{"nodes": [{"key": "info_edubisnis", "attributes": {"label": "info_edubisnis", "x": 721.8318263216938, "y": 307.2474111711131, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051695344795480371", "id": "info_edubisnis", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya Senang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61%: Kita Bebas dari Kutukan! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa men…", "post_id": "2051695344795480371"}}, {"key": "Bisniscom", "attributes": {"label": "Bisniscom", "x": 805.3749609027594, "y": 928.5353748793151, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.3502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051695344795480371", "id": "Bisniscom", "source": "retweet-000002", "content": "Purbaya Senang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61%: Kita Bebas dari Kutukan! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa men…", "post_id": "2051695344795480371"}}, {"key": "iwanpiliang7", "attributes": {"label": "iwanpiliang7", "x": 686.2470957752735, "y": 284.26889242318134, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051545706423566343", "id": "iwanpiliang7", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan ekonomi RI, Q1 5,61% ini tertinggi di era nya Purbaya.\n\nhttps://t.co/K625IIwsqi https://t.co/9ITssuSOnM", "post_id": "2051545706423566343"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 651.5657234762114, "y": 770.4528217260641, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.3502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051545706423566343", "id": "Fahrihamzah", "source": "retweet-000002", "content": "Pertumbuhan ekonomi RI, Q1 5,61% ini tertinggi di era nya Purbaya.\n\nhttps://t.co/K625IIwsqi https://t.co/9ITssuSOnM", "post_id": "2051545706423566343"}}, {"key": "ransomware66", "attributes": {"label": "ransomware66", "x": 583.852033189789, "y": 512.2668328893711, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051710175145529368", "id": "ransomware66", "source": "tweet-000004", "content": "Pinter, gue juga berani bilang datanya 'benar' simply karna Purbaya beneran komit untuk mempercepat belanja dan transfer ke daerah. Tapi apakah pertumbuhan ini ada dampaknya buat masyarakat? Nah itu nanti dulu", "post_id": "2051710175145529368"}}, {"key": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "ArvinHonami", "x": 316.4972131629987, "y": 17.445440301687487, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051710175145529368", "id": "ArvinHonami", "source": "tweet-000004", "content": "Pinter, gue juga berani bilang datanya 'benar' simply karna Purbaya beneran komit untuk mempercepat belanja dan transfer ke daerah. Tapi apakah pertumbuhan ini ada dampaknya buat masyarakat? Nah itu nanti dulu", "post_id": "2051710175145529368"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 936.7455566927149, "y": 918.8878477010431, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 388.6874298204351, "y": 530.636153613669, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 904.1219977571363, "y": 506.88131462718934, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890325424904015844_77129949699", "id": "menkeuri", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19.\n\nMenkeu Purbaya pada konferensi pers #APBNKiTa siang ini meyakinkan kembali bahwa situasi Indonesia stabil dan aman. Eskalasi geopolitik memang memberikan tekanan, tetapi Pemerintah memastikan akan terus melakukan pengawasan dan sigap melakukan langkah perbaikan agar pembangunan Indonesia terus berjalan.", "post_id": "3890325424904015844_77129949699"}}, {"key": "bps_statistics", "attributes": {"label": "bps_statistics", "x": 459.71341284463296, "y": 231.7256546913018, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890325424904015844_77129949699", "id": "bps_statistics", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19.\n\nMenkeu Purbaya pada konferensi pers #APBNKiTa siang ini meyakinkan kembali bahwa situasi Indonesia stabil dan aman. Eskalasi geopolitik memang memberikan tekanan, tetapi Pemerintah memastikan akan terus melakukan pengawasan dan sigap melakukan langkah perbaikan agar pembangunan Indonesia terus berjalan.", "post_id": "3890325424904015844_77129949699"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 848.9779457484731, "y": 225.0039436435707, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 95.2048, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890237795676618435_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan intensif dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait penguatan sektor manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional.\n\nDalam pertemuan tersebut, kedua menteri sepakat untuk membedah berbagai kendala di lapangan guna mencarikan solusi melalui kebijakan stimulus dan insentif.\n\nMenperin memberikan apresiasi kepada Menkeu atas langkah proaktif dalam membentuk tim debottlenecking untuk mengurai hambatan bagi pelaku usaha. Ia menegaskan bahwa sektor manufaktur memegang peranan krusial, di mana pertumbuhan sektor ini tahun lalu bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.\n\n\"Nah itu menunjukkan sektor manufaktur merupakan sektor terpenting bagi perekonomian. Jadi kita tadi intinya memang membahas apa saja policy-policy langkah-langkah yang perlu kita ambil, pemerintah ambil baik itu sebagai stimulus maupun sebagai insentif, ya agar pertumbuhan manufaktur yang akan menopang pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat,\" ujar Agus saat ditemui di lobby gedung Djuanda I Kemenkeu, Selasa (5/5/2026).\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/menperin-ungkap-rencana-pemberian-stimulus-ekspor-hingga-insentif-mobil-listrik\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890237795676618435_3310659452"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 723.830542872101, "y": 70.91524503246349, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 508.50317253663326, "y": 928.6110157494986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 178.31262259279745, "y": 188.1469282678614, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 652.7845013630251, "y": 757.0688231455226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 607.6976759756506, "y": 94.92726181207334, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 251.8308047097493, "y": 420.59144176379795, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 831.2069255027764, "y": 283.0710704621571, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 830.2364162369408, "y": 402.22262641656715, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 836.501118255287, "y": 965.5490715993645, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 425.3924016077128, "y": 254.70972149566805, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 694.1154023981786, "y": 703.8783938041034, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 496.547853022958, "y": 865.8768848362647, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3502, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 727.9856469915184, "y": 646.488565710424, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 580.0969972205168, "y": 890.403693438195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 524.524035016227, "y": 623.2763629623836, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 692.5962839794464, "y": 451.9054690200012, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7144, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 65.62563569393754, "y": 540.5951487867837, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7375, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 151.50250848808867, "y": 551.1363904709607, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7375, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 10, "out_degree": 0, "degree": 10}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 636.8946733168859, "y": 343.316661790674, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7375, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 585.0811742191879, "y": 961.4665419899237, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7375, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 720.5631853042083, "y": 662.956360868397, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.7375, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "8s-W5QJEzlU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Kredit Perbankan Menguat! BI Catat Lonjakan di Maret 2026 | MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan bahwa kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen, meningkat dibandingkan realisasi pada Februari 2026 yang tercatat sebesar 9,37 persen. Capaian ini menunjukkan adanya penguatan penyaluran kredit di sektor perbankan, yang mencerminkan tetap terjaganya aktivitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi. Bank Indonesia menilai tren pertumbuhan tersebut sebagai sinyal positif bagi stabilitas sistem keuangan dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "8s-W5QJEzlU"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 592.7980373896157, "y": 160.81797372163265, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 617.5879819185562, "y": 80.09655377822911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3156, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 76.83852190152562, "y": 75.60161359150919, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "rocp0rq3KGs", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Senyum Bangga Purbaya Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: Banyak Ekonom Kecele, Salah Prediksi\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5,61 persen. Dengan percaya diri, Purbaya mengatakan pengamat yang memprediksi ekonomi Indonesia bakal terperosok ke jurang resesi telah kecele. \n\n\"Jadi jangan takut, dengan tadi 5,61 tadi, kan pasti banyak ekonom tuh yang bilang kita mau rusak, pada kecele. Mereka kecele, salah prediksi, boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis,\" kata Purbaya, Selasa (5/5).\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "rocp0rq3KGs"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 948.4887384511218, "y": 32.67672639658337, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "rocp0rq3KGs", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "Senyum Bangga Purbaya Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: Banyak Ekonom Kecele, Salah Prediksi\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa merespons hasil pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka 5,61 persen. Dengan percaya diri, Purbaya mengatakan pengamat yang memprediksi ekonomi Indonesia bakal terperosok ke jurang resesi telah kecele. \n\n\"Jadi jangan takut, dengan tadi 5,61 tadi, kan pasti banyak ekonom tuh yang bilang kita mau rusak, pada kecele. Mereka kecele, salah prediksi, boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis,\" kata Purbaya, Selasa (5/5).\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "rocp0rq3KGs"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 948.8521070864665, "y": 488.76563380137486, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "It7Ck6eL-mI", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "STRATEGI Purbaya Dorong SDM dan Jaga Optimisme Ekonomi, Siapkan Pajak Nikel❗\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM -  Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sejumlah langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga penguatan sumber daya manusia.\n\nSalah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerapan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta windfall tax terhadap komoditas nikel.\n\nEditor Video : TRIA RIZKI\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "It7Ck6eL-mI"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 461.18767238929416, "y": 348.9738343796813, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "It7Ck6eL-mI", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "STRATEGI Purbaya Dorong SDM dan Jaga Optimisme Ekonomi, Siapkan Pajak Nikel❗\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM -  Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sejumlah langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga penguatan sumber daya manusia.\n\nSalah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerapan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta windfall tax terhadap komoditas nikel.\n\nEditor Video : TRIA RIZKI\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "It7Ck6eL-mI"}}, {"key": "@officialokezone", "attributes": {"label": "@officialokezone", "x": 197.61783903667728, "y": 923.2983961149, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "hrNxuK4t-2c", "id": "@officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terkapar saat Ekonomi Tumbuh 5,61%, Gubernur BI Ungkap 2 Penyebabnya\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan nilai tukar rupiah saat ini.\n\nMenurut Perry, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan rupiah berada dalam kondisi undervalue, meski perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews", "post_id": "hrNxuK4t-2c"}}, {"key": "officialokezone", "attributes": {"label": "officialokezone", "x": 871.3306965646004, "y": 411.1680568569559, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hrNxuK4t-2c", "id": "officialokezone", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Terkapar saat Ekonomi Tumbuh 5,61%, Gubernur BI Ungkap 2 Penyebabnya\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai perkembangan nilai tukar rupiah saat ini.\n\nMenurut Perry, terdapat dua faktor utama yang menyebabkan rupiah berada dalam kondisi undervalue, meski perekonomian Indonesia tetap menunjukkan pertumbuhan.\n\nBaca selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.okezone.com/\n\nYuk Subscribe:    /   \nWa Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va5J...\nFacebook  :   / okezonecom  \nInstagram :   / okezonecom  \nTwitter :   / okezonenews", "post_id": "hrNxuK4t-2c"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 409.68666917726824, "y": 967.9161810699396, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 928.4684294868499, "y": 38.29996532448454, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 758.788680058385, "y": 258.1652023728607, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 804.6094702918599, "y": 4.528789368899444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.3271, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "s7WVc_EEn7A", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "APBN KiTa Maret 2026: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026 Tembus 5,61 Persen! | Breaking News | 05/05\n\nKementerian Keuangan mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Angka ini setara dengan 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati ambang 1 persen.\n\nPurbaya juga senang saat mengetahui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal-I yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026 berada level 5,61 persen secara tahunan (Year on Year/YoY).\n\n Yuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#EkonomiIndonesia #APBN2026 #MenkeuPurbaya  #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "s7WVc_EEn7A"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 49.59928431371385, "y": 627.6217241972687, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "pv-E1gfSouk", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Klaim ndonesia Lepas dari \"Kutukan Lima Peresen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen.\n\nPurbaya menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja ekonomi tetap kuat di tengah ketidakpastian global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "pv-E1gfSouk"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 338.95232329370964, "y": 499.25640418746354, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "pv-E1gfSouk", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Klaim ndonesia Lepas dari \"Kutukan Lima Peresen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen.\n\nPurbaya menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja ekonomi tetap kuat di tengah ketidakpastian global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "pv-E1gfSouk"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 771.599064741811, "y": 534.9569041860296, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "pv-E1gfSouk", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Klaim ndonesia Lepas dari \"Kutukan Lima Peresen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen.\n\nPurbaya menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja ekonomi tetap kuat di tengah ketidakpastian global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "pv-E1gfSouk"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 788.5433891946906, "y": 57.04174837765097, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.2924, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "pv-E1gfSouk", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Klaim ndonesia Lepas dari \"Kutukan Lima Peresen\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 yang mencapai 5,61 persen.\n\nPurbaya menilai capaian tersebut menunjukkan kinerja ekonomi tetap kuat di tengah ketidakpastian global.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "pv-E1gfSouk"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 791.6194553719578, "y": 162.09174201710798, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "-8SPc-9o3XM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "BI Laporkan Pertumbuhan Kredit Mencapai 9,49 Persen | PRIME MARKET HIGHLIGHTS\n\nBank Indonesia melaporkan pertumbuhan kredit perbankan pada Maret 2026 mencapai 9,49 persen. Capaian ini sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 9,37 persen, menunjukkan tren penyaluran kredit yang tetap stabil dan positif.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "-8SPc-9o3XM"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 150.80529883560166, "y": 564.4306103630418, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.2809, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 119.14555079879563, "y": 860.6670359208055, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.4196, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}], "edges": [{"key": "info_edubisnis", "source": "info_edubisnis", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "info_edubisnis", "source": "info_edubisnis", "target": "Bisniscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "iwanpiliang7", "source": "iwanpiliang7", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "iwanpiliang7", "source": "iwanpiliang7", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ransomware66", "source": "ransomware66", "target": "ArvinHonami", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "menkeuri", "source": "menkeuri", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@officialokezone", "source": "@officialokezone", "target": "officialokezone", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}