{"nodes": [{"key": "pajaksukadana", "attributes": {"label": "pajaksukadana", "x": 646.0464439553222, "y": 406.99818314476397, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051932180335702308", "id": "pajaksukadana", "source": "retweet-000002", "content": "Mulai dari penguatan kebijakan devisa hasil ekspor, optimalisasi likuiditas dalam negeri, hingga dorongan Kredit Rakyat y…", "post_id": "2051932180335702308"}}, {"key": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "ojkindonesia", "x": 767.6533214170552, "y": 906.2129674670422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2051932180335702308", "id": "ojkindonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Mulai dari penguatan kebijakan devisa hasil ekspor, optimalisasi likuiditas dalam negeri, hingga dorongan Kredit Rakyat y…", "post_id": "2051932180335702308"}}, {"key": "pajakkalianda", "attributes": {"label": "pajakkalianda", "x": 438.6801425525224, "y": 834.1185607591043, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051993604638532035", "id": "pajakkalianda", "source": "retweet-000002", "content": "Mulai dari penguatan kebijakan devisa hasil ekspor, optimalisasi likuiditas dalam negeri, hingga dorongan Kredit Rakyat y…", "post_id": "2051993604638532035"}}, {"key": "GolkarSolid", "attributes": {"label": "GolkarSolid", "x": 351.7344303697845, "y": 233.93990194295634, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2051590577343615018", "id": "GolkarSolid", "source": "retweet-000002", "content": "\"Komisi XI DPR menaruh perhatian serius terhadap rendahnya porsi kredit UMKM di kisaran 17-20 persen dari total kredit nas…", "post_id": "2051590577343615018"}}, {"key": "golkarpedia", "attributes": {"label": "golkarpedia", "x": 142.81120934985503, "y": 590.53157019797, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 15.798, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2051590577343615018", "id": "golkarpedia", "source": "retweet-000002", "content": "\"Komisi XI DPR menaruh perhatian serius terhadap rendahnya porsi kredit UMKM di kisaran 17-20 persen dari total kredit nas…", "post_id": "2051590577343615018"}}, {"key": "Golkar2029", "attributes": {"label": "Golkar2029", "x": 919.6747536345064, "y": 112.13080358181703, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2049621846342135971", "id": "Golkar2029", "source": "retweet-000002", "content": "\"Komisi XI DPR menaruh perhatian serius terhadap rendahnya porsi kredit UMKM di kisaran 17-20 persen dari total kredit nas…", "post_id": "2049621846342135971"}}, {"key": "FKP_Indonesia", "attributes": {"label": "FKP_Indonesia", "x": 447.14480130038726, "y": 642.2223694299782, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.4618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 3, "degree": 5}, "_id": "2052205019991355410", "id": "FKP_Indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Apa itu \"zombie firms\"? \n\nApa hubungan kredit likuiditas, zombie firms, and kinerja sektor riil di Indonesia? \n\nBagaiman…", "post_id": "2052205019991355410"}}, {"key": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "LPEMFEBUI", "x": 471.4721127032582, "y": 796.7272432604437, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 13.4618, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052233866908512709", "id": "LPEMFEBUI", "source": "tweet-000004", "content": "Siklus kredit indonesia  menunjukkan respons sektoral yang lebih tajam dibanding kredit agregat. Saat pandemi COVID-19, pertumbuhan kredit industri turn lebih dalam  -5% yoy, mengindikasikan sektor riil menanggung tekanan pengetatan lebih besar dibanding industri perbankan. https://t.co/Xas4YhX40s", "post_id": "2052233866908512709"}}, {"key": "eddesign_", "attributes": {"label": "eddesign_", "x": 369.1573789503666, "y": 234.00418526521472, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051843064948515159", "id": "eddesign_", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan M2 yg tinggi (9-10%) berarti likuiditas di perekonomian meningkat, didorong oleh penyaluran kredit dan ekspansi fiskal. Iya harga solar & valas (Rp17,405 kemarin) jd sumber risiko. Meskipun pemerintah menjamin harga Pertalite dan Biosolar bersubsidi gak naik, inflasi", "post_id": "2051843064948515159"}}, {"key": "13_iwaN", "attributes": {"label": "13_iwaN", "x": 163.0313090037181, "y": 600.1728052316911, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051843064948515159", "id": "13_iwaN", "source": "tweet-000004", "content": "Pertumbuhan M2 yg tinggi (9-10%) berarti likuiditas di perekonomian meningkat, didorong oleh penyaluran kredit dan ekspansi fiskal. Iya harga solar & valas (Rp17,405 kemarin) jd sumber risiko. Meskipun pemerintah menjamin harga Pertalite dan Biosolar bersubsidi gak naik, inflasi", "post_id": "2051843064948515159"}}, {"key": "anisadina99", "attributes": {"label": "anisadina99", "x": 817.2694266597122, "y": 206.14903025998456, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051959432158818473", "id": "anisadina99", "source": "tweet-000004", "content": "isu tersebut dibantah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menegaskan bahwa penyaluran kredit ke program tersebut tidak bersifat wajib.\n\n#LanjutkanMBG", "post_id": "2051959432158818473"}}, {"key": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "AnakLolina2", "x": 807.6276252448524, "y": 774.2306753204609, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051959432158818473", "id": "AnakLolina2", "source": "tweet-000004", "content": "isu tersebut dibantah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menegaskan bahwa penyaluran kredit ke program tersebut tidak bersifat wajib.\n\n#LanjutkanMBG", "post_id": "2051959432158818473"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 547.3960968433075, "y": 640.0941809663826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 64.3169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890814808450752791_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan bunga kredit rendah bagi industri tekstil dan sepatu untuk meremajakan mesin produksi, yang akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).\n\nKebijakan ini ditujukan untuk memperkuat ekspansi sektor swasta sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan likuiditas agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#IndustriTekstil #IndustriSepatu #BloombergTechnoz", "post_id": "3890814808450752791_51748745734"}}, {"key": "ceritamedancom", "attributes": {"label": "ceritamedancom", "x": 982.2829899967431, "y": 724.7055629911127, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3891036897738650528_375459502", "id": "ceritamedancom", "source": "instagram-000001", "content": "Elemen Sipil dan Buruh Desak Audit Independen, Soroti Dugaan Penyimpangan di Bank Sumut ⬅️\n\nSejumlah elemen masyarakat sipil, organisasi buruh, dan gerakan sosial menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penyimpangan di tubuh Bank Sumut. \n\nMereka menilai perlu adanya langkah serius untuk memastikan tata kelola lembaga keuangan daerah tersebut berjalan sesuai prinsip yang berlaku. \n\nDalam pernyataan yang disampaikan, massa aksi mendorong dilakukannya audiensi terbuka dengan pihak terkait, termasuk yang membidangi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta pihak yang memiliki sertifikasi resmi. \n\nLangkah ini dinilai penting guna memastikan penerapan standar operasional tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dijalankan secara substansial. \n\nSelain itu, mereka juga menyoroti sejumlah temuan dalam laporan pemeriksaan tahun 2023–2024 yang berkaitan dengan penyaluran kredit. \n\nTemuan tersebut antara lain mencakup beberapa penyaluran kredit bernilai miliaran rupiah di sejumlah cabang, potensi risiko kredit, hingga pengawasan pembayaran yang dinilai belum optimal. \n\nMenurut pernyataan tersebut, berbagai temuan itu dipandang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mengarah pada perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan tata kelola internal. \n\nAtas dasar itu, massa aksi mendesak dilakukannya audit investigatif secara independen serta penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku, apabila ditemukan adanya pelanggaran. \n\nHingga berita ini diturunkan, pihak Bank Sumut belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan dan tuntutan yang disampaikan oleh sejumlah elemen tersebut.\n\n📹:", "post_id": "3891036897738650528_375459502"}}, {"key": "tkpmedan", "attributes": {"label": "tkpmedan", "x": 323.8129053634172, "y": 858.2838850114629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3891036897738650528_375459502", "id": "tkpmedan", "source": "instagram-000001", "content": "Elemen Sipil dan Buruh Desak Audit Independen, Soroti Dugaan Penyimpangan di Bank Sumut ⬅️\n\nSejumlah elemen masyarakat sipil, organisasi buruh, dan gerakan sosial menyampaikan pernyataan sikap terkait dugaan penyimpangan di tubuh Bank Sumut. \n\nMereka menilai perlu adanya langkah serius untuk memastikan tata kelola lembaga keuangan daerah tersebut berjalan sesuai prinsip yang berlaku. \n\nDalam pernyataan yang disampaikan, massa aksi mendorong dilakukannya audiensi terbuka dengan pihak terkait, termasuk yang membidangi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta pihak yang memiliki sertifikasi resmi. \n\nLangkah ini dinilai penting guna memastikan penerapan standar operasional tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga dijalankan secara substansial. \n\nSelain itu, mereka juga menyoroti sejumlah temuan dalam laporan pemeriksaan tahun 2023–2024 yang berkaitan dengan penyaluran kredit. \n\nTemuan tersebut antara lain mencakup beberapa penyaluran kredit bernilai miliaran rupiah di sejumlah cabang, potensi risiko kredit, hingga pengawasan pembayaran yang dinilai belum optimal. \n\nMenurut pernyataan tersebut, berbagai temuan itu dipandang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mengarah pada perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan tata kelola internal. \n\nAtas dasar itu, massa aksi mendesak dilakukannya audit investigatif secara independen serta penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku, apabila ditemukan adanya pelanggaran. \n\nHingga berita ini diturunkan, pihak Bank Sumut belum memberikan keterangan resmi terkait pernyataan dan tuntutan yang disampaikan oleh sejumlah elemen tersebut.\n\n📹:", "post_id": "3891036897738650528_375459502"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 169.07505361483078, "y": 520.6757209711359, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 682.373040638585, "y": 884.2641649885159, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 61.314463104697126, "y": 624.8450915262068, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 64.3169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "kabarina.com", "attributes": {"label": "kabarina.com", "x": 378.2703080559714, "y": 910.9210596409318, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7623450186353822983", "id": "kabarina.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabarina.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero melalui penandatanganan Perjanjian Uncommitted Facility Line senilai Rp200 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di kantor SMF sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jambi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bank Jambi dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dukungan fasilitas dari SMF diharapkan mampu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Baca Selengkapnya di www.kabarina.com #jambi #kotajambi #bankjambi #semuaorang #update", "post_id": "7623450186353822983"}}, {"key": "bankjambi", "attributes": {"label": "bankjambi", "x": 957.1533280637201, "y": 312.02186258197537, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7623450186353822983", "id": "bankjambi", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabarina.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero melalui penandatanganan Perjanjian Uncommitted Facility Line senilai Rp200 miliar. Penandatanganan tersebut berlangsung di kantor SMF sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pembiayaan perumahan, khususnya di Provinsi Jambi. Kerja sama ini menjadi langkah konkret Bank Jambi dalam meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik. Dukungan fasilitas dari SMF diharapkan mampu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Baca Selengkapnya di www.kabarina.com #jambi #kotajambi #bankjambi #semuaorang #update", "post_id": "7623450186353822983"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 526.285844349963, "y": 966.9908292008507, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 598.0790770008966, "y": 754.7512372486872, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7609236983004646676", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "sumsel.terciduk", "attributes": {"label": "sumsel.terciduk", "x": 341.0891346171616, "y": 756.9623212423567, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7497259475947031863", "id": "sumsel.terciduk", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, menarik kembali jaminan yang telah dia serahkan untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua. Langkah ini diambil setelah dirinya merasa kecewa dengan pelayanan dan komunikasi yang tidak memadai dari pihak bank, yang membuat proses pengajuan KUR berjalan lambat dan tanpa kejelasan. E, wanita yang telah mengajukan pinjaman KUR sejak tahun 2022, mengungkapkan bahwa dirinya telah melunasi pinjaman sebelumnya pada bulan Agustus 2024. Setelah melunasi pinjaman tersebut, E segera mengajukan permohonan pinjaman KUR kembali untuk mendukung usaha yang dikelolanya. Namun, meskipun sudah menunggu hampir setahun, hingga Maret 2025, tidak ada keputusan yang jelas dari pihak Bank Sumsel Babel terkait pengajuan yang dia ajukan. “Sudah hampir tujuh bulan sejak pengajuan saya, tapi tidak ada keputusan apakah pengajuan saya disetujui atau tidak. Saya merasa sangat kesal dan kecewa dengan pelayanan yang tidak memadai. Seharusnya, KUR ini dirancang untuk membantu masyarakat kecil, bukan malah membuat kami menunggu tanpa kepastian,” ujar E dengan nada kecewa. E menambahkan bahwa meskipun sudah mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh Bank Sumsel Babel, mulai dari pengisian formulir hingga penyerahan dokumen persyaratan, pihak bank tidak memberikan kejelasan mengenai status pengajuannya. Hal ini membuatnya merasa frustasi, apalagi mengingat ia sudah melunasi pinjaman sebelumnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai Solusi Pembiayaan untuk UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pengembangan usaha-usaha kecil di seluruh Indonesia. Melalui program ini, para pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan komersial diharapkan dapat memperoleh dukungan finansial untuk mengembangkan usahanya. Sementara itu saat dikonfirmasi oleh pihak media terkait hal ini Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua  Wahyu Apriludin melalui Wakil Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua Fadhil Saidiladna Tanrir, mengaku tidak bersedia memberikan jawaban,menurutnya awak media terlebih harus mengajukan surat pengajuan untuk mewawancara. “Saya tidak bersedia memberikan jawaban,untuk wawancara, media harus mengajukan surat pengajuan wawancara. Terserah kalau berita ini mau diviralkan, jika ada komplain silahkan ajukan surat ke Banksumsel Babel,” ucapnya sumber : https://sinerginkri.com/calon-nasabah-tarik-kembali-jaminan-kur-pelayanan-bank-sumsel-babel-cabang-muaradua-dipertanyakan/", "post_id": "7497259475947031863"}}, {"key": "penarafflesiatv", "attributes": {"label": "penarafflesiatv", "x": 667.961582646331, "y": 559.764318782124, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "penarafflesiatv", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "iswahyudi.bankbengkulu", "x": 401.81167133994757, "y": 829.0338693877289, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "iswahyudi.bankbengkulu", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "tumbuhkaya.id", "x": 378.61791863641935, "y": 773.9656048922279, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 64.3169, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7630662724405464327", "id": "tumbuhkaya.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Kabar gembira buat pejuang KPR! OJK siap hapus \"blacklist\" SLIK buat utang receh di bawah Rp 1 juta! 🎉🏦 Kebijakan yang bakal berlaku paling lambat Juni 2026 ini jelas jadi angin segar buat masyarakat yang mau ajuin KPR Subsidi. Momen ini langsung disambut positif sama $BRIS yang siap dorong target penyaluran KPR FLPP mereka! 🚀 Eh, tapi apa nggak bahaya tuh buat risiko kredit macet banknya? Tenang, manajemen udah punya pandangan dan strategi jitunya. Yuk, geser carousel di atas buat cek ulasan fundamental lengkapnya! 👉 Mau informasi lebih lengkap & insight harian? Follow  di Instagram! #SahamBRIS #SLIKOJK #KPRSubsidi #InvestasiSaham #TumbuhKaya", "post_id": "7630662724405464327"}}, {"key": "kamerarakyat", "attributes": {"label": "kamerarakyat", "x": 659.8096322265055, "y": 83.7101020834483, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7502235467316809015", "id": "kamerarakyat", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat jadi 4,87% di kuartal 1-2025, turun dari 5,11% tahun lalu. Menurut INDEF, ini jadi alarm keras buat masa depan ekonomi nasional. Penyebabnya bukan cuma faktor global, tapi juga kegagalan dalam membenahi struktur ekonomi dalam negeri. Pemerintah dinilai belum serius menangani tantangan seperti ketergantungan pada ekspor komoditas mentah, lemahnya hilirisasi industri, serta stagnasi investasi dan konsumsi. INDEF menyebut ada \"dual shocks\" dari harga komoditas: satu sisi ada untung dari lonjakan harga batubara, tapi sisi lain rugi dari turunnya harga nikel dan CPO, yang bikin sektor hilirisasi terpukul. Ditambah lagi, belanja pemerintah malah dipangkas Rp 300 triliun saat ekonomi butuh dorongan. Dunia usaha pun makin lesu karena bunga tinggi dan kredit seret. INDEF juga menyoroti bahwa hilirisasi cuma jadi jargon karena belum dibarengi inovasi, riset, dan integrasi pasar. Sementara sektor riil kekurangan likuiditas, dan dunia usaha menahan ekspansi karena ekonomi tak pasti. INDEF mendesak agar pemerintah segera fokus ke potensi domestik, berikan stimulus fiskal yang tepat, dan bangun ekosistem industri yang kuat agar ekonomi bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan. sumber  #detikcom #EkonomiRI #pertumbuhanekonomi #indonesiagelap #fyp", "post_id": "7502235467316809015"}}, {"key": "detikcom", "attributes": {"label": "detikcom", "x": 312.53435219355254, "y": 692.9768214790599, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 26.0486, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7502235467316809015", "id": "detikcom", "source": "tiktok-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat jadi 4,87% di kuartal 1-2025, turun dari 5,11% tahun lalu. Menurut INDEF, ini jadi alarm keras buat masa depan ekonomi nasional. Penyebabnya bukan cuma faktor global, tapi juga kegagalan dalam membenahi struktur ekonomi dalam negeri. Pemerintah dinilai belum serius menangani tantangan seperti ketergantungan pada ekspor komoditas mentah, lemahnya hilirisasi industri, serta stagnasi investasi dan konsumsi. INDEF menyebut ada \"dual shocks\" dari harga komoditas: satu sisi ada untung dari lonjakan harga batubara, tapi sisi lain rugi dari turunnya harga nikel dan CPO, yang bikin sektor hilirisasi terpukul. Ditambah lagi, belanja pemerintah malah dipangkas Rp 300 triliun saat ekonomi butuh dorongan. Dunia usaha pun makin lesu karena bunga tinggi dan kredit seret. INDEF juga menyoroti bahwa hilirisasi cuma jadi jargon karena belum dibarengi inovasi, riset, dan integrasi pasar. Sementara sektor riil kekurangan likuiditas, dan dunia usaha menahan ekspansi karena ekonomi tak pasti. INDEF mendesak agar pemerintah segera fokus ke potensi domestik, berikan stimulus fiskal yang tepat, dan bangun ekosistem industri yang kuat agar ekonomi bisa tumbuh sehat dan berkelanjutan. sumber  #detikcom #EkonomiRI #pertumbuhanekonomi #indonesiagelap #fyp", "post_id": "7502235467316809015"}}, {"key": "kasih.tauuu", "attributes": {"label": "kasih.tauuu", "x": 946.0634062422529, "y": 705.5090393060914, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7633658510491782407", "id": "kasih.tauuu", "source": "tiktok-000001", "content": "Di tengah gemerlap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebuah realitas yang mencengangkan kembali terungkap: kekayaan 50 orang terkaya di negeri ini kini setara dengan total harta yang dimiliki oleh 55 juta warga biasa. Data yang dirilis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dalam laporan \"Republik Oligarki: Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026\" menunjukkan betapa terkonsentrasinya kekayaan nasional, terutama pada segelintir elite yang banyak berasal dari sektor ekstraktif seperti batu bara, sawit, dan nikel. Angka ini naik dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pengingat tajam bahwa ketimpangan struktural masih menjadi pekerjaan rumah besar bangsa. Namun, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi tantangan ini. Dengan komitmen kuat pada agenda pemerataan, berbagai program konkret terus digulirkan untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau jutaan anak dan keluarga prasejahtera, perluasan Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemberdayaan koperasi desa, hingga alokasi anggaran yang difokuskan pada infrastruktur daerah dan peningkatan daya beli masyarakat bawah. Langkah-langkah ini menjadi bukti nyata upaya pemerintah untuk melawan konsentrasi kekayaan berlebihan dan memastikan bahwa hasil pembangunan dapat dinikmati secara lebih merata oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia. Sumber :   #pemerataanekonomi #fyp #jagaindonesia #wargajagawarga #foryou", "post_id": "7633658510491782407"}}, {"key": "@markets", "attributes": {"label": "@markets", "x": 60.19871342536509, "y": 837.1146999002655, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "@markets", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "bloombergbusi...", "attributes": {"label": "bloombergbusi...", "x": 778.0752576088104, "y": 33.21426000954575, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "bloombergbusi...", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "bloombergtechnology", "x": 400.7243460925449, "y": 277.79364211286895, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "bloombergtechnology", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "business", "attributes": {"label": "business", "x": 51.63363014079558, "y": 91.06292211470557, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "business", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 135.74599369410066, "y": 743.037127771959, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "bloomberg_espanol", "attributes": {"label": "bloomberg_espanol", "x": 563.6634953179557, "y": 850.78278681219, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "bloomberg_espanol", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "bloombergpodcasts", "x": 628.8470084916191, "y": 42.67624078714205, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.0144, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MF-HwMPF604", "id": "bloombergpodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "GameStop Ajukan Penawaran $56 Miliar untuk eBay, Sentimen Pasar M&A Masih Kuat di Milken | Bloomb...\n\nProgram mingguan tengah hari yang menyajikan liputan berdampak tinggi dan berbobot editorial tentang transaksi korporasi terpenting yang membentuk pasar global. Tamu hari ini: Mitra Pendiri Searchlight Capital Eric Zinterhofer, Manajer Portofolio Bersama OakTree Capital, Kredit Global Danielle Poli, CEO Octagon Credit Investors Gretchen Lam, dan Presiden Bersama & Kepala Ekuitas Pertumbuhan Global General Atlantic Martin Escobari.\n\n--------\nSelengkapnya di Bloomberg Television and Markets\n\nSuka video ini? Berlangganan dan aktifkan notifikasi agar Anda tidak ketinggalan video apa pun dari Bloomberg Markets & Finance: https://tinyurl.com/ysu5b8a9\nKunjungi http://www.bloomberg.com untuk berita & analisis bisnis, data pasar terkini, fitur, profil, dan lainnya.\n\nTerhubung dengan Bloomberg Television di:\nX:   / bloombergtv  \nFacebook:   / bloombergtelevision  \nInstagram:   / bloombergtv  \n\nTerhubung dengan Bloomberg Business di:\nX:   / business  \nFacebook:   / bloombergbusiness  \nInstagram:   / bloombergbusiness  \nTikTok: https://www.tiktok.com/\nReddit:   / bloomberg  \nLinkedIn:   / bloomberg-news  \n\nLebih lanjut dari Bloomberg:\nBloomberg Radio:   / bloombergradio  \n\nBloomberg Surveillance:   / bsurveillance   \nBloomberg Politics:   / bpolitics   \nBloomberg Originals:   / bbgoriginals   \n\nTonton lebih banyak di YouTube: \nBloomberg Technology:    /    \nBloomberg Originals:    /    \nBloomberg Quicktake:    /    \nBloomberg Espanol:    /    \nBloomberg Podcasts:    /", "post_id": "MF-HwMPF604"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 859.7907330185873, "y": 407.18728546181757, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 42.70366564337369, "y": 950.9567752488529, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "@Kemenkopmri", "attributes": {"label": "@Kemenkopmri", "x": 702.1356584589031, "y": 143.19388635059948, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "cMksZx7ZHSk", "id": "@Kemenkopmri", "source": "youtube-000001", "content": "Keterangan Pers: Rapat Tingkat Menteri Kemenko PM bersama Kementerian UMKM dan Ekonomi Kreatif\n\npentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui optimalisasi ruang-ruang strategis seperti Mbloc Space yang dinilai berhasil tumbuh sebagai ekosistem produktif bagi pelaku usaha.\n\nSinergi antara BUMN sebagai pemilik aset, pengelola kreatif, serta dukungan pemerintah daerah menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan ruang publik berbasis pemberdayaan ekonomi. Model ini, lanjutnya, perlu direplikasi di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mendapatkan akses terhadap ruang usaha yang layak sekaligus peluang pasar yang lebih luas.\n\nDalam kesempatan yang sama, Menko Muhaimin juga menyampaikan hasil rapat koordinasi terkait penguatan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama yang didorong adalah optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha.\n\nIa menekankan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga dalam memperluas basis kewirausahaan di masyarakat. Karena itu, penguatan akses pembiayaan perlu diiringi dengan pendampingan usaha yang berkelanjutan agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan naik kelas.\n\nInstagram: \nTikTok: \nX: \n\nBiro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi\nKementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat", "post_id": "cMksZx7ZHSk"}}, {"key": "kemenkopmri", "attributes": {"label": "kemenkopmri", "x": 97.79825186465362, "y": 212.52277526408625, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3811, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cMksZx7ZHSk", "id": "kemenkopmri", "source": "youtube-000001", "content": "Keterangan Pers: Rapat Tingkat Menteri Kemenko PM bersama Kementerian UMKM dan Ekonomi Kreatif\n\npentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui optimalisasi ruang-ruang strategis seperti Mbloc Space yang dinilai berhasil tumbuh sebagai ekosistem produktif bagi pelaku usaha.\n\nSinergi antara BUMN sebagai pemilik aset, pengelola kreatif, serta dukungan pemerintah daerah menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan ruang publik berbasis pemberdayaan ekonomi. Model ini, lanjutnya, perlu direplikasi di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mendapatkan akses terhadap ruang usaha yang layak sekaligus peluang pasar yang lebih luas.\n\nDalam kesempatan yang sama, Menko Muhaimin juga menyampaikan hasil rapat koordinasi terkait penguatan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama yang didorong adalah optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha.\n\nIa menekankan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga dalam memperluas basis kewirausahaan di masyarakat. Karena itu, penguatan akses pembiayaan perlu diiringi dengan pendampingan usaha yang berkelanjutan agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan naik kelas.\n\nInstagram: \nTikTok: \nX: \n\nBiro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi\nKementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat", "post_id": "cMksZx7ZHSk"}}, {"key": "kemenkopm", "attributes": {"label": "kemenkopm", "x": 371.0489623565818, "y": 330.1654336768517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3811, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cMksZx7ZHSk", "id": "kemenkopm", "source": "youtube-000001", "content": "Keterangan Pers: Rapat Tingkat Menteri Kemenko PM bersama Kementerian UMKM dan Ekonomi Kreatif\n\npentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui optimalisasi ruang-ruang strategis seperti Mbloc Space yang dinilai berhasil tumbuh sebagai ekosistem produktif bagi pelaku usaha.\n\nSinergi antara BUMN sebagai pemilik aset, pengelola kreatif, serta dukungan pemerintah daerah menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan ruang publik berbasis pemberdayaan ekonomi. Model ini, lanjutnya, perlu direplikasi di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mendapatkan akses terhadap ruang usaha yang layak sekaligus peluang pasar yang lebih luas.\n\nDalam kesempatan yang sama, Menko Muhaimin juga menyampaikan hasil rapat koordinasi terkait penguatan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama yang didorong adalah optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha.\n\nIa menekankan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga dalam memperluas basis kewirausahaan di masyarakat. Karena itu, penguatan akses pembiayaan perlu diiringi dengan pendampingan usaha yang berkelanjutan agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan naik kelas.\n\nInstagram: \nTikTok: \nX: \n\nBiro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi\nKementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat", "post_id": "cMksZx7ZHSk"}}, {"key": "kemenkopmr", "attributes": {"label": "kemenkopmr", "x": 620.6810315647637, "y": 365.2882492079653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3811, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "cMksZx7ZHSk", "id": "kemenkopmr", "source": "youtube-000001", "content": "Keterangan Pers: Rapat Tingkat Menteri Kemenko PM bersama Kementerian UMKM dan Ekonomi Kreatif\n\npentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif. Salah satunya melalui optimalisasi ruang-ruang strategis seperti Mbloc Space yang dinilai berhasil tumbuh sebagai ekosistem produktif bagi pelaku usaha.\n\nSinergi antara BUMN sebagai pemilik aset, pengelola kreatif, serta dukungan pemerintah daerah menjadi contoh nyata keberhasilan pengelolaan ruang publik berbasis pemberdayaan ekonomi. Model ini, lanjutnya, perlu direplikasi di berbagai daerah agar semakin banyak pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mendapatkan akses terhadap ruang usaha yang layak sekaligus peluang pasar yang lebih luas.\n\nDalam kesempatan yang sama, Menko Muhaimin juga menyampaikan hasil rapat koordinasi terkait penguatan kebijakan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satu fokus utama yang didorong adalah optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen pembiayaan yang lebih inklusif bagi pelaku usaha.\n\nIa menekankan bahwa UMKM dan ekonomi kreatif memiliki peran strategis, tidak hanya dalam menyerap tenaga kerja, tetapi juga dalam memperluas basis kewirausahaan di masyarakat. Karena itu, penguatan akses pembiayaan perlu diiringi dengan pendampingan usaha yang berkelanjutan agar pelaku UMKM dapat tumbuh dan naik kelas.\n\nInstagram: \nTikTok: \nX: \n\nBiro Komunikasi Pengelolaan Data dan Informasi\nKementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat", "post_id": "cMksZx7ZHSk"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 956.2914667572097, "y": 627.306377614468, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "t4Gg0BM4g_8", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Industri Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Tembus 5,6 Persen di Q1 2026\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2026 yang tumbuh sebesar 5,62 persen yang ditopang oleh 4 sektor dengan pertumbuhan tertinggi.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #pertumbuhanekonomi #badanpusatstatistik #ekonominasional #belanjarumahtangga\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "t4Gg0BM4g_8"}}, {"key": "BPSStatistics", "attributes": {"label": "BPSStatistics", "x": 498.58960580426924, "y": 684.0452175872226, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t4Gg0BM4g_8", "id": "BPSStatistics", "source": "youtube-000001", "content": "Industri Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Tembus 5,6 Persen di Q1 2026\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2026 yang tumbuh sebesar 5,62 persen yang ditopang oleh 4 sektor dengan pertumbuhan tertinggi.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #pertumbuhanekonomi #badanpusatstatistik #ekonominasional #belanjarumahtangga\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "t4Gg0BM4g_8"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 154.68216256160915, "y": 825.7233225350947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "P82Fb-eqa_k", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kredit UMKM hingga Semikonduktor: Keputusan Besar Kabinet Modi untuk Dorongan Ekonomi yang D...\n\nKabinet pada hari Rabu menyetujui serangkaian keputusan yang menggabungkan bantuan ekonomi segera dengan ambisi industri jangka panjang, meskipun ketidakpastian global masih berlanjut. Kabinet menyetujui ECLGS 5.0, di mana pemerintah akan turun tangan untuk meringankan tekanan likuiditas bagi bisnis yang terdampak oleh situasi Asia Barat dengan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman modal kerja tambahan yang dijamin pemerintah—hingga 20% untuk peminjam yang sudah ada dan lebih tinggi untuk maskapai penerbangan—yang berpotensi membuka akses kredit lebih dari ₹2,5 lakh crore dengan risiko fiskal yang terbatas. Pada saat yang sama, Kabinet memberikan dorongan signifikan kepada program semikonduktor India dengan menyetujui dua unit baru di Gujarat dengan investasi lebih dari ₹3.900 crore, termasuk fasilitas wafer galium nitrida untuk layar beresolusi tinggi dan mikro-LED serta unit pengemasan, sehingga total proyek di bawah Misi Semikonduktor menjadi 12 dengan investasi kumulatif sekitar ₹1,64 lakh crore. Bersama-sama, langkah-langkah ini menandakan strategi ganda: melindungi bisnis dari guncangan jangka pendek sekaligus mempercepat upaya India untuk membangun ekosistem manufaktur yang tangguh dan bernilai tinggi.\n\n#modi #semikonduktor #beritaindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "P82Fb-eqa_k"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 785.6238669237425, "y": 620.2792037631157, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "P82Fb-eqa_k", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Dari Kredit UMKM hingga Semikonduktor: Keputusan Besar Kabinet Modi untuk Dorongan Ekonomi yang D...\n\nKabinet pada hari Rabu menyetujui serangkaian keputusan yang menggabungkan bantuan ekonomi segera dengan ambisi industri jangka panjang, meskipun ketidakpastian global masih berlanjut. Kabinet menyetujui ECLGS 5.0, di mana pemerintah akan turun tangan untuk meringankan tekanan likuiditas bagi bisnis yang terdampak oleh situasi Asia Barat dengan memungkinkan bank untuk memberikan pinjaman modal kerja tambahan yang dijamin pemerintah—hingga 20% untuk peminjam yang sudah ada dan lebih tinggi untuk maskapai penerbangan—yang berpotensi membuka akses kredit lebih dari ₹2,5 lakh crore dengan risiko fiskal yang terbatas. Pada saat yang sama, Kabinet memberikan dorongan signifikan kepada program semikonduktor India dengan menyetujui dua unit baru di Gujarat dengan investasi lebih dari ₹3.900 crore, termasuk fasilitas wafer galium nitrida untuk layar beresolusi tinggi dan mikro-LED serta unit pengemasan, sehingga total proyek di bawah Misi Semikonduktor menjadi 12 dengan investasi kumulatif sekitar ₹1,64 lakh crore. Bersama-sama, langkah-langkah ini menandakan strategi ganda: melindungi bisnis dari guncangan jangka pendek sekaligus mempercepat upaya India untuk membangun ekosistem manufaktur yang tangguh dan bernilai tinggi.\n\n#modi #semikonduktor #beritaindia\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Riset di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit", "post_id": "P82Fb-eqa_k"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 502.4258745203236, "y": 230.9299667142335, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "vEUeYodl2ss", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "CAK IMIN PEMERINTAH TARGETKAN 10 JUTA LAPANGAN KERJA LEWAT EKONOMI KREATIF\n\nMenteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan Pemerintah menargetkan penciptaan 10 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.\n\nLangkah ini, kata Cak Imin, melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.\n\n#ekonomikreatif #lapangankerja #pemerintah #target10juta #ekraf #umkm #lowongankerja #indonesiamaju\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "vEUeYodl2ss"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 977.742460311628, "y": 465.46836364516344, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vEUeYodl2ss", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "CAK IMIN PEMERINTAH TARGETKAN 10 JUTA LAPANGAN KERJA LEWAT EKONOMI KREATIF\n\nMenteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengatakan Pemerintah menargetkan penciptaan 10 juta lapangan kerja dalam lima tahun ke depan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif.\n\nLangkah ini, kata Cak Imin, melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.\n\n#ekonomikreatif #lapangankerja #pemerintah #target10juta #ekraf #umkm #lowongankerja #indonesiamaju\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "vEUeYodl2ss"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 793.2322557883855, "y": 62.997417617687624, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 202.7250746564627, "y": 85.49426478193878, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6727, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 360.1323299120137, "y": 658.873992856987, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6727, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 242.25312019414514, "y": 744.8883640248148, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6727, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "KartuKreditBCA", "x": 43.545209699710874, "y": 834.6185938035803, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6727, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "KartuKreditBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 529.6876699244938, "y": 22.86540356117395, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6727, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "HaloBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 582.6369907448712, "y": 447.1947729443082, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6727, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 796.2322575761356, "y": 748.4551039220248, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 806.1436842793605, "y": 122.66104027181835, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.8191, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 440.14564901924325, "y": 368.108233755462, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 573.4591128849098, "y": 382.55449144605825, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 3.83811135877965, "y": 787.6068397842376, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 287.2480872999361, "y": 644.2440635363175, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 85.98190508578418, "y": 959.844367708539, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.1859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "wEKMwDenHu4", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | IDXC UPDATE\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "wEKMwDenHu4"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 869.8568972918721, "y": 396.2112750963105, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "YBgT8hLwghY", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "KABAR BAIK! Purbaya Siapkan Kredit Bunga Rendah untuk Industri Tekstil dan Sepatu | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana pemberian fasilitas bunga kredit rendah bagi pelaku industri manufaktur, khususnya sektor tekstil dan alas kaki. Program ini bertujuan untuk mendukung peremajaan mesin-mesin produksi agar industri nasional semakin kompetitif. \n\nDalam pelaksanaannya, penyaluran pembiayaan tersebut akan dilakukan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian Keuangan akan bersinergi dengan Kementerian Perindustrian dalam melakukan pemetaan terhadap perusahaan-perusahaan yang memerlukan dukungan finansial tersebut.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YBgT8hLwghY"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "attributes": {"label": "@InvestingTalkPodcast", "x": 335.1629945373481, "y": 1.5332776996177522, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pgEWcYsjrbA", "id": "@InvestingTalkPodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan 40% Saham e.l.f. Beauty Berakhir: Lonjakan 60% di Depan Mata! | Analisis Saham ELF\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis elf Beauty Inc ($ELF) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah ELF layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\ne.l.f. Saham perusahaan kecantikan ini telah membangun bisnis intinya di sekitar kosmetik pasar massal yang terjangkau, menawarkan produk kecantikan berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen sehari-hari yang beralih dari pilihan yang lebih mahal. Dalam analisis saham ELF, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, didorong oleh permintaan yang tangguh dan penyesuaian harga strategis untuk mendukung margin, di samping menghasilkan arus kas yang kuat dan neraca yang solid yang menyeimbangkan utang akuisisi baru-baru ini dengan likuiditas yang cukup untuk investasi. Keunggulan kompetitifnya terletak pada proposisi nilai yang kuat, peningkatan pangsa pasar yang konsisten di kosmetik massal AS, dan kemitraan ritel yang mendalam dengan jaringan seperti Target, mitra saham Ulta Beauty, dan Walmart, yang kini diperluas ke perawatan kulit mewah melalui akuisisi Rhode, yang membawa kekuatan merek digital dan distribusi yang lebih luas.\n\nPasar yang lebih luas untuk saham kecantikan dan saham kosmetik telah melihat saham e.l.f. Beauty mengalami penurunan tajam, tetapi pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan proses pembentukan titik terendah dengan tekanan penjualan yang memudar dan pembalikan momentum awal, di tengah pandangan analis yang beragam yang cenderung ke arah konsensus beli moderat dan pembelian institusional yang kuat meskipun ada beberapa penurunan peringkat karena tantangan merek inti. Sentimen investor tetap positif terhadap pergeseran platform multi-merek, dengan katalis jangka pendek termasuk pendapatan mendatang yang akan mengungkapkan kontribusi awal Rhode dan efek kenaikan harga, ekspansi ritel Rhode seperti ke Sephora Eropa, dan dorongan makro dari pergeseran konsumen ke investasi berbasis nilai. Risiko utama melibatkan penurunan pangsa pasar yang lebih buruk di bidang kosmetik inti jika ritel massal jenuh, atau tekanan margin yang berkelanjutan dari pergeseran bauran produk dan pembayaran utang yang dapat menekan pertumbuhan jika tidak diimbangi oleh segmen baru.\n\nSaham ELF dapat mengungguli saham kecantikan dari waktu ke waktu karena peningkatan pangsa pasar dan integrasi Rhode mendorong pemulihan dari valuasi yang rendah saat ini, asalkan tantangan inti stabil.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), serta memberikan strategi yang dapat diterapkan baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu laku...", "post_id": "pgEWcYsjrbA"}}, {"key": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "investingtalkpodcast", "x": 617.8024404229568, "y": 819.0737482762459, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pgEWcYsjrbA", "id": "investingtalkpodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Penurunan 40% Saham e.l.f. Beauty Berakhir: Lonjakan 60% di Depan Mata! | Analisis Saham ELF\n\nPerlu membandingkan opsi pinjaman, bahkan dengan riwayat kredit yang kurang sempurna? BadCreditLoans memungkinkan Anda mengirimkan permintaan online gratis dan melihat apakah pemberi pinjaman dalam jaringan mereka dapat menghubungkan Anda dengan penawaran. Anda tidak diwajibkan untuk menerima penawaran apa pun, jadi selalu tinjau suku bunga, biaya, dan ketentuan pembayaran dengan cermat sebelum memutuskan.\n\n👉 Periksa di sini: https://fxo.co/JCc9?fobs=ITP\n\nPengungkapan: Ini adalah tautan afiliasi. Saya mungkin mendapatkan komisi jika Anda menggunakannya, tanpa biaya tambahan untuk Anda.\n\n______________________________________\n\nDalam analisis mendalam hari ini, kami menganalisis elf Beauty Inc ($ELF) dan katalis utama yang mendorong pergerakan harganya. Kami membahas berita terbaru, metrik valuasi, dan level teknis yang perlu Anda perhatikan. Apakah ELF layak dibeli, dijual, atau dipertahankan pada level ini? Tonton analisis lengkap ini untuk mendapatkan target harga dan prospek investasi kami.\n\ne.l.f. Saham perusahaan kecantikan ini telah membangun bisnis intinya di sekitar kosmetik pasar massal yang terjangkau, menawarkan produk kecantikan berkualitas tinggi yang menarik bagi konsumen sehari-hari yang beralih dari pilihan yang lebih mahal. Dalam analisis saham ELF, perusahaan menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang stabil, didorong oleh permintaan yang tangguh dan penyesuaian harga strategis untuk mendukung margin, di samping menghasilkan arus kas yang kuat dan neraca yang solid yang menyeimbangkan utang akuisisi baru-baru ini dengan likuiditas yang cukup untuk investasi. Keunggulan kompetitifnya terletak pada proposisi nilai yang kuat, peningkatan pangsa pasar yang konsisten di kosmetik massal AS, dan kemitraan ritel yang mendalam dengan jaringan seperti Target, mitra saham Ulta Beauty, dan Walmart, yang kini diperluas ke perawatan kulit mewah melalui akuisisi Rhode, yang membawa kekuatan merek digital dan distribusi yang lebih luas.\n\nPasar yang lebih luas untuk saham kecantikan dan saham kosmetik telah melihat saham e.l.f. Beauty mengalami penurunan tajam, tetapi pergerakan harga baru-baru ini menunjukkan proses pembentukan titik terendah dengan tekanan penjualan yang memudar dan pembalikan momentum awal, di tengah pandangan analis yang beragam yang cenderung ke arah konsensus beli moderat dan pembelian institusional yang kuat meskipun ada beberapa penurunan peringkat karena tantangan merek inti. Sentimen investor tetap positif terhadap pergeseran platform multi-merek, dengan katalis jangka pendek termasuk pendapatan mendatang yang akan mengungkapkan kontribusi awal Rhode dan efek kenaikan harga, ekspansi ritel Rhode seperti ke Sephora Eropa, dan dorongan makro dari pergeseran konsumen ke investasi berbasis nilai. Risiko utama melibatkan penurunan pangsa pasar yang lebih buruk di bidang kosmetik inti jika ritel massal jenuh, atau tekanan margin yang berkelanjutan dari pergeseran bauran produk dan pembayaran utang yang dapat menekan pertumbuhan jika tidak diimbangi oleh segmen baru.\n\nSaham ELF dapat mengungguli saham kecantikan dari waktu ke waktu karena peningkatan pangsa pasar dan integrasi Rhode mendorong pemulihan dari valuasi yang rendah saat ini, asalkan tantangan inti stabil.\n\n______________________________________\n\nTentang Investing Talk Podcast: Selamat datang di Investing Talk Podcast, sumber harian Anda untuk menavigasi Pasar Saham AS. Baik Anda melacak S&P 500, menganalisis tren teknologi Nasdaq, atau mencari saham terbaik untuk dibeli sekarang, misi kami adalah memberdayakan Anda dengan literasi keuangan untuk membuat keputusan perdagangan yang lebih cerdas.\n\nDi setiap episode, kami menguraikan laporan pendapatan yang kompleks, menafsirkan pemotongan suku bunga Fed dan data inflasi (CPI/PCE), serta memberikan strategi yang dapat diterapkan baik untuk trader berpengalaman maupun pemula.\n\n📍Apa yang Akan Anda Dapatkan di Saluran Ini:\n\nRekap Pasar Harian: Liputan pergerakan Pra-Pasar, volatilitas Setelah Jam Perdagangan, dan pembaruan Langsung Pasar Saham.\n\nPilihan Saham Terbaik: Analisis mendalam tentang Saham AI, Magnificent Seven, Semikonduktor, dan peluang pertumbuhan tinggi.\n\nPendapatan & Valuasi: Analisis lugas tentang panduan perusahaan, Arus Kas Bebas, dan Target Harga.\n\nTren Ekonomi Makro: Pembaruan tentang PDB, Pengawasan Resesi, dan bagaimana Ekonomi 2026 memengaruhi keuangan Anda.\n\nMembangun Kekayaan: Strategi untuk Pendapatan Pasif, Investasi Dividen, diversifikasi ETF, dan mengelola portofolio Anda untuk Kebebasan Finansial.\n\n📅 Episode Baru Setiap Hari! Berlangganan sekarang untuk selalu mendapatkan informasi terbaru:    /   \n\n☕ Dukung Karya Kami: Jika Anda merasa riset kami bermanfaat, pertimbangkan untuk mentraktir kami kopi! 👉 https://buymeacoffee.com/investingtal... 👈\n\n⚠️ Penafian: Kami bukan penasihat keuangan. Konten di saluran ini hanya untuk tujuan pendidikan dan informasi. Selalu laku...", "post_id": "pgEWcYsjrbA"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "attributes": {"label": "@KUPASTVLAMPUNG", "x": 349.11008525662925, "y": 763.8873746112242, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.6476, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "kupastvlampung", "x": 218.6194092770618, "y": 975.0043459928509, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.8481, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "kupastvlampung", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}], "edges": [{"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajakkalianda", "source": "pajakkalianda", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajakkalianda", "source": "pajakkalianda", "target": "ojkindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "GolkarSolid", "source": "GolkarSolid", "target": "golkarpedia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "GolkarSolid", "source": "GolkarSolid", "target": "golkarpedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "GolkarSolid", "source": "GolkarSolid", "target": "golkarpedia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "GolkarSolid", "source": "GolkarSolid", "target": "golkarpedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Golkar2029", "source": "Golkar2029", "target": "golkarpedia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Golkar2029", "source": "Golkar2029", "target": "golkarpedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FKP_Indonesia", "source": "FKP_Indonesia", "target": "FKP_Indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FKP_Indonesia", "source": "FKP_Indonesia", "target": "FKP_Indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "FKP_Indonesia", "source": "FKP_Indonesia", "target": "LPEMFEBUI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "eddesign_", "source": "eddesign_", "target": "13_iwaN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "anisadina99", "source": "anisadina99", "target": "AnakLolina2", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "ceritamedancom", "source": "ceritamedancom", "target": "tkpmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kabarina.com", "source": "kabarina.com", "target": "bankjambi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.terciduk", "source": "sumsel.terciduk", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "penarafflesiatv", "source": "penarafflesiatv", "target": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "tumbuhkaya.id", "source": "tumbuhkaya.id", "target": "tumbuhkaya.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kamerarakyat", "source": "kamerarakyat", "target": "detikcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kasih.tauuu", "source": "kasih.tauuu", "target": "detikcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergbusi...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "business", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloomberg_espanol", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Kemenkopmri", "source": "@Kemenkopmri", "target": "kemenkopmri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Kemenkopmri", "source": "@Kemenkopmri", "target": "kemenkopm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Kemenkopmri", "source": "@Kemenkopmri", "target": "kemenkopmr", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "BPSStatistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingTalkPodcast", "source": "@InvestingTalkPodcast", "target": "investingtalkpodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "@KUPASTVLAMPUNG", "target": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}