{"nodes": [{"key": "aldotjahjadi8", "attributes": {"label": "aldotjahjadi8", "x": 444.60466715824157, "y": 550.3729159594112, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051840627109941272", "id": "aldotjahjadi8", "source": "retweet-000002", "content": "Gubernur Bank Indonesia mengungkap penyebab tekanan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Faktor global hingga kebutuhan mu…", "post_id": "2051840627109941272"}}, {"key": "InvestorID", "attributes": {"label": "InvestorID", "x": 46.08840392898228, "y": 884.7247138935154, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 13.3886, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051840627109941272", "id": "InvestorID", "source": "retweet-000002", "content": "Gubernur Bank Indonesia mengungkap penyebab tekanan nilai tukar rupiah dalam waktu dekat. Faktor global hingga kebutuhan mu…", "post_id": "2051840627109941272"}}, {"key": "pajaksukadana", "attributes": {"label": "pajaksukadana", "x": 74.21815624596061, "y": 806.1295961122499, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051527178513465368", "id": "pajaksukadana", "source": "retweet-000002", "content": "#SobatRupiah, mari terus jaga optimisme kita! ☕🇮🇩\n Di tengah tekanan dan ketidakpastian global, stabilitas Rupiah tetap…", "post_id": "2051527178513465368"}}, {"key": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "bank_indonesia", "x": 174.15248962255558, "y": 474.6917332952929, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051527178513465368", "id": "bank_indonesia", "source": "retweet-000002", "content": "#SobatRupiah, mari terus jaga optimisme kita! ☕🇮🇩\n Di tengah tekanan dan ketidakpastian global, stabilitas Rupiah tetap…", "post_id": "2051527178513465368"}}, {"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 9.698921717113063, "y": 300.7403677898821, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 889.6622740191651, "y": 173.47667008457546, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 567.7268752107359, "y": 197.50972436468427, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2051877053486555645", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 613.3518868371397, "y": 578.7900176671716, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.0576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 726.8138404372514, "y": 638.9908928437319, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 12.0576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 541.9929069852533, "y": 605.6929137351364, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.3748, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2051877053486555645", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "sasah79400", "attributes": {"label": "sasah79400", "x": 764.7049369718627, "y": 581.3168004912521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "sasah79400", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 235.8886462544203, "y": 255.1399031234114, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 25.3679, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051915445926859156", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 974.9930220900709, "y": 869.6684264131959, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 656.1935612904351, "y": 884.3392006129776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "attributes": {"label": "Mamdanrachmat", "x": 999.2753393041468, "y": 584.456299634666, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "2051998807060025630", "id": "Mamdanrachmat", "source": "tweet-000004", "content": "Wah elu kira ganti presiden kayak ganti channel tv ya? Rupiah melemah emg salah prabowo? Lu kira ekonomi global lagi baik2 aja, the fed aja masih galak, perang dagang masih chaos. Dasar doomer yg ngertinya cuma rezim ganti rezim, emg klo gibran yg jadi presiden tiba2 dolar turun", "post_id": "2051998807060025630"}}, {"key": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "indepenSumatera", "x": 209.67527680174547, "y": 513.0084519072651, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2051998807060025630", "id": "indepenSumatera", "source": "tweet-000004", "content": "Wah elu kira ganti presiden kayak ganti channel tv ya? Rupiah melemah emg salah prabowo? Lu kira ekonomi global lagi baik2 aja, the fed aja masih galak, perang dagang masih chaos. Dasar doomer yg ngertinya cuma rezim ganti rezim, emg klo gibran yg jadi presiden tiba2 dolar turun", "post_id": "2051998807060025630"}}, {"key": "bangherwin", "attributes": {"label": "bangherwin", "x": 227.12599420375534, "y": 84.83686768702137, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "2052024283577385458", "id": "bangherwin", "source": "tweet-000004", "content": "Ini momentum yang tepat buat BI membuktikan bahwa rupiah terlalu dianggap undervalued.\n\nLihat Thailand: BOT rate cuma 1.00% (sudah dipotong berkali-kali), tapi baht tetap kuat di ~32.3 THB/USD, salah satu mata uang Asia terbaik.\n\nSementara BI tahan rate 4.75% (hawkish banget)", "post_id": "2052024283577385458"}}, {"key": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "OmJ_J3Nggott", "x": 715.9625113855371, "y": 142.00469239360493, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 18.5131, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052024283577385458", "id": "OmJ_J3Nggott", "source": "tweet-000004", "content": "Ini momentum yang tepat buat BI membuktikan bahwa rupiah terlalu dianggap undervalued.\n\nLihat Thailand: BOT rate cuma 1.00% (sudah dipotong berkali-kali), tapi baht tetap kuat di ~32.3 THB/USD, salah satu mata uang Asia terbaik.\n\nSementara BI tahan rate 4.75% (hawkish banget)", "post_id": "2052024283577385458"}}, {"key": "tempodotco", "attributes": {"label": "tempodotco", "x": 38.311262025710114, "y": 555.0501533164402, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 24.17, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051955361574522904", "id": "tempodotco", "source": "tweet-000004", "content": "forecast 1 bulan lagi:\n\nJUST IN: Rupiah melemah ke Rp 18.000 per dolar AS, Airlangga nilai wajar karena pengaruh global\n\nGitu aja tros sampe 20 ribu", "post_id": "2051955361574522904"}}, {"key": "HumasReceh", "attributes": {"label": "HumasReceh", "x": 530.2652197155729, "y": 680.2830568233222, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051887220878180766", "id": "HumasReceh", "source": "tweet-000004", "content": "Kurs rupiah tidak ditentukan oleh jumlah menteri semata. Nilai tukar dipengaruhi faktor global, arus modal, suku bunga, komoditas, dan stabilitas ekonomi nasional.\n\nBarang Wajib Checkout https://t.co/XVl3QoDzbk", "post_id": "2051887220878180766"}}, {"key": "Stanislaus41607", "attributes": {"label": "Stanislaus41607", "x": 513.2418018299071, "y": 255.90053107208365, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052029943299870745", "id": "Stanislaus41607", "source": "tweet-000004", "content": "ekonomi tumbuh 5,6%, tapi investor kabur ke luar negeri aja udah aneh. kalau bener2 tumbuh 5,6% investor harusnya berbondong2 masuk ke indo. lalu kurs iUSD rp 17.300 kalau pengaruh global kenapa penurunan nilai rupiah terendah di Asia (-17%)", "post_id": "2052029943299870745"}}, {"key": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "tanyarlfes", "x": 770.9070902889838, "y": 497.4790348248972, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052032015038402879", "id": "tanyarlfes", "source": "tweet-000004", "content": "Lah trus masalahnya dimana? Temen lo milih 02 krn suka jokowi itu logis bgt, karena emg jokowi yg endorse prabowo. Yg pada hela napas berat paling yg masih sakit hati kalah pilpres, wkwkwk. Ngomongin rupiah anjlok jg jangan cuma liat judul berita doang, global jg lagi kacau", "post_id": "2052032015038402879"}}, {"key": "SoundOfYogi", "attributes": {"label": "SoundOfYogi", "x": 294.8830073649067, "y": 818.1393595378722, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051994447861239996", "id": "SoundOfYogi", "source": "tweet-000004", "content": "Lo pikir rupiah jeblok cuma gegara MBG. gemes bgt sih dedek2 doomer gini. emg lo kira klo program makan siang distop hari ini juga tiba2 dolar balik ke 15rb. mimpi kali ya. situasi global lagi chaos, perang dagang, suku bunga fed, tapi analisa lo cuma sebatas boohir dapur. lucu", "post_id": "2051994447861239996"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 575.2388675592655, "y": 69.88961921865754, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 16.3401, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3890761010505081131_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Rupiah dibuka menguat 0,23% ke level Rp17.385/US$ pada perdagangan Rabu pagi (6/5/2026), ditopang penurunan harga minyak mentah global yang menekan nilai dolar. \n\nPergerakan ini terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia utama lain, sementara pasar tetap mencermati arah suku bunga domestik di tengah volatilitas rupiah.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#rupiah #dolar #matauang #bloombergtechnoz", "post_id": "3890761010505081131_51748745734"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 959.4764773133409, "y": 819.2870523912202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6362, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890412891233591432_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menembus level psikologis Rp17.400/US$, bahkan menyentuh Rp17.403/US$ pada awal perdagangan. Ini menjadi level intraday terlemah sepanjang sejarah, melanjutkan pelemahan dari penutupan sebelumnya di Rp17.365/US$.\n\nTekanan terjadi seiring penguatan dolar AS yang didorong permintaan aset safe haven akibat eskalasi konflik Timur Tengah. Kondisi ini membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, semakin tertekan di pasar global. 📉\n\nSumber: CNBC Indonesia, 5 Mei 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#rupiah #usd #forex #makroekonomi #investasi #sahamindonesia #ihsg #mancingsaham", "post_id": "3890412891233591432_52512310886"}}, {"key": "jakarta.events", "attributes": {"label": "jakarta.events", "x": 852.982296738555, "y": 231.1494904621345, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6362, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890774177843992066_2007935826", "id": "jakarta.events", "source": "instagram-000001", "content": "China dan Indonesia resmi menghubungkan sistem pembayaran QR nasional 🤝\n\nLewat skema Local Currency Settlement, transaksi kini bisa langsung pakai rupiah dan yuan—tanpa perlu lewat dolar AS. Hasilnya? Biaya konversi dan hedging bisa ditekan, terutama buat pelaku usaha lintas negara 💸\n\nLangkah ini bukan cuma soal kemudahan transaksi, tapi juga sinyal pergeseran sistem pembayaran global yang mulai mengurangi ketergantungan pada USD.\n\nMenurut kamu, ini awal dari sistem pembayaran regional yang lebih independen atau masih butuh waktu panjang? 👀\n\n📲 Follow  buat update musik, pop culture, dan berita viral terbaru!\n🔥 KOL Management lagi diskon sampai 50%! Saatnya brand kamu naik level dengan strategi promosi yang tepat", "post_id": "3890774177843992066_2007935826"}}, {"key": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "nuonlinenews", "x": 775.9628902948989, "y": 897.278281257238, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 62.6362, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890928907477707330_66210213616", "id": "nuonlinenews", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh faktor global. \n\nIa menambahkan, tekanan jangka pendek juga dipicu faktor musiman, seperti kebutuhan devisa untuk repatriasi dividen, pembayaran utang, serta kebutuhan jemaah haji yang meningkatkan permintaan dolar. \n\nHal itu disampaikan Perry saat bertemu dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri lainnya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (5/6/2026).\n\n“Faktor globalnya apa yang menyebabkan tekanan nilai tukar dalam jangka pendek ini? Adalah satu, harga minyak yang tinggi. Dua, suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi. Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen. Demikian juga dolar yang menguat,” katanya dalam siniar Sekretariat Presiden yang dikutip NU Online, Rabu (6/5/2026). \n\nPerry mengungkapkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia dinilai kuat, ditandai dengan pertumbuhan yang mencapai 5,61 persen, inflasi yang rendah, pertumbuhan kredit yang tinggi, serta cadangan devisa yang solid. \n\n\"Nah, ini adalah fundamental yang menunjukkan mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat,” ujarnya.\n\nSelengkapnya: https://www.nu.or.id/nasional/bi-siapkan-antisipasi-setelah-rupiah-melemah-akibat-faktor-global-dan-permintaan-dolar-jemaah-haji-epCuj\n\n——————————————————\nBaca berita lainnya di www.nu.or.id\nFollow \n\n#nuonlinenewsmei2026 #rupiah #bankindonesia #rupiahmelemah #ekonomi", "post_id": "3890928907477707330_66210213616"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 993.5840332821724, "y": 900.8343993273606, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 124.70687231716515, "y": 165.00184481913084, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "kokocicisaham", "attributes": {"label": "kokocicisaham", "x": 402.0241471339371, "y": 974.8065102880815, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "7636748023883779348", "id": "kokocicisaham", "source": "tiktok-000001", "content": "BURSA GLOBAL ATH, TAPI IHSG KOK GINI? 📉 Bursa luar negeri lagi pesta pora cetak rekor tertinggi, tapi IHSG masih ketahan? Ternyata pelemahan Rupiah terhadap Dollar jadi \"biang kerok\" utama kekhawatiran investor. Simak analisanya di sini! Source:  Sekuritas  Cuan  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #KursRupiah #fyp", "post_id": "7636748023883779348"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 682.6815859610168, "y": 235.49344537172257, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636748023883779348", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "BURSA GLOBAL ATH, TAPI IHSG KOK GINI? 📉 Bursa luar negeri lagi pesta pora cetak rekor tertinggi, tapi IHSG masih ketahan? Ternyata pelemahan Rupiah terhadap Dollar jadi \"biang kerok\" utama kekhawatiran investor. Simak analisanya di sini! Source:  Sekuritas  Cuan  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #KursRupiah #fyp", "post_id": "7636748023883779348"}}, {"key": "SatSet", "attributes": {"label": "SatSet", "x": 364.72040235892223, "y": 440.70400341467996, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636748023883779348", "id": "SatSet", "source": "tiktok-000001", "content": "BURSA GLOBAL ATH, TAPI IHSG KOK GINI? 📉 Bursa luar negeri lagi pesta pora cetak rekor tertinggi, tapi IHSG masih ketahan? Ternyata pelemahan Rupiah terhadap Dollar jadi \"biang kerok\" utama kekhawatiran investor. Simak analisanya di sini! Source:  Sekuritas  Cuan  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #KursRupiah #fyp", "post_id": "7636748023883779348"}}, {"key": "Bernadus", "attributes": {"label": "Bernadus", "x": 833.9364764735977, "y": 1.8802405595996774, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 12.0576, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636748023883779348", "id": "Bernadus", "source": "tiktok-000001", "content": "BURSA GLOBAL ATH, TAPI IHSG KOK GINI? 📉 Bursa luar negeri lagi pesta pora cetak rekor tertinggi, tapi IHSG masih ketahan? Ternyata pelemahan Rupiah terhadap Dollar jadi \"biang kerok\" utama kekhawatiran investor. Simak analisanya di sini! Source:  Sekuritas  Cuan  Setya Ananda Wijaya  Disclaimer on: Informasi yang dipaparkan merupakan edukasi, dan bukan merupakan perintah beli atau jual. Setiap keuntungan dan kerugian menjadi tanggung jawab masing-masing dari pelaku pasar #SucorSekuritas #BeXpertWithSucor #IHSG #KursRupiah #fyp", "post_id": "7636748023883779348"}}, {"key": "haristjj1dv", "attributes": {"label": "haristjj1dv", "x": 880.908560525096, "y": 721.9197463578993, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "7622817368078617877", "id": "haristjj1dv", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Kompas.com", "attributes": {"label": "Kompas.com", "x": 500.2174288663647, "y": 411.60357428113616, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Kompas.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tribunnews", "attributes": {"label": "Tribunnews", "x": 109.21032029121403, "y": 159.31754101129746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tribunnews", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Tempo.co", "attributes": {"label": "Tempo.co", "x": 456.5793290121113, "y": 959.8840664919037, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Tempo.co", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Podcast", "attributes": {"label": "Podcast", "x": 52.35296880398332, "y": 876.7143998611546, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Podcast", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "liputan6.com", "attributes": {"label": "liputan6.com", "x": 368.5046504325743, "y": 190.2838385651685, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "liputan6.com", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "Prabowo", "attributes": {"label": "Prabowo", "x": 158.2563610087392, "y": 845.9011620900155, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.7266, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7622817368078617877", "id": "Prabowo", "source": "tiktok-000001", "content": "Kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat hilirisasi industri dan mewujudkan swasembada energi merupakan langkah transformatif yang akan membawa dampak positif signifikan bagi kedaulatan ekonomi Indonesia. Dengan rencana penambahan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun, pemerintah tidak hanya berupaya meningkatkan nilai tambah komoditas mentah di dalam negeri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja luas yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif. Optimalisasi potensi energi domestik melalui pengembangan etanol, biodiesel, dan energi terbarukan lainnya akan mengurangi ketergantungan kronis pada impor energi, yang pada akhirnya memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Melalui integrasi antara kemandirian energi dan hilirisasi yang agresif, Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk bertransformasi dari negara pengekspor bahan mentah menjadi kekuatan industri global, yang secara langsung akan meningkatkan kesejahteraan rakyat menuju visi Indonesia Maju. #HilirisasiIndustri #SwasembadaEnergi #EkonomiIndonesia #PrabowoSubianto #IndonesiaKita     Bocor Alus Politik", "post_id": "7622817368078617877"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 836.9753117256924, "y": 240.93843801392788, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 492.8552687481319, "y": 68.93528143882665, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@Magatzine", "attributes": {"label": "@Magatzine", "x": 117.13413635955983, "y": 510.7284151991538, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "X66wnKhznKQ", "id": "@Magatzine", "source": "youtube-000001", "content": "JURUS BI ATASI PELEMAHAN RUPIAH - Dr. PERRY WARJIYO | Magatzine |\n\nKondisi perekonomian global berdampak pada ekonomi Indonesia. tekanan terhadap mata uang rupiah membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Menghadapi situasi ini, Presiden Prabowo memanggil otoritas ekonomi Indonesia untuk membuat strategi mengatasi kondisi ekonomi Indonesia serta menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.\n\nDirektur Bank Indonesia Dr. Perry Warjiyo menyampaikan analisa tentang penyebab rupiah undervalued dan bagaimana langkah-langkah yang akan diambil oleh otoritas moneter Indonesia kedepan.\n\nIkuti terus chanel  untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan ekonomi indonesia serta mendapatkan ulasan mendalam \n\n#ekonomi #ekonomiindonesia #investasi #finance #development #krisis #beritaterkini #prabowo #demokrasiekonomi #bankindonesia #rupiah", "post_id": "X66wnKhznKQ"}}, {"key": "Magatzine", "attributes": {"label": "Magatzine", "x": 387.8613764058896, "y": 696.7168093312999, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "X66wnKhznKQ", "id": "Magatzine", "source": "youtube-000001", "content": "JURUS BI ATASI PELEMAHAN RUPIAH - Dr. PERRY WARJIYO | Magatzine |\n\nKondisi perekonomian global berdampak pada ekonomi Indonesia. tekanan terhadap mata uang rupiah membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah. Menghadapi situasi ini, Presiden Prabowo memanggil otoritas ekonomi Indonesia untuk membuat strategi mengatasi kondisi ekonomi Indonesia serta menghadapi ketidakpastian global yang dipicu oleh perang di Timur Tengah dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.\n\nDirektur Bank Indonesia Dr. Perry Warjiyo menyampaikan analisa tentang penyebab rupiah undervalued dan bagaimana langkah-langkah yang akan diambil oleh otoritas moneter Indonesia kedepan.\n\nIkuti terus chanel  untuk mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan ekonomi indonesia serta mendapatkan ulasan mendalam \n\n#ekonomi #ekonomiindonesia #investasi #finance #development #krisis #beritaterkini #prabowo #demokrasiekonomi #bankindonesia #rupiah", "post_id": "X66wnKhznKQ"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "attributes": {"label": "@tuturmediadigital", "x": 253.91466055217037, "y": 777.4451845732615, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "A1dd4YXqYVU", "id": "@tuturmediadigital", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Undervalued, Gubernur Bank Indonesia Siapkan 7 Jurus Agar Rupiah Kembali Menguat\n\nTUTUR.co.id - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Langkah tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.\n\nStrategi yang disiapkan meliputi intervensi pasar, penguatan cadangan devisa, hingga pengawasan transaksi valuta asing. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat rupiah dan menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tekanan global.\n\n#nilaitukarrupiah #rupiah #bankindonesia #perrywarjiyo #dolaras #dollar #beritaekonomi #beritaterkini #newsupdate #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "A1dd4YXqYVU"}}, {"key": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "tuturtvmedia", "x": 918.8434777444924, "y": 540.6984923086549, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "A1dd4YXqYVU", "id": "tuturtvmedia", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Undervalued, Gubernur Bank Indonesia Siapkan 7 Jurus Agar Rupiah Kembali Menguat\n\nTUTUR.co.id - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan tujuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Langkah tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.\n\nStrategi yang disiapkan meliputi intervensi pasar, penguatan cadangan devisa, hingga pengawasan transaksi valuta asing. Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat rupiah dan menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tekanan global.\n\n#nilaitukarrupiah #rupiah #bankindonesia #perrywarjiyo #dolaras #dollar #beritaekonomi #beritaterkini #newsupdate #tuturtv #tuturmediadigital \n\n\n===\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Tutur Media Digital:\n\nInstagram:   / tuturmediadigital  \nTikTok:   / tuturmediadigital  \nX: https://x.com/tuturmedia\nYoutube:    /   \nFacebook: https://www.facebook.com/share/17m5ob...", "post_id": "A1dd4YXqYVU"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 397.5060621575389, "y": 634.402409401617, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 469.54815725054476, "y": 517.6131746671815, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3921, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 890.3789512476679, "y": 575.9652531462941, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3921, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 192.5493202108628, "y": 108.05386069193045, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3921, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 373.9683345587547, "y": 137.37357243850713, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.3921, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fBO9rjWNHi0", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "RUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nRUPIAH TEMBUS 17.200! PRABOWO TIDAK SADAR, SABOTASE DARI DALAM & LUAR NEGERI??\n\nDi tengah kondisi ekonomi global yang semakin tidak pasti, nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah menembus angka 17.200 per dolar AS. Angka ini bukan sekadar fluktuasi biasa, tapi memicu banyak pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Apa yang sebenarnya terjadi dengan rupiah? Apakah ini murni karena tekanan pasar global, atau ada faktor lain yang lebih dalam dan jarang dibahas?\n\nDalam video ini, kita akan membedah secara detail bagaimana pergerakan rupiah dalam beberapa bulan terakhir yang terus menunjukkan tren pelemahan yang cukup signifikan. Tidak hanya itu, kita juga akan mengulas berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebab di balik melemahnya mata uang Indonesia, mulai dari faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, kebijakan negara lain, hingga spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya “permainan” di balik layar.\n\nSelain itu, kita juga akan melihat bagaimana dampak dari pelemahan rupiah ini terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, mulai dari harga kebutuhan pokok, biaya impor, hingga kondisi lapangan kerja. Apakah ini tanda bahaya bagi ekonomi Indonesia ke depan, atau justru bagian dari siklus yang memang biasa terjadi?\n\nVideo ini tidak bertujuan untuk menuduh pihak tertentu, tetapi mengajak kamu untuk melihat kondisi ini dari berbagai sudut pandang agar bisa lebih memahami situasi yang sedang terjadi. Dengan memahami pergerakan ekonomi, kita bisa lebih siap dalam mengambil keputusan finansial di tengah kondisi yang tidak menentu seperti sekarang.\n\nTonton video ini sampai habis, karena di akhir kita akan membahas apa yang sebaiknya dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi kondisi rupiah yang melemah, serta bagaimana cara sederhana untuk melindungi kondisi finansial pribadi.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "fBO9rjWNHi0"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "attributes": {"label": "@KanalBankIndonesia", "x": 623.3676782392448, "y": 750.1919407435216, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "@KanalBankIndonesia", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "BankIndonesiaOfficial", "x": 268.37123973803745, "y": 244.1154008192612, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3886, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZR9cAr7R9WQ", "id": "BankIndonesiaOfficial", "source": "youtube-000001", "content": "7 Langkah Penting BI Perkuat Rupiah\n\n7 langkah penting untuk menjaga stabilitas Rupiah!\n\n#SobatRupiah, di tengah dinamika global, Bank Indonesia terus menempuh berbagai langkah secara terukur dan bersinergi dengan Pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar.\n\nUpaya ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan Rupiah ke depan. Namun, tentunya yang tak kalah penting adalah partisipasi dan kepercayaan kita bersama yang menjadi kunci dalam #BeriMakna memperkuat ekonomi Indonesia.\n\nYuk, sama-sama perkuat optimisme kita, #BeriMakna ambil bagian dalam menjaga Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. 🇮🇩\n\n————————————————————————————\nOfficial account:\nWebsite: http://www.bi.go.id\nTwitter:   / bank_indonesia  \nFacebook:   / bankindonesiaofficial  \nInstagram:   / bank_indonesia  \nSpotify: https://open.spotify.com/show/4Q38i2l...\n\n————————————————————————————\nChatbot LISA (Layanan Informasi Bank Indonesia)\nWhatsapp (24 jam) : 081 131 131 131\nLine (24 jam) : \nFB (diluar jam kerja) : \n\n————————————————————————————\nContact Center Bank Indonesia (BICARA 131)\nTelp: 1500131 (dari dalam dan luar negeri)\nEmail: bicara", "post_id": "ZR9cAr7R9WQ"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "attributes": {"label": "@KompasTVSukabumi", "x": 171.29443815221933, "y": 37.94442075924487, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "@KompasTVSukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "ktvsukabumi", "x": 565.2750474305874, "y": 195.94732886008183, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2AxjBhgA7oc", "id": "ktvsukabumi", "source": "youtube-000001", "content": "Laporan Gubernur BI ke Prabowo soal Kondisi Rupiah Yakin akan Menguat Lagi\n\nJAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pergerakan nilai tukar rupiah, termasuk perkembangan perdagangan mata uang Indonesia di pasar global, khususnya melalui instrumen forward.\n\nMenurutnya, kondisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai fundamentalnya atau undervalued.\n\nMenurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai. \n\n“Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry, Selasa (5/5/2026).\n\nUntuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga \nNegara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.\n\n\nSahabat Kompas TV Sukabumi! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Sukabumi, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.\n\nSosial Media Kompas TV Sukabumi:\nYouTube :    / kompastvsukabumi  \nInstagram :   / kompastvsukabumi  \nFacebook :   / redaksikompastvsukabumi  \nTwitter : \nTikTok :   / kompastvsukabumi", "post_id": "2AxjBhgA7oc"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 46.709652730142935, "y": 195.01840070871535, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 354.74081048899865, "y": 90.93666973762416, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 238.58680773411834, "y": 588.6084098078203, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 125.2536101081686, "y": 12.824511327242494, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.966, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 316.8300131682208, "y": 223.0037206343155, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6315, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 833.0203143016141, "y": 615.1439468774746, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6315, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 677.5002473895008, "y": 228.4906234709535, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6315, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 65.85997374216323, "y": 354.7085956604289, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6315, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 920.214082541374, "y": 106.61436696553127, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.6315, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "zqWD8PXr2jM", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Menguat Tipis ke RP17.394 per USD, Apa Faktornya? | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah menunjukkan penguatan tipis setelah sebelumnya mencatatkan level intraday dan penutupan terlemah sepanjang masa. Penguatan ini didorong oleh pelemahan indeks dolar Amerika Serikat serta komitmen pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Hingga Rabu siang, rupiah tercatat menguat 0,10 persen ke level 17.394 per dolar AS, setelah sempat dibuka di posisi 17.350. Selain itu, sentimen positif juga datang dari meredanya harga minyak global dan langkah kebijakan yang disiapkan Gubernur BI Perry Warjiyo, termasuk intervensi pasar valas dan penguatan instrumen moneter untuk menopang rupiah.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "zqWD8PXr2jM"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 57.06507245489423, "y": 442.1166226322306, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 396.79695500859435, "y": 767.0478657188512, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3817, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 730.1960134128993, "y": 885.3042999209958, "size": 13.86, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "umDIEbaKS9A", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Harga BBM Non Subsidi Pertamina Naik, Ini Penyebabnya | MILENOMICS\n\nBeredar informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi Pertamina, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, yang dilaporkan mengalami penyesuaian harga mulai dari sekitar lima ratus rupiah hingga empat ribu rupiah per liter. Kenaikan ini disebut-sebut sejalan dengan meningkatnya harga minyak dunia yang terdampak oleh ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah yang memengaruhi pasar energi global. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada pengumuman resmi dari Pertamina terkait daftar harga terbaru di setiap wilayah, karena penyesuaian harga BBM dapat berbeda tergantung lokasi dan kebijakan distribusi yang berlaku.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "umDIEbaKS9A"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 188.66286638870588, "y": 751.5127815071604, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 9.3955, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "119AJUy4Exk", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan di ST Kebayoran Lama, Pemulihan Aceh Capai 95% | Menyapa Indonesia\n\nMenyapa Indonesia Malam, 6 Mei 2026\n\n1. Tebing Longsor Terjang Dramaga, 1 Pria Tertimbun \n2. Roboh! Rumah 2 Lantai Timpa 2 Rumah Dan Mobil \n3. Viral! Sopir Pick Up Ditikam Akibat Knalpot Bising \n4. Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Di Peron St Kebayoran Lama \n5. Polisi Bakar Gubuk Tempat Pesta Narkoba \n6. Bubarkan Tawuran, Pria Tewas Tertabrak Kereta Api \n7. Penangkapan Pelaku Pembunuhan Cengkareng \n8. Kerap Diancam Menggunakan Sajam, Pria Bunuh Kenalan \n9. Sepeda Motor Gagal Menyalip, Buruh Pabrik Tewas Terlindas Truk \n10. Pencurian Motor Di Kontrakan Cikarang \n11. Trump Tekan Iran, Serukan Menyerah \n12. Kemenangan Demokrat Di Michigan \n13. Massa Coba Terobos Barikade Polisi Di New York City \n14. Helikopter Angkatan Laut Meksiko Mendarat Darurat \n15. Kebakaran Besar Mall Di Iran, Api Cepat Menyebar \n16. Pesawat Jatuh Di Brasil, 2 Tewas 3 Luka-Luka \n17. Mobil Tabrak Kerumunan Di Jerman, 2 Orang Tewas \n18. Kapal Pesiar Ditolak Bersandar, Dugaan Wabah Hantavirus \n19. Kereta Tabrak Truk Tangki Di Meksiko \n20. Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Ke Presiden \n21. Presiden Bakal Perkuat Kompolnas Sebagai Pengawas Polri \n22. Presiden Tidak Mengubah Metode Pengangkatan Kapolri \n23. Wapres Menerima Kunjungan Wakil PM Laos Thongsavan \n24. DPR Angkat Bicara Soal Pelecehan Seksual Di Ponpes Pati \n25. Kementerian PPPA Kawal Kasus Pencabulan Di Ponpes Pati \n26. Presiden Panggil Menteri Dan Gubernur BI Dampak Rupiah Melemah \n27. Gubernur BI Respons Soal Nilai Tukar Rupiah \n28. Pemerintah Segera Terbitkan “Panda Bond” Di Pasar Cina \n29. OJK Optimis Dolar AS Bakal Berbalik \n30. Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah Prabowo \n31. Bahlil Bantah Adanya Kenaikan Tarif Listrik \n32. Mentan Gelar Diskusi Bersama BEM Selindo Di Kediamannya \n33. Kabel Udara Semrawut Ditertibkan Pemkot Jakarta Barat \n34. Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra Capai 95% \n35. Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Penduduk \n36. Cek Kesehatan Gratis Di Sekolah Perkuat Deteksi Dini \n37. Pemerintah Percepat Penanganan TBC \n38. MBG Dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Q1 2026 \n39. Jemaah Haji Gelombang 2 Wajib Pakai Kain Ihram Dari Indonesia \n40. Kisah Inspiratif Haji Di Usia Belia \n41. Berburu Oleh-Oleh Haji Serba 1 Riyal \n42. Arsenal Melaju Ke Final Champions League \n43. Nottingham Menang 1-3 Atas Chelsea \n44. Kalahkan Persita, Borneo Tekan Puncak Klasemen \n45. Bungkam Bali, Madura Jauhi Zona Merah \n46. Man City Perpanjang Kontrak Phil Foden Hingga 2030 \n47. Start Positif Indonesia Di Piala Asia U-17 \n48. Game 1 Semifinal Thunder Taklukkan Lakers \n49. Pistons Unggul Game 1 Semifinal Wilayah NBA \n50. 2 Pemenang Berbeda Dalam Berlin E-Prix \n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiamalam #BeritaNasional #BeritaInternasional #EkonomiIndonesia #Olahraga\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "119AJUy4Exk"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 647.6400162079899, "y": 34.36144946777087, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.3886, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "119AJUy4Exk", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan di ST Kebayoran Lama, Pemulihan Aceh Capai 95% | Menyapa Indonesia\n\nMenyapa Indonesia Malam, 6 Mei 2026\n\n1. Tebing Longsor Terjang Dramaga, 1 Pria Tertimbun \n2. Roboh! Rumah 2 Lantai Timpa 2 Rumah Dan Mobil \n3. Viral! Sopir Pick Up Ditikam Akibat Knalpot Bising \n4. Polisi Selidiki Dugaan Pelecehan Di Peron St Kebayoran Lama \n5. Polisi Bakar Gubuk Tempat Pesta Narkoba \n6. Bubarkan Tawuran, Pria Tewas Tertabrak Kereta Api \n7. Penangkapan Pelaku Pembunuhan Cengkareng \n8. Kerap Diancam Menggunakan Sajam, Pria Bunuh Kenalan \n9. Sepeda Motor Gagal Menyalip, Buruh Pabrik Tewas Terlindas Truk \n10. Pencurian Motor Di Kontrakan Cikarang \n11. Trump Tekan Iran, Serukan Menyerah \n12. Kemenangan Demokrat Di Michigan \n13. Massa Coba Terobos Barikade Polisi Di New York City \n14. Helikopter Angkatan Laut Meksiko Mendarat Darurat \n15. Kebakaran Besar Mall Di Iran, Api Cepat Menyebar \n16. Pesawat Jatuh Di Brasil, 2 Tewas 3 Luka-Luka \n17. Mobil Tabrak Kerumunan Di Jerman, 2 Orang Tewas \n18. Kapal Pesiar Ditolak Bersandar, Dugaan Wabah Hantavirus \n19. Kereta Tabrak Truk Tangki Di Meksiko \n20. Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Ke Presiden \n21. Presiden Bakal Perkuat Kompolnas Sebagai Pengawas Polri \n22. Presiden Tidak Mengubah Metode Pengangkatan Kapolri \n23. Wapres Menerima Kunjungan Wakil PM Laos Thongsavan \n24. DPR Angkat Bicara Soal Pelecehan Seksual Di Ponpes Pati \n25. Kementerian PPPA Kawal Kasus Pencabulan Di Ponpes Pati \n26. Presiden Panggil Menteri Dan Gubernur BI Dampak Rupiah Melemah \n27. Gubernur BI Respons Soal Nilai Tukar Rupiah \n28. Pemerintah Segera Terbitkan “Panda Bond” Di Pasar Cina \n29. OJK Optimis Dolar AS Bakal Berbalik \n30. Survei Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Pemerintah Prabowo \n31. Bahlil Bantah Adanya Kenaikan Tarif Listrik \n32. Mentan Gelar Diskusi Bersama BEM Selindo Di Kediamannya \n33. Kabel Udara Semrawut Ditertibkan Pemkot Jakarta Barat \n34. Pemulihan Pascabencana Aceh-Sumatra Capai 95% \n35. Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Penduduk \n36. Cek Kesehatan Gratis Di Sekolah Perkuat Deteksi Dini \n37. Pemerintah Percepat Penanganan TBC \n38. MBG Dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Q1 2026 \n39. Jemaah Haji Gelombang 2 Wajib Pakai Kain Ihram Dari Indonesia \n40. Kisah Inspiratif Haji Di Usia Belia \n41. Berburu Oleh-Oleh Haji Serba 1 Riyal \n42. Arsenal Melaju Ke Final Champions League \n43. Nottingham Menang 1-3 Atas Chelsea \n44. Kalahkan Persita, Borneo Tekan Puncak Klasemen \n45. Bungkam Bali, Madura Jauhi Zona Merah \n46. Man City Perpanjang Kontrak Phil Foden Hingga 2030 \n47. Start Positif Indonesia Di Piala Asia U-17 \n48. Game 1 Semifinal Thunder Taklukkan Lakers \n49. Pistons Unggul Game 1 Semifinal Wilayah NBA \n50. 2 Pemenang Berbeda Dalam Berlin E-Prix \n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiamalam #BeritaNasional #BeritaInternasional #EkonomiIndonesia #Olahraga\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "119AJUy4Exk"}}], "edges": [{"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "InvestorID", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "aldotjahjadi8", "source": "aldotjahjadi8", "target": "InvestorID", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "pajaksukadana", "source": "pajaksukadana", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sasah79400", "source": "sasah79400", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bangherwin", "source": "bangherwin", "target": "OmJ_J3Nggott", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "kalistohenituse", "source": "kalistohenituse", "target": "tempodotco", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "indepenSumatera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "HumasReceh", "source": "HumasReceh", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Stanislaus41607", "source": "Stanislaus41607", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "tanyarlfes", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "bangherwin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mamdanrachmat", "source": "Mamdanrachmat", "target": "SoundOfYogi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "jakarta.events", "source": "jakarta.events", "target": "jakarta.events", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "nuonlinenews", "source": "nuonlinenews", "target": "nuonlinenews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "SatSet", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "kokocicisaham", "source": "kokocicisaham", "target": "Bernadus", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Kompas.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tribunnews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Tempo.co", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Podcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "liputan6.com", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "haristjj1dv", "source": "haristjj1dv", "target": "Prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Magatzine", "source": "@Magatzine", "target": "Magatzine", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tuturmediadigital", "source": "@tuturmediadigital", "target": "tuturtvmedia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "bank_indonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KanalBankIndonesia", "source": "@KanalBankIndonesia", "target": "BankIndonesiaOfficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@KompasTVSukabumi", "source": "@KompasTVSukabumi", "target": "ktvsukabumi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}