, "y": 336.18098317454405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 610.4185861418782, "y": 201.49729377889315, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 567.8147708508726, "y": 401.0527041492701, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "yhetEKXnI0o", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rivalitas AS–China Memanas, Konflik Merembet ke Energi Global | MILENOMICS\n\nRivalitas antara Amerika Serikat dan China kini semakin meluas ke sektor energi global setelah Beijing secara terbuka menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Washington terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh membeli minyak dari Iran. Langkah ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama terkait kebijakan sanksi sepihak AS yang bertujuan menekan ekspor minyak Iran, sementara China menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki legitimasi internasional dan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan domestiknya. Situasi ini dinilai dapat memperdalam friksi geopolitik serta memengaruhi stabilitas pasar energi dunia, mengingat China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "yhetEKXnI0o"}}, {"key": "@bncphl", "attributes": {"label": "@bncphl", "x": 717.8087735107401, "y": 746.2568283635168, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9101, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "aVYrUt_j6lg", "id": "@bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Bisnis 360 dengan Apa Ongpin | 4 Mei 2026\n\nBergabunglah dengan “Business 360” bersama Apa Ongpin. Kami mengupas kekuatan-kekuatan yang membentuk lanskap bisnis saat ini, mulai dari pergeseran pasar hingga tren global, memberikan Anda konteks yang jelas dan wawasan yang lebih dalam untuk membantu Anda memahami apa yang sebenarnya mendorong angka-angka tersebut, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\n• Meralco melaporkan pendapatan yang sedikit lebih tinggi pada kuartal pertama, naik 2%. Pertumbuhan marginal menandakan stabilitas tetapi menimbulkan pertanyaan tentang dampak terhadap konsumen.\n\n• Saham lokal menguat menjelang pekan data ekonomi utama. Indeks Bursa Efek Filipina melonjak lebih dari 1% dipimpin oleh kenaikan di sektor TIK, jasa, dan nama-nama indeks aktif lainnya.\n\n• Pasar listrik kembali ke harga normal. Sekarang tibalah ujiannya: dapatkah pasar menyerap guncangan bahan bakar tanpa perubahan harga yang tajam? Komisi Regulasi Energi bergabung dengan kami.\n\n• Manufaktur Filipina menyusut pada bulan April karena ketegangan di Timur Tengah mengganggu pengiriman dan permintaan. Guncangan eksternal mengungkap kerentanan di industri lokal.\n\n• Komite Kehakiman DPR secara bulat menyetujui laporannya yang merekomendasikan pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte. Langkah menentukan yang membuka jalan bagi pertarungan politik yang sengit.\n\n🕥 16.00, Senin - Jumat\n📺 TV Gratis Saluran 31, Cignal Saluran 31 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #business360 #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin yang sah akan berujung pada tindakan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.", "post_id": "aVYrUt_j6lg"}}, {"key": "bncphl", "attributes": {"label": "bncphl", "x": 90.38959484830633, "y": 778.4115385125818, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.7337, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "aVYrUt_j6lg", "id": "bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Bisnis 360 dengan Apa Ongpin | 4 Mei 2026\n\nBergabunglah dengan “Business 360” bersama Apa Ongpin. Kami mengupas kekuatan-kekuatan yang membentuk lanskap bisnis saat ini, mulai dari pergeseran pasar hingga tren global, memberikan Anda konteks yang jelas dan wawasan yang lebih dalam untuk membantu Anda memahami apa yang sebenarnya mendorong angka-angka tersebut, hanya di Bilyonaryo News Channel.\n\n• Meralco melaporkan pendapatan yang sedikit lebih tinggi pada kuartal pertama, naik 2%. Pertumbuhan marginal menandakan stabilitas tetapi menimbulkan pertanyaan tentang dampak terhadap konsumen.\n\n• Saham lokal menguat menjelang pekan data ekonomi utama. Indeks Bursa Efek Filipina melonjak lebih dari 1% dipimpin oleh kenaikan di sektor TIK, jasa, dan nama-nama indeks aktif lainnya.\n\n• Pasar listrik kembali ke harga normal. Sekarang tibalah ujiannya: dapatkah pasar menyerap guncangan bahan bakar tanpa perubahan harga yang tajam? Komisi Regulasi Energi bergabung dengan kami.\n\n• Manufaktur Filipina menyusut pada bulan April karena ketegangan di Timur Tengah mengganggu pengiriman dan permintaan. Guncangan eksternal mengungkap kerentanan di industri lokal.\n\n• Komite Kehakiman DPR secara bulat menyetujui laporannya yang merekomendasikan pemakzulan Wakil Presiden Sara Duterte. Langkah menentukan yang membuka jalan bagi pertarungan politik yang sengit.\n\n🕥 16.00, Senin - Jumat\n📺 TV Gratis Saluran 31, Cignal Saluran 31 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #business360 #latestnews\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin yang sah akan berujung pada tindakan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.", "post_id": "aVYrUt_j6lg"}}], "edges": [{"key": "bawahproyekmusi", "source": "bawahproyekmusi", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sholah01035817", "source": "sholah01035817", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AryoDj", "source": "AryoDj", "target": "Asura0599", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bebasberpolitik.id", "source": "bebasberpolitik.id", "target": "bebasberpolitik.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "irhamshlaw", "source": "irhamshlaw", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "AussenMinDe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "araghchi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@bncphl", "source": "@bncphl", "target": "bncphl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}