{"nodes": [{"key": "Gingerjahe_", "attributes": {"label": "Gingerjahe_", "x": 33.523931282278376, "y": 105.09971289748255, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051919805771608337", "id": "Gingerjahe_", "source": "tweet-000004", "content": "1.byr bunga utang 2.biaya op.pemerintah yg gede bgt(gaji asn+mpr dpr),3. Byr utang2 bumn krn mrk semua merugi+biaya operasional mrk.4.subsidi membengkak krn harga minyak dunia naik 5.proyek2 mbg dn kmp butuh byk uang apbn 6.pemasukan dari pajak dikit krn rakyat udh gada duit", "post_id": "2051919805771608337"}}, {"key": "criticast_", "attributes": {"label": "criticast_", "x": 479.97125465686577, "y": 339.18906520822014, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 114.9194, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051919805771608337", "id": "criticast_", "source": "tweet-000004", "content": "1.byr bunga utang 2.biaya op.pemerintah yg gede bgt(gaji asn+mpr dpr),3. Byr utang2 bumn krn mrk semua merugi+biaya operasional mrk.4.subsidi membengkak krn harga minyak dunia naik 5.proyek2 mbg dn kmp butuh byk uang apbn 6.pemasukan dari pajak dikit krn rakyat udh gada duit", "post_id": "2051919805771608337"}}, {"key": "prastow", "attributes": {"label": "prastow", "x": 160.34520831538057, "y": 10.108954992383289, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 114.9194, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051919805771608337", "id": "prastow", "source": "tweet-000004", "content": "1.byr bunga utang 2.biaya op.pemerintah yg gede bgt(gaji asn+mpr dpr),3. Byr utang2 bumn krn mrk semua merugi+biaya operasional mrk.4.subsidi membengkak krn harga minyak dunia naik 5.proyek2 mbg dn kmp butuh byk uang apbn 6.pemasukan dari pajak dikit krn rakyat udh gada duit", "post_id": "2051919805771608337"}}, {"key": "pocatsfilm", "attributes": {"label": "pocatsfilm", "x": 952.1009900289176, "y": 793.8414794816211, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636804504331046152", "id": "pocatsfilm", "source": "tiktok-000001", "content": "Era BBM murah beneran mau berakhir? 😱  Jujur ngeri banget liat harga minyak dunia tembus 100 USD gini, pertanda harga di SPBU bakal makin gak ramah di kantong. APBN kita udah megap-megap nanggung subsidi, tinggal nunggu waktu aja sampe efek domino kenaikan harga minyak ini bikin dompet kita nangis berjamaah. Sebelum semuanya meledak, mending absen dulu deh di kolom komentar, di daerah kalian stok aman atau udah mulai antre berjam-jam nih? 💸 🔥Stay safe dan jangan sampai boncos karena kurang update info market terbaru ya! Investasi paling cerdas itu investasi leher ke atas, jadi pastiin kalian udah pantau peluang bareng Ajaib Investasi biar tetep cuan meski kondisi global lagi gak menentu. Like kalau kalian setuju, save video ini biar gak ketinggalan info, dan share ke grup keluarga biar semuanya makin waspada. Pantau terus pergerakan ekonomi hari ini dan jangan lupa disclaimer on ya! 🚀📈 SC video : jawapos SC podcast : hakahaki   #cliphakahakich #AplikasiAjaib #AjaibClipper #clipajaibch #BBMNaik", "post_id": "7636804504331046152"}}, {"key": "Ajaib_Investasi", "attributes": {"label": "Ajaib_Investasi", "x": 916.0389808291936, "y": 172.99742264352778, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 149.1936, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636804504331046152", "id": "Ajaib_Investasi", "source": "tiktok-000001", "content": "Era BBM murah beneran mau berakhir? 😱  Jujur ngeri banget liat harga minyak dunia tembus 100 USD gini, pertanda harga di SPBU bakal makin gak ramah di kantong. APBN kita udah megap-megap nanggung subsidi, tinggal nunggu waktu aja sampe efek domino kenaikan harga minyak ini bikin dompet kita nangis berjamaah. Sebelum semuanya meledak, mending absen dulu deh di kolom komentar, di daerah kalian stok aman atau udah mulai antre berjam-jam nih? 💸 🔥Stay safe dan jangan sampai boncos karena kurang update info market terbaru ya! Investasi paling cerdas itu investasi leher ke atas, jadi pastiin kalian udah pantau peluang bareng Ajaib Investasi biar tetep cuan meski kondisi global lagi gak menentu. Like kalau kalian setuju, save video ini biar gak ketinggalan info, dan share ke grup keluarga biar semuanya makin waspada. Pantau terus pergerakan ekonomi hari ini dan jangan lupa disclaimer on ya! 🚀📈 SC video : jawapos SC podcast : hakahaki   #cliphakahakich #AplikasiAjaib #AjaibClipper #clipajaibch #BBMNaik", "post_id": "7636804504331046152"}}, {"key": "@ReformSyndicate", "attributes": {"label": "@ReformSyndicate", "x": 130.1712828065943, "y": 384.00657708703847, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oUiSWf94IpA", "id": "@ReformSyndicate", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? | HUB WICARA\n\nNarasumber:\nDr. Christina Ruth Elisabeth, M.Si.\n(Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan GVC LPEM FEB UI)\nHost: Muhammad Jusrianto\n\nBenarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? Saat ini harga minyak dunia naik, impor energi membengkak, dan Trump makin agresif dengan perang tarif. Indonesia jelas bisa terkena efek domino dari kekacauan ini! Kalau salah langkah, subsidi BBM, utang negara, sampai daya beli rakyat bisa jadi korban. Pertanyaannya, di tengah tekanan seberat ini, pemerintah siap fight atau cuma jadi follower?\n\nFollow Akun Kami di Media Sosial Lainnya :\nInstagram : instagram.com/reformsyndicate\nTiktok : tiktok.com/\nX : x.com/ReformSyndicate\nFacebook : facebook.com/reformsyndicate\nSpotify : spotify.com/reformsyndicate\nWebsite : https://reformsyndicate.com\n\n#Defisit3% #TrumpEffect #BBM #SubsidiEnergi #PerangDagang #ReformSyndicate", "post_id": "oUiSWf94IpA"}}, {"key": "reformsyndicate", "attributes": {"label": "reformsyndicate", "x": 3.820157206064545, "y": 581.612097804675, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.1936, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oUiSWf94IpA", "id": "reformsyndicate", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? | HUB WICARA\n\nNarasumber:\nDr. Christina Ruth Elisabeth, M.Si.\n(Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan GVC LPEM FEB UI)\nHost: Muhammad Jusrianto\n\nBenarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? Saat ini harga minyak dunia naik, impor energi membengkak, dan Trump makin agresif dengan perang tarif. Indonesia jelas bisa terkena efek domino dari kekacauan ini! Kalau salah langkah, subsidi BBM, utang negara, sampai daya beli rakyat bisa jadi korban. Pertanyaannya, di tengah tekanan seberat ini, pemerintah siap fight atau cuma jadi follower?\n\nFollow Akun Kami di Media Sosial Lainnya :\nInstagram : instagram.com/reformsyndicate\nTiktok : tiktok.com/\nX : x.com/ReformSyndicate\nFacebook : facebook.com/reformsyndicate\nSpotify : spotify.com/reformsyndicate\nWebsite : https://reformsyndicate.com\n\n#Defisit3% #TrumpEffect #BBM #SubsidiEnergi #PerangDagang #ReformSyndicate", "post_id": "oUiSWf94IpA"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 674.1357620252965, "y": 76.91181895112842, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 80.6451, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 360.3375475975409, "y": 822.6779253768149, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 149.1936, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "Gingerjahe_", "source": "Gingerjahe_", "target": "criticast_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Gingerjahe_", "source": "Gingerjahe_", "target": "prastow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pocatsfilm", "source": "pocatsfilm", "target": "Ajaib_Investasi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@ReformSyndicate", "source": "@ReformSyndicate", "target": "reformsyndicate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}