{"nodes": [{"key": "EIkartelo", "attributes": {"label": "EIkartelo", "x": 994.0391572155891, "y": 675.6833013571745, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051351916345733253", "id": "EIkartelo", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tugas bank Indonesia bikin kebijakan, naikin suku bunga tabungan rupiah misalnya. Investor cabut karena khawatir krisis.", "post_id": "2051351916345733253"}}, {"key": "Krist888", "attributes": {"label": "Krist888", "x": 807.2100509026136, "y": 275.54538255339713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.6345, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051351916345733253", "id": "Krist888", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tugas bank Indonesia bikin kebijakan, naikin suku bunga tabungan rupiah misalnya. Investor cabut karena khawatir krisis.", "post_id": "2051351916345733253"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 889.3879296255731, "y": 782.3777605206135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 39.6345, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051351916345733253", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Ya itu tugas bank Indonesia bikin kebijakan, naikin suku bunga tabungan rupiah misalnya. Investor cabut karena khawatir krisis.", "post_id": "2051351916345733253"}}, {"key": "bianca.sticmata", "attributes": {"label": "bianca.sticmata", "x": 10.390579323783843, "y": 283.40034423607483, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636199427627093269", "id": "bianca.sticmata", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 843.0409015801366, "y": 757.4226528320314, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 63.2761, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7636199427627093269", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "gabrielrey99", "x": 398.6897292188665, "y": 417.7417037944623, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6345, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636199427627093269", "id": "gabrielrey99", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 888.5304613054573, "y": 421.2373481149517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 711.6180893582161, "y": 891.8538894940953, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 828.2965098742131, "y": 784.1266795611805, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.4553, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 56.56378252713778, "y": 541.7191238254493, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 145.29765208155888, "y": 22.52620737737976, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.4553, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 95.83362324922584, "y": 379.66688903852963, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 719.5253256688675, "y": 689.5299654930241, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6942, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 32.86728625325941, "y": 288.65846833891993, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6942, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 165.87386295058727, "y": 992.9435997821488, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 35.6942, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zzrVqa3O5ho", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Dipanggil Prabowo ke Istana, Gubernur BI Ungkap Dua Faktor Melemahnya Nilai Tukar Rupiah | Liputan 6\n\nGubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengakui bahwa nilai tukar rupiah saat ini dalam kondisi undervalued, anjlok ke level Rp 17.424 per dolar AS.\n\nPerry mengungkap nilai tukar rupiah melemah disebabkan sejumlah faktor, di antaranya harga minyak tinggi, suku bunga Amerika meningkat dan dolar menguat.\n\nNamun, Perry yakin bahwa rupiah akan segera menguat dan stabil mengingat fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, mencapai 5,61 persen.\n\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "zzrVqa3O5ho"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 292.6253150683118, "y": 606.764957099936, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 461.50718256885716, "y": 802.0617271362994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.6345, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MofXcmv1UWA", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Sampaikan Pesan Presiden Prabowo: “Uang Negara Cukup, Jangan Takut”\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menteri Keuangan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61% menandakan adanya akselerasi yang kuat dibandingkan periode sebelumnya.\n\n“Panda Bond (obligasi berdenominasi Renminbi China) di China dengan bunga yang lebih rendah sehingga kita tidak tergantung terlalu banyak ke dolar lagi. Jadi, diversifikasi kita akan lebih baik lagi ke depan,” kata Purbaya, Selasa (5/5/2026). \n\nPurbaya menyampaikan bahwa Presiden meminta dirinya untuk menenangkan publik terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya di tengah dinamika pasar keuangan global.\n\n“Jadi, prospek kita bagus, Teman-teman semua. Enggak usah takut. Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa uang saya cukup, duitnya banyak. Jadi, Anda enggak usah takut,” sambungnya. \n\nSementara itu, Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa tekanan di pasar modal yang ditandai dengan outflow lebih disebabkan oleh faktor global, termasuk ketidakpastian \ngeopolitik dan kondisi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.\n\n“Selama fundamental ekonomi kita baik, kami meyakini kondisi ini akan berbalik,” ujarnya.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#menkeupurbaya #prabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "MofXcmv1UWA"}}, {"key": "@TPFx_Indonesia", "attributes": {"label": "@TPFx_Indonesia", "x": 912.7460068406881, "y": 798.8009770322806, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2UXFoVIGiJ4", "id": "@TPFx_Indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nMenjelang rilis data GDP dan Core PCE Amerika Serikat, pasar emas berpotensi mengalami peningkatan volatilitas seiring perubahan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kedua data ini menjadi indikator utama bagi arah kebijakan suku bunga The Fed, sehingga berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan harga emas.\n\nDalam kondisi tersebut, strategi price action menjadi panduan penting untuk membaca arah pasar secara real-time. Dengan mengamati pola candlestick, momentum, serta level support dan resistance, trader dapat mengidentifikasi peluang entry yang lebih akurat sekaligus mengelola risiko di tengah dinamika pasar.\n\nJangan lewatkan kesempatan untuk membedah analisis teknikal & fundamental, mengetahui potensi arah tren selanjutnya, serta sesi tanya jawab eksklusif dalam acara:\n\nDATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nBergabunglah dengan kami siang ini, Kamis, 30 April 2026, pukul 13.00 WIB bersama RND TPFx Indonesia.\n\nYuk, Subscribe dan Nyalakan Loncengnya supaya kamu ga ketinggalan informasi dari kita\n   /    \n\nDaftarkan Diri Anda Segera di :\nhttps://www.tpfx.co.id/\n\nJangan Lupa Follow Sosial Media Kita Juga ya \nInstagram :     / tpfxindonesia    \nFacebook :     / tpfx  \nTiktok :     / tpfxindonesia", "post_id": "2UXFoVIGiJ4"}}, {"key": "tpfx_indonesia", "attributes": {"label": "tpfx_indonesia", "x": 162.55760490602856, "y": 45.0907622425114, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.4553, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2UXFoVIGiJ4", "id": "tpfx_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "DATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nMenjelang rilis data GDP dan Core PCE Amerika Serikat, pasar emas berpotensi mengalami peningkatan volatilitas seiring perubahan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kedua data ini menjadi indikator utama bagi arah kebijakan suku bunga The Fed, sehingga berdampak langsung pada pergerakan dolar AS dan harga emas.\n\nDalam kondisi tersebut, strategi price action menjadi panduan penting untuk membaca arah pasar secara real-time. Dengan mengamati pola candlestick, momentum, serta level support dan resistance, trader dapat mengidentifikasi peluang entry yang lebih akurat sekaligus mengelola risiko di tengah dinamika pasar.\n\nJangan lewatkan kesempatan untuk membedah analisis teknikal & fundamental, mengetahui potensi arah tren selanjutnya, serta sesi tanya jawab eksklusif dalam acara:\n\nDATA TALKS: PRICE ACTION SEBAGAI PANDUAN TRADING EMAS JELANG DATA GDP DAN CORE PCE AS\n\nBergabunglah dengan kami siang ini, Kamis, 30 April 2026, pukul 13.00 WIB bersama RND TPFx Indonesia.\n\nYuk, Subscribe dan Nyalakan Loncengnya supaya kamu ga ketinggalan informasi dari kita\n   /    \n\nDaftarkan Diri Anda Segera di :\nhttps://www.tpfx.co.id/\n\nJangan Lupa Follow Sosial Media Kita Juga ya \nInstagram :     / tpfxindonesia    \nFacebook :     / tpfx  \nTiktok :     / tpfxindonesia", "post_id": "2UXFoVIGiJ4"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 730.4033688924972, "y": 713.1560906422104, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 338.3289950660791, "y": 71.69630145745532, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.191, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 439.4663409105883, "y": 444.5619353457533, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.191, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 344.4449153924287, "y": 694.5836341176083, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.191, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 989.2353363894345, "y": 384.71920127385096, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.191, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 657.7381426447581, "y": 765.9310599755072, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.191, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 457.51814739242644, "y": 568.812704012388, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 31.191, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uLEzmCaggHY", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menakar Dampak Pelemahan Rupiah di Sepanjang Sejarah | MARKET REVIEW\n\nRupiah kembali tertekan hingga menyentuh level terlemah sepanjang sejarah, apa yang sebenarnya terjadi? Di tengah gejolak global seperti konflik Timur Tengah, lonjakan harga minyak, hingga kebijakan suku bunga AS, tekanan terhadap mata uang Garuda kian nyata, ditambah penurunan cadangan devisa dalam beberapa bulan terakhir. Lalu, seberapa kuat langkah Bank Indonesia melalui bauran kebijakan moneternya mampu menahan gejolak ini?\n\nPembicara:\nAdhi S. Lukman - Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Dan Minuman Indonesia (GAPMMI)\nProf Telisa A. Falianty - Ekonom Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Indonesia\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "uLEzmCaggHY"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "attributes": {"label": "@InvestingTalkPodcast", "x": 349.98789125664365, "y": 659.1096373886073, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 27.8136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "00y76gngc8Q", "id": "@InvestingTalkPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Roblox RBLX Anjlok 24% - Potensi Kenaikan 125%! | Analisis Saham RBLX\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis Roblox Corp ($RBLX) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah RBLX layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\nRoblox Corporation menggerakkan saham Roblox, platform online populer tempat pengguna membuat, berbagi, dan memainkan game imersif melalui konten buatan pengguna, menarik komunitas pemain dan kreator global yang sangat besar. Dalam analisis saham RBLX ini, cerita fundamental menyoroti pertumbuhan pendapatan dan pemesanan yang stabil di tengah gesekan sementara dari inisiatif keselamatan, margin yang tangguh, arus kas operasional yang kuat yang melampaui kerugian yang dilaporkan, neraca keuangan yang kokoh dengan kas bersih yang melimpah, dan pengeluaran modal yang disiplin yang mendanai AI dan alat pengembang tanpa kesulitan. Keunggulan kompetitifnya berasal dari efek jaringan yang kuat dalam ekosistem UGC-nya, perpustakaan konten yang luas yang sulit ditiru, insentif kreator seperti pembayaran yang lebih tinggi untuk audiens yang lebih dewasa, dan biaya peralihan yang tinggi, yang membedakannya dari pesaing seperti Fortnite di saham game dan saham teknologi yang lebih luas.\n\nSaham Roblox baru-baru ini anjlok ke titik terendah setelah pengumuman pendapatan, dengan volume perdagangan yang tinggi menandai potensi kerugian bagi pemegang saham yang lemah, sekarang diperdagangkan di bawah rata-rata utama dalam pengaturan ulang yang dilihat oleh investor fundamental sebagai hal yang menarik. Sentimen analis beragam dalam jangka pendek tetapi cenderung konstruktif dalam jangka panjang, dengan banyak yang mempertahankan peringkat beli dan melihat potensi kenaikan dibandingkan saham metaverse, sementara arus investor menunjukkan institusi tetap bertahan meskipun ada penjualan saham oleh orang dalam di bawah program yang direncanakan. Katalis jangka pendek termasuk pendapatan yang akan datang untuk mengukur tren pengguna, peluncuran penuh verifikasi usia dan kontrol orang tua, potensi dorongan monetisasi iklan, persetujuan regulasi di pasar utama, dan dorongan makro dari pemulihan sektor game.\n\nRisiko utama adalah meningkatnya tuntutan hukum terkait keselamatan anak yang dapat meningkatkan biaya, ditambah persaingan dari Fortnite dan peluncuran besar seperti GTA VI yang mengikis keterlibatan jika peralihan ke pengguna yang lebih tua dengan monetisasi lebih tinggi terhenti. Secara keseluruhan, saham RBLX dapat mengungguli saham game karena platformnya yang semakin matang menghasilkan arus kas berkelanjutan dari ekonomi kreator yang kuat.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda sedang memantau S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk pedagang berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi dompet Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, Diversifikasi ETF, dan Mengelola Portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal....", "post_id": "00y76gngc8Q"}}, {"key": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "investingtalkpodcast", "x": 796.4326544133959, "y": 321.2415095490655, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 51.4553, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "00y76gngc8Q", "id": "investingtalkpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Saham Roblox RBLX Anjlok 24% - Potensi Kenaikan 125%! | Analisis Saham RBLX\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis Roblox Corp ($RBLX) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah RBLX layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\nRoblox Corporation menggerakkan saham Roblox, platform online populer tempat pengguna membuat, berbagi, dan memainkan game imersif melalui konten buatan pengguna, menarik komunitas pemain dan kreator global yang sangat besar. Dalam analisis saham RBLX ini, cerita fundamental menyoroti pertumbuhan pendapatan dan pemesanan yang stabil di tengah gesekan sementara dari inisiatif keselamatan, margin yang tangguh, arus kas operasional yang kuat yang melampaui kerugian yang dilaporkan, neraca keuangan yang kokoh dengan kas bersih yang melimpah, dan pengeluaran modal yang disiplin yang mendanai AI dan alat pengembang tanpa kesulitan. Keunggulan kompetitifnya berasal dari efek jaringan yang kuat dalam ekosistem UGC-nya, perpustakaan konten yang luas yang sulit ditiru, insentif kreator seperti pembayaran yang lebih tinggi untuk audiens yang lebih dewasa, dan biaya peralihan yang tinggi, yang membedakannya dari pesaing seperti Fortnite di saham game dan saham teknologi yang lebih luas.\n\nSaham Roblox baru-baru ini anjlok ke titik terendah setelah pengumuman pendapatan, dengan volume perdagangan yang tinggi menandai potensi kerugian bagi pemegang saham yang lemah, sekarang diperdagangkan di bawah rata-rata utama dalam pengaturan ulang yang dilihat oleh investor fundamental sebagai hal yang menarik. Sentimen analis beragam dalam jangka pendek tetapi cenderung konstruktif dalam jangka panjang, dengan banyak yang mempertahankan peringkat beli dan melihat potensi kenaikan dibandingkan saham metaverse, sementara arus investor menunjukkan institusi tetap bertahan meskipun ada penjualan saham oleh orang dalam di bawah program yang direncanakan. Katalis jangka pendek termasuk pendapatan yang akan datang untuk mengukur tren pengguna, peluncuran penuh verifikasi usia dan kontrol orang tua, potensi dorongan monetisasi iklan, persetujuan regulasi di pasar utama, dan dorongan makro dari pemulihan sektor game.\n\nRisiko utama adalah meningkatnya tuntutan hukum terkait keselamatan anak yang dapat meningkatkan biaya, ditambah persaingan dari Fortnite dan peluncuran besar seperti GTA VI yang mengikis keterlibatan jika peralihan ke pengguna yang lebih tua dengan monetisasi lebih tinggi terhenti. Secara keseluruhan, saham RBLX dapat mengungguli saham game karena platformnya yang semakin matang menghasilkan arus kas berkelanjutan dari ekonomi kreator yang kuat.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda sedang memantau S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), dan memberikan strategi yang dapat ditindaklanjuti untuk pedagang berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi dompet Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, Diversifikasi ETF, dan Mengelola Portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal....", "post_id": "00y76gngc8Q"}}], "edges": [{"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "Krist888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TPFx_Indonesia", "source": "@TPFx_Indonesia", "target": "tpfx_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}