{"nodes": [{"key": "Sega_seth", "attributes": {"label": "Sega_seth", "x": 821.9816004395404, "y": 665.2912194694032, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051597420979736609", "id": "Sega_seth", "source": "tweet-000004", "content": "Dollar lompat,  ihsg nyungsep, outlook negatif bukti investor asing ga percaya laporan pertumbuhan ekonomi indonesia , \nTerbaru prabowo sebut 8% , dasko bilang danantara mau akuisisi ,saham goto langsung ke gocap , anomali saat ada berita akuisisi harga sahan biasany terbang", "post_id": "2051597420979736609"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 943.8636433489157, "y": 483.7610857563407, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051597420979736609", "id": "99propaganda", "source": "tweet-000004", "content": "Dollar lompat,  ihsg nyungsep, outlook negatif bukti investor asing ga percaya laporan pertumbuhan ekonomi indonesia , \nTerbaru prabowo sebut 8% , dasko bilang danantara mau akuisisi ,saham goto langsung ke gocap , anomali saat ada berita akuisisi harga sahan biasany terbang", "post_id": "2051597420979736609"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 169.03281763001598, "y": 597.9069614595205, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 657.2858098151978, "y": 750.8905747976123, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 834.1332948865398, "y": 375.24182921297756, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 851.7286053708701, "y": 411.6422009426693, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 438.16087785495637, "y": 49.69667292526736, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 658.2128206825204, "y": 547.7322452610902, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 57.4597, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 232.40564782743044, "y": 699.3910951881526, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 158.9618580900415, "y": 366.77281019727207, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "LP8QgI1P3D4", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pertumbuhan Ekonomi Lampaui Target  | KMP\n\nGarudaTV - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyambut positif capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year).\n\nCapaian tersebut melampaui target pemerintah sebesar 5,5 persen, sekaligus lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal IV 2025 yang tercatat 5,39 persen.\n\nBerdasarkan rilis Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut menunjukkan kinerja yang solid di tengah kondisi global yang masih penuh ketidakpastian.\n\nMenkeu menilai capaian ini mencerminkan ketahanan ekonomi domestik yang masih kuat, meskipun dunia menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik, fluktuasi harga energi, serta pelemahan permintaan global.\n\nPemerintah menekankan pentingnya menjaga permintaan domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi masyarakat dan aktivitas investasi menjadi faktor kunci dalam menjaga momentum tersebut.\n\nSelain itu, pemerintah juga tetap memperhatikan stabilitas ekonomi makro, termasuk inflasi, nilai tukar, dan daya beli masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.\n\nDengan capaian awal tahun yang positif, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 dapat tercapai, meski tantangan global masih akan terus berlangsung.\n\n#ekonomiindonesia  #apbn2026  #purbayayudhisadewa  #BPS #ekonomi   #ekonominasional  #FiskalIndonesia #garudatv   #laporan8  #kabinetmerahputih \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "LP8QgI1P3D4"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 521.8804643956202, "y": 658.3241518270432, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 168.7709653131031, "y": 430.0936355949181, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 57.4597, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 309.28245179449044, "y": 322.3597574760229, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 621.8886931031655, "y": 523.1522568410934, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 984.4026893704295, "y": 440.4783414891038, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 194.4670530274306, "y": 924.991625790071, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 558.5259896924672, "y": 916.5777336947855, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 40.3226, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 969.7496258053164, "y": 594.4680897505897, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 74.5968, "eigenvector": 55.5556, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}], "edges": [{"key": "Sega_seth", "source": "Sega_seth", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}