{"nodes": [{"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 124.25727683897891, "y": 979.4110524906531, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 482.21736677452753, "y": 282.80869253668084, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "sasah79400", "attributes": {"label": "sasah79400", "x": 359.73828431010423, "y": 758.0040768480021, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "sasah79400", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 843.4416727535437, "y": 600.6197741267304, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "@professorjiang_explained", "attributes": {"label": "@professorjiang_explained", "x": 399.45950460819535, "y": 490.23637663592, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L0R3HOkzzys", "id": "@professorjiang_explained", "source": "youtube-000001", "content": "Arab Saudi Mengakhiri Petrodolar. Dunia Tidak Tahu Apa yang Akan Terjadi | Prof Jiang Xueqin\n\nPada Juni 2024, kesepakatan 50 tahun antara Arab Saudi dan Amerika Serikat diam-diam berakhir. Hampir tidak ada yang menyadarinya. Tetapi saya menyadarinya — dan apa yang telah terjadi sejak saat itu adalah salah satu pergeseran keuangan terpenting dalam sejarah modern.\n\nSistem petrodolar, yang secara diam-diam dinegosiasikan oleh Henry Kissinger dan Raja Faisal pada tahun 1974, mengubah dolar AS menjadi mata uang minyak wajib dunia. Kesepakatan itu sekarang telah berakhir. Dan konsekuensinya baru mulai terasa.\n\nDalam video ini, saya menguraikan secara detail apa itu petrodolar, mengapa sistem ini memberi Amerika \"hak istimewa yang luar biasa\" yang belum pernah dimiliki negara lain dalam sejarah, dan apa arti runtuhnya sistem ini secara diam-diam bagi harga bensin Anda, suku bunga hipotek Anda, dan utang nasional sebesar $39 triliun yang coba dibiayai oleh pemerintah Anda.\n\nPangsa dolar dalam cadangan global telah turun ke level terendah dalam 25 tahun terakhir, yaitu 57%. Selat Hormuz sekarang memungut bea minyak dalam yuan. UEA telah meninggalkan OPEC. Negara-negara BRICS sedang membangun koridor perdagangan yang sepenuhnya menghilangkan peran dolar.\n\nIni bukan konspirasi. Ini adalah geopolitik, sejarah keuangan, dan de-dolarisasi yang terjadi secara perlahan — saat ini, pada tahun 2026. Dolar belum mati. Tetapi nilainya sedang menurun. Dan transisi sepuluh hingga dua puluh tahun yang terjadi di sekitar kita akan memengaruhi setiap orang di bumi.\n\nYang saya bahas:\nKesepakatan petrodolar rahasia tahun 1974 antara Kissinger dan Raja Faisal\nTiga pilar tersembunyi yang membuat dominasi dolar hampir tak terhindarkan\nMengapa Arab Saudi memilih untuk tidak memperbarui — dan apa arti keheningan itu\nKrisis Hormuz, keluarnya UEA dari OPEC, dan de-dolarisasi BRICS\nApa artinya ini bagi AS, Tiongkok, India, Eropa, dan negara-negara berkembang\nMengapa dolar menurun — bukan runtuh — dan apa yang akan terjadi selanjutnya\n\nSemua informasi hanya untuk tujuan pendidikan. Ini bukan nasihat keuangan.\n\nPENYANGKALAN:\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian, kuliah, dan kekayaan intelektual asli milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah asli oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Penggunaan Wajar untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan dimaksudkan untuk diskusi edukatif.", "post_id": "L0R3HOkzzys"}}, {"key": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "PredictiveHistory", "x": 913.7809107662293, "y": 782.3211484812555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L0R3HOkzzys", "id": "PredictiveHistory", "source": "youtube-000001", "content": "Arab Saudi Mengakhiri Petrodolar. Dunia Tidak Tahu Apa yang Akan Terjadi | Prof Jiang Xueqin\n\nPada Juni 2024, kesepakatan 50 tahun antara Arab Saudi dan Amerika Serikat diam-diam berakhir. Hampir tidak ada yang menyadarinya. Tetapi saya menyadarinya — dan apa yang telah terjadi sejak saat itu adalah salah satu pergeseran keuangan terpenting dalam sejarah modern.\n\nSistem petrodolar, yang secara diam-diam dinegosiasikan oleh Henry Kissinger dan Raja Faisal pada tahun 1974, mengubah dolar AS menjadi mata uang minyak wajib dunia. Kesepakatan itu sekarang telah berakhir. Dan konsekuensinya baru mulai terasa.\n\nDalam video ini, saya menguraikan secara detail apa itu petrodolar, mengapa sistem ini memberi Amerika \"hak istimewa yang luar biasa\" yang belum pernah dimiliki negara lain dalam sejarah, dan apa arti runtuhnya sistem ini secara diam-diam bagi harga bensin Anda, suku bunga hipotek Anda, dan utang nasional sebesar $39 triliun yang coba dibiayai oleh pemerintah Anda.\n\nPangsa dolar dalam cadangan global telah turun ke level terendah dalam 25 tahun terakhir, yaitu 57%. Selat Hormuz sekarang memungut bea minyak dalam yuan. UEA telah meninggalkan OPEC. Negara-negara BRICS sedang membangun koridor perdagangan yang sepenuhnya menghilangkan peran dolar.\n\nIni bukan konspirasi. Ini adalah geopolitik, sejarah keuangan, dan de-dolarisasi yang terjadi secara perlahan — saat ini, pada tahun 2026. Dolar belum mati. Tetapi nilainya sedang menurun. Dan transisi sepuluh hingga dua puluh tahun yang terjadi di sekitar kita akan memengaruhi setiap orang di bumi.\n\nYang saya bahas:\nKesepakatan petrodolar rahasia tahun 1974 antara Kissinger dan Raja Faisal\nTiga pilar tersembunyi yang membuat dominasi dolar hampir tak terhindarkan\nMengapa Arab Saudi memilih untuk tidak memperbarui — dan apa arti keheningan itu\nKrisis Hormuz, keluarnya UEA dari OPEC, dan de-dolarisasi BRICS\nApa artinya ini bagi AS, Tiongkok, India, Eropa, dan negara-negara berkembang\nMengapa dolar menurun — bukan runtuh — dan apa yang akan terjadi selanjutnya\n\nSemua informasi hanya untuk tujuan pendidikan. Ini bukan nasihat keuangan.\n\nPENYANGKALAN:\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian, kuliah, dan kekayaan intelektual asli milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah asli oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Penggunaan Wajar untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan dimaksudkan untuk diskusi edukatif.", "post_id": "L0R3HOkzzys"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 838.1046860248583, "y": 127.73638029192402, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 180.65305674998012, "y": 278.5329518776725, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 96.714, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 951.2594293537738, "y": 956.3636074791989, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 52.2778, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 899.5894385693301, "y": 2.5559956318036425, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 624.2114667330849, "y": 140.26289371634715, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 731.1939042938992, "y": 600.5724571017569, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 946.586676553309, "y": 191.97294844043233, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 231.10368795088075, "y": 702.4754409752155, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 123.41843848156986, "y": 697.8197220760753, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 58.6258, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}], "edges": [{"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sasah79400", "source": "sasah79400", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "@professorjiang_explained", "source": "@professorjiang_explained", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}