{"nodes": [{"key": "QueenaleshaShop", "attributes": {"label": "QueenaleshaShop", "x": 821.3944878650257, "y": 899.7300685326746, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "QueenaleshaShop", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "cukhurukuque", "x": 765.4209853992019, "y": 912.3457642712245, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.7357, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051570881860927620", "id": "cukhurukuque", "source": "retweet-000002", "content": "Kenapa Rupiah Punya Nilai?\nRupiah itu cuma kertas yang dicetak Bank Indonesia. Enggak ada emas atau perak yang menjamin n…", "post_id": "2051570881860927620"}}, {"key": "wisnudinarko", "attributes": {"label": "wisnudinarko", "x": 942.6345573629759, "y": 285.50118367534503, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051638688229269840", "id": "wisnudinarko", "source": "tweet-000004", "content": "Jika arah benar, tahun berapa Utang Indonesia lunas? Bisakah Utang Indonesia akhir tahun ini  1000 rupiah saja dibandingkan utang tahun lalu?", "post_id": "2051638688229269840"}}, {"key": "G3nX_files", "attributes": {"label": "G3nX_files", "x": 915.1158738812555, "y": 254.1246984975597, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7357, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051638688229269840", "id": "G3nX_files", "source": "tweet-000004", "content": "Jika arah benar, tahun berapa Utang Indonesia lunas? Bisakah Utang Indonesia akhir tahun ini  1000 rupiah saja dibandingkan utang tahun lalu?", "post_id": "2051638688229269840"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 893.6282765010857, "y": 207.2819371247987, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.5078, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051638688229269840", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Jika arah benar, tahun berapa Utang Indonesia lunas? Bisakah Utang Indonesia akhir tahun ini  1000 rupiah saja dibandingkan utang tahun lalu?", "post_id": "2051638688229269840"}}, {"key": "Rahmah0845", "attributes": {"label": "Rahmah0845", "x": 559.6914939872945, "y": 51.00462162918995, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051266770485526793", "id": "Rahmah0845", "source": "tweet-000004", "content": "Selama tidak ada perbaikan dengan kebijakan fiskal, rupiah akan terus melemah", "post_id": "2051266770485526793"}}, {"key": "kumparan", "attributes": {"label": "kumparan", "x": 367.3525760244416, "y": 756.1378815672875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7357, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051266770485526793", "id": "kumparan", "source": "tweet-000004", "content": "Selama tidak ada perbaikan dengan kebijakan fiskal, rupiah akan terus melemah", "post_id": "2051266770485526793"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 261.43911459089884, "y": 480.74830350541686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051437267680637345", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Loe kentut  ! akibat situasi geopolitik global semua mata uang dunia berfluktuasi.. beberapa negara di Asia mata uangnya melemah.. tapi melemahnya rupiah masih dibawah bath Thailand  !", "post_id": "2051437267680637345"}}, {"key": "Jumianto_RK", "attributes": {"label": "Jumianto_RK", "x": 549.9183010224464, "y": 820.2646640147618, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051437267680637345", "id": "Jumianto_RK", "source": "tweet-000004", "content": "Loe kentut  ! akibat situasi geopolitik global semua mata uang dunia berfluktuasi.. beberapa negara di Asia mata uangnya melemah.. tapi melemahnya rupiah masih dibawah bath Thailand  !", "post_id": "2051437267680637345"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 475.2596406911934, "y": 143.9749111911619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 5, "degree": 5}, "_id": "2051296257310630224", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Jika Rupiah tembus Rp20.000 per USD, dampak utamanya:\n\n- Inflasi naik tajam karena barang impor (bahan pangan, elektronik, suku cadang) jadi mahal.\n- Cicilan utang luar negeri pemerintah & swasta membengkak.\n- Capital outflow berpotensi meningkat, tekan rupiah lebih dalam.", "post_id": "2051296257310630224"}}, {"key": "crypt_cappy", "attributes": {"label": "crypt_cappy", "x": 404.94428284183806, "y": 523.6507426838953, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.204, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051296257310630224", "id": "crypt_cappy", "source": "tweet-000004", "content": "Jika Rupiah tembus Rp20.000 per USD, dampak utamanya:\n\n- Inflasi naik tajam karena barang impor (bahan pangan, elektronik, suku cadang) jadi mahal.\n- Cicilan utang luar negeri pemerintah & swasta membengkak.\n- Capital outflow berpotensi meningkat, tekan rupiah lebih dalam.", "post_id": "2051296257310630224"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 673.8944266347137, "y": 976.067900574546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.204, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051643109180641443", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) saat ini aktif intervensi stabilkan rupiah lewat triple intervention: NDF offshore, transaksi spot & DNDF domestik, plus pembelian SBN di pasar sekunder. BI komitmen terus hadir di pasar agar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan geopolitik global.", "post_id": "2051643109180641443"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 452.7590993936613, "y": 831.874972178758, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.204, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051643109180641443", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) saat ini aktif intervensi stabilkan rupiah lewat triple intervention: NDF offshore, transaksi spot & DNDF domestik, plus pembelian SBN di pasar sekunder. BI komitmen terus hadir di pasar agar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan geopolitik global.", "post_id": "2051643109180641443"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "attributes": {"label": "ndah_345yw1n", "x": 575.8591285370576, "y": 635.5255315453968, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "ndah_345yw1n", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "bgkiting", "attributes": {"label": "bgkiting", "x": 340.558148609726, "y": 92.67975406362893, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051548453696913615", "id": "bgkiting", "source": "tweet-000004", "content": "Dulu suka nyemilin Mie Fajar, Mie Selera Rakyat, klo Mie Fajar yg ada kecap & saos harga seribu, klo yg hanya bumbu & bubuk cabe harga 500 rupiah 😅\nKlo anak emas, dulu di jaman aku harga 250 rupiah, trus naik ke 500 rupiah & hilang gak ada di kotaku lagi 🥹", "post_id": "2051548453696913615"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 327.09518002948033, "y": 75.51982198990149, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.204, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 58.29570602444123, "y": 40.61581269412784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.204, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "bangsayangsehat", "attributes": {"label": "bangsayangsehat", "x": 66.43161130323672, "y": 269.5050981569951, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051714737432605161", "id": "bangsayangsehat", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi sekarang bukan semata soal fiskal. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang tetap positif, dan cadangan devisa yang memadai, justru menunjukkan fondasi ekonomi masih kuat. Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi dinamika global, bukan karena kebijakan domestik semata.", "post_id": "2051714737432605161"}}, {"key": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "SarjanaEksu", "x": 795.5206686498174, "y": 749.3404032225127, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051714737432605161", "id": "SarjanaEksu", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi sekarang bukan semata soal fiskal. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang tetap positif, dan cadangan devisa yang memadai, justru menunjukkan fondasi ekonomi masih kuat. Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi dinamika global, bukan karena kebijakan domestik semata.", "post_id": "2051714737432605161"}}, {"key": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "PaltiHutabarat", "x": 379.8105865385001, "y": 783.6458773914616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7357, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051582236194185666", "id": "PaltiHutabarat", "source": "tweet-000004", "content": "Percuma BI intervensi kalo akar permasalahannya ada di kebijakan fiskal. Kurs Rupiah tergantung pada kepercayaan investor. Investor melihat Indonesia high risk utk menanamkan modal, maka pada tarik duit keluar. Mending investasi di negara yg lebih stabil mata uangnya.", "post_id": "2051582236194185666"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 646.547740168463, "y": 519.2899205017599, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "2051591006311879157", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "MBG harus dilanjutkan sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591006311879157"}}, {"key": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "tamrintomagola", "x": 775.9778438375654, "y": 188.7777912144759, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591006311879157", "id": "tamrintomagola", "source": "tweet-000004", "content": "MBG harus dilanjutkan sebagai pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591006311879157"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 971.5673812792312, "y": 898.261349812663, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051591201061761137", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Cukupkan 10 rb fiktif sbg pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591201061761137"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 14.425472672687345, "y": 519.5297582767225, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051592940091482522", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "Saatnya menghancurkan WNI kelas menengah ke atas demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051592940091482522"}}, {"key": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "virdianaurellio", "x": 326.93143811170734, "y": 680.9881954002888, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593253460586888", "id": "virdianaurellio", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "AirinDatangLagi", "x": 144.67352864815686, "y": 368.6241687656474, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593253460586888", "id": "AirinDatangLagi", "source": "tweet-000004", "content": "APBN harus dikuras biar Indonesia krisis demi melancarkan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051593253460586888"}}, {"key": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "Gunawan75_", "x": 980.0367365756689, "y": 428.63209486723133, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051591385732784412", "id": "Gunawan75_", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat sama celotehan mu yg penting misi komunis  berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051591385732784412"}}, {"key": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "secr3thm4nz56", "x": 545.6051737365831, "y": 742.1136124191852, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051779685676392742", "id": "secr3thm4nz56", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja untuk menghancurkan WNI kelas menengah ke atas demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee", "post_id": "2051779685676392742"}}, {"key": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "SeriDianawati", "x": 336.30628727432463, "y": 756.6498729851868, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051593450433503561", "id": "SeriDianawati", "source": "tweet-000004", "content": "WNI harus dibungkam demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan menghancurkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051593450433503561"}}, {"key": "bucinimimida", "attributes": {"label": "bucinimimida", "x": 315.0845772944127, "y": 903.4970451634339, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051532661232193990", "id": "bucinimimida", "source": "tweet-000004", "content": "realistis aja harusnya sekarang, melihat rupiah melemah, melihat hutang negara, defisit anggaran. belum lagi inflasi yg cukup signifikan. KATA GW STOP MBG DULU! fokus dulu ke kebijakan fiskal, fokus dulu ke-menangani inflasi, ga semua masalah solusinya MBG ya pak", "post_id": "2051532661232193990"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 438.5606684554969, "y": 847.1654713902967, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589813191709041", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Ya semuanya dilakukan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, sekarang saatnya membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051589813191709041"}}, {"key": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "ArjayaDirja", "x": 374.33077605081434, "y": 721.030998672124, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051590766439678120", "id": "ArjayaDirja", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat dikatain penghianat, yg penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee, skrg dilanjutkan membangkrutkan WNI menengah keatas", "post_id": "2051590766439678120"}}, {"key": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "DivHumas_Polri", "x": 18.866193906009077, "y": 989.1529348477227, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.6905, "eigenvector": 83.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051590127391305805", "id": "DivHumas_Polri", "source": "tweet-000004", "content": "Saya pemain medsos dan saya suka beliau karena mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah /tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan, sekarang akan membangkrutkan WNI menengah ke atas", "post_id": "2051590127391305805"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 688.3431404301682, "y": 34.857619224125116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5868, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 4, "degree": 8}, "_id": "3890125522068587718_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Rupiah Jebol Rp 17.400/USD! Alarm Bahaya atau Peluang Emas di IHSG?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar pelemahan kurs…\nini shock global yang langsung ngaruh ke portofolio. 👇\n\n1️⃣ Fakta Utama\nRupiah resmi tembus:\n💥 Rp 17.403/USD (intraday)\n➡️ terlemah sepanjang sejarah\n➡️ lebih parah dari penutupan sebelumnya\n\n2️⃣ Kenapa Bisa Jebol?\nAkar masalahnya bukan domestik.\n👉 ini global fear\n\nTrigger utama:\n• konflik Timur Tengah memanas\n• investor cari “safe haven”\n• dolar AS diborong\n\nHasilnya:\n➡️ Dolar naik\n➡️ Emerging market (termasuk Rupiah) ditekan\n\n3️⃣ Kenapa Ini Penting Buat Saham?\nKurs = langsung kena ke laba perusahaan\n\nKarena:\n• biaya impor naik\n• utang dolar membengkak\n• margin tertekan\n\nTapi…\n➡️ tidak semua sektor rugi\n\n4️⃣ Sektor yang Kena Tekanan ⚠️\n📉 Import-based industry\n• Farmasi\n• Consumer goods\n• Manufaktur\n\nKenapa?\n➡️ bahan baku dolar\n➡️ biaya naik drastis\n\n5️⃣ Sektor yang Diuntungkan 📈\n🔥 Export-based\n• Batu bara\n• Emas\n• Migas\n• Pulp & paper\n\nLogic-nya sederhana:\n➡️ jual pakai USD\n➡️ biaya pakai Rupiah\n= margin naik otomatis\n\n6️⃣ Insight Penting\nIni bukan soal “market turun”\n\nIni soal:\n👉 rotasi sektor\n\nUang tidak keluar…\n➡️ tapi pindah\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Defensif\nHindari:\n• utang dolar besar\n• ketergantungan impor tinggi\n\n🗓️ Skenario Rotasi\nFokus ke:\n• eksportir\n• komoditas\n👉 riding strength USD\n\n🗓️ Skenario Aman\nKalau market terlalu liar:\n➡️ cash is position\nJangan dipaksa trading\n\n8️⃣ Kesimpulan\nRupiah di 17.400 itu bukan angka biasa.\nIni sinyal:\n➡️ global risk lagi tinggi\n➡️ arus dana lagi shifting\n\nDi kondisi seperti ini:\nYang kalah = yang salah sektor\nYang menang = yang ikut arus\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #USD #MakroEkonomi #Komoditas", "post_id": "3890125522068587718_52512310886"}}, {"key": "heysoerabaya", "attributes": {"label": "heysoerabaya", "x": 328.35528539825486, "y": 712.3728594445159, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 92.3292, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890173575352632569_76827747248", "id": "heysoerabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Misteri kematian Kepala Desa Buncitan akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri setelah melalui penyelidikan dan autopsi.\n\nSejumlah fakta terungkap, mulai dari rekaman CCTV, riwayat pencarian di handphone, hingga dugaan tekanan ekonomi akibat utang ratusan juta rupiah.\n\nMeski sempat menggegerkan warga, polisi menegaskan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.\n\nFollow  buat terus update info seputar Surabaya!\n\n#heysurabaya #heymedia #kepaladesa #buncitan #sidoarjo", "post_id": "3890173575352632569_76827747248"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 219.16805549270268, "y": 868.3946364729753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 9.052584910353655, "y": 297.24539958706976, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "financial_vibes", "attributes": {"label": "financial_vibes", "x": 203.7140037819185, "y": 453.1032440183328, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635536730594004244", "id": "financial_vibes", "source": "tiktok-000001", "content": "Menunggu rencana kebijakan lord kita yaitu king Purbaya ! yang dimana harga nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah di angka 17.300an ini dan kebijakan fiskal lainnya yang membuat ekonomi dalam negeri kembali menguat ! seperti yg disampaikan oleh CEO sucor sekuritas bernard wijaya dan ci rita mengenai ekonomi indonesia ke depan nya dan dampak terhadap IHSG yang nanti nya akan semakin menguat atau malah sebaliknya? nanti tergantung kebijakan fiskal yang nanti akan di ambil oleh pak purbaya !  Sekuritas  #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7635536730594004244"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 365.25938844645657, "y": 204.1733289651577, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.3939, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635536730594004244", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Menunggu rencana kebijakan lord kita yaitu king Purbaya ! yang dimana harga nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah di angka 17.300an ini dan kebijakan fiskal lainnya yang membuat ekonomi dalam negeri kembali menguat ! seperti yg disampaikan oleh CEO sucor sekuritas bernard wijaya dan ci rita mengenai ekonomi indonesia ke depan nya dan dampak terhadap IHSG yang nanti nya akan semakin menguat atau malah sebaliknya? nanti tergantung kebijakan fiskal yang nanti akan di ambil oleh pak purbaya !  Sekuritas  #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7635536730594004244"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 283.18291178999345, "y": 383.84538661340883, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 911.8909495604395, "y": 961.1382693268508, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "irhamshlaw", "attributes": {"label": "irhamshlaw", "x": 126.67961254951376, "y": 753.1591523007863, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "irhamshlaw", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 136.16480083647485, "y": 575.1824291178737, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "idx_channel", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 112.76008049062092, "y": 673.500813919352, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 510.37300198715417, "y": 460.818156564772, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "centralclip.id", "attributes": {"label": "centralclip.id", "x": 759.5167953453206, "y": 749.0464846320796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636059248786558226", "id": "centralclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "IHSG LAGI BERDARAH, SAATNYA EXIT ATAU SEROK BAWAH? 🚨📈 IHSG Berdarah! Dana Rp8 Triliun kabur dari Indonesia cuma dalam seminggu. Pertanyaannya: Apakah ini tanda kiamat buat market kita, atau justru peluang \"diskon gede-gedean\" yang selama ini kita tunggu? Buat kalian yang panik lihat porto merah membara, coba tarik napas dulu. CEO Sucor Sekuritas, Ko Bernardus, baru aja bongkar rahasia di balik kekacauan market minggu ini. Ternyata, ada 3 alasan utama kenapa \"uang panas\" asing pada keluar: Rupiah Keok: Dolar tembus Rp17.300-an bikin investor asing nervous. Mereka takut profit di saham habis kegerus rugi kurs. Defisit Fiskal: Outlook Indonesia turun jadi negatif gara-gara kekhawatiran anggaran negara. Ini yang bikin institusi gede mikir dua kali buat masuk sekarang. Drama Minyak Dunia: Meskipun tensi AS-Iran mulai adem (bahkan Trump kasih lampu hijau Iran ikut Piala Dunia!), tapi harga minyak dunia masih anteng di atas $100. Efeknya? Inflasi membayangi daya beli kita. Lalu, apa strateginya? Jangan cuma jadi penonton! Ko Bernardus bagiin \"Starting Eleven\" saham yang bisa kita pantau: Pemain Belakang (Defensif): $BMRI (Dividen yield-nya gila, mau Cum Date 8 Mei!), $TLKM, dan $EXCL. Cocok buat yang mau tidur nyenyak. Pemain Tengah (Energi): $RAJA, $BUMI, dan $DEWA. Selama harga minyak & batubara masih tinggi, mereka adalah \"mesin uang\" di tengah ketidakpastian. Pemain Depan (Agresif): $HRTA (Laba naik 200%!), $SCMA (Laba naik 100%!), dan $ESA. Ini buat kalian yang berani ambil risiko demi cuan lebar.  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardxgcpk2 #bernaduswijaya17", "post_id": "7636059248786558226"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 836.0951682746214, "y": 726.7075785106698, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 949.8335044402377, "y": 974.2583418916137, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.7357, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 642.1980164787906, "y": 943.9577361281088, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 194.4837701782288, "y": 873.7645039831503, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7C-9yqjmLcg", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 5 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali menunjukkan pergerakan yang menarik dan penuh strategi yang jarang diketahui banyak orang. Di video ini, kami membahas update harga emas terbaru tanggal 5 Mei 2026 di Pegadaian, lengkap mulai dari harga emas 0,5 gram, 1 gram, 2 gram, 5 gram hingga 10 gram dari berbagai brand populer seperti harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS.\n\nYang lebih menarik lagi… selisih harga emas batangan antar brand bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Fakta ini sering diabaikan, padahal sangat penting untuk strategi investasi emas jangka panjang.\n\n⚠️ Wajib tahu sebelum beli emas!\nKarena 90% investor pemula sering salah fokus hanya pada harga emas terkini tanpa memahami pola pasar sebenarnya.\n\n✔️ Kenapa harga emas Antam lebih mahal?\n✔️ Bagaimana pengaruh harga emas dunia dan nilai tukar rupiah dengan dollar\n✔️ Strategi memilih emas terbaik untuk buyback emas lebih untung\n✔️ Perbedaan harga emas perhiasan vs emas batangan\n✔️ Prediksi trend emas: emas naik atau emas turun?\n\nSemua dibahas dengan cara storytelling yang mudah dipahami dan penuh insight.\n\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terbaru, harga emas terkini, update harga emas, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, harga emas 1 gram, harga emas 0.5 gram, harga emas 24 karat, investasi emas, buyback emas, trend emas, prediksi harga emas, emas naik, emas turun, emas anjlok, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\nJangan skip video ini sampai selesai…\nKarena di akhir video ada insight penting yang bisa mengubah cara Anda melihat investasi emas.\n\n👉 Subscribe sekarang untuk update harga emas terbaru setiap hari\n👉 Aktifkan notifikasi agar tidak ketinggalan perubahan harga emas dunia\n\nHarga emas selalu bergerak…\nTapi peluang hanya datang untuk mereka yang paham.\n\nJangan hanya lihat angka…\nPahami strateginya.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "7C-9yqjmLcg"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 653.0903177151703, "y": 333.8057087365005, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 207.1443845415385, "y": 615.932197792714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 25.6218, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}], "edges": [{"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "QueenaleshaShop", "source": "QueenaleshaShop", "target": "cukhurukuque", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "wisnudinarko", "source": "wisnudinarko", "target": "G3nX_files", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "wisnudinarko", "source": "wisnudinarko", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rahmah0845", "source": "Rahmah0845", "target": "kumparan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masdjodi1", "source": "Masdjodi1", "target": "Jumianto_RK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "crypt_cappy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ndah_345yw1n", "source": "ndah_345yw1n", "target": "bgkiting", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangsayangsehat", "source": "bangsayangsehat", "target": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Rahmah0845", "source": "Rahmah0845", "target": "PaltiHutabarat", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tamrintomagola", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "virdianaurellio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AirinDatangLagi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Gunawan75_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SeriDianawati", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bucinimimida", "source": "bucinimimida", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArjayaDirja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "DivHumas_Polri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "heysoerabaya", "source": "heysoerabaya", "target": "heysoerabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financial_vibes", "source": "financial_vibes", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "irhamshlaw", "source": "irhamshlaw", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "centralclip.id", "source": "centralclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}