{"nodes": [{"key": "Ali29Mad", "attributes": {"label": "Ali29Mad", "x": 148.9101855116135, "y": 196.95520511266628, "size": 3.57, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 2.1393, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051541581090734376", "id": "Ali29Mad", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051541581090734376"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 778.2572091498936, "y": 59.55376794931544, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.9988, "eigenvector": 45.0416, "in_degree": 5, "out_degree": 0, "degree": 5}, "_id": "2051541581090734376", "id": "msaid_didu", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051541581090734376"}}, {"key": "bukangulagula", "attributes": {"label": "bukangulagula", "x": 877.6180106966196, "y": 395.60476992922565, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051483662366158854", "id": "bukangulagula", "source": "retweet-000002", "content": "IHSG hari ini\n\n- Bursa AS kompak melemah\n- Rupiah melemah Rp 17.404\n- Harga minyak naik ke 119 usd\n- IHSG lagi di support pen…", "post_id": "2051483662366158854"}}, {"key": "saptaipb", "attributes": {"label": "saptaipb", "x": 854.930039699513, "y": 782.175223968332, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 16.4341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051483662366158854", "id": "saptaipb", "source": "retweet-000002", "content": "IHSG hari ini\n\n- Bursa AS kompak melemah\n- Rupiah melemah Rp 17.404\n- Harga minyak naik ke 119 usd\n- IHSG lagi di support pen…", "post_id": "2051483662366158854"}}, {"key": "paldeanchiko", "attributes": {"label": "paldeanchiko", "x": 706.6461465250126, "y": 457.62856840885235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 20.0569, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2051969833500385474", "id": "paldeanchiko", "source": "retweet-000002", "content": "Aset apa yang aman saat Rupiah terus melemah?\n\nJawaban gw simpel: Emas.\nKenapa? Karena harga emas di Indonesia tetap berp…", "post_id": "2051969833500385474"}}, {"key": "ichan_norax", "attributes": {"label": "ichan_norax", "x": 723.8577028187351, "y": 541.1157586493334, "size": 3.63, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 2.3473, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051927286413488283", "id": "ichan_norax", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah terus terpuruk, apa iya pertumbuhan ekonomi 5,61 % ? Emang byr Utang luar Negeri pake daun singkong ?? Byr Utang 8 ribuan Trilyun Pake uang nya siapa ?", "post_id": "2051927286413488283"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 20.20462159008907, "y": 259.3243574585469, "size": 3.6, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.7017, "eigenvector": 2.2409, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051927286413488283", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah terus terpuruk, apa iya pertumbuhan ekonomi 5,61 % ? Emang byr Utang luar Negeri pake daun singkong ?? Byr Utang 8 ribuan Trilyun Pake uang nya siapa ?", "post_id": "2051927286413488283"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 811.9275692621906, "y": 112.47550200999834, "size": 3.57, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.8003, "eigenvector": 2.1395, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051927286413488283", "id": "bank_indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah terus terpuruk, apa iya pertumbuhan ekonomi 5,61 % ? Emang byr Utang luar Negeri pake daun singkong ?? Byr Utang 8 ribuan Trilyun Pake uang nya siapa ?", "post_id": "2051927286413488283"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "attributes": {"label": "DjPrasetyo85", "x": 121.64370670606384, "y": 643.7594167388997, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051824072234045467", "id": "DjPrasetyo85", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma lap Q1. Harga minyak msh di atas 100 dolar/barel-tdk tau kapan perang Iran-AS berakhir. Kurs rupiah merosot. IHSG pecah rekor terendah. Terakhir, menunggu lap rating utang dr S&P dkk. \n\nBerharap program2nya mkn rasional. Ah...ngimpi ngarepin itu.", "post_id": "2051824072234045467"}}, {"key": "yanuarnugroho", "attributes": {"label": "yanuarnugroho", "x": 573.5618480453722, "y": 734.0934195249012, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051824072234045467", "id": "yanuarnugroho", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma lap Q1. Harga minyak msh di atas 100 dolar/barel-tdk tau kapan perang Iran-AS berakhir. Kurs rupiah merosot. IHSG pecah rekor terendah. Terakhir, menunggu lap rating utang dr S&P dkk. \n\nBerharap program2nya mkn rasional. Ah...ngimpi ngarepin itu.", "post_id": "2051824072234045467"}}, {"key": "Kinkin18051341", "attributes": {"label": "Kinkin18051341", "x": 509.8832045527595, "y": 907.3041973587708, "size": 14.97, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 44.9301, "in_degree": 0, "out_degree": 33, "degree": 33}, "_id": "2052121671495246010", "id": "Kinkin18051341", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee maka dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2052121671495246010"}}, {"key": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "secr3thm4nz56", "x": 652.2909525718708, "y": 48.04424885313008, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052121671495246010", "id": "secr3thm4nz56", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee maka dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2052121671495246010"}}, {"key": "papua_muslim95", "attributes": {"label": "papua_muslim95", "x": 933.485977866727, "y": 518.8723417189245, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051896758880612773", "id": "papua_muslim95", "source": "tweet-000004", "content": "Kami memilih demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051896758880612773"}}, {"key": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "ArtaN7707", "x": 998.3512489534861, "y": 801.3648775585322, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051898780170272897", "id": "ArtaN7707", "source": "tweet-000004", "content": "Duit PLN digunakan untuk membiayai tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051898780170272897"}}, {"key": "TaliUdeng", "attributes": {"label": "TaliUdeng", "x": 193.24499056471856, "y": 928.5004809739919, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051904529248194784", "id": "TaliUdeng", "source": "tweet-000004", "content": "Yg penting WNI dah menderita demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051904529248194784"}}, {"key": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "rimapurwasih", "x": 435.5744169311183, "y": 806.4768666182599, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051905155952677213", "id": "rimapurwasih", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi RI tumbuh dari indikator WNA tikus Tiongkok yang makin berhasil mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051905155952677213"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 365.5540526289758, "y": 155.1097938160426, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051905155952677213", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi RI tumbuh dari indikator WNA tikus Tiongkok yang makin berhasil mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051905155952677213"}}, {"key": "Boediantar4", "attributes": {"label": "Boediantar4", "x": 510.25115499149285, "y": 247.82026053888805, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052005316708139226", "id": "Boediantar4", "source": "tweet-000004", "content": "Pembodohan kpd WNI harus terus dilaksanakan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI konglomerat", "post_id": "2052005316708139226"}}, {"key": "ArdieSuhardi321", "attributes": {"label": "ArdieSuhardi321", "x": 911.3438405449064, "y": 113.3879986523556, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052005982272963060", "id": "ArdieSuhardi321", "source": "tweet-000004", "content": "Gak boleh dimakzulkan harus dipertahankan demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2052005982272963060"}}, {"key": "MCAOps", "attributes": {"label": "MCAOps", "x": 317.0246494019929, "y": 356.0072413252251, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052092263375982672", "id": "MCAOps", "source": "tweet-000004", "content": "Buat menguras APBN biar bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI konglomerat", "post_id": "2052092263375982672"}}, {"key": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "PngAdilnR4kyt", "x": 933.0370637183091, "y": 639.9797749084258, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052093165742837878", "id": "PngAdilnR4kyt", "source": "tweet-000004", "content": "Kasian kalian WNI tertipu, demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2052093165742837878"}}, {"key": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "regar_op0sisi", "x": 340.0067408466656, "y": 788.6915801006868, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051896117680648222", "id": "regar_op0sisi", "source": "tweet-000004", "content": "Sengaja memiskinkan rakyat demi mensukseskan WNA komunis  tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah ke atas", "post_id": "2051896117680648222"}}, {"key": "salam4jari", "attributes": {"label": "salam4jari", "x": 145.63243583180997, "y": 142.9988541818422, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051904706948264028", "id": "salam4jari", "source": "tweet-000004", "content": "Bagus lah misi memiskinkan WNI berhasil demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051904706948264028"}}, {"key": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "OmJ_J3Nggott", "x": 318.54835456082054, "y": 744.1671454625888, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051904150267650545", "id": "OmJ_J3Nggott", "source": "tweet-000004", "content": "Mahasiswa goblok, yg paling penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051904150267650545"}}, {"key": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "Srik4ndiMuslim2", "x": 968.6109075766225, "y": 734.6571616353287, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051919774117167300", "id": "Srik4ndiMuslim2", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat yg penting misi berhasil memiskinkan WNI demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051919774117167300"}}, {"key": "SumandoGaek", "attributes": {"label": "SumandoGaek", "x": 146.765112077754, "y": 960.877492292756, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052005798142976147", "id": "SumandoGaek", "source": "tweet-000004", "content": "Mbg harus terus berjalan sbg pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2052005798142976147"}}, {"key": "Jelli_cent", "attributes": {"label": "Jelli_cent", "x": 697.1145718833681, "y": 883.3169260429427, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2052006329188057284", "id": "Jelli_cent", "source": "tweet-000004", "content": "Harus terus menguras APBN biar RI bangkrut demi sukseskan program tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2052006329188057284"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 606.3715660210203, "y": 237.21510500209442, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052092745679003836", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Hanya baru bersyukur tercapai jd presiden RI tetapi ttp gak bisa mengelola negara. Bahkan sudah jadi bawahan tikus gembel Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut", "post_id": "2052092745679003836"}}, {"key": "taufik_q", "attributes": {"label": "taufik_q", "x": 373.645389879335, "y": 195.5985796452324, "size": 13.91, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051896997498761462", "id": "taufik_q", "source": "tweet-000004", "content": "MBG program pengalihan isu demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah keatas termasuk memiskinkan luhut", "post_id": "2051896997498761462"}}, {"key": "triwul82", "attributes": {"label": "triwul82", "x": 971.5160050340211, "y": 973.7444034277216, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051897231452856559", "id": "triwul82", "source": "tweet-000004", "content": "Bodoamat sama celotehan mahasiswa giblok itu yg penting misi berhasil mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051897231452856559"}}, {"key": "tijabar", "attributes": {"label": "tijabar", "x": 219.13087146484202, "y": 839.0692626773606, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051897790108955078", "id": "tijabar", "source": "tweet-000004", "content": "Faktanya presiden di bawah kapolri, harusnya diganti tapi demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2051897790108955078"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 982.1812053147802, "y": 648.846405163962, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052094009997508722", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Gampang, tinggal utang aja biar APBN bangkrut demi mensukseskan WNA tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee dilanjutkan memiskinkan WNI kelas atas", "post_id": "2052094009997508722"}}, {"key": "creeping5ilence", "attributes": {"label": "creeping5ilence", "x": 935.595128887868, "y": 745.8007124106986, "size": 13.91, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.8298, "eigenvector": 40.9522, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052116261082104301", "id": "creeping5ilence", "source": "tweet-000004", "content": "Setelah tikus Tiongkok yang bebas mencuri wilayah RI serta tambang emas dll puluhan ribu trilyun rupiah per tahun satu dekade lalu berlanjut tanpa pajak dapat fee maka dilanjutkan memiskinkan WNI kelas menengah ke atas, fakta di atas adalah salah satu", "post_id": "2052116261082104301"}}, {"key": "MAP08LGS", "attributes": {"label": "MAP08LGS", "x": 783.7269740728785, "y": 331.9902380235755, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.1112, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051887044029542596", "id": "MAP08LGS", "source": "tweet-000004", "content": "Izin pak  bhw program bapak utk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat menjanjikan dgn memperkuat deposit negara yg boleh berupa emas dll.Sdh saat nya kita menawarkan kpd Freeport dan industri migas utk menaikkan  bagi hsl shg kita punya modal utk hal tsb.", "post_id": "2051887044029542596"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 31.41208590652489, "y": 391.324823065939, "size": 3.03, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.4341, "eigenvector": 0.1014, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051887044029542596", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Izin pak  bhw program bapak utk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sangat menjanjikan dgn memperkuat deposit negara yg boleh berupa emas dll.Sdh saat nya kita menawarkan kpd Freeport dan industri migas utk menaikkan  bagi hsl shg kita punya modal utk hal tsb.", "post_id": "2051887044029542596"}}, {"key": "ceritasisikanan", "attributes": {"label": "ceritasisikanan", "x": 605.3860397151003, "y": 649.1555307385391, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051863886857748699", "id": "ceritasisikanan", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju banget kak. Dulu belajar atur keuangan dari 10 ribu rupiah. Membiasakan diri di akhir sabtu ada uang sisa untuk ditabung. \nakhirnya bisa atur 100 ribu, 1 juta, 10 juta. Lanjut belajar investasi & nabung emas.\nAlhamdulillah sekarang sudah bisa beli rumah & tanah 🥹", "post_id": "2051863886857748699"}}, {"key": "liabilitree", "attributes": {"label": "liabilitree", "x": 114.0750345677326, "y": 819.5980511152607, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051863886857748699", "id": "liabilitree", "source": "tweet-000004", "content": "Setuju banget kak. Dulu belajar atur keuangan dari 10 ribu rupiah. Membiasakan diri di akhir sabtu ada uang sisa untuk ditabung. \nakhirnya bisa atur 100 ribu, 1 juta, 10 juta. Lanjut belajar investasi & nabung emas.\nAlhamdulillah sekarang sudah bisa beli rumah & tanah 🥹", "post_id": "2051863886857748699"}}, {"key": "ndorobey_ix", "attributes": {"label": "ndorobey_ix", "x": 994.8704585696114, "y": 367.2662600622487, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052213582251933765", "id": "ndorobey_ix", "source": "tweet-000004", "content": "Ada yang lebih senyap tapi bikin kita lebih shock lagi: Indonesia punya \"utang luar negeri\" yang sebagian denomination-nya Yuan ..bilateral loan era BRI.\n\nCNY naik = beban cicilan utang dalam Rupiah otomatis membengkak!\n\nIni bukan lagi spekulasi. Ini matematika dasar....", "post_id": "2052213582251933765"}}, {"key": "SeekHustle", "attributes": {"label": "SeekHustle", "x": 883.7263738902765, "y": 588.6509018489825, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052213582251933765", "id": "SeekHustle", "source": "tweet-000004", "content": "Ada yang lebih senyap tapi bikin kita lebih shock lagi: Indonesia punya \"utang luar negeri\" yang sebagian denomination-nya Yuan ..bilateral loan era BRI.\n\nCNY naik = beban cicilan utang dalam Rupiah otomatis membengkak!\n\nIni bukan lagi spekulasi. Ini matematika dasar....", "post_id": "2052213582251933765"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 63.6991189633358, "y": 501.8317626195633, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052237652573741343", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah (USD naik ke Rp17.366) punya dampak ganda:\n\nPositif: Ekspor jadi lebih murah & kompetitif, sektor pariwisata & komoditas untung, pendapatan perusahaan dolar naik.\n\nNegatif: Impor (minyak, bahan baku, elektronik) mahal → inflasi naik, cicilan utang luar negeri", "post_id": "2052237652573741343"}}, {"key": "ingpolur", "attributes": {"label": "ingpolur", "x": 990.5293963885927, "y": 36.98505248901063, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052237652573741343", "id": "ingpolur", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah melemah (USD naik ke Rp17.366) punya dampak ganda:\n\nPositif: Ekspor jadi lebih murah & kompetitif, sektor pariwisata & komoditas untung, pendapatan perusahaan dolar naik.\n\nNegatif: Impor (minyak, bahan baku, elektronik) mahal → inflasi naik, cicilan utang luar negeri", "post_id": "2052237652573741343"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 839.3091961971152, "y": 155.78020405106463, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 20.0569, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890761010505081131_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka menguat 0,23% ke level Rp17.385/US$ pada perdagangan Rabu pagi (6/5/2026), ditopang penurunan harga minyak mentah global yang menekan nilai dolar. \n\nPergerakan ini terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia utama lain, sementara pasar tetap mencermati arah suku bunga domestik di tengah volatilitas rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3890761010505081131_51748745734"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 800.8703470343368, "y": 854.6094208863725, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.8836, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "mynameisrio26", "attributes": {"label": "mynameisrio26", "x": 663.4398572402764, "y": 90.36920832370177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "mynameisrio26", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "bamhardy", "attributes": {"label": "bamhardy", "x": 728.9716868369622, "y": 726.3667682335835, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "bamhardy", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "marcheladisastra", "attributes": {"label": "marcheladisastra", "x": 731.6009804410772, "y": 579.587331739805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636403085723847957", "id": "marcheladisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "karmeda_seragam", "x": 812.2164754126406, "y": 106.806100082797, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "karmeda_seragam", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "madisastra", "attributes": {"label": "madisastra", "x": 273.8436120794161, "y": 836.4246524329609, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4341, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "madisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "suaradotcom", "attributes": {"label": "suaradotcom", "x": 360.16429867038903, "y": 650.5144905024553, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "636794109715023_1473024941524171", "id": "suaradotcom", "source": "facebook-000001", "content": "Akun Instagram resmi musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani kembali bermasalah. Setelah sempat hilang secara misterius beberapa hari lalu, akun  tersebut kini diretas.\n\nPeretasan yang terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi ini berujung pada tindak penipuan. Pelaku menggunakan akun bercentang biru tersebut untuk menjual emas Antam hingga iPhone.\n\nNaasnya, postingan penipuan tersebut telah memakan korban. Tak tanggung-tanggung, korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah.\n\nDhani menjelaskan bahwa peretasan ini bukan aksi amatir. Dia menyebut ada pertarungan akses sejak tengah malam sebelum akhirnya akun tersebut benar-benar diambil alih.\n\n\"Di-hack tadi pagi jam 6 pagi. Setelah dari jam 12 malam mereka meretas ya, terjadi perang elektronik lah. Tapi akhirnya ketika kita tidur jam 6 pagi berhasil diretas. Dan akhirnya terjadi penipuan,\" ungkap Dhani kepada wartawan.\n\nMantan suami Maia Estianty ini mengaku heran karena keamanan lapis ganda atau two-factor authentication dari Meta berhasil dijebol. Menurutnya, metode yang digunakan pelaku jauh lebih canggih dari sekadar tautan phishing biasa.\n\n\"Kalau phishing itu enggak bisa nembus two-authentication verification sebenarnya. Cuma ini bisa ketembus gitu, jadi ini lebih dari phishing,\" jelasnya.\n\nMengingat rentetan kejadian di mana akunnya lenyap setelah dia membongkar masa lalu rumah tangganya bersama Maia Estianty ke publik, Ahmad Dhani menaruh curiga.\n\nSang musisi menduga penipuan emas ini hanyalah kedok dari motif yang lebih besar dengan pelaku yang cukup kuat.\n\n\"Kalau menurut saya sih ini hanya kamuflase saja. Ini sebenarnya pembunuh bayaran aja gitu. Kita tidak pernah tahu ini motifnya apa, karena momentum dan timing-nya bisa sangat tepat dengan apa yang sedang berlangsung,\" tegas pentolan Dewa 19 tersebut.\n\nBeruntung, melalui koordinasi cepat dengan pihak Meta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akun tersebut berhasil diselamatkan pada hari yang sama.\n\nPosisi dan identitas pelaku pun sudah dikantongi. Sindikat peretas tersebut diketahui berada di Sulawesi dan berstatus sebagai residivis kasus serupa.\n\nKuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menegaskan bahwa segala aktivitas di akun tersebut sejak pukul 6 pagi sepenuhnya berada di luar kendali kliennya.\n\nDia juga mengonfirmasi adanya kerugian materiil dari masyarakat yang tergiur unggahan penipuan tersebut.\n\n\"Dari mulai jam 6 pagi itu akun tidak dikendalikan dan di luar tanggung jawab Mas Dhani. Diisinya konten jualan segala macam, emas lah, handphone lah. Dikasihnya jelas bahwa itu penipuan dan sudah ada korbannya,\" tutur Aldwin.\n\nTerkait jumlah kerugian, Dhani membeberkan bahwa laporan sementara mencatat ada korban yang sudah mentransfer uang tunai senilai Rp40 juta.\n\n\"Ada yang sudah transfer Rp40 juta. Yang terakhir itu laporan baru Rp40 juta ya, dia sudah transfer beli emas,\" beber Dhani.\n\nLebih lanjut, Dhani menyoroti lemahnya sistem keamanan platform media sosial, terutama bagi akun pejabat negara. Sebagai anggota dewan, dia khawatir hal serupa bisa menimpa petinggi negara lainnya.\n\n\"Suatu saat Menteri juga bisa diretas, Presiden pun bisa juga diretas. Ini kan berbahaya,\" ujarnya.\n\nSebagai tindak lanjut, Aldwin Rahadian akan segera melaporkan kasus illegal accessbdan penipuan ini ke pihak kepolisian. Dia juga mengajak para korban yang telah mentransfer uang ke rekening penipu untuk melapor bersama-sama.\n\n\"Saya akan ajak karena juga ada kuasa hukumnya (korban) yang sudah menghubungi, ya kita sama-sama untuk melaporkan. Mas Dhani juga sebagai korban. Segera mungkin diusut dan ditemukan pelakunya karena ini sindikat dan sangat berbahaya,\" pungkas Aldwin.\n\nSebagaimana diketahui, sejak beberapa hari lalu, Ahmad Dhani 'rajin' mengunggah postingan yang menyerang Maia Estianty, seperti bukti laporan palsu, hingga tudingan sang mantan istri berselingkuh hingga akhirnya dia ceraikan.\n\nSuami Mulan Jameela ini mengklaim tindakan tersebut dia lakukan semata-mata untuk membuka kebenaran dari masa lalunya.", "post_id": "636794109715023_1473024941524171"}}, {"key": "ahmaddhaniofficial", "attributes": {"label": "ahmaddhaniofficial", "x": 553.5503772927613, "y": 643.5044432795136, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "636794109715023_1473024941524171", "id": "ahmaddhaniofficial", "source": "facebook-000001", "content": "Akun Instagram resmi musisi sekaligus anggota DPR RI, Ahmad Dhani kembali bermasalah. Setelah sempat hilang secara misterius beberapa hari lalu, akun  tersebut kini diretas.\n\nPeretasan yang terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi ini berujung pada tindak penipuan. Pelaku menggunakan akun bercentang biru tersebut untuk menjual emas Antam hingga iPhone.\n\nNaasnya, postingan penipuan tersebut telah memakan korban. Tak tanggung-tanggung, korban mengalami kerugian puluhan juta rupiah.\n\nDhani menjelaskan bahwa peretasan ini bukan aksi amatir. Dia menyebut ada pertarungan akses sejak tengah malam sebelum akhirnya akun tersebut benar-benar diambil alih.\n\n\"Di-hack tadi pagi jam 6 pagi. Setelah dari jam 12 malam mereka meretas ya, terjadi perang elektronik lah. Tapi akhirnya ketika kita tidur jam 6 pagi berhasil diretas. Dan akhirnya terjadi penipuan,\" ungkap Dhani kepada wartawan.\n\nMantan suami Maia Estianty ini mengaku heran karena keamanan lapis ganda atau two-factor authentication dari Meta berhasil dijebol. Menurutnya, metode yang digunakan pelaku jauh lebih canggih dari sekadar tautan phishing biasa.\n\n\"Kalau phishing itu enggak bisa nembus two-authentication verification sebenarnya. Cuma ini bisa ketembus gitu, jadi ini lebih dari phishing,\" jelasnya.\n\nMengingat rentetan kejadian di mana akunnya lenyap setelah dia membongkar masa lalu rumah tangganya bersama Maia Estianty ke publik, Ahmad Dhani menaruh curiga.\n\nSang musisi menduga penipuan emas ini hanyalah kedok dari motif yang lebih besar dengan pelaku yang cukup kuat.\n\n\"Kalau menurut saya sih ini hanya kamuflase saja. Ini sebenarnya pembunuh bayaran aja gitu. Kita tidak pernah tahu ini motifnya apa, karena momentum dan timing-nya bisa sangat tepat dengan apa yang sedang berlangsung,\" tegas pentolan Dewa 19 tersebut.\n\nBeruntung, melalui koordinasi cepat dengan pihak Meta dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), akun tersebut berhasil diselamatkan pada hari yang sama.\n\nPosisi dan identitas pelaku pun sudah dikantongi. Sindikat peretas tersebut diketahui berada di Sulawesi dan berstatus sebagai residivis kasus serupa.\n\nKuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menegaskan bahwa segala aktivitas di akun tersebut sejak pukul 6 pagi sepenuhnya berada di luar kendali kliennya.\n\nDia juga mengonfirmasi adanya kerugian materiil dari masyarakat yang tergiur unggahan penipuan tersebut.\n\n\"Dari mulai jam 6 pagi itu akun tidak dikendalikan dan di luar tanggung jawab Mas Dhani. Diisinya konten jualan segala macam, emas lah, handphone lah. Dikasihnya jelas bahwa itu penipuan dan sudah ada korbannya,\" tutur Aldwin.\n\nTerkait jumlah kerugian, Dhani membeberkan bahwa laporan sementara mencatat ada korban yang sudah mentransfer uang tunai senilai Rp40 juta.\n\n\"Ada yang sudah transfer Rp40 juta. Yang terakhir itu laporan baru Rp40 juta ya, dia sudah transfer beli emas,\" beber Dhani.\n\nLebih lanjut, Dhani menyoroti lemahnya sistem keamanan platform media sosial, terutama bagi akun pejabat negara. Sebagai anggota dewan, dia khawatir hal serupa bisa menimpa petinggi negara lainnya.\n\n\"Suatu saat Menteri juga bisa diretas, Presiden pun bisa juga diretas. Ini kan berbahaya,\" ujarnya.\n\nSebagai tindak lanjut, Aldwin Rahadian akan segera melaporkan kasus illegal accessbdan penipuan ini ke pihak kepolisian. Dia juga mengajak para korban yang telah mentransfer uang ke rekening penipu untuk melapor bersama-sama.\n\n\"Saya akan ajak karena juga ada kuasa hukumnya (korban) yang sudah menghubungi, ya kita sama-sama untuk melaporkan. Mas Dhani juga sebagai korban. Segera mungkin diusut dan ditemukan pelakunya karena ini sindikat dan sangat berbahaya,\" pungkas Aldwin.\n\nSebagaimana diketahui, sejak beberapa hari lalu, Ahmad Dhani 'rajin' mengunggah postingan yang menyerang Maia Estianty, seperti bukti laporan palsu, hingga tudingan sang mantan istri berselingkuh hingga akhirnya dia ceraikan.\n\nSuami Mulan Jameela ini mengklaim tindakan tersebut dia lakukan semata-mata untuk membuka kebenaran dari masa lalunya.", "post_id": "636794109715023_1473024941524171"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 768.2236816639993, "y": 929.6996125021033, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 910.1236871301169, "y": 317.8654310076852, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "attributes": {"label": "@tribunjambi_official", "x": 502.2763165223123, "y": 163.00261189419564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "hXnu-40NKrs", "id": "@tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok, Analis Sarankan Pemerintah Stop Sementara MBG\n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. \n\nNilai tukar rupiah di pasar spot melemah saat penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,12 persen ke level 17.346 per dollar AS.\nProgram: BERITA NASIONAL\nEditor:  HR HENDRO SANDI\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber: TRIBUN NETWORK\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "hXnu-40NKrs"}}, {"key": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "tribunjambi_official", "x": 730.8932378721403, "y": 890.9850856878065, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hXnu-40NKrs", "id": "tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok, Analis Sarankan Pemerintah Stop Sementara MBG\n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. \n\nNilai tukar rupiah di pasar spot melemah saat penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,12 persen ke level 17.346 per dollar AS.\nProgram: BERITA NASIONAL\nEditor:  HR HENDRO SANDI\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber: TRIBUN NETWORK\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "hXnu-40NKrs"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 480.9646565294795, "y": 693.9391835594059, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "trh0aupcnog", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 6 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali bergerak dan membawa sinyal penting yang jarang disadari oleh banyak orang. Dalam video ini, kita membahas secara lengkap daftar harga emas hari ini di Pegadaian tanggal 06 Mei 2026, mulai dari ukuran kecil hingga besar seperti 0,5 gram, 1 gram, hingga 10 gram dari Galeri24, Antam, dan UBS.\n\nYang lebih penting lagi, video ini tidak hanya membahas angka…\ntapi membongkar rahasia di balik pergerakan harga emas terkini yang sering diabaikan oleh 90% investor.\n\nApakah benar emas selalu naik?\nApakah selisih harga antar brand seperti Antam, UBS, dan Galeri24 itu penting?\nDan bagaimana pengaruh harga emas dunia serta nilai tukar rupiah dengan dollar terhadap investasi kamu?\n\nSemua akan dibahas dengan storytelling yang mudah dipahami, penuh insight, dan wajib tahu.\n\n💡 Video ini cocok untuk kamu yang ingin:\nUpdate harga emas terbaru hari ini\nMemahami trend emas dan prediksi harga emas\nBelajar dasar investasi emas batangan\nMengetahui perbedaan harga emas Antam, UBS, dan Galeri24\nMengikuti perkembangan harga emas Indonesia dan dunia\n\n⚠️ Jangan sampai ketinggalan insight penting yang bisa mempengaruhi keputusan finansial kamu.\n\n👉 Tonton sampai selesai, karena bagian akhir berisi insight yang jarang diketahui dan bisa mengubah cara kamu melihat emas selamanya.\n\n---\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terkini, harga emas terbaru, trend emas, info emas terbaru, update harga emas, harga emas turun, emas naik, emas anjlok, prediksi harga emas, harga emas perhiasan, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, buyback emas, harga emas 1 gram, investasi emas, harga emas 24 karat, harga emas 0.01 gram, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\n📢 Call to Action\nSubscribe sekarang dan nyalakan notifikasi 🔔\nAgar tidak ketinggalan update terbaru seputar harga emas dunia hari ini, analisis mendalam, dan insight finansial yang penting banget untuk masa depan kamu.\n\nKarena di dunia yang terus berubah…\ninformasi yang tepat bisa jadi pembeda.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "trh0aupcnog"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 651.4857214885128, "y": 322.36190956211976, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "trh0aupcnog", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 6 Mei 2026: Harga Logam Mulia Emas Batangan Hari Ini Selasa | Antam, UBS, dan Galeri24 Terbaru\n\nHarga emas hari ini kembali bergerak dan membawa sinyal penting yang jarang disadari oleh banyak orang. Dalam video ini, kita membahas secara lengkap daftar harga emas hari ini di Pegadaian tanggal 06 Mei 2026, mulai dari ukuran kecil hingga besar seperti 0,5 gram, 1 gram, hingga 10 gram dari Galeri24, Antam, dan UBS.\n\nYang lebih penting lagi, video ini tidak hanya membahas angka…\ntapi membongkar rahasia di balik pergerakan harga emas terkini yang sering diabaikan oleh 90% investor.\n\nApakah benar emas selalu naik?\nApakah selisih harga antar brand seperti Antam, UBS, dan Galeri24 itu penting?\nDan bagaimana pengaruh harga emas dunia serta nilai tukar rupiah dengan dollar terhadap investasi kamu?\n\nSemua akan dibahas dengan storytelling yang mudah dipahami, penuh insight, dan wajib tahu.\n\n💡 Video ini cocok untuk kamu yang ingin:\nUpdate harga emas terbaru hari ini\nMemahami trend emas dan prediksi harga emas\nBelajar dasar investasi emas batangan\nMengetahui perbedaan harga emas Antam, UBS, dan Galeri24\nMengikuti perkembangan harga emas Indonesia dan dunia\n\n⚠️ Jangan sampai ketinggalan insight penting yang bisa mempengaruhi keputusan finansial kamu.\n\n👉 Tonton sampai selesai, karena bagian akhir berisi insight yang jarang diketahui dan bisa mengubah cara kamu melihat emas selamanya.\n\n---\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terkini, harga emas terbaru, trend emas, info emas terbaru, update harga emas, harga emas turun, emas naik, emas anjlok, prediksi harga emas, harga emas perhiasan, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, buyback emas, harga emas 1 gram, investasi emas, harga emas 24 karat, harga emas 0.01 gram, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\n📢 Call to Action\nSubscribe sekarang dan nyalakan notifikasi 🔔\nAgar tidak ketinggalan update terbaru seputar harga emas dunia hari ini, analisis mendalam, dan insight finansial yang penting banget untuk masa depan kamu.\n\nKarena di dunia yang terus berubah…\ninformasi yang tepat bisa jadi pembeda.\n---\n#changkircoffee #long #literasiemas #literasikeuangan #passiveincome #logammulia #updatehargaemas #hargemas #hargaemashariini #investasiemas #hargaemasdunia #pegadaian #hargaemaspegadaian #hargaemas24karat #hargaemasterbaru #emashariini #updatehargaemas #emasantam #hargaemasantam #emas001gram #emas1gram #emasubs #galeri24 #emasperhiasan #emasnaikturun #hargaemas2026 #infoemashariini #buybackemas #prediksiemas #mahasiswa #genzindonesia\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "trh0aupcnog"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 35.85294538327255, "y": 412.6310820222685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 711.5360754404231, "y": 292.7328619286147, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.2329, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 747.4681545777996, "y": 209.18069630452962, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8667, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 341.43286731018986, "y": 800.8975552603243, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8667, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 863.0919148100985, "y": 835.0865490493859, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8667, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 870.5834584646858, "y": 266.0053128218756, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8667, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 730.6687853314877, "y": 904.9860560316779, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.8667, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 456.77355737037385, "y": 392.2325131969054, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 268.01030005605344, "y": 883.5372045027743, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5327, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 745.6949161348434, "y": 899.7393788404928, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.3355, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "Ali29Mad", "source": "Ali29Mad", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ali29Mad", "source": "Ali29Mad", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bukangulagula", "source": "bukangulagula", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bukangulagula", "source": "bukangulagula", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "paldeanchiko", "source": "paldeanchiko", "target": "paldeanchiko", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "paldeanchiko", "source": "paldeanchiko", "target": "paldeanchiko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ichan_norax", "source": "ichan_norax", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ichan_norax", "source": "ichan_norax", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ichan_norax", "source": "ichan_norax", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "source": "DjPrasetyo85", "target": "yanuarnugroho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "secr3thm4nz56", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "papua_muslim95", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArtaN7707", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "TaliUdeng", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "rimapurwasih", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "ArdieSuhardi321", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "MCAOps", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "regar_op0sisi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "salam4jari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Boediantar4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Srik4ndiMuslim2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "SumandoGaek", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Jelli_cent", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Jelli_cent", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "taufik_q", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "triwul82", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "creeping5ilence", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "PngAdilnR4kyt", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "Jelli_cent", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MAP08LGS", "source": "MAP08LGS", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MAP08LGS", "source": "MAP08LGS", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Kinkin18051341", "source": "Kinkin18051341", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ceritasisikanan", "source": "ceritasisikanan", "target": "liabilitree", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ndorobey_ix", "source": "ndorobey_ix", "target": "SeekHustle", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "ingpolur", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mynameisrio26", "source": "mynameisrio26", "target": "bamhardy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "madisastra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "suaradotcom", "source": "suaradotcom", "target": "ahmaddhaniofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "source": "@tribunjambi_official", "target": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}