{"nodes": [{"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 345.5557271907129, "y": 502.4409299174512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 104.3297, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890814808450752791_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjanjikan bunga kredit rendah bagi industri tekstil dan sepatu untuk meremajakan mesin produksi, yang akan disalurkan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).\n\nKebijakan ini ditujukan untuk memperkuat ekspansi sektor swasta sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan dukungan likuiditas agar pertumbuhan ekonomi semakin meningkat.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#IndustriTekstil #IndustriSepatu #BloombergTechnoz", "post_id": "3890814808450752791_51748745734"}}, {"key": "pemprovsumut", "attributes": {"label": "pemprovsumut", "x": 921.4160636372173, "y": 777.8075970896045, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889566145200018588_6261465103", "id": "pemprovsumut", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Sumatera Utara   menegaskan pentingnya peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjaga rasa aman masyarakat saat menabung di bank, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan di Sumut.\n\nMelalui kolaborasi antara pemerintah daerah, LPS, perbankan, BI, dan OJK, diharapkan literasi keuangan masyarakat semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumut terus terjaga.\n\nMari bersama wujudkan sistem keuangan yang kuat, aman, dan terpercaya demi Sumut yang maju dan berkelanjutan.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SatuKolaborasiSejutaEnergi \n\n#PemprovSumut #SumutBerkah #KolaborasiSumutBerkah #BobbyNasution #LPS #Perbankan #StabilitasKeuangan #SumutMaju #Medan #SumateraUtara", "post_id": "3889566145200018588_6261465103"}}, {"key": "bobbynst", "attributes": {"label": "bobbynst", "x": 513.5343270745803, "y": 544.5571265458334, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889566145200018588_6261465103", "id": "bobbynst", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Sumatera Utara   menegaskan pentingnya peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjaga rasa aman masyarakat saat menabung di bank, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan di Sumut.\n\nMelalui kolaborasi antara pemerintah daerah, LPS, perbankan, BI, dan OJK, diharapkan literasi keuangan masyarakat semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumut terus terjaga.\n\nMari bersama wujudkan sistem keuangan yang kuat, aman, dan terpercaya demi Sumut yang maju dan berkelanjutan.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SatuKolaborasiSejutaEnergi \n\n#PemprovSumut #SumutBerkah #KolaborasiSumutBerkah #BobbyNasution #LPS #Perbankan #StabilitasKeuangan #SumutMaju #Medan #SumateraUtara", "post_id": "3889566145200018588_6261465103"}}, {"key": "makasar_iinfo", "attributes": {"label": "makasar_iinfo", "x": 116.24695925456608, "y": 756.4245370417009, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890883076151143325_20402709174", "id": "makasar_iinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Merespon melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17,424, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah otoritas keuangan, mulai dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada kemarin malam (5/5). Rapat ini digelar untuk merespons tekanan terhadap rupiah dan merumuskan langkah stabilisasi.\n\nDari rapat itu, melansir laporan , Perry selaku pejabat BI mengatakan kalau Presiden Prabowo telah merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperbaiki keadaan, membuat nilai mata uang rupiah kembali stabil. Pertama, BI disebut bakal turun langsung ke pasar valuta asing (dalam dan luar negeri) buat nahan gejolak rupiah. Kedua, BI juga segera menarik uang dari investor asing masuk ke Indonesia lewat instrumen seperti SRBI. Ketiga, BI berencana kerja bareng Kementerian Keuangan RI, termasuk beli SBN dari pasar supaya kondisi keuangan tetap stabil.\n\nKeempat, BI ikut menjaga likuiditas buat memastikan uang di perbankan dan pasar tetap banyak dan lancar. Kelima, BI membatasi pembelian dolar AS biar nggak berlebihan (sekarang dibatasi dan akan diperketat lagi). Keenam, BI juga bakal ikut intervensi di pasar luar negeri (offshore) lewat instrumen seperti NDF buat bantu stabilin rupiah. Ketujuh, BI memperketat pengawasan bank dan perusahaan bareng Otoritas Jasa Keuangan supaya sistem keuangan tetap aman.\n\nLebih lanjut Perry menjelaskan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dia percaya kalau nilai tukar rupiah bakal kembali stabil dan menguat ke depan. Your thoughts? 💭 \n\n[📸via Sekretariat Kabinet RI, ANTARA/HO-Setkab RI]\n\n(USSFeed)", "post_id": "3890883076151143325_20402709174"}}, {"key": "antaranewscom", "attributes": {"label": "antaranewscom", "x": 615.9649834734108, "y": 168.31073111010573, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890883076151143325_20402709174", "id": "antaranewscom", "source": "instagram-000001", "content": "Merespon melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17,424, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah otoritas keuangan, mulai dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada kemarin malam (5/5). Rapat ini digelar untuk merespons tekanan terhadap rupiah dan merumuskan langkah stabilisasi.\n\nDari rapat itu, melansir laporan , Perry selaku pejabat BI mengatakan kalau Presiden Prabowo telah merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperbaiki keadaan, membuat nilai mata uang rupiah kembali stabil. Pertama, BI disebut bakal turun langsung ke pasar valuta asing (dalam dan luar negeri) buat nahan gejolak rupiah. Kedua, BI juga segera menarik uang dari investor asing masuk ke Indonesia lewat instrumen seperti SRBI. Ketiga, BI berencana kerja bareng Kementerian Keuangan RI, termasuk beli SBN dari pasar supaya kondisi keuangan tetap stabil.\n\nKeempat, BI ikut menjaga likuiditas buat memastikan uang di perbankan dan pasar tetap banyak dan lancar. Kelima, BI membatasi pembelian dolar AS biar nggak berlebihan (sekarang dibatasi dan akan diperketat lagi). Keenam, BI juga bakal ikut intervensi di pasar luar negeri (offshore) lewat instrumen seperti NDF buat bantu stabilin rupiah. Ketujuh, BI memperketat pengawasan bank dan perusahaan bareng Otoritas Jasa Keuangan supaya sistem keuangan tetap aman.\n\nLebih lanjut Perry menjelaskan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dia percaya kalau nilai tukar rupiah bakal kembali stabil dan menguat ke depan. Your thoughts? 💭 \n\n[📸via Sekretariat Kabinet RI, ANTARA/HO-Setkab RI]\n\n(USSFeed)", "post_id": "3890883076151143325_20402709174"}}, {"key": "bank_indonesia_kalteng", "attributes": {"label": "bank_indonesia_kalteng", "x": 498.1619149132005, "y": 80.73505247897073, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890898375197496854_3108381276", "id": "bank_indonesia_kalteng", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3890898375197496854_3108381276"}}, {"key": "perekonomianri", "attributes": {"label": "perekonomianri", "x": 251.02122518260649, "y": 996.3445968850073, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890898375197496854_3108381276", "id": "perekonomianri", "source": "instagram-000001", "content": "#SobatRupiah, semua langkah besar selalu dimulai dari kebersamaan.\n\nMelalui Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI), sinergi antar pemangku kepentingan diperkuat untuk mendorong pembiayaan, investasi, dan realisasi proyek strategis.\n\nGubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, dan Menko Bidang , Airlangga Hartarto, menyatukan visi untuk memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan memastikan stabilitas intermediasi berjalan efektif. Saat pemerintah menyiapkan jalan, perbankan menyalurkan pembiayaan, dan dunia usaha melakukan ekspansi, dari situ optimisme kita tumbuh.\n\nSobat, siap #BeriMakna jadi bagian dari langkah besar ini?\n\n#diSetiapMaknaIndonesia", "post_id": "3890898375197496854_3108381276"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 990.1511764898256, "y": 878.6015345183259, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 453.73301171979176, "y": 806.9691041117607, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 673.9026262054301, "y": 607.9758733749358, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 104.3297, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 256.51636617739024, "y": 353.5252578674471, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 648.3967053988978, "y": 660.7393949553826, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 42.254, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7609236983004646676", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "sumsel.terciduk", "attributes": {"label": "sumsel.terciduk", "x": 880.2775310917151, "y": 66.99475044177828, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7497259475947031863", "id": "sumsel.terciduk", "source": "tiktok-000001", "content": "Seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Buay Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, menarik kembali jaminan yang telah dia serahkan untuk pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank Sumsel Babel Cabang Muaradua. Langkah ini diambil setelah dirinya merasa kecewa dengan pelayanan dan komunikasi yang tidak memadai dari pihak bank, yang membuat proses pengajuan KUR berjalan lambat dan tanpa kejelasan. E, wanita yang telah mengajukan pinjaman KUR sejak tahun 2022, mengungkapkan bahwa dirinya telah melunasi pinjaman sebelumnya pada bulan Agustus 2024. Setelah melunasi pinjaman tersebut, E segera mengajukan permohonan pinjaman KUR kembali untuk mendukung usaha yang dikelolanya. Namun, meskipun sudah menunggu hampir setahun, hingga Maret 2025, tidak ada keputusan yang jelas dari pihak Bank Sumsel Babel terkait pengajuan yang dia ajukan. “Sudah hampir tujuh bulan sejak pengajuan saya, tapi tidak ada keputusan apakah pengajuan saya disetujui atau tidak. Saya merasa sangat kesal dan kecewa dengan pelayanan yang tidak memadai. Seharusnya, KUR ini dirancang untuk membantu masyarakat kecil, bukan malah membuat kami menunggu tanpa kepastian,” ujar E dengan nada kecewa. E menambahkan bahwa meskipun sudah mengikuti seluruh prosedur yang ditetapkan oleh Bank Sumsel Babel, mulai dari pengisian formulir hingga penyerahan dokumen persyaratan, pihak bank tidak memberikan kejelasan mengenai status pengajuannya. Hal ini membuatnya merasa frustasi, apalagi mengingat ia sudah melunasi pinjaman sebelumnya sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai Solusi Pembiayaan untuk UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk memberikan kemudahan akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini diharapkan dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mendukung pengembangan usaha-usaha kecil di seluruh Indonesia. Melalui program ini, para pelaku usaha yang kesulitan mendapatkan pinjaman dari lembaga keuangan komersial diharapkan dapat memperoleh dukungan finansial untuk mengembangkan usahanya. Sementara itu saat dikonfirmasi oleh pihak media terkait hal ini Pemimpin Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua  Wahyu Apriludin melalui Wakil Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel Muaradua Fadhil Saidiladna Tanrir, mengaku tidak bersedia memberikan jawaban,menurutnya awak media terlebih harus mengajukan surat pengajuan untuk mewawancara. “Saya tidak bersedia memberikan jawaban,untuk wawancara, media harus mengajukan surat pengajuan wawancara. Terserah kalau berita ini mau diviralkan, jika ada komplain silahkan ajukan surat ke Banksumsel Babel,” ucapnya sumber : https://sinerginkri.com/calon-nasabah-tarik-kembali-jaminan-kur-pelayanan-bank-sumsel-babel-cabang-muaradua-dipertanyakan/", "post_id": "7497259475947031863"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "attributes": {"label": "@dr.hendriksuhendri", "x": 218.6213623056278, "y": 992.2025882704833, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "@dr.hendriksuhendri", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "unitritvmlg", "attributes": {"label": "unitritvmlg", "x": 131.1814110630021, "y": 624.6506140864865, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5499, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "unitritvmlg", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "unitrimlg", "attributes": {"label": "unitrimlg", "x": 293.56144884643754, "y": 583.1076935360616, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5499, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "unitrimlg", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "SUMBATV", "attributes": {"label": "SUMBATV", "x": 372.395611214461, "y": 914.2057669419307, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5499, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "SUMBATV", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "jtvmalang24", "attributes": {"label": "jtvmalang24", "x": 81.23414448297706, "y": 357.2430505323573, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5499, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "jtvmalang24", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "himakaunitri1405", "attributes": {"label": "himakaunitri1405", "x": 654.0391384961115, "y": 532.2337822697407, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5499, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "himakaunitri1405", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "himakaunitri6380", "attributes": {"label": "himakaunitri6380", "x": 18.61193326286803, "y": 239.8557069756503, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.5499, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XXtHfTDPpqU", "id": "himakaunitri6380", "source": "youtube-000001", "content": "Visiting Balasan ke LPS II Surabaya 06 Mei 2026\n\nTujuan dibentuknya LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di Indonesia berkaitan erat dengan upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi masyarakat sebagai nasabah bank. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 24 Tahun 2004.\nBeberapa tujuan utama LPS adalah:\n\nMelindungi simpanan nasabah\nLPS menjamin simpanan masyarakat di bank agar tetap aman, terutama jika bank mengalami kebangkrutan.\nMenjaga kepercayaan masyarakat terhadap perbankan\nDengan adanya jaminan simpanan, masyarakat tidak panik (rush) menarik uangnya secara besar-besaran.\nMenjaga stabilitas sistem perbankan\nLPS membantu mencegah krisis keuangan yang dapat berdampak luas pada perekonomian nasional.\nMendukung sistem keuangan yang sehat\nLPS berperan dalam menciptakan industri perbankan yang lebih stabil dan terpercaya.\nLPS memiliki dua fungsi utama:\n1. Menjamin Simpanan Nasabah\nLPS menjamin simpanan nasabah bank hingga jumlah tertentu (saat ini maksimal Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan syarat tertentu).\nSimpanan yang dijamin meliputi tabungan, deposito, giro, dan bentuk lainnya.\n2. Turut Aktif dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan\nLPS dapat melakukan penanganan bank gagal (bank yang mengalami kesulitan keuangan).\nMelakukan:\nPenyelamatan bank (resolusi bank)\nLikuidasi bank jika tidak dapat diselamatkan\nBekerja sama dengan lembaga lain seperti:\nBank Indonesia\nOtoritas Jasa Keuangan (OJK)\nKementerian Keuangan\n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬ \n‪‬", "post_id": "XXtHfTDPpqU"}}, {"key": "@tvasuransi", "attributes": {"label": "@tvasuransi", "x": 580.8045927047845, "y": 51.20061364887074, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "t4Gg0BM4g_8", "id": "@tvasuransi", "source": "youtube-000001", "content": "Industri Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Tembus 5,6 Persen di Q1 2026\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2026 yang tumbuh sebesar 5,62 persen yang ditopang oleh 4 sektor dengan pertumbuhan tertinggi.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #pertumbuhanekonomi #badanpusatstatistik #ekonominasional #belanjarumahtangga\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "t4Gg0BM4g_8"}}, {"key": "BPSStatistics", "attributes": {"label": "BPSStatistics", "x": 243.65851635349455, "y": 740.7372246618587, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "t4Gg0BM4g_8", "id": "BPSStatistics", "source": "youtube-000001", "content": "Industri Ini Penopang Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Hingga Tembus 5,6 Persen di Q1 2026\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal 1 2026 yang tumbuh sebesar 5,62 persen yang ditopang oleh 4 sektor dengan pertumbuhan tertinggi.\n\nKredit: ‪‬ \n\n#youtubevideos #pertumbuhanekonomi #badanpusatstatistik #ekonominasional #belanjarumahtangga\n=============================================================\nWebsite: https://mediaasuransinews.co.id/\n\nSocial Media :\n\nFacebook\n  / media.asuran.  .\n  / majalah.medi.  .\n\nInstagram\n  / mediaasuran.  .\n\nLinkedin \n  / media-asu.  .\n\nTwitter\n  / media_asuransi  \n----------------------------------------------\nFor Business Inquiries : editor", "post_id": "t4Gg0BM4g_8"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 752.3605878468154, "y": 394.16917872532287, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 281.6399741529938, "y": 186.05632021185892, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.3007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "@kompastvmedan", "attributes": {"label": "@kompastvmedan", "x": 217.9995676749541, "y": 430.923313188008, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "lIr6Rb-8w5Y", "id": "@kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah, Ada Apa? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#ekonomi #rupiah #bisnis #nilaitukarrupiah #nilaitukar #matauang \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lIr6Rb-8w5Y"}}, {"key": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "kompastvmedan", "x": 624.9118652100894, "y": 343.76669738609223, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "lIr6Rb-8w5Y", "id": "kompastvmedan", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah, Ada Apa? Begini Analisis Ekonom\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#ekonomi #rupiah #bisnis #nilaitukarrupiah #nilaitukar #matauang \n------------------------------------------\nSahabat Kompas TV, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Medan, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live\n\nSahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial Kompas TV Medan\nTikTok :   / kompastvmedan  \nInstagram :   / kompastvmedan  \nFacebook :   / kompastvmdn  \nTwitter :   / kompastvmedan  \nThreads: https://www.threads.net/\n\nKompas TV\nIndependen | Terpercaya\n#kompastvmedan", "post_id": "lIr6Rb-8w5Y"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "attributes": {"label": "@KompasTVDewata", "x": 414.80304676826887, "y": 816.0247734168935, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "RAf7Hf_0xbk", "id": "@KompasTVDewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "RAf7Hf_0xbk"}}, {"key": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "kompastvdewata", "x": 723.1217594792921, "y": 923.643280879871, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.3007, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "RAf7Hf_0xbk", "id": "kompastvdewata", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nTerima kasih sudah menonton!\n\nJangan lewatkan berita dan inspirasi terkini dari Pulau Dewata. Dukung kami dengan LIKE, berikan pandangan Anda di KOMENTAR, BAGIKAN kepada kerabat Anda, dan pastikan Anda SUBSCRIBE untuk mendapatkan notifikasi video terbaru.\n\n🔔 Jangan Lupa Nyalakan Lonceng Notifikasi! 🔔\n\nKompasTV Dewata Official Channel.\nInspirasi Bali. Berita Terpercaya.\n\nTonton Kami Langsung di TV:\nSetiap hari pukul 05.30 WITA - 08.00 WITA\n\nJelajahi Konten Kami:\n\n🎥 VIDEO TERBARU:    /   \n\n✅ SUBSCRIBE SEKARANG:    /   \n\nIkuti Kami di Media Sosial:\n\nFacebook:   / kompastvdewata  \n\nInstagram:   / kompastvbalidewata", "post_id": "RAf7Hf_0xbk"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "attributes": {"label": "@KUPASTVLAMPUNG", "x": 20.929938083482092, "y": 91.46857823234289, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "kupastvlampung", "x": 423.68256734533827, "y": 252.49746469421152, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "VCqNPWLbHQA", "id": "kupastvlampung", "source": "youtube-000001", "content": "Gubernur BI Ungkap 2 Penyebab Utama Rupiah Melemah Meski Ekonomi Tumbuh 5,61%\n\nGubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengaku telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait perkembangan Rupiah saat ini. Menurutnya, ada dua alasan yang membuat Rupiah mengalami undervalue di tengah kondisi perekonomian yang tumbuh.\n\n\"Tadi dibahas dan mendapatkan arahan mengenai nilai tukar, bahwa yang pertama nilai tukar sekarang itu undervalue. Undervalue dan ke depan kita yakini akan stabil dan menguat,\" kata Perry.\n\nPerry mengatakan pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I - 2026, inflasi dalam kondisi rendah, cadangan devisa kuat, dan kredit yang tumbuh tinggi, seharusnya menjadi dasar untuk menunjukkan Rupiah akan stabil dan menguat. Namun, diakui bahwa dalam jangka pendek ini ada tekanan terhadap nilai tukar hingga saat ini menembus ke level Rp 17.400 per US$.\n\nTerima kasih atas dukungan sosial media kupas tuntas grup, kami menghadirkan berita-berita terkini Lampung maupun berita Nasional dengan kualitas baik.\n\nJoin Grup WhatsApp :\nhttps://linkin.bio/kupas_lampung\n\nDapatkan Informasi Terbaru : \n   /   \n\nDisclaimer: \nGambar, ataupun video yang ada di channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini :\nKontak : kupastuntas7 / 081231530113\n\nCOPYRIGHT DISCLAIMER\n\"Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act? 1976, allowance is made for \"fair use\" for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.\"\n\nUntuk berlangganan koran atau pemasangan iklan, bisa menghubungi:\nAdmin : 081324556017", "post_id": "VCqNPWLbHQA"}}, {"key": "@SolusiBCA", "attributes": {"label": "@SolusiBCA", "x": 612.663884676235, "y": 280.07559314212136, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "@SolusiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "GoodLifeBCA", "x": 152.79759955807248, "y": 590.3771270910609, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3124, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "GoodLifeBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "XpresiBCA", "x": 422.6608595848018, "y": 543.0584130197802, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3124, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "XpresiBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "BankBCA", "attributes": {"label": "BankBCA", "x": 56.67796287410554, "y": 903.2612337963518, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3124, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "BankBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "KartuKreditBCA", "x": 60.762603066983445, "y": 271.48909732504524, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3124, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "KartuKreditBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "HaloBCA", "attributes": {"label": "HaloBCA", "x": 286.6404552915043, "y": 678.5925186338607, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3124, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "HaloBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "LifeAtBCA", "x": 45.420778584725596, "y": 625.120800531045, "size": 15.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3124, "eigenvector": 71.4286, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "sF0Oe-FXHkc", "id": "LifeAtBCA", "source": "youtube-000001", "content": "Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nPerang AS – Iran yang berkepanjangan membuat harga bahan bakar di AS naik sehingga memicu lonjakan inflasi. Ditambah lagi, pasar ketenagakerjaan AS yang cenderung melemah dapat menekan tingkat konsumsi dan pertumbuhan ekonomi AS ke depannya. Pertumbuhan PDB Tiongkok justru relatif solid yang ditopang oleh supply dibandingkan demand. Di Indonesia, dinamika harga komoditas akibat perang dikhawatirkan berdampak ke current account dan pergerakan IDR sehingga membatasi ruang pemangkasan suku bunga BI. Jika perang terus berlanjut, bagaimana dampaknya ke pergerakan pasar finansial global & dampaknya terhadap Indonesia? \n\nMari saksikan ulasan dari BCA mengenai kondisi ekonomi pada Wealth Inspiration Webinar BCA House View Mei 2026\n\nDapatkan report BCA House View pada Website BCA Prioritas - Market Insight - House View Report - House View Mei 2026 maupun melalui aplikasi myBCA pada menu Untukmu - Wealth Insight\n\nBagi Bapak dan Ibu yang tertarik untuk memiliki instrumen investasi seperti Obligasi dan Reksa Dana, dapat mengunduh aplikasi myBCA dan daftar data investor (Single Investor Identification/SID). \n\nYuk investasi melalui aplikasi myBCA sekarang!\n\n\nKunjungi Website dan Social Media BCA:\nWebsite: https://www.bca.co.id​\nX:  |  |  |  | \nFacebook: GoodLife BCA | Xpresi BCA | Bank BCA | Kartu Kredit BCA\nIG:  | \nLINE : \nTikTok:   / bankbca  \nLinkedIn: PT Bank Central Asia Tbk.", "post_id": "sF0Oe-FXHkc"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 422.36054651854795, "y": 690.3613076408486, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "-xRHUe8_T3U", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah | SAPA PAGI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nVideo Editor: Novaltri Sarelpa\nProduser: Theo Reza\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "-xRHUe8_T3U"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 522.5748393541991, "y": 410.43662883621056, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "-xRHUe8_T3U", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Analisis Ekonom Soal Ekonomi RI Menguat Tapi Rupiah Melemah | SAPA PAGI\n\nJAKARTA, KOMPAS.TV - Ketika pemerintah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi tinggi di 5,61 persen, Rupiah justru makin terpuruk rekor terburuk sejarah. \n\nKurs tengah BI di 17.425 sedangkan di perbankan sudah di atas 17.500. \n\nMari kita ulas bersama Josua Pardede Kepala Ekonom Bank Permata dalam Kompas Bisnis.\n\n#rupiah #rupiahmelemah #nilaitukarrupiah \n\nVideo Editor: Novaltri Sarelpa\nProduser: Theo Reza\n\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "-xRHUe8_T3U"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 476.24315234506844, "y": 781.0645555672526, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.6496, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 22.301840105484526, "y": 754.3316742163672, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.9518, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "pemprovsumut", "source": "pemprovsumut", "target": "bobbynst", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "makasar_iinfo", "source": "makasar_iinfo", "target": "antaranewscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bank_indonesia_kalteng", "source": "bank_indonesia_kalteng", "target": "perekonomianri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sumsel.terciduk", "source": "sumsel.terciduk", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "unitritvmlg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "unitrimlg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "unitritvmlg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "SUMBATV", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "jtvmalang24", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "himakaunitri1405", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@dr.hendriksuhendri", "source": "@dr.hendriksuhendri", "target": "himakaunitri6380", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvasuransi", "source": "@tvasuransi", "target": "BPSStatistics", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastvmedan", "source": "@kompastvmedan", "target": "kompastvmedan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVDewata", "source": "@KompasTVDewata", "target": "kompastvdewata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KUPASTVLAMPUNG", "source": "@KUPASTVLAMPUNG", "target": "kupastvlampung", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "XpresiBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "KartuKreditBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "HaloBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "GoodLifeBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "LifeAtBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@SolusiBCA", "source": "@SolusiBCA", "target": "BankBCA", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}