{"nodes": [{"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 484.78499143723894, "y": 204.33030398520378, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051643109180641443", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) saat ini aktif intervensi stabilkan rupiah lewat triple intervention: NDF offshore, transaksi spot & DNDF domestik, plus pembelian SBN di pasar sekunder. BI komitmen terus hadir di pasar agar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan geopolitik global.", "post_id": "2051643109180641443"}}, {"key": "OniDewono", "attributes": {"label": "OniDewono", "x": 102.80063236498505, "y": 819.0542330090861, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.6597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051643109180641443", "id": "OniDewono", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) saat ini aktif intervensi stabilkan rupiah lewat triple intervention: NDF offshore, transaksi spot & DNDF domestik, plus pembelian SBN di pasar sekunder. BI komitmen terus hadir di pasar agar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan geopolitik global.", "post_id": "2051643109180641443"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 767.9886162560397, "y": 653.8756903096837, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.6597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051643109180641443", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Bank Indonesia (BI) saat ini aktif intervensi stabilkan rupiah lewat triple intervention: NDF offshore, transaksi spot & DNDF domestik, plus pembelian SBN di pasar sekunder. BI komitmen terus hadir di pasar agar rupiah sesuai fundamental di tengah tekanan geopolitik global.", "post_id": "2051643109180641443"}}, {"key": "MRPurnomoo", "attributes": {"label": "MRPurnomoo", "x": 879.3477128101645, "y": 555.0761207619232, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051132971202322781", "id": "MRPurnomoo", "source": "tweet-000004", "content": "Melemahnya rupiah dan dinamika IHSG tidak bisa dilihat secara parsial. Ini adalah dampak dari tekanan ekonomi global yang dialami banyak negara, di mana fundamental ekonomi Indonesia justru terbukti jauh lebih resilien dibanding negara berkembang lainnya", "post_id": "2051132971202322781"}}, {"key": "KapudS640", "attributes": {"label": "KapudS640", "x": 124.66998143649289, "y": 22.94098139343359, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051132971202322781", "id": "KapudS640", "source": "tweet-000004", "content": "Melemahnya rupiah dan dinamika IHSG tidak bisa dilihat secara parsial. Ini adalah dampak dari tekanan ekonomi global yang dialami banyak negara, di mana fundamental ekonomi Indonesia justru terbukti jauh lebih resilien dibanding negara berkembang lainnya", "post_id": "2051132971202322781"}}, {"key": "heysoerabaya", "attributes": {"label": "heysoerabaya", "x": 877.8604347689811, "y": 576.9820133023845, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 134.0794, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890173575352632569_76827747248", "id": "heysoerabaya", "source": "instagram-000001", "content": "Misteri kematian Kepala Desa Buncitan akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri setelah melalui penyelidikan dan autopsi.\n\nSejumlah fakta terungkap, mulai dari rekaman CCTV, riwayat pencarian di handphone, hingga dugaan tekanan ekonomi akibat utang ratusan juta rupiah.\n\nMeski sempat menggegerkan warga, polisi menegaskan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa ini.\n\nFollow  buat terus update info seputar Surabaya!\n\n#heysurabaya #heymedia #kepaladesa #buncitan #sidoarjo", "post_id": "3890173575352632569_76827747248"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 766.3697521106133, "y": 54.48080030207292, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.2314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 5, "degree": 10}, "_id": "3890264290759061349_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Surplus Dagang RI Tembus $3,32 Miliar! Ini “Tameng Dolar” Buat Rupiah & IHSG\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar data ekonomi…\n\nini aliran dolar masuk ke Indonesia. \n1️⃣ Fakta Utama\nIndonesia mencetak:\n💥 Surplus neraca dagang US$ 3,32 miliar (Maret 2026)\n➡️ naik tajam dari bulan sebelumnya\n➡️ jauh di atas ekspektasi pasar\n\nMotor utamanya:\n• ekspor nonmigas\n• komoditas unggulan\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nKarena ini soal arus dolar\n\nSaat surplus terjadi:\n➡️ dolar masuk lebih banyak\n➡️ cadangan devisa kuat\n➡️ tekanan rupiah berkurang\n\n3️⃣ Siapa Penyumbang Utama?\n📈 Sektor unggulan ekspor:\n• Batu bara\n• Logam mulia & emas\n• Besi & baja\n\nMarket utama:\n• China\n• Amerika Serikat\n• India\n\n4️⃣ Tapi Ada Catatan Penting ⚠️\n📉 Sektor migas masih defisit\n➡️ impor energi tinggi\n➡️ tekanan dari harga minyak global\n\nArtinya:\n👉 ekonomi kuat, tapi masih ada “kebocoran”\n\n5️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n➡️ Rupiah lebih stabil\n➡️ risiko asing turun\n➡️ IHSG lebih menarik\n\n6️⃣ Sektor Potensial\n📈 Beneficiary langsung:\n• Komoditas (coal, metal, gold)\n• Export-oriented company\n\n📈 Beneficiary tidak langsung:\n• Consumer goods\n• Farmasi\n\nKenapa?\n➡️ Rupiah stabil = biaya impor terkendali\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Komoditas\nFokus ke:\n• saham ekspor\n• yang belum overbought\n👉 cari entry saat pullback\n\n🗓️ Skenario Konsumer\nMulai cicil:\n• sektor berbasis impor\n👉 karena kurs lebih aman\n\n🗓️ Skenario Defensif\nPantau:\n• harga minyak global\n• defisit migas\n👉 ini bisa ganggu stabilitas\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nSurplus dagang =\n👉 “dolar masuk”\n👉 bukan sekadar angka statistik\n\nDan di market:\n👉 yang menggerakkan harga = flow uang\n\n9️⃣ Kesimpulan\nSurplus $3,32 miliar ini adalah:\n✔️ sinyal fundamental kuat\n✔️ penopang rupiah\n✔️ katalis IHSG jangka pendek\n\nDi tengah gejolak global,\nIndonesia masih punya “senjata”:\n👉 komoditas\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #NeracaDagang #Komoditas #SmartMoney", "post_id": "3890264290759061349_52512310886"}}, {"key": "validnews", "attributes": {"label": "validnews", "x": 554.6877347648104, "y": 871.6817778171963, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3888811326063904178_5593726572", "id": "validnews", "source": "instagram-000001", "content": "Kerja kantoran dengan rutinitas kaku, tekanan atasan, dan budaya formal yang monoton, apakah masih jadi impian? Buat banyak Gen Z, jawabannya justru sebaliknya. Paradigma soal “mencari rezeki” sedang bergeser: bukan lagi soal gaji besar atau jabatan tinggi, tapi tentang fleksibilitas, kenyamanan, dan kendali atas hidup sendiri.\n\nFenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Banyak anak muda kini memilih menciptakan jalannya sendiri lewat bisnis. Seperti yang dilakukan Priska Aprilia Putri, founder Makrolicious, yang memulai usaha camilan hanya dengan modal Rp70 ribu. Dari dapur rumah hingga distribusi ke kafe, sekolah, dan rumah sakit, bisnisnya kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.\n\n“Dulu itu saya ingin cari uang tambahan, tapi bingung apa. Terus kepikiran bikin makaroni,” ujar Priska. \n\nKeberanian mengambil risiko, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang jadi kunci. Bahkan, ia memutuskan resign dari pekerjaan formal demi fokus penuh pada bisnis yang memberinya fleksibilitas dan kenyamanan.\n\nBaca selengkapnya di Validnews.id!\n\n \n\n#peluangusaha #bisnisanakmuda #idejualan #caricuan #motivasisukses", "post_id": "3888811326063904178_5593726572"}}, {"key": "makrolicious_", "attributes": {"label": "makrolicious_", "x": 493.8792852338928, "y": 202.90705452377787, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888811326063904178_5593726572", "id": "makrolicious_", "source": "instagram-000001", "content": "Kerja kantoran dengan rutinitas kaku, tekanan atasan, dan budaya formal yang monoton, apakah masih jadi impian? Buat banyak Gen Z, jawabannya justru sebaliknya. Paradigma soal “mencari rezeki” sedang bergeser: bukan lagi soal gaji besar atau jabatan tinggi, tapi tentang fleksibilitas, kenyamanan, dan kendali atas hidup sendiri.\n\nFenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Banyak anak muda kini memilih menciptakan jalannya sendiri lewat bisnis. Seperti yang dilakukan Priska Aprilia Putri, founder Makrolicious, yang memulai usaha camilan hanya dengan modal Rp70 ribu. Dari dapur rumah hingga distribusi ke kafe, sekolah, dan rumah sakit, bisnisnya kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.\n\n“Dulu itu saya ingin cari uang tambahan, tapi bingung apa. Terus kepikiran bikin makaroni,” ujar Priska. \n\nKeberanian mengambil risiko, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang jadi kunci. Bahkan, ia memutuskan resign dari pekerjaan formal demi fokus penuh pada bisnis yang memberinya fleksibilitas dan kenyamanan.\n\nBaca selengkapnya di Validnews.id!\n\n \n\n#peluangusaha #bisnisanakmuda #idejualan #caricuan #motivasisukses", "post_id": "3888811326063904178_5593726572"}}, {"key": "priska.aprillia", "attributes": {"label": "priska.aprillia", "x": 440.2659829438236, "y": 74.47505327086856, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3888811326063904178_5593726572", "id": "priska.aprillia", "source": "instagram-000001", "content": "Kerja kantoran dengan rutinitas kaku, tekanan atasan, dan budaya formal yang monoton, apakah masih jadi impian? Buat banyak Gen Z, jawabannya justru sebaliknya. Paradigma soal “mencari rezeki” sedang bergeser: bukan lagi soal gaji besar atau jabatan tinggi, tapi tentang fleksibilitas, kenyamanan, dan kendali atas hidup sendiri.\n\nFenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Banyak anak muda kini memilih menciptakan jalannya sendiri lewat bisnis. Seperti yang dilakukan Priska Aprilia Putri, founder Makrolicious, yang memulai usaha camilan hanya dengan modal Rp70 ribu. Dari dapur rumah hingga distribusi ke kafe, sekolah, dan rumah sakit, bisnisnya kini mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah per bulan.\n\n“Dulu itu saya ingin cari uang tambahan, tapi bingung apa. Terus kepikiran bikin makaroni,” ujar Priska. \n\nKeberanian mengambil risiko, konsistensi, dan kemampuan membaca peluang jadi kunci. Bahkan, ia memutuskan resign dari pekerjaan formal demi fokus penuh pada bisnis yang memberinya fleksibilitas dan kenyamanan.\n\nBaca selengkapnya di Validnews.id!\n\n \n\n#peluangusaha #bisnisanakmuda #idejualan #caricuan #motivasisukses", "post_id": "3888811326063904178_5593726572"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 169.21111978862623, "y": 52.87918749319631, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 750.7841960192974, "y": 194.28912256044717, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 45.755, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "bianca.sticmata", "attributes": {"label": "bianca.sticmata", "x": 498.97717763813387, "y": 548.9829112983057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636199427627093269", "id": "bianca.sticmata", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "gabrielrey99", "x": 716.6065479027246, "y": 850.0444347610694, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6597, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636199427627093269", "id": "gabrielrey99", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 947.4745978849231, "y": 328.1387630096624, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "ternakuang.id", "x": 699.986386640125, "y": 230.21771107403998, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636054369841974535", "id": "ternakuang.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Rasa khawatir di awal tahun ini 😔📉 Rupiah melemah hingga Rp17.370 per dolar AS pada Senin (04/05), menembus level psikologis dan melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun—bahkan menjadi salah satu yang terburuk. Sejak awal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, rupiah sudah turun sekitar 12% dari Rp15.489, menurut TradingView. Target penguatan ke Rp5.000 dalam 5–10 tahun pun masih jauh. Tekanan ini dipicu gejolak geopolitik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Pemerintah tetap memantau pergerakan kurs, meski asumsi RAPBN 2026 berada di Rp16.500 per dolar AS. Sumber: Ig |   #ternakuangnews #prabowo #rupiah", "post_id": "7636054369841974535"}}, {"key": "irhamshlaw", "attributes": {"label": "irhamshlaw", "x": 11.876907135396797, "y": 650.4265213498363, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "irhamshlaw", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 619.281878498031, "y": 612.9151035108168, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "idx_channel", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 702.656896273802, "y": 907.8068922572791, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 750.0853842726174, "y": 758.634246311879, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 547.8761482557975, "y": 77.57066627212761, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "GwPSBa5WMIA", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GwPSBa5WMIA"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 767.0146448791708, "y": 333.8135743313615, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0251, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "GwPSBa5WMIA", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GwPSBa5WMIA"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 207.1474097103686, "y": 933.6527579810349, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0251, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "GwPSBa5WMIA", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GwPSBa5WMIA"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 383.05143913273264, "y": 169.82847899315735, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0251, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "GwPSBa5WMIA", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GwPSBa5WMIA"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 296.22524809555637, "y": 877.4133145140473, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0251, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "GwPSBa5WMIA", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GwPSBa5WMIA"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 918.1682115441276, "y": 663.3111304839582, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.0251, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 7, "out_degree": 0, "degree": 7}, "_id": "GwPSBa5WMIA", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "GwPSBa5WMIA"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 109.77330997902767, "y": 320.0851255508531, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 35, "degree": 35}, "_id": "WEuTqm-45fM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WEuTqm-45fM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 969.8709282757991, "y": 514.1720271308016, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.6005, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "WEuTqm-45fM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Tembus Rp17.400 per USD, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah kembali tertekan dan semakin mendekati level kritis di kisaran Rp17.400 per USD. Pelemahan ini bahkan mencetak rekor baru sebagai posisi terendah sepanjang sejarah.\n\nBerdasarkan data RTI, hingga perdagangan Selasa siang, rupiah melemah 0,26% ke level Rp17.430 per USD. Sebelumnya, rupiah sempat dibuka melemah tipis 0,09% di Rp17.380 per USD. Namun tekanan berlanjut sejak pagi, di mana pada pukul 09.07 WIB rupiah sudah turun 0,22% ke Rp17.403 per USD.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "WEuTqm-45fM"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 422.60139450492164, "y": 633.8995061383597, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 214.2339735412152, "y": 719.9721297280281, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 556.2311953233801, "y": 557.807529501413, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 553.4907922651199, "y": 667.8342904875532, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "iOGSNiFlrUU", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Kondisi APBN, Pemerintah Perkuat Kebijakan Fiskal untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi\n\nGarudaTV - Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 menunjukkan tren positif, ditandai dengan penerimaan negara yang melampaui target awal. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk menjaga momentum belanja, khususnya pada sektor perlindungan sosial dan pembangunan infrastruktur.\n\nKementerian Keuangan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat pertumbuhan penerimaan negara ditopang oleh kinerja perpajakan serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang relatif stabil. Peningkatan ini mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga di tengah dinamika global.\n\nDi sisi belanja, pemerintah tetap mempertahankan pendekatan ekspansif namun terarah. Program perlindungan sosial menjadi prioritas utama, terutama untuk menjaga daya beli masyarakat rentan. Bantuan sosial, subsidi energi, serta program perlindungan lainnya terus digelontorkan guna meredam dampak kenaikan harga di sejumlah sektor.\n\nSelain itu, belanja negara juga diarahkan untuk mendukung proyek infrastruktur strategis. Investasi pada sektor ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.\n\nPemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara belanja produktif dan stabilitas fiskal. Dengan penerimaan yang tumbuh, defisit anggaran diharapkan tetap terkendali sesuai target yang telah ditetapkan.\n\nMeski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, serta tekanan terhadap subsidi energi. Oleh karena itu, pengelolaan APBN yang adaptif dan prudent tetap menjadi kunci.\n\nKe depan, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas belanja agar lebih tepat sasaran, sekaligus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.\n\n#apbn2026  #ekonomiindonesia   #kementeriankeuangan  #BelanjaNegara #PerlindunganSosial #infrastruktur  #fiskal   #garudatv  #laporan8 \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "iOGSNiFlrUU"}}, {"key": "@BudyYT72", "attributes": {"label": "@BudyYT72", "x": 334.0780299125635, "y": 542.1553445645363, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.1121, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "wH2m51p2m-A", "id": "@BudyYT72", "source": "youtube-000001", "content": "PULUHAN LAPAK KIOS TERBAKAR - KEBAKARAN HEBAT di Pasar Lima Harum Manis Banjarmasin\n\n🔥 KRONOLOGI KEBAKARAN PASAR LIMA & PASAR HARUM MANIS BANJARMASIN\n📍 Lokasi: Jalan Pasar Baru, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin, Kalimantan Selatan\n📅 Waktu: Senin, 4 Mei 2026, dini hari\n\n⏱️ URUTAN KEJADIAN:\n✅ Pukul 02.15 WITA\nPetugas jaga malam pertama kali melihat munculnya kobaran api kecil dari salah satu kios di kawasan Pasar Lima, tepatnya area los bawang yang berdampingan langsung dengan Pasar Harum Manis. Diduga awal mula kebakaran akibat korsleting listrik. Karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu dan penuh barang dagangan seperti bawang, rempah, kacang-kacangan serta bahan kering lainnya, api dengan sangat cepat membesar dan merambat ke kios-kios sekitar.\n\n✅ Pukul 03.00–04.30 WITA\nApi sudah meluas menyelimuti puluhan kios dan gudang, bahkan mulai menjalar hingga ke bagian belakang Pasar Harum Manis. Asap hitam pekat membumbung tinggi terlihat dari jarak berkilometer. Warga dan pedagang yang mendapat kabar bergegas datang berusaha menyelamatkan barang dagangan, namun sulit karena kobaran api sudah terlalu besar. Petugas pemadam kebakaran dan relawan mulai berdatangan, namun sempat terkendala: aliran listrik belum segera diputus, akses jalan sempit, serta lokasi padat bangunan membuat jangkauan selang air terbatas, meski berada tidak jauh dari bantaran Sungai Martapura.\n\n✅ Pukul 04.48 WITA\nKobaran api masih sangat aktif dan terus meluas, suara pecahan kaca dan bunyi barang terbakar terdengar dimana-mana. Beberapa bangunan mulai ambruk karena terbakar terlalu lama. Petugas terus berusaha menyemprot air dari berbagai arah, bahkan ada yang mengambil air langsung dari Sungai Martapura untuk mempercepat pemadaman.\n\n✅ Pukul 06.35 WITA\nTekanan api mulai dapat dikendalikan, hanya menyisakan titik-titik api kecil dan asap putih tebal. Petugas tetap berjaga untuk mencegah api menyala kembali.\n\n✅ Pukul 08.10 WITA\nPihak pemadam kebakaran menyatakan kondisi lokasi sudah aman 100% dan masuk tahap pembasahan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran ulang.\n\n📊 DAMPAK YANG TERJADI:\n• Puluhan kios dan gudang ludes terbakar habis\n• Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, sebagian besar barang dagangan berupa bahan pokok dan rempah-rempah tidak terselamatkan\n• Belum ada laporan korban jiwa, namun ratusan pedagang kehilangan sumber penghidupan\n• Aktivitas perdagangan di kawasan ini terhenti total hingga waktu yang belum ditentukan\n\n🔍 Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan resmi, namun berdasarkan keterangan saksi sementara diduga kuat akibat korsleting instalasi listrik.\n\nSemoga para pedagang yang menjadi korban segera mendapatkan bantuan dan pasar ikonik ini segera dibangun kembali seperti sediakala 🙏\n\nSubscribe ( Berlangganan ) :    /   \n\nTerimakasih sudah menonton video aku, kasih Like, Share jika kalian suka & Coment apa saja yang kalian suka, aku usahakan untuk membalasnya :)\n\n#KebakaranBanjarmasin #PasarLimaBanjarmasin #PasarHarumManis #PasarBawangBjm #BeritaBanjarmasin #KalimantanSelatan #PeristiwaHariIni", "post_id": "wH2m51p2m-A"}}, {"key": "budyyt72", "attributes": {"label": "budyyt72", "x": 608.6570098416508, "y": 19.704617400997492, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 37.2074, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wH2m51p2m-A", "id": "budyyt72", "source": "youtube-000001", "content": "PULUHAN LAPAK KIOS TERBAKAR - KEBAKARAN HEBAT di Pasar Lima Harum Manis Banjarmasin\n\n🔥 KRONOLOGI KEBAKARAN PASAR LIMA & PASAR HARUM MANIS BANJARMASIN\n📍 Lokasi: Jalan Pasar Baru, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin, Kalimantan Selatan\n📅 Waktu: Senin, 4 Mei 2026, dini hari\n\n⏱️ URUTAN KEJADIAN:\n✅ Pukul 02.15 WITA\nPetugas jaga malam pertama kali melihat munculnya kobaran api kecil dari salah satu kios di kawasan Pasar Lima, tepatnya area los bawang yang berdampingan langsung dengan Pasar Harum Manis. Diduga awal mula kebakaran akibat korsleting listrik. Karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu dan penuh barang dagangan seperti bawang, rempah, kacang-kacangan serta bahan kering lainnya, api dengan sangat cepat membesar dan merambat ke kios-kios sekitar.\n\n✅ Pukul 03.00–04.30 WITA\nApi sudah meluas menyelimuti puluhan kios dan gudang, bahkan mulai menjalar hingga ke bagian belakang Pasar Harum Manis. Asap hitam pekat membumbung tinggi terlihat dari jarak berkilometer. Warga dan pedagang yang mendapat kabar bergegas datang berusaha menyelamatkan barang dagangan, namun sulit karena kobaran api sudah terlalu besar. Petugas pemadam kebakaran dan relawan mulai berdatangan, namun sempat terkendala: aliran listrik belum segera diputus, akses jalan sempit, serta lokasi padat bangunan membuat jangkauan selang air terbatas, meski berada tidak jauh dari bantaran Sungai Martapura.\n\n✅ Pukul 04.48 WITA\nKobaran api masih sangat aktif dan terus meluas, suara pecahan kaca dan bunyi barang terbakar terdengar dimana-mana. Beberapa bangunan mulai ambruk karena terbakar terlalu lama. Petugas terus berusaha menyemprot air dari berbagai arah, bahkan ada yang mengambil air langsung dari Sungai Martapura untuk mempercepat pemadaman.\n\n✅ Pukul 06.35 WITA\nTekanan api mulai dapat dikendalikan, hanya menyisakan titik-titik api kecil dan asap putih tebal. Petugas tetap berjaga untuk mencegah api menyala kembali.\n\n✅ Pukul 08.10 WITA\nPihak pemadam kebakaran menyatakan kondisi lokasi sudah aman 100% dan masuk tahap pembasahan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi potensi kebakaran ulang.\n\n📊 DAMPAK YANG TERJADI:\n• Puluhan kios dan gudang ludes terbakar habis\n• Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, sebagian besar barang dagangan berupa bahan pokok dan rempah-rempah tidak terselamatkan\n• Belum ada laporan korban jiwa, namun ratusan pedagang kehilangan sumber penghidupan\n• Aktivitas perdagangan di kawasan ini terhenti total hingga waktu yang belum ditentukan\n\n🔍 Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan resmi, namun berdasarkan keterangan saksi sementara diduga kuat akibat korsleting instalasi listrik.\n\nSemoga para pedagang yang menjadi korban segera mendapatkan bantuan dan pasar ikonik ini segera dibangun kembali seperti sediakala 🙏\n\nSubscribe ( Berlangganan ) :    /   \n\nTerimakasih sudah menonton video aku, kasih Like, Share jika kalian suka & Coment apa saja yang kalian suka, aku usahakan untuk membalasnya :)\n\n#KebakaranBanjarmasin #PasarLimaBanjarmasin #PasarHarumManis #PasarBawangBjm #BeritaBanjarmasin #KalimantanSelatan #PeristiwaHariIni", "post_id": "wH2m51p2m-A"}}], "edges": [{"key": "grok", "source": "grok", "target": "OniDewono", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MRPurnomoo", "source": "MRPurnomoo", "target": "KapudS640", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "heysoerabaya", "source": "heysoerabaya", "target": "heysoerabaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "makrolicious_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "validnews", "source": "validnews", "target": "priska.aprillia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "ternakuang.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "irhamshlaw", "source": "irhamshlaw", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BudyYT72", "source": "@BudyYT72", "target": "budyyt72", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}