{"nodes": [{"key": "strike653811", "attributes": {"label": "strike653811", "x": 261.4770182808209, "y": 945.7920356805026, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051179788409413811", "id": "strike653811", "source": "retweet-000002", "content": "DARI LAUT KE BANK, TENGGELAMKAN KREDIT MACET ATAU KEBIJAKAN?\n\nDunia perbankan kita emang lagi lucu-lucunya. Bayangin, kursi Ko…", "post_id": "2051179788409413811"}}, {"key": "tijabar", "attributes": {"label": "tijabar", "x": 641.616549195587, "y": 790.5188203943031, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 96.1214, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051179788409413811", "id": "tijabar", "source": "retweet-000002", "content": "DARI LAUT KE BANK, TENGGELAMKAN KREDIT MACET ATAU KEBIJAKAN?\n\nDunia perbankan kita emang lagi lucu-lucunya. Bayangin, kursi Ko…", "post_id": "2051179788409413811"}}, {"key": "apaadanya75", "attributes": {"label": "apaadanya75", "x": 23.672966041708765, "y": 665.0388353414679, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051498344573489436", "id": "apaadanya75", "source": "tweet-000004", "content": "Perlu dicatat, kebijakan ini tidak mengintervensi keputusan kredit bank. OJK memastikan semua tetap berbasis manajemen risiko. Jadi narasi seolah-olah bank dipaksa itu tidak sesuai fakta. Tetap kritis menyaring informasi. #LanjutkanMBG", "post_id": "2051498344573489436"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 570.4328314162955, "y": 410.4238113971033, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 124.7892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051498344573489436", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Perlu dicatat, kebijakan ini tidak mengintervensi keputusan kredit bank. OJK memastikan semua tetap berbasis manajemen risiko. Jadi narasi seolah-olah bank dipaksa itu tidak sesuai fakta. Tetap kritis menyaring informasi. #LanjutkanMBG", "post_id": "2051498344573489436"}}, {"key": "HariPur78285120", "attributes": {"label": "HariPur78285120", "x": 149.16222604106233, "y": 695.9587230741316, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051359865327820911", "id": "HariPur78285120", "source": "tweet-000004", "content": "Untuk restitusi PPN karena eksport (batubara, CPO, dan sejenis), bukan krn sdh bayar PPN lebih, tp krn ekspornya dapat PPN tarif 0% shg kredit PPN saat dia membeli, dibalikin/ restitusi. Ini kebijakan untuk mndorong agar pengusaha ekspor. Krn PPN adalah pajak konsumsi dalam negri", "post_id": "2051359865327820911"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 51.207391633294684, "y": 38.59361469664346, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 124.7892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051359865327820911", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Untuk restitusi PPN karena eksport (batubara, CPO, dan sejenis), bukan krn sdh bayar PPN lebih, tp krn ekspornya dapat PPN tarif 0% shg kredit PPN saat dia membeli, dibalikin/ restitusi. Ini kebijakan untuk mndorong agar pengusaha ekspor. Krn PPN adalah pajak konsumsi dalam negri", "post_id": "2051359865327820911"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 66.4173869746293, "y": 637.5142714070084, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZIMxW0pXlVw", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan Keuangan Bank Ghana: Inflasi, Cadangan Emas & Debat Tekanan Fiskal\n\n#BankOfGhana #Inflasi #EkonomiGhana #KebijakanMonetari #CadanganEmas #KebijakanFiskal #DiskusiEkonomi\nDalam diskusi mendalam ini, para ahli menguraikan kondisi keuangan Bank Ghana saat ini dan apa artinya bagi pengendalian inflasi, kebijakan moneter, dan disiplin fiskal. Percakapan ini mengeksplorasi apakah suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya memerangi inflasi, dan bagaimana keputusan fiskal memengaruhi kemampuan bank sentral untuk menstabilkan perekonomian.\n\nTopik utama meliputi peran operasi pasar terbuka, tantangan ekspansi kredit di lingkungan berisiko tinggi, dan mengapa pemotongan suku bunga tidak selalu diterjemahkan menjadi peningkatan pinjaman.\nPanel ini juga meneliti program emas untuk cadangan Ghana—bagaimana cara kerjanya, mengapa program ini dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian, dan apakah kelanjutannya dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas moneter. Debat ini lebih lanjut menyoroti kekhawatiran tentang akumulasi cadangan, target cakupan impor, dan keberlanjutan jangka panjang dari pilihan kebijakan saat ini.\n\nTerakhir, diskusi ini mengangkat pertanyaan-pertanyaan penting tentang koordinasi antara otoritas fiskal dan bank sentral, dan apakah strategi ekonomi Ghana saat ini cukup untuk menutup kesenjangan keuangan yang ada.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\n\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nWebsite: channelonenewsonline.com", "post_id": "ZIMxW0pXlVw"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 312.80202720438245, "y": 954.0642583598909, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 124.7892, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZIMxW0pXlVw", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan Keuangan Bank Ghana: Inflasi, Cadangan Emas & Debat Tekanan Fiskal\n\n#BankOfGhana #Inflasi #EkonomiGhana #KebijakanMonetari #CadanganEmas #KebijakanFiskal #DiskusiEkonomi\nDalam diskusi mendalam ini, para ahli menguraikan kondisi keuangan Bank Ghana saat ini dan apa artinya bagi pengendalian inflasi, kebijakan moneter, dan disiplin fiskal. Percakapan ini mengeksplorasi apakah suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya memerangi inflasi, dan bagaimana keputusan fiskal memengaruhi kemampuan bank sentral untuk menstabilkan perekonomian.\n\nTopik utama meliputi peran operasi pasar terbuka, tantangan ekspansi kredit di lingkungan berisiko tinggi, dan mengapa pemotongan suku bunga tidak selalu diterjemahkan menjadi peningkatan pinjaman.\nPanel ini juga meneliti program emas untuk cadangan Ghana—bagaimana cara kerjanya, mengapa program ini dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian, dan apakah kelanjutannya dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas moneter. Debat ini lebih lanjut menyoroti kekhawatiran tentang akumulasi cadangan, target cakupan impor, dan keberlanjutan jangka panjang dari pilihan kebijakan saat ini.\n\nTerakhir, diskusi ini mengangkat pertanyaan-pertanyaan penting tentang koordinasi antara otoritas fiskal dan bank sentral, dan apakah strategi ekonomi Ghana saat ini cukup untuk menutup kesenjangan keuangan yang ada.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\n\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nWebsite: channelonenewsonline.com", "post_id": "ZIMxW0pXlVw"}}, {"key": "@NickColasandJessicaRabe", "attributes": {"label": "@NickColasandJessicaRabe", "x": 131.50517092473524, "y": 95.08008469001594, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 67.4536, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "AOguCRJBdEQ", "id": "@NickColasandJessicaRabe", "source": "youtube-000001", "content": "Nasdaq Masih Secara Menakutkan Mengikuti Tren Kenaikan Harga Saham di Era 1990-an\n\nIndeks Nasdaq Comp mengikuti pola pergerakannya di pertengahan hingga akhir tahun 1990-an, dengan reli yang didorong oleh AI saat ini mencerminkan pasar bullish yang dipimpin oleh internet sebelumnya baik dalam besaran maupun arahnya. Meskipun guncangan makro (saat itu: Krisis Keuangan Asia, sekarang: konflik AS-Iran) telah menciptakan volatilitas serupa, sejarah menunjukkan bahwa guncangan geopolitik pada akhirnya akan menemukan penyelesaian. Kesimpulan yang lebih besar adalah bahwa pasar bullish teknologi jangka panjang yang didorong oleh inovasi disruptif cenderung berlangsung lebih lama daripada yang diharapkan investor dan keluar terlalu cepat seringkali berarti kehilangan keuntungan yang besar.\n\nSilakan tekan tombol suka dan berlangganan serta bagikan video ini jika Anda merasa bermanfaat!\n\nDaftar untuk uji coba gratis 2 minggu (tanpa kartu kredit) untuk buletin pasar harian kami di sini: datatrekresearch.com\n\nTwitter:  \nBluesky:  \n\nMerchandise DataTrek: https://datatrekresearch.com/shop\n\nPengungkapan: DataTrek Research, LLC (“DataTrek”) menyediakan materi, data, dan informasi (secara kolektif disebut “Informasi DataTrek”) yang terdapat dalam video ini (“video”) kepada pemirsanya hanya untuk tujuan informasi. Informasi DataTrek tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat pajak, hukum, atau investasi, dan bukan merupakan saran, ajakan, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas. DataTrek percaya bahwa Informasi DataTrek dapat diandalkan, tetapi tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. DataTrek tidak berkewajiban untuk memperbarui informasi tersebut. Pemirsa harus membaca dengan saksama Ketentuan Layanan, Kebijakan Privasi, dan Perjanjian Berlangganan DataTrek, termasuk dokumentasi yang menyertainya, karena dokumen-dokumen tersebut berisi informasi dan pengungkapan penting tentang produk atau layanan yang tercakup di dalamnya. Dokumen-dokumen ini tersedia di https://datatrekresearch.com/subscrip..., https://datatrekresearch.com/terms-of..., dan https://datatrekresearch.com/privacy-.... Informasi DataTrek dapat berubah sewaktu-waktu. DataTrek tidak bertanggung jawab atas informasi atau layanan pihak ketiga, termasuk data pasar dari bursa efek mana pun.", "post_id": "AOguCRJBdEQ"}}, {"key": "datatrekmb", "attributes": {"label": "datatrekmb", "x": 857.2343552334241, "y": 332.21922040802565, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.1214, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AOguCRJBdEQ", "id": "datatrekmb", "source": "youtube-000001", "content": "Nasdaq Masih Secara Menakutkan Mengikuti Tren Kenaikan Harga Saham di Era 1990-an\n\nIndeks Nasdaq Comp mengikuti pola pergerakannya di pertengahan hingga akhir tahun 1990-an, dengan reli yang didorong oleh AI saat ini mencerminkan pasar bullish yang dipimpin oleh internet sebelumnya baik dalam besaran maupun arahnya. Meskipun guncangan makro (saat itu: Krisis Keuangan Asia, sekarang: konflik AS-Iran) telah menciptakan volatilitas serupa, sejarah menunjukkan bahwa guncangan geopolitik pada akhirnya akan menemukan penyelesaian. Kesimpulan yang lebih besar adalah bahwa pasar bullish teknologi jangka panjang yang didorong oleh inovasi disruptif cenderung berlangsung lebih lama daripada yang diharapkan investor dan keluar terlalu cepat seringkali berarti kehilangan keuntungan yang besar.\n\nSilakan tekan tombol suka dan berlangganan serta bagikan video ini jika Anda merasa bermanfaat!\n\nDaftar untuk uji coba gratis 2 minggu (tanpa kartu kredit) untuk buletin pasar harian kami di sini: datatrekresearch.com\n\nTwitter:  \nBluesky:  \n\nMerchandise DataTrek: https://datatrekresearch.com/shop\n\nPengungkapan: DataTrek Research, LLC (“DataTrek”) menyediakan materi, data, dan informasi (secara kolektif disebut “Informasi DataTrek”) yang terdapat dalam video ini (“video”) kepada pemirsanya hanya untuk tujuan informasi. Informasi DataTrek tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat pajak, hukum, atau investasi, dan bukan merupakan saran, ajakan, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas. DataTrek percaya bahwa Informasi DataTrek dapat diandalkan, tetapi tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. DataTrek tidak berkewajiban untuk memperbarui informasi tersebut. Pemirsa harus membaca dengan saksama Ketentuan Layanan, Kebijakan Privasi, dan Perjanjian Berlangganan DataTrek, termasuk dokumentasi yang menyertainya, karena dokumen-dokumen tersebut berisi informasi dan pengungkapan penting tentang produk atau layanan yang tercakup di dalamnya. Dokumen-dokumen ini tersedia di https://datatrekresearch.com/subscrip..., https://datatrekresearch.com/terms-of..., dan https://datatrekresearch.com/privacy-.... Informasi DataTrek dapat berubah sewaktu-waktu. DataTrek tidak bertanggung jawab atas informasi atau layanan pihak ketiga, termasuk data pasar dari bursa efek mana pun.", "post_id": "AOguCRJBdEQ"}}, {"key": "datatrekresearch.bsky.social", "attributes": {"label": "datatrekresearch.bsky.social", "x": 776.3883119225653, "y": 970.8337348323635, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.1214, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "AOguCRJBdEQ", "id": "datatrekresearch.bsky.social", "source": "youtube-000001", "content": "Nasdaq Masih Secara Menakutkan Mengikuti Tren Kenaikan Harga Saham di Era 1990-an\n\nIndeks Nasdaq Comp mengikuti pola pergerakannya di pertengahan hingga akhir tahun 1990-an, dengan reli yang didorong oleh AI saat ini mencerminkan pasar bullish yang dipimpin oleh internet sebelumnya baik dalam besaran maupun arahnya. Meskipun guncangan makro (saat itu: Krisis Keuangan Asia, sekarang: konflik AS-Iran) telah menciptakan volatilitas serupa, sejarah menunjukkan bahwa guncangan geopolitik pada akhirnya akan menemukan penyelesaian. Kesimpulan yang lebih besar adalah bahwa pasar bullish teknologi jangka panjang yang didorong oleh inovasi disruptif cenderung berlangsung lebih lama daripada yang diharapkan investor dan keluar terlalu cepat seringkali berarti kehilangan keuntungan yang besar.\n\nSilakan tekan tombol suka dan berlangganan serta bagikan video ini jika Anda merasa bermanfaat!\n\nDaftar untuk uji coba gratis 2 minggu (tanpa kartu kredit) untuk buletin pasar harian kami di sini: datatrekresearch.com\n\nTwitter:  \nBluesky:  \n\nMerchandise DataTrek: https://datatrekresearch.com/shop\n\nPengungkapan: DataTrek Research, LLC (“DataTrek”) menyediakan materi, data, dan informasi (secara kolektif disebut “Informasi DataTrek”) yang terdapat dalam video ini (“video”) kepada pemirsanya hanya untuk tujuan informasi. Informasi DataTrek tidak dimaksudkan untuk memberikan nasihat pajak, hukum, atau investasi, dan bukan merupakan saran, ajakan, atau penawaran untuk membeli atau menjual sekuritas. DataTrek percaya bahwa Informasi DataTrek dapat diandalkan, tetapi tidak menjamin kelengkapan atau keakuratannya. DataTrek tidak berkewajiban untuk memperbarui informasi tersebut. Pemirsa harus membaca dengan saksama Ketentuan Layanan, Kebijakan Privasi, dan Perjanjian Berlangganan DataTrek, termasuk dokumentasi yang menyertainya, karena dokumen-dokumen tersebut berisi informasi dan pengungkapan penting tentang produk atau layanan yang tercakup di dalamnya. Dokumen-dokumen ini tersedia di https://datatrekresearch.com/subscrip..., https://datatrekresearch.com/terms-of..., dan https://datatrekresearch.com/privacy-.... Informasi DataTrek dapat berubah sewaktu-waktu. DataTrek tidak bertanggung jawab atas informasi atau layanan pihak ketiga, termasuk data pasar dari bursa efek mana pun.", "post_id": "AOguCRJBdEQ"}}], "edges": [{"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "strike653811", "source": "strike653811", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "apaadanya75", "source": "apaadanya75", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HariPur78285120", "source": "HariPur78285120", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NickColasandJessicaRabe", "source": "@NickColasandJessicaRabe", "target": "datatrekmb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NickColasandJessicaRabe", "source": "@NickColasandJessicaRabe", "target": "datatrekresearch.bsky.social", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}