{"nodes": [{"key": "DhaniAnggara", "attributes": {"label": "DhaniAnggara", "x": 189.11557814249625, "y": 298.5141318121949, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 63.1911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2031380606786089067", "id": "DhaniAnggara", "source": "tweet-000004", "content": "Herannya, pemerintah melalui Dinas Perhubungan kan bisa nih collab sama Dinas Sosial dan Kementerian Keuangan untuk bikin aplikasi super OJOL Indonesia, tarifnya pake tarif berbasis kesejahteraan buat mitra dan terjangkau buat rakyat, jd semacam bikin grab/gojek versi pemerintah", "post_id": "2031380606786089067"}}, {"key": "txtdarionlshop", "attributes": {"label": "txtdarionlshop", "x": 980.0338812388849, "y": 321.7376918746468, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 116.9037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2031380606786089067", "id": "txtdarionlshop", "source": "tweet-000004", "content": "Herannya, pemerintah melalui Dinas Perhubungan kan bisa nih collab sama Dinas Sosial dan Kementerian Keuangan untuk bikin aplikasi super OJOL Indonesia, tarifnya pake tarif berbasis kesejahteraan buat mitra dan terjangkau buat rakyat, jd semacam bikin grab/gojek versi pemerintah", "post_id": "2031380606786089067"}}, {"key": "syaifulhooda", "attributes": {"label": "syaifulhooda", "x": 534.6444601829704, "y": 254.29432516031315, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 63.1911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3887850515496796912_5853980327", "id": "syaifulhooda", "source": "instagram-000001", "content": "Kami menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar potongan tarif aplikator ojek online (ojol) di bawah 10 persen. Kami meminta Menteri Perhubungan (Menhub) segera menerbitkan aturan baru mengenai potongan tarif itu.\n\nKita harus menyambut baik dan mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Prabowo  pada peringatan Hari Buruh Internasional hari ini di Monas. Presiden secara lantang menyatakan bahwa potongan tarif aplikator ojol harus berada di bawah angka 10% . Political statement ini adalah bentuk keberpihakan yang nyata dari seorang Kepala Negara kepada pekerja transportasi berbasis aplikasi online di Indonesia. \n\nDalam berbagai rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun RDP dengan Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan terkait, Komisi V secara konsisten menyatakan bahwa potongan yang layak diambil oleh platform aplikator tidak boleh lebih dari 10 persen, bahkan didorong untuk bisa lebih rendah lagi.\n\nSkema potongan 20% yang selama ini berlaku adalah ketidakadilan struktural yang harus dikoreksi, dan merendahkan martabat dan harkat hidup para pengemudi ojek berbasis aplikasi online. Jadi, bukan hal baru bagi kami. Ini semacam déjà vu yang sangat melegakan, sekaligus memprihatinkan, karena kita harusnya sudah bisa menyelesaikan masalah ini jauh lebih cepat.\n\nKita akan meminta Menteri Perhubungan untuk segera mengambil langkah-langkah. Segera terbitkan Permenhub baru yang secara eksplisit membatasi potongan aplikator maksimal di bawah 10 persen, sebagai turunan dari Perpres No. 27/2026. Tidak perlu menunggu lama, draft regulasi ini seharusnya sudah ada di meja Kemenhub. \n\nKami akan menjadikan isu ini sebagai agenda pengawasan prioritas dalam masa sidang mendatang. Arahan Presiden hari ini adalah political window yang langka, dan Komisi V DPR RI berkewajiban memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi regulasi yang konkret, berpihak pada jutaan pengemudi ojol di seluruh Indonesia 🇮🇩.\n\n#PKB", "post_id": "3887850515496796912_5853980327"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 151.22215947079664, "y": 828.7282965892986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 116.9037, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3887850515496796912_5853980327", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Kami menyambut baik arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar potongan tarif aplikator ojek online (ojol) di bawah 10 persen. Kami meminta Menteri Perhubungan (Menhub) segera menerbitkan aturan baru mengenai potongan tarif itu.\n\nKita harus menyambut baik dan mengapresiasi pernyataan tegas Presiden Prabowo  pada peringatan Hari Buruh Internasional hari ini di Monas. Presiden secara lantang menyatakan bahwa potongan tarif aplikator ojol harus berada di bawah angka 10% . Political statement ini adalah bentuk keberpihakan yang nyata dari seorang Kepala Negara kepada pekerja transportasi berbasis aplikasi online di Indonesia. \n\nDalam berbagai rapat kerja, rapat dengar pendapat, maupun RDP dengan Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan terkait, Komisi V secara konsisten menyatakan bahwa potongan yang layak diambil oleh platform aplikator tidak boleh lebih dari 10 persen, bahkan didorong untuk bisa lebih rendah lagi.\n\nSkema potongan 20% yang selama ini berlaku adalah ketidakadilan struktural yang harus dikoreksi, dan merendahkan martabat dan harkat hidup para pengemudi ojek berbasis aplikasi online. Jadi, bukan hal baru bagi kami. Ini semacam déjà vu yang sangat melegakan, sekaligus memprihatinkan, karena kita harusnya sudah bisa menyelesaikan masalah ini jauh lebih cepat.\n\nKita akan meminta Menteri Perhubungan untuk segera mengambil langkah-langkah. Segera terbitkan Permenhub baru yang secara eksplisit membatasi potongan aplikator maksimal di bawah 10 persen, sebagai turunan dari Perpres No. 27/2026. Tidak perlu menunggu lama, draft regulasi ini seharusnya sudah ada di meja Kemenhub. \n\nKami akan menjadikan isu ini sebagai agenda pengawasan prioritas dalam masa sidang mendatang. Arahan Presiden hari ini adalah political window yang langka, dan Komisi V DPR RI berkewajiban memastikan momentum ini diterjemahkan menjadi regulasi yang konkret, berpihak pada jutaan pengemudi ojol di seluruh Indonesia 🇮🇩.\n\n#PKB", "post_id": "3887850515496796912_5853980327"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "@tribunpekanbaruofficial", "x": 101.98453474449987, "y": 952.3274074888078, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.1911, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "m-H-CvwUUns", "id": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Prabowo Tegaskan Potongan Ojol di Bawah 10 Persen, Kalau Aplikator Tak Mau, Tak Usah Bisnis di RI\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nPresiden Prabowo Subianto menyuarakan sikap tegas terkait potongan komisi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat 1 Mei. \n\nDi hadapan ribuan buruh, Prabowo secara terbuka menolak skema potongan 20 persen yang selama ini dibebankan oleh perusahaan aplikator kepada pengemudi.\n\n“Saudara-saudara, ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya setiap hari. Tapi aplikator minta 20 persen. Gimana, setuju 20 persen?” tanya Prabowo dari atas panggung.\n\nPertanyaan itu langsung disambut teriakan serempak, “Tidak!”\n\nPrabowo lalu menurunkan angka. “Bagaimana 15 persen?” Massa kembali menjawab, “Tidak!” Hingga akhirnya ia melempar angka 10 persen. Namun respons yang muncul justru mengejutkan.\n\n“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen!” tegasnya, disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah.\n\nMenurut Prabowo, skema pembagian pendapatan saat ini tidak adil bagi para pengemudi yang bekerja di lapangan. Ia menilai para ojol menanggung risiko besar, sementara perusahaan aplikasi menikmati porsi keuntungan yang terlalu besar.\n\n“Enak saja, lu yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje,” ujarnya dengan nada lantang.\n\nTak hanya itu, Prabowo juga melontarkan peringatan keras kepada perusahaan teknologi yang tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah.\n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” katanya.\n\nIsu potongan komisi ojol memang menjadi salah satu tuntutan utama buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia diketahui membawa 11 tuntutan dalam aksi May Day, dengan salah satunya mendesak penurunan potongan tarif menjadi 10 persen.\n\nDalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengumumkan telah menandatangani aturan baru yang secara langsung menyentuh kehidupan para pengemudi transportasi online.\n\n“Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,” ungkapnya.\n\nMelalui beleid tersebut, pemerintah mengatur berbagai aspek perlindungan bagi ojol, termasuk soal pembagian pendapatan. Jika sebelumnya pengemudi menerima sekitar 80 persen, kini angkanya ditingkatkan menjadi minimal 92 persen.\n\nSelain itu, Prabowo menegaskan bahwa para pengemudi harus mendapatkan jaminan sosial yang layak, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja hingga akses terhadap BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan.\n\nDi atas panggung, sejumlah tokoh buruh tampak menyambut kebijakan itu dengan antusias. Hadir di antaranya Said Iqbal, Andi Gani Nena Wea, serta Jumhur Hidayat.\n\nTak berhenti di isu ojol, Prabowo juga menyinggung kebijakan lain yang menyasar kesejahteraan buruh, mulai dari penambahan perumahan bersubsidi, kenaikan upah minimum, hingga pemberian tunjangan hari raya (THR).\n\n“Kita beri bonus hari raya untuk pengemudi dan kurir,” kata Prabowo.\n\nPernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mendorong perubahan besar dalam ekosistem ekonomi digital, khususnya untuk memastikan para pekerja di sektor informal seperti ojol mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih adil. \n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "m-H-CvwUUns"}}, {"key": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "tribunpekanbaruofficial", "x": 335.37810108253973, "y": 30.660322009464778, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.0474, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "m-H-CvwUUns", "id": "tribunpekanbaruofficial", "source": "youtube-000001", "content": "Prabowo Tegaskan Potongan Ojol di Bawah 10 Persen, Kalau Aplikator Tak Mau, Tak Usah Bisnis di RI\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nPresiden Prabowo Subianto menyuarakan sikap tegas terkait potongan komisi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat 1 Mei. \n\nDi hadapan ribuan buruh, Prabowo secara terbuka menolak skema potongan 20 persen yang selama ini dibebankan oleh perusahaan aplikator kepada pengemudi.\n\n“Saudara-saudara, ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya setiap hari. Tapi aplikator minta 20 persen. Gimana, setuju 20 persen?” tanya Prabowo dari atas panggung.\n\nPertanyaan itu langsung disambut teriakan serempak, “Tidak!”\n\nPrabowo lalu menurunkan angka. “Bagaimana 15 persen?” Massa kembali menjawab, “Tidak!” Hingga akhirnya ia melempar angka 10 persen. Namun respons yang muncul justru mengejutkan.\n\n“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen!” tegasnya, disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah.\n\nMenurut Prabowo, skema pembagian pendapatan saat ini tidak adil bagi para pengemudi yang bekerja di lapangan. Ia menilai para ojol menanggung risiko besar, sementara perusahaan aplikasi menikmati porsi keuntungan yang terlalu besar.\n\n“Enak saja, lu yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje,” ujarnya dengan nada lantang.\n\nTak hanya itu, Prabowo juga melontarkan peringatan keras kepada perusahaan teknologi yang tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah.\n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” katanya.\n\nIsu potongan komisi ojol memang menjadi salah satu tuntutan utama buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia diketahui membawa 11 tuntutan dalam aksi May Day, dengan salah satunya mendesak penurunan potongan tarif menjadi 10 persen.\n\nDalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengumumkan telah menandatangani aturan baru yang secara langsung menyentuh kehidupan para pengemudi transportasi online.\n\n“Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,” ungkapnya.\n\nMelalui beleid tersebut, pemerintah mengatur berbagai aspek perlindungan bagi ojol, termasuk soal pembagian pendapatan. Jika sebelumnya pengemudi menerima sekitar 80 persen, kini angkanya ditingkatkan menjadi minimal 92 persen.\n\nSelain itu, Prabowo menegaskan bahwa para pengemudi harus mendapatkan jaminan sosial yang layak, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja hingga akses terhadap BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan.\n\nDi atas panggung, sejumlah tokoh buruh tampak menyambut kebijakan itu dengan antusias. Hadir di antaranya Said Iqbal, Andi Gani Nena Wea, serta Jumhur Hidayat.\n\nTak berhenti di isu ojol, Prabowo juga menyinggung kebijakan lain yang menyasar kesejahteraan buruh, mulai dari penambahan perumahan bersubsidi, kenaikan upah minimum, hingga pemberian tunjangan hari raya (THR).\n\n“Kita beri bonus hari raya untuk pengemudi dan kurir,” kata Prabowo.\n\nPernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mendorong perubahan besar dalam ekosistem ekonomi digital, khususnya untuk memastikan para pekerja di sektor informal seperti ojol mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih adil. \n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "m-H-CvwUUns"}}, {"key": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "tribunpekanbaru", "x": 727.8999316987823, "y": 382.7561074583313, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.0474, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "m-H-CvwUUns", "id": "tribunpekanbaru", "source": "youtube-000001", "content": "Prabowo Tegaskan Potongan Ojol di Bawah 10 Persen, Kalau Aplikator Tak Mau, Tak Usah Bisnis di RI\n\n#rino\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nVideo Editor : Rino Syahril \n\nPresiden Prabowo Subianto menyuarakan sikap tegas terkait potongan komisi ojek online (ojol) dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat 1 Mei. \n\nDi hadapan ribuan buruh, Prabowo secara terbuka menolak skema potongan 20 persen yang selama ini dibebankan oleh perusahaan aplikator kepada pengemudi.\n\n“Saudara-saudara, ojol kerja keras, mempertaruhkan jiwanya setiap hari. Tapi aplikator minta 20 persen. Gimana, setuju 20 persen?” tanya Prabowo dari atas panggung.\n\nPertanyaan itu langsung disambut teriakan serempak, “Tidak!”\n\nPrabowo lalu menurunkan angka. “Bagaimana 15 persen?” Massa kembali menjawab, “Tidak!” Hingga akhirnya ia melempar angka 10 persen. Namun respons yang muncul justru mengejutkan.\n\n“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10 persen. Harus di bawah 10 persen!” tegasnya, disambut sorak sorai dan tepuk tangan meriah.\n\nMenurut Prabowo, skema pembagian pendapatan saat ini tidak adil bagi para pengemudi yang bekerja di lapangan. Ia menilai para ojol menanggung risiko besar, sementara perusahaan aplikasi menikmati porsi keuntungan yang terlalu besar.\n\n“Enak saja, lu yang keringat, dia yang dapat duit, sorry aje,” ujarnya dengan nada lantang.\n\nTak hanya itu, Prabowo juga melontarkan peringatan keras kepada perusahaan teknologi yang tidak mau mengikuti kebijakan pemerintah.\n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” katanya.\n\nIsu potongan komisi ojol memang menjadi salah satu tuntutan utama buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia diketahui membawa 11 tuntutan dalam aksi May Day, dengan salah satunya mendesak penurunan potongan tarif menjadi 10 persen.\n\nDalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengumumkan telah menandatangani aturan baru yang secara langsung menyentuh kehidupan para pengemudi transportasi online.\n\n“Saya telah tanda tangan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online,” ungkapnya.\n\nMelalui beleid tersebut, pemerintah mengatur berbagai aspek perlindungan bagi ojol, termasuk soal pembagian pendapatan. Jika sebelumnya pengemudi menerima sekitar 80 persen, kini angkanya ditingkatkan menjadi minimal 92 persen.\n\nSelain itu, Prabowo menegaskan bahwa para pengemudi harus mendapatkan jaminan sosial yang layak, mulai dari perlindungan kecelakaan kerja hingga akses terhadap BPJS Kesehatan dan asuransi kesehatan.\n\nDi atas panggung, sejumlah tokoh buruh tampak menyambut kebijakan itu dengan antusias. Hadir di antaranya Said Iqbal, Andi Gani Nena Wea, serta Jumhur Hidayat.\n\nTak berhenti di isu ojol, Prabowo juga menyinggung kebijakan lain yang menyasar kesejahteraan buruh, mulai dari penambahan perumahan bersubsidi, kenaikan upah minimum, hingga pemberian tunjangan hari raya (THR).\n\n“Kita beri bonus hari raya untuk pengemudi dan kurir,” kata Prabowo.\n\nPernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah mendorong perubahan besar dalam ekosistem ekonomi digital, khususnya untuk memastikan para pekerja di sektor informal seperti ojol mendapatkan perlindungan dan kesejahteraan yang lebih adil. \n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunPekanbaru.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunpekanbarufanspage   \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLZ...\nTikTok:   / tribunpekanbaru  \nInstagram:   /", "post_id": "m-H-CvwUUns"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 808.8624085583375, "y": 94.72305529906322, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.1911, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "maWgpAfr49Y", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Pangkas Potongan Ojol Jadi 8 % | LAPORAN 8 PAGI\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan \"hadiah\" istimewa bagi para pengemudi transportasi daring di Indonesia dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026, Kepala Negara memutuskan untuk menurunkan potongan tarif ojek online (ojol) secara signifikan.\n\nDalam kebijakan terbaru ini, Presiden Prabowo menurunkan tarif potongan pendapatan ojol yang sebelumnya berada di angka 20 persen menjadi hanya 8 persen. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi yang harus menanggung risiko tinggi saat bekerja di jalanan.\n\n\"Aspirasi ini disampaikan oleh para buruh dan pengemudi ojol dalam aksi May Day di kawasan Monas, Jakarta, kepada Presiden Prabowo yang turut hadir secara langsung,\" tulis laporan tim Garuda TV di lapangan. Presiden menilai tarif lama tidak lagi berpihak pada pengemudi yang menjadi ujung tombak transportasi daring.\n\nPerpres Nomor 27 Tahun 2026 tidak hanya mengatur soal pendapatan, tetapi juga menjadi payung hukum bagi perlindungan pekerja transportasi online secara menyeluruh. Beberapa poin krusial dalam Perpres tersebut meliputi:\n\n1. Pembagian Pendapatan: Perubahan skema dari 80% (ojol) : 20% (aplikator) menjadi 92% untuk pengemudi ojol dan 8% untuk pihak aplikator.\n\n2. Jaminan Sosial: Mencakup pemberian BPJS Kesehatan bagi para pengemudi.\n\n3. Jaminan Kecelakaan Kerja: Memberikan perlindungan ekstra mengingat tingginya risiko profesi pengemudi di jalan raya.\n\n#beritaterkini #presidenprabowo  #TarifOjol #Perpres27Tahun2026 #mayday2026  #ojekonline  #kesejahteraanburuh  #garudatv  #InfoOjol #transportasionline  #beritaterbaru \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "maWgpAfr49Y"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 176.65082371641682, "y": 998.0592683063182, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.0474, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "maWgpAfr49Y", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Pangkas Potongan Ojol Jadi 8 % | LAPORAN 8 PAGI\n\nGarudaTV - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberikan \"hadiah\" istimewa bagi para pengemudi transportasi daring di Indonesia dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026. Melalui penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026, Kepala Negara memutuskan untuk menurunkan potongan tarif ojek online (ojol) secara signifikan.\n\nDalam kebijakan terbaru ini, Presiden Prabowo menurunkan tarif potongan pendapatan ojol yang sebelumnya berada di angka 20 persen menjadi hanya 8 persen. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi yang harus menanggung risiko tinggi saat bekerja di jalanan.\n\n\"Aspirasi ini disampaikan oleh para buruh dan pengemudi ojol dalam aksi May Day di kawasan Monas, Jakarta, kepada Presiden Prabowo yang turut hadir secara langsung,\" tulis laporan tim Garuda TV di lapangan. Presiden menilai tarif lama tidak lagi berpihak pada pengemudi yang menjadi ujung tombak transportasi daring.\n\nPerpres Nomor 27 Tahun 2026 tidak hanya mengatur soal pendapatan, tetapi juga menjadi payung hukum bagi perlindungan pekerja transportasi online secara menyeluruh. Beberapa poin krusial dalam Perpres tersebut meliputi:\n\n1. Pembagian Pendapatan: Perubahan skema dari 80% (ojol) : 20% (aplikator) menjadi 92% untuk pengemudi ojol dan 8% untuk pihak aplikator.\n\n2. Jaminan Sosial: Mencakup pemberian BPJS Kesehatan bagi para pengemudi.\n\n3. Jaminan Kecelakaan Kerja: Memberikan perlindungan ekstra mengingat tingginya risiko profesi pengemudi di jalan raya.\n\n#beritaterkini #presidenprabowo  #TarifOjol #Perpres27Tahun2026 #mayday2026  #ojekonline  #kesejahteraanburuh  #garudatv  #InfoOjol #transportasionline  #beritaterbaru \n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "maWgpAfr49Y"}}, {"key": "@tribuntangerang", "attributes": {"label": "@tribuntangerang", "x": 954.7375063286767, "y": 146.3663865172701, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 63.1911, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "@tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "tribuntangerang", "x": 690.048335235623, "y": 729.4705424712879, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.0474, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "tribuntangerang", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}, {"key": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "tribuntangera...", "x": 841.017265465568, "y": 77.93482943435215, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 90.0474, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Kq_Q9WNSRT8", "id": "tribuntangera...", "source": "youtube-000001", "content": "Perintah Tegas Prabowo! Minta Potongan Tarif Ojol di Bawah 10%: Lu yang Keringet Dia Dapat Duit\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nTRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Prabowo Subianto, meminta perusahaan ojek online (Ojol) yang tidak mau mengikuti aturan pembagian hasil aplikator dan driver dari pemerintah tidak membuka bisnisnya di Indonesia. \n\nPeringatan itu Prabowo sampaikan saat mengumumkan potongan biaya aplikator terhadap tarif perjalanan Ojol dari 20 persen menjadi 8 persen. \n\nKetentuan baru tersebut Prabowo tuangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online. \n\n“Kalau enggak mau ikut kita, enggak usah berusaha di Indonesia,” kata Prabowo dalam Peringatan Hari Buruh Sedunia di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026).\n\nPersoalan pemotongan biaya aplikator sebesar 20 persen dari total biaya yang dibayarkan penumpang sebelumnya memang banyak dikeluhkan driver ojol.\n\nMenurut Prabowo, driver ojol sudah bekerja keras dan mempertaruhkan keselamatan diri mereka setiap hari. \n\nMelihat kondisi tersebut, pemerintah akhirnya menetapkan biaya pemotongan dari aplikator harus di bawah 10 persen.\n\nKetua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, melalui Perpres Nomor 27 itu pemerintah juga memerintahkan agar para driver ojol mendapatkan jaring pengaman sosial. \n\nDi antara jaring pengaman itu antara lain asuransi kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja.\n\nSumber: https://money.kompas.com/read/2026/05....\n\nEditor Video: Fransisca Ellen\nUploader : Wening Cahya Mahardika\n\n#viral #viraldimediasosial #viralvideo #prabowo #presidenprabowo #prabowosubianto #hariburuh #ojekonline \n\nSUMBER: https://tangerang.tribunnews.com/\n\nJangan lupa follow akun sosial media TribunTangerang.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya: \n\nYouTube:    /   \nFacebook:   / tribunnewstangerang  \nSaluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaZ0...\nTikTok: https://www.tiktok.com/\nInstagram:   / tribun.tangerang", "post_id": "Kq_Q9WNSRT8"}}], "edges": [{"key": "DhaniAnggara", "source": "DhaniAnggara", "target": "txtdarionlshop", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "syaifulhooda", "source": "syaifulhooda", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaruofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunpekanbaruofficial", "source": "@tribunpekanbaruofficial", "target": "tribunpekanbaru", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangerang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntangerang", "source": "@tribuntangerang", "target": "tribuntangera...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}