{"nodes": [{"key": "ik_aajeng", "attributes": {"label": "ik_aajeng", "x": 288.80992044506127, "y": 163.63160631237773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049386188688294086", "id": "ik_aajeng", "source": "retweet-000002", "content": "BREAKING NEWS \n\nGara gara Rupiah yang terus melemah hingga 1 USD = RP 17.300 \n\nBI Intervensi bank sentral baik di marke…", "post_id": "2049386188688294086"}}, {"key": "profesor_saham", "attributes": {"label": "profesor_saham", "x": 402.91534900778834, "y": 639.7174542580564, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 34.4377, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049386188688294086", "id": "profesor_saham", "source": "retweet-000002", "content": "BREAKING NEWS \n\nGara gara Rupiah yang terus melemah hingga 1 USD = RP 17.300 \n\nBI Intervensi bank sentral baik di marke…", "post_id": "2049386188688294086"}}, {"key": "Vina79248250", "attributes": {"label": "Vina79248250", "x": 937.4646089624188, "y": 659.6466466497666, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052005164396261565", "id": "Vina79248250", "source": "tweet-000004", "content": "pertumbuhan ekonomi kita lebih unggul dari malay, kalo masalah surplus ngurang no koment dan kalo masalah rupiah itu kan kebijakan BI suruh mikir  kenapa kog rupiah anjlok, kebijakan moneternya gimana.", "post_id": "2052005164396261565"}}, {"key": "Kolesterol150kg", "attributes": {"label": "Kolesterol150kg", "x": 83.08153678048313, "y": 569.7717109811508, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.4377, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052005164396261565", "id": "Kolesterol150kg", "source": "tweet-000004", "content": "pertumbuhan ekonomi kita lebih unggul dari malay, kalo masalah surplus ngurang no koment dan kalo masalah rupiah itu kan kebijakan BI suruh mikir  kenapa kog rupiah anjlok, kebijakan moneternya gimana.", "post_id": "2052005164396261565"}}, {"key": "bungfarid", "attributes": {"label": "bungfarid", "x": 730.7461843042151, "y": 268.2863101856632, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.4377, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052005164396261565", "id": "bungfarid", "source": "tweet-000004", "content": "pertumbuhan ekonomi kita lebih unggul dari malay, kalo masalah surplus ngurang no koment dan kalo masalah rupiah itu kan kebijakan BI suruh mikir  kenapa kog rupiah anjlok, kebijakan moneternya gimana.", "post_id": "2052005164396261565"}}, {"key": "Incernate1", "attributes": {"label": "Incernate1", "x": 582.4215835190947, "y": 20.328402735049544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051866122547577137", "id": "Incernate1", "source": "tweet-000004", "content": "Bapak ngomongin Quartal 1 belom year to years bapak saham BI sudah merosot sejak  babi Prabowo berkuasa selama 1,6 tahun, rupiah melemah, investor kabur, program ngawur. Bisa gak bikin kebijakan yg menguntungkan investor,Rakyat, dan masa depan indonesia https://t.co/LEeWqLSCjZ", "post_id": "2051866122547577137"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 858.508867252171, "y": 529.9218412210471, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051866122547577137", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Bapak ngomongin Quartal 1 belom year to years bapak saham BI sudah merosot sejak  babi Prabowo berkuasa selama 1,6 tahun, rupiah melemah, investor kabur, program ngawur. Bisa gak bikin kebijakan yg menguntungkan investor,Rakyat, dan masa depan indonesia https://t.co/LEeWqLSCjZ", "post_id": "2051866122547577137"}}, {"key": "sagoetv", "attributes": {"label": "sagoetv", "x": 297.29369486082703, "y": 159.71833993760808, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 161.1103, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7636698772566773013", "id": "sagoetv", "source": "tiktok-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap Penyebab Rupiah Melemah Follow us:  #rupiah #dollar #gubernurbi #rupiahmelemah #sagoetv", "post_id": "7636698772566773013"}}, {"key": "marcheladisastra", "attributes": {"label": "marcheladisastra", "x": 311.26624201671274, "y": 735.3694664375918, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636403085723847957", "id": "marcheladisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "karmeda_seragam", "x": 308.4173960936468, "y": 259.7592355510161, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.4377, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "karmeda_seragam", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "madisastra", "attributes": {"label": "madisastra", "x": 167.5175754106103, "y": 718.5988487301222, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 34.4377, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636403085723847957", "id": "madisastra", "source": "tiktok-000001", "content": "Hari ini rupiah udah di Rp17.400. Setahun lalu Rp16.300. Itu udah melemah 6,7%. Kalau beneran tembus Rp20.000, total pelemahan dari setahun lalu jadi 22,7%. Hitung sendiri. Lo simpan Rp10 juta di tabungan. Bunga cuma 1-2% per tahun. Tapi rupiah melemah 22,7%. Daya beli uang lo tinggal Rp7,7 juta. Lo kehilangan Rp2,3 juta tanpa belanja sepeser pun. Simpan Rp50 juta? Hilang Rp11,3 juta. Rp100 juta? Hilang Rp22,7 juta. Uang lo gak kemana-mana. Tapi nilainya menyusut diam-diam. Yang gw kerjain dari kemarin si : Pertama, gw pindahin sebagian simpanan ke emas digital (kalo gw) biar gak repot2 nyimpen. Emas naik 65% sepanjang 2025. Bukan jaminan juga si, tapi jauh lebih kuat dari tabungan biasa. Kedua, Aktifin lagi rekening USD cicil beli dolar kecil-kecilan. Bukan spekulasi. Tapi kalau rupiah ke 20.000, sebagian aset lo gak ikut turun. termasuk Asset di perusahaan , yang juga udah mulai diversifikasi aset operasional ke USD buat jaga liquiditas sehat. Ketiga, gw review semua pengeluaran dan tunda yang bisa ditunda. Di saat kayak gini, cash is King.  Gw bukan analis. Gw bukan profesor. Gw cuma orang bisnis yang belajar dari data. Lo udah mulai lakukan sesuatu belum? Follow  buat konten bisnis kayak gini tiap hari. Sumber: Anthony Budiawan (PEPS), BI, Bloomberg Mei 2026 #RupiahMelemah #Emas #DayaBeli #TipsKeuangan #Rupiah20000 #EkonomiIndonesia #InvestasiEmas #CashIsKing #StrategiKeuangan #HargaNaik #DataEkonomi #BisnisIndonesia #Karmeda #Seragam #FinansialLiteracy", "post_id": "7636403085723847957"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 250.03238030495024, "y": 758.3357599607076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "s8jJebFEv8Y", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Panggil Menteri Dan Gubernur BI Dampak Rupiah Melemah\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. KSSK menyorot selain 2 faktor penyebab rupiah melemah, pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "s8jJebFEv8Y"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 141.0852975800555, "y": 239.18275825346802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 29.3022, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "s8jJebFEv8Y", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Panggil Menteri Dan Gubernur BI Dampak Rupiah Melemah\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. KSSK menyorot selain 2 faktor penyebab rupiah melemah, pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "s8jJebFEv8Y"}}, {"key": "@Magatzine", "attributes": {"label": "@Magatzine", "x": 371.0088246515996, "y": 147.5027982353304, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "X66wnKhznKQ", "id": "@Magatzine", "source": "youtube-000001", "content": "JURUS BI ATASI PELEMAHAN RUPIAH - Dr. PERRY WARJIYO | Magatzine |\n\nKondisi perekonomian global berdampak pada ekonomi Indonesia. tekanan terhadap mata uang rupiah membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Menghadapi situasi ini, Presiden Prabowo memanggil otoritas ekonomi Indonesia untuk membuat strategi mengatasi kondisi ekonomi Indonesia serta menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.\n\nDirektur Bank Indonesia Dr. Perry Warjiyo menyampaikan analisa tentang penyebab rupiah undervalued dan bagaimana langkah-langkah yang akan diambil oleh otoritas moneter Indonesia kedepan.\n\nIkuti terus chanel  untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan ekonomi indonesia serta mendapatkan ulasan mendalam \n\n#ekonomi #ekonomiindonesia #investasi #finance #development #krisis #beritaterkini #prabowo #demokrasiekonomi #bankindonesia #rupiah", "post_id": "X66wnKhznKQ"}}, {"key": "Magatzine", "attributes": {"label": "Magatzine", "x": 739.8406185051069, "y": 230.72688604511282, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "X66wnKhznKQ", "id": "Magatzine", "source": "youtube-000001", "content": "JURUS BI ATASI PELEMAHAN RUPIAH - Dr. PERRY WARJIYO | Magatzine |\n\nKondisi perekonomian global berdampak pada ekonomi Indonesia. tekanan terhadap mata uang rupiah membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Menghadapi situasi ini, Presiden Prabowo memanggil otoritas ekonomi Indonesia untuk membuat strategi mengatasi kondisi ekonomi Indonesia serta menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.\n\nDirektur Bank Indonesia Dr. Perry Warjiyo menyampaikan analisa tentang penyebab rupiah undervalued dan bagaimana langkah-langkah yang akan diambil oleh otoritas moneter Indonesia kedepan.\n\nIkuti terus chanel  untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan ekonomi indonesia serta mendapatkan ulasan mendalam \n\n#ekonomi #ekonomiindonesia #investasi #finance #development #krisis #beritaterkini #prabowo #demokrasiekonomi #bankindonesia #rupiah", "post_id": "X66wnKhznKQ"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 163.61450044127702, "y": 457.5080833440688, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1ukFzRALUpw", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "FULL Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "1ukFzRALUpw"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 735.9012974257867, "y": 456.10070660177195, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1ukFzRALUpw", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "FULL Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "1ukFzRALUpw"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 381.8014577233443, "y": 462.30576111462585, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Dfdyurt5ex4", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH SEMAKIN ANJLOK, PURBAYA: ENGGAK SULIT PERBAIKINYA\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit, selama fondasi ekonomi di Indonesia masih dalam kondisi bagus.\n\nNamun, Purbaya mengingatkan bahwa penanganan nilai tukar rupiah merupakan ranah tugas dari Bank Indonesia (BI), bukan wewenang Kementerian Keuangan.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Istana, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. \n\n#rupiah #ekonomi #purbaya #nilaiukarrp #keuangan #beritaterbaru #ekonomiindonesia #dolar\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Dfdyurt5ex4"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 726.4846656937691, "y": 758.7291448739524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dfdyurt5ex4", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH SEMAKIN ANJLOK, PURBAYA: ENGGAK SULIT PERBAIKINYA\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit, selama fondasi ekonomi di Indonesia masih dalam kondisi bagus.\n\nNamun, Purbaya mengingatkan bahwa penanganan nilai tukar rupiah merupakan ranah tugas dari Bank Indonesia (BI), bukan wewenang Kementerian Keuangan.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Istana, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. \n\n#rupiah #ekonomi #purbaya #nilaiukarrp #keuangan #beritaterbaru #ekonomiindonesia #dolar\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Dfdyurt5ex4"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 793.9699315408296, "y": 985.5556056407498, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lIr6Rb-8w5Y", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah, Ada Apa? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#ekonomi #rupiah #bisnis #nilaitukarrupiah #nilaitukar #matauang \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lIr6Rb-8w5Y"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 998.0113646925005, "y": 50.24424201707145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lIr6Rb-8w5Y", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah, Ada Apa? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#ekonomi #rupiah #bisnis #nilaitukarrupiah #nilaitukar #matauang \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lIr6Rb-8w5Y"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 555.5054499724189, "y": 303.83432059876804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "RAf7Hf_0xbk", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "RAf7Hf_0xbk"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 40.39791133549353, "y": 669.5977261845217, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.4377, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RAf7Hf_0xbk", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "RAf7Hf_0xbk"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "attributes": {"label": "@KUPASTVLAMPUNG", "x": 763.5432880587562, "y": 101.13051928962568, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "kupastvlampung", "x": 744.3178050115906, "y": 633.03950635166, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "kupastvlampung", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 888.4558596994054, "y": 471.365339001913, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 24.1668, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-xRHUe8_T3U", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah | SAPA PAGI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nVideo Editor: Novaltri Sarelpa\nProduser: Theo Reza\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "-xRHUe8_T3U"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 96.54212938052031, "y": 977.15048414188, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 44.7086, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-xRHUe8_T3U", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah | SAPA PAGI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nVideo Editor: Novaltri Sarelpa\nProduser: Theo Reza\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "-xRHUe8_T3U"}}], "edges": [{"key": "ik_aajeng", "source": "ik_aajeng", "target": "profesor_saham", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ik_aajeng", "source": "ik_aajeng", "target": "profesor_saham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Vina79248250", "source": "Vina79248250", "target": "Kolesterol150kg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Vina79248250", "source": "Vina79248250", "target": "bungfarid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Incernate1", "source": "Incernate1", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sagoetv", "source": "sagoetv", "target": "sagoetv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "karmeda_seragam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "marcheladisastra", "source": "marcheladisastra", "target": "madisastra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Magatzine", "source": "@Magatzine", "target": "Magatzine", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "@KUPASTVLAMPUNG", "target": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}