{"nodes": [{"key": "riviq70", "attributes": {"label": "riviq70", "x": 53.937264823564426, "y": 36.831426557449866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051813486301507819", "id": "riviq70", "source": "tweet-000004", "content": "Lha itu belanja pemerintah yg naik lbh 21persen. Ekspor cuman tumbuh dibawah 1persen. Masi semu pak. Dengan inflasi yg akan mulai terkerek di bln2 kedepan. Import yg terus turun, bila ini bahan baku jelas eksport akan turun dampaknya. Baru kelihatan kebijakan kita tepat ngga", "post_id": "2051813486301507819"}}, {"key": "fadjroeL", "attributes": {"label": "fadjroeL", "x": 18.09175578364941, "y": 157.693689718299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051813486301507819", "id": "fadjroeL", "source": "tweet-000004", "content": "Lha itu belanja pemerintah yg naik lbh 21persen. Ekspor cuman tumbuh dibawah 1persen. Masi semu pak. Dengan inflasi yg akan mulai terkerek di bln2 kedepan. Import yg terus turun, bila ini bahan baku jelas eksport akan turun dampaknya. Baru kelihatan kebijakan kita tepat ngga", "post_id": "2051813486301507819"}}, {"key": "pertamarhan", "attributes": {"label": "pertamarhan", "x": 242.55255381870188, "y": 711.037142143325, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051893967487393982", "id": "pertamarhan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo fokus presiden di pertumbuhan ekonomi khususnya lini ekspor harusnya makin jelek rupiah jadi makin baik.", "post_id": "2051893967487393982"}}, {"key": "txtfromkeuangan", "attributes": {"label": "txtfromkeuangan", "x": 280.06901820916096, "y": 860.6731986861229, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051893967487393982", "id": "txtfromkeuangan", "source": "tweet-000004", "content": "Kalo fokus presiden di pertumbuhan ekonomi khususnya lini ekspor harusnya makin jelek rupiah jadi makin baik.", "post_id": "2051893967487393982"}}, {"key": "Don_Cassava", "attributes": {"label": "Don_Cassava", "x": 360.3458068425868, "y": 187.59273893178974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052114761773674850", "id": "Don_Cassava", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak. \nSekarang lebih mirip 83.\nTaun itu devisa sangat tergantung minyak. \nDihajar minyak jatuh, ekspor turun, rupiah dipaksa turun untuk perbaiki defisit. \n\nSekarang minyak naek defisit melebar rupiah tertekan\n80an minyak turun rupiah sakit\n2026 minyak naik rupiah sakit", "post_id": "2052114761773674850"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 599.5900744432402, "y": 876.2411677622657, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052114761773674850", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak. \nSekarang lebih mirip 83.\nTaun itu devisa sangat tergantung minyak. \nDihajar minyak jatuh, ekspor turun, rupiah dipaksa turun untuk perbaiki defisit. \n\nSekarang minyak naek defisit melebar rupiah tertekan\n80an minyak turun rupiah sakit\n2026 minyak naik rupiah sakit", "post_id": "2052114761773674850"}}, {"key": "bintang_fdjar", "attributes": {"label": "bintang_fdjar", "x": 568.5251657599032, "y": 318.5808574087572, "size": 4.46, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 12.4668, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051881943273545803", "id": "bintang_fdjar", "source": "tweet-000004", "content": "Duit hasil ekspor komoditi masih disimpen dollar. Aneh aja neraca perdagangan surplus terus 71 bulan tp rupiah malah jeblok. Jadi sengaja disimpen buat hajatan selanjutnya.", "post_id": "2051881943273545803"}}, {"key": "prastow", "attributes": {"label": "prastow", "x": 764.6093848358366, "y": 37.50790339954968, "size": 14.07, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 19.3631, "eigenvector": 94.6729, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051881943273545803", "id": "prastow", "source": "tweet-000004", "content": "Duit hasil ekspor komoditi masih disimpen dollar. Aneh aja neraca perdagangan surplus terus 71 bulan tp rupiah malah jeblok. Jadi sengaja disimpen buat hajatan selanjutnya.", "post_id": "2051881943273545803"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 204.11285655880386, "y": 99.97597777601553, "size": 4.2, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 10.2572, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051882802896076835", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "Dibiarin anjlok biar makin cuan dari dollar, hasil ekspor komoditi yg dijual pake dollar aplg neraca perdagangan surplus terus 71 bulan. Cairin ke rupiah nunggu hajatan selanjutnya.", "post_id": "2051882802896076835"}}, {"key": "FaziF37458", "attributes": {"label": "FaziF37458", "x": 124.17820855354778, "y": 373.59953284407396, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051984593948201007", "id": "FaziF37458", "source": "tweet-000004", "content": "Tolong jaga rupiah agar tetap melemah, ini satu²nya kesempatan produk² komoditas ekspor kita seperti garmen, mobil² bikinan Astra, & hasil hilirisasi nikel dari PT.Trimegah bangun persada misalnya. Bisa lebih bersaing harganya di LN", "post_id": "2051984593948201007"}}, {"key": "gading57", "attributes": {"label": "gading57", "x": 766.5641737507426, "y": 522.772347390419, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051984593948201007", "id": "gading57", "source": "tweet-000004", "content": "Tolong jaga rupiah agar tetap melemah, ini satu²nya kesempatan produk² komoditas ekspor kita seperti garmen, mobil² bikinan Astra, & hasil hilirisasi nikel dari PT.Trimegah bangun persada misalnya. Bisa lebih bersaing harganya di LN", "post_id": "2051984593948201007"}}, {"key": "Hendrikorachman", "attributes": {"label": "Hendrikorachman", "x": 451.2391754704564, "y": 792.9699251572912, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 102.6002, "in_degree": 0, "out_degree": 10, "degree": 10}, "_id": "2052047923660390570", "id": "Hendrikorachman", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 664.2764441471589, "y": 256.13397179031773, "size": 13.94, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.813, "eigenvector": 93.5616, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052047923660390570", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 281.0926953383237, "y": 821.9124397807226, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "budimandjatmiko", "attributes": {"label": "budimandjatmiko", "x": 628.1276342034332, "y": 649.0141863805587, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "budimandjatmiko", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 30.767895750981932, "y": 457.3121853980042, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "msaid_didu", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "feriamsari", "attributes": {"label": "feriamsari", "x": 969.8403783034904, "y": 213.63274930384912, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "feriamsari", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "dina_sulaeman", "attributes": {"label": "dina_sulaeman", "x": 33.95745542786888, "y": 567.2870909358911, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "dina_sulaeman", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "Yusrilihza_Mhd", "attributes": {"label": "Yusrilihza_Mhd", "x": 185.47140738243374, "y": 85.67658879774353, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "Yusrilihza_Mhd", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "habiburokhman", "attributes": {"label": "habiburokhman", "x": 234.18978651587054, "y": 125.26332908955796, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "habiburokhman", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "KPK_RI", "attributes": {"label": "KPK_RI", "x": 344.97359189758646, "y": 586.010991004534, "size": 12.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.9132, "eigenvector": 84.4156, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052047923660390570", "id": "KPK_RI", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah anjlok krn ada pencurian SDA pk  yg di ekspor ke Rdll,dalilnya semua SDA naik harga krn biaya produksi tertinggi biaya operasional(70%)\nCc", "post_id": "2052047923660390570"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 660.9346904129551, "y": 304.74742991536095, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 298.00193272704576, "y": 988.6821797125274, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "BBuayabunt96946", "attributes": {"label": "BBuayabunt96946", "x": 544.4603226881209, "y": 51.26696423742572, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051997694584062230", "id": "BBuayabunt96946", "source": "tweet-000004", "content": "Versinya Om Bennix gini rupiah turun bkan berarti buruk. Buat ekspor malah bisa jadi peluang, karena barang kita jd lebih murah. Tapi yang sering ribut soal ini, katanya sih… ya orang orang impor.😋😋", "post_id": "2051997694584062230"}}, {"key": "sibambaang", "attributes": {"label": "sibambaang", "x": 874.3678978436699, "y": 102.79620227437525, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.6228, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051997694584062230", "id": "sibambaang", "source": "tweet-000004", "content": "Versinya Om Bennix gini rupiah turun bkan berarti buruk. Buat ekspor malah bisa jadi peluang, karena barang kita jd lebih murah. Tapi yang sering ribut soal ini, katanya sih… ya orang orang impor.😋😋", "post_id": "2051997694584062230"}}, {"key": "RyanTama1421160", "attributes": {"label": "RyanTama1421160", "x": 185.2319349410284, "y": 825.2326881395788, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051924434995589263", "id": "RyanTama1421160", "source": "tweet-000004", "content": "Apa artinya angka pertumbuhan ekonomi krn program stimulus pemerintah,dlm kondisi ruang fiskal terbatas dampak ekonomi global & kebijakan fiskal? \n-beban ganda BI.\n-moneter : Rp tertekan di ats nilai asumsi APBN.\n-Indek harga saham terkoreksi.\n-peningkatan capital outflow dll.\n-", "post_id": "2051924434995589263"}}, {"key": "ARSIPAJA", "attributes": {"label": "ARSIPAJA", "x": 901.2016020676942, "y": 407.9911319494644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051924434995589263", "id": "ARSIPAJA", "source": "tweet-000004", "content": "Apa artinya angka pertumbuhan ekonomi krn program stimulus pemerintah,dlm kondisi ruang fiskal terbatas dampak ekonomi global & kebijakan fiskal? \n-beban ganda BI.\n-moneter : Rp tertekan di ats nilai asumsi APBN.\n-Indek harga saham terkoreksi.\n-peningkatan capital outflow dll.\n-", "post_id": "2051924434995589263"}}, {"key": "Brain1acdpm", "attributes": {"label": "Brain1acdpm", "x": 801.2413566346376, "y": 877.4422018852974, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051966142475071975", "id": "Brain1acdpm", "source": "tweet-000004", "content": "Sebenernya bisa buat skrng klo mau memperkuat currency. Cuma Ekonom-ekonom  yg duduk di pemerintahan dableg semua karna beranggapan Rupiah lemah itu bertujuan supaya ekspor tidak terganggu dan banyak perusahaan yang mau investasi disini (sama aja menormalisasi buruh upah murah)", "post_id": "2051966142475071975"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 731.5579836055115, "y": 565.3198184792398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051966142475071975", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Sebenernya bisa buat skrng klo mau memperkuat currency. Cuma Ekonom-ekonom  yg duduk di pemerintahan dableg semua karna beranggapan Rupiah lemah itu bertujuan supaya ekspor tidak terganggu dan banyak perusahaan yang mau investasi disini (sama aja menormalisasi buruh upah murah)", "post_id": "2051966142475071975"}}, {"key": "badrul_nurul", "attributes": {"label": "badrul_nurul", "x": 942.1853385468937, "y": 826.6503393204524, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051897657988456450", "id": "badrul_nurul", "source": "tweet-000004", "content": "Faktanya, Realisasi Investasi tahun 2024 mencapai target di atas Rp1.600 triliun. Kalau kita malah sibuk ribut dan bikin gaduh, modal asing (Capital Outflow) bakal lari. Aneh kalau ada yang mau ribut saat fondasi ekonomi kita lagi diapresiasi dunia.", "post_id": "2051897657988456450"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 231.28991862479765, "y": 710.0076422159666, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051939974355046750", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "ekspor Indonesia 74% industri pengolahan yang impor 90% bahan bakunya. \n\nRupiah lemah = bahan baku impor mahal = biaya produksi naik = margin eksportir tergerus juga. \n\nYang untung bersih hanya eksportir komoditas mentah: konglomerat sawit & tambang. \n\nBukan pabrik, bukan buruh.", "post_id": "2051939974355046750"}}, {"key": "G3nX_files", "attributes": {"label": "G3nX_files", "x": 163.78546850491117, "y": 803.3522481294023, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.6228, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051939974355046750", "id": "G3nX_files", "source": "tweet-000004", "content": "ekspor Indonesia 74% industri pengolahan yang impor 90% bahan bakunya. \n\nRupiah lemah = bahan baku impor mahal = biaya produksi naik = margin eksportir tergerus juga. \n\nYang untung bersih hanya eksportir komoditas mentah: konglomerat sawit & tambang. \n\nBukan pabrik, bukan buruh.", "post_id": "2051939974355046750"}}, {"key": "DombaHitamManis", "attributes": {"label": "DombaHitamManis", "x": 466.2955874348038, "y": 269.74642554776796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052068612517855532", "id": "DombaHitamManis", "source": "tweet-000004", "content": "Siapa yg kasih insight tolol ini. Tidak ada yg namanya kemakmuran saat nilai tukar rupiah melemah. Krn, dlm proses produksi barang ekspor, kita ttp butuh barang2 impor. Contoh plg mudah, BBM. Kt msh impor BBM.\n\nAkhirnya biaya produksi meningkat, (cont)", "post_id": "2052068612517855532"}}, {"key": "PandaMerahku", "attributes": {"label": "PandaMerahku", "x": 52.08673577320133, "y": 664.0848896695861, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051811203903844791", "id": "PandaMerahku", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "Shinichi_El", "attributes": {"label": "Shinichi_El", "x": 181.69100225221956, "y": 776.4159612514159, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051811203903844791", "id": "Shinichi_El", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "1998ur_", "attributes": {"label": "1998ur_", "x": 784.4463677753578, "y": 681.9684667801947, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051811203903844791", "id": "1998ur_", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "Masmassolo11", "attributes": {"label": "Masmassolo11", "x": 336.92687801436585, "y": 325.16127228139345, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052150957052743926", "id": "Masmassolo11", "source": "tweet-000004", "content": "Tergantung importnya apa? Barang jadi atau bahan baku.\nBeras 0 import pun harga masih tinggi dan cenderung naik.\nHarga2 kebutuhan pokok yg supply sama dg MBG naik semua. Itu yg disembunyikan pemerintah Inflasi akibat MBG.", "post_id": "2052150957052743926"}}, {"key": "id_def_report", "attributes": {"label": "id_def_report", "x": 215.14803744419186, "y": 43.32012754356151, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052150957052743926", "id": "id_def_report", "source": "tweet-000004", "content": "Tergantung importnya apa? Barang jadi atau bahan baku.\nBeras 0 import pun harga masih tinggi dan cenderung naik.\nHarga2 kebutuhan pokok yg supply sama dg MBG naik semua. Itu yg disembunyikan pemerintah Inflasi akibat MBG.", "post_id": "2052150957052743926"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 60.29890663230053, "y": 487.3643723343915, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052150957052743926", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Tergantung importnya apa? Barang jadi atau bahan baku.\nBeras 0 import pun harga masih tinggi dan cenderung naik.\nHarga2 kebutuhan pokok yg supply sama dg MBG naik semua. Itu yg disembunyikan pemerintah Inflasi akibat MBG.", "post_id": "2052150957052743926"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 903.966114357886, "y": 496.96709745688185, "size": 4.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 11.1161, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "investophoenix", "attributes": {"label": "investophoenix", "x": 214.2465359500797, "y": 318.99886747629057, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7636260553236811029", "id": "investophoenix", "source": "tiktok-000001", "content": "Minyak adalah bahan baku petrochemical. Saat harga minyak naik, biaya kemasan plastik naik, biaya produksi consumer goods naik, dan daya beli masyarakat terancam turun. Inilah tantangan inflasi kita. Simak apa kata CEO  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  #oilandgas #oilandgasindustry #commodity #commoditymarket #fyp", "post_id": "7636260553236811029"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 103.60639078687606, "y": 279.95896797484244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636260553236811029", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Minyak adalah bahan baku petrochemical. Saat harga minyak naik, biaya kemasan plastik naik, biaya produksi consumer goods naik, dan daya beli masyarakat terancam turun. Inilah tantangan inflasi kita. Simak apa kata CEO  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  #oilandgas #oilandgasindustry #commodity #commoditymarket #fyp", "post_id": "7636260553236811029"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 242.75729622606667, "y": 806.0893505217856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636260553236811029", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "Minyak adalah bahan baku petrochemical. Saat harga minyak naik, biaya kemasan plastik naik, biaya produksi consumer goods naik, dan daya beli masyarakat terancam turun. Inilah tantangan inflasi kita. Simak apa kata CEO  Sekuritas  Setya Ananda Wijaya  #oilandgas #oilandgasindustry #commodity #commoditymarket #fyp", "post_id": "7636260553236811029"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 272.871578893826, "y": 963.7646536541083, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "sucorsekuritas", "x": 906.5791558631715, "y": 993.6017055011596, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sucorsekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 982.9610078214736, "y": 647.7387755319087, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CP1ypPcvSLk", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Menko Airlangga Hartarto Berikan Alasan Banyaknya Modal yang Keluar dari Indonesia\n\nMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kepada presiden Prabowo Subianto terkait dengan banyaknya aliran modal yang keluar (Capital Outflow) dari pasar keuangan Indonesia.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #pasarkeuangan #presidenprabowo \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "CP1ypPcvSLk"}}, {"key": "SekretariatPresiden", "attributes": {"label": "SekretariatPresiden", "x": 634.8452178456591, "y": 952.3919154495321, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CP1ypPcvSLk", "id": "SekretariatPresiden", "source": "youtube-000001", "content": "Menko Airlangga Hartarto Berikan Alasan Banyaknya Modal yang Keluar dari Indonesia\n\nMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kepada presiden Prabowo Subianto terkait dengan banyaknya aliran modal yang keluar (Capital Outflow) dari pasar keuangan Indonesia.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #menkoperekonomian #airlanggahartarto #pasarkeuangan #presidenprabowo \n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "CP1ypPcvSLk"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 961.1227418980001, "y": 959.0018433673663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "19KRnETW1GU", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Akan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "19KRnETW1GU"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 495.4272522980088, "y": 406.36361180854874, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.2731, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "19KRnETW1GU", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Akan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "19KRnETW1GU"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 396.3816595539387, "y": 847.9660525712651, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 996.4687147963044, "y": 347.57610900873925, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 942.6767380435964, "y": 856.6745948195086, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 352.94974767223476, "y": 692.8812998114132, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.723, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 40.85206039279132, "y": 982.3766235029541, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8232, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "TLmiDNX9-CE", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | MILENOMICS\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "TLmiDNX9-CE"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 803.2535455019522, "y": 951.4499041864915, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6399, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TLmiDNX9-CE", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | MILENOMICS\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "TLmiDNX9-CE"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 874.5866010849816, "y": 62.18865533312723, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6399, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "TLmiDNX9-CE", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | MILENOMICS\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "TLmiDNX9-CE"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 121.9365480087632, "y": 422.2253785881195, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6399, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TLmiDNX9-CE", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | MILENOMICS\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "TLmiDNX9-CE"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 538.8152430065813, "y": 272.1036587675986, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6399, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TLmiDNX9-CE", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | MILENOMICS\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "TLmiDNX9-CE"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 168.2653053685741, "y": 668.5899621685413, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.6399, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "TLmiDNX9-CE", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menperin Ungkap Rencana Pemberian Stimulus Ekspor hingga Insentif Mobil Listrik | MILENOMICS\n\nLangkah besar disiapkan pemerintah untuk memperkuat mesin utama ekonomi! Agus Gumiwang Kartasasmita dan Purbaya Yudhi Sadewa kompak membahas strategi percepatan sektor manufaktur lewat berbagai stimulus dan insentif baru. Fokusnya tak hanya mendongkrak ekspor yang masih tertinggal, tapi juga memperkuat industri dalam negeri hingga mempercepat transisi kendaraan listrik demi ketahanan energi. Di tengah tekanan rupiah dan dinamika global, pemerintah optimistis manufaktur tetap jadi “senjata utama” untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "TLmiDNX9-CE"}}], "edges": [{"key": "riviq70", "source": "riviq70", "target": "fadjroeL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pertamarhan", "source": "pertamarhan", "target": "txtfromkeuangan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Don_Cassava", "source": "Don_Cassava", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bintang_fdjar", "source": "bintang_fdjar", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bintang_fdjar", "source": "bintang_fdjar", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "FaziF37458", "source": "FaziF37458", "target": "gading57", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "budimandjatmiko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "feriamsari", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "dina_sulaeman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "Yusrilihza_Mhd", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "habiburokhman", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Hendrikorachman", "source": "Hendrikorachman", "target": "KPK_RI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "BBuayabunt96946", "source": "BBuayabunt96946", "target": "sibambaang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "RyanTama1421160", "source": "RyanTama1421160", "target": "ARSIPAJA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Brain1acdpm", "source": "Brain1acdpm", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "badrul_nurul", "source": "badrul_nurul", "target": "sibambaang", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "G3nX_files", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DombaHitamManis", "source": "DombaHitamManis", "target": "G3nX_files", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "Shinichi_El", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "1998ur_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masmassolo11", "source": "Masmassolo11", "target": "id_def_report", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Masmassolo11", "source": "Masmassolo11", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "investophoenix", "source": "investophoenix", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "investophoenix", "source": "investophoenix", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "SekretariatPresiden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}