{"nodes": [{"key": "SungaiNil3", "attributes": {"label": "SungaiNil3", "x": 180.13361751200685, "y": 339.3301492410291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051628295977099457", "id": "SungaiNil3", "source": "retweet-000002", "content": "Frasa \"tabungan negara\" u/ membeli SBN bisa menyesatkan. BI pake instrumen kebijakan moneter spt injeksi lik…", "post_id": "2051628295977099457"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 426.8807708407908, "y": 193.8623088882171, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2051628295977099457", "id": "eddesign_", "source": "retweet-000002", "content": "Frasa \"tabungan negara\" u/ membeli SBN bisa menyesatkan. BI pake instrumen kebijakan moneter spt injeksi lik…", "post_id": "2051628295977099457"}}, {"key": "pamudisetiawan", "attributes": {"label": "pamudisetiawan", "x": 683.1128934412291, "y": 177.07625367132962, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.4566, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051628295977099457", "id": "pamudisetiawan", "source": "retweet-000002", "content": "Frasa \"tabungan negara\" u/ membeli SBN bisa menyesatkan. BI pake instrumen kebijakan moneter spt injeksi lik…", "post_id": "2051628295977099457"}}, {"key": "Bang_Rosinante", "attributes": {"label": "Bang_Rosinante", "x": 825.8806728234392, "y": 808.7644904190582, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051500510960853221", "id": "Bang_Rosinante", "source": "tweet-000004", "content": "Akhirnya ada yang ngebahas ini orang. Makasih mint sudah mewakili keresahan gua, soalnya dari kenaikan dollar yang masif ini. Deputi Gubernur BI bagaimana untuk menyikapinya?\n\nApakah sekdar saya merasa bisa walau belum ada pengalaman moneter?", "post_id": "2051500510960853221"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 399.74225651948734, "y": 978.6802360361098, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.1082, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051500510960853221", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Akhirnya ada yang ngebahas ini orang. Makasih mint sudah mewakili keresahan gua, soalnya dari kenaikan dollar yang masif ini. Deputi Gubernur BI bagaimana untuk menyikapinya?\n\nApakah sekdar saya merasa bisa walau belum ada pengalaman moneter?", "post_id": "2051500510960853221"}}, {"key": "Legislator75", "attributes": {"label": "Legislator75", "x": 278.1032794270504, "y": 986.1796823578362, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051601675283222867", "id": "Legislator75", "source": "tweet-000004", "content": "Ngapaen si bhangsat ini ada di BI, gak mampu mengawal rupiah dgn kebijakn moneter yg kuat, dasar pjbt endorsan jokodok..periksa aja dana CSR BI yg dikorup DPR pasti melibatkn dia buat jdi BI 1.", "post_id": "2051601675283222867"}}, {"key": "GunRomli", "attributes": {"label": "GunRomli", "x": 186.99207064263302, "y": 728.2078513366572, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.0571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051601675283222867", "id": "GunRomli", "source": "tweet-000004", "content": "Ngapaen si bhangsat ini ada di BI, gak mampu mengawal rupiah dgn kebijakn moneter yg kuat, dasar pjbt endorsan jokodok..periksa aja dana CSR BI yg dikorup DPR pasti melibatkn dia buat jdi BI 1.", "post_id": "2051601675283222867"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 80.6245720887121, "y": 183.90457525600047, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.0571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051601675283222867", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Ngapaen si bhangsat ini ada di BI, gak mampu mengawal rupiah dgn kebijakn moneter yg kuat, dasar pjbt endorsan jokodok..periksa aja dana CSR BI yg dikorup DPR pasti melibatkn dia buat jdi BI 1.", "post_id": "2051601675283222867"}}, {"key": "KangDien_Wae", "attributes": {"label": "KangDien_Wae", "x": 755.919131384811, "y": 47.022707928958795, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.6675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051466291425489395", "id": "KangDien_Wae", "source": "tweet-000004", "content": "YA keduanya gerbang terakhir. BI di kebijakan moneter & Kemenkeu di kebijakan fiskal (pajak/belanja negara).🙏", "post_id": "2051466291425489395"}}, {"key": "EIkartelo", "attributes": {"label": "EIkartelo", "x": 625.0520232604827, "y": 627.1253263443032, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051526111042105547", "id": "EIkartelo", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "JawisN", "attributes": {"label": "JawisN", "x": 450.26044531050456, "y": 999.9406534533517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "JawisN", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "Krist888", "attributes": {"label": "Krist888", "x": 171.266776920153, "y": 374.69695537871905, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "Krist888", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 171.71359181503854, "y": 28.314160265843324, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "NaufalS70688221", "attributes": {"label": "NaufalS70688221", "x": 13.146770345423331, "y": 728.894036655101, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051715828845044007", "id": "NaufalS70688221", "source": "tweet-000004", "content": "Udh jelas dianya cuma bisa Fiskal. Fiskal dan moneter 2 hal berbeda, saya merasa ??? Emng g ada gubernur BI yang lebih ahli dibidang nya? Kenapa dia yang di masukin ke bi ?", "post_id": "2051715828845044007"}}, {"key": "minase_nayuki", "attributes": {"label": "minase_nayuki", "x": 772.7945288386506, "y": 550.3915354971155, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051640888561164330", "id": "minase_nayuki", "source": "tweet-000004", "content": "Oh, nggak, gw kaget liat iklan nya OJK\nGak sensitif dan tidak koordinatif \nIni kan seolah OJK nyalahkan pemerintah dan BI (sebagai penguasa keuangan dan moneter) atas mahal nya biaya sekolah.....", "post_id": "2051640888561164330"}}, {"key": "icblues", "attributes": {"label": "icblues", "x": 408.37623523606356, "y": 383.933793027906, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051640888561164330", "id": "icblues", "source": "tweet-000004", "content": "Oh, nggak, gw kaget liat iklan nya OJK\nGak sensitif dan tidak koordinatif \nIni kan seolah OJK nyalahkan pemerintah dan BI (sebagai penguasa keuangan dan moneter) atas mahal nya biaya sekolah.....", "post_id": "2051640888561164330"}}, {"key": "otaknyakonslet", "attributes": {"label": "otaknyakonslet", "x": 770.5033790454265, "y": 831.1246498254689, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051253316127187447", "id": "otaknyakonslet", "source": "tweet-000004", "content": "Inget, SMI dibusukkan oleh sobat2 yahudi soros bukan karena dia jelek. Tp karena dia THE GOAT guardian fiskal finansial moneter (dgn BI) nya indonesia. Begitu beliau mundur, praktis pertahanan indonesia mudah dibobol sana sini.\nhttps://t.co/mmfjbBDVNL", "post_id": "2051253316127187447"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 498.75391678848723, "y": 761.0746185928875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051253316127187447", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Inget, SMI dibusukkan oleh sobat2 yahudi soros bukan karena dia jelek. Tp karena dia THE GOAT guardian fiskal finansial moneter (dgn BI) nya indonesia. Begitu beliau mundur, praktis pertahanan indonesia mudah dibobol sana sini.\nhttps://t.co/mmfjbBDVNL", "post_id": "2051253316127187447"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 1.596647468720347, "y": 999.1093990318742, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 528.0966118618512, "y": 646.0785561706966, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 557.7507583263856, "y": 242.19858922482683, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 316.49048179042063, "y": 297.4428637784814, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.4245, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "bianca.sticmata", "attributes": {"label": "bianca.sticmata", "x": 102.44177512084673, "y": 655.2351046635338, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636199427627093269", "id": "bianca.sticmata", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "gabrielrey99", "x": 7.802909222218823, "y": 506.9664989545751, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636199427627093269", "id": "gabrielrey99", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali melemah dan menembus level Rp17.400 per dolar AS pada perdagangan terbaru. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena mendekati titik psikologis yang cukup sensitif, sekaligus mengingatkan pada tekanan serupa yang pernah terjadi pada periode krisis sebelumnya. Pergerakan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik. Dari sisi global, penguatan dolar AS dipicu oleh kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh bank sentral Amerika, serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia. Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah turut dipengaruhi oleh arus keluar modal asing dan tingginya kebutuhan impor, terutama di sektor energi dan bahan baku industri. Pemerintah dan Bank Indonesia dikabarkan terus memantau situasi ini secara ketat dan menyiapkan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan kebijakan moneter. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menghadapi tekanan jangka pendek tersebut. #cryptowave #cryptowaveclip #cryptowavetb   #CapCut", "post_id": "7636199427627093269"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 732.8220479972623, "y": 963.9156020606529, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 667.8737683435315, "y": 509.11575222511675, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "andysugarr", "attributes": {"label": "andysugarr", "x": 751.5060475507095, "y": 941.6650767528998, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635579507755339015", "id": "andysugarr", "source": "tiktok-000001", "content": "Ayo rekkkk! 🔥 Merapat, Grand City Surabaya lagi rame pol! Grand Launching JConnect Mobile  Jatim  📅 1 – 3 Mei 2026 📍Grand City, Surabaya Banyak hiburan seru mulai dari Vanzon, kulineran, UMKM, sampai dimeriahkan artis-artis top kayak Liodra, Tulus, Juicy Lucy, Coldiac, Gea Indrawari, dll 🎤✨ Masuknya GRATIS! Cukup tunjukin aplikasi JConnect Mobile Banking aja 👌 Gaskeun saiki, ojo sampe ketinggalan moment e! ❤️❤️❤️ * PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah berizin resmi, terdaftar, serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). -Diawasi oleh Bank Indonesia: Memastikan operasionalnya sesuai dengan kebijakan sistem pembayaran dan moneter. -Peserta Penjamin LPS: Seluruh simpanan nasabah dijamin keamanannya oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.Dengan legalitas tersebut, seluruh produk dan layanan perbankan yang ditawarkan oleh Bank Jatim terjamin aman dan kredibel.", "post_id": "7635579507755339015"}}, {"key": "Bank", "attributes": {"label": "Bank", "x": 57.418448585054406, "y": 611.2964607512428, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635579507755339015", "id": "Bank", "source": "tiktok-000001", "content": "Ayo rekkkk! 🔥 Merapat, Grand City Surabaya lagi rame pol! Grand Launching JConnect Mobile  Jatim  📅 1 – 3 Mei 2026 📍Grand City, Surabaya Banyak hiburan seru mulai dari Vanzon, kulineran, UMKM, sampai dimeriahkan artis-artis top kayak Liodra, Tulus, Juicy Lucy, Coldiac, Gea Indrawari, dll 🎤✨ Masuknya GRATIS! Cukup tunjukin aplikasi JConnect Mobile Banking aja 👌 Gaskeun saiki, ojo sampe ketinggalan moment e! ❤️❤️❤️ * PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) telah berizin resmi, terdaftar, serta diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). -Diawasi oleh Bank Indonesia: Memastikan operasionalnya sesuai dengan kebijakan sistem pembayaran dan moneter. -Peserta Penjamin LPS: Seluruh simpanan nasabah dijamin keamanannya oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.Dengan legalitas tersebut, seluruh produk dan layanan perbankan yang ditawarkan oleh Bank Jatim terjamin aman dan kredibel.", "post_id": "7635579507755339015"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 223.56714388034382, "y": 480.2255629557871, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 427.97425697104063, "y": 691.9183157067841, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IiHsLF65obw", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Bunga SRBI Lebih Tinggi dari BI Rate, Kejar Stabilitas Rupiah? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Selama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n#birate #sukubunga #nilaitukarrupiah #bankindonesia \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "IiHsLF65obw"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "attributes": {"label": "@Channel1TVGH", "x": 114.48488840142035, "y": 255.81100654360978, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZIMxW0pXlVw", "id": "@Channel1TVGH", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan Keuangan Bank Ghana: Inflasi, Cadangan Emas & Debat Tekanan Fiskal\n\n#BankOfGhana #Inflasi #EkonomiGhana #KebijakanMonetari #CadanganEmas #KebijakanFiskal #DiskusiEkonomi\nDalam diskusi mendalam ini, para ahli menguraikan kondisi keuangan Bank Ghana saat ini dan apa artinya bagi pengendalian inflasi, kebijakan moneter, dan disiplin fiskal. Percakapan ini mengeksplorasi apakah suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya memerangi inflasi, dan bagaimana keputusan fiskal memengaruhi kemampuan bank sentral untuk menstabilkan perekonomian.\n\nTopik utama meliputi peran operasi pasar terbuka, tantangan ekspansi kredit di lingkungan berisiko tinggi, dan mengapa pemotongan suku bunga tidak selalu diterjemahkan menjadi peningkatan pinjaman.\nPanel ini juga meneliti program emas untuk cadangan Ghana—bagaimana cara kerjanya, mengapa program ini dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian, dan apakah kelanjutannya dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas moneter. Debat ini lebih lanjut menyoroti kekhawatiran tentang akumulasi cadangan, target cakupan impor, dan keberlanjutan jangka panjang dari pilihan kebijakan saat ini.\n\nTerakhir, diskusi ini mengangkat pertanyaan-pertanyaan penting tentang koordinasi antara otoritas fiskal dan bank sentral, dan apakah strategi ekonomi Ghana saat ini cukup untuk menutup kesenjangan keuangan yang ada.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\n\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nWebsite: channelonenewsonline.com", "post_id": "ZIMxW0pXlVw"}}, {"key": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "channel1tvgh", "x": 661.3981288638729, "y": 206.77765907327407, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZIMxW0pXlVw", "id": "channel1tvgh", "source": "youtube-000001", "content": "Penjelasan Keuangan Bank Ghana: Inflasi, Cadangan Emas & Debat Tekanan Fiskal\n\n#BankOfGhana #Inflasi #EkonomiGhana #KebijakanMonetari #CadanganEmas #KebijakanFiskal #DiskusiEkonomi\nDalam diskusi mendalam ini, para ahli menguraikan kondisi keuangan Bank Ghana saat ini dan apa artinya bagi pengendalian inflasi, kebijakan moneter, dan disiplin fiskal. Percakapan ini mengeksplorasi apakah suku bunga yang lebih rendah dapat mengurangi biaya memerangi inflasi, dan bagaimana keputusan fiskal memengaruhi kemampuan bank sentral untuk menstabilkan perekonomian.\n\nTopik utama meliputi peran operasi pasar terbuka, tantangan ekspansi kredit di lingkungan berisiko tinggi, dan mengapa pemotongan suku bunga tidak selalu diterjemahkan menjadi peningkatan pinjaman.\nPanel ini juga meneliti program emas untuk cadangan Ghana—bagaimana cara kerjanya, mengapa program ini dapat menghasilkan keuntungan dan kerugian, dan apakah kelanjutannya dapat menimbulkan risiko terhadap stabilitas moneter. Debat ini lebih lanjut menyoroti kekhawatiran tentang akumulasi cadangan, target cakupan impor, dan keberlanjutan jangka panjang dari pilihan kebijakan saat ini.\n\nTerakhir, diskusi ini mengangkat pertanyaan-pertanyaan penting tentang koordinasi antara otoritas fiskal dan bank sentral, dan apakah strategi ekonomi Ghana saat ini cukup untuk menutup kesenjangan keuangan yang ada.\n\nChannelOne TV...Menceritakan Kisah Anda, Memberdayakan Perubahan\n\nIkuti kami:\n\nFacebook:   / channel1tvgh  \nX: https://x.com/Channel1TVGHA?t=DPofwFH...\nInstagram: https://www.instagram.com/channel1tvg...\nTikTok: https://www.tiktok.com/?...\nWebsite: channelonenewsonline.com", "post_id": "ZIMxW0pXlVw"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 533.7294959674243, "y": 876.058180357222, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 885.5450692689037, "y": 38.73668696378585, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0571, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "juwUEwP6rnk", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonom Wijayanto Samirin Bicara Imbal Hasil SRBI Melonjak, BI Kejar Stabilitas Rupiah?\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Berikut versi deskripsi yang sudah dirapikan dan diperjelas:\nSelama delapan bulan terakhir, suku bunga acuan Bank Indonesia bertahan di level 4,75 persen. Namun, imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) di pasar domestik justru mengalami kenaikan, bahkan pada lelang 29 April lalu menembus angka 6,2 persen.\n\nBank Indonesia menyatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya tarik bagi investor asing agar masuk ke pasar keuangan Indonesia. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.\n\nSejak awal tahun 2026, total aliran dana masuk ke instrumen SRBI tercatat lebih dari Rp54 triliun. Meski demikian, Bank Indonesia mengakui setiap kebijakan memiliki konsekuensi tersendiri. Para ekonom menilai perbedaan antara bunga acuan dan imbal hasil SRBI merupakan bagian dari strategi utama bank sentral dalam menjaga stabilitas rupiah. Topik ini turut dibahas bersama Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin.\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "juwUEwP6rnk"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 47.92132312123021, "y": 618.4262043964443, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 903.3141760932064, "y": 233.61087080614462, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9147, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 95.06318069157649, "y": 815.5136235169659, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9147, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 193.0972750526456, "y": 804.3964357651994, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9147, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 622.1784061352664, "y": 761.5849327587515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9147, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 430.07106732249434, "y": 910.4727264426765, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9147, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 335.7075049366449, "y": 927.1222184527104, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9147, "eigenvector": 0.0001, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 307.9216050771625, "y": 891.9184472617819, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 209.0842845089972, "y": 947.1575156218448, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "@berich467", "attributes": {"label": "@berich467", "x": 626.238165765694, "y": 701.7679238290783, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "@berich467", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "MoneyPechu", "attributes": {"label": "MoneyPechu", "x": 790.784042031943, "y": 219.59292822576927, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "MoneyPechu", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "thathuvapechu478", "attributes": {"label": "thathuvapechu478", "x": 64.26499972858291, "y": 679.706726421071, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "thathuvapechu478", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "ungalproperty7102", "attributes": {"label": "ungalproperty7102", "x": 797.0221009027225, "y": 228.13928220926917, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "ungalproperty7102", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "moneymaatalu", "attributes": {"label": "moneymaatalu", "x": 392.79556987183395, "y": 909.4515174016257, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "moneymaatalu", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "moneypechumalayalam", "attributes": {"label": "moneypechumalayalam", "x": 724.5512079298361, "y": 794.7238148024035, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "moneypechumalayalam", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "Duddinamaathu", "attributes": {"label": "Duddinamaathu", "x": 222.35156217569642, "y": 55.05845354480054, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "Duddinamaathu", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "swadesimithran", "attributes": {"label": "swadesimithran", "x": 473.45195477092926, "y": 315.8179701786088, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "swadesimithran", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "Nava_sakthi", "attributes": {"label": "Nava_sakthi", "x": 136.7309092141624, "y": 182.20819100686313, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.7943, "eigenvector": 111.1111, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FnSNY1K24bs", "id": "Nava_sakthi", "source": "youtube-000001", "content": "Mitos Emas Terbantahkan: Mengapa Harga Turun di Masa Krisis & Apa Artinya bagi Investor\n\nDalam episode Be Rich ini, Vinod Srinivasan menguraikan penurunan harga emas yang mengejutkan meskipun ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi meningkat. Bertentangan dengan kepercayaan umum, emas bukanlah lindung nilai inflasi atau perang jangka pendek—penurunan harga emas terutama dipengaruhi oleh suku bunga riil. Karena bank sentral mempertahankan suku bunga yang lebih tinggi akibat guncangan harga minyak dan risiko inflasi, biaya peluang untuk memegang emas meningkat, yang menyebabkan penurunan harga bahkan selama krisis.\n\nEpisode ini juga menyoroti tren yang lebih dalam: emas lebih bereaksi terhadap kepercayaan pada mata uang fiat daripada terhadap perang itu sendiri. Pembelian oleh bank sentral, terutama setelah peristiwa seperti sanksi Rusia tahun 2022, mencerminkan pergeseran kepercayaan moneter global.\n\nBagi investor India, emas memainkan peran ganda—menawarkan eksposur komoditas dan perlindungan mata uang karena depresiasi rupee. Kesimpulan utamanya: perlakukan emas sebagai asuransi portofolio, bukan sebagai pencipta kekayaan.\n\n#Emas #Investasi #SukuBunga #Inflasi #InvestorIndia #StrategiPortofolio #PenciptaanKekayaan #MenjadiKaya #HargaEmas #InvestasiEmas #SukuBungaRiil #PasarObligasi #BankSentral #RisikoInflasi #HargaMinyak #Geopolitik #KrisisTimurTengah #KekuatanDolar #RupeeVsDolar #DepresiasiMataUang #AsetAman #AlokasiAset #ManajemenPortofolio #InvestasiETF #ETFEmas #ObligasiEmasBerdaulat #EkonomiIndia #EkonomiGlobal #InvestasiMakro #PendidikanKeuangan #ManajemenKekayaan #KekayaanJangkaPanjang #WawasanPasar #InvestasiCerdas #KeuanganPribadiIndia #PembelajaranPasarSaham #TrenEkonomi #ManajemenUang\nBuku Anak-Anak\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 2\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n\nLiterasi Keuangan untuk Anak-Anak – Seri 1\nhttps://moneypechu.com/book/financial...\n-------------------------------------------------\nBuku Bahasa Inggris\n\nSaham Biasa Keuntungan Luar Biasa\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nSemua Tentang Reksa Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nAlkimia Uang\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n-------------------------------------------------\nPenawaran Kombo\n\nKombo 1\nhttps://moneypechu.com/book/combo-1-p...\n\nPaket 2\nhttps://moneypechu.com/book/combo-2-a...\n\nPaket 3\nhttps://moneypechu.com/book/combo3-pa...\n\nPaket 4\nhttps://moneypechu.com/book/combo-4-a...\n\nUntuk Artikel Premium dan Buku\n\nMengunjungi:\nhttps://moneypechu.com/books/\n-------------------------------------------------\nSaluran YouTube Kami Lainnya\n\n\nUang Pechu /  \n\nItuhuva Pechu - /   \n\nMakkal Pechu - / makkalpechu  \n\nProperti Ungal - /   \n\nPaisa Boltha Hai (Hindi) - / paisaboltahai1  \n\nUang Maatalu (Telugu ) - /  \n\nUang pechu Malayalam - / \n\nDuddina maathu - / \n \nSwadesi Mithran - / \n\nNava Sakthi - / -1\n\n-------------------------------------------------\nBeriklan Bersama Kami\n\nUntuk mengiklankan merek Anda di situs MoneyPechu, silakan hubungi:\n📞 7200006273\n📧 moneypechu\n-------------------------------------------------\nTetap Terupdate\n\nUntuk mendapatkan pembaruan instan tentang berita ekonomi, pasar saham, dan artikel premium eksklusif, kunjungi:\nhttps://www.moneypechu.com\n\nBeli Buku Langsung (Offline)\n\nBeli buku karya Anand Srinivasan secara langsung di:\n\n1B, Lantai 1, Apartemen Sreshta Anand\nNo: 15, 16, 17, Jalan Hanumantha\nBalaji Nagar, Royapettah\nChennai – 600014\nTamil Nadu\n-------------------------------------------------\nBeli Online\n\nAlchemy of Money\nhttps://moneypechu.com/book/alchemy-o...\n\nOrdinary Stocks Extraordinary Profits\nhttps://moneypechu.com/book/ordinary-...\n\nAll About Mutual Dana\nhttps://moneypechu.com/book/all-about...\n\nPanam Enum Manthiram (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/panam-enn...\n\nSaadharana Pangu Asaadharana Laabam (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/saadharan...\n\nReksa Dana Therinthu Kolvom (Tamil)\nhttps://moneypechu.com/book/mutual-fu...\n-------------------------------------------------\n\nIkuti saya di Instagram: / anandsrinivasan   \n\n\nVinodSrinivasan:\nIkuti saya di Instagram: / vinodsrinivasan_\n\nUangpechudotcom:\nIkuti saya di Instagram: /   / moneypechu_dot_com", "post_id": "FnSNY1K24bs"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 125.16718283508077, "y": 795.8877910599364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 792.7686578917818, "y": 86.21024253268705, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.7408, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 702.0159699773203, "y": 100.46421511885917, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3734, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 290.4625106155249, "y": 433.5196682225272, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 307.61050163173434, "y": 79.86701647161432, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 324.43258446271506, "y": 687.7611188178782, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.1625, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5HCB1iAen-k", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Pemerintah Batasi Pembelian Dolar AS, Ini Tujuh Langkah Penguatan Rupiah Hasil Ratas di Istana\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membeberkan strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam rapat terbatas di Istana pada Selasa (5/5) sore. \n\nLangkah tersebut mencakup intervensi pasar, penguatan likuiditas, hingga pembatasan pembelian Dolar AS di pasar domestik.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "5HCB1iAen-k"}}], "edges": [{"key": "SungaiNil3", "source": "SungaiNil3", "target": "eddesign_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SungaiNil3", "source": "SungaiNil3", "target": "eddesign_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SungaiNil3", "source": "SungaiNil3", "target": "pamudisetiawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Bang_Rosinante", "source": "Bang_Rosinante", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Legislator75", "source": "Legislator75", "target": "GunRomli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Legislator75", "source": "Legislator75", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "KangDien_Wae", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "JawisN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "Krist888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NaufalS70688221", "source": "NaufalS70688221", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "minase_nayuki", "source": "minase_nayuki", "target": "icblues", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "pamudisetiawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "otaknyakonslet", "source": "otaknyakonslet", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "bianca.sticmata", "source": "bianca.sticmata", "target": "gabrielrey99", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "andysugarr", "source": "andysugarr", "target": "Bank", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Channel1TVGH", "source": "@Channel1TVGH", "target": "channel1tvgh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "MoneyPechu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "thathuvapechu478", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "ungalproperty7102", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "moneymaatalu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "moneypechumalayalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "Duddinamaathu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "swadesimithran", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@berich467", "source": "@berich467", "target": "Nava_sakthi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}