{"nodes": [{"key": "khairul_ann", "attributes": {"label": "khairul_ann", "x": 302.4734947861829, "y": 938.9819416543237, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049404851839480060", "id": "khairul_ann", "source": "retweet-000002", "content": "Malaysia perlu responsif mengurus ketidaktentuan ekonomi global susulan ketegangan geopolitik\n\nLebih lanjut:\nhttps://t.co/0FI…", "post_id": "2049404851839480060"}}, {"key": "TMPNews_", "attributes": {"label": "TMPNews_", "x": 46.304507104211744, "y": 792.9989607598661, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.8064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049404851839480060", "id": "TMPNews_", "source": "retweet-000002", "content": "Malaysia perlu responsif mengurus ketidaktentuan ekonomi global susulan ketegangan geopolitik\n\nLebih lanjut:\nhttps://t.co/0FI…", "post_id": "2049404851839480060"}}, {"key": "Its_ereko", "attributes": {"label": "Its_ereko", "x": 185.459936262667, "y": 898.3516030408716, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.5607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 3, "degree": 4}, "_id": "2049531051869880593", "id": "Its_ereko", "source": "retweet-000002", "content": "Tatanan Dunia Baru yg merujuk pada pergeseran geopolitik dan ekonomi global menuju struktur multipolar, di man…", "post_id": "2049531051869880593"}}, {"key": "NurSyahbana9", "attributes": {"label": "NurSyahbana9", "x": 993.4525255973549, "y": 519.8013519809768, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.5607, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2049531051869880593", "id": "NurSyahbana9", "source": "retweet-000002", "content": "Tatanan Dunia Baru yg merujuk pada pergeseran geopolitik dan ekonomi global menuju struktur multipolar, di man…", "post_id": "2049531051869880593"}}, {"key": "Jordameds", "attributes": {"label": "Jordameds", "x": 770.0285081487942, "y": 685.3710525164986, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052032940939624786", "id": "Jordameds", "source": "tweet-000004", "content": "Aman Dari mana cui ? Defisit APBN semakin besar, utang semakin meningkat,  Rupiah amblas", "post_id": "2052032940939624786"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 465.96177367954783, "y": 252.64551606770158, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052032940939624786", "id": "99propaganda", "source": "tweet-000004", "content": "Aman Dari mana cui ? Defisit APBN semakin besar, utang semakin meningkat,  Rupiah amblas", "post_id": "2052032940939624786"}}, {"key": "YLover38811", "attributes": {"label": "YLover38811", "x": 998.3704950958862, "y": 945.6010079060025, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051918674261618734", "id": "YLover38811", "source": "tweet-000004", "content": "menurut w defisit APBN dijaga sesuai bts yg ditetapkan undang2, sehingga klaim “fiskal ditinggalkan dmi growth” tidak sesuai fakta. Jika bnr kebijakan growth-first merusak, fundamental ini seharusnya sdh terganggu. Narasi growth-first rupiah jatuh terlalu menyederhanakan.", "post_id": "2051918674261618734"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 27.25614474493032, "y": 371.1597856905646, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.37, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051918674261618734", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "menurut w defisit APBN dijaga sesuai bts yg ditetapkan undang2, sehingga klaim “fiskal ditinggalkan dmi growth” tidak sesuai fakta. Jika bnr kebijakan growth-first merusak, fundamental ini seharusnya sdh terganggu. Narasi growth-first rupiah jatuh terlalu menyederhanakan.", "post_id": "2051918674261618734"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 747.080334650444, "y": 920.1553850844905, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 464.38256559202904, "y": 806.5889110575702, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "attributes": {"label": "Mamdanrachmat", "x": 759.1150709154097, "y": 633.8655191590182, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051951797804171544", "id": "Mamdanrachmat", "source": "tweet-000004", "content": "Wkwk langsung ngaco nih datanya. Defisit APBN 240T vs MBG 255T terus disimpulin \"hentikan MBG\"? Itu mah malah bikin rakyat kecil makin sengsara. Lo mau hapus subsidi sembako buat rakyat kecil biar angka di excel keliatan bagus? Koplak siapa coba.\n\nMasalah rupiah emang serius", "post_id": "2051951797804171544"}}, {"key": "Dospemz", "attributes": {"label": "Dospemz", "x": 902.9039731709422, "y": 809.9788325167444, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051951797804171544", "id": "Dospemz", "source": "tweet-000004", "content": "Wkwk langsung ngaco nih datanya. Defisit APBN 240T vs MBG 255T terus disimpulin \"hentikan MBG\"? Itu mah malah bikin rakyat kecil makin sengsara. Lo mau hapus subsidi sembako buat rakyat kecil biar angka di excel keliatan bagus? Koplak siapa coba.\n\nMasalah rupiah emang serius", "post_id": "2051951797804171544"}}, {"key": "sasah79400", "attributes": {"label": "sasah79400", "x": 323.6717966902013, "y": 954.5979818625806, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "sasah79400", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "kucinglaper_", "attributes": {"label": "kucinglaper_", "x": 981.1828336760015, "y": 191.0450835375246, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051875007631159312", "id": "kucinglaper_", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy.", "post_id": "2051875007631159312"}}, {"key": "bps_statistics", "attributes": {"label": "bps_statistics", "x": 217.2060300380736, "y": 279.7977873229268, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 88.0991, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 14, "out_degree": 0, "degree": 14}, "_id": "2051875007631159312", "id": "bps_statistics", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy.", "post_id": "2051875007631159312"}}, {"key": "da4tyotyas", "attributes": {"label": "da4tyotyas", "x": 51.47563923180742, "y": 0.5307031927448413, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051865382785560899", "id": "da4tyotyas", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy... https://t.co/rrg2HfOZK0", "post_id": "2051865382785560899"}}, {"key": "budipuri", "attributes": {"label": "budipuri", "x": 205.6845030744435, "y": 484.7581225574491, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051951477393182833", "id": "budipuri", "source": "tweet-000004", "content": "Di  tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi  perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman ,  pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali  menguat, mencapai 5,61%yoy, mencetak rekor pertumbuhan https://t.co/pQFybul4gE", "post_id": "2051951477393182833"}}, {"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 823.9039298045163, "y": 695.6388541630444, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 942.1894099060524, "y": 639.1802698908343, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kebumeen", "attributes": {"label": "kebumeen", "x": 61.39694528620776, "y": 967.3255739962464, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051938776067510467", "id": "kebumeen", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, https://t.co/R0quETGWVW", "post_id": "2051938776067510467"}}, {"key": "dityaekasapta", "attributes": {"label": "dityaekasapta", "x": 382.33098553727154, "y": 566.2628139323398, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051881411561537577", "id": "dityaekasapta", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan https://t.co/AwELb3yGOn", "post_id": "2051881411561537577"}}, {"key": "Davedoank1", "attributes": {"label": "Davedoank1", "x": 261.4771208708658, "y": 586.9361283913647, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051937528610177243", "id": "Davedoank1", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor #APBNKiTa https://t.co/rJC1xsciJK", "post_id": "2051937528610177243"}}, {"key": "inusantara002", "attributes": {"label": "inusantara002", "x": 47.864494103237675, "y": 234.12631616772006, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051927395603788122", "id": "inusantara002", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan https://t.co/XyyacL7ngg", "post_id": "2051927395603788122"}}, {"key": "yan_hasbi", "attributes": {"label": "yan_hasbi", "x": 15.338411893841775, "y": 927.0562963846997, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051916354157256838", "id": "yan_hasbi", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan , pd kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19. https://t.co/9kblTCCp2L", "post_id": "2051916354157256838"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 442.6902192272949, "y": 279.1198110103688, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051877053486555645", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 613.6428272125897, "y": 809.911772734493, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 932.1775619320583, "y": 566.6494472070591, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 341.39795649233906, "y": 804.2455347983828, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "ptpn1official", "attributes": {"label": "ptpn1official", "x": 359.4444366475055, "y": 191.02896636397548, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051985664196198531", "id": "ptpn1official", "source": "tweet-000004", "content": "Halo #SobatEntrePlanters PTPN I\n\nJangan lewatkan diskusi paling komprehensif tahun ini di Economic Briefing 2026 Garuda TV!\nSaksikan diskusi ini di kanal YouTube  https://t.co/icWPpXzNjU\n\nDengan tema “Membedah Arah Ekonomi di Tengah Tantangan Geopolitik Global”, https://t.co/HeJpqGh1BN", "post_id": "2051985664196198531"}}, {"key": "ptpn1", "attributes": {"label": "ptpn1", "x": 235.63217011432792, "y": 676.271626391761, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051985664196198531", "id": "ptpn1", "source": "tweet-000004", "content": "Halo #SobatEntrePlanters PTPN I\n\nJangan lewatkan diskusi paling komprehensif tahun ini di Economic Briefing 2026 Garuda TV!\nSaksikan diskusi ini di kanal YouTube  https://t.co/icWPpXzNjU\n\nDengan tema “Membedah Arah Ekonomi di Tengah Tantangan Geopolitik Global”, https://t.co/HeJpqGh1BN", "post_id": "2051985664196198531"}}, {"key": "KPembuang25484", "attributes": {"label": "KPembuang25484", "x": 860.6192313603367, "y": 837.3581210603787, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051849638156931086", "id": "KPembuang25484", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19. https://t.co/bsQ7ldSWiE", "post_id": "2051849638156931086"}}, {"key": "kougan_anki", "attributes": {"label": "kougan_anki", "x": 9.681196278280012, "y": 923.7062414777486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052174328683532505", "id": "kougan_anki", "source": "tweet-000004", "content": "MBG itu konsumsi pemerintah yg membuat defisit APBN. Kok bs digembar-gemborkan sebagai pertumbuhan ekonomi? Ahli ekonomi ketawa.", "post_id": "2052174328683532505"}}, {"key": "ARSIPAJA", "attributes": {"label": "ARSIPAJA", "x": 117.34362035648371, "y": 412.92471376829644, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052174328683532505", "id": "ARSIPAJA", "source": "tweet-000004", "content": "MBG itu konsumsi pemerintah yg membuat defisit APBN. Kok bs digembar-gemborkan sebagai pertumbuhan ekonomi? Ahli ekonomi ketawa.", "post_id": "2052174328683532505"}}, {"key": "KangJoedhi", "attributes": {"label": "KangJoedhi", "x": 37.43830860470698, "y": 827.6864801913058, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052232271185494365", "id": "KangJoedhi", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, https://t.co/25ERANcCbE", "post_id": "2052232271185494365"}}, {"key": "amri_BDK984_", "attributes": {"label": "amri_BDK984_", "x": 925.5616169944259, "y": 816.5805818567133, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052181783559753809", "id": "amri_BDK984_", "source": "tweet-000004", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan..", "post_id": "2052181783559753809"}}, {"key": "pajakwonosari", "attributes": {"label": "pajakwonosari", "x": 863.239222768351, "y": 172.34301662720674, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 76.8578, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890921996373027574_4237599560", "id": "pajakwonosari", "source": "instagram-000001", "content": "Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19.\n\nMenkeu Purbaya pada konferensi pers #APBNKiTa siang ini meyakinkan kembali bahwa situasi Indonesia stabil dan aman. Eskalasi geopolitik memang memberikan tekanan, tetapi Pemerintah memastikan akan terus melakukan pengawasan dan sigap melakukan langkah perbaikan agar pembangunan Indonesia terus berjalan.", "post_id": "3890921996373027574_4237599560"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 245.61138724465005, "y": 948.3746774770689, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "sucorsekuritas", "x": 654.0157953293561, "y": 335.75107477256563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sucorsekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "helmyyahyaofficial", "attributes": {"label": "helmyyahyaofficial", "x": 281.5644556745375, "y": 943.9320931043785, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "7636699103732223240", "id": "helmyyahyaofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "Geopolitik dunia saat ini ikut memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia. Di tengah ketidakpastian ini, apakah emas masih jadi investasi paling aman? Bersama Freddy Chandra selaku Direktur Utama QuickPro, kami membahas strategi investasi yang aman sekaligus menguntungkan di kondisi saat ini. Nantikan selengkapnya di Helmy Yahya Bicara Youtube Channel. -- Untuk informasi kerja sama: Whatsapp: +62 821 1701 644 (Citra) atau melalui DM Instagram Temukan kami di: YouTube: Helmy Yahya Bicara Instagram:  TikTok:  #QuickPro #Favoritnyatraderemas #BisaNaikLevel", "post_id": "7636699103732223240"}}, {"key": "hybicara", "attributes": {"label": "hybicara", "x": 774.9949577981017, "y": 229.0591476655993, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 14.409, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636699103732223240", "id": "hybicara", "source": "tiktok-000001", "content": "Geopolitik dunia saat ini ikut memengaruhi kondisi ekonomi global, termasuk Indonesia. Di tengah ketidakpastian ini, apakah emas masih jadi investasi paling aman? Bersama Freddy Chandra selaku Direktur Utama QuickPro, kami membahas strategi investasi yang aman sekaligus menguntungkan di kondisi saat ini. Nantikan selengkapnya di Helmy Yahya Bicara Youtube Channel. -- Untuk informasi kerja sama: Whatsapp: +62 821 1701 644 (Citra) atau melalui DM Instagram Temukan kami di: YouTube: Helmy Yahya Bicara Instagram:  TikTok:  #QuickPro #Favoritnyatraderemas #BisaNaikLevel", "post_id": "7636699103732223240"}}, {"key": "kabarina.com", "attributes": {"label": "kabarina.com", "x": 382.7276281130929, "y": 530.2606211380476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7623450186353822983", "id": "kabarina.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabarina.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero melalui penandatanganan Perjanjian Uncommitted Facility Line senilai Rp200 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di kantor SMF sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jambi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bank Jambi dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dukungan fasilitas dari SMF diharapkan mampu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Baca Selengkapnya di www.kabarina.com #jambi #kotajambi #bankjambi #semuaorang #update", "post_id": "7623450186353822983"}}, {"key": "bankjambi", "attributes": {"label": "bankjambi", "x": 486.1420926911105, "y": 56.152150033053076, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7623450186353822983", "id": "bankjambi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabarina.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero melalui penandatanganan Perjanjian Uncommitted Facility Line senilai Rp200 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di kantor SMF sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jambi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bank Jambi dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dukungan fasilitas dari SMF diharapkan mampu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Baca Selengkapnya di www.kabarina.com #jambi #kotajambi #bankjambi #semuaorang #update", "post_id": "7623450186353822983"}}, {"key": "ptpn1.official", "attributes": {"label": "ptpn1.official", "x": 617.3460241097372, "y": 248.35747316076817, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 55.2336, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7636736857526504725", "id": "ptpn1.official", "source": "tiktok-000001", "content": "Halo #SobatEntrePlanters PTPN I Jangan lewatkan diskusi paling komprehensif tahun ini di Economic Briefing 2026 Garuda TV! Saksikan diskusi ini di kanal YouTube  https://youtu.be/8JCu1HYFHP8 Dengan tema “Membedah Arah Ekonomi di Tengah Tantangan Geopolitik Global”, acara ini menghadirkan berbagai tokoh nasional, termasuk Utusan Khusus Presiden bidang Energi dan Perubahan Iklim Bpk. Hashim S. Djojohadikusumo, Menteri Koperasi RI Bpk. Ferry Juliantono, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Ibu Widiastuti, Direktur Utama PTPN I (Persero) Bpk. Teddy Y. Danas, serta Corporate Secretary PTPN I (Persero) Bpk. Aris Handoyo dan beberapa pimpinan BUMN lainnya. Dari sudut pandang industri perkebunan, PTPN I (Persero) akan turut memperkaya diskusi dengan insight strategis terkait penguatan ketahanan pangan nasional serta percepatan hilirisasi komoditas, sebagai upaya menciptakan nilai tambah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dipandu oleh Aline Wiraatmadja dan Dian Mirza, diskusi ini akan mengupas tuntas peluang, tantangan, serta arah kebijakan ekonomi ke depan. Mari bersama menyimak dan memperluas wawasan untuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih kuat dan berkelanjutan. #EconomicBriefing2026 #TumbuhBangunNegeri #PTPN1Juara #HoldingPerkebunanNusantara #DanantaraIndonesia #BUMNUntukIndonesia #KebanggaanBaruIndonesia", "post_id": "7636736857526504725"}}, {"key": "@GEP-GeoEkonomiPolitik", "attributes": {"label": "@GEP-GeoEkonomiPolitik", "x": 603.9714300200724, "y": 613.0500206277899, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Qhy_W7hN58c", "id": "@GEP-GeoEkonomiPolitik", "source": "youtube-000001", "content": "Taruhan Rp116T! 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II: Lompatan Besar atau Taruhan Berisiko?\n\nRp116 triliun digelontorkan.\n13 proyek hilirisasi nasional langsung dijalankan.\n\nPertanyaannya… ini langkah strategis menuju kedaulatan ekonomi… atau justru taruhan besar yang penuh risiko?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara tajam program Hilirisasi Nasional Tahap II—mulai dari sektor energi, mineral, hingga pertanian. Pemerintah mendorong Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tapi naik kelas menjadi negara industri berbasis nilai tambah.\n\nNamun di balik ambisi besar ini, ada banyak pertanyaan penting:\nApakah Indonesia benar-benar siap dari sisi teknologi dan SDM?\nSeberapa besar risiko ketergantungan terhadap asing?\nDan apakah manfaatnya benar-benar akan dirasakan oleh rakyat?\n\nDi tengah dunia yang sedang berubah—dengan konflik global, krisis energi, dan perebutan sumber daya—Indonesia mencoba mengambil posisi baru dalam peta ekonomi global.\n\nIni bukan sekadar proyek ekonomi.\nIni adalah pertarungan arah masa depan Indonesia.\n\n📊 Apakah ini lompatan besar… atau langkah yang terlalu berani?\n\nTonton sampai akhir, karena kita akan bongkar sisi yang jarang dibahas.\n\n📌 Jangan lupa:\n👍 Like jika kamu suka analisis seperti ini\n💬 Tulis pendapat kamu di komentar\n🔔 Subscribe untuk konten geo-ekonomi & geopolitik terbaru\nsource:    /    \n#Hilirisasi\n#EkonomiIndonesia\n#Geopolitik\n#Investasi\n#Prabowo\n#IndustriNasional\n#EkonomiGlobal\n#NikelIndonesia\n#Energi\n#AnalisisEkonomi", "post_id": "Qhy_W7hN58c"}}, {"key": "sekretariatpresiden", "attributes": {"label": "sekretariatpresiden", "x": 716.737215154386, "y": 368.20299256620615, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Qhy_W7hN58c", "id": "sekretariatpresiden", "source": "youtube-000001", "content": "Taruhan Rp116T! 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II: Lompatan Besar atau Taruhan Berisiko?\n\nRp116 triliun digelontorkan.\n13 proyek hilirisasi nasional langsung dijalankan.\n\nPertanyaannya… ini langkah strategis menuju kedaulatan ekonomi… atau justru taruhan besar yang penuh risiko?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara tajam program Hilirisasi Nasional Tahap II—mulai dari sektor energi, mineral, hingga pertanian. Pemerintah mendorong Indonesia untuk tidak lagi sekadar menjual bahan mentah, tapi naik kelas menjadi negara industri berbasis nilai tambah.\n\nNamun di balik ambisi besar ini, ada banyak pertanyaan penting:\nApakah Indonesia benar-benar siap dari sisi teknologi dan SDM?\nSeberapa besar risiko ketergantungan terhadap asing?\nDan apakah manfaatnya benar-benar akan dirasakan oleh rakyat?\n\nDi tengah dunia yang sedang berubah—dengan konflik global, krisis energi, dan perebutan sumber daya—Indonesia mencoba mengambil posisi baru dalam peta ekonomi global.\n\nIni bukan sekadar proyek ekonomi.\nIni adalah pertarungan arah masa depan Indonesia.\n\n📊 Apakah ini lompatan besar… atau langkah yang terlalu berani?\n\nTonton sampai akhir, karena kita akan bongkar sisi yang jarang dibahas.\n\n📌 Jangan lupa:\n👍 Like jika kamu suka analisis seperti ini\n💬 Tulis pendapat kamu di komentar\n🔔 Subscribe untuk konten geo-ekonomi & geopolitik terbaru\nsource:    /    \n#Hilirisasi\n#EkonomiIndonesia\n#Geopolitik\n#Investasi\n#Prabowo\n#IndustriNasional\n#EkonomiGlobal\n#NikelIndonesia\n#Energi\n#AnalisisEkonomi", "post_id": "Qhy_W7hN58c"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 531.2246141605226, "y": 440.1462582833081, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 598.8112660833237, "y": 43.80332464172654, "size": 3.01, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.2912, "eigenvector": 0.0599, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 647.8637893298294, "y": 835.124551127676, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.465, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 794.6191791468607, "y": 419.51670327871335, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.465, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 165.25520709931706, "y": 226.55716064359743, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.465, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 621.1176715980047, "y": 969.8298544715652, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.465, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 462.2108171697179, "y": 419.5526797408534, "size": 3.02, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.465, "eigenvector": 0.1142, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "0sDdk0cv81U", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Ketahanan Energi di KTT ASEAN 2026 | IDXC UPDATE\n\nPresiden RI Prabowo Subianto bertolak ke Cebu untuk menghadiri KTT ASEAN ke-48 pada 7–8 Mei 2026. Dalam agenda tersebut, Presiden dijadwalkan mengikuti forum BIMP-EAGA guna memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi kawasan. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga akan membahas isu ketahanan energi, dinamika geopolitik global, hingga penguatan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "0sDdk0cv81U"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 698.7494850149444, "y": 600.0524445059311, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "5fEvkoIwX98", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Bahas Agenda Penting Kawasan\n\nGarudaTV - PPresiden Prabowo Subianto resmi bertolak menuju Cebu, Filipina, Kamis (7/5), melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN. Keberangkatan Kepala Negara dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah jajaran menteri kabinet. ✈️🇵🇭\n\nDalam kunjungan ini, Presiden Prabowo diagendakan menghadiri forum strategis BIMP-EAGA untuk memperkuat konektivitas ekonomi subkawasan. Selain itu, isu krusial seperti ketahanan energi, dinamika geopolitik global, dan penguatan kolaborasi antarnegara Asia Tenggara menjadi fokus utama yang akan dibawa Indonesia di meja perundingan.\n\nTurut mendampingi dalam rombongan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Simak update selengkapnya mengenai misi diplomasi Presiden Prabowo di Filipina! 🏛️🤝\n\n#PrabowoSubianto #KTT48ASEAN #Filipina #DiplomasiRI #GibranRakabuming #BIMPEAGA #EkonomiASEAN #PolitikLuarNegeri #PresidenPrabowo #GarudaTV #BreakingNews #IndonesiaMaju #Cebu\n\n\n\n#beritaterkini  \n#laporan8  #garudatv \n\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "5fEvkoIwX98"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 125.73314131909208, "y": 935.0248806129937, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "5fEvkoIwX98", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Bahas Agenda Penting Kawasan\n\nGarudaTV - PPresiden Prabowo Subianto resmi bertolak menuju Cebu, Filipina, Kamis (7/5), melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma untuk menghadiri KTT ke-48 ASEAN. Keberangkatan Kepala Negara dilepas langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah jajaran menteri kabinet. ✈️🇵🇭\n\nDalam kunjungan ini, Presiden Prabowo diagendakan menghadiri forum strategis BIMP-EAGA untuk memperkuat konektivitas ekonomi subkawasan. Selain itu, isu krusial seperti ketahanan energi, dinamika geopolitik global, dan penguatan kolaborasi antarnegara Asia Tenggara menjadi fokus utama yang akan dibawa Indonesia di meja perundingan.\n\nTurut mendampingi dalam rombongan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Seskab Teddy Indra Wijaya. Simak update selengkapnya mengenai misi diplomasi Presiden Prabowo di Filipina! 🏛️🤝\n\n#PrabowoSubianto #KTT48ASEAN #Filipina #DiplomasiRI #GibranRakabuming #BIMPEAGA #EkonomiASEAN #PolitikLuarNegeri #PresidenPrabowo #GarudaTV #BreakingNews #IndonesiaMaju #Cebu\n\n\n\n#beritaterkini  \n#laporan8  #garudatv \n\n\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\nSubscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \nFollow our Official TikTok   / garudatv.official  \nLike our Official Facebook   / garudatv.official  \nFollow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "5fEvkoIwX98"}}, {"key": "@Firstpost", "attributes": {"label": "@Firstpost", "x": 618.1728452249087, "y": 941.2575304709162, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "B0CNG1Z7Q08", "id": "@Firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Anti-Dolar China Meluas Menjelang Pertemuan Xi-Trump di Beijing | Firstpost Live | N18G\n\nDorongan Anti-Dolar China Meluas Menjelang Pertemuan Xi-Trump di Beijing | Firstpost Live | N18G\n\nChina dan Indonesia telah meluncurkan pembayaran QR lintas batas, memungkinkan transaksi dalam mata uang lokal tanpa menggunakan dolar AS. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Beijing yang lebih besar untuk menginternasionalisasi yuan dan mengurangi ketergantungan pada sistem yang didominasi dolar. Pada saat yang sama, China memperluas perdagangan non-dolar dengan Rusia dan Iran, membangun saluran keuangan alternatif. Dengan jaringan pembayaran digital yang berkembang di seluruh Asia Tenggara, ini menandai pergeseran yang stabil dalam keuangan global. Karena ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat terus berlanjut, perkembangan ini menandakan tantangan jangka panjang terhadap dominasi global dolar dan pengaruh ekonomi Washington.\n\n---\n\nChina | Xi Jinping | Trump | Dolar | Dolar AS | De-Dolarisasi | Firstpost | Berita Langsung | Berita Dunia | Berita Terbaru | Berita Global | Berita Internasional | Berita | Berita Terkini\n\n#china #xijingping #trump #dollar #usdollar #dedollarisation #firstpost #newslive #worldnews #latestnews #globalnews #news #internationalnews #trendingnews\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Situs Web:\nhttps://www.firstpost.com\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost   \n\nIkuti Pos Pertama di Facebook:\n  / firstpostin   \n\nIkuti Firstpost di X:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "B0CNG1Z7Q08"}}, {"key": "firstpost", "attributes": {"label": "firstpost", "x": 297.1816803849592, "y": 138.30078901418585, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "B0CNG1Z7Q08", "id": "firstpost", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Anti-Dolar China Meluas Menjelang Pertemuan Xi-Trump di Beijing | Firstpost Live | N18G\n\nDorongan Anti-Dolar China Meluas Menjelang Pertemuan Xi-Trump di Beijing | Firstpost Live | N18G\n\nChina dan Indonesia telah meluncurkan pembayaran QR lintas batas, memungkinkan transaksi dalam mata uang lokal tanpa menggunakan dolar AS. Langkah ini merupakan bagian dari strategi Beijing yang lebih besar untuk menginternasionalisasi yuan dan mengurangi ketergantungan pada sistem yang didominasi dolar. Pada saat yang sama, China memperluas perdagangan non-dolar dengan Rusia dan Iran, membangun saluran keuangan alternatif. Dengan jaringan pembayaran digital yang berkembang di seluruh Asia Tenggara, ini menandai pergeseran yang stabil dalam keuangan global. Karena ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat terus berlanjut, perkembangan ini menandakan tantangan jangka panjang terhadap dominasi global dolar dan pengaruh ekonomi Washington.\n\n---\n\nChina | Xi Jinping | Trump | Dolar | Dolar AS | De-Dolarisasi | Firstpost | Berita Langsung | Berita Dunia | Berita Terbaru | Berita Global | Berita Internasional | Berita | Berita Terkini\n\n#china #xijingping #trump #dollar #usdollar #dedollarisation #firstpost #newslive #worldnews #latestnews #globalnews #news #internationalnews #trendingnews\n\nFirstpost adalah situs berita dan media India. Dapatkan semua opini tajam, analisis mendalam, dan cerita visual lainnya yang penting bagi Anda dan dunia di sini, di saluran ini.\n\nBerlangganan saluran Firstpost dan tekan ikon lonceng untuk mendapatkan pemberitahuan saat kami siaran langsung.\n\n   /   \n\nIkuti Firstpost di Situs Web:\nhttps://www.firstpost.com\n\nIkuti Firstpost di Instagram:\n  / firstpost   \n\nIkuti Pos Pertama di Facebook:\n  / firstpostin   \n\nIkuti Firstpost di X:\n  / firstpost  \n\nIkuti Firstpost di WhatsApp:\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...", "post_id": "B0CNG1Z7Q08"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 789.3108535476441, "y": 441.3014221220666, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "yqLcZRoBsQo", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Larang Kapal AS Masuk Selat Hormuz, Siap dengan Skenario Terburuk | The Prime Show 6/5\n\nIran Larang Kapal AS Masuk Selat Hormuz, Siap dengan Skenario Terburuk | The Prime Show 6/5\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "yqLcZRoBsQo"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 127.2920680438786, "y": 417.31029304646563, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "yqLcZRoBsQo", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Iran Larang Kapal AS Masuk Selat Hormuz, Siap dengan Skenario Terburuk | The Prime Show 6/5\n\nIran Larang Kapal AS Masuk Selat Hormuz, Siap dengan Skenario Terburuk | The Prime Show 6/5\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #BeritaTerkini #BreakingNews #BeritaHariIni #BeritaNasional #BeritaIndonesia #BeritaDunia #TerlengkapTercepatTerpercaya", "post_id": "yqLcZRoBsQo"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 587.9985843420792, "y": 606.728205823489, "size": 3.02, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.1033, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "dUqNSbtwNNU", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Ekonomi Global Bisa Masuk Skenario Terburuk, Minyak Bisa USD125 per Barel! | MILENOMICS\n\nKepala International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa ekonomi global berpotensi masuk ke dalam skenario terburuk jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut hingga tahun 2027.\n\nDalam skenario tersebut, harga minyak dunia diperkirakan bisa melonjak hingga mencapai USD125 per barel. Kondisi ini berisiko memicu tekanan besar terhadap perekonomian global. Dengan perkembangan terbaru ini, proyeksi IMF sebelumnya yang memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang moderat serta kenaikan harga yang relatif ringan, dinilai sudah tidak lagi relevan.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "dUqNSbtwNNU"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "attributes": {"label": "@PASFMRADIOBISNIS", "x": 800.9728748441762, "y": 138.69446162619693, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "SqERiP_pA7c", "id": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion Selasa 05 Mei 2026 - RESIKO INDONESIA MENGALAMI RESESI RENDAH\n\nMitra bisnis, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim risiko Indonesia mengalami resesi ekonomi saat ini tetap rendah meski ekonomi dunia tengah tertekan akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok. Menurut Airlangga, hal itu mencerminkan ketahanan ekonomi domestik Indonesia yang masih kuat. \n\nApa komentar anda mengenai optimisme ini, apakah memang sesuai dengan kenyataan di lapangan?\n\n#optimisme #ekonomi #pertumbuhanekonomi #trustissues #airlanggahartarto \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis\nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming  https://indotv.live/streaming/\nEmail: redaksi", "post_id": "SqERiP_pA7c"}}, {"key": "pasfm", "attributes": {"label": "pasfm", "x": 278.2353472518345, "y": 233.47528961439258, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "SqERiP_pA7c", "id": "pasfm", "source": "youtube-000001", "content": "Businessman Opinion Selasa 05 Mei 2026 - RESIKO INDONESIA MENGALAMI RESESI RENDAH\n\nMitra bisnis, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim risiko Indonesia mengalami resesi ekonomi saat ini tetap rendah meski ekonomi dunia tengah tertekan akibat konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok. Menurut Airlangga, hal itu mencerminkan ketahanan ekonomi domestik Indonesia yang masih kuat. \n\nApa komentar anda mengenai optimisme ini, apakah memang sesuai dengan kenyataan di lapangan?\n\n#optimisme #ekonomi #pertumbuhanekonomi #trustissues #airlanggahartarto \n\nFollow us! \ntwitter:  \nIG: pasfmradiobisnis\nFB: pasfm.jakarta \nLive streaming  https://indotv.live/streaming/\nEmail: redaksi", "post_id": "SqERiP_pA7c"}}, {"key": "@WealthEmpir", "attributes": {"label": "@WealthEmpir", "x": 995.3690463818807, "y": 47.256761323062115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "6AblD46ak5E", "id": "@WealthEmpir", "source": "youtube-000001", "content": "Penemuan Minyak di Guyana Merupakan yang Terbesar yang Pernah Ada di Karibia!\n\nGuyana telah menemukan cadangan minyak terbesar dalam sejarah Karibia—dan hal ini mengubah industri energi global lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.\n\nDengan lebih dari 11 miliar barel minyak yang ditemukan di Blok Stabroek, lepas pantai Guyana, negara kecil ini telah menjadi salah satu produsen minyak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dipimpin oleh ExxonMobil, bersama dengan mitra Hess dan CNOOC, produksi meningkat pesat menuju lebih dari 1 juta barel per hari.\n\nNamun di balik berita utama terdapat kisah yang lebih dalam.\n\nSiapa sebenarnya yang diuntungkan dari ledakan minyak ini? Bagaimana Perjanjian Bagi Hasil Produksi 2016 memengaruhi kekayaan jangka panjang Guyana? Dan peran apa yang dimainkan Amerika Serikat seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela terkait wilayah Essequibo?\n\nDalam video ini, kami akan membahas:\n\n• Penemuan yang mengubah Karibia selamanya\n• Angka sebenarnya di balik kekayaan minyak Guyana\n\n• Kebenaran tentang kontrak minyak dan pembagian pendapatan\n• Pengaruh AS vs kedaulatan Guyana\n\n• Risiko, peluang, dan masa depan ledakan minyak ini\n\nTidak ada sensasi. Tidak ada konspirasi. Hanya fakta terverifikasi dari laporan resmi, lembaga global, dan data energi.\n\nJika Anda peduli tentang energi global, geopolitik, dan transformasi ekonomi, ini adalah kisah yang perlu Anda pahami.\n\n👉 Berlangganan untuk lebih banyak pembahasan mendalam tentang ekonomi global dan kisah sumber daya tersembunyi.\n\nhttps://youtube.com/?si=p...\n\nPenemuan minyak Guyana, minyak Guyana 2026, blok Stabroek Guyana, ExxonMobil Guyana, ledakan minyak Guyana, penemuan minyak Karibia, penemuan minyak terbesar Karibia, ekonomi minyak Guyana, produksi minyak Guyana, sengketa Venezuela-Guyana, konflik minyak Essequibo, geopolitik minyak Karibia, sumber daya alam Guyana, pengeboran lepas pantai Guyana, pasar minyak global\n\nGuyana, minyak Guyana, penemuan minyak, ExxonMobil, blok Stabroek, minyak Karibia, ledakan minyak, ekonomi Guyana, sengketa Venezuela, Essequibo, pengeboran lepas pantai, energi global, geopolitik minyak, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi\n\n#GuyanaOil #OilDiscovery #ExxonMobil #StabroekBlock #CaribbeanOil #OilBoom #EnergyGeopolitics #VenezuelaGuyana #Essequibo #OffshoreDrilling #EnergiGlobal #NegaraPetro #SumberDayaAlam #TransformasiEkonomi #EkonomiMinyak\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Semua informasi didasarkan pada laporan yang tersedia untuk umum, publikasi pemerintah, dan sumber internasional terpercaya pada tahun 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah dari waktu ke waktu karena faktor pasar, politik, atau operasional. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, hukum, atau investasi.", "post_id": "6AblD46ak5E"}}, {"key": "wealthempir", "attributes": {"label": "wealthempir", "x": 39.40904652143162, "y": 367.98720704754004, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "6AblD46ak5E", "id": "wealthempir", "source": "youtube-000001", "content": "Penemuan Minyak di Guyana Merupakan yang Terbesar yang Pernah Ada di Karibia!\n\nGuyana telah menemukan cadangan minyak terbesar dalam sejarah Karibia—dan hal ini mengubah industri energi global lebih cepat dari yang diperkirakan siapa pun.\n\nDengan lebih dari 11 miliar barel minyak yang ditemukan di Blok Stabroek, lepas pantai Guyana, negara kecil ini telah menjadi salah satu produsen minyak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dipimpin oleh ExxonMobil, bersama dengan mitra Hess dan CNOOC, produksi meningkat pesat menuju lebih dari 1 juta barel per hari.\n\nNamun di balik berita utama terdapat kisah yang lebih dalam.\n\nSiapa sebenarnya yang diuntungkan dari ledakan minyak ini? Bagaimana Perjanjian Bagi Hasil Produksi 2016 memengaruhi kekayaan jangka panjang Guyana? Dan peran apa yang dimainkan Amerika Serikat seiring meningkatnya ketegangan dengan Venezuela terkait wilayah Essequibo?\n\nDalam video ini, kami akan membahas:\n\n• Penemuan yang mengubah Karibia selamanya\n• Angka sebenarnya di balik kekayaan minyak Guyana\n\n• Kebenaran tentang kontrak minyak dan pembagian pendapatan\n• Pengaruh AS vs kedaulatan Guyana\n\n• Risiko, peluang, dan masa depan ledakan minyak ini\n\nTidak ada sensasi. Tidak ada konspirasi. Hanya fakta terverifikasi dari laporan resmi, lembaga global, dan data energi.\n\nJika Anda peduli tentang energi global, geopolitik, dan transformasi ekonomi, ini adalah kisah yang perlu Anda pahami.\n\n👉 Berlangganan untuk lebih banyak pembahasan mendalam tentang ekonomi global dan kisah sumber daya tersembunyi.\n\nhttps://youtube.com/?si=p...\n\nPenemuan minyak Guyana, minyak Guyana 2026, blok Stabroek Guyana, ExxonMobil Guyana, ledakan minyak Guyana, penemuan minyak Karibia, penemuan minyak terbesar Karibia, ekonomi minyak Guyana, produksi minyak Guyana, sengketa Venezuela-Guyana, konflik minyak Essequibo, geopolitik minyak Karibia, sumber daya alam Guyana, pengeboran lepas pantai Guyana, pasar minyak global\n\nGuyana, minyak Guyana, penemuan minyak, ExxonMobil, blok Stabroek, minyak Karibia, ledakan minyak, ekonomi Guyana, sengketa Venezuela, Essequibo, pengeboran lepas pantai, energi global, geopolitik minyak, sumber daya alam, pertumbuhan ekonomi\n\n#GuyanaOil #OilDiscovery #ExxonMobil #StabroekBlock #CaribbeanOil #OilBoom #EnergyGeopolitics #VenezuelaGuyana #Essequibo #OffshoreDrilling #EnergiGlobal #NegaraPetro #SumberDayaAlam #TransformasiEkonomi #EkonomiMinyak\n\nPenafian\n\nVideo ini hanya untuk tujuan informasi dan pendidikan. Semua informasi didasarkan pada laporan yang tersedia untuk umum, publikasi pemerintah, dan sumber internasional terpercaya pada tahun 2026. Angka dan proyeksi dapat berubah dari waktu ke waktu karena faktor pasar, politik, atau operasional. Konten ini bukan merupakan nasihat keuangan, hukum, atau investasi.", "post_id": "6AblD46ak5E"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 701.1075789254055, "y": 47.69713710636181, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 947.4155753469148, "y": 930.6531962674028, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@adespektrum", "attributes": {"label": "@adespektrum", "x": 115.44205105491578, "y": 775.2453752706122, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CwK_6kpesds", "id": "@adespektrum", "source": "youtube-000001", "content": "Singapura Tak Tenang Lagi? Dunia Mulai Cemas Setelah Langkah Baru Indonesia Ini\n\nSelat Malaka bukan sekadar jalur laut biasa. Jalur sempit di Asia Tenggara ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan dunia, dilewati ribuan kapal setiap hari yang membawa minyak, barang elektronik, hingga komoditas bernilai miliaran dolar. Namun di balik besarnya perputaran ekonomi global, muncul pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari Selat Malaka?\n\nDalam video ini, kita membahas bagaimana Indonesia, Malaysia, dan Singapura berada di pusat jalur perdagangan paling strategis di dunia. Mengapa Singapura mampu menghasilkan keuntungan besar dari aktivitas maritim? Kenapa Indonesia yang memiliki wilayah besar justru belum maksimal mengambil manfaat ekonomi? Dan mengapa isu tarif kapal di Selat Malaka selalu memicu reaksi internasional?\n\nVideo ini juga mengupas fakta geopolitik, kepentingan negara besar, ancaman keamanan laut, hingga peluang Indonesia menjadi kekuatan maritim dunia.\n\nTonton sampai habis karena pembahasan ini bukan hanya soal laut, tetapi juga soal ekonomi global, diplomasi, dan masa depan Indonesia di jalur perdagangan internasional.\n#SelatMalaka\n#Indonesia\n#Geopolitik\n#EkonomiDunia\n#PerdaganganGlobal\n#Singapura\n#Malaysia\n#MaritimIndonesia\n#JalurPerdagangan\n#FaktaDunia\n#PolitikInternasional\n#EkonomiGlobal\n#AsiaTenggara\n#AnalisisGeopolitik\n#BeritaDunia \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /", "post_id": "CwK_6kpesds"}}, {"key": "adespektrum", "attributes": {"label": "adespektrum", "x": 199.68207618286104, "y": 151.16448176397, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CwK_6kpesds", "id": "adespektrum", "source": "youtube-000001", "content": "Singapura Tak Tenang Lagi? Dunia Mulai Cemas Setelah Langkah Baru Indonesia Ini\n\nSelat Malaka bukan sekadar jalur laut biasa. Jalur sempit di Asia Tenggara ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan dunia, dilewati ribuan kapal setiap hari yang membawa minyak, barang elektronik, hingga komoditas bernilai miliaran dolar. Namun di balik besarnya perputaran ekonomi global, muncul pertanyaan besar: siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari Selat Malaka?\n\nDalam video ini, kita membahas bagaimana Indonesia, Malaysia, dan Singapura berada di pusat jalur perdagangan paling strategis di dunia. Mengapa Singapura mampu menghasilkan keuntungan besar dari aktivitas maritim? Kenapa Indonesia yang memiliki wilayah besar justru belum maksimal mengambil manfaat ekonomi? Dan mengapa isu tarif kapal di Selat Malaka selalu memicu reaksi internasional?\n\nVideo ini juga mengupas fakta geopolitik, kepentingan negara besar, ancaman keamanan laut, hingga peluang Indonesia menjadi kekuatan maritim dunia.\n\nTonton sampai habis karena pembahasan ini bukan hanya soal laut, tetapi juga soal ekonomi global, diplomasi, dan masa depan Indonesia di jalur perdagangan internasional.\n#SelatMalaka\n#Indonesia\n#Geopolitik\n#EkonomiDunia\n#PerdaganganGlobal\n#Singapura\n#Malaysia\n#MaritimIndonesia\n#JalurPerdagangan\n#FaktaDunia\n#PolitikInternasional\n#EkonomiGlobal\n#AsiaTenggara\n#AnalisisGeopolitik\n#BeritaDunia \n\nBergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:\n   /", "post_id": "CwK_6kpesds"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "attributes": {"label": "@DRMNewsInternational", "x": 539.7953781997187, "y": 30.94045101529719, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "drY2GmnwxZI", "id": "@DRMNewsInternational", "source": "youtube-000001", "content": "FOTO KELUARGA: Menteri Perdagangan G7 Berpose untuk Foto Grup di Pertemuan Penting Paris | AQ1B\n\nPara pemimpin dari negara-negara ekonomi global utama berkumpul di Paris untuk pertemuan perdagangan tingkat tinggi G7 yang berfokus pada meningkatnya ketegangan global, tantangan rantai pasokan, dan perubahan kebijakan perdagangan. Foto bersama tersebut menyatukan perwakilan utama termasuk Uni Eropa, AS, Inggris, Jepang, Kanada, Jerman, Italia, dan Prancis, menyoroti upaya terkoordinasi untuk mengelola risiko ekonomi global. Pertemuan tersebut menggarisbawahi tekanan yang semakin besar pada sistem perdagangan internasional di tengah ketidakpastian geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nMenteri Perdagangan G7 Berpose untuk Foto Bersama di Pertemuan Penting Paris\n\nPara Pemimpin Perdagangan Dunia Berkumpul untuk Foto Bersama G7 dalam Pembicaraan KTT Paris\n\nPara Menteri G7 Bersatu di Paris untuk Foto Bersama Pertemuan Perdagangan Global Penting\n\nPara Pejabat Perdagangan Global Terkemuka Berpose Bersama di Pertemuan G7 di Paris, Prancis\n\nPertemuan G7, menteri perdagangan G7, KTT Paris, pembicaraan perdagangan global, komisioner perdagangan Uni Eropa, perwakilan perdagangan AS, menteri ekonomi Jerman, sekretaris bisnis Inggris, menteri perdagangan Jepang, menteri perdagangan Prancis, menteri perdagangan Kanada, urusan luar negeri Italia, pertemuan para pemimpin dunia, ekonomi global, ketegangan perdagangan, krisis rantai pasokan, hubungan internasional, keamanan ekonomi, ketegangan geopolitik, pasar global, diplomasi ekonomi, berita terkini, berita dunia 2026, foto bersama G7, KTT perdagangan internasional\n\n#G7 #KTTParis #PerdaganganGlobal #BeritaTerkini #EkonomiDunia #PembicaraanPerdagangan #PerangIran #Geopolitik #DonaldTrump #KrisisEkonomi #HubunganInternasional #KTTG7 #BeritaPrancis\n\nSIARAN LANGSUNG: Pertemuan Menteri Perdagangan G7 di Paris di Tengah Perang Iran dan Meningkatnya Ketegangan Global | AC1B\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "drY2GmnwxZI"}}, {"key": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "DRMNewsInternati...", "x": 464.3113552324656, "y": 357.8519072958901, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "drY2GmnwxZI", "id": "DRMNewsInternati...", "source": "youtube-000001", "content": "FOTO KELUARGA: Menteri Perdagangan G7 Berpose untuk Foto Grup di Pertemuan Penting Paris | AQ1B\n\nPara pemimpin dari negara-negara ekonomi global utama berkumpul di Paris untuk pertemuan perdagangan tingkat tinggi G7 yang berfokus pada meningkatnya ketegangan global, tantangan rantai pasokan, dan perubahan kebijakan perdagangan. Foto bersama tersebut menyatukan perwakilan utama termasuk Uni Eropa, AS, Inggris, Jepang, Kanada, Jerman, Italia, dan Prancis, menyoroti upaya terkoordinasi untuk mengelola risiko ekonomi global. Pertemuan tersebut menggarisbawahi tekanan yang semakin besar pada sistem perdagangan internasional di tengah ketidakpastian geopolitik. Untuk detail lebih lanjut, saksikan berita kami dan berlangganan saluran kami, DRM News.\n\nMenteri Perdagangan G7 Berpose untuk Foto Bersama di Pertemuan Penting Paris\n\nPara Pemimpin Perdagangan Dunia Berkumpul untuk Foto Bersama G7 dalam Pembicaraan KTT Paris\n\nPara Menteri G7 Bersatu di Paris untuk Foto Bersama Pertemuan Perdagangan Global Penting\n\nPara Pejabat Perdagangan Global Terkemuka Berpose Bersama di Pertemuan G7 di Paris, Prancis\n\nPertemuan G7, menteri perdagangan G7, KTT Paris, pembicaraan perdagangan global, komisioner perdagangan Uni Eropa, perwakilan perdagangan AS, menteri ekonomi Jerman, sekretaris bisnis Inggris, menteri perdagangan Jepang, menteri perdagangan Prancis, menteri perdagangan Kanada, urusan luar negeri Italia, pertemuan para pemimpin dunia, ekonomi global, ketegangan perdagangan, krisis rantai pasokan, hubungan internasional, keamanan ekonomi, ketegangan geopolitik, pasar global, diplomasi ekonomi, berita terkini, berita dunia 2026, foto bersama G7, KTT perdagangan internasional\n\n#G7 #KTTParis #PerdaganganGlobal #BeritaTerkini #EkonomiDunia #PembicaraanPerdagangan #PerangIran #Geopolitik #DonaldTrump #KrisisEkonomi #HubunganInternasional #KTTG7 #BeritaPrancis\n\nSIARAN LANGSUNG: Pertemuan Menteri Perdagangan G7 di Paris di Tengah Perang Iran dan Meningkatnya Ketegangan Global | AC1B\n----------------------------------------------------------\nSelamat datang di DRM News – sumber utama Anda untuk berita terkini dan analisis ahli tentang urusan global, dunia hiburan, olahraga, AI, pasar keuangan, dan banyak lagi. Kami percaya bahwa demokrasi mati dalam kegelapan, dan kami berkomitmen untuk memberi informasi dan mendidik Anda dengan pelaporan yang tidak bias dan berbasis fakta.\n\nDi DRM News, kami beroperasi secara independen, tanpa pengaruh dari perusahaan, pengiklan, atau pemerintah. Kami meliput berita-berita penting – bahkan yang dihindari orang lain – karena Anda berhak mendapatkan kebenaran.\n\nPunya ide cerita atau umpan balik yang berharga? 💡 Kirimkan email kepada kami di info\n\n—baik itu berupa informasi, opini Anda, atau topik yang ingin Anda lihat diliput.\n\n🔔 Berlangganan untuk pembaruan harian\n👍 Sukai, bagikan, dan beri komentar untuk bergabung dalam percakapan\n📢 Suara Anda penting – beri tahu kami pendapat Anda!\n\n#BeritaTerbaru #BeritaInternasional #AI #Olahraga #Hiburan #PasarKeuangan #DRMNews\n\nSaluran YouTube DRM News dikelola oleh Dot Republic Media, Semua Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.\n\nBerlangganan saluran kami untuk semua pembaruan terbaru: https://youtube.com/\n\nSukai Halaman Facebook kami: https://www.facebook.com/profile.php?...\n\nIkuti kami di Instagram:   / drmnews_", "post_id": "drY2GmnwxZI"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 270.55461309840143, "y": 478.0554361564805, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 521.5155586975559, "y": 200.51075233760184, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 757.6790216973247, "y": 597.2136928834691, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 535.6821833335971, "y": 80.57400876494147, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6326, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "attributes": {"label": "@ThinkingGlobalChannel", "x": 184.02708329197492, "y": 905.037094940827, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "thinkingglobal", "x": 0.37924314909087986, "y": 852.4928546053321, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobal", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "thinkingglobalchannel", "x": 426.2515926271527, "y": 138.88048900435268, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.8064, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobalchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "@bncphl", "attributes": {"label": "@bncphl", "x": 869.3841710540371, "y": 797.5760417737226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2RhYo5SHzIk", "id": "@bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Filipina Memimpin ASEAN: Apa yang Dipertaruhkan bagi Kawasan Ini | Menteri DSWD Irene Dumlao | Bu...\n\nFilipina memegang peran kepemimpinan penting sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di tengah ketidakpastian global—meningkatnya ketegangan geopolitik, guncangan energi, dan volatilitas ekonomi.\n\nDengan agenda yang berpusat pada rakyat yang berfokus pada perlindungan sosial, pemberdayaan pemuda, dan pertumbuhan inklusif, peluang apa yang dapat dibuka Manila untuk kawasan ini?\n\nBergabung bersama kami adalah Irene Dumlao, juru bicara Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), yang berbagi wawasan tentang prioritas ASEAN—mulai dari transformasi digital dan keamanan energi hingga ketahanan pangan dan persatuan regional.\n\nSaksikan sekarang untuk memahami apa yang dipertaruhkan bagi bisnis, komunitas, dan masa depan Asia Tenggara.\n\n🕥 16.00, Senin - Jumat\n📺 TV Gratis Saluran 31, Cignal Saluran 31 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #business360\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin yang sah akan berujung pada tindakan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.", "post_id": "2RhYo5SHzIk"}}, {"key": "bncphl", "attributes": {"label": "bncphl", "x": 706.1517949115355, "y": 842.4444042513594, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2RhYo5SHzIk", "id": "bncphl", "source": "youtube-000001", "content": "Filipina Memimpin ASEAN: Apa yang Dipertaruhkan bagi Kawasan Ini | Menteri DSWD Irene Dumlao | Bu...\n\nFilipina memegang peran kepemimpinan penting sebagai ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di tengah ketidakpastian global—meningkatnya ketegangan geopolitik, guncangan energi, dan volatilitas ekonomi.\n\nDengan agenda yang berpusat pada rakyat yang berfokus pada perlindungan sosial, pemberdayaan pemuda, dan pertumbuhan inklusif, peluang apa yang dapat dibuka Manila untuk kawasan ini?\n\nBergabung bersama kami adalah Irene Dumlao, juru bicara Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD), yang berbagi wawasan tentang prioritas ASEAN—mulai dari transformasi digital dan keamanan energi hingga ketahanan pangan dan persatuan regional.\n\nSaksikan sekarang untuk memahami apa yang dipertaruhkan bagi bisnis, komunitas, dan masa depan Asia Tenggara.\n\n🕥 16.00, Senin - Jumat\n📺 TV Gratis Saluran 31, Cignal Saluran 31 24, Samsung TV Plus, TCL Smart TV, Blast TV, AmasianTV\n📱 Cignal Play, BNC YouTube dan Facebook\n\nKunjungi situs web kami: https://bnc.ph\n\nLihat akun media sosial resmi kami:\n  / bncphl  \n  / bncdotph  \n  / bnc.ph  \n  / bnc.ph  \n   /   \n#bilyonaryonewschannel #bnc #business360\n\nPeringatan: Penggunaan video BNC tanpa izin yang sah akan berujung pada tindakan hukum sesuai dengan hukum yang berlaku.", "post_id": "2RhYo5SHzIk"}}, {"key": "@JohnAndersonMedia", "attributes": {"label": "@JohnAndersonMedia", "x": 634.801712797603, "y": 896.3685211733396, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "5wmLS6Jo6lU", "id": "@JohnAndersonMedia", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Peradaban Kita | Opini John Anderson\n\nDaftar ke Substack John di sini: https://www.ourcivilisationalmoment.com/\n\nOur Civilisational Moment adalah Substack baru yang didedikasikan untuk meneliti kekuatan-kekuatan utama yang membentuk peradaban Barat dan dampaknya terhadap Australia saat ini. Substack ini menyatukan refleksi tentang peristiwa terkini dan tren jangka panjang, bersama dengan kontribusi dari suara-suara yang bijaksana dan berpengetahuan luas, yang berfokus pada lima isu utama: keadaan kebebasan mendasar, kesehatan kohesi sosial dan identitas nasional, tekanan yang semakin meningkat dalam perumahan dan kesempatan ekonomi, kebutuhan akan debat yang lebih mendasar dan transparan tentang energi dan lingkungan, serta tantangan geopolitik dan keamanan nasional yang terus berkembang di dunia yang semakin tidak pasti. Seperti yang diamati Oz Guinness, Barat modern dapat menyerupai \"bunga yang dipetik\"—mempertahankan keindahan luar sambil secara bertahap kehilangan akar yang menopangnya—dan publikasi ini berupaya untuk mengeksplorasi tidak hanya tantangan saat ini, tetapi juga fondasi budaya dan moral yang lebih dalam yang mungkin perlu diperbarui.\n\nDaftar ke buletin John di sini: https://johnanderson.net.au/contact/\n\n--------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nRubrik ini menampilkan John Anderson, mantan Wakil Perdana Menteri Australia, yang mewawancarai para pemimpin pemikiran terkemuka dunia tentang isu-isu sosial, budaya, dan politik yang mendesak saat ini.\n\nJohn percaya bahwa dialog yang tepat dan kuat diperlukan jika kita ingin mempertahankan kekuatan dan kohesi sosial kita. Seperti yang dia katakan; \"Anda tidak dapat menghasilkan kebijakan publik yang baik dari debat publik yang buruk.\"\n\nPastikan Anda berlangganan saluran ini di sini:    /   \n\nDan tetap ikuti semua percakapan terbaru dengan berlangganan buletin di sini: https://johnanderson.net.au/contact/\n\nIkuti John di X: https://x.com/JohnAndersonAC\nIkuti John di Facebook:   / johnandersonac  \nIkuti John di Instagram:   / johnandersonac  \nDukung saluran ini: https://johnanderson.net.au/support/\nSitus web: https://johnanderson.net.au/\nPodcast: https://open.spotify.com/show/6Qh2fEs...\n\n2QH0QLLWRVNX5LFA", "post_id": "5wmLS6Jo6lU"}}, {"key": "johnandersonmedia", "attributes": {"label": "johnandersonmedia", "x": 337.07811558486264, "y": 898.5349606316222, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "5wmLS6Jo6lU", "id": "johnandersonmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Peradaban Kita | Opini John Anderson\n\nDaftar ke Substack John di sini: https://www.ourcivilisationalmoment.com/\n\nOur Civilisational Moment adalah Substack baru yang didedikasikan untuk meneliti kekuatan-kekuatan utama yang membentuk peradaban Barat dan dampaknya terhadap Australia saat ini. Substack ini menyatukan refleksi tentang peristiwa terkini dan tren jangka panjang, bersama dengan kontribusi dari suara-suara yang bijaksana dan berpengetahuan luas, yang berfokus pada lima isu utama: keadaan kebebasan mendasar, kesehatan kohesi sosial dan identitas nasional, tekanan yang semakin meningkat dalam perumahan dan kesempatan ekonomi, kebutuhan akan debat yang lebih mendasar dan transparan tentang energi dan lingkungan, serta tantangan geopolitik dan keamanan nasional yang terus berkembang di dunia yang semakin tidak pasti. Seperti yang diamati Oz Guinness, Barat modern dapat menyerupai \"bunga yang dipetik\"—mempertahankan keindahan luar sambil secara bertahap kehilangan akar yang menopangnya—dan publikasi ini berupaya untuk mengeksplorasi tidak hanya tantangan saat ini, tetapi juga fondasi budaya dan moral yang lebih dalam yang mungkin perlu diperbarui.\n\nDaftar ke buletin John di sini: https://johnanderson.net.au/contact/\n\n--------------------------------------------------------------------------------------------------------------\nRubrik ini menampilkan John Anderson, mantan Wakil Perdana Menteri Australia, yang mewawancarai para pemimpin pemikiran terkemuka dunia tentang isu-isu sosial, budaya, dan politik yang mendesak saat ini.\n\nJohn percaya bahwa dialog yang tepat dan kuat diperlukan jika kita ingin mempertahankan kekuatan dan kohesi sosial kita. Seperti yang dia katakan; \"Anda tidak dapat menghasilkan kebijakan publik yang baik dari debat publik yang buruk.\"\n\nPastikan Anda berlangganan saluran ini di sini:    /   \n\nDan tetap ikuti semua percakapan terbaru dengan berlangganan buletin di sini: https://johnanderson.net.au/contact/\n\nIkuti John di X: https://x.com/JohnAndersonAC\nIkuti John di Facebook:   / johnandersonac  \nIkuti John di Instagram:   / johnandersonac  \nDukung saluran ini: https://johnanderson.net.au/support/\nSitus web: https://johnanderson.net.au/\nPodcast: https://open.spotify.com/show/6Qh2fEs...\n\n2QH0QLLWRVNX5LFA", "post_id": "5wmLS6Jo6lU"}}, {"key": "@professorjiang_explained", "attributes": {"label": "@professorjiang_explained", "x": 555.5071483247449, "y": 658.8980059811145, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.2852, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "L0R3HOkzzys", "id": "@professorjiang_explained", "source": "youtube-000001", "content": "Arab Saudi Mengakhiri Petrodolar. Dunia Tidak Tahu Apa yang Akan Terjadi | Prof Jiang Xueqin\n\nPada Juni 2024, kesepakatan 50 tahun antara Arab Saudi dan Amerika Serikat diam-diam berakhir. Hampir tidak ada yang menyadarinya. Tetapi saya menyadarinya — dan apa yang telah terjadi sejak saat itu adalah salah satu pergeseran keuangan terpenting dalam sejarah modern.\n\nSistem petrodolar, yang secara diam-diam dinegosiasikan oleh Henry Kissinger dan Raja Faisal pada tahun 1974, mengubah dolar AS menjadi mata uang minyak wajib dunia. Kesepakatan itu sekarang telah berakhir. Dan konsekuensinya baru mulai terasa.\n\nDalam video ini, saya menguraikan secara detail apa itu petrodolar, mengapa sistem ini memberi Amerika \"hak istimewa yang luar biasa\" yang belum pernah dimiliki negara lain dalam sejarah, dan apa arti runtuhnya sistem ini secara diam-diam bagi harga bensin Anda, suku bunga hipotek Anda, dan utang nasional sebesar $39 triliun yang coba dibiayai oleh pemerintah Anda.\n\nPangsa dolar dalam cadangan global telah turun ke level terendah dalam 25 tahun terakhir, yaitu 57%. Selat Hormuz sekarang memungut bea minyak dalam yuan. UEA telah meninggalkan OPEC. Negara-negara BRICS sedang membangun koridor perdagangan yang sepenuhnya menghilangkan peran dolar.\n\nIni bukan konspirasi. Ini adalah geopolitik, sejarah keuangan, dan de-dolarisasi yang terjadi secara perlahan — saat ini, pada tahun 2026. Dolar belum mati. Tetapi nilainya sedang menurun. Dan transisi sepuluh hingga dua puluh tahun yang terjadi di sekitar kita akan memengaruhi setiap orang di bumi.\n\nYang saya bahas:\nKesepakatan petrodolar rahasia tahun 1974 antara Kissinger dan Raja Faisal\nTiga pilar tersembunyi yang membuat dominasi dolar hampir tak terhindarkan\nMengapa Arab Saudi memilih untuk tidak memperbarui — dan apa arti keheningan itu\nKrisis Hormuz, keluarnya UEA dari OPEC, dan de-dolarisasi BRICS\nApa artinya ini bagi AS, Tiongkok, India, Eropa, dan negara-negara berkembang\nMengapa dolar menurun — bukan runtuh — dan apa yang akan terjadi selanjutnya\n\nSemua informasi hanya untuk tujuan pendidikan. Ini bukan nasihat keuangan.\n\nPENYANGKALAN:\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian, kuliah, dan kekayaan intelektual asli milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah asli oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Penggunaan Wajar untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan dimaksudkan untuk diskusi edukatif.", "post_id": "L0R3HOkzzys"}}, {"key": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "PredictiveHistory", "x": 318.6115302754707, "y": 48.97858273101219, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.3276, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "L0R3HOkzzys", "id": "PredictiveHistory", "source": "youtube-000001", "content": "Arab Saudi Mengakhiri Petrodolar. Dunia Tidak Tahu Apa yang Akan Terjadi | Prof Jiang Xueqin\n\nPada Juni 2024, kesepakatan 50 tahun antara Arab Saudi dan Amerika Serikat diam-diam berakhir. Hampir tidak ada yang menyadarinya. Tetapi saya menyadarinya — dan apa yang telah terjadi sejak saat itu adalah salah satu pergeseran keuangan terpenting dalam sejarah modern.\n\nSistem petrodolar, yang secara diam-diam dinegosiasikan oleh Henry Kissinger dan Raja Faisal pada tahun 1974, mengubah dolar AS menjadi mata uang minyak wajib dunia. Kesepakatan itu sekarang telah berakhir. Dan konsekuensinya baru mulai terasa.\n\nDalam video ini, saya menguraikan secara detail apa itu petrodolar, mengapa sistem ini memberi Amerika \"hak istimewa yang luar biasa\" yang belum pernah dimiliki negara lain dalam sejarah, dan apa arti runtuhnya sistem ini secara diam-diam bagi harga bensin Anda, suku bunga hipotek Anda, dan utang nasional sebesar $39 triliun yang coba dibiayai oleh pemerintah Anda.\n\nPangsa dolar dalam cadangan global telah turun ke level terendah dalam 25 tahun terakhir, yaitu 57%. Selat Hormuz sekarang memungut bea minyak dalam yuan. UEA telah meninggalkan OPEC. Negara-negara BRICS sedang membangun koridor perdagangan yang sepenuhnya menghilangkan peran dolar.\n\nIni bukan konspirasi. Ini adalah geopolitik, sejarah keuangan, dan de-dolarisasi yang terjadi secara perlahan — saat ini, pada tahun 2026. Dolar belum mati. Tetapi nilainya sedang menurun. Dan transisi sepuluh hingga dua puluh tahun yang terjadi di sekitar kita akan memengaruhi setiap orang di bumi.\n\nYang saya bahas:\nKesepakatan petrodolar rahasia tahun 1974 antara Kissinger dan Raja Faisal\nTiga pilar tersembunyi yang membuat dominasi dolar hampir tak terhindarkan\nMengapa Arab Saudi memilih untuk tidak memperbarui — dan apa arti keheningan itu\nKrisis Hormuz, keluarnya UEA dari OPEC, dan de-dolarisasi BRICS\nApa artinya ini bagi AS, Tiongkok, India, Eropa, dan negara-negara berkembang\nMengapa dolar menurun — bukan runtuh — dan apa yang akan terjadi selanjutnya\n\nSemua informasi hanya untuk tujuan pendidikan. Ini bukan nasihat keuangan.\n\nPENYANGKALAN:\nSaluran ini menyediakan komentar edukatif dan analisis sederhana berdasarkan ceramah, kuliah, wawancara, dan ide-ide yang tersedia untuk umum yang terkait dengan Prof. Jiang Xueqin.\n\nSemua penelitian, kuliah, dan kekayaan intelektual asli milik Prof. Jiang Xueqin dan saluran Predictive History. Saluran ini tidak berafiliasi secara resmi dengan Prof. Jiang Xueqin atau organisasi terkait mana pun.\n\nMateri yang disajikan di sini ditulis ulang, diringkas, dan dijelaskan dalam bahasa yang lebih sederhana dengan narasi tambahan, pengeditan, visual, dan presentasi untuk membantu khalayak yang lebih luas memahami topik geopolitik dan ekonomi yang kompleks. Video di saluran ini menggunakan avatar bergaya profesor yang dihasilkan AI untuk tujuan bercerita edukatif.\n\nAnalisis dan kuliah asli oleh Prof. Jiang Xueqin \n\nBerdasarkan Pasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976, konten ini disajikan berdasarkan Penggunaan Wajar untuk tujuan seperti komentar, kritik, pelaporan berita, pengajaran, dan penelitian. Materi ini bersifat transformatif dan dimaksudkan untuk diskusi edukatif.", "post_id": "L0R3HOkzzys"}}], "edges": [{"key": "khairul_ann", "source": "khairul_ann", "target": "TMPNews_", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "khairul_ann", "source": "khairul_ann", "target": "TMPNews_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Its_ereko", "source": "Its_ereko", "target": "NurSyahbana9", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Its_ereko", "source": "Its_ereko", "target": "NurSyahbana9", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Its_ereko", "source": "Its_ereko", "target": "Its_ereko", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Jordameds", "source": "Jordameds", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "YLover38811", "source": "YLover38811", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "Dospemz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sasah79400", "source": "sasah79400", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kucinglaper_", "source": "kucinglaper_", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "da4tyotyas", "source": "da4tyotyas", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "budipuri", "source": "budipuri", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kebumeen", "source": "kebumeen", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dityaekasapta", "source": "dityaekasapta", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Davedoank1", "source": "Davedoank1", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusantara002", "source": "inusantara002", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusantara002", "source": "inusantara002", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusantara002", "source": "inusantara002", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yan_hasbi", "source": "yan_hasbi", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ptpn1official", "source": "ptpn1official", "target": "ptpn1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KPembuang25484", "source": "KPembuang25484", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kougan_anki", "source": "kougan_anki", "target": "ARSIPAJA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "KangJoedhi", "source": "KangJoedhi", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "amri_BDK984_", "source": "amri_BDK984_", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pajakwonosari", "source": "pajakwonosari", "target": "bps_statistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "helmyyahyaofficial", "source": "helmyyahyaofficial", "target": "hybicara", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "helmyyahyaofficial", "source": "helmyyahyaofficial", "target": "helmyyahyaofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kabarina.com", "source": "kabarina.com", "target": "bankjambi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "ptpn1.official", "source": "ptpn1.official", "target": "ptpn1.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@GEP-GeoEkonomiPolitik", "source": "@GEP-GeoEkonomiPolitik", "target": "sekretariatpresiden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@PASFMRADIOBISNIS", "source": "@PASFMRADIOBISNIS", "target": "pasfm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@WealthEmpir", "source": "@WealthEmpir", "target": "wealthempir", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@adespektrum", "source": "@adespektrum", "target": "adespektrum", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@bncphl", "source": "@bncphl", "target": "bncphl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Firstpost", "source": "@Firstpost", "target": "firstpost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@DRMNewsInternational", "source": "@DRMNewsInternational", "target": "DRMNewsInternati...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@JohnAndersonMedia", "source": "@JohnAndersonMedia", "target": "johnandersonmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@professorjiang_explained", "source": "@professorjiang_explained", "target": "PredictiveHistory", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}