{"nodes": [{"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 770.8975458173921, "y": 154.422939651495, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 703.5353299495606, "y": 107.16712834928832, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.4683, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "HumasReceh", "attributes": {"label": "HumasReceh", "x": 857.0191747311385, "y": 608.1638302074678, "size": 5.22, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 27.2613, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051887220878180766", "id": "HumasReceh", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah tidak ditentukan oleh jumlah menteri semata. Nilai tukar dipengaruhi faktor global, arus modal, suku bunga, komoditas, dan stabilitas ekonomi nasional.\n\nBarang Wajib Checkout https://t.co/XVl3QoDzbk", "post_id": "2051887220878180766"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 757.1788208876665, "y": 386.02873126331184, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 55.012, "eigenvector": 147.4928, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051887220878180766", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah tidak ditentukan oleh jumlah menteri semata. Nilai tukar dipengaruhi faktor global, arus modal, suku bunga, komoditas, dan stabilitas ekonomi nasional.\n\nBarang Wajib Checkout https://t.co/XVl3QoDzbk", "post_id": "2051887220878180766"}}, {"key": "Don_Cassava", "attributes": {"label": "Don_Cassava", "x": 22.694620649935437, "y": 305.7166955048953, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052073964684624345", "id": "Don_Cassava", "source": "tweet-000004", "content": "Emang ga susah. \nSuku bunga US turun aja \nRupiah auto menguat\nSe simple itu", "post_id": "2052073964684624345"}}, {"key": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "MiskinTV_", "x": 774.9045935789642, "y": 911.1270543346357, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.4683, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052073964684624345", "id": "MiskinTV_", "source": "tweet-000004", "content": "Emang ga susah. \nSuku bunga US turun aja \nRupiah auto menguat\nSe simple itu", "post_id": "2052073964684624345"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 16.66867176050979, "y": 388.59189692848986, "size": 14.65, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 143.2401, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "2051965205526057138", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "scenestera", "attributes": {"label": "scenestera", "x": 721.1681856767734, "y": 609.0197176971317, "size": 11.51, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7433, "eigenvector": 104.5805, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "scenestera", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 327.0905564575961, "y": 484.32546463917504, "size": 11.51, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7433, "eigenvector": 104.5805, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "JeenXjj", "attributes": {"label": "JeenXjj", "x": 835.0848520174902, "y": 992.1258962009454, "size": 11.51, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7433, "eigenvector": 104.5805, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051950268980285731", "id": "JeenXjj", "source": "tweet-000004", "content": "**Penyebab IDR naik (USD/IDR naik ke ~17.393) akhir-akhir ini:**\n\nFaktor utama global:\n- Ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran, Selat Hormuz) → harga minyak melonjak + USD jadi safe haven.\n- Suku bunga AS masih tinggi → modal keluar dari emerging market termasuk RI.", "post_id": "2051950268980285731"}}, {"key": "saphelune_", "attributes": {"label": "saphelune_", "x": 631.1957486043591, "y": 454.7271399185373, "size": 11.51, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7433, "eigenvector": 104.5805, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051950268980285731", "id": "saphelune_", "source": "tweet-000004", "content": "**Penyebab IDR naik (USD/IDR naik ke ~17.393) akhir-akhir ini:**\n\nFaktor utama global:\n- Ketegangan geopolitik Timur Tengah (AS-Iran, Selat Hormuz) → harga minyak melonjak + USD jadi safe haven.\n- Suku bunga AS masih tinggi → modal keluar dari emerging market termasuk RI.", "post_id": "2051950268980285731"}}, {"key": "MrMjab0001", "attributes": {"label": "MrMjab0001", "x": 495.6397673506314, "y": 0.8807408742101952, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051861047045410940", "id": "MrMjab0001", "source": "tweet-000004", "content": "muncul aksi 212 , ada organisasi Radikal yang sekarang ini dah jadi organisasi Terlarang yaitu FPI & banyak sejarah aksi terorisnya . Kenapa dollar naik selain faktor timur Tengah dan suku bunga yang tinggi di AS & faktor keamaan aset (ga mungkin terjadi kalau penuh kadrun)🤣", "post_id": "2051861047045410940"}}, {"key": "rka1959641", "attributes": {"label": "rka1959641", "x": 448.5633392714472, "y": 571.6957530931035, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051861047045410940", "id": "rka1959641", "source": "tweet-000004", "content": "muncul aksi 212 , ada organisasi Radikal yang sekarang ini dah jadi organisasi Terlarang yaitu FPI & banyak sejarah aksi terorisnya . Kenapa dollar naik selain faktor timur Tengah dan suku bunga yang tinggi di AS & faktor keamaan aset (ga mungkin terjadi kalau penuh kadrun)🤣", "post_id": "2051861047045410940"}}, {"key": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "trunkszoldyck", "x": 341.87136867203105, "y": 285.4093839813215, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051861047045410940", "id": "trunkszoldyck", "source": "tweet-000004", "content": "muncul aksi 212 , ada organisasi Radikal yang sekarang ini dah jadi organisasi Terlarang yaitu FPI & banyak sejarah aksi terorisnya . Kenapa dollar naik selain faktor timur Tengah dan suku bunga yang tinggi di AS & faktor keamaan aset (ga mungkin terjadi kalau penuh kadrun)🤣", "post_id": "2051861047045410940"}}, {"key": "Despera98312131", "attributes": {"label": "Despera98312131", "x": 680.6834589562194, "y": 976.5909534078866, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052157929462300769", "id": "Despera98312131", "source": "tweet-000004", "content": "Tapi setidaknya dengan cadangan devisa indo yg besar itu, seharusnya bisa dipake buat buyback rupiah, sehingga value rupiah paling gk pegged/stuck di 16 ribuan, kyk yg dilakuin china & thailand pas covid kemarin, dan juga seharusnya bi juga naikin suku bunga supaya investor balik", "post_id": "2052157929462300769"}}, {"key": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "Hidupsebagai62", "x": 939.5554935165657, "y": 453.3485209679119, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 42.4683, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052157929462300769", "id": "Hidupsebagai62", "source": "tweet-000004", "content": "Tapi setidaknya dengan cadangan devisa indo yg besar itu, seharusnya bisa dipake buat buyback rupiah, sehingga value rupiah paling gk pegged/stuck di 16 ribuan, kyk yg dilakuin china & thailand pas covid kemarin, dan juga seharusnya bi juga naikin suku bunga supaya investor balik", "post_id": "2052157929462300769"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 940.8093702931768, "y": 696.3644046124975, "size": 11.51, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7433, "eigenvector": 104.5805, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 900.0506442504732, "y": 204.95442187527345, "size": 11.51, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.7433, "eigenvector": 104.5805, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "attributes": {"label": "Mamdanrachmat", "x": 246.70682120308584, "y": 395.8631584685882, "size": 5.56, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 31.5141, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051931628126007664", "id": "Mamdanrachmat", "source": "tweet-000004", "content": "Wkwk langsung nyerang kabinet aja nih. Lo pikir kurs cuma ditentukan sama jumlah menteri? Kalo gitu mending kita bikin kabinet 1 orang aja biar rupiah bisa Rp1 per dollar dong. \n\nKrisis global gara2 perang Ukraina-Taiwan, Fed naikin suku bunga, minyak mahal, lo pikir cuma", "post_id": "2051931628126007664"}}, {"key": "SoundOfYogi", "attributes": {"label": "SoundOfYogi", "x": 899.9069699796435, "y": 969.4031120304229, "size": 4.87, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.712, "eigenvector": 23.0086, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051994447861239996", "id": "SoundOfYogi", "source": "tweet-000004", "content": "Lo pikir rupiah jeblok cuma gegara MBG. gemes bgt sih dedek2 doomer gini. emg lo kira klo program makan siang distop hari ini juga tiba2 dolar balik ke 15rb. mimpi kali ya. situasi global lagi chaos, perang dagang, suku bunga fed, tapi analisa lo cuma sebatas boohir dapur. lucu", "post_id": "2051994447861239996"}}, {"key": "PandaMerahku", "attributes": {"label": "PandaMerahku", "x": 890.4531248381622, "y": 147.1742685428764, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051811203903844791", "id": "PandaMerahku", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "Shinichi_El", "attributes": {"label": "Shinichi_El", "x": 842.9801217093159, "y": 681.0815443865622, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051811203903844791", "id": "Shinichi_El", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "1998ur_", "attributes": {"label": "1998ur_", "x": 965.8754234824445, "y": 128.96504751832038, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 32.712, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051811203903844791", "id": "1998ur_", "source": "tweet-000004", "content": "Kuat lemahnya rupiah tergantung, 1. Suku bunga Amerika, 2. Investasi supaya dollar banyak berputar didalam negeri, 3. Banyaknya import negara, lu kira beli pakai apa, blok, goblok, dollar blok. 4. Genjot sektor ekspor supaya banyak dollar masuk. 5. Kuat nggaknya devisa negara.", "post_id": "2051811203903844791"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 908.4071158828532, "y": 888.9471083440234, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.0314, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 3, "degree": 6}, "_id": "3890746094528279072_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Logam Mulia buatan Antam naik didorong penguatan harga emas dunia, meningkatnya permintaan saat harga sempat turun, serta berkurangnya ketegangan Timur Tengah yang membuka peluang penurunan suku bunga.\n\nPada Rabu (6/5/2026), harga emas Antam naik Rp30.000 menjadi Rp2.790.000 per gram, sementara harga buyback ikut naik Rp35.000 ke Rp2.580.000 per gram.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#HargaEmasHariIni #HargaEmasAntam #BloombergTechnoz", "post_id": "3890746094528279072_51748745734"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 268.0151648508788, "y": 734.703721252023, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 153.0369, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "attributes": {"label": "@tribunjambi_official", "x": 716.7370923974813, "y": 490.1543492636723, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "hXnu-40NKrs", "id": "@tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok, Analis Sarankan Pemerintah Stop Sementara MBG\n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. \n\nNilai tukar rupiah di pasar spot melemah saat penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,12 persen ke level 17.346 per dollar AS.\nProgram: BERITA NASIONAL\nEditor:  HR HENDRO SANDI\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber: TRIBUN NETWORK\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "hXnu-40NKrs"}}, {"key": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "tribunjambi_official", "x": 707.5893392760137, "y": 717.7533474627766, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.4683, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "hXnu-40NKrs", "id": "tribunjambi_official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Anjlok, Analis Sarankan Pemerintah Stop Sementara MBG\n\nTekanan terhadap nilai tukar rupiah dinilai masih akan berlanjut di tengah kuatnya sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve. \n\nNilai tukar rupiah di pasar spot melemah saat penutupan perdagangan Kamis (30/4/2026). Mata uang Garuda terdepresiasi 0,12 persen ke level 17.346 per dollar AS.\nProgram: BERITA NASIONAL\nEditor:  HR HENDRO SANDI\nHost:\nReporter:\nVideografer:\nSumber: TRIBUN NETWORK\n\nhttps://jambi.tribunnews.com/news/119...\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nJangan lupa follow akun-akun sosial media TribunJambi.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:\n\nYouTube:    /    /     \nFacebook:   / tribunjambifanspage  \n​Instagram:   /   / tribunjambi  \nTwitter/X:  / https://x.com/tribunjambiku", "post_id": "hXnu-40NKrs"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 722.3526727262919, "y": 270.4029576094721, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.9558, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 591.559066411211, "y": 956.6592803888663, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 42.4683, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HumasReceh", "source": "HumasReceh", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Don_Cassava", "source": "Don_Cassava", "target": "MiskinTV_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "scenestera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "JeenXjj", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "saphelune_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MrMjab0001", "source": "MrMjab0001", "target": "rka1959641", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "MrMjab0001", "source": "MrMjab0001", "target": "trunkszoldyck", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Despera98312131", "source": "Despera98312131", "target": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "SoundOfYogi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "Shinichi_El", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "PandaMerahku", "source": "PandaMerahku", "target": "1998ur_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@tribunjambi_official", "source": "@tribunjambi_official", "target": "tribunjambi_official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}