{"nodes": [{"key": "HazmiLucidRuby", "attributes": {"label": "HazmiLucidRuby", "x": 857.4878753949754, "y": 252.42794332738595, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051502315576893760", "id": "HazmiLucidRuby", "source": "retweet-000002", "content": "ABANG GOJEK GOBLOKKKKKK, KAGA USAH JADI DRIVER OJOL KALAU MILIH RUTE AJA KAGA BISA UDH GITU KENAPA KAGA APAL+ LIAT MAPS AJA…", "post_id": "2051502315576893760"}}, {"key": "ourraablue", "attributes": {"label": "ourraablue", "x": 229.41304710401678, "y": 202.070051900179, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 43.2802, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051502315576893760", "id": "ourraablue", "source": "retweet-000002", "content": "ABANG GOJEK GOBLOKKKKKK, KAGA USAH JADI DRIVER OJOL KALAU MILIH RUTE AJA KAGA BISA UDH GITU KENAPA KAGA APAL+ LIAT MAPS AJA…", "post_id": "2051502315576893760"}}, {"key": "GrabID", "attributes": {"label": "GrabID", "x": 670.4798586920067, "y": 608.7347451603729, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0367, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051659519948955775", "id": "GrabID", "source": "tweet-000004", "content": "Hai Kak, aku dari akun Grab Official. Mohon maaf ya, untuk hal ini tergantung dari ketersediaan mitra pengemudi kami di lokasi yaa. Apabila ada kendala lain bisa hubungi aku di DM dgn ketik agent yaa.🙏-Tono", "post_id": "2051659519948955775"}}, {"key": "aloniceyaa", "attributes": {"label": "aloniceyaa", "x": 81.06130660588728, "y": 890.0730782069778, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 0.0367, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051659519948955775", "id": "aloniceyaa", "source": "tweet-000004", "content": "Hai Kak, aku dari akun Grab Official. Mohon maaf ya, untuk hal ini tergantung dari ketersediaan mitra pengemudi kami di lokasi yaa. Apabila ada kendala lain bisa hubungi aku di DM dgn ketik agent yaa.🙏-Tono", "post_id": "2051659519948955775"}}, {"key": "tdkftdka", "attributes": {"label": "tdkftdka", "x": 952.6624417312399, "y": 193.16110673593732, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 0.0367, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051457514433118381", "id": "tdkftdka", "source": "tweet-000004", "content": "Pagi Kak, maaf ya Kakak jadi nunggu lama🙏\nTerkait pemesanan sangat bergantung pada ketersediaan dan kesiapan Mitra Pengemudi di area sekitar Kakak yaa. Bergantung jg pd cuaca dan situasi ya Kak dan Kakak bisa untuk menunggu jika melakukan pemesanan layanan Grab ya 🙏 -Dinda", "post_id": "2051457514433118381"}}, {"key": "Buttsluttrough", "attributes": {"label": "Buttsluttrough", "x": 838.2319640687839, "y": 288.2206012066498, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 0.0367, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051658878774018318", "id": "Buttsluttrough", "source": "tweet-000004", "content": "Hi Kak aku dari Grab Akun Official. Maaf atas ketidaknyamanannya. Utk mitra pengemudi yg tdk bekerja sesuai kode etik akan diberikan sanksi & edukasi dari tim kami\nJika ada yg dpt aku bantu lebih lanjut, silakan infoin jg ke DM ya\n\nTerima kasih 🙏-Nur", "post_id": "2051658878774018318"}}, {"key": "nugraha_besoes", "attributes": {"label": "nugraha_besoes", "x": 747.2154383107178, "y": 216.2421147544834, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051138368403353875", "id": "nugraha_besoes", "source": "tweet-000004", "content": "Dari sisi perusahaan, untuk mendapatkan profit lalu bisa bagi Deviden & biaya operasional manajerial perusahaan + kurangi biaya modal sehingga harga GoTo di IHSG bisa naik. Kalo yg dijelaskan ini, sy sering tanya driver ojol grab gojek kira2 mirip.", "post_id": "2051138368403353875"}}, {"key": "Hnirankara", "attributes": {"label": "Hnirankara", "x": 776.3823901467065, "y": 680.5429714730454, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 56.1883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051138368403353875", "id": "Hnirankara", "source": "tweet-000004", "content": "Dari sisi perusahaan, untuk mendapatkan profit lalu bisa bagi Deviden & biaya operasional manajerial perusahaan + kurangi biaya modal sehingga harga GoTo di IHSG bisa naik. Kalo yg dijelaskan ini, sy sering tanya driver ojol grab gojek kira2 mirip.", "post_id": "2051138368403353875"}}, {"key": "whiskedoatmilk", "attributes": {"label": "whiskedoatmilk", "x": 49.52787062843234, "y": 667.849118773534, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 0.0367, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051888384935645220", "id": "whiskedoatmilk", "source": "tweet-000004", "content": "Hi Kak, mohon maaf ya Kak, terkait pemesanan yg tidak dapat mitra pengemudi sangat tergantung pd ketersediaan dan kesiapan mitra pengemudi yaa. Silakan ditunggu kembali dan Kakak bisa cek secara berkala melalui aplikasi Grab. Terima kasih🙏 -Lia", "post_id": "2051888384935645220"}}, {"key": "samarindaterkini", "attributes": {"label": "samarindaterkini", "x": 822.2815160495371, "y": 486.0879400982124, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890124256071461201_2313193552", "id": "samarindaterkini", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah mitra ojek online (ojol) menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim. Aksi ini dipicu keluhan para driver yang menilai orderan tengah sepi, namun pihak aplikator masih terus membuka pendaftaran mitra baru.\n\nVideo Source;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#samarindasosmed", "post_id": "3890124256071461201_2313193552"}}, {"key": "smr_today", "attributes": {"label": "smr_today", "x": 642.904402510916, "y": 993.9182742390691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 107.8208, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3890124256071461201_2313193552", "id": "smr_today", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah mitra ojek online (ojol) menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim. Aksi ini dipicu keluhan para driver yang menilai orderan tengah sepi, namun pihak aplikator masih terus membuka pendaftaran mitra baru.\n\nVideo Source;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#samarindasosmed", "post_id": "3890124256071461201_2313193552"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "attributes": {"label": "newsandalasdotcom", "x": 845.8840307791723, "y": 885.1223046102118, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "newsandalasdotcom", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "roselei_rr.x", "x": 240.13362577323082, "y": 943.7860947598515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "roselei_rr.x", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "radarbromo", "attributes": {"label": "radarbromo", "x": 656.6731535746466, "y": 158.99325641296812, "size": 7.39, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 81.978, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "radarbromo", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "roselei_rr.x.", "x": 886.9810326650309, "y": 806.9001641471406, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 88.4586, "eigenvector": 223.9681, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "roselei_rr.x.", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "samarindasosmed", "attributes": {"label": "samarindasosmed", "x": 152.11317771086064, "y": 599.4113754307394, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890161154949215881_49800427471", "id": "samarindasosmed", "source": "instagram-000001", "content": "Sejumlah mitra ojek online (ojol) menggelar aksi protes dengan mendatangi kantor Grab di Jalan Wahid Hasyim. Aksi ini dipicu keluhan para driver yang menilai orderan tengah sepi, namun pihak aplikator masih terus membuka pendaftaran mitra baru.\n\nPara ojol menilai kebijakan tersebut memperparah persaingan di lapangan, sehingga pendapatan mereka semakin menurun. Dalam aksinya, massa meminta agar perusahaan segera mengevaluasi sistem rekrutmen dan pembagian order agar lebih adil.\n\nSumber Video ;  \n\n#kalimantantimur \n#samarinda\n#viralreels \n#samarindasosmed", "post_id": "3890161154949215881_49800427471"}}, {"key": "indonewstodaycom", "attributes": {"label": "indonewstodaycom", "x": 348.52277749558766, "y": 224.23508076746123, "size": 7.39, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 81.978, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880809705656940872_14791323369", "id": "indonewstodaycom", "source": "instagram-000001", "content": "Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya.\n\nMirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram \n\nSaat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang.\n\n“Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya.\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya.\nLebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi.\n\n“Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya.\n\nDalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos.\n\nDriver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya.\n“Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya.\nDriver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026.\n\n#voxpro #indonewstoday", "post_id": "3880809705656940872_14791323369"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "attributes": {"label": "samarinda_responinfo", "x": 594.8186138437221, "y": 624.8622873283682, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890159856623067030_8539109722", "id": "samarinda_responinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Aksi ini terjadi pada Senin (4/5), saat para mitra driver mendatangi kantor Grab yang berada di Jalan Wahid Hasyim 1. Kedatangan mereka bukan sekadar berkumpul, tapi membawa suara keresahan yang sudah lama dirasakan di lapangan.\n\nDalam aksi tersebut, para driver menyampaikan sejumlah tuntutan penting. Salah satu yang paling disorot adalah permintaan agar pihak perusahaan menghentikan sementara pendaftaran driver baru. Menurut mereka, jumlah mitra yang terus bertambah tidak sebanding dengan ketersediaan order, sehingga banyak driver harus menghadapi kondisi “sepi penumpang” atau yang mereka sebut sebagai “anyep”.\n\nSituasi ini berdampak langsung pada pendapatan harian. Tak sedikit driver yang mengaku penghasilannya menurun drastis karena harus bersaing dengan jumlah mitra yang semakin banyak.\n\nSelain itu, para driver juga mempersoalkan adanya program layanan berbayar atau yang dikenal dengan sistem slot. Program ini disebut-sebut dapat membuat orderan lebih lancar bagi driver yang mengikutinya. Namun di sisi lain, banyak driver merasa terbebani karena untuk mendapatkan peluang order yang lebih stabil, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan.\n\nBagi para driver, kondisi ini menimbulkan kesan bahwa akses terhadap order menjadi tidak merata. Mereka berharap sistem yang ada bisa lebih adil tanpa harus membebani mitra dengan biaya tambahan.\nAksi tersebut berlangsung dengan harapan adanya dialog terbuka dan solusi konkret dari pihak perusahaan. Para driver ingin didengar, sekaligus menginginkan kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra di lapangan.\n\nDi balik atribut dan kendaraan yang mereka gunakan, ada tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari. Maka dari itu, mereka berharap perubahan nyata bisa segera diwujudkan—agar roda kehidupan tetap berjalan.\n\n🎥:", "post_id": "3890159856623067030_8539109722"}}, {"key": "timothyshortform", "attributes": {"label": "timothyshortform", "x": 981.5207663804262, "y": 908.5325017774924, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "timothyshortform", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "Blocknews", "attributes": {"label": "Blocknews", "x": 964.9352034950131, "y": 690.3991889168747, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 56.1883, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635349544364150036", "id": "Blocknews", "source": "tiktok-000001", "content": "Grab akhirnya angkat bicara terkait kebijakan Prabowo Subianto yang menurunkan potongan aplikasi ojek online menjadi 8%. Kebijakan ini disebut sebagai upaya untuk menciptakan sistem yang lebih seimbang antara perusahaan dan mitra pengemudi. Pemerintah juga menargetkan agar para driver bisa memperoleh pendapatan hingga minimal 92% dari setiap transaksi. Selain itu, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para pengemudi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. Tak hanya soal pendapatan, kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi para driver ojol, sehingga mereka memiliki jaminan yang lebih baik dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari. Sumber  | Crypto & Finance  #grab #prabowo #ojol", "post_id": "7635349544364150036"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "attributes": {"label": "ngakviralngakrame.com", "x": 145.9452343835439, "y": 217.66438522942576, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3721, "eigenvector": 223.9681, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "7631613734607260948", "id": "ngakviralngakrame.com", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "egiw_giew", "attributes": {"label": "egiw_giew", "x": 799.6357440214005, "y": 33.962116058385064, "size": 9.93, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 129.308, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "egiw_giew", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "KANG", "attributes": {"label": "KANG", "x": 399.6736912010129, "y": 10.354575107978214, "size": 9.93, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 129.308, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "KANG", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 507.31319303637844, "y": 703.1627175260047, "size": 9.93, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 36.8261, "eigenvector": 129.308, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7631613734607260948", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "SUARAGLOBAL.ID - Beredar di media sosial kasus driver ojek online (ojol) tidak amanah yang seharusnya mengantar ke rumah, justru dibawa ke kos-kosannya. Mirisnya, penumpang driver ojol tersebut masih anak-anak, yakni seorang siswi kelas 5 SD di daerah Antapani, Bandung, Jawa Barat. “Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari keterangan unggahan Threads  pada Selasa, 21 April 2026. Terpisah, menurut pengakuan kakak korban, saat ini adiknya mengalami trauma dan menjalani proses visum untuk keperluan tindakan selanjutnya. Berniat Diajak ke Kos Selama Satu Jam Kakak korban mengatakan bahwa pada hari tersebut, dirinya dan kedua orang tua mereka tidak bisa menjemput adiknya ke sekolah, sehingga dipesankan ojol oleh sang ibu. “Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban dengan akun Instagram  Saat masih di atas motor, rupanya kaki adiknya beberapa kali dipegang oleh ojol tersebut, beralasan karena duduknya terlalu ke belakang. “Awal tujuan tuh kan dari sekolah ke rumah, nah rumahnya tuh di daerah Hantap deket flyover Antapani, tapi sama si ojolnya malah diajakin ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari,” terangnya. “Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” lanjutnya. Korban Menangis, Langsung Diantar ke Rumah Lebih lanjut, karena adiknya sudah ketakutan, ia langsung menangis dan berteriak, tapi daerah di sekitar kos cukup sepi. “Karena panik si ojolnya, jadi lanjut dibawa pulang ke rumah,” imbuhnya. Dalam keterangan lain yang berasal dari tangkapan layar chat WhatsApp yang beredar, saat itu korban belum sempat dibawa masuk ke dalam kos. Driver ojol tersebut mengatakan bahwa dirinya mengajak ke kosan dengan dalih biar lebih mudah jika ingin mencarinya. “Bilangnya cuma mau ngasih tau kosannya, siapa tau nyari karena udah ngerasa deket sama adik aku. Bener-bener nggak masuk akal yang diomongin dia,” tuturnya. Terungkap Beberapa Kali Bersikap Tidak Sopan Sampai di rumah, adiknya kemudian mengadu pada ibunya bahwa driver ojol sudah sering memegang kakinya. “Pas udah nyampe rumah, adik aku bilang ke ibu katanya, ‘Si ojolnya mesum pegang-pegang aku.’ Nah, ternyata setiap dapet ojol yang itu, adik aku emang suka dipegang-pegang kakinya,” jelas kakak korban. “Tapi, karena adik aku takut buat ngomong, jadi nggak diomongin ke ibu. Puncaknya tadi sampai dibawa ke kosannya karena mungkin pikiran si ojol tuh anaknya diem terus dia gituin tiap pegang-pegang kaki,” sambungnya. Diamankan Polisi dan Grab Nonaktifkan Driver Ojol Driver ojol yang diketahui bernama Joko itu kini telah diamankan oleh pihak Polsek Antapani pada Selasa malam, 21 April 2026. Tanpa perlawanan, Joko menurut saat dibawa oleh Polisi. Sementara itu, pihak Grab menegaskan tengah mendalami laporan tersebut secara serius. #bandunghits #anaksd #jabaristimewa #ngakviralngakrame #ojol  DEDI MULYADI", "post_id": "7631613734607260948"}}], "edges": [{"key": "HazmiLucidRuby", "source": "HazmiLucidRuby", "target": "ourraablue", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "HazmiLucidRuby", "source": "HazmiLucidRuby", "target": "ourraablue", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "GrabID", "source": "GrabID", "target": "aloniceyaa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GrabID", "source": "GrabID", "target": "tdkftdka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GrabID", "source": "GrabID", "target": "Buttsluttrough", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nugraha_besoes", "source": "nugraha_besoes", "target": "Hnirankara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "GrabID", "source": "GrabID", "target": "whiskedoatmilk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "samarindaterkini", "source": "samarindaterkini", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "source": "newsandalasdotcom", "target": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarbromo", "source": "radarbromo", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarindasosmed", "source": "samarindasosmed", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "indonewstodaycom", "source": "indonewstodaycom", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "samarinda_responinfo", "source": "samarinda_responinfo", "target": "smr_today", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "timothyshortform", "source": "timothyshortform", "target": "Blocknews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "egiw_giew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "KANG", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ngakviralngakrame.com", "source": "ngakviralngakrame.com", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}