{"nodes": [{"key": "1404Stj", "attributes": {"label": "1404Stj", "x": 602.9796248354642, "y": 609.7327267080127, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052026659134652480", "id": "1404Stj", "source": "tweet-000004", "content": "BERDASARKAN DATA,\nPERTUMBUHAN EKONOMI\nINDONESIA KUARTAL I/2026 ADALAH 5,61%.\n\nPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TERSEBUT LEBIH TINGGI DIBANDING TAHUN 2025 SEKITAR 5%.\n\nPARA INVESTOR GLOBAL\nDI DUNIA SEMOGA MENINGKATKAN INVESTASI DI INDONESIA.", "post_id": "2052026659134652480"}}, {"key": "OECD", "attributes": {"label": "OECD", "x": 653.3275677871032, "y": 228.79834540136645, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052026659134652480", "id": "OECD", "source": "tweet-000004", "content": "BERDASARKAN DATA,\nPERTUMBUHAN EKONOMI\nINDONESIA KUARTAL I/2026 ADALAH 5,61%.\n\nPERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA TERSEBUT LEBIH TINGGI DIBANDING TAHUN 2025 SEKITAR 5%.\n\nPARA INVESTOR GLOBAL\nDI DUNIA SEMOGA MENINGKATKAN INVESTASI DI INDONESIA.", "post_id": "2052026659134652480"}}, {"key": "abah4ang", "attributes": {"label": "abah4ang", "x": 682.3304050583905, "y": 672.6199882159469, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051995176130973825", "id": "abah4ang", "source": "tweet-000004", "content": "\"Inflasi rendah, pertumbuhan tinggi, Rupiah dijaga ketat. 📉📈 Kombinasi sempurna untuk stabilitas nasional. Kerja bagus tim ekonomi Istana! Lanjutkan kerja keras untuk kedaulatan ekonomi Indonesia. 🇮🇩🚀 #KabinetMerahPutih", "post_id": "2051995176130973825"}}, {"key": "tijabar", "attributes": {"label": "tijabar", "x": 559.6476583367725, "y": 812.2089742253368, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051995176130973825", "id": "tijabar", "source": "tweet-000004", "content": "\"Inflasi rendah, pertumbuhan tinggi, Rupiah dijaga ketat. 📉📈 Kombinasi sempurna untuk stabilitas nasional. Kerja bagus tim ekonomi Istana! Lanjutkan kerja keras untuk kedaulatan ekonomi Indonesia. 🇮🇩🚀 #KabinetMerahPutih", "post_id": "2051995176130973825"}}, {"key": "swamediainc", "attributes": {"label": "swamediainc", "x": 943.0384179464025, "y": 397.61666666805286, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 109.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890140359829862647_282076797", "id": "swamediainc", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 di kisaran 4,9–5,7% meski menghadapi pelemahan ekonomi global. Pada triwulan I 2026, pertumbuhan didorong oleh permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga saat Idulfitri, peningkatan belanja pemerintah, serta investasi yang tetap kuat.\n\nKe depan, BI dan Pemerintah akan memperkuat kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan, termasuk melalui stimulus domestik, penciptaan lapangan kerja, dan sinergi kebijakan moneter, fiskal, serta sistem pembayaran.\n\nUntuk berita selengkapnya dan informasi bisnis lainnya, baca https://swagroup.id/bankindonesia\n\n………………………………………………………………………………………………\n\nUntuk Berita dan informasi ekonomi bisnis terkini, silakan kunjungi www.swa.co.id\n\nJangan lupa follow, like and tag  di IG, Tiktok, Linkedin, X, dan Youtube\n\n#BankIndonesia\n#SWAMediaInc\n#SWAOnline\n#BacaSWAaja", "post_id": "3890140359829862647_282076797"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 562.859226154357, "y": 692.7907201066422, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 109.3634, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890879550385354138_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengklaim ekonomi Indonesia tengah berada dalam fase akselerasi. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 5,61 persen.\n\n\"Kita memang sudah bisa membalik arah ekonomi. Dulu kan sebelumnya 5,39 (persen) sekarang 5,61 dibandingkan sebelum-sebelumnya 5 atau di bawah 5 sedikit kan. Jadi ekonomi kita sedang mengalami akselerasi,\" katanya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026) malam.\n\nIa menilai percepatan ini belum sepenuhnya disadari oleh pelaku pasar. Menurutnya, masih ada investor yang cenderung berhati-hati hingga menarik dana dari pasar modal. Padahal, ia melihat kondisi saat ini sebagai peluang.\n\n\"Itu yang tidak disadari banyak orang sehingga orang agak takut dan keluar dari pasar modal. Kan saya kemarin-kemarin bilang serok, serok, serok aja kalau mereka ikut mestinya nanti ke depan akan untung banyak,\" ujarnya.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/ekonomi-ri-di-fase-akselerasi-purbaya-banyak-pelaku-pasar-tidak-menyadarinya\n\nAtau klik link di Bio \n\nFoto: iNews Media Group\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3890879550385354138_3310659452"}}, {"key": "hariankompas", "attributes": {"label": "hariankompas", "x": 71.46512491547429, "y": 142.94865053463846, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890696406881838537_1537212147", "id": "hariankompas", "source": "instagram-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen atau tertinggi dalam 14 triwulan terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian ini lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan akselerasi belanja pemerintah. Sementara dunia usaha justru mengalami tekanan.\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers hibrida, di Jakarta, Selasa (5/5/2026), menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat serta mobilitas di periode Ramadhan dan Lebaran.\n\nKonsumsi rumah tangga pada periode ini tumbuh 5,52 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah juga turut menopang dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen secara tahunan. ”Kalau kita lihat di triwulan I-2026, produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran belanja pemerintah itu tertinggi sejak tahun dasar 2010,” ujarnya.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terpisah, di Jakarta, menyebut, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026 mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makro. Di tengah gejolak dan tekanan perekonomian global yang sangat tidak menentu, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sesuai target, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen. ”Ini menunjukkan bahwa kita mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai ’kutukan’ pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Ekonomi Tumbuh Pesat, tapi Dunia Usaha Tertekan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas #Ekonomi", "post_id": "3890696406881838537_1537212147"}}, {"key": "hariankompas.", "attributes": {"label": "hariankompas.", "x": 201.3531593401353, "y": 243.8440071109771, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890696406881838537_1537212147", "id": "hariankompas.", "source": "instagram-000001", "content": "Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mencapai 5,61 persen atau tertinggi dalam 14 triwulan terakhir. Merujuk data Badan Pusat Statistik, capaian ini lebih banyak ditopang konsumsi rumah tangga, faktor musiman, dan akselerasi belanja pemerintah. Sementara dunia usaha justru mengalami tekanan.\n\nKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti pada konferensi pers hibrida, di Jakarta, Selasa (5/5/2026), menyatakan, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 ditopang oleh konsumsi masyarakat serta mobilitas di periode Ramadhan dan Lebaran.\n\nKonsumsi rumah tangga pada periode ini tumbuh 5,52 persen secara tahunan. Realisasi belanja pemerintah juga turut menopang dengan pertumbuhan mencapai 21,81 persen secara tahunan. ”Kalau kita lihat di triwulan I-2026, produk domestik bruto (PDB) menurut pengeluaran belanja pemerintah itu tertinggi sejak tahun dasar 2010,” ujarnya.\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers terpisah, di Jakarta, menyebut, pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada triwulan I-2026 mencerminkan keberhasilan menjaga stabilitas makro. Di tengah gejolak dan tekanan perekonomian global yang sangat tidak menentu, Indonesia mampu mencatat pertumbuhan sesuai target, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan IV-2025 sebesar 5,39 persen. ”Ini menunjukkan bahwa kita mulai keluar dari apa yang selama ini disebut sebagai ’kutukan’ pertumbuhan 5 persen,” ujarnya.\n\nBaca selengkapnya dalam \"Ekonomi Tumbuh Pesat, tapi Dunia Usaha Tertekan\" di Harian Kompas (Kompas.id). Klik tautan di profil \n\n #HarianKompas #Kompasid #AdadiKompas #Ekonomi", "post_id": "3890696406881838537_1537212147"}}, {"key": "makasar_iinfo", "attributes": {"label": "makasar_iinfo", "x": 292.36521492501686, "y": 352.97468750593987, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890883076151143325_20402709174", "id": "makasar_iinfo", "source": "instagram-000001", "content": "Merespon melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17,424, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah otoritas keuangan, mulai dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada kemarin malam (5/5). Rapat ini digelar untuk merespons tekanan terhadap rupiah dan merumuskan langkah stabilisasi.\n\nDari rapat itu, melansir laporan , Perry selaku pejabat BI mengatakan kalau Presiden Prabowo telah merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperbaiki keadaan, membuat nilai mata uang rupiah kembali stabil. Pertama, BI disebut bakal turun langsung ke pasar valuta asing (dalam dan luar negeri) buat nahan gejolak rupiah. Kedua, BI juga segera menarik uang dari investor asing masuk ke Indonesia lewat instrumen seperti SRBI. Ketiga, BI berencana kerja bareng Kementerian Keuangan RI, termasuk beli SBN dari pasar supaya kondisi keuangan tetap stabil.\n\nKeempat, BI ikut menjaga likuiditas buat memastikan uang di perbankan dan pasar tetap banyak dan lancar. Kelima, BI membatasi pembelian dolar AS biar nggak berlebihan (sekarang dibatasi dan akan diperketat lagi). Keenam, BI juga bakal ikut intervensi di pasar luar negeri (offshore) lewat instrumen seperti NDF buat bantu stabilin rupiah. Ketujuh, BI memperketat pengawasan bank dan perusahaan bareng Otoritas Jasa Keuangan supaya sistem keuangan tetap aman.\n\nLebih lanjut Perry menjelaskan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dia percaya kalau nilai tukar rupiah bakal kembali stabil dan menguat ke depan. Your thoughts? 💭 \n\n[📸via Sekretariat Kabinet RI, ANTARA/HO-Setkab RI]\n\n(USSFeed)", "post_id": "3890883076151143325_20402709174"}}, {"key": "antaranewscom", "attributes": {"label": "antaranewscom", "x": 355.6182235166385, "y": 544.2517391322563, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890883076151143325_20402709174", "id": "antaranewscom", "source": "instagram-000001", "content": "Merespon melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ke level Rp17,424, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama sejumlah otoritas keuangan, mulai dari Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Ketua LPS Anggito Abimanyu, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan perwakilan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pada kemarin malam (5/5). Rapat ini digelar untuk merespons tekanan terhadap rupiah dan merumuskan langkah stabilisasi.\n\nDari rapat itu, melansir laporan , Perry selaku pejabat BI mengatakan kalau Presiden Prabowo telah merestui tujuh strategi Bank Indonesia (BI) untuk memperbaiki keadaan, membuat nilai mata uang rupiah kembali stabil. Pertama, BI disebut bakal turun langsung ke pasar valuta asing (dalam dan luar negeri) buat nahan gejolak rupiah. Kedua, BI juga segera menarik uang dari investor asing masuk ke Indonesia lewat instrumen seperti SRBI. Ketiga, BI berencana kerja bareng Kementerian Keuangan RI, termasuk beli SBN dari pasar supaya kondisi keuangan tetap stabil.\n\nKeempat, BI ikut menjaga likuiditas buat memastikan uang di perbankan dan pasar tetap banyak dan lancar. Kelima, BI membatasi pembelian dolar AS biar nggak berlebihan (sekarang dibatasi dan akan diperketat lagi). Keenam, BI juga bakal ikut intervensi di pasar luar negeri (offshore) lewat instrumen seperti NDF buat bantu stabilin rupiah. Ketujuh, BI memperketat pengawasan bank dan perusahaan bareng Otoritas Jasa Keuangan supaya sistem keuangan tetap aman.\n\nLebih lanjut Perry menjelaskan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, dia percaya kalau nilai tukar rupiah bakal kembali stabil dan menguat ke depan. Your thoughts? 💭 \n\n[📸via Sekretariat Kabinet RI, ANTARA/HO-Setkab RI]\n\n(USSFeed)", "post_id": "3890883076151143325_20402709174"}}, {"key": "haristjj1dv", "attributes": {"label": "haristjj1dv", "x": 924.2972711162143, "y": 342.10702429021654, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7622817368078617877", "id": "haristjj1dv", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Kompas.com", "attributes": {"label": "Kompas.com", "x": 238.4021883435511, "y": 6.50381618428475, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7287, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Kompas.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tribunnews", "attributes": {"label": "Tribunnews", "x": 407.5651780394365, "y": 941.8417873704818, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7287, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tribunnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tempo.co", "attributes": {"label": "Tempo.co", "x": 979.1235662405212, "y": 998.6311839578204, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7287, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tempo.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Podcast", "attributes": {"label": "Podcast", "x": 802.9261617661838, "y": 857.519501668924, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7287, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Podcast", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "liputan6.com", "attributes": {"label": "liputan6.com", "x": 904.1879988152962, "y": 415.177145751223, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7287, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "liputan6.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 768.1201178172099, "y": 737.8841188499827, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7287, "eigenvector": 142.8571, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "@BuletiniNews", "attributes": {"label": "@BuletiniNews", "x": 939.5862123078688, "y": 0.6586387677590677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CM_HcH-_VOw", "id": "@BuletiniNews", "source": "youtube-000001", "content": "PEDE! Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Melonjak 6% Akhir Tahun Ini\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus angka 6 persen pada akhir tahun 2026. Keyakinan itu disampaikan setelah ekonomi RI tercatat tumbuh 5,61 persen dan dinilai menunjukkan tren positif.\n\nPurbaya menyebut berbagai indikator ekonomi mulai bergerak kuat, mulai dari konsumsi masyarakat, investasi, hingga stabilitas sektor keuangan. Dia juga menilai kebijakan pemerintah saat ini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nSelengkapnya baca di: https://www.inews.id/\nFollow Our Official Twitter:   / gtvid_news  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / gtvindonesianews  \nFollow Our Official Instagram:\n  / gtvindonesia_news  \n\n#EkonomiRI #Purbaya #EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomi #Danantara #BreakingNews #BeritaEkonomi #Indonesia #BeritaHariIni #Viral #PurbayaYudhiSadewa #Investasi #EkonomiNasional #APBN #KeuanganNegara #Ekonomi2026 #BisnisIndonesia #iNews", "post_id": "CM_HcH-_VOw"}}, {"key": "buletininews", "attributes": {"label": "buletininews", "x": 158.41033984537444, "y": 386.4997928472129, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CM_HcH-_VOw", "id": "buletininews", "source": "youtube-000001", "content": "PEDE! Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Melonjak 6% Akhir Tahun Ini\n\nMenkeu Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus angka 6 persen pada akhir tahun 2026. Keyakinan itu disampaikan setelah ekonomi RI tercatat tumbuh 5,61 persen dan dinilai menunjukkan tren positif.\n\nPurbaya menyebut berbagai indikator ekonomi mulai bergerak kuat, mulai dari konsumsi masyarakat, investasi, hingga stabilitas sektor keuangan. Dia juga menilai kebijakan pemerintah saat ini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.\n\nYuk Subscribe    /   \n\nSelengkapnya baca di: https://www.inews.id/\nFollow Our Official Twitter:   / gtvid_news  \nCheck Our Official Website: https://www.inews.id\nLike Our Official Facebook:   / gtvindonesianews  \nFollow Our Official Instagram:\n  / gtvindonesia_news  \n\n#EkonomiRI #Purbaya #EkonomiIndonesia #PertumbuhanEkonomi #Danantara #BreakingNews #BeritaEkonomi #Indonesia #BeritaHariIni #Viral #PurbayaYudhiSadewa #Investasi #EkonomiNasional #APBN #KeuanganNegara #Ekonomi2026 #BisnisIndonesia #iNews", "post_id": "CM_HcH-_VOw"}}, {"key": "@awalilrizky", "attributes": {"label": "@awalilrizky", "x": 933.7745201692002, "y": 300.83587264593115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "8CeplkvbUeI", "id": "@awalilrizky", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim ekonomi solid di tengah ancaman eksodus investor luar. Yakin tumbuh 5,61%?\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#purbaya #pertumbuhanekonomi #krisis", "post_id": "8CeplkvbUeI"}}, {"key": "barisandata", "attributes": {"label": "barisandata", "x": 376.04454630621234, "y": 71.0822056005147, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "8CeplkvbUeI", "id": "barisandata", "source": "youtube-000001", "content": "Klaim ekonomi solid di tengah ancaman eksodus investor luar. Yakin tumbuh 5,61%?\n\nLebih Terhubung dengan Dinamika Ekonomi Indonesia\nhttps://barisandata.co/ \nSubscribe kanal Barisandata    /   \n\nIkuti juga sosial media kami\nInstagram :   / rizkyawalil  \nTwitter :   / awalilrizky  \nFacebook :   / awalil.rizky  \n\nBelajar Ekonomi Makro Indonesia\n   • Belajar Ekonomi Makro Indonesia #LiterasiE...  \n\nPodcast\nIndonesia Economist Club    • Indonesia Economist Club  \nNgobrol Ekonomi    • Ngobrol Ekonomi  \nRumpi Ekonomi    • Rumpi Ekonomi  \n\nPlaylist\nAsesmen    • Asesmen Ekonomi Indonesia | Awalil Rizky  \nKomentar    • Komentar Berita  \nCuitan    • Cuitan  \n\n#purbaya #pertumbuhanekonomi #krisis", "post_id": "8CeplkvbUeI"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 11.096278125106608, "y": 370.88284891778534, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 731.3597614999458, "y": 200.06246927262484, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "bank_indonesia", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 681.6421409894424, "y": 183.9641100392788, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "@OfficialiNews", "attributes": {"label": "@OfficialiNews", "x": 736.1227899744567, "y": 807.177307956391, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "_Txx-ebqFNE", "id": "@OfficialiNews", "source": "youtube-000001", "content": "Demi Selamatkan Ekonomi, Benarkah Singapura Bakal \"Serang\" Indonesia? | To The Point Aja\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nCreator: Furqon Al Fauzi (FAF)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #ekonomi #purbayayudhi #purbaya", "post_id": "_Txx-ebqFNE"}}, {"key": "officialinews", "attributes": {"label": "officialinews", "x": 154.19477104243907, "y": 66.19811241571306, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 23.3767, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_Txx-ebqFNE", "id": "officialinews", "source": "youtube-000001", "content": "Demi Selamatkan Ekonomi, Benarkah Singapura Bakal \"Serang\" Indonesia? | To The Point Aja\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara memberikan pandangan terkait rating utang Indonesia, outlook ekonomi Indonesia 2026, hingga permainan negara asing yang berupaya membuat citra buruk Indonesia di mata investor asing. \n\nCreator: Furqon Al Fauzi (FAF)\n\nBerita Selengkapnya baca di: https://inews.id/news\n\nJoin membership channel ini dan nikmati berbagai konten eksklusif:\n   /   \n\n📰 iNews: Channel Berita Terlengkap, Tercepat, dan Terpercaya di Indonesia\nDapatkan berita terbaru dari seluruh Indonesia dan dunia, mulai dari politik, ekonomi, hukum, kriminal, olahraga, hiburan, hingga peristiwa penting lainnya. Dengan liputan langsung dari lokasi kejadian dan jurnalis profesional, iNews selalu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, dan berimbang.\n\n📊 iNews menjadi sumber berita pilihan jutaan masyarakat yang ingin selalu update setiap saat. Jadilah bagian dari komunitas berita terbesar di Indonesia dan nikmati tayangan eksklusif yang tidak Anda temukan di tempat lain.\n\n📌 Jangan lupa\n✅ Klik SUBSCRIBE untuk bergabung dengan jutaan penonton setia kami\n✅ Aktifkan Lonceng Notifikasi agar tidak ketinggalan berita penting\n✅ Bagikan video ini agar lebih banyak orang mendapatkan informasi yang benar\n\nFollow WA Channel https://whatsapp.com/channel/0029Va7s...\nFollow our Official TikTok   / officialinews  \nFollow our Official Twitter   / officialinews_  \nLike our Official Facebook   / officialinews  \nFollow our Official Instagram   / officialinews  \n\n#iNews #ekonomi #purbayayudhi #purbaya", "post_id": "_Txx-ebqFNE"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 820.5757831191419, "y": 92.37308379174947, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 494.0083262727949, "y": 782.2728062858567, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 515.9873736239288, "y": 181.14644084304388, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 328.0395171349998, "y": 588.6926400951863, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.3487, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 237.7856180954937, "y": 972.2371039178782, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 941.751442708207, "y": 742.8171027467872, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 576.242535021277, "y": 190.76738518997783, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 423.85887665119725, "y": 569.5533438036686, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.0527, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "F-edYg1ySww", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Anjlok ke Level 7.000, Bennix Yakin Bisa Bounce Back ke 20.000\n\nIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penurunan signifikan sepanjang periode perdagangan dalam beberapa waktu terakhir. Pada awal 2026 IHSG sempat menyentuh level psikologis 9.000 tapi terus menurun hingga saat ini ke level 6.900-an.\n\nFounder Bennix Investor Group, Benny Batara melihat anjloknya IHSG adalah hal yang normal di tengah dinamika geopolitik yang memengaruhi geoekonomi dunia. Ia yakin IHSG akan melejit hingga ke level 20.000 pada tiga tahun mendatang.\n \n\"Kalau Purbaya (Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa) bilangnya 10.00 ya, menurut saya ke 20.000 pun sangat realistis sebetulnya. Tapi tentu tidak tahun ini, i think within the next two or three years, kita tuh harusnya udah di zona 20.000,\" kata Bennix, sapaan akrabnya.\n\nSimak analisis Bennix terkait outlook ekonomi Indonesia 2026 dalam Program To The Point Aja. Eksklusif hanya di YouTube Sindonews.\n\nLink: \n   • Panik Ekonomi Minus! Singapura 'Siap' Sera...  \n\n#IHSG #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SINDOnews\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 04 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: \n\n#SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "F-edYg1ySww"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 215.6334041618433, "y": 867.8214888087517, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.4047, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 781.2081836615903, "y": 698.2200334545937, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 821.1221227587905, "y": 440.9424915648555, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 949.8406829672888, "y": 762.5554565200804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 885.3897327799375, "y": 916.4751131614797, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.8907, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}], "edges": [{"key": "1404Stj", "source": "1404Stj", "target": "OECD", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "abah4ang", "source": "abah4ang", "target": "tijabar", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "swamediainc", "source": "swamediainc", "target": "swamediainc", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "hariankompas", "source": "hariankompas", "target": "hariankompas.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "makasar_iinfo", "source": "makasar_iinfo", "target": "antaranewscom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tempo.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Podcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "liputan6.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@BuletiniNews", "source": "@BuletiniNews", "target": "buletininews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@awalilrizky", "source": "@awalilrizky", "target": "barisandata", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialiNews", "source": "@OfficialiNews", "target": "officialinews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}