{"nodes": [{"key": "protokol.palembang", "attributes": {"label": "protokol.palembang", "x": 761.6686216104073, "y": 235.69267742830246, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3890373458434186572_1485517428", "id": "protokol.palembang", "source": "instagram-000001", "content": "Bukan sekadar tempat berteduh atau nunggu orderan, tapi ini diharapke jadi rumah keduo buat dulur-dulur ojol di Palembang. 🏠🛵\n\nResmi hadir 21 titik Kedai ADO sebagai ruang kolaborasi antara kepolisian dan komunitas driver. Di sini tidak hanya buat nongkrong, tapi fasilitasnya lengkap: dari bengkel, makan murah, sampe layanan kesehatan gratis.\n\nPlus, ada kabar baik lagi, Pemkot bekerjasama dengan  bakal fasilitasi 500 SIM gratis biar narik makin tenang dan legal. Hal tersebut disampaikan oleh Pak  dalam peresmian salah satu Kedai ADO di Kertapati (5/5).\n\nSemangat cari rezeki, tetap cari aman di jalan yo, Lur! 🤝✨", "post_id": "3890373458434186572_1485517428"}}, {"key": "polisi_sumsel", "attributes": {"label": "polisi_sumsel", "x": 777.2681908387468, "y": 767.3823352355586, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 87.6923, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890373458434186572_1485517428", "id": "polisi_sumsel", "source": "instagram-000001", "content": "Bukan sekadar tempat berteduh atau nunggu orderan, tapi ini diharapke jadi rumah keduo buat dulur-dulur ojol di Palembang. 🏠🛵\n\nResmi hadir 21 titik Kedai ADO sebagai ruang kolaborasi antara kepolisian dan komunitas driver. Di sini tidak hanya buat nongkrong, tapi fasilitasnya lengkap: dari bengkel, makan murah, sampe layanan kesehatan gratis.\n\nPlus, ada kabar baik lagi, Pemkot bekerjasama dengan  bakal fasilitasi 500 SIM gratis biar narik makin tenang dan legal. Hal tersebut disampaikan oleh Pak  dalam peresmian salah satu Kedai ADO di Kertapati (5/5).\n\nSemangat cari rezeki, tetap cari aman di jalan yo, Lur! 🤝✨", "post_id": "3890373458434186572_1485517428"}}, {"key": "ratudewa", "attributes": {"label": "ratudewa", "x": 282.04685718838095, "y": 950.6769608603724, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 87.6923, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890373458434186572_1485517428", "id": "ratudewa", "source": "instagram-000001", "content": "Bukan sekadar tempat berteduh atau nunggu orderan, tapi ini diharapke jadi rumah keduo buat dulur-dulur ojol di Palembang. 🏠🛵\n\nResmi hadir 21 titik Kedai ADO sebagai ruang kolaborasi antara kepolisian dan komunitas driver. Di sini tidak hanya buat nongkrong, tapi fasilitasnya lengkap: dari bengkel, makan murah, sampe layanan kesehatan gratis.\n\nPlus, ada kabar baik lagi, Pemkot bekerjasama dengan  bakal fasilitasi 500 SIM gratis biar narik makin tenang dan legal. Hal tersebut disampaikan oleh Pak  dalam peresmian salah satu Kedai ADO di Kertapati (5/5).\n\nSemangat cari rezeki, tetap cari aman di jalan yo, Lur! 🤝✨", "post_id": "3890373458434186572_1485517428"}}, {"key": "radarbromo", "attributes": {"label": "radarbromo", "x": 795.0335411381005, "y": 830.3876497906471, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "radarbromo", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "roselei_rr.x.", "x": 496.61367307029747, "y": 138.38570907407288, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3881636815309575298_7465178568", "id": "roselei_rr.x.", "source": "instagram-000001", "content": "Kasus dugaan tindakan tak pantas oleh driver ojek online di Bandung viral di media sosial usai melibatkan seorang siswi kelas 5 SD sebagai korban.\n\nPeristiwa itu menjadi sorotan publik lantaran korban yang seharusnya diantar pulang malah sempat diajak menuju kos milik pengemudi.\n\nPeristiwa ini disebut terjadi di wilayah Antapani, Bandung, Jawa Barat, dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait keamanan penggunaan ojek online bagi anak-anak.\n\n“Dunia sudah gila. Kejadian baru tadi siang, ana SD (perempuan) kelas 5 pulang naik Grab. Bukannya dianterin pulang malah dibawa ke kosan mamang Grabnya. Sekarang anaknya trauma, driver berhasil diamankan,” dikutip dari unggahan Threads egiw_giew pada Selasa, 21 April 2026.\n\nKakak korban mengatakan pada hari kejadian, orang tua tidak bisa menjemput sehingga sang ibu memesan ojek online untuk mengantar adiknya pulang.\n\n“Udah dari lama suka pake ojek, nah tadi tu dapetnya ojol yang itu. Kebetulan udah sering atau bukan yang sekali dua kali dapat ojol yang itu,” kata kakak korban melalui akun Instagram \n\nKwtika perjalanan, korban mengaku mengalami tindakan tidak nyaman ketika kakinya beberapa kali dipegang oleh pengemudi dengan alasan posisi duduk yang terlalu ke belakang.\n\nAlih-alih langsung menuju rumah yang berada di kawasan Hantap dekat flyover Antapani, pengemudi justru mengajak korban mampir ke kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n“Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam,’” tandasnya.", "post_id": "3881636815309575298_7465178568"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "attributes": {"label": "newsandalasdotcom", "x": 315.4850077483925, "y": 296.01200400578307, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "newsandalasdotcom", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "roselei_rr.x", "x": 832.2263456537346, "y": 160.2165202459057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3880773800711659951_42782166874", "id": "roselei_rr.x", "source": "instagram-000001", "content": "Bandung (NewsAndalas.com)– Kasus dugaan pelecehan dan percobaan penculikan oleh oknum pengemudi ojek daring (ojol) menggemparkan masyarakat Bandung, Jawa Barat. Seorang siswi kelas 5 sekolah dasar di kawasan Antapani dilaporkan hampir menjadi korban setelah pengemudi ojol yang seharusnya mengantar ke rumah, justru membawanya ke tempat kos pelaku.\n\nPeristiwa ini viral di media sosial setelah keluarga korban membagikan kronologi kejadian melalui unggahan Threads egiw_giew pada Selasa (21/4/2026). Kakak korban melalui akun Instagram  mengungkapkan bahwa adiknya mengalami trauma berat dan tengah menjalani proses visum untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.\n\nMenurut keterangan kakak korban, orang tua tidak dapat menjemput adiknya di sekolah pada hari kejadian, sehingga mereka memesankan ojol. Korban diketahui sering mendapatkan pengemudi yang sama dalam perjalanan sebelumnya.\n\nSaat di atas motor, pelaku diduga mulai melancarkan aksi tidak sopan dengan memegang kaki korban. Pelaku berdalih tindakan tersebut dilakukan karena posisi duduk korban terlalu ke belakang. Saat dalam perjalanan, pelaku secara sepihak membelokkan arah dan memaksa korban menuju kos-kosannya di daerah Bunisari atau Sindangsari.\n\n\"Kata si ojolnya, ‘Mampir dulu ke kosan bentar, nggak lama cuma sejam’,\" terang kakak korban menirukan ucapan adiknya.\n\nBeruntung, korban yang ketakutan langsung menangis dan berteriak di kawasan sekitar kos yang cukup sepi. Panik dengan reaksi korban, pelaku akhirnya memutuskan mengantar siswi tersebut pulang ke rumah.\n\nSetelah sampai di rumah, korban memberanikan diri mengadu kepada ibunya bahwa pelaku sering memegang kakinya selama perjalanan. Pelaku bahkan berdalih mengajak korban ke kos agar lebih mudah ditemukan jika suatu saat korban ingin mencarinya lagi.\n\nMenanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Antapani bertindak cepat. Pelaku yang diketahui bernama Joko berhasil diamankan pada Selasa malam (21/4/2026) tanpa perlawanan.\n\nPihak Grab selaku penyedia layanan transportasi daring juga telah angkat bicara dan mengambil tindakan tegas. \"Sebagai langkah awal, kami telah menonaktifkan mitra pengemudi terkait dan akan terus berkoordinasi", "post_id": "3880773800711659951_42782166874"}}, {"key": "@tribuntangerang", "attributes": {"label": "@tribuntangerang", "x": 766.4658748668202, "y": 798.9067312279001, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "@tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "tribuntangerang", "x": 721.2841130197077, "y": 299.96174103339814, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.6923, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "tribuntangera...", "x": 848.829147970739, "y": 855.3868458576576, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 87.6923, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "tribuntangera...", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "@GrabAlphaKuching", "attributes": {"label": "@GrabAlphaKuching", "x": 349.0724297963609, "y": 576.9866240596114, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 61.5385, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "raAmVA8i19o", "id": "@GrabAlphaKuching", "source": "youtube-000001", "content": "Gig Economy Malaysia: Peluang vs Cabaran Driver E-Hailing & Delivery\n\nGig economy di Malaysia semakin berkembang — tapi adakah ia masih peluang terbaik atau semakin mencabar?\n\nDalam video ini, kita akan kupas realiti sebenar industri e-hailing & delivery yang melibatkan platform seperti Grab dan Maxim 👇\n\n📚 Apa Yang Anda Akan Belajar\n\n📋 Syarat wajib driver: PSV, insurans e-hailing & permit\n💰 Kos sebenar untuk mula (lesen, insurans, maintenance)\n🎁 Insentif & bantuan dari platform\n⚠️ Cabaran sebenar driver:\n\nTambang rendah\nApp issue & sistem\nRisiko scam pelanggan\n🏛️ Update penting: Gig Workers Act 2025\n→ Perlindungan sosial & caruman\n💡 Realiti Gig Economy (Yang Ramai Tak Cerita)\nFleksibiliti tinggi, tapi income tidak konsisten\nBebas kerja, tapi kos tanggung sendiri\nPeluang ada, tapi perlukan strategi & disiplin\n\n👉 Ini bukan sekadar “kerja mudah” — ini adalah sistem yang perlu difahami dengan betul\n\n🚀 Peluang Yang Masih Ada\n\n✔️ Side income yang fleksibel\n✔️ Peluang full-time jika strategi betul\n✔️ Platform bantu onboarding & insentif\n\n⚠️ Cabaran Yang Perlu Anda Tahu\n\n❗ Persaingan tinggi\n❗ Margin keuntungan semakin kecil\n❗ Risiko scam & keselamatan\n❗ Perubahan polisi & undang-undang\n\n🚀 Sesuai Untuk Siapa\n\n✔️ Yang nak masuk gig economy\n✔️ Driver sedia ada (nak improve strategi)\n✔️ Yang nak faham realiti sebelum join\n✔️ Content creator niche Grab / driver\n\n📲 Join Komuniti & Follow Saya\n\n👉 WhatsApp Channel:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VbBl...\n👉 Facebook:\n  / grabalphakuching  \n👉 Telegram:\nhttps://t.me/grab_cc\n👉 Spotify Podcast:\nhttps://open.spotify.com/show/2MyJ18m...\n👉 Youtube:\n   /    \n\n#GigEconomyMalaysia\n#GrabMalaysia\n#MaximMalaysia\n#DriverGrab\n#EHailingMalaysia\n#DeliveryMalaysia\n#SideIncomeMalaysia\n#JanaPendapatan\n#GigWorkersAct\n#DriverLife\n#GrabTips\n#MalaysiaDriver", "post_id": "raAmVA8i19o"}}, {"key": "grabalphakuching", "attributes": {"label": "grabalphakuching", "x": 822.5589912171032, "y": 75.59012767639528, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 113.8461, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "raAmVA8i19o", "id": "grabalphakuching", "source": "youtube-000001", "content": "Gig Economy Malaysia: Peluang vs Cabaran Driver E-Hailing & Delivery\n\nGig economy di Malaysia semakin berkembang — tapi adakah ia masih peluang terbaik atau semakin mencabar?\n\nDalam video ini, kita akan kupas realiti sebenar industri e-hailing & delivery yang melibatkan platform seperti Grab dan Maxim 👇\n\n📚 Apa Yang Anda Akan Belajar\n\n📋 Syarat wajib driver: PSV, insurans e-hailing & permit\n💰 Kos sebenar untuk mula (lesen, insurans, maintenance)\n🎁 Insentif & bantuan dari platform\n⚠️ Cabaran sebenar driver:\n\nTambang rendah\nApp issue & sistem\nRisiko scam pelanggan\n🏛️ Update penting: Gig Workers Act 2025\n→ Perlindungan sosial & caruman\n💡 Realiti Gig Economy (Yang Ramai Tak Cerita)\nFleksibiliti tinggi, tapi income tidak konsisten\nBebas kerja, tapi kos tanggung sendiri\nPeluang ada, tapi perlukan strategi & disiplin\n\n👉 Ini bukan sekadar “kerja mudah” — ini adalah sistem yang perlu difahami dengan betul\n\n🚀 Peluang Yang Masih Ada\n\n✔️ Side income yang fleksibel\n✔️ Peluang full-time jika strategi betul\n✔️ Platform bantu onboarding & insentif\n\n⚠️ Cabaran Yang Perlu Anda Tahu\n\n❗ Persaingan tinggi\n❗ Margin keuntungan semakin kecil\n❗ Risiko scam & keselamatan\n❗ Perubahan polisi & undang-undang\n\n🚀 Sesuai Untuk Siapa\n\n✔️ Yang nak masuk gig economy\n✔️ Driver sedia ada (nak improve strategi)\n✔️ Yang nak faham realiti sebelum join\n✔️ Content creator niche Grab / driver\n\n📲 Join Komuniti & Follow Saya\n\n👉 WhatsApp Channel:\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VbBl...\n👉 Facebook:\n  / grabalphakuching  \n👉 Telegram:\nhttps://t.me/grab_cc\n👉 Spotify Podcast:\nhttps://open.spotify.com/show/2MyJ18m...\n👉 Youtube:\n   /    \n\n#GigEconomyMalaysia\n#GrabMalaysia\n#MaximMalaysia\n#DriverGrab\n#EHailingMalaysia\n#DeliveryMalaysia\n#SideIncomeMalaysia\n#JanaPendapatan\n#GigWorkersAct\n#DriverLife\n#GrabTips\n#MalaysiaDriver", "post_id": "raAmVA8i19o"}}], "edges": [{"key": "protokol.palembang", "source": "protokol.palembang", "target": "polisi_sumsel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "protokol.palembang", "source": "protokol.palembang", "target": "ratudewa", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "radarbromo", "source": "radarbromo", "target": "roselei_rr.x.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "newsandalasdotcom", "source": "newsandalasdotcom", "target": "roselei_rr.x", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@GrabAlphaKuching", "source": "@GrabAlphaKuching", "target": "grabalphakuching", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}