{"nodes": [{"key": "helmyh2e", "attributes": {"label": "helmyh2e", "x": 76.51780232541228, "y": 33.25969622200442, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5738, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7626315277789072647", "id": "helmyh2e", "source": "tiktok-000001", "content": "Sahabat Bahari, Budidaya ikan yang maju dimulai dari langkah yang tepat yaitu salah satunya perizinan berusaha yang lengkap dan sesuai ketentuan. Bukan sekadar administrasi, tapi wujud tanggung jawab agar usaha berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan memiliki NIB dan memenuhi persyaratan standar, usaha menjadi lebih tertata serta terbuka pada akses pembinaan, permodalan, dan pasar yang lebih luas. Jangan lupa cek dan urus perizinan usaha budidaya ikan kamu ya😉   #2026KKPGrowStronger #SaktiWahyuTrenggono #KKPGOID #PerizinanBudidayaIkan #makintahu728YV", "post_id": "7626315277789072647"}}, {"key": "kkpgoid", "attributes": {"label": "kkpgoid", "x": 459.41189333330146, "y": 587.8793321853615, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 93.4426, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626315277789072647", "id": "kkpgoid", "source": "tiktok-000001", "content": "Sahabat Bahari, Budidaya ikan yang maju dimulai dari langkah yang tepat yaitu salah satunya perizinan berusaha yang lengkap dan sesuai ketentuan. Bukan sekadar administrasi, tapi wujud tanggung jawab agar usaha berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan memiliki NIB dan memenuhi persyaratan standar, usaha menjadi lebih tertata serta terbuka pada akses pembinaan, permodalan, dan pasar yang lebih luas. Jangan lupa cek dan urus perizinan usaha budidaya ikan kamu ya😉   #2026KKPGrowStronger #SaktiWahyuTrenggono #KKPGOID #PerizinanBudidayaIkan #makintahu728YV", "post_id": "7626315277789072647"}}, {"key": "swtrenggono", "attributes": {"label": "swtrenggono", "x": 73.92076125881653, "y": 188.77296987060222, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 93.4426, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7626315277789072647", "id": "swtrenggono", "source": "tiktok-000001", "content": "Sahabat Bahari, Budidaya ikan yang maju dimulai dari langkah yang tepat yaitu salah satunya perizinan berusaha yang lengkap dan sesuai ketentuan. Bukan sekadar administrasi, tapi wujud tanggung jawab agar usaha berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan memiliki NIB dan memenuhi persyaratan standar, usaha menjadi lebih tertata serta terbuka pada akses pembinaan, permodalan, dan pasar yang lebih luas. Jangan lupa cek dan urus perizinan usaha budidaya ikan kamu ya😉   #2026KKPGrowStronger #SaktiWahyuTrenggono #KKPGOID #PerizinanBudidayaIkan #makintahu728YV", "post_id": "7626315277789072647"}}, {"key": "prokopim_bengkalis", "attributes": {"label": "prokopim_bengkalis", "x": 413.91354489407775, "y": 639.7403617768792, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636282290074701076", "id": "prokopim_bengkalis", "source": "tiktok-000001", "content": "Bupati Bengkalis , S. Sos, MMP kan komitmen penuh dalam mendukung Ranperda UMKM sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan. Regulasi ini diyakini menjadi “game changer” yang mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.   Dengan hadirnya payung hukum yang kuat, pelaku UMKM diharapkan mendapatkan akses permodalan, pembinaan, serta dukungan yang lebih terarah demi kemajuan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah dan DPRD pun menjadi kunci dalam mewujudkan Bengkalis yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.", "post_id": "7636282290074701076"}}, {"key": "Kasmarni", "attributes": {"label": "Kasmarni", "x": 837.3596012203703, "y": 817.5044264628737, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 121.3115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636282290074701076", "id": "Kasmarni", "source": "tiktok-000001", "content": "Bupati Bengkalis , S. Sos, MMP kan komitmen penuh dalam mendukung Ranperda UMKM sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi kerakyatan. Regulasi ini diyakini menjadi “game changer” yang mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.   Dengan hadirnya payung hukum yang kuat, pelaku UMKM diharapkan mendapatkan akses permodalan, pembinaan, serta dukungan yang lebih terarah demi kemajuan ekonomi daerah. Sinergi antara pemerintah dan DPRD pun menjadi kunci dalam mewujudkan Bengkalis yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.", "post_id": "7636282290074701076"}}, {"key": "sumsel.media5", "attributes": {"label": "sumsel.media5", "x": 801.7969478745216, "y": 39.67806455839362, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "sumsel.media5", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "cimb.niaga", "x": 871.3777710211742, "y": 992.5939073475206, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 121.3115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7634455521583582484", "id": "cimb.niaga", "source": "tiktok-000001", "content": "CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026 Raih laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun; total kredit/pembiayaan naik 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun; CASA meningkat 12,2% YoY menjadi Rp192,3 triliun SumselMedia.Com, Jakarta- (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, “Kami bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan kami dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.” “Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin. Pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose kami, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka. Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani. Selengkapnya di www.sumselmedia.com   #cimbniaga #kinerja2026 #bank #octopay #sumselmedia", "post_id": "7634455521583582484"}}, {"key": "@modoenergy", "attributes": {"label": "@modoenergy", "x": 272.95816097561266, "y": 805.6119265070874, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P4kunef-3XE", "id": "@modoenergy", "source": "youtube-000001", "content": "Peluang Pasar Berkembang yang Dilewatkan Investor - Ion Ventures\n\nMengembangkan penyimpanan baterai di pasar negara berkembang bukanlah masalah teknologi—melainkan masalah regulasi, penjualan, dan permodalan. Kerangka kerja, struktur penjualan, dan mandat permodalan tidak dibangun untuk penyimpanan, dan celah itulah yang menjadi sumber risiko.\n\nHassen Bali, salah satu pendiri dan direktur di Ion Ventures, bergabung dengan Ed Porter untuk membahas apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengembangkan proyek penyimpanan baterai di berbagai pasar dengan tingkat kematangan yang sangat berbeda, dari Inggris hingga Asia Tenggara.\n\nMereka membahas:\n\nMengapa pengembangan penyimpanan baterai membutuhkan pendekatan yang berbeda dari energi surya atau angin dan mengapa Anda harus menentukan titik akhir komersial sebelum memulai pembangunan, bukan setelahnya.\nBagaimana tingkat konversi proyek di pasar BESS Inggris telah turun dari 30–40% di awal menjadi sekitar 10–15% saat ini, dan bagaimana hal itu memengaruhi manajemen proyek dan komunikasi investor.\nMengapa pasar BESS tahap awal seperti Malaysia dan Filipina masih bergantung pada penjualan bilateral dan apa artinya bagi kelayakan proyek.\n\nMengapa investor yang diatur oleh FCA menghadapi hambatan hukum yang berat untuk pembiayaan proyek di negara-negara dengan peringkat di bawah investasi dan apa artinya bagi siapa yang sebenarnya dapat mendukung proyek BESS tahap awal.\nPandangan kontrarian Hassen: bahwa reformasi urutan merit dan kontrak termal lama adalah pengungkit paling langsung untuk mempercepat transisi energi secara global bahkan jika itu berarti membatalkan perjanjian yang dianggap investor sebagai sesuatu yang tak tergoyahkan.\n\nIngin memodelkan pendapatan BESS di berbagai struktur pasar? Ko, analis AI Modo Energy, dirancang khusus untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Daftar gratis: https://help.modo.energy/en/articles/...\n\nTranskrip tersedia di sini:\n\nBab:\n0:00 Pendahuluan\n0:53 Kesalahan Pemahaman Orang Tentang Pengembangan Proyek Penyimpanan Baterai\n2:41 Alur Pengembangan Proyek BESS: Cara Mengelola Investor dan Tingkat Konversi\n5:58 Mengapa Ion Ventures Berekspansi ke Asia Tenggara\n7:34 Kesiapan Pasar BESS di Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Brunei\n8:32 Mengganti Batu Bara dan Diesel: Seperti Apa Jaringan Listrik Asia Tenggara Saat Ini\n11:35 Tingkat Keberhasilan Proyek BESS di Pasar Berkembang vs Inggris\n12:39 Mengapa Model Pengambilan Bilateral Mendominasi Pasar BESS Tahap Awal\n15:17 Mengapa Kontrak Jangka Panjang Sebenarnya Dapat Membantu Kelayakan Investasi Penyimpanan Baterai\n16:05 Mengapa Risiko Negara dan Klasifikasi OECD Menghambat Modal dari Pasar BESS yang Sedang Berkembang\n21:02 Dapatkah Pasar Berkembang Melompat ke Grid 2.0? Analogi Telekomunikasi Dijelaskan\n22:59 Cara Membangun Peta Jalan Penyimpanan Baterai untuk Jaringan yang Baru Muncul: Pelajaran dari Bangladesh\n30:06 Cara Menghindari Kemacetan Jaringan Saat Meningkatkan Energi Terbarukan di Pasar Berkembang\n32:17 Pandangan Kontrarian: Haruskah Reformasi Urutan Merit Membatalkan Kontrak Termal Warisan?\n\nAnda dapat menonton atau mendengarkan episode baru setiap hari Selasa. Transmission adalah produksi Modo Energy. Pembawa acara Anda adalah Ed Porter - Direktur EMEA & APAC di Modo Energy.\n\nMusik berlisensi melalui Artlist.\n\n📺 Tonton lebih banyak dari Modo Energy:\n→ Kejenuhan Energi Surya & Keruntuhan Jaringan Listrik: Peluang BESS Spanyol - Modo Energy:    • Solar Saturation & Grid Collapse: Spain's ...  \n→ Mengapa Inggris Mematikan Pembangkit Listrik Tenaga Anginnya Sendiri?    • Why Is Britain Turning Off Its Own Wind Fa...  \n\n🔔 Berlangganan untuk analisis pasar energi lainnya: / \n\n🔗 Ikuti Modo Energy:\n→ LinkedIn: linkedin.com/company/modo-energy\n→ Twitter/X: x.com/modoenergy", "post_id": "P4kunef-3XE"}}, {"key": "modoenergy", "attributes": {"label": "modoenergy", "x": 544.4904972121246, "y": 124.91198957133187, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 121.3115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P4kunef-3XE", "id": "modoenergy", "source": "youtube-000001", "content": "Peluang Pasar Berkembang yang Dilewatkan Investor - Ion Ventures\n\nMengembangkan penyimpanan baterai di pasar negara berkembang bukanlah masalah teknologi—melainkan masalah regulasi, penjualan, dan permodalan. Kerangka kerja, struktur penjualan, dan mandat permodalan tidak dibangun untuk penyimpanan, dan celah itulah yang menjadi sumber risiko.\n\nHassen Bali, salah satu pendiri dan direktur di Ion Ventures, bergabung dengan Ed Porter untuk membahas apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk mengembangkan proyek penyimpanan baterai di berbagai pasar dengan tingkat kematangan yang sangat berbeda, dari Inggris hingga Asia Tenggara.\n\nMereka membahas:\n\nMengapa pengembangan penyimpanan baterai membutuhkan pendekatan yang berbeda dari energi surya atau angin dan mengapa Anda harus menentukan titik akhir komersial sebelum memulai pembangunan, bukan setelahnya.\nBagaimana tingkat konversi proyek di pasar BESS Inggris telah turun dari 30–40% di awal menjadi sekitar 10–15% saat ini, dan bagaimana hal itu memengaruhi manajemen proyek dan komunikasi investor.\nMengapa pasar BESS tahap awal seperti Malaysia dan Filipina masih bergantung pada penjualan bilateral dan apa artinya bagi kelayakan proyek.\n\nMengapa investor yang diatur oleh FCA menghadapi hambatan hukum yang berat untuk pembiayaan proyek di negara-negara dengan peringkat di bawah investasi dan apa artinya bagi siapa yang sebenarnya dapat mendukung proyek BESS tahap awal.\nPandangan kontrarian Hassen: bahwa reformasi urutan merit dan kontrak termal lama adalah pengungkit paling langsung untuk mempercepat transisi energi secara global bahkan jika itu berarti membatalkan perjanjian yang dianggap investor sebagai sesuatu yang tak tergoyahkan.\n\nIngin memodelkan pendapatan BESS di berbagai struktur pasar? Ko, analis AI Modo Energy, dirancang khusus untuk pertanyaan-pertanyaan ini. Daftar gratis: https://help.modo.energy/en/articles/...\n\nTranskrip tersedia di sini:\n\nBab:\n0:00 Pendahuluan\n0:53 Kesalahan Pemahaman Orang Tentang Pengembangan Proyek Penyimpanan Baterai\n2:41 Alur Pengembangan Proyek BESS: Cara Mengelola Investor dan Tingkat Konversi\n5:58 Mengapa Ion Ventures Berekspansi ke Asia Tenggara\n7:34 Kesiapan Pasar BESS di Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Brunei\n8:32 Mengganti Batu Bara dan Diesel: Seperti Apa Jaringan Listrik Asia Tenggara Saat Ini\n11:35 Tingkat Keberhasilan Proyek BESS di Pasar Berkembang vs Inggris\n12:39 Mengapa Model Pengambilan Bilateral Mendominasi Pasar BESS Tahap Awal\n15:17 Mengapa Kontrak Jangka Panjang Sebenarnya Dapat Membantu Kelayakan Investasi Penyimpanan Baterai\n16:05 Mengapa Risiko Negara dan Klasifikasi OECD Menghambat Modal dari Pasar BESS yang Sedang Berkembang\n21:02 Dapatkah Pasar Berkembang Melompat ke Grid 2.0? Analogi Telekomunikasi Dijelaskan\n22:59 Cara Membangun Peta Jalan Penyimpanan Baterai untuk Jaringan yang Baru Muncul: Pelajaran dari Bangladesh\n30:06 Cara Menghindari Kemacetan Jaringan Saat Meningkatkan Energi Terbarukan di Pasar Berkembang\n32:17 Pandangan Kontrarian: Haruskah Reformasi Urutan Merit Membatalkan Kontrak Termal Warisan?\n\nAnda dapat menonton atau mendengarkan episode baru setiap hari Selasa. Transmission adalah produksi Modo Energy. Pembawa acara Anda adalah Ed Porter - Direktur EMEA & APAC di Modo Energy.\n\nMusik berlisensi melalui Artlist.\n\n📺 Tonton lebih banyak dari Modo Energy:\n→ Kejenuhan Energi Surya & Keruntuhan Jaringan Listrik: Peluang BESS Spanyol - Modo Energy:    • Solar Saturation & Grid Collapse: Spain's ...  \n→ Mengapa Inggris Mematikan Pembangkit Listrik Tenaga Anginnya Sendiri?    • Why Is Britain Turning Off Its Own Wind Fa...  \n\n🔔 Berlangganan untuk analisis pasar energi lainnya: / \n\n🔗 Ikuti Modo Energy:\n→ LinkedIn: linkedin.com/company/modo-energy\n→ Twitter/X: x.com/modoenergy", "post_id": "P4kunef-3XE"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 736.2134419131363, "y": 102.18468608099185, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 65.5738, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 614.1958804176712, "y": 87.16804736860261, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 121.3115, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4GhZC19nlHs", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun hingga Mei 2026, Dorong UMKM Naik Kelas\n\nGaruda Tv - Pemerintah mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Mei 2026 telah mencapai Rp96 triliun. Pembiayaan tersebut disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur di seluruh Indonesia.\n\nMenteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa penyaluran KUR difokuskan untuk mendorong pelaku usaha mikro agar naik kelas serta beralih dari sektor informal menuju sektor formal.\n\nDalam rapat koordinasi pengentasan kemiskinan, Maman menjelaskan bahwa sekitar 63 persen dari total penyaluran KUR dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini dilakukan untuk memperkuat struktur ekonomi produktif di kalangan pelaku UMKM.\n\nDari total pembiayaan tersebut, sekitar Rp70 triliun disebut telah menyentuh kelompok masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 hingga desil 4. Pemerintah menargetkan agar akses permodalan ini dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih formal dan terdata.\n\nSelain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya perlindungan pasar bagi produk lokal. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga daya saing pelaku usaha domestik agar tidak kalah bersaing dengan produk impor serta mengurangi risiko kredit macet.\n\nPemerintah juga mencatat bahwa pada 2025, total alokasi kredit perbankan untuk sektor UMKM diproyeksikan mencapai Rp1.600 triliun sebagai bagian dari penguatan pembiayaan sektor produktif.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#KUR #UMKM #ekonomi  #MamanAbdurrahman #kabinetmerahputih #PembiayaanUsaha #naikkelas  #ekonomirakyat #garudatv #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4GhZC19nlHs"}}], "edges": [{"key": "helmyh2e", "source": "helmyh2e", "target": "kkpgoid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "helmyh2e", "source": "helmyh2e", "target": "swtrenggono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "prokopim_bengkalis", "source": "prokopim_bengkalis", "target": "Kasmarni", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.media5", "source": "sumsel.media5", "target": "cimb.niaga", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@modoenergy", "source": "@modoenergy", "target": "modoenergy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}