{"nodes": [{"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 205.2559606154083, "y": 686.9709499443215, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 105.079, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 282.5613918961208, "y": 511.21036046804034, "size": 9.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 194.3963, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 923.3653643222897, "y": 445.1114501211605, "size": 9.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 700.5247, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890412891233591432_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menembus level psikologis Rp17.400/US$, bahkan menyentuh Rp17.403/US$ pada awal perdagangan. Ini menjadi level intraday terlemah sepanjang sejarah, melanjutkan pelemahan dari penutupan sebelumnya di Rp17.365/US$.\n\nTekanan terjadi seiring penguatan dolar AS yang didorong permintaan aset safe haven akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, semakin tertekan di pasar global. 📉\n\nSumber: CNBC Indonesia, 5 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#rupiah #usd #forex #makroekonomi #investasi #sahamindonesia #ihsg #mancingsaham", "post_id": "3890412891233591432_52512310886"}}], "edges": [{"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}