{"nodes": [{"key": "keuangannews_id", "attributes": {"label": "keuangannews_id", "x": 143.8358614974711, "y": 990.6181687531945, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 70.1754, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051610394385641658", "id": "keuangannews_id", "source": "tweet-000004", "content": "Makin Hemat Pesan Makan hingga Kirim Barang Pakai Aplikasi Grab, BRI Tawarkan Potongan Harga Spesial bagi Pengguna BRI Kartu Kredit Mastercard! https://t.co/anobvBXlMi lewat  News https://t.co/2vFP0rPaXz", "post_id": "2051610394385641658"}}, {"key": "keuangan", "attributes": {"label": "keuangan", "x": 654.4046388435897, "y": 50.77357742730293, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 129.8246, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051610394385641658", "id": "keuangan", "source": "tweet-000004", "content": "Makin Hemat Pesan Makan hingga Kirim Barang Pakai Aplikasi Grab, BRI Tawarkan Potongan Harga Spesial bagi Pengguna BRI Kartu Kredit Mastercard! https://t.co/anobvBXlMi lewat  News https://t.co/2vFP0rPaXz", "post_id": "2051610394385641658"}}, {"key": "BANKBRI_ID", "attributes": {"label": "BANKBRI_ID", "x": 773.1658998009299, "y": 363.44839024748256, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 70.1754, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051614113516700147", "id": "BANKBRI_ID", "source": "tweet-000004", "content": "Hai Sobat BRI, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami sampaikan AGF (Auto Grab Fund) merupakan fasilitas pemindahbukuan dari rekening sumber ke rekening pinjaman secara otomatis oleh sistem sesuai dengan jumlah nominal tagihan dan periode yang ditentukan oleh nasabah atau", "post_id": "2051614113516700147"}}, {"key": "lagilagikian", "attributes": {"label": "lagilagikian", "x": 542.0708619664932, "y": 167.8604304636876, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 129.8246, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051614113516700147", "id": "lagilagikian", "source": "tweet-000004", "content": "Hai Sobat BRI, mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kami sampaikan AGF (Auto Grab Fund) merupakan fasilitas pemindahbukuan dari rekening sumber ke rekening pinjaman secara otomatis oleh sistem sesuai dengan jumlah nominal tagihan dan periode yang ditentukan oleh nasabah atau", "post_id": "2051614113516700147"}}, {"key": "GrabID", "attributes": {"label": "GrabID", "x": 196.62990854850503, "y": 243.69597231668794, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 70.1754, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051457514433118381", "id": "GrabID", "source": "tweet-000004", "content": "Pagi Kak, maaf ya Kakak jadi nunggu lama🙏\nTerkait pemesanan sangat bergantung pada ketersediaan dan kesiapan Mitra Pengemudi di area sekitar Kakak yaa. Bergantung jg pd cuaca dan situasi ya Kak dan Kakak bisa untuk menunggu jika melakukan pemesanan layanan Grab ya 🙏 -Dinda", "post_id": "2051457514433118381"}}, {"key": "tdkftdka", "attributes": {"label": "tdkftdka", "x": 402.6085765501165, "y": 343.0093070761027, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 129.8246, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051457514433118381", "id": "tdkftdka", "source": "tweet-000004", "content": "Pagi Kak, maaf ya Kakak jadi nunggu lama🙏\nTerkait pemesanan sangat bergantung pada ketersediaan dan kesiapan Mitra Pengemudi di area sekitar Kakak yaa. Bergantung jg pd cuaca dan situasi ya Kak dan Kakak bisa untuk menunggu jika melakukan pemesanan layanan Grab ya 🙏 -Dinda", "post_id": "2051457514433118381"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "attributes": {"label": "samarinda_responinfo", "x": 659.5392624200165, "y": 729.7552846537975, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 70.1754, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "samarinda_responinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "smr_today", "attributes": {"label": "smr_today", "x": 430.3392172649194, "y": 288.22027428015997, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 129.8246, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "smr_today", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "attributes": {"label": "newsandalasdotcom", "x": 84.70013954922817, "y": 0.5643427418170477, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 70.1754, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "newsandalasdotcom", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "roselei_rr.x", "x": 417.48064056781743, "y": 256.9940531960999, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 129.8246, "eigenvector": 100.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "roselei_rr.x", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}], "edges": [{"key": "keuangannews_id", "source": "keuangannews_id", "target": "keuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BANKBRI_ID", "source": "BANKBRI_ID", "target": "lagilagikian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GrabID", "source": "GrabID", "target": "tdkftdka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "source": "samarinda_responinfo", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "source": "newsandalasdotcom", "target": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}