{"nodes": [{"key": "Ali29Mad", "attributes": {"label": "Ali29Mad", "x": 450.35377686425807, "y": 865.9325579325143, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051541581090734376", "id": "Ali29Mad", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051541581090734376"}}, {"key": "msaid_didu", "attributes": {"label": "msaid_didu", "x": 172.41077383456692, "y": 377.73467527563855, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.2848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051541581090734376", "id": "msaid_didu", "source": "retweet-000002", "content": "Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai rupiah terus berlanjut, maka beban subsidi Energi (BBM, BBG, dan listrik) diperki…", "post_id": "2051541581090734376"}}, {"key": "bukangulagula", "attributes": {"label": "bukangulagula", "x": 784.6791580183387, "y": 221.53125773529126, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051483662366158854", "id": "bukangulagula", "source": "retweet-000002", "content": "IHSG hari ini\n\n- Bursa AS kompak melemah\n- Rupiah melemah Rp 17.404\n- Harga minyak naik ke 119 usd\n- IHSG lagi di support pen…", "post_id": "2051483662366158854"}}, {"key": "saptaipb", "attributes": {"label": "saptaipb", "x": 544.0141141350521, "y": 739.7955123536987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 22.2848, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051483662366158854", "id": "saptaipb", "source": "retweet-000002", "content": "IHSG hari ini\n\n- Bursa AS kompak melemah\n- Rupiah melemah Rp 17.404\n- Harga minyak naik ke 119 usd\n- IHSG lagi di support pen…", "post_id": "2051483662366158854"}}, {"key": "Don_Cassava", "attributes": {"label": "Don_Cassava", "x": 626.5534985374957, "y": 969.5527851844713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2052114761773674850", "id": "Don_Cassava", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak. \nSekarang lebih mirip 83.\nTaun itu devisa sangat tergantung minyak. \nDihajar minyak jatuh, ekspor turun, rupiah dipaksa turun untuk perbaiki defisit. \n\nSekarang minyak naek defisit melebar rupiah tertekan\n80an minyak turun rupiah sakit\n2026 minyak naik rupiah sakit", "post_id": "2052114761773674850"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 494.3521588376377, "y": 442.69721408499527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.7157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2052114761773674850", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Tidak. \nSekarang lebih mirip 83.\nTaun itu devisa sangat tergantung minyak. \nDihajar minyak jatuh, ekspor turun, rupiah dipaksa turun untuk perbaiki defisit. \n\nSekarang minyak naek defisit melebar rupiah tertekan\n80an minyak turun rupiah sakit\n2026 minyak naik rupiah sakit", "post_id": "2052114761773674850"}}, {"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 291.6183164157893, "y": 750.3819256626306, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 243.64720799024897, "y": 393.3739788225677, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 897.5083430573272, "y": 52.121711909918766, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051877053486555645", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 977.5617151934997, "y": 69.58823024873139, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.0693, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 178.38060469059292, "y": 677.7580619365392, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.0693, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 909.7850140488138, "y": 565.6518176794531, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.7157, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051877053486555645", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "sasah79400", "attributes": {"label": "sasah79400", "x": 239.02237528616254, "y": 789.063827762177, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "sasah79400", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 176.3103868320144, "y": 160.34015481595577, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 564.9442834422941, "y": 498.2971327038688, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052024283577385458", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Ini momentum yang tepat buat BI membuktikan bahwa rupiah terlalu dianggap undervalued.\n\nLihat Thailand: BOT rate cuma 1.00% (sudah dipotong berkali-kali), tapi baht tetap kuat di ~32.3 THB/USD, salah satu mata uang Asia terbaik.\n\nSementara BI tahan rate 4.75% (hawkish banget)", "post_id": "2052024283577385458"}}, {"key": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "OmJ_J3Nggott", "x": 321.3315475997117, "y": 968.316858431526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052024283577385458", "id": "OmJ_J3Nggott", "source": "tweet-000004", "content": "Ini momentum yang tepat buat BI membuktikan bahwa rupiah terlalu dianggap undervalued.\n\nLihat Thailand: BOT rate cuma 1.00% (sudah dipotong berkali-kali), tapi baht tetap kuat di ~32.3 THB/USD, salah satu mata uang Asia terbaik.\n\nSementara BI tahan rate 4.75% (hawkish banget)", "post_id": "2052024283577385458"}}, {"key": "Shizukukie", "attributes": {"label": "Shizukukie", "x": 725.9485714520272, "y": 60.890833402465816, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051877515053211866", "id": "Shizukukie", "source": "tweet-000004", "content": "Org2 gaboleh beli di shell, pertamina dinaikin harganya, minyak pada naik, gas jg naik & RUPIAH MELEMAH. Bapak masih bisa mimpin negara ini kan?", "post_id": "2051877515053211866"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 415.80739508105756, "y": 177.52060053531238, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877515053211866", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Org2 gaboleh beli di shell, pertamina dinaikin harganya, minyak pada naik, gas jg naik & RUPIAH MELEMAH. Bapak masih bisa mimpin negara ini kan?", "post_id": "2051877515053211866"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 249.7866225337634, "y": 228.74496038013848, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 46.23983715515645, "y": 776.3614089646704, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "NOTASLIMBOY", "x": 869.7567357203047, "y": 985.827487622769, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.0693, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052119118246216132", "id": "NOTASLIMBOY", "source": "tweet-000004", "content": "Nih saat 83 indo juga pernah di tekan minyak tapi saat itu karena minyak turun rupiah \"terpaksa\" Devaluasi. \nBedanya dulu pemerintah ekonomi lebih tertutup dampak ke rakyat (harga) lebih minim. Fiskal APBN aja yg goyang kala itu (83) \nhttps://t.co/TYTdvBVYNB", "post_id": "2052119118246216132"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "attributes": {"label": "Mamdanrachmat", "x": 689.6996937809929, "y": 501.625987763063, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051998807060025630", "id": "Mamdanrachmat", "source": "tweet-000004", "content": "Wah elu kira ganti presiden kayak ganti channel tv ya? Rupiah melemah emg salah prabowo? Lu kira ekonomi global lagi baik2 aja, the fed aja masih galak, perang dagang masih chaos. Dasar doomer yg ngertinya cuma rezim ganti rezim, emg klo gibran yg jadi presiden tiba2 dolar turun", "post_id": "2051998807060025630"}}, {"key": "rangkutifuat", "attributes": {"label": "rangkutifuat", "x": 771.5928240505627, "y": 825.6898834526547, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052132643513504174", "id": "rangkutifuat", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan 5,6 dan inflasi 0,13% tapi Asing kabur dan Rupiah melonjak. \nKenapa? Apa karena \"siluman\"?\n\nPertumbuhan ekonomi 5,6%. bisa diatur?\nMinyak goreng, berbahan plastik, beras, gorengan, nasi uduk melonjak, tapi inflasi hanya 0,13%. Bisa diatur?\n\n???", "post_id": "2052132643513504174"}}, {"key": "KangManto123", "attributes": {"label": "KangManto123", "x": 730.6778658165183, "y": 490.3536070173159, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052132643513504174", "id": "KangManto123", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan 5,6 dan inflasi 0,13% tapi Asing kabur dan Rupiah melonjak. \nKenapa? Apa karena \"siluman\"?\n\nPertumbuhan ekonomi 5,6%. bisa diatur?\nMinyak goreng, berbahan plastik, beras, gorengan, nasi uduk melonjak, tapi inflasi hanya 0,13%. Bisa diatur?\n\n???", "post_id": "2052132643513504174"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "attributes": {"label": "DjPrasetyo85", "x": 103.75560058290468, "y": 441.960551327095, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051824072234045467", "id": "DjPrasetyo85", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma lap Q1. Harga minyak msh di atas 100 dolar/barel-tdk tau kapan perang Iran-AS berakhir. Kurs rupiah merosot. IHSG pecah rekor terendah. Terakhir, menunggu lap rating utang dr S&P dkk. \n\nBerharap program2nya mkn rasional. Ah...ngimpi ngarepin itu.", "post_id": "2051824072234045467"}}, {"key": "yanuarnugroho", "attributes": {"label": "yanuarnugroho", "x": 684.1808039089115, "y": 855.677179190796, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051824072234045467", "id": "yanuarnugroho", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma lap Q1. Harga minyak msh di atas 100 dolar/barel-tdk tau kapan perang Iran-AS berakhir. Kurs rupiah merosot. IHSG pecah rekor terendah. Terakhir, menunggu lap rating utang dr S&P dkk. \n\nBerharap program2nya mkn rasional. Ah...ngimpi ngarepin itu.", "post_id": "2051824072234045467"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 68.53972495996685, "y": 587.6469088292715, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 27.1973, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890761010505081131_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka menguat 0,23% ke level Rp17.385/US$ pada perdagangan Rabu pagi (6/5/2026), ditopang penurunan harga minyak mentah global yang menekan nilai dolar. \n\nPergerakan ini terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia utama lain, sementara pasar tetap mencermati arah suku bunga domestik di tengah volatilitas rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3890761010505081131_51748745734"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 173.84501776185945, "y": 803.5015491083832, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 104.2551, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 228.63179795239276, "y": 585.6805615413405, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 431.1880257134949, "y": 841.2628850982003, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "attributes": {"label": "@tribunjambi_official", "x": 667.3584417640482, "y": 637.4465386976997, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "hXnu-40NKrs", "id": "@tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok, Analis Sarankan Pemerintah Stop Sementara MBG\n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. \n\nNilai tukar rupiah di pasar spot melemah saat penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,12 persen ke level 17.346 per dollar AS.\nProgram: BERITA NASIONAL\nEditor:  HR HENDRO SANDI\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber: TRIBUN NETWORK\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "hXnu-40NKrs"}}, {"key": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "tribunjambi_official", "x": 103.62626388496365, "y": 269.1813564054107, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hXnu-40NKrs", "id": "tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok, Analis Sarankan Pemerintah Stop Sementara MBG\n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. \n\nNilai tukar rupiah di pasar spot melemah saat penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,12 persen ke level 17.346 per dollar AS.\nProgram: BERITA NASIONAL\nEditor:  HR HENDRO SANDI\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber: TRIBUN NETWORK\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "hXnu-40NKrs"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 851.0442212666838, "y": 174.51743425605903, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 346.52896548652444, "y": 753.5826426752033, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5879, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 473.40082022476605, "y": 160.27521309911208, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8034, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 641.901541245503, "y": 500.4139403246347, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8034, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 333.0724226147662, "y": 793.9683337821862, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8034, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 299.168004960302, "y": 414.7007117235334, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8034, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 785.3575204846213, "y": 724.8541957083223, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.8034, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 986.0323472921083, "y": 891.0366709246039, "size": 13.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 985.9906272084943, "y": 50.404471485934856, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 928.2010168867619, "y": 826.7870023223849, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@SuaraRakyatChannel", "attributes": {"label": "@SuaraRakyatChannel", "x": 126.08640225145717, "y": 188.83313013029078, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6384, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "IY1qSslLeZ4", "id": "@SuaraRakyatChannel", "source": "youtube-000001", "content": "JURUS DEWA MABUK | BLACKENED POLITICAL METAL | SUARA RAKYAT CHANNEL\n\nJika manusia gagal untuk mendamaikan keadilan dan kebebasan, ia gagal dalam segala hal.\" - Albert Camus\n\n \"Damai tanpa keadilan adalah tirani.\" - William Allen White\n\n\"Kebebasan dan keadilan tidak bisa dipecah-pecah untuk disesuaikan dengan kenyamanan politik.\" - Coretta Scott King\n\n\"Keadilan adalah jumlah dari semua kewajiban moral.\" - William Godwin\n-------------------------------------------\n#prabowo #gibran #jokowi #indonesia  #korupsi  #kolusi  #Nepotisme #opini  #berita  #politik #musik  #rock  #hardrock #lagu  #metal  #heavymetal  #alternativerock  #indierock  #slowrock #sweetrock #pop  #thrashmetal #aniesbaswedan #indonesiagelap #yaman  \n-------------------------------------------\nJURUS DEWA MABUK\n\n*[Intro]*\nPidato membara di layar kaca\nSenyum retak… mata curiga\nTakhta mulai goyah\nDan paranoia… jadi agama\n\n*[Verse I]*\n\nDulu datang membawa janji\nKini berdiri di atas krisis\nRakyat menjerit — harga meninggi\nIstana menjawab dengan intimidasi\n\n“Pergi sana ke negeri perang!”\nBentak penguasa pada suara terang\nKritik dianggap makar\nKebenaran diburu bagai hewan liar\n\nBayangan masa lalu kembali hidup\nJejak hitam tak pernah benar tertutup\nTembok propaganda mulai pecah\nDi jalanan… murka rakyat merekah!\n\n*[Pre-Chorus]*\n\nSemakin panik — semakin menyerang!\nSemakin runtuh — semakin beringas!\nTakhta dibangun dari ketakutan\nAkan hancur oleh gelombang perlawanan!\n\n*[Chorus]*\n\nJURUS DEWA MABUK!\nMemukul kiri — menendang kanan!\nSaat rupiah tenggelam dalam jurang\nPidato jadi senjata kegagalan!\n\nJURUS DEWA MABUK!\nTeriak lantang menutupi takut!\nSaat rakyat lapar dan murka\nKursi kekuasaan mulai terbakar!\n\n*[Verse II]*\n\nProgram megah penuh slogan\nBerubah jadi ladang bancakan\nPiring kosong di sekolah negeri\nSementara elite berpesta subsidi\n\nMenu busuk… anak keracunan\nData dibungkus pencitraan\nMaling berkedok kesejahteraan\nMenghisap darah masa depan!\n\nMinyak naik!\nSembako naik!\nRakyat dicekik tiap detik!\nNamun penguasa sibuk berteriak\nSeolah kritik adalah pemberontak!\n\n*[Bridge]*\n\nDi balik jas dan tepuk tangan\nAda ketakutan yang tak terucapkan\nKarena sejarah selalu lapar\nPada rezim yang mulai gemetar\n\nSun Tzu dibaca setengah sadar\nMenyerang demi bertahan dari getar\nTapi badai tak bisa dihentikan\nSaat kepercayaan telah padam…\n\n*[Breakdown]*\n\nPANIK!\nSERANG!\nPANIK!\nHANTAM!\n\nMulut besi!\nPidato api!\nNegeri terbakar oleh ambisi!\n\nPANIK!\nSERANG!\nPANIK!\nHANCUR!\n\n*[Final Chorus]*\n\nJURUS DEWA MABUK!\nTarian liar penguasa takut!\nSaat rakyat bangkit dari luka\nTak ada benteng yang tersisa!\n\nJURUS DEWA MABUK!\nKekuasaan mabuk pujian!\nKetika harga naik dan rakyat melawan\nTakhta runtuh di ujung malam!\n\n*[Outro]*\n\nDan ketika suara-suara dibungkam…\nMurka tumbuh dalam diam…\nTak ada rezim yang abadi…\nSaat rakyat kehilangan takutnya lagi\n----------------------------------------------------------\nLirik lagu digubah dari tulisan ini:\n\nPrabowo Mulai Panik!\n\nOleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)\n\nJakarta – Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah defensif (bertahan), Prabowo Subianto kini mulai ofensif (menyerang). Mungkin Presiden RI itu terinspirasi Sun Tzu (544-496 SM), filsuf, jenderal dan ahli strategi perang asal Tiongkok kuno, bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang. Ia mulai panik.\n\nYa, dalam sejumlah pidatonya, Prabowo nyaris selalu menyelipkan kalimat provokatif yang menyerang lawan-lawan politiknya.\n\nDalam pidatonya di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026) misalnya, Prabowo menyuruh kabur para pengkritiknya ke Yaman. Ia juga menyebut intelektual yang menipu rakyat, terkait stigma “Indonesia Gelap”.\n\nTidak itu saja. Terhadap para pengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo menyebut mereka ketakutan jika MBG berhasil.\n\nEntah mengapa Prabowo menyuruh para pengkritiknya yang menyebut Indonesia gelap untuk kabur ke Yaman. Bukan ke Jordania seperti dirinya usai dipecat dari dinas militer karena dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis tahun 1997-1998.\n\nBukan pula ke Arab Saudi seperti RS, sekutu politiknya, ketika sedang berperkara dengan hukum terkait karantina kesehatan Covid-19 lalu.\n\nAtau mungkin Prabowo menyebut Yaman karena RS, sekutu politiknya itu berasal dari negeri di jazirah Arab itu?\n\nKita tidak tahu pasti. Yang jelas, kritik terhadap kinerja pemerintahannya makin hari makin kencang. Apalagi soal MBG.\n\nFaktanya, MBG memang bisa dikatakan tidak bermanfaat. Banyak anak sekolah yang menolak mengonsumsi menu MBG, sehingga banyak yang mubazir.\n\nMBG juga banyak mendatangkan mudarat. Lihat saja, sudah berapa banyak yang keracunan akibat MBG.\n\nMBG juga diduga menjadi lahan basah korupsi. Ada pula yang menyebut MBG singkatan dari Maling Berkedok Gizi.\n\nHarga Naik, Presiden Turun\n\nSelengkapnya: https://fusilatnews.com/prabowo-mulai...\n----------------------------------------------------", "post_id": "IY1qSslLeZ4"}}, {"key": "SuaraRakyatChannel", "attributes": {"label": "SuaraRakyatChannel", "x": 622.1668205650334, "y": 445.7292811464183, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9311, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "IY1qSslLeZ4", "id": "SuaraRakyatChannel", "source": "youtube-000001", "content": "JURUS DEWA MABUK | BLACKENED POLITICAL METAL | SUARA RAKYAT CHANNEL\n\nJika manusia gagal untuk mendamaikan keadilan dan kebebasan, ia gagal dalam segala hal.\" - Albert Camus\n\n \"Damai tanpa keadilan adalah tirani.\" - William Allen White\n\n\"Kebebasan dan keadilan tidak bisa dipecah-pecah untuk disesuaikan dengan kenyamanan politik.\" - Coretta Scott King\n\n\"Keadilan adalah jumlah dari semua kewajiban moral.\" - William Godwin\n-------------------------------------------\n#prabowo #gibran #jokowi #indonesia  #korupsi  #kolusi  #Nepotisme #opini  #berita  #politik #musik  #rock  #hardrock #lagu  #metal  #heavymetal  #alternativerock  #indierock  #slowrock #sweetrock #pop  #thrashmetal #aniesbaswedan #indonesiagelap #yaman  \n-------------------------------------------\nJURUS DEWA MABUK\n\n*[Intro]*\nPidato membara di layar kaca\nSenyum retak… mata curiga\nTakhta mulai goyah\nDan paranoia… jadi agama\n\n*[Verse I]*\n\nDulu datang membawa janji\nKini berdiri di atas krisis\nRakyat menjerit — harga meninggi\nIstana menjawab dengan intimidasi\n\n“Pergi sana ke negeri perang!”\nBentak penguasa pada suara terang\nKritik dianggap makar\nKebenaran diburu bagai hewan liar\n\nBayangan masa lalu kembali hidup\nJejak hitam tak pernah benar tertutup\nTembok propaganda mulai pecah\nDi jalanan… murka rakyat merekah!\n\n*[Pre-Chorus]*\n\nSemakin panik — semakin menyerang!\nSemakin runtuh — semakin beringas!\nTakhta dibangun dari ketakutan\nAkan hancur oleh gelombang perlawanan!\n\n*[Chorus]*\n\nJURUS DEWA MABUK!\nMemukul kiri — menendang kanan!\nSaat rupiah tenggelam dalam jurang\nPidato jadi senjata kegagalan!\n\nJURUS DEWA MABUK!\nTeriak lantang menutupi takut!\nSaat rakyat lapar dan murka\nKursi kekuasaan mulai terbakar!\n\n*[Verse II]*\n\nProgram megah penuh slogan\nBerubah jadi ladang bancakan\nPiring kosong di sekolah negeri\nSementara elite berpesta subsidi\n\nMenu busuk… anak keracunan\nData dibungkus pencitraan\nMaling berkedok kesejahteraan\nMenghisap darah masa depan!\n\nMinyak naik!\nSembako naik!\nRakyat dicekik tiap detik!\nNamun penguasa sibuk berteriak\nSeolah kritik adalah pemberontak!\n\n*[Bridge]*\n\nDi balik jas dan tepuk tangan\nAda ketakutan yang tak terucapkan\nKarena sejarah selalu lapar\nPada rezim yang mulai gemetar\n\nSun Tzu dibaca setengah sadar\nMenyerang demi bertahan dari getar\nTapi badai tak bisa dihentikan\nSaat kepercayaan telah padam…\n\n*[Breakdown]*\n\nPANIK!\nSERANG!\nPANIK!\nHANTAM!\n\nMulut besi!\nPidato api!\nNegeri terbakar oleh ambisi!\n\nPANIK!\nSERANG!\nPANIK!\nHANCUR!\n\n*[Final Chorus]*\n\nJURUS DEWA MABUK!\nTarian liar penguasa takut!\nSaat rakyat bangkit dari luka\nTak ada benteng yang tersisa!\n\nJURUS DEWA MABUK!\nKekuasaan mabuk pujian!\nKetika harga naik dan rakyat melawan\nTakhta runtuh di ujung malam!\n\n*[Outro]*\n\nDan ketika suara-suara dibungkam…\nMurka tumbuh dalam diam…\nTak ada rezim yang abadi…\nSaat rakyat kehilangan takutnya lagi\n----------------------------------------------------------\nLirik lagu digubah dari tulisan ini:\n\nPrabowo Mulai Panik!\n\nOleh: Karyudi Sutajah Putra, Analis Politik Konsultan & Survei Indonesia (KSI)\n\nJakarta – Mungkin merasa terdesak oleh lawan-lawan politiknya. Setelah defensif (bertahan), Prabowo Subianto kini mulai ofensif (menyerang). Mungkin Presiden RI itu terinspirasi Sun Tzu (544-496 SM), filsuf, jenderal dan ahli strategi perang asal Tiongkok kuno, bahwa pertahanan terbaik adalah menyerang. Ia mulai panik.\n\nYa, dalam sejumlah pidatonya, Prabowo nyaris selalu menyelipkan kalimat provokatif yang menyerang lawan-lawan politiknya.\n\nDalam pidatonya di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026) misalnya, Prabowo menyuruh kabur para pengkritiknya ke Yaman. Ia juga menyebut intelektual yang menipu rakyat, terkait stigma “Indonesia Gelap”.\n\nTidak itu saja. Terhadap para pengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG), Prabowo menyebut mereka ketakutan jika MBG berhasil.\n\nEntah mengapa Prabowo menyuruh para pengkritiknya yang menyebut Indonesia gelap untuk kabur ke Yaman. Bukan ke Jordania seperti dirinya usai dipecat dari dinas militer karena dugaan keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis tahun 1997-1998.\n\nBukan pula ke Arab Saudi seperti RS, sekutu politiknya, ketika sedang berperkara dengan hukum terkait karantina kesehatan Covid-19 lalu.\n\nAtau mungkin Prabowo menyebut Yaman karena RS, sekutu politiknya itu berasal dari negeri di jazirah Arab itu?\n\nKita tidak tahu pasti. Yang jelas, kritik terhadap kinerja pemerintahannya makin hari makin kencang. Apalagi soal MBG.\n\nFaktanya, MBG memang bisa dikatakan tidak bermanfaat. Banyak anak sekolah yang menolak mengonsumsi menu MBG, sehingga banyak yang mubazir.\n\nMBG juga banyak mendatangkan mudarat. Lihat saja, sudah berapa banyak yang keracunan akibat MBG.\n\nMBG juga diduga menjadi lahan basah korupsi. Ada pula yang menyebut MBG singkatan dari Maling Berkedok Gizi.\n\nHarga Naik, Presiden Turun\n\nSelengkapnya: https://fusilatnews.com/prabowo-mulai...\n----------------------------------------------------", "post_id": "IY1qSslLeZ4"}}], "edges": [{"key": "Ali29Mad", "source": "Ali29Mad", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Ali29Mad", "source": "Ali29Mad", "target": "msaid_didu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bukangulagula", "source": "bukangulagula", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "bukangulagula", "source": "bukangulagula", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Don_Cassava", "source": "Don_Cassava", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sasah79400", "source": "sasah79400", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangherwin", "source": "bangherwin", "target": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Don_Cassava", "source": "Don_Cassava", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Shizukukie", "source": "Shizukukie", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Don_Cassava", "source": "Don_Cassava", "target": "NOTASLIMBOY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "rangkutifuat", "source": "rangkutifuat", "target": "KangManto123", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "source": "DjPrasetyo85", "target": "yanuarnugroho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "source": "@tribunjambi_official", "target": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SuaraRakyatChannel", "source": "@SuaraRakyatChannel", "target": "SuaraRakyatChannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}