{"nodes": [{"key": "szgld", "attributes": {"label": "szgld", "x": 742.6935237997676, "y": 317.3804535057653, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052000292947038473", "id": "szgld", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah Anjlok gimana dong Bung?? \nAuto berpengaruh bahan impor bahan baku impor maka imbas pada harga bahan pokok\nRakyat kecil makin sengsara \nTolong peka di rakyat arus bawa", "post_id": "2052000292947038473"}}, {"key": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "Fahrihamzah", "x": 591.5139314902511, "y": 433.65121326984246, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052000292947038473", "id": "Fahrihamzah", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah Anjlok gimana dong Bung?? \nAuto berpengaruh bahan impor bahan baku impor maka imbas pada harga bahan pokok\nRakyat kecil makin sengsara \nTolong peka di rakyat arus bawa", "post_id": "2052000292947038473"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 847.7066277461112, "y": 814.3501172307576, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051939974355046750", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "ekspor Indonesia 74% industri pengolahan yang impor 90% bahan bakunya. \n\nRupiah lemah = bahan baku impor mahal = biaya produksi naik = margin eksportir tergerus juga. \n\nYang untung bersih hanya eksportir komoditas mentah: konglomerat sawit & tambang. \n\nBukan pabrik, bukan buruh.", "post_id": "2051939974355046750"}}, {"key": "G3nX_files", "attributes": {"label": "G3nX_files", "x": 418.70785071330465, "y": 592.138851089448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051939974355046750", "id": "G3nX_files", "source": "tweet-000004", "content": "ekspor Indonesia 74% industri pengolahan yang impor 90% bahan bakunya. \n\nRupiah lemah = bahan baku impor mahal = biaya produksi naik = margin eksportir tergerus juga. \n\nYang untung bersih hanya eksportir komoditas mentah: konglomerat sawit & tambang. \n\nBukan pabrik, bukan buruh.", "post_id": "2051939974355046750"}}, {"key": "BBuayabunt96946", "attributes": {"label": "BBuayabunt96946", "x": 584.4801609627998, "y": 676.681243185397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051997694584062230", "id": "BBuayabunt96946", "source": "tweet-000004", "content": "Versinya Om Bennix gini rupiah turun bkan berarti buruk. Buat ekspor malah bisa jadi peluang, karena barang kita jd lebih murah. Tapi yang sering ribut soal ini, katanya sih… ya orang orang impor.😋😋", "post_id": "2051997694584062230"}}, {"key": "sibambaang", "attributes": {"label": "sibambaang", "x": 950.8127699309457, "y": 123.6927301659585, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051997694584062230", "id": "sibambaang", "source": "tweet-000004", "content": "Versinya Om Bennix gini rupiah turun bkan berarti buruk. Buat ekspor malah bisa jadi peluang, karena barang kita jd lebih murah. Tapi yang sering ribut soal ini, katanya sih… ya orang orang impor.😋😋", "post_id": "2051997694584062230"}}, {"key": "fudlaainun", "attributes": {"label": "fudlaainun", "x": 376.154065428242, "y": 416.7073634102408, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051831387670593596", "id": "fudlaainun", "source": "tweet-000004", "content": "aku tambahin (mimpiku) ya kak:\nkebijakan adil, bantuan hukum mudah dijangkau, pro bono mudah, pajak rendah, harga2 murah, akses literasi gampang, kemiskinan struktural musnah, rupiah kuat, bisnis lokal > impor, switch career gampang, pendidikan merata.", "post_id": "2051831387670593596"}}, {"key": "choocholala", "attributes": {"label": "choocholala", "x": 197.6735142694448, "y": 368.77246100433916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 60.065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051831387670593596", "id": "choocholala", "source": "tweet-000004", "content": "aku tambahin (mimpiku) ya kak:\nkebijakan adil, bantuan hukum mudah dijangkau, pro bono mudah, pajak rendah, harga2 murah, akses literasi gampang, kemiskinan struktural musnah, rupiah kuat, bisnis lokal > impor, switch career gampang, pendidikan merata.", "post_id": "2051831387670593596"}}, {"key": "haristjj1dv", "attributes": {"label": "haristjj1dv", "x": 785.5924550927438, "y": 941.7505035575867, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7622817368078617877", "id": "haristjj1dv", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Kompas.com", "attributes": {"label": "Kompas.com", "x": 634.4295044631998, "y": 518.386440068039, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.0671, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Kompas.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tribunnews", "attributes": {"label": "Tribunnews", "x": 803.5462245601908, "y": 87.7310665218608, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.0671, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tribunnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tempo.co", "attributes": {"label": "Tempo.co", "x": 923.2007072911081, "y": 103.18917402459482, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.0671, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tempo.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Podcast", "attributes": {"label": "Podcast", "x": 499.2568629096039, "y": 821.80875252311, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.0671, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Podcast", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "liputan6.com", "attributes": {"label": "liputan6.com", "x": 210.0754694253768, "y": 812.3461630803023, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.0671, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "liputan6.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 711.3742566878002, "y": 972.7197990619411, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.0671, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 204.76217377474416, "y": 895.6516365465093, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 152.021244296617, "y": 969.7555181973285, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.3669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 491.21288342361635, "y": 190.0482530985449, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.3669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 62.40319581383458, "y": 830.108785702094, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.3669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 814.0544122550418, "y": 645.0124735776684, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 39.3669, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 7.044213422422896, "y": 743.8761133254919, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 170.39432807979017, "y": 661.2115898357143, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 400.8349938107665, "y": 402.9670045129438, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 32.4675, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "FfZuywXac_M", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Hemat Rp150 Triliun, LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG! Bahlil Tetap Ada Subsidi\n\nPemerintah mulai dorong penggunaan CNG 🔥\n\nMenteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah menyiapkan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram.\n\nLangkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.\n\nMenurut Bahlil, penggunaan CNG dinilai lebih efisien karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di sini: \nhttps://www.inews.id/news/nasional/ba...\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n#BahlilLahadalia #ESDM #CNG #LPG3Kg #EnergiIndonesia", "post_id": "FfZuywXac_M"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 262.27684296877186, "y": 176.21179849118164, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 60.065, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FfZuywXac_M", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Hemat Rp150 Triliun, LPG 3 Kg Bakal Diganti CNG! Bahlil Tetap Ada Subsidi\n\nPemerintah mulai dorong penggunaan CNG 🔥\n\nMenteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah tengah menyiapkan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram.\n\nLangkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.\n\nMenurut Bahlil, penggunaan CNG dinilai lebih efisien karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri.\n\nBaca selengkapnya di sini: \nhttps://www.inews.id/news/nasional/ba...\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n#BahlilLahadalia #ESDM #CNG #LPG3Kg #EnergiIndonesia", "post_id": "FfZuywXac_M"}}], "edges": [{"key": "szgld", "source": "szgld", "target": "Fahrihamzah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "G3nX_files", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BBuayabunt96946", "source": "BBuayabunt96946", "target": "sibambaang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fudlaainun", "source": "fudlaainun", "target": "choocholala", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tempo.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Podcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "liputan6.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}