{"nodes": [{"key": "RAlbertus", "attributes": {"label": "RAlbertus", "x": 412.5995435173212, "y": 458.41005014146685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052203485677097311", "id": "RAlbertus", "source": "retweet-000002", "content": "jepang memang sangat bergantung terhadap impor minyak, \nperang mereda, harga minyak turun, ekonomi negaranya aman,\ninvestor a…", "post_id": "2052203485677097311"}}, {"key": "saptaipb", "attributes": {"label": "saptaipb", "x": 654.8885958737453, "y": 260.4934135107571, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 26.3197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052203485677097311", "id": "saptaipb", "source": "retweet-000002", "content": "jepang memang sangat bergantung terhadap impor minyak, \nperang mereda, harga minyak turun, ekonomi negaranya aman,\ninvestor a…", "post_id": "2052203485677097311"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "attributes": {"label": "DjPrasetyo85", "x": 943.2765893642279, "y": 329.36849332775364, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051824072234045467", "id": "DjPrasetyo85", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma lap Q1. Harga minyak msh di atas 100 dolar/barel-tdk tau kapan perang Iran-AS berakhir. Kurs rupiah merosot. IHSG pecah rekor terendah. Terakhir, menunggu lap rating utang dr S&P dkk. \n\nBerharap program2nya mkn rasional. Ah...ngimpi ngarepin itu.", "post_id": "2051824072234045467"}}, {"key": "yanuarnugroho", "attributes": {"label": "yanuarnugroho", "x": 935.6531697635063, "y": 610.3342731031399, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051824072234045467", "id": "yanuarnugroho", "source": "tweet-000004", "content": "Cuma lap Q1. Harga minyak msh di atas 100 dolar/barel-tdk tau kapan perang Iran-AS berakhir. Kurs rupiah merosot. IHSG pecah rekor terendah. Terakhir, menunggu lap rating utang dr S&P dkk. \n\nBerharap program2nya mkn rasional. Ah...ngimpi ngarepin itu.", "post_id": "2051824072234045467"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 212.27138793320853, "y": 89.57696900961476, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 32.1216, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890846646045806490_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "🔥 Drama Selat Hormuz! Trump Tarik Pengawalan Tanker, Harga Minyak Siap Jungkir Balik?\nby  Academy\n\nSobat Cuan, ini bukan sekadar berita geopolitik…\nini tombol penggerak harga minyak dunia.\n\n1️⃣ Fakta Utama\nAS resmi menghentikan sementara pengawalan tanker di Selat Hormuz\n\n➡️ memberi ruang negosiasi damai dengan Iran\n➡️ tapi masih ada insiden serangan kapal\n\nArtinya:\n👉 situasi masih belum stabil\n\n2️⃣ Kenapa Ini Penting?\nSelat Hormuz = jalur 20% suplai minyak dunia\n\nKalau terganggu:\n➡️ harga minyak naik\n➡️ inflasi global ikut naik\n\nKalau aman:\n➡️ supply lancar\n➡️ harga minyak bisa turun cepat\n\n3️⃣ Intinya: Ini Game Supply\nMarket cuma peduli 1 hal:\n\n👉 minyak mengalir atau tidak\n\n• supply lancar → harga turun\n• supply terganggu → harga naik\n\n4️⃣ Dampak ke Market\nIni efek berantai:\n\n➡️ harga minyak\n➡️ inflasi\n➡️ suku bunga\n➡️ IHSG\n\nArtinya:\n👉 bukan cuma sektor energi yang kena\n\n5️⃣ Skenario Damai\n📉 Harga minyak turun\n\nDampaknya:\n• saham migas tertekan\n• komoditas energi melemah\n\n📈 Yang diuntungkan:\n• Transportasi\n• Logistik\n• Maskapai\n• Consumer\n\n➡️ karena biaya BBM turun\n\n6️⃣ Skenario Konflik Lanjut\n📈 Harga minyak naik\n\nDampaknya:\n• saham energi rally\n• inflasi naik\n\n📈 Winner:\n• Migas\n• Batu bara\n• Energi\n\n7️⃣ Strategi Mainnya\n\n🗓️ Skenario Fleksibel\n➡️ siap rotasi sektor cepat\n\n🗓️ Skenario Energi\nKalau minyak naik:\n👉 ride the momentum\n\n🗓️ Skenario Non-Energi\nKalau minyak turun:\n👉 rotasi ke consumer & transport\n\n🗓️ Skenario Defensif\n➡️ jangan all-in\n➡️ wajib pakai trailing stop\n\n8️⃣ Insight Penting\n\nMarket sekarang:\n👉 digerakkan oleh berita\n\nBukan cuma fundamental\n\nArtinya:\n👉 reaksi harus cepat\n\n9️⃣ Kesimpulan\n\nSelat Hormuz sekarang jadi:\n👉 saklar harga minyak dunia\n\nDamai → rotasi sektor\nKonflik → energi naik\n\nDi market seperti ini:\n👉 yang menang = yang adaptif\n\n📌 Gabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya.\n📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#IHSG #MinyakDunia #Geopolitik #Energi #SmartMoney", "post_id": "3890846646045806490_52512310886"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 482.8181627931593, "y": 369.5753747951982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 123.1318, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890909729148981755_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperingatkan bahwa ekonomi global akan menghadapi kondisi yang jauh lebih buruk jika perang di Timur Tengah berlanjut hingga 2027.\n\nDilansir dari Xinhua pada Selasa (5/5/2026), inflasi bisa menjadi tidak terkendali jika harga minyak mencapai USD125 dolar per barel hingga tahun depan.\n\n\"Kita akan melihat inflasi meningkat, dan kemudian, mau tidak mau, ekspektasi inflasi akan mulai tidak terkendali,\" katanya pada konferensi yang diselenggarakan oleh Milken Institute di Washington DC.\n\nIa mencatat bahwa kondisi saat ini mirip dengan skenario buruk IMF, di mana konflik berkepanjangan, harga minyak berada di sekitar USD100 dolar per barel, dan tekanan inflasi meningkat.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/imf-peringatkan-gejolak-ekonomi-parah-jika-perang-iran-berlanjut-hingga-2027\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: AP\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890909729148981755_3310659452"}}, {"key": "@ChaseCain", "attributes": {"label": "@ChaseCain", "x": 409.81495818864164, "y": 845.200782498493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZNuZVTU-tE4", "id": "@ChaseCain", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah Trump secara tidak sengaja menciptakan Kesepakatan Baru Hijau (Green New Deal)?\n\nPerang Iran tahun 2026 telah mengungkap titik lemah Amerika: kerentanan kita terhadap harga minyak dan pasar global untuk bahan bakar fosil. Tetapi bagaimana jika kita tidak perlu lagi khawatir tentang harga bensin? Pelajaran bagi AS adalah bahwa kemerdekaan energi sejati tidak berasal dari pompa bensin—melainkan dari terhubung langsung ke matahari dan angin. Dalam pembahasan mendalam ini, saya mengeksplorasi jalan sebenarnya menuju kemerdekaan energi, mengapa kendaraan listrik lebih murah dan lebih efisien, dan apakah Presiden Trump secara tidak sengaja mempercepat transisi ke energi bersih.\n\nVideo ini menampilkan wawancara eksklusif satu lawan satu dengan Anggota Kongres Adam Smith, Anggota Peringkat Komite Angkatan Bersenjata DPR, untuk membahas konflik militer yang sedang berlangsung di Iran, apa arti perang tersebut bagi masa depan keamanan energi Amerika, dan apakah masih ada konsensus bipartisan untuk tenaga angin dan surya.\n\nPakar energi Universitas Stanford, Mark Jacobson, juga menjelaskan bagaimana transisi jaringan listrik kita dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan sepenuhnya akan menurunkan tagihan energi warga Amerika hingga 63%!\n\nBill McKibben, pendiri Third Act dan Sun Day, mengatakan bahwa melonjaknya biaya minyak dan gas mempercepat transisi ke energi bersih. Dan saat ini, Tiongkok paling diuntungkan dari keputusan Partai Republik untuk membatalkan insentif pajak bagi manufaktur energi hijau di AS dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi.\n\n🌎 Terhubung dengan saya di: https://chasecain.com\n\n🇺🇸 Daftarkan diri Anda untuk memilih — atau periksa pendaftaran Anda di: https://vote.gov/\n\n📚 BAB:\n0:00 Kesepakatan Hijau Baru Trump\n0:44 Apa yang Diketahui Para Penyintas yang Hidup Mandiri\n1:25 Harga Bensin Melonjak\n1:56 China Meraup Keuntungan\n2:38 Kelemahan Perusahaan Minyak\n3:24 Energi Angin + Surya 63% Lebih Murah\n4:50 Anggota Kongres Adam Smith\n5:38 Kesepakatan Bipartisan di Kongres\n6:28 Dampak Lingkungan dari Perang Iran\n7:07 Kemandirian Energi Mandiri\n8:04 Ketergantungan pada Minyak Timur Tengah\n8:42 Apakah Orang Amerika Tidak Memilih untuk Lingkungan?\n\n10:08 Berhenti Mengatakan Perubahan Iklim\n12:25 Melibatkan Pemilih Amerika\n13:10 Frustrasi dengan Politik\n15:40 Statistik Mengejutkan dari Pemilu 2024\n\nPelacak Biaya Energi Perang Iran Universitas Brown: https://iranwarcost.watson.brown.edu/\n\nPenelitian  tentang kesenjangan antara perubahan iklim dan bagaimana orang Amerika memilih: https://www.environmentalvoter.org/up...", "post_id": "ZNuZVTU-tE4"}}, {"key": "EnvironmentalVoterProject", "attributes": {"label": "EnvironmentalVoterProject", "x": 593.4133726368268, "y": 619.172625601436, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZNuZVTU-tE4", "id": "EnvironmentalVoterProject", "source": "youtube-000001", "content": "Apakah Trump secara tidak sengaja menciptakan Kesepakatan Baru Hijau (Green New Deal)?\n\nPerang Iran tahun 2026 telah mengungkap titik lemah Amerika: kerentanan kita terhadap harga minyak dan pasar global untuk bahan bakar fosil. Tetapi bagaimana jika kita tidak perlu lagi khawatir tentang harga bensin? Pelajaran bagi AS adalah bahwa kemerdekaan energi sejati tidak berasal dari pompa bensin—melainkan dari terhubung langsung ke matahari dan angin. Dalam pembahasan mendalam ini, saya mengeksplorasi jalan sebenarnya menuju kemerdekaan energi, mengapa kendaraan listrik lebih murah dan lebih efisien, dan apakah Presiden Trump secara tidak sengaja mempercepat transisi ke energi bersih.\n\nVideo ini menampilkan wawancara eksklusif satu lawan satu dengan Anggota Kongres Adam Smith, Anggota Peringkat Komite Angkatan Bersenjata DPR, untuk membahas konflik militer yang sedang berlangsung di Iran, apa arti perang tersebut bagi masa depan keamanan energi Amerika, dan apakah masih ada konsensus bipartisan untuk tenaga angin dan surya.\n\nPakar energi Universitas Stanford, Mark Jacobson, juga menjelaskan bagaimana transisi jaringan listrik kita dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan sepenuhnya akan menurunkan tagihan energi warga Amerika hingga 63%!\n\nBill McKibben, pendiri Third Act dan Sun Day, mengatakan bahwa melonjaknya biaya minyak dan gas mempercepat transisi ke energi bersih. Dan saat ini, Tiongkok paling diuntungkan dari keputusan Partai Republik untuk membatalkan insentif pajak bagi manufaktur energi hijau di AS dari Undang-Undang Pengurangan Inflasi.\n\n🌎 Terhubung dengan saya di: https://chasecain.com\n\n🇺🇸 Daftarkan diri Anda untuk memilih — atau periksa pendaftaran Anda di: https://vote.gov/\n\n📚 BAB:\n0:00 Kesepakatan Hijau Baru Trump\n0:44 Apa yang Diketahui Para Penyintas yang Hidup Mandiri\n1:25 Harga Bensin Melonjak\n1:56 China Meraup Keuntungan\n2:38 Kelemahan Perusahaan Minyak\n3:24 Energi Angin + Surya 63% Lebih Murah\n4:50 Anggota Kongres Adam Smith\n5:38 Kesepakatan Bipartisan di Kongres\n6:28 Dampak Lingkungan dari Perang Iran\n7:07 Kemandirian Energi Mandiri\n8:04 Ketergantungan pada Minyak Timur Tengah\n8:42 Apakah Orang Amerika Tidak Memilih untuk Lingkungan?\n\n10:08 Berhenti Mengatakan Perubahan Iklim\n12:25 Melibatkan Pemilih Amerika\n13:10 Frustrasi dengan Politik\n15:40 Statistik Mengejutkan dari Pemilu 2024\n\nPelacak Biaya Energi Perang Iran Universitas Brown: https://iranwarcost.watson.brown.edu/\n\nPenelitian  tentang kesenjangan antara perubahan iklim dan bagaimana orang Amerika memilih: https://www.environmentalvoter.org/up...", "post_id": "ZNuZVTU-tE4"}}, {"key": "@kotakneo", "attributes": {"label": "@kotakneo", "x": 88.94048469555781, "y": 38.71209268222131, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "33wlcYxWz1Q", "id": "@kotakneo", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 [Siaran Langsung] - Analisis Pasar | Optimisme Perang, Penurunan Harga Minyak Mentah Mendorong ...\n\n🔴 [Siaran Langsung] - Analisis Pasar | Optimisme Perang, Penurunan Harga Minyak Mentah Meningkatkan Sentimen | 6 Mei | Kotak Neo\n\nDapatkan wawasan ahli tentang Nifty, Bank Nifty, dan tren pasar saham utama. Tetap unggul dengan analisis teknikal dan fundamental real-time kami. Saksikan untuk mengetahui sektor dan saham mana yang perlu dipantau besok. Didukung oleh Kotak Securities, mitra tepercaya Anda dalam investasi cerdas. Jangan lupa untuk menyukai, membagikan & berlangganan untuk pembaruan pasar harian! 📈📊\n\n👉 Pelajari lebih lanjut - https://www.kotaksecurities.com/stock...\n\n=========================================================\n#analisispasar #analisispasarbesok #analisispasarsaham #analisispasarsaham #analisisnifty #analisisbanknifty #analisisniftyuntukbesok #analisisbankniftyuntukbesok\n\nBagian Video:-\n0:00 – Pendahuluan\n0:13 – Analisis Nifty\n06:09- Bank Nifty\n06:44- Penutup\n===================================================================\nTerkait Video:-\n👉https://youtube.com/live/PyUBsM8SaaE\n👉https://youtube.com/live/h2-H7AaQdw8\n\n===================================================================\nTonton Semua Video Analisis Pasar untuk Besok:-\n👉    • Intraday Insights For Nifty50  \n===================================================================\n🔔 Berlangganan Kotak Securities Sekarang untuk pembaruan IPO lainnya 👉 https://www.youtube.com/\n\n===================================================================\nIKUTI KAMI UNTUK UPDATE SAHAM DI:\nTelegram - https://t.me/KotakSecurities\nTwitter:   / kotaksecurities  \nInstagram:   / kotaksecurities  \nLinkedIn:   / kotak-securities  \nFacebook:   / kotaksecurities  \n\nJangan lupa untuk menyukai, membagikan, dan berlangganan untuk update lebih lanjut!\n\nSumber: RHP Perusahaan\nPenafian: https://bit.ly/KSLResearchDisclaimerd6", "post_id": "33wlcYxWz1Q"}}, {"key": "kotaksecurit...", "attributes": {"label": "kotaksecurit...", "x": 581.9222112700447, "y": 104.85302567854815, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "33wlcYxWz1Q", "id": "kotaksecurit...", "source": "youtube-000001", "content": "🔴 [Siaran Langsung] - Analisis Pasar | Optimisme Perang, Penurunan Harga Minyak Mentah Mendorong ...\n\n🔴 [Siaran Langsung] - Analisis Pasar | Optimisme Perang, Penurunan Harga Minyak Mentah Meningkatkan Sentimen | 6 Mei | Kotak Neo\n\nDapatkan wawasan ahli tentang Nifty, Bank Nifty, dan tren pasar saham utama. Tetap unggul dengan analisis teknikal dan fundamental real-time kami. Saksikan untuk mengetahui sektor dan saham mana yang perlu dipantau besok. Didukung oleh Kotak Securities, mitra tepercaya Anda dalam investasi cerdas. Jangan lupa untuk menyukai, membagikan & berlangganan untuk pembaruan pasar harian! 📈📊\n\n👉 Pelajari lebih lanjut - https://www.kotaksecurities.com/stock...\n\n=========================================================\n#analisispasar #analisispasarbesok #analisispasarsaham #analisispasarsaham #analisisnifty #analisisbanknifty #analisisniftyuntukbesok #analisisbankniftyuntukbesok\n\nBagian Video:-\n0:00 – Pendahuluan\n0:13 – Analisis Nifty\n06:09- Bank Nifty\n06:44- Penutup\n===================================================================\nTerkait Video:-\n👉https://youtube.com/live/PyUBsM8SaaE\n👉https://youtube.com/live/h2-H7AaQdw8\n\n===================================================================\nTonton Semua Video Analisis Pasar untuk Besok:-\n👉    • Intraday Insights For Nifty50  \n===================================================================\n🔔 Berlangganan Kotak Securities Sekarang untuk pembaruan IPO lainnya 👉 https://www.youtube.com/\n\n===================================================================\nIKUTI KAMI UNTUK UPDATE SAHAM DI:\nTelegram - https://t.me/KotakSecurities\nTwitter:   / kotaksecurities  \nInstagram:   / kotaksecurities  \nLinkedIn:   / kotak-securities  \nFacebook:   / kotaksecurities  \n\nJangan lupa untuk menyukai, membagikan, dan berlangganan untuk update lebih lanjut!\n\nSumber: RHP Perusahaan\nPenafian: https://bit.ly/KSLResearchDisclaimerd6", "post_id": "33wlcYxWz1Q"}}, {"key": "@ReformSyndicate", "attributes": {"label": "@ReformSyndicate", "x": 251.92875251392977, "y": 769.1845438524448, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "oUiSWf94IpA", "id": "@ReformSyndicate", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? | HUB WICARA\n\nNarasumber:\nDr. Christina Ruth Elisabeth, M.Si.\n(Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan GVC LPEM FEB UI)\nHost: Muhammad Jusrianto\n\nBenarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? Saat ini harga minyak dunia naik, impor energi membengkak, dan Trump makin agresif dengan perang tarif. Indonesia jelas bisa terkena efek domino dari kekacauan ini! Kalau salah langkah, subsidi BBM, utang negara, sampai daya beli rakyat bisa jadi korban. Pertanyaannya, di tengah tekanan seberat ini, pemerintah siap fight atau cuma jadi follower?\n\nFollow Akun Kami di Media Sosial Lainnya :\nInstagram : instagram.com/reformsyndicate\nTiktok : tiktok.com/\nX : x.com/ReformSyndicate\nFacebook : facebook.com/reformsyndicate\nSpotify : spotify.com/reformsyndicate\nWebsite : https://reformsyndicate.com\n\n#Defisit3% #TrumpEffect #BBM #SubsidiEnergi #PerangDagang #ReformSyndicate", "post_id": "oUiSWf94IpA"}}, {"key": "reformsyndicate", "attributes": {"label": "reformsyndicate", "x": 456.4489720282504, "y": 427.4197465484905, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "oUiSWf94IpA", "id": "reformsyndicate", "source": "youtube-000001", "content": "Benarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? | HUB WICARA\n\nNarasumber:\nDr. Christina Ruth Elisabeth, M.Si.\n(Wakil Kepala Kajian Iklim Bisnis dan GVC LPEM FEB UI)\nHost: Muhammad Jusrianto\n\nBenarkah APBN 2026 Berpotensi Defisit 3%? Saat ini harga minyak dunia naik, impor energi membengkak, dan Trump makin agresif dengan perang tarif. Indonesia jelas bisa terkena efek domino dari kekacauan ini! Kalau salah langkah, subsidi BBM, utang negara, sampai daya beli rakyat bisa jadi korban. Pertanyaannya, di tengah tekanan seberat ini, pemerintah siap fight atau cuma jadi follower?\n\nFollow Akun Kami di Media Sosial Lainnya :\nInstagram : instagram.com/reformsyndicate\nTiktok : tiktok.com/\nX : x.com/ReformSyndicate\nFacebook : facebook.com/reformsyndicate\nSpotify : spotify.com/reformsyndicate\nWebsite : https://reformsyndicate.com\n\n#Defisit3% #TrumpEffect #BBM #SubsidiEnergi #PerangDagang #ReformSyndicate", "post_id": "oUiSWf94IpA"}}, {"key": "@i24NEWS_id", "attributes": {"label": "@i24NEWS_id", "x": 991.946064836021, "y": 582.5702578390926, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "EG8zhcalviM", "id": "@i24NEWS_id", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Meroket, Ekonomi Iran Menuju Bencana\n\nHarga minyak dunia naik tajam gara-gara drama di Selat Hormuz! Video ini kupas tuntas dampaknya ke ekonomi global dan gejolak politik di Iran. Diskusi seru bareng para ahli, bikin kamu makin paham soal krisis minyak dan masa depan Timur Tengah. Jangan lupa subscribe channel ini dan tulis di kolom komentar bagian yang paling kamu suka! #minyak #ekonomi #Iran #politik #berita\n\n👉 Channel ini dibuat dalam kerja sama dengan    /   \n\n0:00 - Harga Minyak Tertinggi dan Implikasi Global\n0:38 - Dampak Pasar Minyak Terhadap Politik\n0:55 - Analisis Pergerakan Harga dan Skenario Pasar\n2:35 - Krisis Ekonomi dan Sosial di Iran\n3:35 - Analisis Internal Rezim dan Ekonomi Iran\n5:52 - Kekuasaan Rezim dan Perlawanan Rakyat\n7:05 - Revolusi, Penindasan, dan Jalan Perubahan\n8:32 - Penutupan dan Ucapan Terima Kasih", "post_id": "EG8zhcalviM"}}, {"key": "i24news_en", "attributes": {"label": "i24news_en", "x": 217.0357411750109, "y": 954.7023036784022, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "EG8zhcalviM", "id": "i24news_en", "source": "youtube-000001", "content": "Harga Minyak Meroket, Ekonomi Iran Menuju Bencana\n\nHarga minyak dunia naik tajam gara-gara drama di Selat Hormuz! Video ini kupas tuntas dampaknya ke ekonomi global dan gejolak politik di Iran. Diskusi seru bareng para ahli, bikin kamu makin paham soal krisis minyak dan masa depan Timur Tengah. Jangan lupa subscribe channel ini dan tulis di kolom komentar bagian yang paling kamu suka! #minyak #ekonomi #Iran #politik #berita\n\n👉 Channel ini dibuat dalam kerja sama dengan    /   \n\n0:00 - Harga Minyak Tertinggi dan Implikasi Global\n0:38 - Dampak Pasar Minyak Terhadap Politik\n0:55 - Analisis Pergerakan Harga dan Skenario Pasar\n2:35 - Krisis Ekonomi dan Sosial di Iran\n3:35 - Analisis Internal Rezim dan Ekonomi Iran\n5:52 - Kekuasaan Rezim dan Perlawanan Rakyat\n7:05 - Revolusi, Penindasan, dan Jalan Perubahan\n8:32 - Penutupan dan Ucapan Terima Kasih", "post_id": "EG8zhcalviM"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "attributes": {"label": "@NDTVProfitIndia", "x": 748.836294850312, "y": 74.58612198176162, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "A44o5Z5uXoI", "id": "@NDTVProfitIndia", "source": "youtube-000001", "content": "Eksklusif: Mampukah India Menangani Dampak Perang Iran dan Kenaikan Harga Minyak? Krishna Sriniva...\n\nDalam sebuah wawancara dengan Vishnu Som dari NDTV, Kepala IMF-Asia Pasifik Krishna Srinivasan menguraikan apakah India mampu mengatasi dampak perang Iran-AS dan apa arti kesepakatan perdagangan tersebut bagi negara itu. Simak selengkapnya!\n\n#iranwar #iranuswar #straitofhormuz #ndtv #world #exclusive\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit  \n\nProduser: Rishika Kashyap\nPembawa Acara: Vishnu Som", "post_id": "A44o5Z5uXoI"}}, {"key": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "ndtvprofitindia", "x": 272.0192655078117, "y": 263.15560295544617, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A44o5Z5uXoI", "id": "ndtvprofitindia", "source": "youtube-000001", "content": "Eksklusif: Mampukah India Menangani Dampak Perang Iran dan Kenaikan Harga Minyak? Krishna Sriniva...\n\nDalam sebuah wawancara dengan Vishnu Som dari NDTV, Kepala IMF-Asia Pasifik Krishna Srinivasan menguraikan apakah India mampu mengatasi dampak perang Iran-AS dan apa arti kesepakatan perdagangan tersebut bagi negara itu. Simak selengkapnya!\n\n#iranwar #iranuswar #straitofhormuz #ndtv #world #exclusive\n\nUntuk video lainnya, berlangganan saluran kami:    /   \nKunjungi NDTV Profit untuk berita lainnya: https://www.ndtvprofit.com/\nJangan memasuki pasar saham tanpa pengetahuan. Baca semua Laporan Penelitian di sini: https://www.ndtvprofit.com/research-r...\n\nIkuti NDTV Profit di sini\nTwitter:   / ndtvprofitindia   ,   / ndtvprofit  \nLinkedIn:   / ndtvprofit  \nInstagram:   / ndtvprofit  \nFacebook:   / ndtvprofit  \n\nProduser: Rishika Kashyap\nPembawa Acara: Vishnu Som", "post_id": "A44o5Z5uXoI"}}, {"key": "@ETNow", "attributes": {"label": "@ETNow", "x": 349.17678165239107, "y": 110.0560824437471, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "RtA7lI4eCAQ", "id": "@ETNow", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Pasar Besar! Harga Minyak Mentah Turun Setelah Trump Menghentikan Operasi Hormuz | Sinya...\n\nPasar Global Mengalami Kenaikan Besar! Harga Minyak Mentah Turun Setelah Trump Menghentikan Operasi Hormuz | Sinyal Kemajuan Kesepakatan Iran | Berita Dunia\n\nPasar global bereaksi positif setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian sementara \"Proyek Kebebasan,\" sebuah operasi militer penting di Selat Hormuz, yang menandakan kemajuan menuju kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran.\n\n#pasar #hargaminyak #iran #trump #geopolitik #beritaterbaru #ekonomi #etnow\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026denganetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "RtA7lI4eCAQ"}}, {"key": "etnow", "attributes": {"label": "etnow", "x": 934.4848585470061, "y": 16.01812782028822, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "RtA7lI4eCAQ", "id": "etnow", "source": "youtube-000001", "content": "Dorongan Pasar Besar! Harga Minyak Mentah Turun Setelah Trump Menghentikan Operasi Hormuz | Sinya...\n\nPasar Global Mengalami Kenaikan Besar! Harga Minyak Mentah Turun Setelah Trump Menghentikan Operasi Hormuz | Sinyal Kemajuan Kesepakatan Iran | Berita Dunia\n\nPasar global bereaksi positif setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan penghentian sementara \"Proyek Kebebasan,\" sebuah operasi militer penting di Selat Hormuz, yang menandakan kemajuan menuju kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran.\n\n#pasar #hargaminyak #iran #trump #geopolitik #beritaterbaru #ekonomi #etnow\n\nKendalikan uang Anda dengan Economic Times Now.\n\n#etnow #beritabisnis #anggaran2026denganetnow\n\nSaluran YouTube -    /   \n\nBerlangganan ET Now untuk Pembaruan Terbaru tentang Berita Pasar Saham, Berita Bisnis, Berita Perusahaan, IPO & Lainnya | https://bit.ly/SubscribeToETNow\n\nBerlangganan Sekarang ke Saluran Jaringan Kami :-\nET Now Swadesh:    / etnowswadesh  \nTimes Now: http://goo.gl/U9ibPb\n\nTautan Media Sosial :-\nTwitter - http://goo.gl/hA0vDt\nFacebook - http://goo.gl/5Lr4mC\n\nSitus web - https://www.etnownews.com\nUnduh Aplikasi kami untuk Berita Terkini: https://tinyurl.com/4y6e3u2e\n\nIkuti kami di Google News untuk pembaruan terbaru\nET Now: https://news.google.com/publications/...\nTimes Now Navbharat: https://bit.ly/3zDaKJo \nTimes Now : https://bit.ly/3CyrrYg\nZoom: https://bit.ly/3CEK0dv", "post_id": "RtA7lI4eCAQ"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 584.7004337898787, "y": 580.5146173726652, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 28, "degree": 28}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 925.2437978674067, "y": 321.00707465862763, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.0306, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 171.26290344940952, "y": 735.6377778862285, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3389, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 770.1248103544159, "y": 304.85944754527094, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3389, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 12, "out_degree": 0, "degree": 12}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 698.7342441429191, "y": 23.624166732463927, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3389, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 80.2182242720817, "y": 864.2347285304909, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3389, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 456.69369043639296, "y": 466.6220418351441, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 20.3389, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "9dqWcD0bjtM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "IMF: Harga Minyak & Konflik Bisa Perburuk Perlambatan Global | MORNING BUZZ\n\nPeringatan terbaru IMF menyatakan skenario pertumbuhan global yang lebih suram jika ketegangan Timur Tengah terus hingga 2027 dengan harga minyak naik signifikan, menggagalkan asumsi penurunan harga yang lebih ringan.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "9dqWcD0bjtM"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 476.2863305062471, "y": 833.5621507703222, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 327.047626527838, "y": 834.1179729259657, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@InvestingNews", "attributes": {"label": "@InvestingNews", "x": 184.89677410150097, "y": 856.5610250997081, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "MsWd21Qtmc0", "id": "@InvestingNews", "source": "youtube-000001", "content": "Steve Barton: Harga Minyak Minimum Baru, Plus Target Emas dan Perak\n\nSteve Barton dari  berbagi pandangannya tentang peluang saat ini, menyoroti sektor energi sebagai sektor yang akan terus diuntungkan dari perang Iran. Ia juga menunjuk pada perusahaan emas, perak, dan nikel tertentu.\n\n\"Saya pikir peluang terbesar kita saat ini adalah perusahaan penambang emas dan perak tertentu. Saya juga menyukai uranium. Batubara berada di titik yang sangat menguntungkan saat ini — saya pikir Anda mungkin punya waktu satu bulan untuk masuk dan kemudian Anda akan melewatkannya,\" katanya. \"Dua perusahaan nikel yang saya sebutkan tadi, saya sangat menyukainya. Dan saya tidak akan membeli saham minyak di sini, tetapi saya mungkin juga tidak akan menjualnya.\"\n\nSitus web Steve: https://www.stevebartonmoney.com/\nSeri video analisis teknikal Steve: https://gumroad.com/a/398290579/bkzxyz\n\n❓ Apa yang Anda beli dan jual saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar!\n\nPerusahaan yang disebutkan oleh Steve dalam wawancara (berurutan): Centaurus Metals (ASX:CTM,OTCQX:CTTZF), Magna Mining (TSXV:NICU,OTCQX:MGMNF).\n\nWawancara ini difilmkan pada 4 Mei 2026.\n\n#Investasi #Minyak #Emas\n\n0:00 - Pendahuluan\n0:19 - Bagaimana Steve berinvestasi di minyak\n5:15 - Harga minyak terendah yang baru\n10:01 - Saatnya membeli batu bara sekarang\n13:40 - Apakah harga emas sudah mencapai titik terendah?\n\n16:36 - Dukungan dan resistensi perak\n19:00 - Saham nikel yang perlu diperhatikan\n21:57 - Kekhawatiran imbal hasil obligasi 10 tahun\n25:56 - Pemikiran akhir Steve\n27:46 - Penutup\n\n________________________________________________________________\n\nLaporan Prospek 2026 kini tersedia: https://bit.ly/4qjXzYX\n\nIRA Emas: Kami telah mengumpulkan perusahaan emas yang menawarkan IRA emas mandiri untuk membantu Anda memulai jika Anda adalah investor yang berbasis di AS: https://bit.ly/4jw2LX2\n\nProfil Saham Logam Mulia INN: https://bit.ly/4puccro\n\nHarga Emas Langsung: https://bit.ly/45KB7zX\nHarga Perak Langsung: https://bit.ly/3Ls3WKz\nHarga Uranium Langsung: https://bit.ly/4pytdRv\n\n📩 Email Bisnis → info\n👨‍💻 Situs Web / Buletin → www.investingnews.com\n📸 Facebook →   / investing.news.your.trusted.source  \n📱LinkedIn →   / investing-news-network  \n🐦 X → https://x.com/inn_resource\n\nBeberapa tautan mungkin merupakan tautan afiliasi. Investing News Network dapat memperoleh komisi tanpa biaya tambahan bagi Anda.\n\n________________________________________________________________\n\nInvesting News Network tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang dilaporkan dalam wawancara yang dilakukannya. Pendapat yang diungkapkan dalam wawancara ini tidak mencerminkan pendapat Investing News Network dan bukan merupakan nasihat investasi. Semua pembaca didorong untuk melakukan uji tuntas mereka sendiri.", "post_id": "MsWd21Qtmc0"}}, {"key": "inittowinitshow", "attributes": {"label": "inittowinitshow", "x": 242.17314381990084, "y": 693.7107173717908, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "MsWd21Qtmc0", "id": "inittowinitshow", "source": "youtube-000001", "content": "Steve Barton: Harga Minyak Minimum Baru, Plus Target Emas dan Perak\n\nSteve Barton dari  berbagi pandangannya tentang peluang saat ini, menyoroti sektor energi sebagai sektor yang akan terus diuntungkan dari perang Iran. Ia juga menunjuk pada perusahaan emas, perak, dan nikel tertentu.\n\n\"Saya pikir peluang terbesar kita saat ini adalah perusahaan penambang emas dan perak tertentu. Saya juga menyukai uranium. Batubara berada di titik yang sangat menguntungkan saat ini — saya pikir Anda mungkin punya waktu satu bulan untuk masuk dan kemudian Anda akan melewatkannya,\" katanya. \"Dua perusahaan nikel yang saya sebutkan tadi, saya sangat menyukainya. Dan saya tidak akan membeli saham minyak di sini, tetapi saya mungkin juga tidak akan menjualnya.\"\n\nSitus web Steve: https://www.stevebartonmoney.com/\nSeri video analisis teknikal Steve: https://gumroad.com/a/398290579/bkzxyz\n\n❓ Apa yang Anda beli dan jual saat ini? Beri tahu kami di kolom komentar!\n\nPerusahaan yang disebutkan oleh Steve dalam wawancara (berurutan): Centaurus Metals (ASX:CTM,OTCQX:CTTZF), Magna Mining (TSXV:NICU,OTCQX:MGMNF).\n\nWawancara ini difilmkan pada 4 Mei 2026.\n\n#Investasi #Minyak #Emas\n\n0:00 - Pendahuluan\n0:19 - Bagaimana Steve berinvestasi di minyak\n5:15 - Harga minyak terendah yang baru\n10:01 - Saatnya membeli batu bara sekarang\n13:40 - Apakah harga emas sudah mencapai titik terendah?\n\n16:36 - Dukungan dan resistensi perak\n19:00 - Saham nikel yang perlu diperhatikan\n21:57 - Kekhawatiran imbal hasil obligasi 10 tahun\n25:56 - Pemikiran akhir Steve\n27:46 - Penutup\n\n________________________________________________________________\n\nLaporan Prospek 2026 kini tersedia: https://bit.ly/4qjXzYX\n\nIRA Emas: Kami telah mengumpulkan perusahaan emas yang menawarkan IRA emas mandiri untuk membantu Anda memulai jika Anda adalah investor yang berbasis di AS: https://bit.ly/4jw2LX2\n\nProfil Saham Logam Mulia INN: https://bit.ly/4puccro\n\nHarga Emas Langsung: https://bit.ly/45KB7zX\nHarga Perak Langsung: https://bit.ly/3Ls3WKz\nHarga Uranium Langsung: https://bit.ly/4pytdRv\n\n📩 Email Bisnis → info\n👨‍💻 Situs Web / Buletin → www.investingnews.com\n📸 Facebook →   / investing.news.your.trusted.source  \n📱LinkedIn →   / investing-news-network  \n🐦 X → https://x.com/inn_resource\n\nBeberapa tautan mungkin merupakan tautan afiliasi. Investing News Network dapat memperoleh komisi tanpa biaya tambahan bagi Anda.\n\n________________________________________________________________\n\nInvesting News Network tidak menjamin keakuratan atau kelengkapan informasi yang dilaporkan dalam wawancara yang dilakukannya. Pendapat yang diungkapkan dalam wawancara ini tidak mencerminkan pendapat Investing News Network dan bukan merupakan nasihat investasi. Semua pembaca didorong untuk melakukan uji tuntas mereka sendiri.", "post_id": "MsWd21Qtmc0"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "attributes": {"label": "@BloombergPodcasts", "x": 979.8168434052568, "y": 715.7778418734165, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "FvgFDeVsxjo", "id": "@BloombergPodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Brent Mempertahankan Kenaikan di Tengah Ketegangan dengan Iran yang Kembali Meningkat | Bloomberg...\n\nBerita bisnis dan keuangan dari Asia-Pasifik.\n\nHarga minyak mentah mempertahankan kenaikannya karena AS dan Iran saling baku tembak, mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi. Brent turun 0,5% menjadi sedikit di bawah $114 per barel pada pembukaan Selasa karena meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang harga energi yang tinggi dan inflasi global. Saham Australia dibuka lebih rendah, dengan pasar tutup di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok daratan. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS sedikit berubah setelah Indeks S&P 500 mundur dari rekornya pada hari Senin. Kami berbicara dengan Paul Dobson, Editor Eksekutif Bloomberg untuk Pasar Asia.\n\nDan untuk informasi lebih lanjut tentang pasar, kami mendengar dari Kyle Rodda, Analis Pasar Senior di Capital.com yang berbicara dengan pembawa acara Bloomberg TV Paul Allen dan Shery Ahn.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nBloomberg Daybreak Asia menyajikan berita utama hari ini, beserta konteksnya, hanya dalam 15 menit. Dapatkan informasi dari 2.700 jurnalis dan analis Bloomberg di 120 negara.\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Daybreak: Asia Edition:    • Bloomberg Daybreak: Asia Edition (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Asia\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "FvgFDeVsxjo"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 323.2952124324089, "y": 465.751335561551, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FvgFDeVsxjo", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Brent Mempertahankan Kenaikan di Tengah Ketegangan dengan Iran yang Kembali Meningkat | Bloomberg...\n\nBerita bisnis dan keuangan dari Asia-Pasifik.\n\nHarga minyak mentah mempertahankan kenaikannya karena AS dan Iran saling baku tembak, mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi. Brent turun 0,5% menjadi sedikit di bawah $114 per barel pada pembukaan Selasa karena meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang harga energi yang tinggi dan inflasi global. Saham Australia dibuka lebih rendah, dengan pasar tutup di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok daratan. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS sedikit berubah setelah Indeks S&P 500 mundur dari rekornya pada hari Senin. Kami berbicara dengan Paul Dobson, Editor Eksekutif Bloomberg untuk Pasar Asia.\n\nDan untuk informasi lebih lanjut tentang pasar, kami mendengar dari Kyle Rodda, Analis Pasar Senior di Capital.com yang berbicara dengan pembawa acara Bloomberg TV Paul Allen dan Shery Ahn.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nBloomberg Daybreak Asia menyajikan berita utama hari ini, beserta konteksnya, hanya dalam 15 menit. Dapatkan informasi dari 2.700 jurnalis dan analis Bloomberg di 120 negara.\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Daybreak: Asia Edition:    • Bloomberg Daybreak: Asia Edition (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Asia\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "FvgFDeVsxjo"}}, {"key": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "bloombergquicktake", "x": 836.1308564850059, "y": 760.4274083968111, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "FvgFDeVsxjo", "id": "bloombergquicktake", "source": "youtube-000001", "content": "Brent Mempertahankan Kenaikan di Tengah Ketegangan dengan Iran yang Kembali Meningkat | Bloomberg...\n\nBerita bisnis dan keuangan dari Asia-Pasifik.\n\nHarga minyak mentah mempertahankan kenaikannya karena AS dan Iran saling baku tembak, mengguncang gencatan senjata yang telah berlangsung selama empat minggu dan meningkatkan kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat meningkat lagi. Brent turun 0,5% menjadi sedikit di bawah $114 per barel pada pembukaan Selasa karena meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran tentang harga energi yang tinggi dan inflasi global. Saham Australia dibuka lebih rendah, dengan pasar tutup di Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok daratan. Kontrak berjangka indeks ekuitas AS sedikit berubah setelah Indeks S&P 500 mundur dari rekornya pada hari Senin. Kami berbicara dengan Paul Dobson, Editor Eksekutif Bloomberg untuk Pasar Asia.\n\nDan untuk informasi lebih lanjut tentang pasar, kami mendengar dari Kyle Rodda, Analis Pasar Senior di Capital.com yang berbicara dengan pembawa acara Bloomberg TV Paul Allen dan Shery Ahn.\nLihat omnystudio.com/listener (https://omnystudio.com/listener) untuk informasi privasi.\n\nBloomberg Daybreak Asia menyajikan berita utama hari ini, beserta konteksnya, hanya dalam 15 menit. Dapatkan informasi dari 2.700 jurnalis dan analis Bloomberg di 120 negara.\n\nBerlangganan Bloomberg Podcasts: https://bit.ly/BloombergPodcasts\nDengarkan lebih banyak Bloomberg Daybreak: Asia Edition:    • Bloomberg Daybreak: Asia Edition (Audio)  \n\n#Bloomberg #Podcast #Asia\n\nKunjungi kami: https://www.bloomberg.com/podcasts\n\nIkuti Bloomberg Podcasts di Twitter:   / podcasts  \n\nKunjungi saluran YouTube kami lainnya:\nBloomberg Television:    /    \nBloomberg Originals:    / bloomberg  \nQuicktake:    /   \n\nUntuk liputan berita, pasar, dan lainnya: http://www.bloomberg.com/video", "post_id": "FvgFDeVsxjo"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 119.98008094687972, "y": 645.4879379735904, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 128.6949320880204, "y": 92.98341431579138, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 34.1694, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 45.23027602123897, "y": 142.32824681882406, "size": 13.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "@local12WKRC", "attributes": {"label": "@local12WKRC", "x": 495.14263297469995, "y": 413.12544123310835, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.4699, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_fP0Y093d8c", "id": "@local12WKRC", "source": "youtube-000001", "content": "Utang nasional kini lebih besar daripada seluruh perekonomian AS, mencapai tonggak yang mengkhawa...\n\nDefisit besar dalam anggaran federal baru saja mencapai titik kritis.\n\nUtang nasional kini telah melampaui $39 triliun, yang lebih besar dari seluruh perekonomian AS, sebuah tonggak sejarah yang hanya pernah dicapai dua kali: sekali untuk periode singkat selama wabah Covid-19 dan sekali lagi setelah Perang Dunia Kedua.\n\nDalam pidatonya pada 23 April di ruang sidang DPR, Anggota Kongres David Schweikert, R-Arizona, menyampaikan kekhawatiran tentang pengeluaran federal.\n\n\"Ini adalah hidup untuk hari ini. Belanjakan untuk hari ini. Ambil setiap sen yang bisa Anda dapatkan untuk hari ini, dapatkan bonus Anda hari ini, dan hancurkan masa depan,\" ia memperingatkan.\n\nSelama sidang Komite Anggaran DPR pada 26 Maret, Anggota Kongres Jimmy Panetta, D-California, mengatakan,\n\n\"Kita telah jatuh ke dalam pola pemotongan pajak dan pengeluaran yang lebih besar, terlepas dari apakah ekonomi sedang berkembang atau menyusut.\"\n\nUtang publik federal, yang baru-baru ini mencapai $31,27 triliun, melebihi produk domestik bruto, yang diperkirakan sebesar 31,22 triliun dolar, menurut Komite untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab.\n\nPara ekonom selama bertahun-tahun telah memperingatkan salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari hal ini, yaitu pembayaran bunga tahunan atas Utang Nasional AS kini telah melampaui lebih dari satu triliun dolar.\n\nItu lebih banyak daripada yang kita bayarkan untuk pertahanan negara kita atau program perawatan kesehatan besar-besaran seperti Medicare.\n\nDalam wawancara bulan Maret dengan The National News Desk, Brandon Arnold, Wakil Presiden Eksekutif National Taxpayers Union, mengatakan itu adalah kenyataan yang berbahaya.\n\n“Ini hanya membayar kesalahan pengelolaan keuangan kita di masa lalu. Ini tidak memberikan nilai apa pun kepada rakyat Amerika, tidak meningkatkan perawatan kesehatan, pendidikan, atau apa pun yang benar-benar kita pedulikan di negara ini.”\n\nPara ahli mengatakan apa yang dulunya dianggap sebagai pengeluaran darurat atau masa perang kini telah dimasukkan ke dalam anggaran dan seringkali diabaikan, dan banyak yang setuju bahwa masalah pengeluaran berlebihan adalah masalah bipartisan.\n\n\"Semua orang seperti berlomba-lomba untuk melihat siapa yang bisa memberikan paling banyak,\" kata Maya Macguineas, Presiden Komite untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab.\n\nMulai dari Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang dikenal sebagai Obamacare, hingga \"RUU Besar yang Indah\" dari Partai Republik, utang telah meningkat dengan laju yang dipercepat.\n\n\"Pada akhirnya, ini adalah tugas para pembuat kebijakan fiskal kita, kongres dan cabang eksekutif, untuk bersatu dan menempatkan kita pada jalur fiskal yang sehat, yang saat ini belum kita lalui. Saya tidak melihat krisis yang akan segera terjadi, tetapi pada suatu saat nanti akan menjadi masalah,\" kata Neel Kashkari, Presiden & CEO, Bank Federal Reserve Minneapolis, dalam sebuah wawancara Minggu di acara \"Face the Nation\" CBS.\n\nDengan perang di Iran yang sudah menelan biaya lebih dari $25 miliar dan warga Amerika merasa tertekan secara finansial saat ini, ada semakin banyak peringatan bahwa momen ekonomi penting ini dapat bergema hingga generasi mendatang.\n\n_______________\nIkuti terus perkembangan kami di media sosial:\n\nWKRC di Facebook:   / wkrctv  \nWKRC di Twitter:   / local12  \nWKRC di Instagram: https://www.instagram.com/local12wkrc...\nWKRC di TikTok: https://www.tiktok.com/?l...\n\nBerlangganan WKRC di YouTube:    /   \n\nUntuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.local12.com/\n\nUnduh aplikasi berita WKRC: https://local12.com/station/news-app\nUnduh aplikasi cuaca WKRC: https://local12.com/weather/weather-app\n\nPunya informasi berita? Kirim langsung kepada kami:\n\nEmail kami: local12\nHubungi Ruang Berita: 513.421.6872\n\nWKRC adalah stasiun yang berbasis di Ohio dan afiliasi CBS Television yang dimiliki dan dioperasikan oleh Sinclair Broadcast Group, Inc. Sinclair Broadcast Group, Inc. adalah salah satu perusahaan penyiaran televisi terbesar dan paling beragam di negara ini saat ini.\n\n#WKRC #LOCAL12 #cincinnati #news #cincinnatinews\n\nVideo ini dan semua arsip konten Sinclair Broadcast Group tentang liputan berita dan olahraga lokal tersedia untuk Anda gunakan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di contentsales", "post_id": "_fP0Y093d8c"}}, {"key": "local12wkrc", "attributes": {"label": "local12wkrc", "x": 945.097712908976, "y": 710.4356730934527, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 26.3197, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_fP0Y093d8c", "id": "local12wkrc", "source": "youtube-000001", "content": "Utang nasional kini lebih besar daripada seluruh perekonomian AS, mencapai tonggak yang mengkhawa...\n\nDefisit besar dalam anggaran federal baru saja mencapai titik kritis.\n\nUtang nasional kini telah melampaui $39 triliun, yang lebih besar dari seluruh perekonomian AS, sebuah tonggak sejarah yang hanya pernah dicapai dua kali: sekali untuk periode singkat selama wabah Covid-19 dan sekali lagi setelah Perang Dunia Kedua.\n\nDalam pidatonya pada 23 April di ruang sidang DPR, Anggota Kongres David Schweikert, R-Arizona, menyampaikan kekhawatiran tentang pengeluaran federal.\n\n\"Ini adalah hidup untuk hari ini. Belanjakan untuk hari ini. Ambil setiap sen yang bisa Anda dapatkan untuk hari ini, dapatkan bonus Anda hari ini, dan hancurkan masa depan,\" ia memperingatkan.\n\nSelama sidang Komite Anggaran DPR pada 26 Maret, Anggota Kongres Jimmy Panetta, D-California, mengatakan,\n\n\"Kita telah jatuh ke dalam pola pemotongan pajak dan pengeluaran yang lebih besar, terlepas dari apakah ekonomi sedang berkembang atau menyusut.\"\n\nUtang publik federal, yang baru-baru ini mencapai $31,27 triliun, melebihi produk domestik bruto, yang diperkirakan sebesar 31,22 triliun dolar, menurut Komite untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab.\n\nPara ekonom selama bertahun-tahun telah memperingatkan salah satu aspek yang paling mengkhawatirkan dari hal ini, yaitu pembayaran bunga tahunan atas Utang Nasional AS kini telah melampaui lebih dari satu triliun dolar.\n\nItu lebih banyak daripada yang kita bayarkan untuk pertahanan negara kita atau program perawatan kesehatan besar-besaran seperti Medicare.\n\nDalam wawancara bulan Maret dengan The National News Desk, Brandon Arnold, Wakil Presiden Eksekutif National Taxpayers Union, mengatakan itu adalah kenyataan yang berbahaya.\n\n“Ini hanya membayar kesalahan pengelolaan keuangan kita di masa lalu. Ini tidak memberikan nilai apa pun kepada rakyat Amerika, tidak meningkatkan perawatan kesehatan, pendidikan, atau apa pun yang benar-benar kita pedulikan di negara ini.”\n\nPara ahli mengatakan apa yang dulunya dianggap sebagai pengeluaran darurat atau masa perang kini telah dimasukkan ke dalam anggaran dan seringkali diabaikan, dan banyak yang setuju bahwa masalah pengeluaran berlebihan adalah masalah bipartisan.\n\n\"Semua orang seperti berlomba-lomba untuk melihat siapa yang bisa memberikan paling banyak,\" kata Maya Macguineas, Presiden Komite untuk Anggaran Federal yang Bertanggung Jawab.\n\nMulai dari Undang-Undang Perawatan Terjangkau, yang dikenal sebagai Obamacare, hingga \"RUU Besar yang Indah\" dari Partai Republik, utang telah meningkat dengan laju yang dipercepat.\n\n\"Pada akhirnya, ini adalah tugas para pembuat kebijakan fiskal kita, kongres dan cabang eksekutif, untuk bersatu dan menempatkan kita pada jalur fiskal yang sehat, yang saat ini belum kita lalui. Saya tidak melihat krisis yang akan segera terjadi, tetapi pada suatu saat nanti akan menjadi masalah,\" kata Neel Kashkari, Presiden & CEO, Bank Federal Reserve Minneapolis, dalam sebuah wawancara Minggu di acara \"Face the Nation\" CBS.\n\nDengan perang di Iran yang sudah menelan biaya lebih dari $25 miliar dan warga Amerika merasa tertekan secara finansial saat ini, ada semakin banyak peringatan bahwa momen ekonomi penting ini dapat bergema hingga generasi mendatang.\n\n_______________\nIkuti terus perkembangan kami di media sosial:\n\nWKRC di Facebook:   / wkrctv  \nWKRC di Twitter:   / local12  \nWKRC di Instagram: https://www.instagram.com/local12wkrc...\nWKRC di TikTok: https://www.tiktok.com/?l...\n\nBerlangganan WKRC di YouTube:    /   \n\nUntuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.local12.com/\n\nUnduh aplikasi berita WKRC: https://local12.com/station/news-app\nUnduh aplikasi cuaca WKRC: https://local12.com/weather/weather-app\n\nPunya informasi berita? Kirim langsung kepada kami:\n\nEmail kami: local12\nHubungi Ruang Berita: 513.421.6872\n\nWKRC adalah stasiun yang berbasis di Ohio dan afiliasi CBS Television yang dimiliki dan dioperasikan oleh Sinclair Broadcast Group, Inc. Sinclair Broadcast Group, Inc. adalah salah satu perusahaan penyiaran televisi terbesar dan paling beragam di negara ini saat ini.\n\n#WKRC #LOCAL12 #cincinnati #news #cincinnatinews\n\nVideo ini dan semua arsip konten Sinclair Broadcast Group tentang liputan berita dan olahraga lokal tersedia untuk Anda gunakan. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi kami di contentsales", "post_id": "_fP0Y093d8c"}}], "edges": [{"key": "RAlbertus", "source": "RAlbertus", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "RAlbertus", "source": "RAlbertus", "target": "saptaipb", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "DjPrasetyo85", "source": "DjPrasetyo85", "target": "yanuarnugroho", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "@ChaseCain", "source": "@ChaseCain", "target": "EnvironmentalVoterProject", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kotakneo", "source": "@kotakneo", "target": "kotaksecurit...", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ReformSyndicate", "source": "@ReformSyndicate", "target": "reformsyndicate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@i24NEWS_id", "source": "@i24NEWS_id", "target": "i24news_en", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@NDTVProfitIndia", "source": "@NDTVProfitIndia", "target": "ndtvprofitindia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@ETNow", "source": "@ETNow", "target": "etnow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@InvestingNews", "source": "@InvestingNews", "target": "inittowinitshow", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BloombergPodcasts", "source": "@BloombergPodcasts", "target": "bloombergquicktake", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@local12WKRC", "source": "@local12WKRC", "target": "local12wkrc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@local12WKRC", "source": "@local12WKRC", "target": "local12wkrc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}