{"nodes": [{"key": "Catatan_ali7", "attributes": {"label": "Catatan_ali7", "x": 944.3458327816402, "y": 417.60537752365934, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 25.3389, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "2051906171024642347", "id": "Catatan_ali7", "source": "retweet-000002", "content": "DARI AWAL GUA BILANG PURBAYA ITU GAK BISA KERJA \n\nTERBUKTI KAN :\nRUPIAH ANCUR ✅\nAPBN DEFISIT ✅\nEKONOMI MENURUN ✅\nGAK PUNY…", "post_id": "2051906171024642347"}}, {"key": "pirnek01", "attributes": {"label": "pirnek01", "x": 127.70424571062378, "y": 431.06868073063606, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051874441949581472", "id": "pirnek01", "source": "tweet-000004", "content": "Bener. Jd menurut logika Purbaya: \"Fondasi ekonomi kita ngga bagus,makanya sulit memperbaiki nilai tukar (rupiah terhadap dolar AS).", "post_id": "2051874441949581472"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 214.91013852979458, "y": 261.6567095587613, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 100.7221, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 2, "degree": 8}, "_id": "2051874441949581472", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Bener. Jd menurut logika Purbaya: \"Fondasi ekonomi kita ngga bagus,makanya sulit memperbaiki nilai tukar (rupiah terhadap dolar AS).", "post_id": "2051874441949581472"}}, {"key": "KinkinAsikin1", "attributes": {"label": "KinkinAsikin1", "x": 79.09350560439066, "y": 587.1687958114518, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 20.762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051874441949581472", "id": "KinkinAsikin1", "source": "tweet-000004", "content": "Bener. Jd menurut logika Purbaya: \"Fondasi ekonomi kita ngga bagus,makanya sulit memperbaiki nilai tukar (rupiah terhadap dolar AS).", "post_id": "2051874441949581472"}}, {"key": "sasah79400", "attributes": {"label": "sasah79400", "x": 280.46730494016583, "y": 349.52397780062006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "sasah79400", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 624.2247125014313, "y": 490.9765283898999, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "YonoPraji18389", "attributes": {"label": "YonoPraji18389", "x": 243.70336973379625, "y": 708.2039724856398, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051845992249712830", "id": "YonoPraji18389", "source": "tweet-000004", "content": "Biang kerok depresiasi rupiah https://t.co/UAVLUL9W5o", "post_id": "2051845992249712830"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 531.4917974531069, "y": 799.7769246893286, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 610.2307173780495, "y": 792.4669218260476, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "one_peace79", "attributes": {"label": "one_peace79", "x": 463.9945635585646, "y": 439.4338634578827, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051934402087886987", "id": "one_peace79", "source": "tweet-000004", "content": "9 bulan Purbaya menjabat Menkeu, rupiah terus merosot. Dia bilang gak sulit perbaiki rupiah. Omdo...\n\nCuma rezim Habibie dg Menkeu-nya Bambang Subianto mengembalikan dolar Rp16.800 ke Rp6.550 dalam setahun setengah.", "post_id": "2051934402087886987"}}, {"key": "Dani97aza", "attributes": {"label": "Dani97aza", "x": 372.8766957230144, "y": 903.7560926643546, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051782048495677907", "id": "Dani97aza", "source": "tweet-000004", "content": "Purbaya lupa bin pikun, kalau dia itu Raja PALAK Resmi Negara, kebanyakan makan duit Haram dari Palak, makanya sombong bin angkuh ngomong kalau tidak sulit memperbaiki Rupiah.\nGak bakalan menguat dgn menyusahkan Rakyat !!", "post_id": "2051782048495677907"}}, {"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 868.8223577812091, "y": 655.1756542533565, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 788.7421308405379, "y": 586.6053281830714, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 542.3825000636527, "y": 532.4966573654937, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051877053486555645", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 644.3727123665656, "y": 170.2133276108546, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 11.361713942375506, "y": 248.3795556712688, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 457.25264642049245, "y": 30.14934275585024, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "inusa.media", "attributes": {"label": "inusa.media", "x": 744.0824025132349, "y": 540.6790596168297, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890750725106645459_60374608148", "id": "inusa.media", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\nNamun, Purbaya mengingatkan bahwa penanganan nilai tukar rupiah adalah tugas Bank Indonesia, bukan Kementerian Keuangan.\n\n\"Tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral. Nanti bank sentral akan menjelaskan bagaimana cara memperbaikinya,\" imbuh dia.\n\nSebelumnya, rupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat, Selasa (5/5/2026).\n\n✔Follow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890750725106645459_60374608148"}}, {"key": "inusamedia", "attributes": {"label": "inusamedia", "x": 834.1066234004066, "y": 109.12953917948498, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890750725106645459_60374608148", "id": "inusamedia", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, perbaikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).\n\nNamun, Purbaya mengingatkan bahwa penanganan nilai tukar rupiah adalah tugas Bank Indonesia, bukan Kementerian Keuangan.\n\n\"Tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan bank sentral. Nanti bank sentral akan menjelaskan bagaimana cara memperbaikinya,\" imbuh dia.\n\nSebelumnya, rupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat, Selasa (5/5/2026).\n\n✔Follow  untuk mendapatkan berita terkini yang disajikan singkat, jelas, dan terpercaya.", "post_id": "3890750725106645459_60374608148"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 531.426494242876, "y": 216.38528447580686, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 623.3605024795529, "y": 384.79558102522617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 298.99458252323296, "y": 153.59984284717277, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 729.9173862029204, "y": 113.03119637009995, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "attributes": {"label": "@VideoTribunPontianak", "x": 787.1510253683612, "y": 857.7262647634658, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "Dfdyurt5ex4", "id": "@VideoTribunPontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH SEMAKIN ANJLOK, PURBAYA: ENGGAK SULIT PERBAIKINYA\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit, selama fondasi ekonomi di Indonesia masih dalam kondisi bagus.\n\nNamun, Purbaya mengingatkan bahwa penanganan nilai tukar rupiah merupakan ranah tugas dari Bank Indonesia (BI), bukan wewenang Kementerian Keuangan.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Istana, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. \n\n#rupiah #ekonomi #purbaya #nilaiukarrp #keuangan #beritaterbaru #ekonomiindonesia #dolar\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Dfdyurt5ex4"}}, {"key": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "tribunpontianak", "x": 809.693368318192, "y": 468.1880097825423, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "Dfdyurt5ex4", "id": "tribunpontianak", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH SEMAKIN ANJLOK, PURBAYA: ENGGAK SULIT PERBAIKINYA\n\nMenteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit, selama fondasi ekonomi di Indonesia masih dalam kondisi bagus.\n\nNamun, Purbaya mengingatkan bahwa penanganan nilai tukar rupiah merupakan ranah tugas dari Bank Indonesia (BI), bukan wewenang Kementerian Keuangan.\n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya saat memberikan keterangan di Istana, Jakarta, Selasa 5 Mei 2026. \n\n#rupiah #ekonomi #purbaya #nilaiukarrp #keuangan #beritaterbaru #ekonomiindonesia #dolar\n\nKumpulan video menarik, unik, viral, hiburan, dunia selebriti, gaya hidup, sport dan peristiwa terkini untuk Anda.\n\nSimak berita selengkapnya di http://pontianak.tribunnews.com/\nSimak Video Viral lainnya    / tribunsingkawang1  \n\nProgram: -\nHost: -\nEditor Video: Nurul \nUploader: -\n\n‎Ikuti saluran Tribun Pontianak di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaLd...\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.\n\nFollow us:\n\nInstagram:   / tribunpontianak  \nFacebook:   / tribunpontianakinteraktif  \nTwitter:   / tribunpontianak  \nTikTok: tiktok.com/\n\nTerima Kasih Telah Subscribe, Like, dan comment konten-konten menarik dari Kami.", "post_id": "Dfdyurt5ex4"}}, {"key": "@tribuntimur", "attributes": {"label": "@tribuntimur", "x": 478.1433778451272, "y": 504.1106397706104, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "1LpOHqXkWLo", "id": "@tribuntimur", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Semakin Anjlok, Purbaya: Enggak Terlalu Sulit Memperbaiki Nilai Tukar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Video ini membahas merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang mencapai angka Rp 17.424 pada Mei 2026. \n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa kondisi ini tidak sulit untuk diatasi selama fondasi ekonomi nasional tetap kokoh, meski ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut merupakan otoritas Bank Indonesia. \n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nSumber: Kompas.com\nYoutube: \nNaskah: Sakinah Sudin\nEditor Video:  Abdul Rahman\n\n#Menkeu #purbaya #Rupiah #Semakin #Anjlok #MenteriKeuangan #PurbayaYudhiSadewa #tribuntimur #tribunviral \n\n\nDISCLAIMER: Audio konten ini menggunakan notebooklm", "post_id": "1LpOHqXkWLo"}}, {"key": "tribunnews", "attributes": {"label": "tribunnews", "x": 915.1286943622475, "y": 154.56844709305173, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1LpOHqXkWLo", "id": "tribunnews", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Semakin Anjlok, Purbaya: Enggak Terlalu Sulit Memperbaiki Nilai Tukar\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n\n\nTRIBUN-TIMUR.COM - Video ini membahas merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang mencapai angka Rp 17.424 pada Mei 2026. \n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa kondisi ini tidak sulit untuk diatasi selama fondasi ekonomi nasional tetap kokoh, meski ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut merupakan otoritas Bank Indonesia. \n\n\"Kalau saya pikir sih gini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, enggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar,\" ujar Purbaya di Istana, Jakarta, Selasa (5/5/2026).(TRIBUN-TIMUR.COM)\n\nUpdate info terkini via http://tribun-timur.com/\n\nFollow dan like fanpage Facebook http://bit.ly/FBTribunTimurMks\nYouTube business inquiries: 081144407111\nFollow akun Instagram http://bit.ly/IGTribunTimur\nFollow akun Twitter http://bit.ly/twitterTribunTimur\n\nSumber: Kompas.com\nYoutube: \nNaskah: Sakinah Sudin\nEditor Video:  Abdul Rahman\n\n#Menkeu #purbaya #Rupiah #Semakin #Anjlok #MenteriKeuangan #PurbayaYudhiSadewa #tribuntimur #tribunviral \n\n\nDISCLAIMER: Audio konten ini menggunakan notebooklm", "post_id": "1LpOHqXkWLo"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 362.64590806808206, "y": 496.3655867883285, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "YKzVulJ830o", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ungkap Pesan Prabowo: Uangnya Cukup, Duitnya Banyak Gak Usah Takut\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.\n\nHal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut',\" ucap Purbaya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.\n\nPurbaya menambahkan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China. \n\nDengan begitu, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.\n\nSebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nRupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat (AS).\n\nNamun, Purbaya yakin bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah ke dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit selama fondasi ekonomi di Indonesia masih bagus. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono)\n\n\nhttps://video.tribunnews.com/news/933...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "YKzVulJ830o"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 843.3249105630923, "y": 869.4427919678365, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.762, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YKzVulJ830o", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ungkap Pesan Prabowo: Uangnya Cukup, Duitnya Banyak Gak Usah Takut\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.\n\nHal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut',\" ucap Purbaya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.\n\nPurbaya menambahkan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China. \n\nDengan begitu, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.\n\nSebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nRupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat (AS).\n\nNamun, Purbaya yakin bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah ke dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit selama fondasi ekonomi di Indonesia masih bagus. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono)\n\n\nhttps://video.tribunnews.com/news/933...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "YKzVulJ830o"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 150.77444550154974, "y": 211.9562739213293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eN5iDBPO6HE", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Prabowo Cs Blak-blakan Nilai Tukar Rupiah Kini Lewati Krisis Moneter 98, Singgung Haji\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "eN5iDBPO6HE"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 373.56400455274473, "y": 772.9370575583233, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eN5iDBPO6HE", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Prabowo Cs Blak-blakan Nilai Tukar Rupiah Kini Lewati Krisis Moneter 98, Singgung Haji\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "eN5iDBPO6HE"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 313.2063924345816, "y": 156.7950074101392, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 986.0346238642762, "y": 171.98553976410545, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 84.09768608610734, "y": 902.5866083458453, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 565.3972924357552, "y": 186.37270943346562, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 226.58157828793824, "y": 36.70700987794218, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 537.3308365040996, "y": 714.351601842173, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.339, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 37.60624493009879, "y": 140.66426461681525, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3711, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 234.0562812024991, "y": 604.8410647452065, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3711, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 913.7227878715906, "y": 875.7538304799587, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3711, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 555.4901977605624, "y": 822.5122104124248, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3711, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 82.78855098463922, "y": 34.72705777247032, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3711, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "vnCUN-bxeTM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | IDXC UPDATE\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "vnCUN-bxeTM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 246.78033387146746, "y": 265.0194673589661, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "HRKHMk8ULwM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | MILENOMICS\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HRKHMk8ULwM"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 115.42192443794086, "y": 661.7686288794108, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 143.28853400700524, "y": 966.1172212363559, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 228.46574928644625, "y": 816.2811267515916, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 849.9833373049521, "y": 830.7015832672502, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@AnalisisPodCast", "attributes": {"label": "@AnalisisPodCast", "x": 282.65642229723056, "y": 190.1007554461097, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.5698, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "JdfUTcMRj-E", "id": "@AnalisisPodCast", "source": "youtube-000001", "content": "Di Balik Keyakinan Purbaya Membongkar Cara Berpik | Analisis Podcast\n\nKetika seorang menteri keuangan memindahkan 200 triliun rupiah dalam hitungan hari dan menyebutnya sebagai \"uang saya sendiri\" — pertanyaannya bukan apakah langkah itu benar atau salah. Pertanyaannya adalah: kenapa kita terima begitu saja?\n \nDi episode ini, analispodcast membedah percakapan Purbaya Yudhi Sadewa di Endgame #245 bersama Gita Wirjawan. Bukan untuk meringkas isinya — tapi untuk membongkar cara berpikirnya: asumsi apa yang tidak dipertanyakan, narasi apa yang dibangun, dan keheningan apa yang justru paling berbicara.\n \nYang dianalisis dalam video ini:\n— Bagaimana otoritas intelektual dikonstruksi lewat cerita perjalanan hidup\n— Mengapa mereduksi kerusuhan sosial menjadi masalah likuiditas adalah pilihan politis, bukan netralitas teknis\n— Apa yang hilang ketika dua orang dengan latar belakang serupa berbicara tentang 280 juta orang lainnya\n— Paradoks Gen Z dan kaderisasi yang tidak pernah sampai pada pertanyaan yang sebenarnya\n \nIni bukan kritik terhadap orangnya. Ini latihan berpikir tentang bagaimana kekuasaan bekerja melalui bahasa, narasi, dan hal-hal yang dianggap tidak perlu dijelaskan.\n \nTonton sampai habis — bagian yang paling menarik bukan di awal.\n \n——————————————————————\nSUMBER & REFERENSI\n——————————————————————\nPodcast asli: Endgame #245 — Purbaya Yudhi Sadewa & Gita Wirjawan\nChannel Endgame:    /   \n——————————————————————\nTENTANG ANALISPODCAST\n——————————————————————\nanalispodcast bukan channel ringkasan. Kami menganalisis isi podcast dari berbagai sumber dengan pendekatan mendalam, tajam, dan reflektif — fokus pada cara berpikir, bukan sekadar apa yang dikatakan. Setiap episode adalah latihan membaca lebih dalam dari permukaan percakapan.\n \nSubscribe jika kamu percaya bahwa mendengarkan saja tidak cukup.", "post_id": "JdfUTcMRj-E"}}, {"key": "gwirjawan", "attributes": {"label": "gwirjawan", "x": 639.8257840206766, "y": 989.8057354592928, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.9542, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "JdfUTcMRj-E", "id": "gwirjawan", "source": "youtube-000001", "content": "Di Balik Keyakinan Purbaya Membongkar Cara Berpik | Analisis Podcast\n\nKetika seorang menteri keuangan memindahkan 200 triliun rupiah dalam hitungan hari dan menyebutnya sebagai \"uang saya sendiri\" — pertanyaannya bukan apakah langkah itu benar atau salah. Pertanyaannya adalah: kenapa kita terima begitu saja?\n \nDi episode ini, analispodcast membedah percakapan Purbaya Yudhi Sadewa di Endgame #245 bersama Gita Wirjawan. Bukan untuk meringkas isinya — tapi untuk membongkar cara berpikirnya: asumsi apa yang tidak dipertanyakan, narasi apa yang dibangun, dan keheningan apa yang justru paling berbicara.\n \nYang dianalisis dalam video ini:\n— Bagaimana otoritas intelektual dikonstruksi lewat cerita perjalanan hidup\n— Mengapa mereduksi kerusuhan sosial menjadi masalah likuiditas adalah pilihan politis, bukan netralitas teknis\n— Apa yang hilang ketika dua orang dengan latar belakang serupa berbicara tentang 280 juta orang lainnya\n— Paradoks Gen Z dan kaderisasi yang tidak pernah sampai pada pertanyaan yang sebenarnya\n \nIni bukan kritik terhadap orangnya. Ini latihan berpikir tentang bagaimana kekuasaan bekerja melalui bahasa, narasi, dan hal-hal yang dianggap tidak perlu dijelaskan.\n \nTonton sampai habis — bagian yang paling menarik bukan di awal.\n \n——————————————————————\nSUMBER & REFERENSI\n——————————————————————\nPodcast asli: Endgame #245 — Purbaya Yudhi Sadewa & Gita Wirjawan\nChannel Endgame:    /   \n——————————————————————\nTENTANG ANALISPODCAST\n——————————————————————\nanalispodcast bukan channel ringkasan. Kami menganalisis isi podcast dari berbagai sumber dengan pendekatan mendalam, tajam, dan reflektif — fokus pada cara berpikir, bukan sekadar apa yang dikatakan. Setiap episode adalah latihan membaca lebih dalam dari permukaan percakapan.\n \nSubscribe jika kamu percaya bahwa mendengarkan saja tidak cukup.", "post_id": "JdfUTcMRj-E"}}], "edges": [{"key": "Catatan_ali7", "source": "Catatan_ali7", "target": "Catatan_ali7", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Catatan_ali7", "source": "Catatan_ali7", "target": "Catatan_ali7", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pirnek01", "source": "pirnek01", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pirnek01", "source": "pirnek01", "target": "KinkinAsikin1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sasah79400", "source": "sasah79400", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "YonoPraji18389", "source": "YonoPraji18389", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "one_peace79", "source": "one_peace79", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Dani97aza", "source": "Dani97aza", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "inusa.media", "source": "inusa.media", "target": "inusamedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@VideoTribunPontianak", "source": "@VideoTribunPontianak", "target": "tribunpontianak", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tribuntimur", "source": "@tribuntimur", "target": "tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@AnalisisPodCast", "source": "@AnalisisPodCast", "target": "gwirjawan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}