{"nodes": [{"key": "unmagnetism", "attributes": {"label": "unmagnetism", "x": 205.0671595242841, "y": 706.3571828536599, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051603533166989364", "id": "unmagnetism", "source": "retweet-000002", "content": "Ditengah Anjloknya Nilai Tukar Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Q1 tembus 5,61%\n\nagak sus ya, bisa berbanding ter…", "post_id": "2051603533166989364"}}, {"key": "SeekHustle", "attributes": {"label": "SeekHustle", "x": 576.9413423797723, "y": 187.00929988074688, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.6721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051603533166989364", "id": "SeekHustle", "source": "retweet-000002", "content": "Ditengah Anjloknya Nilai Tukar Rupiah, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada Q1 tembus 5,61%\n\nagak sus ya, bisa berbanding ter…", "post_id": "2051603533166989364"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "attributes": {"label": "Kimberley_PS08", "x": 364.9155046950594, "y": 506.96740847470346, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051663508346208362", "id": "Kimberley_PS08", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051663508346208362"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 472.12621723818506, "y": 142.47737157068795, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 23.4789, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "2051663508346208362", "id": "ferrykoto", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051663508346208362"}}, {"key": "gianniwongso", "attributes": {"label": "gianniwongso", "x": 763.5195544153964, "y": 970.001177634705, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051663988082303269", "id": "gianniwongso", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051663988082303269"}}, {"key": "coldbrew165", "attributes": {"label": "coldbrew165", "x": 159.18045249435087, "y": 391.19271004488553, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051638357516759447", "id": "coldbrew165", "source": "retweet-000002", "content": "Justru jika neraca perdagangan kita suprplus, dimana ekspor (X) lebih besar dari impor (M), maka pelemahan rupiah akan menai…", "post_id": "2051638357516759447"}}, {"key": "Graminale", "attributes": {"label": "Graminale", "x": 852.2527424876855, "y": 967.5887733173851, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051568594111308156", "id": "Graminale", "source": "tweet-000004", "content": "Misal kebijakan Dana hasil ekspor (DHE) bagaimana hasilnya ?\nKalau beneran dana hasil ekspor di simpan di dalam negeri dan disimpan dalam bentuk rupiah atau emas, bukankah seharusnya rupiah tangguh dan tidak kering putaran uang dalam negeri ?", "post_id": "2051568594111308156"}}, {"key": "aldysudrajatt", "attributes": {"label": "aldysudrajatt", "x": 6.127152562839466, "y": 336.64167370302624, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051568594111308156", "id": "aldysudrajatt", "source": "tweet-000004", "content": "Misal kebijakan Dana hasil ekspor (DHE) bagaimana hasilnya ?\nKalau beneran dana hasil ekspor di simpan di dalam negeri dan disimpan dalam bentuk rupiah atau emas, bukankah seharusnya rupiah tangguh dan tidak kering putaran uang dalam negeri ?", "post_id": "2051568594111308156"}}, {"key": "Ardaffaf", "attributes": {"label": "Ardaffaf", "x": 734.50820051763, "y": 79.56722982000097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051568594111308156", "id": "Ardaffaf", "source": "tweet-000004", "content": "Misal kebijakan Dana hasil ekspor (DHE) bagaimana hasilnya ?\nKalau beneran dana hasil ekspor di simpan di dalam negeri dan disimpan dalam bentuk rupiah atau emas, bukankah seharusnya rupiah tangguh dan tidak kering putaran uang dalam negeri ?", "post_id": "2051568594111308156"}}, {"key": "facialwashh", "attributes": {"label": "facialwashh", "x": 831.9864297759743, "y": 105.76186178852076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051615165431636295", "id": "facialwashh", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah sudah ada kebijakan Dana Hasil Ekspor (DHE) harus disimpan dalam negeri dalam bentuk rupiah atau emas...\nKayaknya kurang berjalan dengan mulus...", "post_id": "2051615165431636295"}}, {"key": "bungfarid", "attributes": {"label": "bungfarid", "x": 863.8627879238218, "y": 284.4106301588116, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.4913, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2051615165431636295", "id": "bungfarid", "source": "tweet-000004", "content": "Pemerintah sudah ada kebijakan Dana Hasil Ekspor (DHE) harus disimpan dalam negeri dalam bentuk rupiah atau emas...\nKayaknya kurang berjalan dengan mulus...", "post_id": "2051615165431636295"}}, {"key": "NovaNauval58209", "attributes": {"label": "NovaNauval58209", "x": 542.2230341423835, "y": 405.63508294065065, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051543387673866352", "id": "NovaNauval58209", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah tdk jeblok tapi dolar yang menguat. Harga BBM masih terkendali. Proyek Presiden Prabowo efisien dan difokuskan demi pertumbuhan ekonomi dan bangsa. Terbukti ekonomi tumbuh luar biasa di kuartal 1 + ekspor surplus. Akun seperti ini cuma menyebar rasa takut, tdak nasionalis", "post_id": "2051543387673866352"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 36.39092913856634, "y": 51.46395326509745, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051543387673866352", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah tdk jeblok tapi dolar yang menguat. Harga BBM masih terkendali. Proyek Presiden Prabowo efisien dan difokuskan demi pertumbuhan ekonomi dan bangsa. Terbukti ekonomi tumbuh luar biasa di kuartal 1 + ekspor surplus. Akun seperti ini cuma menyebar rasa takut, tdak nasionalis", "post_id": "2051543387673866352"}}, {"key": "robikeane14", "attributes": {"label": "robikeane14", "x": 799.4824571425233, "y": 859.2295400386002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051557298477433102", "id": "robikeane14", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan lupakan pertumbuhan ekonomi ini perlu dilihat aspek strategisnya seperti dampak covid dan kondisi stabilitas global yang terus bergejolak dalam 10 tahun terakhir", "post_id": "2051557298477433102"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 264.9588929338973, "y": 690.4592454297347, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051557298477433102", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Jangan lupakan pertumbuhan ekonomi ini perlu dilihat aspek strategisnya seperti dampak covid dan kondisi stabilitas global yang terus bergejolak dalam 10 tahun terakhir", "post_id": "2051557298477433102"}}, {"key": "isanasisan", "attributes": {"label": "isanasisan", "x": 22.77262689182402, "y": 476.38302716532775, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051677157601272175", "id": "isanasisan", "source": "tweet-000004", "content": "surplus ekspor impor dicukurnya pake rupiah apa dollar ya", "post_id": "2051677157601272175"}}, {"key": "AlgojoHalu", "attributes": {"label": "AlgojoHalu", "x": 537.4151123683935, "y": 857.5095981973076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2051677157601272175", "id": "AlgojoHalu", "source": "tweet-000004", "content": "surplus ekspor impor dicukurnya pake rupiah apa dollar ya", "post_id": "2051677157601272175"}}, {"key": "mexhausteddd", "attributes": {"label": "mexhausteddd", "x": 612.3295472567122, "y": 675.838090865615, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051272522818290007", "id": "mexhausteddd", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ituu baik KALO negara kita negara ekspor T_T", "post_id": "2051272522818290007"}}, {"key": "Asura0599", "attributes": {"label": "Asura0599", "x": 298.84951445390595, "y": 183.51341585132053, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051272522818290007", "id": "Asura0599", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah ituu baik KALO negara kita negara ekspor T_T", "post_id": "2051272522818290007"}}, {"key": "BBuayabunt96946", "attributes": {"label": "BBuayabunt96946", "x": 652.5446640204952, "y": 443.7849324573391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051709196522152332", "id": "BBuayabunt96946", "source": "tweet-000004", "content": "Soal investor mereka lihat bnyk faktor seperti stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, kepastian regulasi, sampai kondisi global. Bkan cuma gaya ngelola fiskal aja.", "post_id": "2051709196522152332"}}, {"key": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "SarjanaEksu", "x": 679.7518967371728, "y": 677.498125163602, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.9479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051709196522152332", "id": "SarjanaEksu", "source": "tweet-000004", "content": "Soal investor mereka lihat bnyk faktor seperti stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, kepastian regulasi, sampai kondisi global. Bkan cuma gaya ngelola fiskal aja.", "post_id": "2051709196522152332"}}, {"key": "hjalmunawar", "attributes": {"label": "hjalmunawar", "x": 19.957551242709037, "y": 503.8558528899132, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051673904754872379", "id": "hjalmunawar", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah bukan karena sengaja untuk menongkatkan ekspor tong 🤣\nCoba cek lagi statistik pertumbuhan ekspor 💀\nMasalahnya adalah rupiah tdk stabil dan terus merosot. Beda ceritanya kalau stabil di angka tertentu.", "post_id": "2051673904754872379"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 760.8617579203693, "y": 46.53469098326535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "2051549006170386671", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "kerjatapimiskin", "x": 320.0440731436566, "y": 982.7059537225949, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kerjatapimiskin", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 28.36224286068767, "y": 192.3096790310862, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051549006170386671", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "Serendipityflt_", "x": 289.32115458045024, "y": 42.4238759448673, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051549006170386671", "id": "Serendipityflt_", "source": "tweet-000004", "content": "Skenario terbaik: Rupiah stabil atau menguat lagi lewat ekspor naik (karena harga kompetitif), investasi asing masuk, cadangan devisa kuat, dan kebijakan BI pemerintah tepat. Inflasi terkendali, impor mahal cuma sementara, ekonomi tumbuh tanpa resesi. Semua bisa membaik cepat", "post_id": "2051549006170386671"}}, {"key": "PelontarUpil", "attributes": {"label": "PelontarUpil", "x": 445.34787820124535, "y": 788.16650447342, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051786879402643617", "id": "PelontarUpil", "source": "tweet-000004", "content": "ehem, \"EKSPOR KITA NAIK DENGAN RUPIAH YANG TURUN!\" yakin gw", "post_id": "2051786879402643617"}}, {"key": "croixsanct", "attributes": {"label": "croixsanct", "x": 858.7124663932016, "y": 110.50305755267809, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051786879402643617", "id": "croixsanct", "source": "tweet-000004", "content": "ehem, \"EKSPOR KITA NAIK DENGAN RUPIAH YANG TURUN!\" yakin gw", "post_id": "2051786879402643617"}}, {"key": "IsmauAlim", "attributes": {"label": "IsmauAlim", "x": 990.5387903733318, "y": 777.2692867008487, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051579938764140874", "id": "IsmauAlim", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi yg sangat positive ...\n\nDi tengah ambruknya nilai tukar rupiah yg sudah mencapai 17.400 perhari ini.\n\nMoga bisa konsisten tumbuh tidak sampe rubuh dibawah tekanan ekonomi global yg serba ketidak pastian", "post_id": "2051579938764140874"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 389.68811308311956, "y": 779.0503319822136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.9479, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051579938764140874", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi yg sangat positive ...\n\nDi tengah ambruknya nilai tukar rupiah yg sudah mencapai 17.400 perhari ini.\n\nMoga bisa konsisten tumbuh tidak sampe rubuh dibawah tekanan ekonomi global yg serba ketidak pastian", "post_id": "2051579938764140874"}}, {"key": "catarinashere", "attributes": {"label": "catarinashere", "x": 511.4237033330725, "y": 14.12199523732427, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051507773519831315", "id": "catarinashere", "source": "tweet-000004", "content": "Wkwkwkw, kmrn aja ada buzzer ngetwit katanya rupiah melemah itu bagus buat industri ekspor kita 😂", "post_id": "2051507773519831315"}}, {"key": "jarigueenak", "attributes": {"label": "jarigueenak", "x": 872.1471441743995, "y": 455.37675072030214, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051507773519831315", "id": "jarigueenak", "source": "tweet-000004", "content": "Wkwkwkw, kmrn aja ada buzzer ngetwit katanya rupiah melemah itu bagus buat industri ekspor kita 😂", "post_id": "2051507773519831315"}}, {"key": "BambangSetyadix", "attributes": {"label": "BambangSetyadix", "x": 684.4260938399166, "y": 81.51195874767015, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051597252628803755", "id": "BambangSetyadix", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi itu dari PDB ( Makro Ekonomi)\nCoba dihitung \n1. Pendapatan Perkapita Masyarakat\n2. Purchasing Power Parity\n3. Mikro Ekonomi\n4. Daya Beli Masyarakat \n5. Kurs Rupiah", "post_id": "2051597252628803755"}}, {"key": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "BigAlphaID", "x": 64.57760827247772, "y": 450.7919948061814, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.8353, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051597252628803755", "id": "BigAlphaID", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi itu dari PDB ( Makro Ekonomi)\nCoba dihitung \n1. Pendapatan Perkapita Masyarakat\n2. Purchasing Power Parity\n3. Mikro Ekonomi\n4. Daya Beli Masyarakat \n5. Kurs Rupiah", "post_id": "2051597252628803755"}}, {"key": "EIkartelo", "attributes": {"label": "EIkartelo", "x": 702.367829374969, "y": 96.14511258430957, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051526111042105547", "id": "EIkartelo", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "JawisN", "attributes": {"label": "JawisN", "x": 588.6092896548166, "y": 841.8074497914653, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "JawisN", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "Krist888", "attributes": {"label": "Krist888", "x": 70.56192840585418, "y": 585.5122882038711, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "Krist888", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 960.5285796508274, "y": 847.4042852710644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051526111042105547", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Menabung salah satu faktor aja. Ada bnyk faktor yg mempengaruhi pelemahan/penguatan Rupiah. ekspor lebih dr impor atau sebaliknya, apakah ada capital inflow/outflow, kebijakan suku bunga, tepat atau nggak, inflasi terjaga?, trust=stabilitas politik, kebijakn pmrnth. Faktor global", "post_id": "2051526111042105547"}}, {"key": "PandaMerahku", "attributes": {"label": "PandaMerahku", "x": 535.6782453000644, "y": 89.28997480527401, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051609908110659750", "id": "PandaMerahku", "source": "tweet-000004", "content": "Mau rupiah kuat, faktanya Indonesia wajib tarik investor sebanyak-banyaknya, genjot terus ekspor, rupiah lemah tuh, karena memang peredaran dollar didalam negeri sedikit, Indonesia tuh masih boros banyak importnya.", "post_id": "2051609908110659750"}}, {"key": "OptikCitra3", "attributes": {"label": "OptikCitra3", "x": 944.1504086318639, "y": 569.5656085074013, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051567728071413849", "id": "OptikCitra3", "source": "tweet-000004", "content": "Beda kertas dengan real \nDaya beli turun,semua barang naik,rupiah anjlok,9 bahan pokok termasuk beras juga naik, pasar lesu dan kepercayaan publik turun derastis.\nLalu apa yang membuat pertumbuhan ekonomi naik jadi 5,61% ?", "post_id": "2051567728071413849"}}, {"key": "lockstock27", "attributes": {"label": "lockstock27", "x": 533.2702631179087, "y": 747.363943428179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2051580718283915295", "id": "lockstock27", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau rupiah melemah bukannya malah bagus untuk ekspor? China dan vietnam aja mati matian ngakalin biar mata uang mereka semakin lemah", "post_id": "2051580718283915295"}}, {"key": "tinyytann", "attributes": {"label": "tinyytann", "x": 811.1715834628989, "y": 614.2771142202802, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051317446343332170", "id": "tinyytann", "source": "tweet-000004", "content": "kesian yah beliau tambah kurus ku rasa, banyak yang dipikirin apalagi rupiah melemah banget. sehat terus yah pak purbaya", "post_id": "2051317446343332170"}}, {"key": "profesor_saham", "attributes": {"label": "profesor_saham", "x": 734.2325844362866, "y": 939.9378484331359, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051317446343332170", "id": "profesor_saham", "source": "tweet-000004", "content": "kesian yah beliau tambah kurus ku rasa, banyak yang dipikirin apalagi rupiah melemah banget. sehat terus yah pak purbaya", "post_id": "2051317446343332170"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 91.10578472068586, "y": 603.5801701689026, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051647149864317084", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar mata uang tdk perlu dikuatir-kuatirkan  ! penguatan nilai mata uang jg bukanlah prestasi ekonomi.. tapi yg penting adlh pertumbuhan ekonomi negara dan daya beli masyarakat yg tinggi.. loe nggak usah mmbesar-besarkn fluktuasi harga dollar trhdp rupiah.. ekonm ngr kuat", "post_id": "2051647149864317084"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 477.1004436183838, "y": 489.6934095777101, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051647149864317084", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar mata uang tdk perlu dikuatir-kuatirkan  ! penguatan nilai mata uang jg bukanlah prestasi ekonomi.. tapi yg penting adlh pertumbuhan ekonomi negara dan daya beli masyarakat yg tinggi.. loe nggak usah mmbesar-besarkn fluktuasi harga dollar trhdp rupiah.. ekonm ngr kuat", "post_id": "2051647149864317084"}}, {"key": "ardypribadi__", "attributes": {"label": "ardypribadi__", "x": 633.5534222013175, "y": 403.264960927729, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051446178055909492", "id": "ardypribadi__", "source": "tweet-000004", "content": "Efeknya akan kerasa di ekspor impor. Rupiah saat ini bisa di tahan dari UMKM. Kalo seandainya UMKM kita juga bangkrut dan sekarang posisinya terancam kerna akan ada Koperasi merah putih, habislah sudah nilai tukar rupiah", "post_id": "2051446178055909492"}}, {"key": "pamunqks", "attributes": {"label": "pamunqks", "x": 646.1718564782223, "y": 140.371120073695, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051446178055909492", "id": "pamunqks", "source": "tweet-000004", "content": "Efeknya akan kerasa di ekspor impor. Rupiah saat ini bisa di tahan dari UMKM. Kalo seandainya UMKM kita juga bangkrut dan sekarang posisinya terancam kerna akan ada Koperasi merah putih, habislah sudah nilai tukar rupiah", "post_id": "2051446178055909492"}}, {"key": "willemjo85977", "attributes": {"label": "willemjo85977", "x": 999.105848692841, "y": 436.8195117898829, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051592265303515554", "id": "willemjo85977", "source": "tweet-000004", "content": "Iya tapi tetap saja komoditas barang minim olah itu kebanyakan meng hire pekerja informal dan yg akhirnya bisa menikmati cuma pengusaha. Beda dengan manufaktur. Akibat peraturan pemerintah aja ekspor lgsg lesu. Intinya kekuatan ekspor kita masi minim tapi rupiah terus melemah", "post_id": "2051592265303515554"}}, {"key": "sciencededuksi", "attributes": {"label": "sciencededuksi", "x": 806.1211831599999, "y": 459.3284504234043, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051606334345560135", "id": "sciencededuksi", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051606334345560135"}}, {"key": "spectatorindex", "attributes": {"label": "spectatorindex", "x": 229.1397986966005, "y": 678.9322726325291, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051606334345560135", "id": "spectatorindex", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah lemah tuh, karena kita belum berdikari, apa2 masih beli import, banyak import melemahkan rupiah, tapi pelemahan ini bisa dimanfaatkan jika prioritas Indonesia, jadi negara ekspor seperti Vietnam dan Tiongkok, ibarat ada pengeluaran, wajib pula ada pemasukan.", "post_id": "2051606334345560135"}}, {"key": "bangsayangsehat", "attributes": {"label": "bangsayangsehat", "x": 494.7433118440938, "y": 352.9705257250425, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051714737432605161", "id": "bangsayangsehat", "source": "tweet-000004", "content": "Kondisi sekarang bukan semata soal fiskal. Dengan inflasi yang terkendali, pertumbuhan yang tetap positif, dan cadangan devisa yang memadai, justru menunjukkan fondasi ekonomi masih kuat. Pelemahan rupiah lebih dipengaruhi dinamika global, bukan karena kebijakan domestik semata.", "post_id": "2051714737432605161"}}, {"key": "fatkur_munir", "attributes": {"label": "fatkur_munir", "x": 751.1769333694215, "y": 269.052059216135, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051682954334851374", "id": "fatkur_munir", "source": "tweet-000004", "content": ".    Sem..kata bennix..rupiah d.bkin lemah efek MSCI...dan agar kita untung lewat ekspor.... Coba k. Nto. Benix..sp tau ada bandingan", "post_id": "2051682954334851374"}}, {"key": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "NOTASLIMBOY", "x": 958.6377806197969, "y": 339.73975619242526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051682954334851374", "id": "NOTASLIMBOY", "source": "tweet-000004", "content": ".    Sem..kata bennix..rupiah d.bkin lemah efek MSCI...dan agar kita untung lewat ekspor.... Coba k. Nto. Benix..sp tau ada bandingan", "post_id": "2051682954334851374"}}, {"key": "Elom", "attributes": {"label": "Elom", "x": 168.84121293731624, "y": 824.2937762952415, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051682954334851374", "id": "Elom", "source": "tweet-000004", "content": ".    Sem..kata bennix..rupiah d.bkin lemah efek MSCI...dan agar kita untung lewat ekspor.... Coba k. Nto. Benix..sp tau ada bandingan", "post_id": "2051682954334851374"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 550.2591848946146, "y": 832.6316746002924, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.5342, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "zugag", "attributes": {"label": "zugag", "x": 211.56651297633044, "y": 663.6900600999402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051644553694961985", "id": "zugag", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi itu makro (hanya dihitung PDB) \n\nEkonomi Mikro Indonesia itu parah\n1. Pendapatan Perkapita rendah\n2. Daya Beli turun\n3. Lapangan Kerja sempit\n4. Usaha lesu\n5. Pajak naik.\nTermasuk nilai tukar rupiah (kurs)\n\nItu tidak dihitung dalam Makro Ekonomi 😂", "post_id": "2051644553694961985"}}, {"key": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "txtdaritaxpayer", "x": 607.5259073559603, "y": 611.3248530139598, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.0905, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051644553694961985", "id": "txtdaritaxpayer", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan ekonomi itu makro (hanya dihitung PDB) \n\nEkonomi Mikro Indonesia itu parah\n1. Pendapatan Perkapita rendah\n2. Daya Beli turun\n3. Lapangan Kerja sempit\n4. Usaha lesu\n5. Pajak naik.\nTermasuk nilai tukar rupiah (kurs)\n\nItu tidak dihitung dalam Makro Ekonomi 😂", "post_id": "2051644553694961985"}}, {"key": "JosuaS16761863", "attributes": {"label": "JosuaS16761863", "x": 295.3214873969273, "y": 826.2858461896087, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "2051453308704088127", "id": "JosuaS16761863", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "direktoridosen", "attributes": {"label": "direktoridosen", "x": 387.4865603898955, "y": 823.4581884766677, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "direktoridosen", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "ChatibBasri", "x": 842.1387528977957, "y": 579.1364130295736, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "ChatibBasri", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "FandomID_", "attributes": {"label": "FandomID_", "x": 209.33323821193716, "y": 619.3394219338326, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "FandomID_", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "bahaspemainbola", "attributes": {"label": "bahaspemainbola", "x": 923.86928586769, "y": 389.7217890993742, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "bahaspemainbola", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "ConcacafID", "attributes": {"label": "ConcacafID", "x": 936.6330280193444, "y": 869.9803439623603, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "ConcacafID", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "MafiaWasit", "attributes": {"label": "MafiaWasit", "x": 142.8114007982686, "y": 459.95783988016757, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "MafiaWasit", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "myshawti", "attributes": {"label": "myshawti", "x": 891.140155758527, "y": 896.7781203726065, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "myshawti", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "PNS_2018", "attributes": {"label": "PNS_2018", "x": 461.8078373892377, "y": 514.3085042692671, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "PNS_2018", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "MilanUpdate", "attributes": {"label": "MilanUpdate", "x": 797.3794374286177, "y": 194.72281870893204, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "MilanUpdate", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "TribunMilano", "attributes": {"label": "TribunMilano", "x": 88.72945496520346, "y": 352.218180078685, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "TribunMilano", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "bukanfufufafaid", "attributes": {"label": "bukanfufufafaid", "x": 290.0775139928269, "y": 311.8256216836224, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "bukanfufufafaid", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "butoable", "attributes": {"label": "butoable", "x": 465.6777252146482, "y": 166.52202631120983, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 6.325, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051453308704088127", "id": "butoable", "source": "tweet-000004", "content": "Ya gausa dibaca bedalah kondisi skrg indonesia makan aja butuh Forex, apalagi beli HP, Mobil, Bensin, laptop, pakaian, elektronik. Apa ngaruh defisit APBN ke hidup lo selain subsidi, fasilitas umum dan tarif pajak. Jadi dibanding target pertumbuhan ekonomi mending stabilitas kurs", "post_id": "2051453308704088127"}}, {"key": "KawalProgram", "attributes": {"label": "KawalProgram", "x": 297.5352844654019, "y": 45.59725104750578, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "KawalProgram", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "kemgelapan", "attributes": {"label": "kemgelapan", "x": 970.9650628722414, "y": 261.5417786890646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051554816451817800", "id": "kemgelapan", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar dolar terhadap rupiah yang semakin menguat tentu tidak terhindari. Sebab, pasar ekspor kita tidak bisa mengekspor ke negara yang sedang konflik. Padahal, mereka adalah pasar utama kita. Ketika konflik sudah mereda, nilai tukar dolar akan menurun dengan sendirinya.", "post_id": "2051554816451817800"}}, {"key": "neeurosxience", "attributes": {"label": "neeurosxience", "x": 47.441030518448834, "y": 556.0916695893806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051284193582457325", "id": "neeurosxience", "source": "tweet-000004", "content": "banyak faktornya, ekspor ke luar lebih kecil daripada impor kita, rendahnya kepercayaan asing buat naruh uang mereka di berbagai lini perekonomian di Indonesia, banyaknya uang rupiah beredar di pasaran, etc. \n\nbanyak kalau dikulik, I have predicted it might worsely sunk to 18.000", "post_id": "2051284193582457325"}}, {"key": "soeyoudieee", "attributes": {"label": "soeyoudieee", "x": 442.2849784324924, "y": 887.2758079731459, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051284193582457325", "id": "soeyoudieee", "source": "tweet-000004", "content": "banyak faktornya, ekspor ke luar lebih kecil daripada impor kita, rendahnya kepercayaan asing buat naruh uang mereka di berbagai lini perekonomian di Indonesia, banyaknya uang rupiah beredar di pasaran, etc. \n\nbanyak kalau dikulik, I have predicted it might worsely sunk to 18.000", "post_id": "2051284193582457325"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 49.0658985808673, "y": 850.8821171045406, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051668112207159471", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Ok om ente betul soal surplus neraca perdagangan , gue koreksi diksi gue. \n\nTapi surplus itu mayoritas dari komoditas mentah: batu bara, sawit, nikel. \n\nHarganya ditentukan pasar global, bukan nilai tukar. Jadi argumen \"rupiah lemah dorong ekspor = rakyat kaya\" tetap tidak", "post_id": "2051668112207159471"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 669.1668204300877, "y": 167.09521148033335, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2418, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3890264290759061349_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Surplus Dagang RI Tembus $3,32 Miliar! Ini “Tameng Dolar” Buat Rupiah & IHSG\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar data ekonomi…\n\nini aliran dolar masuk ke Indonesia. \n1️⃣ Fakta Utama\nIndonesia mencetak:\n💥 Surplus neraca dagang US$ 3,32 miliar (Maret 2026)\n➡️ naik tajam dari bulan sebelumnya\n➡️ jauh di atas ekspektasi pasar\n\nMotor utamanya:\n• ekspor nonmigas\n• komoditas unggulan\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nKarena ini soal arus dolar\n\nSaat surplus terjadi:\n➡️ dolar masuk lebih banyak\n➡️ cadangan devisa kuat\n➡️ tekanan rupiah berkurang\n\n3️⃣ Siapa Penyumbang Utama?\n📈 Sektor unggulan ekspor:\n• Batu bara\n• Logam mulia & emas\n• Besi & baja\n\nMarket utama:\n• China\n• Amerika Serikat\n• India\n\n4️⃣ Tapi Ada Catatan Penting ⚠️\n📉 Sektor migas masih defisit\n➡️ impor energi tinggi\n➡️ tekanan dari harga minyak global\n\nArtinya:\n👉 ekonomi kuat, tapi masih ada “kebocoran”\n\n5️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n➡️ Rupiah lebih stabil\n➡️ risiko asing turun\n➡️ IHSG lebih menarik\n\n6️⃣ Sektor Potensial\n📈 Beneficiary langsung:\n• Komoditas (coal, metal, gold)\n• Export-oriented company\n\n📈 Beneficiary tidak langsung:\n• Consumer goods\n• Farmasi\n\nKenapa?\n➡️ Rupiah stabil = biaya impor terkendali\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n🗓️ Skenario Komoditas\nFokus ke:\n• saham ekspor\n• yang belum overbought\n👉 cari entry saat pullback\n\n🗓️ Skenario Konsumer\nMulai cicil:\n• sektor berbasis impor\n👉 karena kurs lebih aman\n\n🗓️ Skenario Defensif\nPantau:\n• harga minyak global\n• defisit migas\n👉 ini bisa ganggu stabilitas\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nSurplus dagang =\n👉 “dolar masuk”\n👉 bukan sekadar angka statistik\n\nDan di market:\n👉 yang menggerakkan harga = flow uang\n\n9️⃣ Kesimpulan\nSurplus $3,32 miliar ini adalah:\n✔️ sinyal fundamental kuat\n✔️ penopang rupiah\n✔️ katalis IHSG jangka pendek\n\nDi tengah gejolak global,\nIndonesia masih punya “senjata”:\n👉 komoditas\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #Rupiah #NeracaDagang #Komoditas #SmartMoney", "post_id": "3890264290759061349_52512310886"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "attributes": {"label": "bank_indonesia_jabar", "x": 244.47229213887002, "y": 817.5727895124589, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia_jabar", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 406.7633837484805, "y": 355.8524851051279, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889525883992668600_6980760863", "id": "bank_indonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Reposted from \n\nStabil di tengah tekanan, tumbuh di tengah tantangan!\n\n#SobatRupiah, ketidakpastian global, khususnya dinamika geopolitik di Timur Tengah menjadi risiko utama yang terus diantisipasi Bank Indonesia.\n\nDalam pertemuan bersama investor di Singapura, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan berbagai langkah strategis untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dan memperkuat kepercayaan investor (28/4).\n\nMulai dari penerapan integrated monetary policy mix melalui tiga pilar utama, hingga penguatan sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.\n\nLalu, langkah apa lagi yang ditempuh untuk memastikan Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik? Yuk, #BeriMakna simak selengkapnya!\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3889525883992668600_6980760863"}}, {"key": "bkpm_id", "attributes": {"label": "bkpm_id", "x": 508.89775979504446, "y": 487.74921531945927, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "3888053977737215181_4081020884", "id": "bkpm_id", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia , menghadiri Taklimat Presiden RI Kepada Para Komandan Satuan TNI Tahun 2026 yang dipimpin Presiden , di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul, Bogor (30/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi nasional dalam menjaga stabilitas, ketahanan, dan mendukung agenda strategis Indonesia.\n\nKolaborasi antarlembaga menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kepercayaan investor, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\n** \n\nMinister of Investment and Downstream Industry/Chairman of BKPM & CEO of Danantara Indonesia , attended the 2026 Presidential Briefing for Indonesian National Armed Forces Unit Commanders led by President , in The Republic of Indonesia Defense University, Sentul, Bogor (30/4). The event marked part of efforts to strengthen national synergy in maintaining stability, resilience, and supporting Indonesia’s strategic agenda.\n\nStrong collaboration across institutions remains key to fostering a conducive investment climate, strengthening investor confidence, and sustaining Indonesia’s long-term economic growth.\n\nFoto: BPMI Setpres\n\n#Investasi\n#Hilirisasi\n#BKPM\n#InvestasiBerdampak", "post_id": "3888053977737215181_4081020884"}}, {"key": "rosanroeslani", "attributes": {"label": "rosanroeslani", "x": 47.43508815657105, "y": 993.2180055794167, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3888053977737215181_4081020884", "id": "rosanroeslani", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia , menghadiri Taklimat Presiden RI Kepada Para Komandan Satuan TNI Tahun 2026 yang dipimpin Presiden , di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul, Bogor (30/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi nasional dalam menjaga stabilitas, ketahanan, dan mendukung agenda strategis Indonesia.\n\nKolaborasi antarlembaga menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kepercayaan investor, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\n** \n\nMinister of Investment and Downstream Industry/Chairman of BKPM & CEO of Danantara Indonesia , attended the 2026 Presidential Briefing for Indonesian National Armed Forces Unit Commanders led by President , in The Republic of Indonesia Defense University, Sentul, Bogor (30/4). The event marked part of efforts to strengthen national synergy in maintaining stability, resilience, and supporting Indonesia’s strategic agenda.\n\nStrong collaboration across institutions remains key to fostering a conducive investment climate, strengthening investor confidence, and sustaining Indonesia’s long-term economic growth.\n\nFoto: BPMI Setpres\n\n#Investasi\n#Hilirisasi\n#BKPM\n#InvestasiBerdampak", "post_id": "3888053977737215181_4081020884"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 117.90524596333873, "y": 948.6109206043627, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "3888053977737215181_4081020884", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia , menghadiri Taklimat Presiden RI Kepada Para Komandan Satuan TNI Tahun 2026 yang dipimpin Presiden , di Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Sentul, Bogor (30/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan sinergi nasional dalam menjaga stabilitas, ketahanan, dan mendukung agenda strategis Indonesia.\n\nKolaborasi antarlembaga menjadi fondasi penting untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, memperkuat kepercayaan investor, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.\n\n** \n\nMinister of Investment and Downstream Industry/Chairman of BKPM & CEO of Danantara Indonesia , attended the 2026 Presidential Briefing for Indonesian National Armed Forces Unit Commanders led by President , in The Republic of Indonesia Defense University, Sentul, Bogor (30/4). The event marked part of efforts to strengthen national synergy in maintaining stability, resilience, and supporting Indonesia’s strategic agenda.\n\nStrong collaboration across institutions remains key to fostering a conducive investment climate, strengthening investor confidence, and sustaining Indonesia’s long-term economic growth.\n\nFoto: BPMI Setpres\n\n#Investasi\n#Hilirisasi\n#BKPM\n#InvestasiBerdampak", "post_id": "3888053977737215181_4081020884"}}, {"key": "infoenergi.id", "attributes": {"label": "infoenergi.id", "x": 275.53670463135137, "y": 933.3295435468767, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7511584257660275974", "id": "infoenergi.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Pencapaian surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 sebesar USD 160 juta menjadi bukti ketahanan ekonomi yang positif meski menghadapi tantangan global. Ini menandakan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meskipun angka surplus ini terendah dalam lima tahun terakhir, pencapaian tersebut tetap menunjukkan stabilitas ekonomi negara. “Peningkatan ekspor besi dan baja berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor komoditas ini semakin penting di tengah penurunan ekspor batu bara yang mengalami penurunan signifikan,” ungkap Direktur Ekspor Industri Kementerian Perdagangan, Irwan Setiawan. Ekspor besi dan baja tercatat mengalami kenaikan 6,62% pada Januari-April 2025, didorong oleh peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan India. Meski ada tantangan terkait fluktuasi harga komoditas dan persaingan global, Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi ekspornya. Dengan strategi yang tepat dan inovasi berkelanjutan, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya di pasar global dan terus meningkatkan daya saing produk ekspornya.  #InfoEnergi #EksporIndonesia #PerdaganganGlobal  Info   Indonesia", "post_id": "7511584257660275974"}}, {"key": "Ruang", "attributes": {"label": "Ruang", "x": 934.6103813729495, "y": 773.0010874036994, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511584257660275974", "id": "Ruang", "source": "tiktok-000001", "content": "Pencapaian surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 sebesar USD 160 juta menjadi bukti ketahanan ekonomi yang positif meski menghadapi tantangan global. Ini menandakan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meskipun angka surplus ini terendah dalam lima tahun terakhir, pencapaian tersebut tetap menunjukkan stabilitas ekonomi negara. “Peningkatan ekspor besi dan baja berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor komoditas ini semakin penting di tengah penurunan ekspor batu bara yang mengalami penurunan signifikan,” ungkap Direktur Ekspor Industri Kementerian Perdagangan, Irwan Setiawan. Ekspor besi dan baja tercatat mengalami kenaikan 6,62% pada Januari-April 2025, didorong oleh peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan India. Meski ada tantangan terkait fluktuasi harga komoditas dan persaingan global, Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi ekspornya. Dengan strategi yang tepat dan inovasi berkelanjutan, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya di pasar global dan terus meningkatkan daya saing produk ekspornya.  #InfoEnergi #EksporIndonesia #PerdaganganGlobal  Info   Indonesia", "post_id": "7511584257660275974"}}, {"key": "xvg.id", "attributes": {"label": "xvg.id", "x": 11.74686101901068, "y": 616.9069133487466, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511584257660275974", "id": "xvg.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Pencapaian surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 sebesar USD 160 juta menjadi bukti ketahanan ekonomi yang positif meski menghadapi tantangan global. Ini menandakan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meskipun angka surplus ini terendah dalam lima tahun terakhir, pencapaian tersebut tetap menunjukkan stabilitas ekonomi negara. “Peningkatan ekspor besi dan baja berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor komoditas ini semakin penting di tengah penurunan ekspor batu bara yang mengalami penurunan signifikan,” ungkap Direktur Ekspor Industri Kementerian Perdagangan, Irwan Setiawan. Ekspor besi dan baja tercatat mengalami kenaikan 6,62% pada Januari-April 2025, didorong oleh peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan India. Meski ada tantangan terkait fluktuasi harga komoditas dan persaingan global, Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi ekspornya. Dengan strategi yang tepat dan inovasi berkelanjutan, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya di pasar global dan terus meningkatkan daya saing produk ekspornya.  #InfoEnergi #EksporIndonesia #PerdaganganGlobal  Info   Indonesia", "post_id": "7511584257660275974"}}, {"key": "VOX", "attributes": {"label": "VOX", "x": 571.2682037692848, "y": 730.0482565897496, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 7.5802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7511584257660275974", "id": "VOX", "source": "tiktok-000001", "content": "Pencapaian surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2025 sebesar USD 160 juta menjadi bukti ketahanan ekonomi yang positif meski menghadapi tantangan global. Ini menandakan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 60 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meskipun angka surplus ini terendah dalam lima tahun terakhir, pencapaian tersebut tetap menunjukkan stabilitas ekonomi negara. “Peningkatan ekspor besi dan baja berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Ekspor komoditas ini semakin penting di tengah penurunan ekspor batu bara yang mengalami penurunan signifikan,” ungkap Direktur Ekspor Industri Kementerian Perdagangan, Irwan Setiawan. Ekspor besi dan baja tercatat mengalami kenaikan 6,62% pada Januari-April 2025, didorong oleh peningkatan permintaan dari negara mitra dagang utama seperti Tiongkok dan India. Meski ada tantangan terkait fluktuasi harga komoditas dan persaingan global, Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk mengoptimalkan potensi ekspornya. Dengan strategi yang tepat dan inovasi berkelanjutan, Indonesia berpotensi memperkuat posisinya di pasar global dan terus meningkatkan daya saing produk ekspornya.  #InfoEnergi #EksporIndonesia #PerdaganganGlobal  Info   Indonesia", "post_id": "7511584257660275974"}}, {"key": "financial_vibes", "attributes": {"label": "financial_vibes", "x": 130.83679800678883, "y": 10.15420654681587, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635536730594004244", "id": "financial_vibes", "source": "tiktok-000001", "content": "Menunggu rencana kebijakan lord kita yaitu king Purbaya ! yang dimana harga nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah di angka 17.300an ini dan kebijakan fiskal lainnya yang membuat ekonomi dalam negeri kembali menguat ! seperti yg disampaikan oleh CEO sucor sekuritas bernard wijaya dan ci rita mengenai ekonomi indonesia ke depan nya dan dampak terhadap IHSG yang nanti nya akan semakin menguat atau malah sebaliknya? nanti tergantung kebijakan fiskal yang nanti akan di ambil oleh pak purbaya !  Sekuritas  #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7635536730594004244"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 274.4593219742584, "y": 735.8387792031679, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635536730594004244", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Menunggu rencana kebijakan lord kita yaitu king Purbaya ! yang dimana harga nilai tukar rupiah yang saat ini masih melemah di angka 17.300an ini dan kebijakan fiskal lainnya yang membuat ekonomi dalam negeri kembali menguat ! seperti yg disampaikan oleh CEO sucor sekuritas bernard wijaya dan ci rita mengenai ekonomi indonesia ke depan nya dan dampak terhadap IHSG yang nanti nya akan semakin menguat atau malah sebaliknya? nanti tergantung kebijakan fiskal yang nanti akan di ambil oleh pak purbaya !  Sekuritas  #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7635536730594004244"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 179.72155969192914, "y": 728.812801309943, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 994.705977204398, "y": 388.86549249934586, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "ikee.pri", "attributes": {"label": "ikee.pri", "x": 202.10669602340846, "y": 425.2140002489742, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "ikee.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "dpp.pri", "attributes": {"label": "dpp.pri", "x": 6.631479360317161, "y": 55.107028196069166, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636258569725185300", "id": "dpp.pri", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi membantah kabar yang menyebutkan dirinya jatuh sakit dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam temu media di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta (4/5), beliau memberikan klarifikasi langsung terkait berita yang beredar di media sosial: ✅ Medical Check-Up Rutin: Menkeu menjelaskan bahwa kunjungan ke rumah sakit tersebut hanya untuk pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up). ✅ Kondisi Fit: Setelah pemeriksaan selesai, beliau langsung kembali beraktivitas secara normal. ✅ Pesan untuk Publik: Beliau memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan baik dan tetap menjalankan tugas negara sebagaimana mestinya. Mari kita lebih bijak dalam menyaring informasi dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber-sumber resmi. Partai Rakyat Indonesia (PRI) turut mendukung transparansi informasi publik dan mendoakan agar seluruh jajaran pimpinan bangsa senantiasa diberikan kesehatan untuk terus mengawal stabilitas ekonomi Indonesia. 🇮🇩 Sumber: tiktok.com/detik.com #PrabowoSubianto #MenkeuPurbaya #PartaiRakyatIndonesia #MajuRakyatnyaJagaBangsanya #KoalisiIndonesiaMaju", "post_id": "7636258569725185300"}}, {"key": "btvidofficial", "attributes": {"label": "btvidofficial", "x": 570.6823469941507, "y": 475.3863677986182, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "btvidofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "beritasatuofficial", "x": 269.5696327215609, "y": 317.87357940786575, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 8.417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "518373321558562_1400033208825540", "id": "beritasatuofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Purbaya Yudhi Sadewa: Hiperinflasi Masih Jauh, Ekonomi RI Tidak Kepanasan #Beritasatu: Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa risiko hiperinflasi di Indonesia masih sangat jauh, sekaligus menepis kekhawatiran sejumlah pengamat terkait lonjakan harga. Dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2026, ditegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga dan inflasi berada dalam target yang aman.\n\nPurbaya memastikan bahwa meskipun ada fluktuasi harga, secara agregat kenaikan tersebut tidak menggerus daya beli masyarakat secara signifikan. Angka inflasi saat ini dinilai \"sempurna\" dan sesuai dengan target pemerintah 2,5% ± 1%. Video ini memaparkan alasan mengapa ekonomi Indonesia tidak mengalami overheating dan bagaimana strategi pemerintah menjaga stabilitas ke depan.\n#BeritaSatu #PurbayaYudhiSadewa #InflasiIndonesia #EkonomiRI #APBNKita #DayaBeliMasyarakat #Kemenkeu #BeritaEkonomi #Hiperinflasi #EkonomiNasional\n#SaatnyaMajuBersama\n\nPastikan kamu subscribe dan aktifkan juga tombol lonceng untuk mendapatkan notifikasi video terbaru dari BeritaSatu.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nKunjungi juga social media channel kami :\n\nOfficial Website: https://www.beritasatu.com\nWhatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029Vb2lVmJJJhzSSEkLN30K\nTwitter : https://twitter.com/Beritasatu\nFacebook : https://www.facebook.com/beritasatu/\nInstagram : https://www.instagram.com/beritasatu/\nTiktok : https://www.tiktok.com/\n\n__________________________________________________________________________________", "post_id": "518373321558562_1400033208825540"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 484.1016766579953, "y": 103.96296589020615, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 297.7823522460421, "y": 940.5440764058123, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "Bu8PgDp72CE", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Paparkan Penguatan Kebijakan Fiskal untuk Jaga Pertumbuhan Ekonomi Nasional\n\nGaruda Tv - Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan pemerintah terus memperkuat kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap berkelanjutan di tengah dinamika global.\n\nDalam konferensi pers mengenai kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Purbaya menegaskan bahwa koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian global yang masih berlangsung.\n\nIa juga menyampaikan bahwa kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam rentang terkendali. Stabilitas tersebut dinilai turut berkontribusi dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap terjaga.\n\nMenurut Purbaya, pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara berkala. Kebijakan yang adaptif dinilai penting untuk memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.\n\nSelain itu, pemerintah berkomitmen menjaga efektivitas belanja negara agar tetap produktif dan tepat sasaran, sehingga mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.\n\nDengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi nasional dapat terus terjaga sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.\n\nCaption, Editor & Upload: Tijani \n\n#apbnkita  #kemenkeu  #ekonomiindonesia  #inflasi  #kebijakanfiskal  #DayaBeli #ekonomi  #beritaekonomi \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "Bu8PgDp72CE"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 296.4509385360482, "y": 113.99429230335234, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 33.80431096673841, "y": 992.1282540810512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "OhbYPwU18Yo", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen, Menkeu Purbaya Sebut Indonesia Lepas dari Kutukan 5 Persen\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nEditor Video: Erricson Bernedy S\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Selasa (5/5/2026). Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal bahwa perekonomian nasional mulai bergerak keluar dari tren pertumbuhan di kisaran 5 persen.\n\n“Clear sekali kita bisa lepas dari kutukan pertumbuhan ekonomi 5 persen. Kami bergerak ke arah yang lebih cepat lagi,” kata Purbaya. Ia menilai, kinerja ekonomi yang positif ini menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. Selain itu, pemerintah disebut terus menjaga stabilitas melalui berbagai kebijakan fiskal yang adaptif.\n\nPurbaya juga menegaskan bahwa momentum pertumbuhan ini akan terus dijaga agar berlanjut pada kuartal berikutnya. Pemerintah berharap tren pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat fondasi ekonomi nasional.\n\n\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "OhbYPwU18Yo"}}, {"key": "@kompascom", "attributes": {"label": "@kompascom", "x": 288.75471828862396, "y": 211.94726876575143, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "@kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 788.2457664183947, "y": 729.4529011192762, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Fyx95dItt_o", "id": "kompascom", "source": "youtube-000001", "content": "BREAKING NEWS - Laporkan Pertumbuhan Ekonomi ke Prabowo, KSSK Siapkan 7 Langkah Stabilisasi Rupiah\n\nKomite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Keuangan, Gubernur BI hingga Ketua OJK memberikan beberapa pernyataan usai menemui Presiden Prabowo Subianto untuk melaporkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I pada Selasa (5/5/2026).\n\nGubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pertemuan tadi juga membahas soal nilai rupiah yang melemah. Perry mengatakan bahwa BI bersama pemerintah telah menyiapkan 7 langkah stabilisasi nilai rupiah.\n\nSimak keterangan selengkapnya dalam tayangan berikut!\n\nVideo: Sekretariat Presiden\nStreamer: Yonathan Niko Aditama\n\nBergabunglah sebagai channel member kami untuk mendapatkan video-video eksklusif. Klik link berikut ini:\n   /   \n\nAgar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari seluruh Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas.com. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari Kompas.com. \n\nFollow kami di media sosial: \nFacebook:   / kompascom  \nInstagram:   / kompascom  \nTwitter:   / kompascom  \nTiktok:   / kompascom", "post_id": "Fyx95dItt_o"}}, {"key": "@Sulselsatu", "attributes": {"label": "@Sulselsatu", "x": 784.9516592270289, "y": 784.5715797249595, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "@Sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "sulselsatu", "attributes": {"label": "sulselsatu", "x": 100.43118355651393, "y": 837.6860350238194, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0Ki5UJKuXfw", "id": "sulselsatu", "source": "youtube-000001", "content": "BI Sebut Rupiah Undervalued, Perry Yakin Akan Kembali Menguat\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut rupiah saat ini undervalued.\n\nPernyataan itu disampaikan usai bertemu Presiden Prabowo Subianto, Selasa (5/5/2026).\n\nPerry optimistis nilai tukar rupiah ke depan akan stabil dan kembali menguat.\n\nSaat ini, rupiah tercatat berada di level Rp17.424 per dolar AS.\n\nIa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih sangat kuat.\n\nPertumbuhan ekonomi disebut mencapai 5,61 persen dengan inflasi yang tetap rendah.\n\nKredit juga tumbuh tinggi dan cadangan devisa dinilai dalam kondisi kuat.\n\nMenurut Perry, kondisi tersebut seharusnya mendukung penguatan rupiah.\n\nNamun, tekanan jangka pendek masih terjadi akibat faktor global.\n\nIa menyebut harga minyak tinggi dan kenaikan suku bunga AS sebagai pemicu.\n-------------------------------------------------------\nAyo Klik Subscribe Channel Youtube Sulselsatu.com\n   /   \nVideo terkini dan terbaru..\n------------------------------\nSound:  berlisensi Creative Commons Attribution (https://creativecommons.org/licenses/...)\n\nDisclaimer: \nThe images or videos on this channel sometimes come from various other media sources. Copyright is fully held by the source. If there is a problem with this, you can contact us here\n\nFor copyright matters please contact us at: \nPT. LATAMA MEDIA SATU \nNo Telepone: (0411) 467 4269\n-----------------------------", "post_id": "0Ki5UJKuXfw"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 834.0449895734993, "y": 54.49265199515463, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 111.2864038367506, "y": 126.5151564227438, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7434, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 857.8044145036308, "y": 814.1110407308907, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7434, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 989.2019604904264, "y": 137.22039018998723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7434, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yW-zSB_PPJ0", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi | SEDANG VIRAL\n\nSEDANG VIRAL - Rupiah Anjlok Rp17.430 per Dolar AS, Pengamat: Pertumbuhan Ekonomi di Atas Ekspektasi\n\nNilai tukar Rupiah menembus Rp17.430 per dolar AS di awal perdagangan Selasa (5/5). Pelemahan rupiah ini pun memicu kenaikan harga sejumlah komoditas di masyarakat. Dampaknya dinilai cukup besar, apalagi terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.\n\nChief Economist Permata Bank Josua Pardede menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebenarnya di atas ekspektasi. Lalu apa penyebab Rupiah anjlok? Berikut Sedang Viral bersama Presenter EMTEK Media Gracia Bern ...\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "yW-zSB_PPJ0"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 726.2680416574194, "y": 389.85924807995684, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 0, "out_degree": 35, "degree": 35}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 550.842903360947, "y": 235.4141339134047, "size": 3.01, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0501, "eigenvector": 0.0599, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 551.5933140961072, "y": 936.2882918920477, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8869, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 175.07756308181632, "y": 399.25376726738926, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8869, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 459.37179943787174, "y": 580.2509604454608, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8869, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 787.1314273160016, "y": 886.5646476471514, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8869, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 425.119442945278, "y": 88.83617165438906, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.8869, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "kih5NnHGYw4", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | IDXC UPDATE\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\n#mobillistrik #purbaya #mobillistrikindonesia \n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "kih5NnHGYw4"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 441.39785591845373, "y": 632.1201169187561, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 470.9679288620445, "y": 602.6325934896028, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 366.4643419998742, "y": 269.8886896999361, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 711.028248365775, "y": 141.48611544965271, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "aRA7yLDRp8I", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5%\n\nBPS mencatat bahwa di tengah gejolak global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang baik. Sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan stabilitas yang masih terjaga.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #PertumbuhanEkonomi #BPS\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "aRA7yLDRp8I"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "attributes": {"label": "@TribunMedanTV", "x": 438.16816472113874, "y": 431.56153078297785, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "It7Ck6eL-mI", "id": "@TribunMedanTV", "source": "youtube-000001", "content": "STRATEGI Purbaya Dorong SDM dan Jaga Optimisme Ekonomi, Siapkan Pajak Nikel❗\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM -  Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sejumlah langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga penguatan sumber daya manusia.\n\nSalah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerapan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta windfall tax terhadap komoditas nikel.\n\nEditor Video : TRIA RIZKI\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "It7Ck6eL-mI"}}, {"key": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "tribunmedantv", "x": 115.13545968421846, "y": 993.3748530799309, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "It7Ck6eL-mI", "id": "tribunmedantv", "source": "youtube-000001", "content": "STRATEGI Purbaya Dorong SDM dan Jaga Optimisme Ekonomi, Siapkan Pajak Nikel❗\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-MEDAN.COM -  Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan sejumlah langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, mulai dari optimalisasi penerimaan negara hingga penguatan sumber daya manusia.\n\nSalah satu kebijakan yang tengah disiapkan adalah penerapan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) serta windfall tax terhadap komoditas nikel.\n\nEditor Video : TRIA RIZKI\n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /   \n\nBaca selengkapnya di www.tribun-medan.com\n\n#TribunMedan", "post_id": "It7Ck6eL-mI"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 266.068841159494, "y": 953.1652600172251, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "OWb6xBHprmI", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "Bantah Kabar Buruk! Menkeu Purbaya Jawab Isu Sakit Tak Bisa Bangun hingga Mau Dipecat\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait kondisi kesehatannya. Purbaya membantah kabar yang menyebut dirinya jatuh sakit parah hingga tidak mampu beraktivitas.\n\nDitemui di kantornya pada Senin (4/5/2026), Purbaya mengonfirmasi memang sempat mendatangi rumah sakit, namun bukan untuk perawatan intensif melainkan hanya pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up).\n\n\"Iya masuk rumah sakit tapi keluar lagi. Check up biasa lah,\" ujar Purbaya kepada awak media.\n\nDalam kesempatan tersebut, Purbaya secara spesifik menepis rumor mengenai kadar gula darahnya yang disebut melonjak. Ia menegaskan kondisi gula darahnya saat ini normal di angka 118. Selain itu, ia memastikan masalah sakit pinggang yang sempat dialaminya kini telah pulih total.\n\nPurbaya juga menyayangkan banyaknya informasi menyesatkan (hoaks) yang beredar, termasuk isu yang mengaitkan kondisi kesehatannya dengan rencana pencopotan dirinya dari kursi Menteri Keuangan.\n\n\"Banyak gosip, katanya nggak bisa bangkit dari tempat tidur, mau dipecat,\" tuturnya dengan nada bercanda sekaligus menegaskan bahwa posisi jabatannya tetap aman.\n\nPemerintah berharap dengan klarifikasi langsung ini, spekulasi liar di pasar keuangan maupun masyarakat terkait stabilitas kepemimpinan di Kementerian Keuangan dapat mereda.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "OWb6xBHprmI"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 235.01721871011617, "y": 169.60334762645658, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.417, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "OWb6xBHprmI", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "Bantah Kabar Buruk! Menkeu Purbaya Jawab Isu Sakit Tak Bisa Bangun hingga Mau Dipecat\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait kondisi kesehatannya. Purbaya membantah kabar yang menyebut dirinya jatuh sakit parah hingga tidak mampu beraktivitas.\n\nDitemui di kantornya pada Senin (4/5/2026), Purbaya mengonfirmasi memang sempat mendatangi rumah sakit, namun bukan untuk perawatan intensif melainkan hanya pemeriksaan kesehatan rutin (medical check up).\n\n\"Iya masuk rumah sakit tapi keluar lagi. Check up biasa lah,\" ujar Purbaya kepada awak media.\n\nDalam kesempatan tersebut, Purbaya secara spesifik menepis rumor mengenai kadar gula darahnya yang disebut melonjak. Ia menegaskan kondisi gula darahnya saat ini normal di angka 118. Selain itu, ia memastikan masalah sakit pinggang yang sempat dialaminya kini telah pulih total.\n\nPurbaya juga menyayangkan banyaknya informasi menyesatkan (hoaks) yang beredar, termasuk isu yang mengaitkan kondisi kesehatannya dengan rencana pencopotan dirinya dari kursi Menteri Keuangan.\n\n\"Banyak gosip, katanya nggak bisa bangkit dari tempat tidur, mau dipecat,\" tuturnya dengan nada bercanda sekaligus menegaskan bahwa posisi jabatannya tetap aman.\n\nPemerintah berharap dengan klarifikasi langsung ini, spekulasi liar di pasar keuangan maupun masyarakat terkait stabilitas kepemimpinan di Kementerian Keuangan dapat mereda.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "OWb6xBHprmI"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 379.00482219035337, "y": 369.66567322242327, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 180.84128033127055, "y": 358.53751800396503, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5kUnnt1oV_s", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Utang Indonesia Tembus Rp10.000 Triliun??!! Apa Dampaknya Ke Rakyat Kecil??!!\n\n🎬 Lampu Kuning Fiskal Indonesia: Utang Rp10.000 Triliun Masih Aman?\n\n📢 Indonesia terlihat baik-baik saja… tapi apakah benar-benar aman?\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia menghadapi berbagai tekanan serius dari sisi fiskal. Mulai dari lonjakan utang negara yang mendekati Rp10.000 triliun, beban bunga utang yang semakin besar, hingga ancaman debt wall di tahun 2026 yang bisa menjadi ujian terbesar bagi APBN.\n\n👉 Dalam video ini, kita akan membahas secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n\n✅ Kondisi fiskal Indonesia terbaru\n✅ Kenapa utang Indonesia terus meningkat\n✅ Apa itu rasio utang terhadap PDB dan kenapa dianggap “masih aman”\n✅ Fakta mengejutkan: hampir 20% pendapatan negara habis untuk bunga utang\n✅ Ancaman besar “debt wall” atau jatuh tempo utang\n✅ Defisit APBN yang terus membesar\n✅ Risiko global: suku bunga tinggi, geopolitik, dan nilai tukar\n✅ Apakah Indonesia benar-benar aman dari krisis?\n✅ Strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi\n\n💡 Fakta Penting yang Harus Kamu Tahu!\n\n📊 Utang Indonesia 2025: Rp9.600 triliun\n📊 Proyeksi 2026: Tembus Rp10.000 triliun\n📊 Rasio utang: ~40% PDB (di bawah batas 60%)\n📊 Bunga utang: Rp520 triliun lebih per tahun\n📊 Debt wall 2026: Rp833 triliun jatuh tempo\n\n⚠️ Sekilas terlihat aman…\nTapi jika digabungkan, semua ini bisa menjadi “lampu kuning” bagi ekonomi Indonesia.\n\n🌍 Kenapa Ini Penting Buat Kamu?\n\nKarena kondisi fiskal negara akan berdampak langsung ke:\n\n💸 Harga kebutuhan sehari-hari\n📈 Pajak yang kamu bayar\n💼 Lapangan pekerjaan\n🏦 Stabilitas ekonomi Indonesia\n\n👉 Dengan memahami ini, kamu bisa lebih siap menghadapi masa depan.\n\n🔥 Insight Penting dari Video Ini:\n\n✔️ Utang bukan selalu buruk, tapi bisa jadi berbahaya jika tidak dikelola dengan benar\n✔️ Rasio utang aman belum tentu berarti kondisi fiskal benar-benar sehat\n✔️ Beban bunga utang adalah ancaman nyata yang sering diabaikan\n✔️ Tekanan global bisa memperparah kondisi dalam negeri\n✔️ Pertumbuhan ekonomi adalah kunci utama keluar dari masalah utang\n\n🚨 Apakah Indonesia Menuju Krisis?\n\nJawabannya tidak sesederhana “iya” atau “tidak”.\n\n👉 Indonesia saat ini berada di fase lampu kuning\nArtinya:\n\n⚠️ Belum krisis\n⚠️ Tapi harus sangat waspada\n\n💬 Tulis pendapat kamu di kolom komentar:\nMenurut kamu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih aman… atau mulai berbahaya?\n\n👍 Jangan lupa:\n✔️ Like video ini\n✔️ Share ke teman kamu biar makin melek ekonomi\n✔️ Subscribe channel Inner Boost untuk konten finansial, mindset, dan realita kehidupan yang jarang dibahas secara jujur\n\n🚀 Dukung channel ini supaya terus berkembang dan memberikan konten berkualitas untuk kamu!\n\n\n\n\n\n#ekonomiindonesia #UtangIndonesia #ekonomiglobal #ekonomidunia #ekonomi2026 #prediksiekonomi #keuanganindonesia #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #APBN #FiskalIndonesia #KrisisEkonomi #DebtWall #DefisitAPBN\n#BeritaEkonomin#Investasi #Keuangan #EdukasiKeuangan #InnerBoost #inflasi #perangiran #SukuBunga #PajakIndonesia #FinancialEducation #MoneyTalks #Indonesia2026\n\n\n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "5kUnnt1oV_s"}}, {"key": "@pakdesambal", "attributes": {"label": "@pakdesambal", "x": 941.8686023912276, "y": 4.775484537805519, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5nwKqYG4Q8I", "id": "@pakdesambal", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ?\n\nDari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ? #reaction \n\nChanel: Pakde Sambal,  \n\nDunia sering menyerang industri sawit.\n\nIsu lingkungan, deforestasi, hingga kampanye hitam terus dilontarkan.\n\nTapi di saat yang sama, dunia juga menghadapi krisis energi global.\nHarga minyak naik, pasokan terganggu, dan banyak negara mulai panik mencari alternatif.\n\nIndonesia punya pendekatan yang berbeda.\n\nBukan sekadar menanam sawit,\ntapi mengubahnya menjadi energi nyata melalui program biodiesel seperti B30 dan B35.\n\nHasilnya?\nIndonesia mampu menekan impor BBM, menjaga stabilitas energi, dan membangun kemandirian.\n\nSementara itu, negara lain yang juga memiliki sawit memilih strategi berbeda.\nAda yang masih fokus pada ekspor bahan mentah, ada yang belum agresif dalam hilirisasi energi.\n\nLalu muncul pertanyaan besar:\n\nSiapa sebenarnya yang lebih siap menghadapi masa depan energi?\n\nDalam video ini kita akan membahas:\n\nKenapa sawit adalah tanaman paling efisien di dunia\nPerbandingan dengan kedelai dan bunga matahari\nStrategi biodiesel Indonesia (B30, B35, hingga B50)\nPerbedaan pendekatan antar negara penghasil sawit\nDan bagaimana geopolitik energi sedang berubah\n\nIni bukan soal siapa benar atau salah.\n\nIni soal strategi.\n\nKarena di era krisis energi global,\nyang bertahan bukan yang paling banyak bicara,\ntapi yang paling siap.\n\nTonton sampai habis.\n\n#SawitIndonesia\n#Biodiesel\n#B35\n#EnergiIndonesia\n#KelapaSawit\n#GeopolitikEnergi\n#CPO\n#EnergiHijau\n#IndonesiaMaju\n#EkonomiIndonesia\n#CrudePalmOil\n#RenewableEnergy\n#PalmOil\n#EnergyCrisis\n#IndonesiaVsDunia", "post_id": "5nwKqYG4Q8I"}}, {"key": "pakdesambal", "attributes": {"label": "pakdesambal", "x": 336.1652347532028, "y": 142.20834357971756, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.9273, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5nwKqYG4Q8I", "id": "pakdesambal", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ?\n\nDari Gorengan ke Energi! Kenapa Indonesia Melaju, yang Lain Ragu ? #reaction \n\nChanel: Pakde Sambal,  \n\nDunia sering menyerang industri sawit.\n\nIsu lingkungan, deforestasi, hingga kampanye hitam terus dilontarkan.\n\nTapi di saat yang sama, dunia juga menghadapi krisis energi global.\nHarga minyak naik, pasokan terganggu, dan banyak negara mulai panik mencari alternatif.\n\nIndonesia punya pendekatan yang berbeda.\n\nBukan sekadar menanam sawit,\ntapi mengubahnya menjadi energi nyata melalui program biodiesel seperti B30 dan B35.\n\nHasilnya?\nIndonesia mampu menekan impor BBM, menjaga stabilitas energi, dan membangun kemandirian.\n\nSementara itu, negara lain yang juga memiliki sawit memilih strategi berbeda.\nAda yang masih fokus pada ekspor bahan mentah, ada yang belum agresif dalam hilirisasi energi.\n\nLalu muncul pertanyaan besar:\n\nSiapa sebenarnya yang lebih siap menghadapi masa depan energi?\n\nDalam video ini kita akan membahas:\n\nKenapa sawit adalah tanaman paling efisien di dunia\nPerbandingan dengan kedelai dan bunga matahari\nStrategi biodiesel Indonesia (B30, B35, hingga B50)\nPerbedaan pendekatan antar negara penghasil sawit\nDan bagaimana geopolitik energi sedang berubah\n\nIni bukan soal siapa benar atau salah.\n\nIni soal strategi.\n\nKarena di era krisis energi global,\nyang bertahan bukan yang paling banyak bicara,\ntapi yang paling siap.\n\nTonton sampai habis.\n\n#SawitIndonesia\n#Biodiesel\n#B35\n#EnergiIndonesia\n#KelapaSawit\n#GeopolitikEnergi\n#CPO\n#EnergiHijau\n#IndonesiaMaju\n#EkonomiIndonesia\n#CrudePalmOil\n#RenewableEnergy\n#PalmOil\n#EnergyCrisis\n#IndonesiaVsDunia", "post_id": "5nwKqYG4Q8I"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 38.25008063398838, "y": 301.8611738109013, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 260.7911462251795, "y": 84.25996436524397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 225.1671277286973, "y": 378.8507994237369, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 686.4872089235508, "y": 267.0695555200701, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 514.5407983258775, "y": 571.6279034397679, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 7.1618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fwPgDJKPybs", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "GAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nGAK REALISTIS?! CUAN 4.800 TRILIUN dari HILIRISASI KELAPA—FAKTA atau HALU?\n\nDi tengah dorongan besar untuk mendorong hilirisasi sumber daya alam, muncul klaim mengejutkan bahwa Indonesia bisa menghasilkan hingga 4.800 triliun rupiah hanya dari sektor kelapa. Angka ini terdengar luar biasa besar, bahkan nyaris sulit dipercaya. Indonesia memang dikenal sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan potensi yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tapi pertanyaannya, apakah benar potensi sebesar itu bisa direalisasikan? Atau ini hanya sekadar proyeksi yang terlalu optimistis?\n\nDalam video ini, kita akan membedah lebih dalam bagaimana sebenarnya potensi ekonomi dari kelapa, khususnya dari sisi yang sering dianggap remeh: limbahnya. Ternyata, dari limbah kelapa seperti tempurung saja, bisa diolah menjadi arang briket yang memiliki nilai jual tinggi di pasar ekspor. Bahkan, jika dimaksimalkan, sektor ini saja disebut-sebut bisa menghasilkan hingga 6 triliun rupiah. Ini baru dari satu turunan produk, belum termasuk produk lain seperti minyak kelapa, santan, serat kelapa, hingga produk turunan industri lainnya.\n\nNamun di balik potensi besar tersebut, ada banyak tantangan yang tidak bisa diabaikan. Mulai dari infrastruktur, teknologi pengolahan, kualitas sumber daya manusia, hingga akses pasar global yang tidak semudah yang dibayangkan. Hilirisasi bukan hanya soal mengolah bahan mentah menjadi barang jadi, tapi juga soal efisiensi, investasi besar, dan kesiapan industri dalam negeri untuk bersaing secara global.\n\nLalu, apakah klaim 4.800 triliun ini benar-benar realistis jika melihat kondisi Indonesia saat ini? Atau justru ini adalah target jangka panjang yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk benar-benar tercapai? Di video ini, kita akan mencoba melihat dari berbagai sudut pandang, membandingkan potensi dengan realita, serta mengajak kamu berpikir lebih kritis terhadap angka-angka fantastis yang sering muncul di publik.\n\nKarena pada akhirnya, potensi tanpa eksekusi hanyalah angka di atas kertas. Dan pertanyaan terbesarnya tetap sama: apakah Indonesia benar-benar siap mengubah “limbah” menjadi kekayaan triliunan rupiah?\n\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fwPgDJKPybs"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 483.4995020941357, "y": 26.633831994913535, "size": 3.02, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.9066, "eigenvector": 0.1033, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "yhetEKXnI0o", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Rivalitas AS–China Memanas, Konflik Merembet ke Energi Global | MILENOMICS\n\nRivalitas antara Amerika Serikat dan China kini semakin meluas ke sektor energi global setelah Beijing secara terbuka menyatakan tidak akan mematuhi sanksi Washington terhadap sejumlah perusahaan China yang dituduh membeli minyak dari Iran. Langkah ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara, terutama terkait kebijakan sanksi sepihak AS yang bertujuan menekan ekspor minyak Iran, sementara China menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak memiliki legitimasi internasional dan merugikan kepentingan ekonomi perusahaan domestiknya. Situasi ini dinilai dapat memperdalam friksi geopolitik serta memengaruhi stabilitas pasar energi dunia, mengingat China merupakan salah satu pembeli utama minyak Iran dan memiliki peran penting dalam rantai pasok energi global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "yhetEKXnI0o"}}], "edges": [{"key": "unmagnetism", "source": "unmagnetism", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "unmagnetism", "source": "unmagnetism", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Kimberley_PS08", "source": "Kimberley_PS08", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gianniwongso", "source": "gianniwongso", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "gianniwongso", "source": "gianniwongso", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "coldbrew165", "source": "coldbrew165", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "coldbrew165", "source": "coldbrew165", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Graminale", "source": "Graminale", "target": "aldysudrajatt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Graminale", "source": "Graminale", "target": "Ardaffaf", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Graminale", "source": "Graminale", "target": "facialwashh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Graminale", "source": "Graminale", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NovaNauval58209", "source": "NovaNauval58209", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "robikeane14", "source": "robikeane14", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "isanasisan", "source": "isanasisan", "target": "AlgojoHalu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "isanasisan", "source": "isanasisan", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mexhausteddd", "source": "mexhausteddd", "target": "Asura0599", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BBuayabunt96946", "source": "BBuayabunt96946", "target": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "hjalmunawar", "source": "hjalmunawar", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PelontarUpil", "source": "PelontarUpil", "target": "croixsanct", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "IsmauAlim", "source": "IsmauAlim", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "catarinashere", "source": "catarinashere", "target": "jarigueenak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BambangSetyadix", "source": "BambangSetyadix", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "JawisN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "Krist888", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "EIkartelo", "source": "EIkartelo", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "BigAlphaID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "OptikCitra3", "source": "OptikCitra3", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tinyytann", "source": "tinyytann", "target": "profesor_saham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masdjodi1", "source": "Masdjodi1", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ardypribadi__", "source": "ardypribadi__", "target": "pamunqks", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ardypribadi__", "source": "ardypribadi__", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "willemjo85977", "source": "willemjo85977", "target": "lockstock27", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "willemjo85977", "source": "willemjo85977", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "sciencededuksi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "spectatorindex", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangsayangsehat", "source": "bangsayangsehat", "target": "SarjanaEksu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fatkur_munir", "source": "fatkur_munir", "target": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fatkur_munir", "source": "fatkur_munir", "target": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fatkur_munir", "source": "fatkur_munir", "target": "Elom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BambangSetyadix", "source": "BambangSetyadix", "target": "zugag", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BambangSetyadix", "source": "BambangSetyadix", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "direktoridosen", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "ChatibBasri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "FandomID_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "bahaspemainbola", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "ConcacafID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "MafiaWasit", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "myshawti", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "PNS_2018", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "MilanUpdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "TribunMilano", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "bukanfufufafaid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "JosuaS16761863", "source": "JosuaS16761863", "target": "butoable", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "NovaNauval58209", "source": "NovaNauval58209", "target": "txtdaritaxpayer", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KawalProgram", "source": "KawalProgram", "target": "kemgelapan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "AlgojoHalu", "source": "AlgojoHalu", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kerjatapimiskin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "Serendipityflt_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "neeurosxience", "source": "neeurosxience", "target": "soeyoudieee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_jabar", "source": "bank_indonesia_jabar", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bkpm_id", "source": "bkpm_id", "target": "rosanroeslani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bkpm_id", "source": "bkpm_id", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bkpm_id", "source": "bkpm_id", "target": "rosanroeslani", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bkpm_id", "source": "bkpm_id", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infoenergi.id", "source": "infoenergi.id", "target": "Ruang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infoenergi.id", "source": "infoenergi.id", "target": "xvg.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "infoenergi.id", "source": "infoenergi.id", "target": "VOX", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "financial_vibes", "source": "financial_vibes", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ikee.pri", "source": "ikee.pri", "target": "dpp.pri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "btvidofficial", "source": "btvidofficial", "target": "beritasatuofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompascom", "source": "@kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Sulselsatu", "source": "@Sulselsatu", "target": "sulselsatu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunMedanTV", "source": "@TribunMedanTV", "target": "tribunmedantv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@pakdesambal", "source": "@pakdesambal", "target": "pakdesambal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}