{"nodes": [{"key": "FKP_Indonesia", "attributes": {"label": "FKP_Indonesia", "x": 143.72444323967537, "y": 541.3620915400268, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 80.591, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052233866908512709", "id": "FKP_Indonesia", "source": "tweet-000004", "content": "Siklus kredit indonesia  menunjukkan respons sektoral yang lebih tajam dibanding kredit agregat. Saat pandemi COVID-19, pertumbuhan kredit industri turn lebih dalam  -5% yoy, mengindikasikan sektor riil menanggung tekanan pengetatan lebih besar dibanding industri perbankan. https://t.co/Xas4YhX40s", "post_id": "2052233866908512709"}}, {"key": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "LPEMFEBUI", "x": 672.4422776690234, "y": 644.568139336936, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 149.0934, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052233866908512709", "id": "LPEMFEBUI", "source": "tweet-000004", "content": "Siklus kredit indonesia  menunjukkan respons sektoral yang lebih tajam dibanding kredit agregat. Saat pandemi COVID-19, pertumbuhan kredit industri turn lebih dalam  -5% yoy, mengindikasikan sektor riil menanggung tekanan pengetatan lebih besar dibanding industri perbankan. https://t.co/Xas4YhX40s", "post_id": "2052233866908512709"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "attributes": {"label": "terpercaya_dan_terbaru", "x": 306.31902951491605, "y": 916.1534282884301, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.591, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7609608668916583701", "id": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "tiktok-000001", "content": "jambi - Institusi perbankan kebanggaan daerah, Bank 9 Jambi, kini tengah dihantam badai kritik hebat yang melumpuhkan kredibilitasnya. Gelombang perlawanan tajam datang dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), yang menilai bank plat merah tersebut telah kehilangan kompas moral dan profesionalisme. Dua skandal besar—alokasi dana CSR untuk jalan batubara dan bobolnya data nasabah oleh hacker—menjadi bukti otentik adanya pembusukan manajemen dari dalam . CSR Rp1,5 Miliar: \"Pelacuran\" Kebijakan Demi Memuluskan Eksploitasi ​Aktivis mahasiswa dari GBRK menyoroti dengan tajam kebijakan Direksi Bank 9 Jambi yang menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,5 miliar hanya untuk menambal jalan yang rusak akibat angkutan batubara. KETUA GBRK  Rio Jodiansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk \"pelacuran kebijakan\". Dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin untuk beasiswa pendidikan atau modal UMKM, justru dijadikan \"dana talangan\" untuk menutupi dosa infrastruktur yang disebabkan oleh korporasi tambang raksasa. ​\"Ini adalah penghinaan intelektual. Bank 9 Jambi bukan lagi milik rakyat, tapi seolah menjadi 'bendahara pribadi' para oligarki batubara. Mengapa uang tabungan rakyat digunakan untuk memuluskan bisnis yang justru menyengsarakan rakyat di jalanan?\" tegas Ketua GBRK. Belum kering luka rakyat akibat skandal CSR, Bank 9 Jambi kembali mempermalukan diri dengan bobolnya sistem keamanan digital mereka. Data-data sensitif nasabah dikabarkan jatuh ke tangan peretas (hacker), menelanjangi privasi ribuan warga Jambi di pasar gelap internet. Ketua GBRK rio jodiansyah menilai insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kelalaian fatal. Mereka menyindir jargon \"Digital Banking\" yang sering dipamerkan bank tersebut sebagai retorika kosong. Bank dinilai lebih sibuk bersolek dengan citra modernitas daripada berinvestasi pada sistem keamanan siber yang mumpuni. Pembobolan ini dianggap sebagai bukti bahwa Bank 9 Jambi hanyalah \"celengan retak\" yang tidak lagi layak memegang amanah finansial masyarakat Menyikapi rentetan musibah yang dianggap sebagai \"buah dari salah kelola\" ini, GBRK menuntut beberapa hal Kami menuntut pencopotan seluruh jajaran Direksi yang menandatangani kebijakan CSR batubara. Jangan biarkan \"antek oligarki\" memimpin bank daerah! Membuka seluruh aliran dana CSR secara telanjang agar rakyat tahu kemana saja keringat mereka disalurkan Bank harus bertanggung jawab secara materil atas bocornya data nasabah yang memicu kerentanan terhadap tindak kriminal perbankan. Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham tetap bungkam, maka kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan daerah berada di ujung tanduk. ​\"Rakyat menabung untuk masa depan, bukan untuk membiayai kerusakan jalan pengusaha dan memberi makan para peretas!\" pungkas rio. #beritatiktok #fyp #jambi #hukum  Sekretariat Negara  Hukum RI  RI  Yudhi Sadewa", "post_id": "7609608668916583701"}}, {"key": "Kementerian", "attributes": {"label": "Kementerian", "x": 188.1315095493322, "y": 143.9601037240791, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.0081, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7609608668916583701", "id": "Kementerian", "source": "tiktok-000001", "content": "jambi - Institusi perbankan kebanggaan daerah, Bank 9 Jambi, kini tengah dihantam badai kritik hebat yang melumpuhkan kredibilitasnya. Gelombang perlawanan tajam datang dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), yang menilai bank plat merah tersebut telah kehilangan kompas moral dan profesionalisme. Dua skandal besar—alokasi dana CSR untuk jalan batubara dan bobolnya data nasabah oleh hacker—menjadi bukti otentik adanya pembusukan manajemen dari dalam . CSR Rp1,5 Miliar: \"Pelacuran\" Kebijakan Demi Memuluskan Eksploitasi ​Aktivis mahasiswa dari GBRK menyoroti dengan tajam kebijakan Direksi Bank 9 Jambi yang menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,5 miliar hanya untuk menambal jalan yang rusak akibat angkutan batubara. KETUA GBRK  Rio Jodiansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk \"pelacuran kebijakan\". Dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin untuk beasiswa pendidikan atau modal UMKM, justru dijadikan \"dana talangan\" untuk menutupi dosa infrastruktur yang disebabkan oleh korporasi tambang raksasa. ​\"Ini adalah penghinaan intelektual. Bank 9 Jambi bukan lagi milik rakyat, tapi seolah menjadi 'bendahara pribadi' para oligarki batubara. Mengapa uang tabungan rakyat digunakan untuk memuluskan bisnis yang justru menyengsarakan rakyat di jalanan?\" tegas Ketua GBRK. Belum kering luka rakyat akibat skandal CSR, Bank 9 Jambi kembali mempermalukan diri dengan bobolnya sistem keamanan digital mereka. Data-data sensitif nasabah dikabarkan jatuh ke tangan peretas (hacker), menelanjangi privasi ribuan warga Jambi di pasar gelap internet. Ketua GBRK rio jodiansyah menilai insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kelalaian fatal. Mereka menyindir jargon \"Digital Banking\" yang sering dipamerkan bank tersebut sebagai retorika kosong. Bank dinilai lebih sibuk bersolek dengan citra modernitas daripada berinvestasi pada sistem keamanan siber yang mumpuni. Pembobolan ini dianggap sebagai bukti bahwa Bank 9 Jambi hanyalah \"celengan retak\" yang tidak lagi layak memegang amanah finansial masyarakat Menyikapi rentetan musibah yang dianggap sebagai \"buah dari salah kelola\" ini, GBRK menuntut beberapa hal Kami menuntut pencopotan seluruh jajaran Direksi yang menandatangani kebijakan CSR batubara. Jangan biarkan \"antek oligarki\" memimpin bank daerah! Membuka seluruh aliran dana CSR secara telanjang agar rakyat tahu kemana saja keringat mereka disalurkan Bank harus bertanggung jawab secara materil atas bocornya data nasabah yang memicu kerentanan terhadap tindak kriminal perbankan. Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham tetap bungkam, maka kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan daerah berada di ujung tanduk. ​\"Rakyat menabung untuk masa depan, bukan untuk membiayai kerusakan jalan pengusaha dan memberi makan para peretas!\" pungkas rio. #beritatiktok #fyp #jambi #hukum  Sekretariat Negara  Hukum RI  RI  Yudhi Sadewa", "post_id": "7609608668916583701"}}, {"key": "DPR", "attributes": {"label": "DPR", "x": 106.30697361645602, "y": 948.7843456226389, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.0081, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609608668916583701", "id": "DPR", "source": "tiktok-000001", "content": "jambi - Institusi perbankan kebanggaan daerah, Bank 9 Jambi, kini tengah dihantam badai kritik hebat yang melumpuhkan kredibilitasnya. Gelombang perlawanan tajam datang dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), yang menilai bank plat merah tersebut telah kehilangan kompas moral dan profesionalisme. Dua skandal besar—alokasi dana CSR untuk jalan batubara dan bobolnya data nasabah oleh hacker—menjadi bukti otentik adanya pembusukan manajemen dari dalam . CSR Rp1,5 Miliar: \"Pelacuran\" Kebijakan Demi Memuluskan Eksploitasi ​Aktivis mahasiswa dari GBRK menyoroti dengan tajam kebijakan Direksi Bank 9 Jambi yang menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,5 miliar hanya untuk menambal jalan yang rusak akibat angkutan batubara. KETUA GBRK  Rio Jodiansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk \"pelacuran kebijakan\". Dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin untuk beasiswa pendidikan atau modal UMKM, justru dijadikan \"dana talangan\" untuk menutupi dosa infrastruktur yang disebabkan oleh korporasi tambang raksasa. ​\"Ini adalah penghinaan intelektual. Bank 9 Jambi bukan lagi milik rakyat, tapi seolah menjadi 'bendahara pribadi' para oligarki batubara. Mengapa uang tabungan rakyat digunakan untuk memuluskan bisnis yang justru menyengsarakan rakyat di jalanan?\" tegas Ketua GBRK. Belum kering luka rakyat akibat skandal CSR, Bank 9 Jambi kembali mempermalukan diri dengan bobolnya sistem keamanan digital mereka. Data-data sensitif nasabah dikabarkan jatuh ke tangan peretas (hacker), menelanjangi privasi ribuan warga Jambi di pasar gelap internet. Ketua GBRK rio jodiansyah menilai insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kelalaian fatal. Mereka menyindir jargon \"Digital Banking\" yang sering dipamerkan bank tersebut sebagai retorika kosong. Bank dinilai lebih sibuk bersolek dengan citra modernitas daripada berinvestasi pada sistem keamanan siber yang mumpuni. Pembobolan ini dianggap sebagai bukti bahwa Bank 9 Jambi hanyalah \"celengan retak\" yang tidak lagi layak memegang amanah finansial masyarakat Menyikapi rentetan musibah yang dianggap sebagai \"buah dari salah kelola\" ini, GBRK menuntut beberapa hal Kami menuntut pencopotan seluruh jajaran Direksi yang menandatangani kebijakan CSR batubara. Jangan biarkan \"antek oligarki\" memimpin bank daerah! Membuka seluruh aliran dana CSR secara telanjang agar rakyat tahu kemana saja keringat mereka disalurkan Bank harus bertanggung jawab secara materil atas bocornya data nasabah yang memicu kerentanan terhadap tindak kriminal perbankan. Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham tetap bungkam, maka kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan daerah berada di ujung tanduk. ​\"Rakyat menabung untuk masa depan, bukan untuk membiayai kerusakan jalan pengusaha dan memberi makan para peretas!\" pungkas rio. #beritatiktok #fyp #jambi #hukum  Sekretariat Negara  Hukum RI  RI  Yudhi Sadewa", "post_id": "7609608668916583701"}}, {"key": "Purbaya", "attributes": {"label": "Purbaya", "x": 840.2543458034937, "y": 719.4622458703519, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.0081, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609608668916583701", "id": "Purbaya", "source": "tiktok-000001", "content": "jambi - Institusi perbankan kebanggaan daerah, Bank 9 Jambi, kini tengah dihantam badai kritik hebat yang melumpuhkan kredibilitasnya. Gelombang perlawanan tajam datang dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), yang menilai bank plat merah tersebut telah kehilangan kompas moral dan profesionalisme. Dua skandal besar—alokasi dana CSR untuk jalan batubara dan bobolnya data nasabah oleh hacker—menjadi bukti otentik adanya pembusukan manajemen dari dalam . CSR Rp1,5 Miliar: \"Pelacuran\" Kebijakan Demi Memuluskan Eksploitasi ​Aktivis mahasiswa dari GBRK menyoroti dengan tajam kebijakan Direksi Bank 9 Jambi yang menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,5 miliar hanya untuk menambal jalan yang rusak akibat angkutan batubara. KETUA GBRK  Rio Jodiansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk \"pelacuran kebijakan\". Dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin untuk beasiswa pendidikan atau modal UMKM, justru dijadikan \"dana talangan\" untuk menutupi dosa infrastruktur yang disebabkan oleh korporasi tambang raksasa. ​\"Ini adalah penghinaan intelektual. Bank 9 Jambi bukan lagi milik rakyat, tapi seolah menjadi 'bendahara pribadi' para oligarki batubara. Mengapa uang tabungan rakyat digunakan untuk memuluskan bisnis yang justru menyengsarakan rakyat di jalanan?\" tegas Ketua GBRK. Belum kering luka rakyat akibat skandal CSR, Bank 9 Jambi kembali mempermalukan diri dengan bobolnya sistem keamanan digital mereka. Data-data sensitif nasabah dikabarkan jatuh ke tangan peretas (hacker), menelanjangi privasi ribuan warga Jambi di pasar gelap internet. Ketua GBRK rio jodiansyah menilai insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kelalaian fatal. Mereka menyindir jargon \"Digital Banking\" yang sering dipamerkan bank tersebut sebagai retorika kosong. Bank dinilai lebih sibuk bersolek dengan citra modernitas daripada berinvestasi pada sistem keamanan siber yang mumpuni. Pembobolan ini dianggap sebagai bukti bahwa Bank 9 Jambi hanyalah \"celengan retak\" yang tidak lagi layak memegang amanah finansial masyarakat Menyikapi rentetan musibah yang dianggap sebagai \"buah dari salah kelola\" ini, GBRK menuntut beberapa hal Kami menuntut pencopotan seluruh jajaran Direksi yang menandatangani kebijakan CSR batubara. Jangan biarkan \"antek oligarki\" memimpin bank daerah! Membuka seluruh aliran dana CSR secara telanjang agar rakyat tahu kemana saja keringat mereka disalurkan Bank harus bertanggung jawab secara materil atas bocornya data nasabah yang memicu kerentanan terhadap tindak kriminal perbankan. Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham tetap bungkam, maka kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan daerah berada di ujung tanduk. ​\"Rakyat menabung untuk masa depan, bukan untuk membiayai kerusakan jalan pengusaha dan memberi makan para peretas!\" pungkas rio. #beritatiktok #fyp #jambi #hukum  Sekretariat Negara  Hukum RI  RI  Yudhi Sadewa", "post_id": "7609608668916583701"}}, {"key": "zul.hasan", "attributes": {"label": "zul.hasan", "x": 840.2623636643677, "y": 614.6788070199929, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.0081, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609608668916583701", "id": "zul.hasan", "source": "tiktok-000001", "content": "jambi - Institusi perbankan kebanggaan daerah, Bank 9 Jambi, kini tengah dihantam badai kritik hebat yang melumpuhkan kredibilitasnya. Gelombang perlawanan tajam datang dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), yang menilai bank plat merah tersebut telah kehilangan kompas moral dan profesionalisme. Dua skandal besar—alokasi dana CSR untuk jalan batubara dan bobolnya data nasabah oleh hacker—menjadi bukti otentik adanya pembusukan manajemen dari dalam . CSR Rp1,5 Miliar: \"Pelacuran\" Kebijakan Demi Memuluskan Eksploitasi ​Aktivis mahasiswa dari GBRK menyoroti dengan tajam kebijakan Direksi Bank 9 Jambi yang menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,5 miliar hanya untuk menambal jalan yang rusak akibat angkutan batubara. KETUA GBRK  Rio Jodiansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk \"pelacuran kebijakan\". Dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin untuk beasiswa pendidikan atau modal UMKM, justru dijadikan \"dana talangan\" untuk menutupi dosa infrastruktur yang disebabkan oleh korporasi tambang raksasa. ​\"Ini adalah penghinaan intelektual. Bank 9 Jambi bukan lagi milik rakyat, tapi seolah menjadi 'bendahara pribadi' para oligarki batubara. Mengapa uang tabungan rakyat digunakan untuk memuluskan bisnis yang justru menyengsarakan rakyat di jalanan?\" tegas Ketua GBRK. Belum kering luka rakyat akibat skandal CSR, Bank 9 Jambi kembali mempermalukan diri dengan bobolnya sistem keamanan digital mereka. Data-data sensitif nasabah dikabarkan jatuh ke tangan peretas (hacker), menelanjangi privasi ribuan warga Jambi di pasar gelap internet. Ketua GBRK rio jodiansyah menilai insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kelalaian fatal. Mereka menyindir jargon \"Digital Banking\" yang sering dipamerkan bank tersebut sebagai retorika kosong. Bank dinilai lebih sibuk bersolek dengan citra modernitas daripada berinvestasi pada sistem keamanan siber yang mumpuni. Pembobolan ini dianggap sebagai bukti bahwa Bank 9 Jambi hanyalah \"celengan retak\" yang tidak lagi layak memegang amanah finansial masyarakat Menyikapi rentetan musibah yang dianggap sebagai \"buah dari salah kelola\" ini, GBRK menuntut beberapa hal Kami menuntut pencopotan seluruh jajaran Direksi yang menandatangani kebijakan CSR batubara. Jangan biarkan \"antek oligarki\" memimpin bank daerah! Membuka seluruh aliran dana CSR secara telanjang agar rakyat tahu kemana saja keringat mereka disalurkan Bank harus bertanggung jawab secara materil atas bocornya data nasabah yang memicu kerentanan terhadap tindak kriminal perbankan. Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham tetap bungkam, maka kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan daerah berada di ujung tanduk. ​\"Rakyat menabung untuk masa depan, bukan untuk membiayai kerusakan jalan pengusaha dan memberi makan para peretas!\" pungkas rio. #beritatiktok #fyp #jambi #hukum  Sekretariat Negara  Hukum RI  RI  Yudhi Sadewa", "post_id": "7609608668916583701"}}, {"key": "gerindra", "attributes": {"label": "gerindra", "x": 855.3887740163248, "y": 506.7572244295614, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 92.0081, "eigenvector": 166.6667, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609608668916583701", "id": "gerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "jambi - Institusi perbankan kebanggaan daerah, Bank 9 Jambi, kini tengah dihantam badai kritik hebat yang melumpuhkan kredibilitasnya. Gelombang perlawanan tajam datang dari Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK), yang menilai bank plat merah tersebut telah kehilangan kompas moral dan profesionalisme. Dua skandal besar—alokasi dana CSR untuk jalan batubara dan bobolnya data nasabah oleh hacker—menjadi bukti otentik adanya pembusukan manajemen dari dalam . CSR Rp1,5 Miliar: \"Pelacuran\" Kebijakan Demi Memuluskan Eksploitasi ​Aktivis mahasiswa dari GBRK menyoroti dengan tajam kebijakan Direksi Bank 9 Jambi yang menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp1,5 miliar hanya untuk menambal jalan yang rusak akibat angkutan batubara. KETUA GBRK  Rio Jodiansyah menyebut langkah ini sebagai bentuk \"pelacuran kebijakan\". Dana yang seharusnya menjadi hak rakyat miskin untuk beasiswa pendidikan atau modal UMKM, justru dijadikan \"dana talangan\" untuk menutupi dosa infrastruktur yang disebabkan oleh korporasi tambang raksasa. ​\"Ini adalah penghinaan intelektual. Bank 9 Jambi bukan lagi milik rakyat, tapi seolah menjadi 'bendahara pribadi' para oligarki batubara. Mengapa uang tabungan rakyat digunakan untuk memuluskan bisnis yang justru menyengsarakan rakyat di jalanan?\" tegas Ketua GBRK. Belum kering luka rakyat akibat skandal CSR, Bank 9 Jambi kembali mempermalukan diri dengan bobolnya sistem keamanan digital mereka. Data-data sensitif nasabah dikabarkan jatuh ke tangan peretas (hacker), menelanjangi privasi ribuan warga Jambi di pasar gelap internet. Ketua GBRK rio jodiansyah menilai insiden ini bukan sekadar kegagalan teknis, melainkan kelalaian fatal. Mereka menyindir jargon \"Digital Banking\" yang sering dipamerkan bank tersebut sebagai retorika kosong. Bank dinilai lebih sibuk bersolek dengan citra modernitas daripada berinvestasi pada sistem keamanan siber yang mumpuni. Pembobolan ini dianggap sebagai bukti bahwa Bank 9 Jambi hanyalah \"celengan retak\" yang tidak lagi layak memegang amanah finansial masyarakat Menyikapi rentetan musibah yang dianggap sebagai \"buah dari salah kelola\" ini, GBRK menuntut beberapa hal Kami menuntut pencopotan seluruh jajaran Direksi yang menandatangani kebijakan CSR batubara. Jangan biarkan \"antek oligarki\" memimpin bank daerah! Membuka seluruh aliran dana CSR secara telanjang agar rakyat tahu kemana saja keringat mereka disalurkan Bank harus bertanggung jawab secara materil atas bocornya data nasabah yang memicu kerentanan terhadap tindak kriminal perbankan. Pemerintah Provinsi Jambi selaku pemegang saham tetap bungkam, maka kepercayaan publik terhadap stabilitas keuangan daerah berada di ujung tanduk. ​\"Rakyat menabung untuk masa depan, bukan untuk membiayai kerusakan jalan pengusaha dan memberi makan para peretas!\" pungkas rio. #beritatiktok #fyp #jambi #hukum  Sekretariat Negara  Hukum RI  RI  Yudhi Sadewa", "post_id": "7609608668916583701"}}, {"key": "penarafflesiatv", "attributes": {"label": "penarafflesiatv", "x": 215.26011631466113, "y": 870.5398810293091, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 80.591, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "penarafflesiatv", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "iswahyudi.bankbengkulu", "x": 323.0666240815073, "y": 382.1556797876491, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 149.0934, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "iswahyudi.bankbengkulu", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}], "edges": [{"key": "FKP_Indonesia", "source": "FKP_Indonesia", "target": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "terpercaya_dan_terbaru", "target": "Kementerian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "terpercaya_dan_terbaru", "target": "Kementerian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "terpercaya_dan_terbaru", "target": "DPR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "terpercaya_dan_terbaru", "target": "Purbaya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "terpercaya_dan_terbaru", "target": "zul.hasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "terpercaya_dan_terbaru", "source": "terpercaya_dan_terbaru", "target": "gerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "penarafflesiatv", "source": "penarafflesiatv", "target": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}