{"nodes": [{"key": "heathcliffoxx", "attributes": {"label": "heathcliffoxx", "x": 726.8289870583224, "y": 220.17466112462068, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051302017839329499", "id": "heathcliffoxx", "source": "tweet-000004", "content": "Yang pasti takdir rupiah itu sendiri, Sebagai mata uang tier 3 dimana mata uang kuat sendiri ada backing dollar dan Washington secara tidak langsung\n\nMata uang rupiah menguat hanya 2x ketika menyerahkan freeport dan backing IMF di zaman soeharto", "post_id": "2051302017839329499"}}, {"key": "soeyoudieee", "attributes": {"label": "soeyoudieee", "x": 730.2481982867075, "y": 868.8178344676478, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051302017839329499", "id": "soeyoudieee", "source": "tweet-000004", "content": "Yang pasti takdir rupiah itu sendiri, Sebagai mata uang tier 3 dimana mata uang kuat sendiri ada backing dollar dan Washington secara tidak langsung\n\nMata uang rupiah menguat hanya 2x ketika menyerahkan freeport dan backing IMF di zaman soeharto", "post_id": "2051302017839329499"}}, {"key": "lockstock27", "attributes": {"label": "lockstock27", "x": 917.1847722847544, "y": 511.6683851872713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051580718283915295", "id": "lockstock27", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau rupiah melemah bukannya malah bagus untuk ekspor? China dan vietnam aja mati matian ngakalin biar mata uang mereka semakin lemah", "post_id": "2051580718283915295"}}, {"key": "bungfarid", "attributes": {"label": "bungfarid", "x": 793.5044649501697, "y": 346.3375760872494, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051580718283915295", "id": "bungfarid", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau rupiah melemah bukannya malah bagus untuk ekspor? China dan vietnam aja mati matian ngakalin biar mata uang mereka semakin lemah", "post_id": "2051580718283915295"}}, {"key": "Masdjodi1", "attributes": {"label": "Masdjodi1", "x": 724.7251233523496, "y": 451.81468511543, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051647149864317084", "id": "Masdjodi1", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar mata uang tdk perlu dikuatir-kuatirkan  ! penguatan nilai mata uang jg bukanlah prestasi ekonomi.. tapi yg penting adlh pertumbuhan ekonomi negara dan daya beli masyarakat yg tinggi.. loe nggak usah mmbesar-besarkn fluktuasi harga dollar trhdp rupiah.. ekonm ngr kuat", "post_id": "2051647149864317084"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 59.01842776312072, "y": 956.1248775292158, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051647149864317084", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar mata uang tdk perlu dikuatir-kuatirkan  ! penguatan nilai mata uang jg bukanlah prestasi ekonomi.. tapi yg penting adlh pertumbuhan ekonomi negara dan daya beli masyarakat yg tinggi.. loe nggak usah mmbesar-besarkn fluktuasi harga dollar trhdp rupiah.. ekonm ngr kuat", "post_id": "2051647149864317084"}}, {"key": "Jumianto_RK", "attributes": {"label": "Jumianto_RK", "x": 563.2790941594947, "y": 560.7203731235974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051437267680637345", "id": "Jumianto_RK", "source": "tweet-000004", "content": "Loe kentut  ! akibat situasi geopolitik global semua mata uang dunia berfluktuasi.. beberapa negara di Asia mata uangnya melemah.. tapi melemahnya rupiah masih dibawah bath Thailand  !", "post_id": "2051437267680637345"}}, {"key": "kucing_barbaar", "attributes": {"label": "kucing_barbaar", "x": 885.963488229184, "y": 571.1674624788934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051349019373523273", "id": "kucing_barbaar", "source": "tweet-000004", "content": "Tenang kak, nanti masih ada yg belain, bilangnya semua mata uang dunia emang lagi melemah ko, gara\" selat Hormuz ditutup. Bukan rupiah aja yg lemah", "post_id": "2051349019373523273"}}, {"key": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "TxtdariHI", "x": 649.3272885512391, "y": 44.9804309775641, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051349019373523273", "id": "TxtdariHI", "source": "tweet-000004", "content": "Tenang kak, nanti masih ada yg belain, bilangnya semua mata uang dunia emang lagi melemah ko, gara\" selat Hormuz ditutup. Bukan rupiah aja yg lemah", "post_id": "2051349019373523273"}}, {"key": "keepithink_crab", "attributes": {"label": "keepithink_crab", "x": 371.96543315071386, "y": 946.4423942452619, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051633177819550065", "id": "keepithink_crab", "source": "tweet-000004", "content": "Harusnya langkah extremes presiden bukan menanggapi Protes warga tapi serangan mata uang asing terhadap Rupiah \n\nGanti Gub Bank Indonesia \nGanti menteri keuangan \nStop pembiyaaan negara yg tdk Fast Reutern seperti MBG KOPDES dll \n\nitu baru Tindakan Extremes", "post_id": "2051633177819550065"}}, {"key": "BosPurwa", "attributes": {"label": "BosPurwa", "x": 686.309026046486, "y": 768.6622453680395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051633177819550065", "id": "BosPurwa", "source": "tweet-000004", "content": "Harusnya langkah extremes presiden bukan menanggapi Protes warga tapi serangan mata uang asing terhadap Rupiah \n\nGanti Gub Bank Indonesia \nGanti menteri keuangan \nStop pembiyaaan negara yg tdk Fast Reutern seperti MBG KOPDES dll \n\nitu baru Tindakan Extremes", "post_id": "2051633177819550065"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 137.01604640150023, "y": 594.7152531877373, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051633177819550065", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Harusnya langkah extremes presiden bukan menanggapi Protes warga tapi serangan mata uang asing terhadap Rupiah \n\nGanti Gub Bank Indonesia \nGanti menteri keuangan \nStop pembiyaaan negara yg tdk Fast Reutern seperti MBG KOPDES dll \n\nitu baru Tindakan Extremes", "post_id": "2051633177819550065"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 817.4263635880168, "y": 917.4332742512811, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051566259012026538", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "shandimugiwara", "x": 36.769137170887255, "y": 426.9077793145607, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "shandimugiwara", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 490.9673157629757, "y": 495.50098576047685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051566259012026538", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Dalam kondisi rupiah melemah tajam ke Rp20.000 per USD, lebih baik diversifikasi daripada simpan semua di rupiah cash.\n\nPrioritas: \n- Sebagian dalam USD (tabungan valas bank)\n- Emas fisik/digital sebagai lindung nilai\n- Aset produktif seperti properti atau saham perusahaan ekspor", "post_id": "2051566259012026538"}}, {"key": "notonej", "attributes": {"label": "notonej", "x": 430.85553127746044, "y": 865.2325731755396, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051589255961731323", "id": "notonej", "source": "tweet-000004", "content": "aku kemarin gak pake qris kaakk, aku full debit karena disana rata-rata udah contactless jd tinggal tap aja. kemarin aku beli blu valas untuk transaksi dan rupiah juga ada saldonya, tapi tetep kan yang kepotong nanti blu valasnya, tapi ketika nanti pas kamu transaksi tp gagal-", "post_id": "2051589255961731323"}}, {"key": "chocosstaurn", "attributes": {"label": "chocosstaurn", "x": 666.6064474936195, "y": 500.4312047822932, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.9764, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589255961731323", "id": "chocosstaurn", "source": "tweet-000004", "content": "aku kemarin gak pake qris kaakk, aku full debit karena disana rata-rata udah contactless jd tinggal tap aja. kemarin aku beli blu valas untuk transaksi dan rupiah juga ada saldonya, tapi tetep kan yang kepotong nanti blu valasnya, tapi ketika nanti pas kamu transaksi tp gagal-", "post_id": "2051589255961731323"}}, {"key": "donjuceyo", "attributes": {"label": "donjuceyo", "x": 250.5267354081824, "y": 233.23853113138094, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.9764, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589255961731323", "id": "donjuceyo", "source": "tweet-000004", "content": "aku kemarin gak pake qris kaakk, aku full debit karena disana rata-rata udah contactless jd tinggal tap aja. kemarin aku beli blu valas untuk transaksi dan rupiah juga ada saldonya, tapi tetep kan yang kepotong nanti blu valasnya, tapi ketika nanti pas kamu transaksi tp gagal-", "post_id": "2051589255961731323"}}, {"key": "inizhii", "attributes": {"label": "inizhii", "x": 795.4130084888461, "y": 136.70037445318917, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.9764, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051589255961731323", "id": "inizhii", "source": "tweet-000004", "content": "aku kemarin gak pake qris kaakk, aku full debit karena disana rata-rata udah contactless jd tinggal tap aja. kemarin aku beli blu valas untuk transaksi dan rupiah juga ada saldonya, tapi tetep kan yang kepotong nanti blu valasnya, tapi ketika nanti pas kamu transaksi tp gagal-", "post_id": "2051589255961731323"}}, {"key": "tukangbalap55", "attributes": {"label": "tukangbalap55", "x": 185.6353478684818, "y": 619.1706318897837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051640137608839563", "id": "tukangbalap55", "source": "tweet-000004", "content": "Mohon pencerahan Om, yang jaga nilai mata uang rupiah dari tekanan kurs asing itu Gub BI dan jajaran atau Kemenkeu?\n.\n.\nSecara itung itungan, saya hanya tahu hitungan dengan kecepatan 200kmpj dengan jarak ke tikungan 50m saya harus memiringkan tubuh 30 derajat.", "post_id": "2051640137608839563"}}, {"key": "GunRomli", "attributes": {"label": "GunRomli", "x": 332.9200180074674, "y": 998.8649821672843, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051640137608839563", "id": "GunRomli", "source": "tweet-000004", "content": "Mohon pencerahan Om, yang jaga nilai mata uang rupiah dari tekanan kurs asing itu Gub BI dan jajaran atau Kemenkeu?\n.\n.\nSecara itung itungan, saya hanya tahu hitungan dengan kecepatan 200kmpj dengan jarak ke tikungan 50m saya harus memiringkan tubuh 30 derajat.", "post_id": "2051640137608839563"}}, {"key": "Homo_sapiens21", "attributes": {"label": "Homo_sapiens21", "x": 76.16708342492706, "y": 15.377689000097616, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.7401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051640137608839563", "id": "Homo_sapiens21", "source": "tweet-000004", "content": "Mohon pencerahan Om, yang jaga nilai mata uang rupiah dari tekanan kurs asing itu Gub BI dan jajaran atau Kemenkeu?\n.\n.\nSecara itung itungan, saya hanya tahu hitungan dengan kecepatan 200kmpj dengan jarak ke tikungan 50m saya harus memiringkan tubuh 30 derajat.", "post_id": "2051640137608839563"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 153.78259695976382, "y": 919.9749739429027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 153.5383, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3890054703703382184_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah di pasar spot menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan Selasa (5/5/2026), dibuka pada posisi Rp17.401 per dolar AS.\n\nCapaian ini mencerminkan depresiasi tipis sebesar 0,04 persen jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada Senin (4/5/2026) yang berada di level Rp17.394 per dolar AS.\n\nBerdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.35 WIB, rupiah bergerak melemah 0,07 persen ke level 17.406 per dolar AS. \n\nHingga pukul 09.00 WIB, pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau beragam. Peso Filipina mencatatkan penurunan paling tajam di Asia dengan koreksi sebesar 0,21 persen.\n\nBaca selengkapnya di: https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-dibuka-melemah-dolar-as-tembus-rp17401\n\nAtau klik link di Bio: \n\nFoto: IDXChannel\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890054703703382184_3310659452"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 508.2995236053639, "y": 382.5166217087156, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 82.9937, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3889674303097286055_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi faktor global 🌍 dan juga terjadi di banyak negara. Pemerintah akan terus memonitor tanpa reaktif terhadap pergerakan harian 📊\n\nPer 4 Mei 2026, rupiah di level Rp17.367/USD (-0,17%) 💵📉 Bank Indonesia melalui Destry Damayanti menegaskan tekanan sejalan dengan mata uang regional (YTD -3,54%) 🌏\n\nBI terus lakukan stabilisasi lewat intervensi pasar 🏦 dan menjaga daya tarik aset domestik, dengan cadangan devisa tetap kuat di USD148,2 miliar 💪\n\nSumber: Kumparan Bisnis, 4 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #KursRupiah #BankIndonesia #IHSG #MakroEkonomi #PasarKeuangan #mancingsaham", "post_id": "3889674303097286055_52512310886"}}, {"key": "shenzhen_1999", "attributes": {"label": "shenzhen_1999", "x": 627.8860527006838, "y": 485.9214590883455, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "shenzhen_1999", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "CryptoWave", "attributes": {"label": "CryptoWave", "x": 384.1818711298581, "y": 125.2013471889717, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635996012863180053", "id": "CryptoWave", "source": "tiktok-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali melemah dan kini telah menembus level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu. Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih dominan, didorong oleh kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Di sisi lain, tekanan eksternal seperti kenaikan harga energi global dan ketegangan geopolitik turut memperburuk sentimen terhadap mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini membuat arus modal asing cenderung keluar dari pasar domestik. Bank Indonesia sebelumnya telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas serta penguatan kebijakan moneter. #cryptowave  #bismillahfyp #fyppppppppppppppppppppppp", "post_id": "7635996012863180053"}}, {"key": "irhamshlaw", "attributes": {"label": "irhamshlaw", "x": 199.8491678515022, "y": 107.64254194301247, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636212038825561351", "id": "irhamshlaw", "source": "tiktok-000001", "content": "#CapCut Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada Senin (4/5/2026). Rupiah turun 57 poin atau 0,33 persen ke level Rp17.394 per USD. Pengamat Pasar Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen global, terutama geopolitik masih memberikan tekanan terhadap mata uang. “Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan pihaknya akan memulai upaya membebaskan kapal-kapal yang terdampar di Selat Hormuz,” tulis Ibrahim dalam risetnya. Trump telah menjadikan kesepakatan nuklir dengan Teheran sebagai prioritas, sementara Iran telah mengusulkan untuk mengesampingkan masalah nuklir hingga setelah perang berakhir dan kedua pihak sepakat untuk mencabut blokade yang saling bertentangan terhadap pelayaran di Teluk. Baca selengkapnya di https://www.idxchannel.com/market-news/rupiah-hari-ini-ditutup-melemah-ke-level-rp17394-per-usd Atau klik link di bio  #rupiah #ekonomiindonesia #beritatiktok #fyp", "post_id": "7636212038825561351"}}, {"key": "podcast.clipper85", "attributes": {"label": "podcast.clipper85", "x": 782.0748738036573, "y": 327.6857391084116, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7636036848850046228", "id": "podcast.clipper85", "source": "tiktok-000001", "content": "Gak banyak yang sadar, tanggal 9 Juni kemarin adalah akhir dari era kejayaan Dollar! 🚨 Kontrak rahasia 50 tahun antara Arab Saudi & Amerika resmi BERAKHIR. 🛑 Artinya? Arab sekarang bebas jual minyak pakai mata uang apa aja (Yuan, Rubel, atau bahkan Rupiah?). Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi Amerika? Dan gimana nasib tabungan kita kalau Dollar beneran 'tumbang'? 💸📉 Simak penjelasan Om Ben! 👇  | Investor  Tech  Fashion Store  Viral Hari Ini  #bennix2026  #PetroDollar #Ekonomi #Investasi #keuangan", "post_id": "7636036848850046228"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 784.3381061605259, "y": 566.9357055557108, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636036848850046228", "id": "Bennix", "source": "tiktok-000001", "content": "Gak banyak yang sadar, tanggal 9 Juni kemarin adalah akhir dari era kejayaan Dollar! 🚨 Kontrak rahasia 50 tahun antara Arab Saudi & Amerika resmi BERAKHIR. 🛑 Artinya? Arab sekarang bebas jual minyak pakai mata uang apa aja (Yuan, Rubel, atau bahkan Rupiah?). Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi Amerika? Dan gimana nasib tabungan kita kalau Dollar beneran 'tumbang'? 💸📉 Simak penjelasan Om Ben! 👇  | Investor  Tech  Fashion Store  Viral Hari Ini  #bennix2026  #PetroDollar #Ekonomi #Investasi #keuangan", "post_id": "7636036848850046228"}}, {"key": "Zafahri", "attributes": {"label": "Zafahri", "x": 100.12605324204881, "y": 814.2484568730349, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7636036848850046228", "id": "Zafahri", "source": "tiktok-000001", "content": "Gak banyak yang sadar, tanggal 9 Juni kemarin adalah akhir dari era kejayaan Dollar! 🚨 Kontrak rahasia 50 tahun antara Arab Saudi & Amerika resmi BERAKHIR. 🛑 Artinya? Arab sekarang bebas jual minyak pakai mata uang apa aja (Yuan, Rubel, atau bahkan Rupiah?). Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi Amerika? Dan gimana nasib tabungan kita kalau Dollar beneran 'tumbang'? 💸📉 Simak penjelasan Om Ben! 👇  | Investor  Tech  Fashion Store  Viral Hari Ini  #bennix2026  #PetroDollar #Ekonomi #Investasi #keuangan", "post_id": "7636036848850046228"}}, {"key": "Berita", "attributes": {"label": "Berita", "x": 927.594571846201, "y": 743.7670499009027, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.0946, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636036848850046228", "id": "Berita", "source": "tiktok-000001", "content": "Gak banyak yang sadar, tanggal 9 Juni kemarin adalah akhir dari era kejayaan Dollar! 🚨 Kontrak rahasia 50 tahun antara Arab Saudi & Amerika resmi BERAKHIR. 🛑 Artinya? Arab sekarang bebas jual minyak pakai mata uang apa aja (Yuan, Rubel, atau bahkan Rupiah?). Apakah ini awal dari runtuhnya dominasi Amerika? Dan gimana nasib tabungan kita kalau Dollar beneran 'tumbang'? 💸📉 Simak penjelasan Om Ben! 👇  | Investor  Tech  Fashion Store  Viral Hari Ini  #bennix2026  #PetroDollar #Ekonomi #Investasi #keuangan", "post_id": "7636036848850046228"}}, {"key": "amingandul06", "attributes": {"label": "amingandul06", "x": 663.5773911658276, "y": 61.948863388228695, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul06", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "amingandul", "attributes": {"label": "amingandul", "x": 199.40932106935972, "y": 437.7821966072062, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635760900976151829", "id": "amingandul", "source": "tiktok-000001", "content": "Uang, ekonomi & inflasi indonesia Secara umum, pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia (BI) tidak menganut orientasi mencetak uang tanpa jaminan (balance). Kebijakan moneter kita sangat menjaga keseimbangan antara jumlah uang beredar dengan ketersediaan barang dan jasa agar tidak terjadi inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Namun, ada beberapa konteks penting di mana \"pencetakan uang\" (dalam arti luas) dilakukan dengan strategi tertentu: 1. Mekanisme Burden Sharing (Berbagi Beban) Saat pandemi COVID-19, pemerintah dan BI menjalankan skema yang mirip dengan \"cetak uang\" untuk membiayai APBN, yang disebut Burden Sharing. Cara kerja: BI membeli obligasi pemerintah (SBN) secara langsung di pasar perdana. Tujuan: Membiayai belanja kesehatan dan bansos tanpa harus bergantung sepenuhnya pada utang luar negeri dengan bunga tinggi. Risiko: Jika dilakukan tanpa perhitungan pertumbuhan ekonomi riil, ini bisa memicu inflasi tinggi. Karena itu, skema ini bersifat sementara dan dipantau ketat. 2. Teori MMT (Modern Monetary Theory) Beberapa pihak sering mengusulkan agar Indonesia menggunakan MMT. Teori ini berargumen bahwa negara yang memiliki kedaulatan atas mata uangnya sendiri (seperti Rupiah) tidak perlu takut mencetak uang untuk membiayai pembangunan, selama kapasitas produksi nasional (seperti infrastruktur dan tenaga kerja) masih bisa menyerap uang tersebut tanpa memicu inflasi. Kenyataannya: Pemerintah Indonesia tetap bersikap konservatif dan tidak sepenuhnya menerapkan MMT karena risiko pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. 3. Risiko Jika \"Tanpa Balance\" Jika pemerintah mencetak uang hanya untuk membayar utang atau membagikannya tanpa adanya peningkatan produktivitas (pertumbuhan ekonomi), dampaknya akan sangat buruk: Hiperinflasi: Harga barang melonjak karena terlalu banyak uang mengejar barang yang jumlahnya sedikit (contoh ekstrem: Zimbabwe atau Venezuela). Kehilangan Kepercayaan: Masyarakat akan kehilangan kepercayaan pada Rupiah dan beralih ke aset lain seperti emas atau mata uang asing, yang akan membuat Rupiah tidak bernilai. Nilai Tukar Anjlok: Uang yang beredar terlalu banyak akan membuat nilai tukar kita jatuh, sehingga harga barang impor (termasuk bahan baku industri) menjadi sangat mahal. Kesimpulan Orientasi Indonesia saat ini tetap pada stabilitas harga. Bank Indonesia biasanya hanya menambah jumlah uang beredar (likuiditas) sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi tahunan (sekitar 5%). Tujuannya adalah untuk memastikan ekonomi tetap berputar tanpa membuat harga-harga di pasar menjadi tidak terkendali. Intinya: Mencetak uang adalah alat, bukan solusi ajaib. Jika tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang nyata (produksi barang/jasa), uang tersebut hanya akan menjadi kertas yang kehilangan nilainya. #", "post_id": "7635760900976151829"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 893.2131041312298, "y": 858.6954215020515, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 339.23411369037206, "y": 358.442617291536, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vCaVjeFtGt8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah: Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nProduser: Yuilyana \nThumbnail Editor: Rizaldi\n#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo \n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "vCaVjeFtGt8"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "attributes": {"label": "@fokus.indosiar", "x": 524.8050983713214, "y": 294.48367887991225, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "wspKgjgHc1w", "id": "@fokus.indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Kedapatan Belanja Pakai Uang Rupiah Palsu, Wanita DItangkap Warga I Fokus\n\nWanita paruh baya di Tuban, Jawa Timur ditangkap warga usai ketahuan belanja di Pasar Wage pakai uang Rupiah palsu. Saat digeledah, ditemukan uang Rupiah palsu sebanyak tiga juta dengan pecahan mata uang 100 ribu. Saat diperiksa, Ia berdalih dapat uang palsu dari tetangganya\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "wspKgjgHc1w"}}, {"key": "indosiar", "attributes": {"label": "indosiar", "x": 996.9954938594489, "y": 774.815870601003, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9764, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wspKgjgHc1w", "id": "indosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Kedapatan Belanja Pakai Uang Rupiah Palsu, Wanita DItangkap Warga I Fokus\n\nWanita paruh baya di Tuban, Jawa Timur ditangkap warga usai ketahuan belanja di Pasar Wage pakai uang Rupiah palsu. Saat digeledah, ditemukan uang Rupiah palsu sebanyak tiga juta dengan pecahan mata uang 100 ribu. Saat diperiksa, Ia berdalih dapat uang palsu dari tetangganya\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "wspKgjgHc1w"}}, {"key": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "patroliindosiar", "x": 859.1630682978929, "y": 949.5971015568576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.9764, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wspKgjgHc1w", "id": "patroliindosiar", "source": "youtube-000001", "content": "Kedapatan Belanja Pakai Uang Rupiah Palsu, Wanita DItangkap Warga I Fokus\n\nWanita paruh baya di Tuban, Jawa Timur ditangkap warga usai ketahuan belanja di Pasar Wage pakai uang Rupiah palsu. Saat digeledah, ditemukan uang Rupiah palsu sebanyak tiga juta dengan pecahan mata uang 100 ribu. Saat diperiksa, Ia berdalih dapat uang palsu dari tetangganya\n\nSimak berita-berita lainnya di: https://www.vidio.com/\n\n#NewsIndosiar #Fokus #FokusIndosiar\n\nFokus Indosiar adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan PT. Elang Mahkota Teknologi (Emtek). Menayangkan rangkaian informasi berita menarik pilihan pada pagi, siang, dan malam hari mengenai peristiwa dalam negeri maupun mancanegara yang aktual dan terkini.\n\nJangan lewatkan tayangan berita Fokus indosiar, dengan terus mengikuti perkembangannya melalui media sosial:\n\nFacebook Indosiar:   / indosiarid.tv  \nTwitter Indosiar:   / indosiar  \nVidio Indosiar: https://www.vidio.com/\n\nAnda juga dapat mengikuti informasi pilihan seputar berita hukum dan kriminal, tragedi, bencana alam, hingga orang hilang di media sosial Patroli Indosiar:\nYouTube Patroli Indosiar:    /   \nTikTok Patroli Indosiar:   / patroli.indosiar", "post_id": "wspKgjgHc1w"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 630.2086638651767, "y": 566.6848077056501, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 194.47224500091244, "y": 316.95693242349165, "size": 9.3, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.205, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 587.2036525511912, "y": 788.5563049989238, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9687, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 555.4522286423608, "y": 1.076419095015324, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9687, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 325.00110748656317, "y": 943.1566578359434, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9687, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 179.63659931516818, "y": 258.81419825548244, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9687, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 402.96876915594646, "y": 856.8016587355826, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.9687, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "Q2pqx53jpVU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Lebih Tahan Banting dari Mata Uang Negara Lain, Ini Buktinya | IDXC UPDATE\n\nNilai tukar rupiah dibuka melemah ke level Rp17.420 per USD pada Selasa (5/5), namun Bank Indonesia menilai depresiasi tersebut masih dalam batas wajar dan relatif lebih moderat dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, di mana Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea menyebut pergerakan rupiah tetap sejalan dengan tren global di tengah tekanan konflik Timur Tengah, sementara BI terus melakukan intervensi melalui berbagai instrumen seperti NDF, DNDF, transaksi spot, dan pembelian SBN guna menjaga stabilitas nilai tukar agar tetap mencerminkan fundamental ekonomi domestik.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "Q2pqx53jpVU"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 601.8208607517951, "y": 454.7936195126749, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 40.69031609795382, "y": 305.72809801499545, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "NLLjrMdxy3w", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah | INDONESIA KITA\n\nTema 1: Saling Ancam di Selat Hormuz, AS-Iran Mustahil Damai?\n\nNarasumber:\n1. Tia Mariatul, Dosen HI Universitas Binus \n2. Wibawanto Nugroho Widodo, Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional \n\nTema 2: Rupiah & Emas Merah, Namun Ekonomi Cerah\n\nNarasumber:\n1. Fithra Faisal - Bakom \n2. Ibrahim Assuaibi - Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas\n3. Esther Sri Astuti - Direktur Eksekutif INDEF \n \nHost: Tysa Novenny\n\n#selathormuz  #ASIran #konfliktimurtengah  #geopolitik  #keamanannasional  #hubunganinternasional  #globalconflict  #straitofhormuz  #infopolitik  #AnalisisDunia #beritainternasional  #keteganganglobal   #isuterkini  #krisisenergi  #DuniaHariIni  #Rupiah #EmasMerah #ekonomiindonesia  #investasi  #Komoditas #analisisekonomi  #pasarmodal  #infoekonomi  #pertumbuhanekonomi  #kursrupiah  #updateekonomi   #garudatv   #laporan8   \n \nDigital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "NLLjrMdxy3w"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 605.7771471005315, "y": 219.6648679108456, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 792.0437034782277, "y": 903.9614936072352, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.031, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YDZcULfjXKY", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "GAWAT SERIUS! RUPIAH AMBRUK 21 RIBU BERARTI APA UNTUK ANDA?\n\nSumber ini memaparkan potensi krisis ekonomi di Indonesia yang dipicu oleh ancaman pelemahan nilai tukar rupiah hingga angka 21.000 per dolar. Penurunan nilai mata uang tersebut diprediksi akan *melambungkan harga barang impor, meningkatkan beban utang luar negeri secara drastis, serta menekan *daya beli masyarakat yang sudah mulai melemah.\n\nSituasi sulit ini diperkirakan dapat memicu gelombang PHK massal di berbagai sektor industri dan memaksa pemerintah mengambil kebijakan ekstrem seperti pencabutan subsidi. Selain faktor eksternal seperti *konflik Timur Tengah dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat, sumber ini menyoroti ketidaksiapan dana cadangan serta risiko ketidakstabilan sosial-politik.\n\nSebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk segera menyiapkan dana darurat serta mengalihkan aset ke dalam bentuk emas atau perak. Secara keseluruhan, narasi ini berfungsi sebagai pengingat kritis agar individu dan negara bersiap menghadapi kemungkinan tekanan finansial yang lebih berat di masa depan.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬ untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "YDZcULfjXKY"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 648.0596606123274, "y": 292.94894802123326, "size": 13.86, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.4492, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "CPRlxYyzXH4", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "TERTEKAN! Kurs Rupiah Hari Ini Rp17.366 Per USD | MILENOMICS\n\nNilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan pada awal pekan dan bertahan di atas level 17.300 per dolar Amerika Serikat.\n\nBerdasarkan data RTI Business, hingga Senin siang rupiah melemah 0,22 persen ke posisi 17.366 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah dibuka melemah 0,09 persen di level 17.320 dan sempat menyentuh 17.367 per dolar AS secara intraday.\n\nDi sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat terpantau menguat tipis 0,04 persen ke level 98,194, mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap mata uang tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CPRlxYyzXH4"}}], "edges": [{"key": "heathcliffoxx", "source": "heathcliffoxx", "target": "soeyoudieee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "lockstock27", "source": "lockstock27", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masdjodi1", "source": "Masdjodi1", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masdjodi1", "source": "Masdjodi1", "target": "Jumianto_RK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kucing_barbaar", "source": "kucing_barbaar", "target": "TxtdariHI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keepithink_crab", "source": "keepithink_crab", "target": "BosPurwa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "keepithink_crab", "source": "keepithink_crab", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shandimugiwara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "notonej", "source": "notonej", "target": "chocosstaurn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "notonej", "source": "notonej", "target": "donjuceyo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "notonej", "source": "notonej", "target": "inizhii", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tukangbalap55", "source": "tukangbalap55", "target": "GunRomli", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "tukangbalap55", "source": "tukangbalap55", "target": "Homo_sapiens21", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "shenzhen_1999", "source": "shenzhen_1999", "target": "CryptoWave", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "irhamshlaw", "source": "irhamshlaw", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcast.clipper85", "source": "podcast.clipper85", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcast.clipper85", "source": "podcast.clipper85", "target": "Zafahri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcast.clipper85", "source": "podcast.clipper85", "target": "Zafahri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "podcast.clipper85", "source": "podcast.clipper85", "target": "Berita", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "amingandul06", "source": "amingandul06", "target": "amingandul", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "indosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@fokus.indosiar", "source": "@fokus.indosiar", "target": "patroliindosiar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}