{"nodes": [{"key": "safira_floran", "attributes": {"label": "safira_floran", "x": 153.79362488120574, "y": 38.094878458508894, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052083932246790484", "id": "safira_floran", "source": "retweet-000002", "content": "Daripada sibuk berasumsi negatif perekonomian Indonesia, lebih baik bersyukur ternyata terjadi kenaikan di sektor expor d…", "post_id": "2052083932246790484"}}, {"key": "99propaganda", "attributes": {"label": "99propaganda", "x": 731.9518703569763, "y": 107.53771241299826, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.0909, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2052083932246790484", "id": "99propaganda", "source": "retweet-000002", "content": "Daripada sibuk berasumsi negatif perekonomian Indonesia, lebih baik bersyukur ternyata terjadi kenaikan di sektor expor d…", "post_id": "2052083932246790484"}}, {"key": "Cicakganjcet", "attributes": {"label": "Cicakganjcet", "x": 298.44583574994823, "y": 937.1773435279417, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051773775679770965", "id": "Cicakganjcet", "source": "retweet-000002", "content": "Daripada sibuk berasumsi negatif perekonomian Indonesia, lebih baik bersyukur ternyata terjadi kenaikan di sektor expor d…", "post_id": "2051773775679770965"}}, {"key": "SRdwu76204", "attributes": {"label": "SRdwu76204", "x": 373.673852200637, "y": 98.4028441942124, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051844486033211586", "id": "SRdwu76204", "source": "retweet-000002", "content": "Daripada sibuk berasumsi negatif perekonomian Indonesia, lebih baik bersyukur ternyata terjadi kenaikan di sektor expor d…", "post_id": "2051844486033211586"}}, {"key": "kaumjelata24", "attributes": {"label": "kaumjelata24", "x": 480.95955957544226, "y": 433.0455680897356, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052227595056599532", "id": "kaumjelata24", "source": "tweet-000004", "content": "Blm lama ini, Purbaya bilang bahwa Indonesia dlm mode bertahan (Survival mode) trs penyusunana APBN Kita mengalami penundaan. Dalam stuasi tanda tanya ini, BPS merilis hasil survey pertumbuhan ekonomi 5,6% .\nHasil ini disikapi oleh pelaku pasar dgn rasa ragu.", "post_id": "2052227595056599532"}}, {"key": "DipoSatriaR", "attributes": {"label": "DipoSatriaR", "x": 924.0282771398388, "y": 494.4245376727573, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052227595056599532", "id": "DipoSatriaR", "source": "tweet-000004", "content": "Blm lama ini, Purbaya bilang bahwa Indonesia dlm mode bertahan (Survival mode) trs penyusunana APBN Kita mengalami penundaan. Dalam stuasi tanda tanya ini, BPS merilis hasil survey pertumbuhan ekonomi 5,6% .\nHasil ini disikapi oleh pelaku pasar dgn rasa ragu.", "post_id": "2052227595056599532"}}, {"key": "must_heart", "attributes": {"label": "must_heart", "x": 438.4061637753174, "y": 293.03819788650173, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051914518792692148", "id": "must_heart", "source": "tweet-000004", "content": "walaupun kondisi global sedang bergejolak, APBN mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan", "post_id": "2051914518792692148"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 95.46738577100145, "y": 411.88800039155495, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051914518792692148", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "walaupun kondisi global sedang bergejolak, APBN mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia berkelanjutan", "post_id": "2051914518792692148"}}, {"key": "yulian667192", "attributes": {"label": "yulian667192", "x": 940.7607357951429, "y": 675.3494828859938, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051954728293237227", "id": "yulian667192", "source": "tweet-000004", "content": "manusia tergoblok ada di   puluhan ribu orang keracunan, apbn pendidikan diambil lantas dimana tanggung jawa pemerintah untuk amanat konstitusi memberikan pendidikan tuk seluruh anak Indonesia? bangsaaaaaaat ....", "post_id": "2051954728293237227"}}, {"key": "bgn", "attributes": {"label": "bgn", "x": 723.2473795839908, "y": 6.665307620078886, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051954728293237227", "id": "bgn", "source": "tweet-000004", "content": "manusia tergoblok ada di   puluhan ribu orang keracunan, apbn pendidikan diambil lantas dimana tanggung jawa pemerintah untuk amanat konstitusi memberikan pendidikan tuk seluruh anak Indonesia? bangsaaaaaaat ....", "post_id": "2051954728293237227"}}, {"key": "klontangs", "attributes": {"label": "klontangs", "x": 852.3309858927875, "y": 568.8725094569714, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052071615517937819", "id": "klontangs", "source": "tweet-000004", "content": "Ini Niat bener mau hancurin Indonesia atau gimana sih niatnya. Bener2 dah,teganya rakyat sdh susah sekali bertahan hidup masih dibebani menanggung APBN pastinya lewat pajak lagi dah......", "post_id": "2052071615517937819"}}, {"key": "P3gEl", "attributes": {"label": "P3gEl", "x": 546.655181463264, "y": 690.9699282954593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052071615517937819", "id": "P3gEl", "source": "tweet-000004", "content": "Ini Niat bener mau hancurin Indonesia atau gimana sih niatnya. Bener2 dah,teganya rakyat sdh susah sekali bertahan hidup masih dibebani menanggung APBN pastinya lewat pajak lagi dah......", "post_id": "2052071615517937819"}}, {"key": "dimarsasongko98", "attributes": {"label": "dimarsasongko98", "x": 351.37617720780355, "y": 992.777649839512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051565312852820229", "id": "dimarsasongko98", "source": "tweet-000004", "content": "Investor Korea bikin apartemen & hotel di IKN  itu bukan bukti IKN sukses, itu bukti rakyat Indonesia bayar infrastruktur lewat APBN, terus tanahnya dikasih asing buat jualan properti. \n\nSiapa yang diuntungkan? Bukan \"kaum merajuk\"  tapi lo sendiri yang perlu jawab itu😁", "post_id": "2051565312852820229"}}, {"key": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "KerjaHasil_id", "x": 901.9527498571554, "y": 242.96120308874436, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051565312852820229", "id": "KerjaHasil_id", "source": "tweet-000004", "content": "Investor Korea bikin apartemen & hotel di IKN  itu bukan bukti IKN sukses, itu bukti rakyat Indonesia bayar infrastruktur lewat APBN, terus tanahnya dikasih asing buat jualan properti. \n\nSiapa yang diuntungkan? Bukan \"kaum merajuk\"  tapi lo sendiri yang perlu jawab itu😁", "post_id": "2051565312852820229"}}, {"key": "palembangterkini.official", "attributes": {"label": "palembangterkini.official", "x": 503.2888783102866, "y": 855.3563239796964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890427200892996407_1632216784", "id": "palembangterkini.official", "source": "instagram-000001", "content": "Waduh waduh, bener bener ditanggung semuanya ya? 🫣🤔\n\nEkonom CELIOS Bhima Yudhistira dalam Dirty Vote menyebut bank-bank swasta sehat di Indonesia tengah dipaksa menanggung beban pembiayaan program MBG dan Koperasi Merah Putih lewat strategi off budget. Ia menilai kondisi ini berbahaya karena APBN yang sudah mepet membuat pemerintah mengandalkan likuiditas perbankan untuk proyek yang tidak memiliki visibilitas bisnis yang jelas. Bhima menyebut ini berpotensi memicu krisis sistemik seperti yang terjadi pada 1998. Sumber: YouTube Dirty Vote\nReposted from", "post_id": "3890427200892996407_1632216784"}}, {"key": "gtid.news", "attributes": {"label": "gtid.news", "x": 629.7322037515279, "y": 533.1985315157858, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890427200892996407_1632216784", "id": "gtid.news", "source": "instagram-000001", "content": "Waduh waduh, bener bener ditanggung semuanya ya? 🫣🤔\n\nEkonom CELIOS Bhima Yudhistira dalam Dirty Vote menyebut bank-bank swasta sehat di Indonesia tengah dipaksa menanggung beban pembiayaan program MBG dan Koperasi Merah Putih lewat strategi off budget. Ia menilai kondisi ini berbahaya karena APBN yang sudah mepet membuat pemerintah mengandalkan likuiditas perbankan untuk proyek yang tidak memiliki visibilitas bisnis yang jelas. Bhima menyebut ini berpotensi memicu krisis sistemik seperti yang terjadi pada 1998. Sumber: YouTube Dirty Vote\nReposted from", "post_id": "3890427200892996407_1632216784"}}, {"key": "modusaceh", "attributes": {"label": "modusaceh", "x": 563.096543311259, "y": 685.8357178852301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 76.456, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890359160790053069_3556192377", "id": "modusaceh", "source": "instagram-000001", "content": "MODUSACEH.CO, Jakarta | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi peningkatan jumlah penduduk Indonesia yang bermigrasi ke luar negeri. Hal ini terjadi di tengah sempat ramainya fenomena #KaburAjaDulu di media sosial.\n\nHal itu berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Tercatat angka migrasi neto internasional minus 0,53, yang berarti terdapat pengurangan penduduk rata-rata 53 orang per 100 ribu penduduk setiap tahunnya akibat migrasi internasional.\n\n\"Berdasarkan hasil SUPAS 2025, angka migrasi neto internasional tercatat minus 0,53 yang berarti pads periode LF SP 2020 dan SUPAS 2025 terdapat pengurangan penduduk akibat migrasi internasional rata-rata 53 orang per 100 ribu penduduk setiap tahunnya,\" kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\nAngka migrasi neto internasional berdasarkan SUPAS 2025 yang minus 0,53 lebih tinggi dibandingkan dengan hasil LF SP2020 yang minus 0,11. Hasil itu juga lebih tinggi dibandingkan SUPAS 2015 yang minus 0,50.\n\nAngka migrasi internasional neto yang negatif pada 2025 itu disebabkan migrasi masuk ke Indonesia tercatat sebesar 61 orang per 100 ribu penduduk tiap tahunnya. Sedangkan angka migrasi keluar 114 orang per 100 ribu penduduk setiap tahunnya.\n\nDengan angka migrasi keluar internasional yang lebih besar dari migrasi masuk, menunjukkan bahwa lebih banyak penduduk Indonesia yang berpindah ke luar negeri.\n\nSumber: detik.com\n\nLink berita selengkapnya ada di bio profil \n\n#modusaceh #berita #beritaaceh #beritanasional", "post_id": "3890359160790053069_3556192377"}}, {"key": "petromindo", "attributes": {"label": "petromindo", "x": 976.1259392300499, "y": 581.5960970048332, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2968849712854906060_11418126583", "id": "petromindo", "source": "instagram-000001", "content": "We are delighted to announce :\n\n\"PT INDO TAMBANGRAYA MEGAH TBK\" as Sponsor at *2023 Indonesia Coal Outlook Conference*  \n\nThat will be held on 7 December 2022 at JW Marriott Jakarta .\n\nAgenda : https://www.petromindo.com/events\n\n#petromindo #batubara #coal #minerals #pekerjatambang #mining #tambangbatubara #tambang #tambangupdate #tambangnasional #coal #indotambangrayamegah #itm", "post_id": "2968849712854906060_11418126583"}}, {"key": "indotambangrayamegah", "attributes": {"label": "indotambangrayamegah", "x": 944.504206261724, "y": 396.67707451170963, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2968849712854906060_11418126583", "id": "indotambangrayamegah", "source": "instagram-000001", "content": "We are delighted to announce :\n\n\"PT INDO TAMBANGRAYA MEGAH TBK\" as Sponsor at *2023 Indonesia Coal Outlook Conference*  \n\nThat will be held on 7 December 2022 at JW Marriott Jakarta .\n\nAgenda : https://www.petromindo.com/events\n\n#petromindo #batubara #coal #minerals #pekerjatambang #mining #tambangbatubara #tambang #tambangupdate #tambangnasional #coal #indotambangrayamegah #itm", "post_id": "2968849712854906060_11418126583"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 931.8500505162607, "y": 530.8643947470848, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "sucorsekuritas", "x": 355.51493884123585, "y": 90.06807551138807, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sucorsekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "netizen5137", "attributes": {"label": "netizen5137", "x": 520.9591439652421, "y": 770.743933400467, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628059313445096711", "id": "netizen5137", "source": "tiktok-000001", "content": "Solidaritas Skuad Garuda: Justin Hubner Pasang Badan untuk Dean James Inilah kebersamaan Timnas Indonesia, di saat Dean James merasa terpuruk dan mematikan HP, di situlah **Justin Hubner** berani berbicara di depan publik mewakili Dean James. Situasi ini bermula dari tekanan mental yang dialami Dean James akibat permasalahan dengan mantan klubnya, NAC Breda. Kabarnya, pihak klub sempat memberikan narasi negatif terkait proses naturalisasi dan paspor Indonesia milik Dean. Melalui unggahan , Dean mengaku harus mematikan ponselnya selama berhari-hari agar tidak menjadi gila karena membaca berita dan komentar negatif.  Melihat rekannya di Timnas diperlakukan tidak adil, Justin Hubner—yang kini memperkuat Fortuna Sittard—langsung bereaksi keras. Melalui media sosialnya, Hubner memberikan pembelaan yang menohok kepada manajemen NAC Breda. > \"Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead (Eagles), Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor,\" tegas Hubner. Kritik pedas ini dilontarkan Hubner setelah Go Ahead Eagles, klub Dean James saat ini, berhasil membantai NAC Breda dengan skor telak 6-0. Bagi Hubner, pihak NAC Breda lebih baik fokus pada performa tim mereka yang buruk daripada ikut campur atau menghalangi urusan paspor pemainnya untuk membela Indonesia. Aksi berani bek Fortuna Sittard ini menjadi bukti nyata bahwa chemistry  pemain Timnas Indonesia tidak hanya terjalin di dalam lapangan, tetapi juga merupakan bentuk dukungan moral yang kuat ketika salah satu dari mereka sedang ditekan oleh pihak luar. #fyp #justinhubner #deanjames #hubner #timnasindonesia", "post_id": "7628059313445096711"}}, {"key": "perspectivefootball_id", "attributes": {"label": "perspectivefootball_id", "x": 778.8740283486392, "y": 536.8617426764856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628059313445096711", "id": "perspectivefootball_id", "source": "tiktok-000001", "content": "Solidaritas Skuad Garuda: Justin Hubner Pasang Badan untuk Dean James Inilah kebersamaan Timnas Indonesia, di saat Dean James merasa terpuruk dan mematikan HP, di situlah **Justin Hubner** berani berbicara di depan publik mewakili Dean James. Situasi ini bermula dari tekanan mental yang dialami Dean James akibat permasalahan dengan mantan klubnya, NAC Breda. Kabarnya, pihak klub sempat memberikan narasi negatif terkait proses naturalisasi dan paspor Indonesia milik Dean. Melalui unggahan , Dean mengaku harus mematikan ponselnya selama berhari-hari agar tidak menjadi gila karena membaca berita dan komentar negatif.  Melihat rekannya di Timnas diperlakukan tidak adil, Justin Hubner—yang kini memperkuat Fortuna Sittard—langsung bereaksi keras. Melalui media sosialnya, Hubner memberikan pembelaan yang menohok kepada manajemen NAC Breda. > \"Jika Anda dihancurkan 6-0 oleh Go Ahead (Eagles), Anda tidak berhak mulai berbicara tentang paspor,\" tegas Hubner. Kritik pedas ini dilontarkan Hubner setelah Go Ahead Eagles, klub Dean James saat ini, berhasil membantai NAC Breda dengan skor telak 6-0. Bagi Hubner, pihak NAC Breda lebih baik fokus pada performa tim mereka yang buruk daripada ikut campur atau menghalangi urusan paspor pemainnya untuk membela Indonesia. Aksi berani bek Fortuna Sittard ini menjadi bukti nyata bahwa chemistry  pemain Timnas Indonesia tidak hanya terjalin di dalam lapangan, tetapi juga merupakan bentuk dukungan moral yang kuat ketika salah satu dari mereka sedang ditekan oleh pihak luar. #fyp #justinhubner #deanjames #hubner #timnasindonesia", "post_id": "7628059313445096711"}}, {"key": "fin.toons", "attributes": {"label": "fin.toons", "x": 279.9523029301687, "y": 726.7235305808798, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 76.456, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7636305265977036052", "id": "fin.toons", "source": "tiktok-000001", "content": "Ini satu-satunya produk yang harganya naik karena PEMERINTAH SENGAJA naikkan. Setiap tahun. Tiap kali APBN disahkan. 🚬 1970: Rp300/bungkus — bebas, murah, di mana-mana 2008: Rp10.000 — cukai mulai serius 2016: Rp22.000 — mulai beli ketengan 2026: Rp35.000–50.000 — 63% dari harga = cukai negara Tujuannya? Supaya orang berhenti merokok. Hasilnya? Indonesia masih punya 65 juta perokok aktif. Prevalensi merokok masih 28–30%. Salah satu tertinggi di dunia. Dan pemerintah dapat Rp200 TRILIUN per tahun dari cukai rokok. Jadi siapa yang benar-benar menang? Bukan kamu. Bukan perokok. Finkok tidak pernah kalah. 💬 Vote next episode: A — Rp3.000 vs Gas LPG 3kg 🔥 B — Rp100.000 vs Sembako 🛒 C — Rp50.000 vs Nasi Padang 🍛 Follow  biar gak ketinggalan! 🔔 #rokok #cukaiRokok #inflasi #CHT #fintoons", "post_id": "7636305265977036052"}}, {"key": "mynameisrio26", "attributes": {"label": "mynameisrio26", "x": 341.12984741919803, "y": 589.778721279146, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "mynameisrio26", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "bamhardy", "attributes": {"label": "bamhardy", "x": 841.2612720341989, "y": 53.24464283097063, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636937545560902930", "id": "bamhardy", "source": "tiktok-000001", "content": "Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (menyentuh level >Rp17.400 pada Mei 2026) berdampak signifikan, terutama kenaikan harga barang impor/bahan baku (imported inflation), beban biaya produksi industri manufaktur membengkak, penurunan daya beli masyarakat, serta risiko PHK. Kondisi ini juga menekan margin laba emiten di pasar modal dan meningkatkan potensi inflasi.  Dampak Utama Rupiah Melemah: Lonjakan Harga Barang Impor & Bahan Baku: Biaya impor barang konsumsi, elektronik, obat-obatan, dan bahan baku industri menjadi lebih mahal, langsung meningkatkan harga jual di pasar. Inflasi (Cost-Push Inflation): Kenaikan biaya bahan baku impor memicu kenaikan harga produk jadi (konsumen) secara umum, menyebabkan inflasi. Penurunan Daya Beli Masyarakat: Nilai riil pendapatan masyarakat menurun, membuat kemampuan belanja berkurang karena harga barang kebutuhan pokok dan non-pokok naik. Tekanan pada Sektor Industri & Manufaktur: Perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor mengalami kenaikan biaya operasional, yang seringkali menyebabkan pengurangan margin laba atau pemotongan produksi. Beban Utang Luar Negeri Membengkak: Perusahaan atau pemerintah yang memiliki utang dalam Dolar AS harus membayar lebih banyak dalam Rupiah. Sentimen Negatif di Pasar Modal: Saham emiten berbasis impor cenderung tertekan, memengaruhi aliran modal asing dan kepercayaan investor. Sektor yang Diuntungkan: Eksportir (contoh: komoditas, sawit) berpotensi mendapatkan keuntungan karena pendapatan dolar mereka bernilai lebih tinggi saat dikonversi ke Rupiah.  Strategi Menghadapi: Masyarakat disarankan menghemat, beralih ke produk lokal, dan mempertimbangkan instrumen investasi aman seperti emas. Bank Indonesia (BI) juga melakukan intervensi melalui bauran kebijakan moneter untuk menstabilkan kurs.   #rupiahmelemah #usdollar #inflasi #beritaviral #fyp", "post_id": "7636937545560902930"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 1.4190395082773755, "y": 8.91370745919906, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 369.62000358612903, "y": 469.4302076747678, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.8611, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 20.729951189249253, "y": 342.548745496576, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 26.562671258298366, "y": 879.3144386305062, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 674.0894944118319, "y": 745.0483297272492, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 123.00703410032432, "y": 996.6150811539073, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 231.32739177905714, "y": 511.1618994703907, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.4859, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2S9pElk2RFU", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Defisit Rp240,1 Triliun, Purbaya Sebut Kinerja Tetap Ekspansif | 1ST SESSION CLOSING\n\nKementerian Keuangan Republik Indonesia melaporkan bahwa hingga akhir Maret 2026, APBN mencatat defisit sebesar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB, namun tetap menunjukkan kinerja yang cukup ekspansif dibandingkan tahun sebelumnya, ditopang oleh penerimaan perpajakan yang tumbuh 14,3 persen secara tahunan sehingga menjaga momentum fiskal di awal tahun.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "2S9pElk2RFU"}}, {"key": "@ReformSyndicate", "attributes": {"label": "@ReformSyndicate", "x": 137.5779226753001, "y": 982.9311920901039, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oUiSWf94IpA", "id": "@ReformSyndicate", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? | HUB WICARA\n\nNarasumber:\nDr. Christina Ruth Elisabeth, M.Si.\n(Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan GVC LPEM FEB UI)\nHost: Muhammad Jusrianto\n\nBenarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? Saat ini harga minyak dunia naik, impor energi membengkak, dan Trump makin agresif dengan perang tarif. Indonesia jelas bisa terkena efek domino dari kekacauan ini! Kalau salah langkah, subsidi BBM, utang negara, sampai daya beli rakyat bisa jadi korban. Pertanyaannya, di tengah tekanan seberat ini, pemerintah siap fight atau cuma jadi follower?\n\nFollow Akun Kami di Media Sosial Lainnya :\nInstagram : instagram.com/reformsyndicate\nTiktok : tiktok.com/\nX : x.com/ReformSyndicate\nFacebook : facebook.com/reformsyndicate\nSpotify : spotify.com/reformsyndicate\nWebsite : https://reformsyndicate.com\n\n#Defisit3% #TrumpEffect #BBM #SubsidiEnergi #PerangDagang #ReformSyndicate", "post_id": "oUiSWf94IpA"}}, {"key": "reformsyndicate", "attributes": {"label": "reformsyndicate", "x": 846.7798820353289, "y": 879.6341736676794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oUiSWf94IpA", "id": "reformsyndicate", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? | HUB WICARA\n\nNarasumber:\nDr. Christina Ruth Elisabeth, M.Si.\n(Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan GVC LPEM FEB UI)\nHost: Muhammad Jusrianto\n\nBenarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? Saat ini harga minyak dunia naik, impor energi membengkak, dan Trump makin agresif dengan perang tarif. Indonesia jelas bisa terkena efek domino dari kekacauan ini! Kalau salah langkah, subsidi BBM, utang negara, sampai daya beli rakyat bisa jadi korban. Pertanyaannya, di tengah tekanan seberat ini, pemerintah siap fight atau cuma jadi follower?\n\nFollow Akun Kami di Media Sosial Lainnya :\nInstagram : instagram.com/reformsyndicate\nTiktok : tiktok.com/\nX : x.com/ReformSyndicate\nFacebook : facebook.com/reformsyndicate\nSpotify : spotify.com/reformsyndicate\nWebsite : https://reformsyndicate.com\n\n#Defisit3% #TrumpEffect #BBM #SubsidiEnergi #PerangDagang #ReformSyndicate", "post_id": "oUiSWf94IpA"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 976.0360429810554, "y": 456.2641063521269, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_Txx-ebqFNE", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Demi Selamatkan Ekonomi, Benarkah Singapura Bakal \"Serang\" Indonesia? | To The Point Aja\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nCreator: Furqon Al Fauzi (FAF)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #ekonomi #purbayayudhi #purbaya", "post_id": "_Txx-ebqFNE"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 622.9276069236251, "y": 374.0077423658904, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3427, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_Txx-ebqFNE", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Demi Selamatkan Ekonomi, Benarkah Singapura Bakal \"Serang\" Indonesia? | To The Point Aja\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nCreator: Furqon Al Fauzi (FAF)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #ekonomi #purbayayudhi #purbaya", "post_id": "_Txx-ebqFNE"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 711.0975634362634, "y": 84.68467972109883, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "L6rWr3ha4u0", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "APBN Catat Defisit Rp240,1 Triliun di Kuartal-I 2026 | MILENOMICS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan pendapatan negara terhimpun sebesar Rp574,9 triliun dan belanja negara terserap Rp815 triliun, sehingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencetak defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB per 31 Maret 2026.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "L6rWr3ha4u0"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 780.5354741422074, "y": 656.6042048019515, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "u295QWkeKHI", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pernyataan Donald Trump Picu Gejolak, Harga Minyak Global Tak Terkendali\n\nSetiap statement Trump dinilai memanaskan situasi, pasar pun bereaksi negatif. Harga minyak kini tembus $115 per barel—jauh dari batas aman.\n\nJika naik ke $120, ancaman inflasi global makin nyata, termasuk bagi negara berkembang. Bahkan Amerika Serikat ikut terdampak dengan lonjakan harga BBM.\n\nMenurut kamu, ini sekadar efek ucapan atau ada permainan besar di baliknya? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiGlobal #HargaMinyak #Geopolitik\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u295QWkeKHI"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 713.0044319315887, "y": 649.3782372135539, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3427, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "u295QWkeKHI", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Pernyataan Donald Trump Picu Gejolak, Harga Minyak Global Tak Terkendali\n\nSetiap statement Trump dinilai memanaskan situasi, pasar pun bereaksi negatif. Harga minyak kini tembus $115 per barel—jauh dari batas aman.\n\nJika naik ke $120, ancaman inflasi global makin nyata, termasuk bagi negara berkembang. Bahkan Amerika Serikat ikut terdampak dengan lonjakan harga BBM.\n\nMenurut kamu, ini sekadar efek ucapan atau ada permainan besar di baliknya? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiGlobal #HargaMinyak #Geopolitik\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "u295QWkeKHI"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "attributes": {"label": "@ThinkingGlobalChannel", "x": 631.7483455335137, "y": 692.6881779199973, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "thinkingglobal", "x": 389.71951111107836, "y": 876.7769552466779, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3427, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobal", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "thinkingglobalchannel", "x": 628.9469743363838, "y": 269.83808570135534, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3427, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "wLnstF15Ypc", "id": "thinkingglobalchannel", "source": "youtube-000001", "content": "Indonesia vs WTO: Bagaimana Ekonomi $5 Triliun Menentang Tatanan Global\n\nIndonesia mengendalikan 62% pasokan nikel dunia, mineral yang terdapat di setiap baterai kendaraan listrik di planet ini. Uni Eropa membawa Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk memaksanya terus menjual bahan baku murah. Indonesia mengajukan banding. Dan tetap mempertahankan larangan tersebut.\n\nPendapatan ekspor nikel meningkat dari $800 juta menjadi $8 miliar dalam 4 tahun.\n\nInilah kisah lengkap tentang bagaimana sebuah negara dengan 275 juta penduduk menolak peran ekonomi yang diberikan kepadanya oleh tatanan global, menentang WTO, menasionalisasi tambang emas terbesar di dunia, dan membangun ekonomi senilai $5 triliun yang hampir sepenuhnya luput dari perhatian pers Barat.\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n▶ DALAM ANALISIS INI:\n\n→ Mengapa PDB riil Indonesia sebesar $5 triliun, bukan $1,4 triliun\n→ Kasus WTO DS592: bagaimana Uni Eropa menggunakan hukum internasional untuk melindungi\n\nakses ke bahan baku murah, dan kalah\n→ Bagaimana pendapatan ekspor nikel tumbuh 10 kali lipat setelah Indonesia melarang ekspor bijih mentah\n→ Nasionalisasi Pelabuhan Bebas senilai $3,85 miliar: dari 90% kepemilikan asing menjadi\n\n51% kepemilikan negara Indonesia\n→ Pabrik baterai EV LG/Hyundai senilai $10 miliar, dari Bijih mentah hingga sel jadi\n→ Strategi non-blok Indonesia: mengambil nilai dari persaingan AS-Tiongkok\n→ Sistem pembayaran QRIS dan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n⏱ BAB:\n\n00:00 — Material di Dalam Ponsel Anda\n00:41 — Angka yang Dirancang untuk Menyesatkan Anda ($1,4 Triliun vs $5 Triliun)\n02:11 — Indonesia vs. Uni Eropa: Pertempuran Nikel WTO\n04:45 — Nasionalisasi Pelabuhan Bebas: Mengambil Kembali Tambang\n06:16 — Kedaulatan Digital: QRIS dan Ekonomi Digital Senilai $99 Miliar\n09:18 — Strategi Non-Blok: Antara AS dan Tiongkok\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n📚 SUMBER:\n\nIMF World Economic Outlook, Oktober 2025 — PDB nominal, PPP, per kapita\nSengketa WTO DS592 — Bahan Baku Indonesia, laporan panel November 2022\nGoogle / Temasek / Bain — e-Conomy SEA 2025\nRingkasan Komoditas Mineral USGS 2025 — Nikel Global produksi\nS&P Global Market Intelligence — Pertambangan Indonesia Berdasarkan Angka 2024\nLowy Institute — Dekade Nasionalisme Sumber Daya Jokowi, Agustus 2024\nWorld Resources Institute — Biaya Iklim Nikel, Indonesia 2024\nAP / Freeport-McMoRan Formulir SEC 8-K — Transaksi Grasberg, Desember 2018\nBPS Badan Pusat Statistik Indonesia — Data Konsumsi Rumah Tangga dan Kelas Menengah 2024\nAntara News / Jakarta Globe — Pernyataan Jokowi tentang WTO, Maret 2024\n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n🔔 Berpikir Thinking Global membahas kekuatan ekonomi yang membentuk kembali kekuasaan di abad ke-21 — dengan sumber primer, data struktural, dan tanpa penyederhanaan.\n\nBerlangganan untuk analisis geopolitik dan ekonomi:\n   /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n💬 Apa yang paling mengejutkan Anda, skala ekonomi Indonesia,\natau bagaimana Indonesia melawan WTO? Tuliskan di kolom komentar.\n\n👥 Dukung analisis mendalam:\nPatreon:   / thinkingglobalchannel  \nKeanggotaan:    /   \n\n━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━\n#Indonesia #Geopolitik #EkonomiGlobal #Nikel #KendaraanListrik #WTO #NasionalismeSumberDaya #PasarBerkembang #KekuatanEkonomi #Jokowi", "post_id": "wLnstF15Ypc"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 167.20144393296098, "y": 492.2263363027155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EDUiMgLqtUY", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] ANTAM Cetak Laba Rp3,41 T di Q1 2026, Pendapatan Tembus Rp29 T | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membukukan laba bersih Rp3,41 triliun pada kuartal pertama 2026, didorong pendapatan yang mencapai Rp29,32 triliun — meski arus kas operasi tercatat negatif Rp3,15 triliun, sinyal bahwa tekanan likuiditas masih perlu dicermati investor. Di sisi lain, SuperBank menggelar RUPST perdana pascaIPO dengan keputusan menahan dividen demi memperkuat ekspansi digital, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang insentif tambahan bagi industri pasar modal untuk memperdalam basis investor domestik. Berita keempat datang dari Bekasi Timur: kecelakaan melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek memaksa KAI membatalkan sembilan perjalanan jarak jauh, berdampak pada sekitar 4.000 penumpang dengan estimasi kerugian tiket mencapai Rp1,32 miliar. Rangkaian berita ini relevan bagi investor, pelaku pasar, dan masyarakat umum karena menyentuh tiga dimensi sekaligus — kinerja emiten, kebijakan fiskal, dan layanan transportasi publik. Jangan lewatkan update berikutnya — subscribe sekarang dan sampaikan pandangan Kamu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#antam #superbank #kecelakaankereta #pasarmodal #sahamIndonesia #kinerjakeuangan #investasiIndonesia #kabarbursacom #beritaekonomi #krl #kai #rupst #insentifpasarmodal #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "EDUiMgLqtUY"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 742.5978314900112, "y": 733.0694645678901, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EDUiMgLqtUY", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] ANTAM Cetak Laba Rp3,41 T di Q1 2026, Pendapatan Tembus Rp29 T | KABAR BURSA 60\n\nKABARBURSA.COM — PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) membukukan laba bersih Rp3,41 triliun pada kuartal pertama 2026, didorong pendapatan yang mencapai Rp29,32 triliun — meski arus kas operasi tercatat negatif Rp3,15 triliun, sinyal bahwa tekanan likuiditas masih perlu dicermati investor. Di sisi lain, SuperBank menggelar RUPST perdana pascaIPO dengan keputusan menahan dividen demi memperkuat ekspansi digital, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang insentif tambahan bagi industri pasar modal untuk memperdalam basis investor domestik. Berita keempat datang dari Bekasi Timur: kecelakaan melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek memaksa KAI membatalkan sembilan perjalanan jarak jauh, berdampak pada sekitar 4.000 penumpang dengan estimasi kerugian tiket mencapai Rp1,32 miliar. Rangkaian berita ini relevan bagi investor, pelaku pasar, dan masyarakat umum karena menyentuh tiga dimensi sekaligus — kinerja emiten, kebijakan fiskal, dan layanan transportasi publik. Jangan lewatkan update berikutnya — subscribe sekarang dan sampaikan pandangan Kamu di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#antam #superbank #kecelakaankereta #pasarmodal #sahamIndonesia #kinerjakeuangan #investasiIndonesia #kabarbursacom #beritaekonomi #krl #kai #rupst #insentifpasarmodal #kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi", "post_id": "EDUiMgLqtUY"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 900.7479180559559, "y": 117.2329062411136, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RBN8NozopS8", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bicara Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: 2-3 Tahun Lagi Kita Bisa Kaya Bersama\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang menyentuh 5,61 persen secara tahunan tidak diraih begitu saja. \n\nMenurut Purbaya, pemerintah sudah menyiapkan langkah yang membuat pertumbuhan bisa mencapai 5,61 persen.\n\n“Tumbuh 5,61 persen itu bukan tiba-tiba terjadi, tapi itu by desain. Mudah-mudahan ke depan kita bisa teruskan itu sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat. Ya dua tahun, tiga tahun lagi kita bisa kaya bersama,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).\n\n#purbaya #apbnkita #menkeu #ekonomiindonesia \n\nEditor: Aqshal\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "RBN8NozopS8"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 246.0052340458162, "y": 850.872704781886, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RBN8NozopS8", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Bicara Ekonomi RI Tumbuh 5,61%: 2-3 Tahun Lagi Kita Bisa Kaya Bersama\n\nKOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang menyentuh 5,61 persen secara tahunan tidak diraih begitu saja. \n\nMenurut Purbaya, pemerintah sudah menyiapkan langkah yang membuat pertumbuhan bisa mencapai 5,61 persen.\n\n“Tumbuh 5,61 persen itu bukan tiba-tiba terjadi, tapi itu by desain. Mudah-mudahan ke depan kita bisa teruskan itu sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat. Ya dua tahun, tiga tahun lagi kita bisa kaya bersama,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).\n\n#purbaya #apbnkita #menkeu #ekonomiindonesia \n\nEditor: Aqshal\nProduser: Dian\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "RBN8NozopS8"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 589.4614127931711, "y": 945.7241297912797, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 435.44249969546036, "y": 215.55673150674681, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.718, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 354.0299082806707, "y": 77.45222978113931, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.718, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 451.3694565384806, "y": 442.95798063478753, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.718, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 342.2676512176317, "y": 565.5588418437665, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "KSF1bTsbjm4", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Purbaya Soroti Evaluasi Pengadaan Motor Listrik BGN, Sistem Kini Diperbaiki\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan sistem pengelolaan anggaran setelah adanya evaluasi terhadap proses pengadaan pada tahun lalu, termasuk terkait rencana pengadaan motor listrik untuk BGN.\n\n“Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, saya tolak, sudah diputuskan di rapat. Tapi ternyata ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu, sehingga sempat keluar,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Purbaya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola anggaran. \n\nPerbaikan kini difokuskan pada sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.\n\n“Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita minimalisir semaksimal mungkin,” katanya.\n\nSelain pembenahan sistem, pemerintah juga mendorong percepatan belanja negara agar dampaknya lebih merata sepanjang tahun. \n\nBelanja pemerintah pusat tercatat tumbuh signifikan sebagai bagian dari strategi kebijakan fiskal.\n\nPurbaya menyebutkan, total belanja negara tumbuh sekitar 31,4 persen secara tahunan.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "KSF1bTsbjm4"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 42.497153634248996, "y": 286.23246092772257, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "KSF1bTsbjm4", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Momen Purbaya Soroti Evaluasi Pengadaan Motor Listrik BGN, Sistem Kini Diperbaiki\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan sistem pengelolaan anggaran setelah adanya evaluasi terhadap proses pengadaan pada tahun lalu, termasuk terkait rencana pengadaan motor listrik untuk BGN.\n\n“Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, saya tolak, sudah diputuskan di rapat. Tapi ternyata ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu, sehingga sempat keluar,” ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).\n\nMenurut Purbaya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola anggaran. \n\nPerbaikan kini difokuskan pada sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.\n\n“Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita minimalisir semaksimal mungkin,” katanya.\n\nSelain pembenahan sistem, pemerintah juga mendorong percepatan belanja negara agar dampaknya lebih merata sepanjang tahun. \n\nBelanja pemerintah pusat tercatat tumbuh signifikan sebagai bagian dari strategi kebijakan fiskal.\n\nPurbaya menyebutkan, total belanja negara tumbuh sekitar 31,4 persen secara tahunan.\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "KSF1bTsbjm4"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 76.30808469078055, "y": 445.102273423859, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "UnycNqZH5WY", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "DUIT KITA BANYAK!\" Purbaya Diminta Prabowo Sampaikan ke Masyarakat soal Dana APBN: Gak Usah Takut\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n#menkeu #menkeupurbaya #purbaya #purbayayudhisadewa #prabowo #presidenprabowo #ekonomi #ekonomiindonesia #ekonominaik #apbn \n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.\n\nHal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut',\" ucap Purbaya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.\n\nPurbaya menambahkan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China. \n\nDengan begitu, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.\n\nSebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nRupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat (AS).\n\n(Tribun-Video.com / Agung Tri Laksono)\n\nEditor Video: Yogi Putra\nUploader: Dimas HayyuAsa\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "UnycNqZH5WY"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 574.6503854711743, "y": 192.7006283577135, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "UnycNqZH5WY", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "DUIT KITA BANYAK!\" Purbaya Diminta Prabowo Sampaikan ke Masyarakat soal Dana APBN: Gak Usah Takut\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\n#menkeu #menkeupurbaya #purbaya #purbayayudhisadewa #prabowo #presidenprabowo #ekonomi #ekonomiindonesia #ekonominaik #apbn \n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.\n\nHal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut',\" ucap Purbaya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.\n\nPurbaya menambahkan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China. \n\nDengan begitu, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.\n\nSebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nRupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat (AS).\n\n(Tribun-Video.com / Agung Tri Laksono)\n\nEditor Video: Yogi Putra\nUploader: Dimas HayyuAsa\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "UnycNqZH5WY"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 881.7751455680199, "y": 369.85324574926204, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.4685, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 322.1890139379421, "y": 810.3947622638767, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.2168, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "safira_floran", "source": "safira_floran", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "safira_floran", "source": "safira_floran", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Cicakganjcet", "source": "Cicakganjcet", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "Cicakganjcet", "source": "Cicakganjcet", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SRdwu76204", "source": "SRdwu76204", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "SRdwu76204", "source": "SRdwu76204", "target": "99propaganda", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "kaumjelata24", "source": "kaumjelata24", "target": "DipoSatriaR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "must_heart", "source": "must_heart", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "yulian667192", "source": "yulian667192", "target": "bgn", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "klontangs", "source": "klontangs", "target": "P3gEl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "dimarsasongko98", "source": "dimarsasongko98", "target": "KerjaHasil_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "palembangterkini.official", "source": "palembangterkini.official", "target": "gtid.news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "modusaceh", "source": "modusaceh", "target": "modusaceh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "petromindo", "source": "petromindo", "target": "indotambangrayamegah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "netizen5137", "source": "netizen5137", "target": "perspectivefootball_id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "fin.toons", "source": "fin.toons", "target": "fin.toons", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "mynameisrio26", "source": "mynameisrio26", "target": "bamhardy", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ReformSyndicate", "source": "@ReformSyndicate", "target": "reformsyndicate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobal", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ThinkingGlobalChannel", "source": "@ThinkingGlobalChannel", "target": "thinkingglobalchannel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}