{"nodes": [{"key": "palembangterkini.official", "attributes": {"label": "palembangterkini.official", "x": 755.9811588134327, "y": 605.8988618881679, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890675742887851433_1632216784", "id": "palembangterkini.official", "source": "instagram-000001", "content": "Kata Pemerintah, Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% di kuartal I-2026! Di atas prediksi dan jadi yang tertinggi di era Prabowo Subianto.\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025. Ia menyebut capaian ini sebagai yang tertinggi di atas beberapa negara tetangga, seperti Malaysia (4,5 persen), Singapura (4,3 persen), dan Thailand (2,3 persen). \n\nMenurut Airlangga, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN dan G20, hanya sedikit di bawah China yang tumbuh 5,2 persen.", "post_id": "3890675742887851433_1632216784"}}, {"key": "fakta.indo", "attributes": {"label": "fakta.indo", "x": 168.08543899719186, "y": 234.34619976017746, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890675742887851433_1632216784", "id": "fakta.indo", "source": "instagram-000001", "content": "Kata Pemerintah, Ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% di kuartal I-2026! Di atas prediksi dan jadi yang tertinggi di era Prabowo Subianto.\n\nMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,12 persen pada kuartal II 2025. Ia menyebut capaian ini sebagai yang tertinggi di atas beberapa negara tetangga, seperti Malaysia (4,5 persen), Singapura (4,3 persen), dan Thailand (2,3 persen). \n\nMenurut Airlangga, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN dan G20, hanya sedikit di bawah China yang tumbuh 5,2 persen.", "post_id": "3890675742887851433_1632216784"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 220.9182106908295, "y": 491.30459435150186, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 438.1145, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890413627862444394_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "BPS akan merilis data pertumbuhan ekonomi Q1 2026, dengan proyeksi pemerintah dan ekonom di kisaran 5,3%–5,5% YoY. Pertumbuhan ditopang belanja negara yang naik 31,4% menjadi Rp815 triliun, serta penerimaan pajak yang tumbuh >20%. 📊\n\nDari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap kuat didorong momentum Ramadan dan Lebaran, serta peningkatan mobilitas masyarakat. Bank Indonesia juga menilai permintaan domestik masih solid. 💡\n\nNamun, sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan bisa melambat di Q2 karena efek musiman konsumsi mulai berkurang. ⚠️\n\nSumber: katadata.co.id, 5 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp). 🚀\n\n#ekonomiindonesia #PDB #BPS #investasi #makroekonomi #mancingsaham", "post_id": "3890413627862444394_52512310886"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 670.7272933988498, "y": 314.2796444546333, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890696406881838537_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen atau tertinggi dalam 14 triwulan terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian ini lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan akselerasi belanja pemerintah. Sementara dunia usaha justru mengalami tekanan.\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers hibrida, di Jakarta, Selasa (5/5/2026), menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat serta mobilitas di periode Ramadhan dan Lebaran.\n\nKonsumsi rumah tangga pada periode ini tumbuh 5,52 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah juga turut menopang dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen secara tahunan. ”Kalau kita lihat di triwulan I-2026, produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran belanja pemerintah itu tertinggi sejak tahun dasar 2010,” ujarnya.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terpisah, di Jakarta, menyebut, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026 mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makro. Di tengah gejolak dan tekanan perekonomian global yang sangat tidak menentu, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sesuai target, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen. ”Ini menunjukkan bahwa kita mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai ’kutukan’ pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Ekonomi Tumbuh Pesat, tapi Dunia Usaha Tertekan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas #Ekonomi", "post_id": "3890696406881838537_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 647.8762114433594, "y": 45.98525640538676, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890696406881838537_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen atau tertinggi dalam 14 triwulan terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian ini lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan akselerasi belanja pemerintah. Sementara dunia usaha justru mengalami tekanan.\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers hibrida, di Jakarta, Selasa (5/5/2026), menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat serta mobilitas di periode Ramadhan dan Lebaran.\n\nKonsumsi rumah tangga pada periode ini tumbuh 5,52 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah juga turut menopang dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen secara tahunan. ”Kalau kita lihat di triwulan I-2026, produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran belanja pemerintah itu tertinggi sejak tahun dasar 2010,” ujarnya.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terpisah, di Jakarta, menyebut, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026 mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makro. Di tengah gejolak dan tekanan perekonomian global yang sangat tidak menentu, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sesuai target, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen. ”Ini menunjukkan bahwa kita mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai ’kutukan’ pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Ekonomi Tumbuh Pesat, tapi Dunia Usaha Tertekan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas #Ekonomi", "post_id": "3890696406881838537_1537212147"}}, {"key": "glimps.of.facts", "attributes": {"label": "glimps.of.facts", "x": 234.28368535080878, "y": 339.6959265198536, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 65.7176, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636697048879861000", "id": "glimps.of.facts", "source": "tiktok-000001", "content": "Ekonomi Indonesia langsung tancap gas di awal 2026. 🚀 Menurut data resmi BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026. Dan yang bikin menarik 👇 penggerak utamanya bukan faktor luar negeri, tapi belanja masyarakat Indonesia sendiri. 🇮🇩 Artinya: harga yang stabil bikin rakyat tetap pede belanja, dan belanja rakyat bikin ekonomi terus bergerak. Mulai dari 👇 ☕ ngopi di kedai lokal 🛒 belanja di warung 👜 borong produk UMKM semuanya ikut muterin roda ekonomi. Uang yang kita keluarkan nggak hilang begitu aja. Tapi pindah jadi: 💼 penghasilan pedagang 🏪 omzet UMKM 👷 lapangan kerja 📈 pertumbuhan ekonomi nasional Di tengah dunia yang lagi melambat, Indonesia justru tetap tumbuh kuat karena ditopang konsumsi dalam negeri. Ini bukti kalau kekuatan ekonomi Indonesia ada di rakyatnya sendiri. 💯 Jadi jangan remehkan kebiasaan jajan lokal. Karena ternyata… jajanan kita ikut bikin ekonomi negara naik. 💬 Abis ini kalian mau jajan produk lokal apalagi nih? Komen di bawah! 📌 Follow  buat konten cek fakta lainnya. #jagaindonesia #jagaekonominasional  #ekonomi5persen #umkmmaju #antiresesi", "post_id": "7636697048879861000"}}, {"key": "glimpse.of.facts", "attributes": {"label": "glimpse.of.facts", "x": 752.7800680726676, "y": 628.4148717410933, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 121.5776, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636697048879861000", "id": "glimpse.of.facts", "source": "tiktok-000001", "content": "Ekonomi Indonesia langsung tancap gas di awal 2026. 🚀 Menurut data resmi BPS, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% di Kuartal I 2026. Dan yang bikin menarik 👇 penggerak utamanya bukan faktor luar negeri, tapi belanja masyarakat Indonesia sendiri. 🇮🇩 Artinya: harga yang stabil bikin rakyat tetap pede belanja, dan belanja rakyat bikin ekonomi terus bergerak. Mulai dari 👇 ☕ ngopi di kedai lokal 🛒 belanja di warung 👜 borong produk UMKM semuanya ikut muterin roda ekonomi. Uang yang kita keluarkan nggak hilang begitu aja. Tapi pindah jadi: 💼 penghasilan pedagang 🏪 omzet UMKM 👷 lapangan kerja 📈 pertumbuhan ekonomi nasional Di tengah dunia yang lagi melambat, Indonesia justru tetap tumbuh kuat karena ditopang konsumsi dalam negeri. Ini bukti kalau kekuatan ekonomi Indonesia ada di rakyatnya sendiri. 💯 Jadi jangan remehkan kebiasaan jajan lokal. Karena ternyata… jajanan kita ikut bikin ekonomi negara naik. 💬 Abis ini kalian mau jajan produk lokal apalagi nih? Komen di bawah! 📌 Follow  buat konten cek fakta lainnya. #jagaindonesia #jagaekonominasional  #ekonomi5persen #umkmmaju #antiresesi", "post_id": "7636697048879861000"}}], "edges": [{"key": "palembangterkini.official", "source": "palembangterkini.official", "target": "fakta.indo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "glimps.of.facts", "source": "glimps.of.facts", "target": "glimpse.of.facts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}