{"nodes": [{"key": "triwul82", "attributes": {"label": "triwul82", "x": 945.9202155321935, "y": 470.0701036251159, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051953082507092129", "id": "triwul82", "source": "retweet-000002", "content": "China sampai ingin menurunkan kurs mata uang mereka agar mereka tetap menguasai eksportir dgn hasil buminya. Akhirnya…", "post_id": "2051953082507092129"}}, {"key": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "ImaginarySteady", "x": 639.572458046998, "y": 594.0406152491875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 19.8161, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "2051953082507092129", "id": "ImaginarySteady", "source": "retweet-000002", "content": "China sampai ingin menurunkan kurs mata uang mereka agar mereka tetap menguasai eksportir dgn hasil buminya. Akhirnya…", "post_id": "2051953082507092129"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 246.21813991633013, "y": 477.8373904439378, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 5, "degree": 6}, "_id": "2051877053486555645", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "shda_agatha_", "x": 43.52421583452004, "y": 968.8824758408615, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "shda_agatha_", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "adarwis", "attributes": {"label": "adarwis", "x": 89.8937692386248, "y": 46.31346564199701, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "adarwis", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "MurtadhaOne1", "x": 866.111690479665, "y": 42.72772889533194, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051877053486555645", "id": "MurtadhaOne1", "source": "tweet-000004", "content": "Betul, shda_agatha_. \n\nKurs rupiah dipengaruhi banyak variabel: inflasi global, suku bunga The Fed, harga komoditas, outflow asing, dan kondisi geopolitik. \n\nJumlah menteri bukan faktor utama atau langsung. Terima kasih sudah menangkap nuansanya dengan baik.", "post_id": "2051877053486555645"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "attributes": {"label": "Brutus_Istn2045", "x": 222.14671149176868, "y": 321.4768271349823, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2052010147573276796", "id": "Brutus_Istn2045", "source": "tweet-000004", "content": "Wk3\nKurs lemah itu ada batasnya.\nKalau kurs lemah itu bagus.\nKenapa China ngga turunkan kurs mereka;\nlebih murah daripada Zimbabwe dollar?\nMIKIR\n\nPertumbuhan ekonomi RI naik\nberkat hari raya berdempetan.\n\nTapi  lagi bakar tabungan ya?\n\nPRABOCOR bilang 2030 RI BUBAR https://t.co/NTGrNwmT7N", "post_id": "2052010147573276796"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 735.5037572504298, "y": 978.1611754962804, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 31.7299, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2052010147573276796", "id": "prabowo", "source": "tweet-000004", "content": "Wk3\nKurs lemah itu ada batasnya.\nKalau kurs lemah itu bagus.\nKenapa China ngga turunkan kurs mereka;\nlebih murah daripada Zimbabwe dollar?\nMIKIR\n\nPertumbuhan ekonomi RI naik\nberkat hari raya berdempetan.\n\nTapi  lagi bakar tabungan ya?\n\nPRABOCOR bilang 2030 RI BUBAR https://t.co/NTGrNwmT7N", "post_id": "2052010147573276796"}}, {"key": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "KemenkeuRI", "x": 484.8247765401639, "y": 174.52827986287656, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052010147573276796", "id": "KemenkeuRI", "source": "tweet-000004", "content": "Wk3\nKurs lemah itu ada batasnya.\nKalau kurs lemah itu bagus.\nKenapa China ngga turunkan kurs mereka;\nlebih murah daripada Zimbabwe dollar?\nMIKIR\n\nPertumbuhan ekonomi RI naik\nberkat hari raya berdempetan.\n\nTapi  lagi bakar tabungan ya?\n\nPRABOCOR bilang 2030 RI BUBAR https://t.co/NTGrNwmT7N", "post_id": "2052010147573276796"}}, {"key": "sasah79400", "attributes": {"label": "sasah79400", "x": 17.008923660069897, "y": 310.52695843328036, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "sasah79400", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "Strategi_Bisnis", "x": 986.3881326285957, "y": 725.5871635226002, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051915445926859156", "id": "Strategi_Bisnis", "source": "tweet-000004", "content": "ini tdk berdasar dan terlalu menyederhanakan persoalan. Nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi faktor global, kebijakan suku bga bank sentral negara mju, penguatan dolar AS, serta dinamika geopolitik. Mengaitkan pelemahan rupiah semata2 dgn pndktan kebijakan domestik adalah keliru", "post_id": "2051915445926859156"}}, {"key": "t_huberton", "attributes": {"label": "t_huberton", "x": 647.1502880255747, "y": 153.78138348528446, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051817461700554775", "id": "t_huberton", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau ngak kurs Dollar lari ke Yuan China, sama2 bergantung sama aseng model pinjamannya. Apakah ngak ada ekonom yg brilian untuk mengatasi ini. Ups kan rezim juga dipimpin dengan dungu ngak mau dengar saran orang pinter", "post_id": "2051817461700554775"}}, {"key": "kompascom", "attributes": {"label": "kompascom", "x": 718.3376303055744, "y": 334.58360066789385, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 143.0609, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "2051817461700554775", "id": "kompascom", "source": "tweet-000004", "content": "Kalau ngak kurs Dollar lari ke Yuan China, sama2 bergantung sama aseng model pinjamannya. Apakah ngak ada ekonom yg brilian untuk mengatasi ini. Ups kan rezim juga dipimpin dengan dungu ngak mau dengar saran orang pinter", "post_id": "2051817461700554775"}}, {"key": "fx_raptor", "attributes": {"label": "fx_raptor", "x": 675.350348963055, "y": 766.2611409965076, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051901006888456222", "id": "fx_raptor", "source": "tweet-000004", "content": "China dan Jepang itu jagoannya bikin barang.\nManufacturing powerhouse.\nIndonesia?\nMasih mainnya kirim bahan mentah: nikel, batubara, CPO, mineral.\nJadi waktu rupiah dilemahkan, efeknya nggak se-wow itu.\nKita nggak jual banyak barang jadi.\nBeda sama China.\nMereka bisa sengaja", "post_id": "2051901006888456222"}}, {"key": "ferrykoto", "attributes": {"label": "ferrykoto", "x": 761.288372197646, "y": 585.5563026100266, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051901006888456222", "id": "ferrykoto", "source": "tweet-000004", "content": "China dan Jepang itu jagoannya bikin barang.\nManufacturing powerhouse.\nIndonesia?\nMasih mainnya kirim bahan mentah: nikel, batubara, CPO, mineral.\nJadi waktu rupiah dilemahkan, efeknya nggak se-wow itu.\nKita nggak jual banyak barang jadi.\nBeda sama China.\nMereka bisa sengaja", "post_id": "2051901006888456222"}}, {"key": "Maikel_USMC", "attributes": {"label": "Maikel_USMC", "x": 218.59540081476248, "y": 855.3753289245002, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "Maikel_USMC", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "KemensetnegRI", "x": 699.2530375492718, "y": 79.41153481456564, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052036114836582811", "id": "KemensetnegRI", "source": "tweet-000004", "content": "Ekonomi Indonesia bisa cepat membaik dan nilai tukar rupiah bisa stabil kalau pemerintah membuka kran ekspor sebesar2nya untuk komoditas hasil alam kita yg banyak dibutuhkan negara lain mulai dari komoditas sumber energi dan lain2 ditengah memanasnya tensi geopolitik global.", "post_id": "2052036114836582811"}}, {"key": "Despera98312131", "attributes": {"label": "Despera98312131", "x": 351.47788802739024, "y": 458.4097183275925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2052157929462300769", "id": "Despera98312131", "source": "tweet-000004", "content": "Tapi setidaknya dengan cadangan devisa indo yg besar itu, seharusnya bisa dipake buat buyback rupiah, sehingga value rupiah paling gk pegged/stuck di 16 ribuan, kyk yg dilakuin china & thailand pas covid kemarin, dan juga seharusnya bi juga naikin suku bunga supaya investor balik", "post_id": "2052157929462300769"}}, {"key": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "Hidupsebagai62", "x": 623.0004142912728, "y": 958.5266617674449, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052157929462300769", "id": "Hidupsebagai62", "source": "tweet-000004", "content": "Tapi setidaknya dengan cadangan devisa indo yg besar itu, seharusnya bisa dipake buat buyback rupiah, sehingga value rupiah paling gk pegged/stuck di 16 ribuan, kyk yg dilakuin china & thailand pas covid kemarin, dan juga seharusnya bi juga naikin suku bunga supaya investor balik", "post_id": "2052157929462300769"}}, {"key": "biruuza", "attributes": {"label": "biruuza", "x": 115.53273025278654, "y": 542.128444757914, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "biruuza", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "kalistohenituse", "x": 200.79394367000515, "y": 991.8674256223478, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051854731690258484", "id": "kalistohenituse", "source": "tweet-000004", "content": "Rupiah dari ~16.000 ke 17.400 di era Prabowo (awal 2025) bukan berdiri sendiri. Faktor eksternalnya:\n•Dolar AS menguat global — kebijakan The Fed (suku bunga tinggi)\n•Ketegangan geopolitik (perang dagang AS-China, konflik Timur Tengah)", "post_id": "2051854731690258484"}}, {"key": "Sasmitrosaja", "attributes": {"label": "Sasmitrosaja", "x": 487.4398999339945, "y": 490.3729278101869, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2018771999678779592", "id": "Sasmitrosaja", "source": "tweet-000004", "content": "Nilai tukar rial Iran anjlok drastis, mencapai rekor terendah 1,5 juta rial per dolar AS pada 27 Januari 2026. Mata uang ini kehilangan sekitar 20.000 kali nilainya sejak Revolusi 1979, ketika kurs berada di 70 rial per dolar. Inflasi mencapai 42,2 persen Desember 2025, dengan", "post_id": "2018771999678779592"}}, {"key": "scenestera", "attributes": {"label": "scenestera", "x": 114.31050270793352, "y": 58.91212517398547, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "scenestera", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 842.3539852179582, "y": 208.6714629719696, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.2477, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "jakarta.events", "attributes": {"label": "jakarta.events", "x": 886.1155923965512, "y": 774.3877602316562, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 77.3303, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890774177843992066_2007935826", "id": "jakarta.events", "source": "instagram-000001", "content": "China dan Indonesia resmi menghubungkan sistem pembayaran QR nasional 🤝\n\nLewat skema Local Currency Settlement, transaksi kini bisa langsung pakai rupiah dan yuan—tanpa perlu lewat dolar AS. Hasilnya? Biaya konversi dan hedging bisa ditekan, terutama buat pelaku usaha lintas negara 💸\n\nLangkah ini bukan cuma soal kemudahan transaksi, tapi juga sinyal pergeseran sistem pembayaran global yang mulai mengurangi ketergantungan pada USD.\n\nMenurut kamu, ini awal dari sistem pembayaran regional yang lebih independen atau masih butuh waktu panjang? 👀\n\n📲 Follow  buat update musik, pop culture, dan berita viral terbaru!\n🔥 KOL Management lagi diskon sampai 50%! Saatnya brand kamu naik level dengan strategi promosi yang tepat", "post_id": "3890774177843992066_2007935826"}}, {"key": "richmindsetidn", "attributes": {"label": "richmindsetidn", "x": 770.7499461362495, "y": 165.64965430434918, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636790552461085970", "id": "richmindsetidn", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal terbitkan Panda Bond (utang dalam yuan di China) buat jaga rupiah dari tekanan dolar. Strategi ini sekaligus diversifikasi pembiayaan dan manfaatin bunga yang lebih rendah. Rupiah sempat tembus Rp17.400/USD, sementara Bank Indonesia sudah siapkan langkah stabilisasi. Sumber: Ig |   #purbaya #rupiah #yuan #china", "post_id": "7636790552461085970"}}, {"key": "detikcom", "attributes": {"label": "detikcom", "x": 901.5049320617107, "y": 853.8579896215172, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636790552461085970", "id": "detikcom", "source": "tiktok-000001", "content": "Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal terbitkan Panda Bond (utang dalam yuan di China) buat jaga rupiah dari tekanan dolar. Strategi ini sekaligus diversifikasi pembiayaan dan manfaatin bunga yang lebih rendah. Rupiah sempat tembus Rp17.400/USD, sementara Bank Indonesia sudah siapkan langkah stabilisasi. Sumber: Ig |   #purbaya #rupiah #yuan #china", "post_id": "7636790552461085970"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 51.74981948645985, "y": 535.1077422309746, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "N3V42zSMWWE", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Bakal ke 20.000? Strategi Cuan Maksimal Saat Rupiah & Saham \"Nyungsep | To The Point Aja!\n\nJangan panik saat IHSG turun ke level 6.000 atau Rupiah menyentuh Rp17.000. Bennix menjelaskan mengapa penurunan ini justru menjadi peluang besar bagi investor jangka panjang. Pelajari mindset negara eksportir seperti China yang justru \"bahagia\" saat mata uangnya kompetitif untuk menggenjot GDP melalui komoditas unggulan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bennix #ihsg #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "N3V42zSMWWE"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 767.3601252971586, "y": 311.22859447436093, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N3V42zSMWWE", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Bakal ke 20.000? Strategi Cuan Maksimal Saat Rupiah & Saham \"Nyungsep | To The Point Aja!\n\nJangan panik saat IHSG turun ke level 6.000 atau Rupiah menyentuh Rp17.000. Bennix menjelaskan mengapa penurunan ini justru menjadi peluang besar bagi investor jangka panjang. Pelajari mindset negara eksportir seperti China yang justru \"bahagia\" saat mata uangnya kompetitif untuk menggenjot GDP melalui komoditas unggulan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bennix #ihsg #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "N3V42zSMWWE"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 518.1418251055574, "y": 345.51920844659145, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N3V42zSMWWE", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Bakal ke 20.000? Strategi Cuan Maksimal Saat Rupiah & Saham \"Nyungsep | To The Point Aja!\n\nJangan panik saat IHSG turun ke level 6.000 atau Rupiah menyentuh Rp17.000. Bennix menjelaskan mengapa penurunan ini justru menjadi peluang besar bagi investor jangka panjang. Pelajari mindset negara eksportir seperti China yang justru \"bahagia\" saat mata uangnya kompetitif untuk menggenjot GDP melalui komoditas unggulan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bennix #ihsg #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "N3V42zSMWWE"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 240.70246143545893, "y": 376.802253717336, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "N3V42zSMWWE", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "IHSG Bakal ke 20.000? Strategi Cuan Maksimal Saat Rupiah & Saham \"Nyungsep | To The Point Aja!\n\nJangan panik saat IHSG turun ke level 6.000 atau Rupiah menyentuh Rp17.000. Bennix menjelaskan mengapa penurunan ini justru menjadi peluang besar bagi investor jangka panjang. Pelajari mindset negara eksportir seperti China yang justru \"bahagia\" saat mata uangnya kompetitif untuk menggenjot GDP melalui komoditas unggulan.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 05 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: adinda\n\n#bennix #ihsg #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "N3V42zSMWWE"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 904.6197472214847, "y": 885.6713103710722, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "2zI7Q7NxaXI", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Sopir Ditikam Akibat Knalpot Bising, Program CKG Capai 100 Juta Penduduk | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi, 7 Mei 2026\n1. Tebing Longsor Terjang Dramaga, Seorang Pria Tertimbun\n2. Roboh! Rumah Dua Lantai, Timpa Dua Rumah Dan Mobil\n3. Bubarkan Tawuran, Pria Tewas Tertabrak Kereta Api\n4. Sepeda Motor Gagal Menyalip, Buruh Pabrik Tewas Terlindas Truk\n5. Viral! Sopir Pick Up Ditikam, Akibat Knalpot Bising\n6. Kerap Diancam Menggunakan Sajam, Pria Bunuh Kenalan\n7. Pencurian Motor Di Kontrakan Cikarang\n8. Penangkapan Pelaku Pembunuhan Cengkareng\n9. Polisi Bakar Gubuk Tempat Pesta Narkoba\n10. Juri Bebaskan Eks Bintang NFL\n11. Pesawat Jatuh Di Brasil, 2 Tewas 3 Luka-Luka\n12. Helikopter Angkatan Laut Meksiko Mendarat Darurat\n13. Kereta Tabrak Truk Tangki Di Meksiko\n14. Kebakaran Besar Mall Di Iran, Api Cepat Menyebar\n15. Kapal Pesiar Ditolak Bersandar, Dugaan Wabah Hantavirus\n16. Serangan Rusia Tewaskan Belasan Warga Sipil Di Ukraina\n17. Seorang Turis Tewas Akibat Jatuh Dari Tebing Di Tiongkok\n18. Trump Tekan Iran, Serukan Menyerah\n19. Massa Coba Terobos Barikade Polisi Di New York City\n20. Wapres Menerima Kunjungan Wakil PM Laos Thongsavan\n21. Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Ke Presiden\n22. Presiden Bakal Perkuat Kompolnas Sebagai Pengawas Polri\n23. Presiden Tidak Merubah Metode Pengangkatan Kapolri\n24. Menteri PKP Naikkan Kuota BSPS Untuk Warga Teritip\n25. Pemerintah Percepat Penanganan TBC\n26. Cek Kesehatan Gratis Di Sekolah Perkuat Deteksi Dini\n27. Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Penduduk\n28. Koops TNI Habema Berikan Layanan Kesehatan Di Pelosok Papua\n29. Pembangunan Jembatan Armco Suak Lele\n30. Tembok SDN 08 Tebet Barat Roboh\n31. Progres Huntara Di Sumatra Mencapai 93%\n32. Kemenhut-Barantin Teken MoU Sinergi Di Bidang Kehutanan\n33. Wujudkan Tata Kelola Akuntabel Dan SDM Unggul, Kemenpora Gelar Penguatan Kompetensi ASN\n34. Kemenhaj RI Rujuk 208 Jemaah Haji Ke RS Arab Saudi\n35. Suhu Arab Saudi Capai 40°C, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan\n36. Jemaah Haji Gelombang 2 Wajib Pakai Kain Ihram Dari Indonesia\n37. Berburu Oleh-Oleh Haji Serba 1 Riyal\n38. Kisah Inspiratif Haji Di Usia Belia\n39. Kementerian PPPA Kawal Kasus Pencabulan Di Ponpes Pati\n40. DPR Angkat Bicara Soal Pelecehan Seksual Di Ponpes Pati\n41. Gubernur BI Respon Soal Nilai Tukar Rupiah\n42. Presiden Panggil Menteri Dan Gubernur BI Dampak Rupiah Melemah\n43. OJK Optimis Dolar AS Bakal Berbalik\n44. Pemerintah Segera Terbitkan “Panda Bond” Di Pasar Cina\n45. Pemerintah Bakal Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA\n46. Bahlil Bantah Adanya Kenaikan Tarif Listrik\n47. Menteri Pertanian Komitmen Berantas Mafia Di Sektor Pertanian\n48. Dirut Bulog Ajak BEM Se-Indonesia Cek Langsung Stok Beras Nasional\n49. MBG Dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Q1 2026\n50. Program MBG Murni Untuk Tingkatkan Kualitas Gizi Anak\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #Haji2026 #EkonomiIndonesia #Polri #Internasional #Kesehatan\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "2zI7Q7NxaXI"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 446.6375149045997, "y": 74.31998440920506, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.0646, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "2zI7Q7NxaXI", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Sopir Ditikam Akibat Knalpot Bising, Program CKG Capai 100 Juta Penduduk | Menyapa Indonesia Pagi\n\nMenyapa Indonesia Pagi, 7 Mei 2026\n1. Tebing Longsor Terjang Dramaga, Seorang Pria Tertimbun\n2. Roboh! Rumah Dua Lantai, Timpa Dua Rumah Dan Mobil\n3. Bubarkan Tawuran, Pria Tewas Tertabrak Kereta Api\n4. Sepeda Motor Gagal Menyalip, Buruh Pabrik Tewas Terlindas Truk\n5. Viral! Sopir Pick Up Ditikam, Akibat Knalpot Bising\n6. Kerap Diancam Menggunakan Sajam, Pria Bunuh Kenalan\n7. Pencurian Motor Di Kontrakan Cikarang\n8. Penangkapan Pelaku Pembunuhan Cengkareng\n9. Polisi Bakar Gubuk Tempat Pesta Narkoba\n10. Juri Bebaskan Eks Bintang NFL\n11. Pesawat Jatuh Di Brasil, 2 Tewas 3 Luka-Luka\n12. Helikopter Angkatan Laut Meksiko Mendarat Darurat\n13. Kereta Tabrak Truk Tangki Di Meksiko\n14. Kebakaran Besar Mall Di Iran, Api Cepat Menyebar\n15. Kapal Pesiar Ditolak Bersandar, Dugaan Wabah Hantavirus\n16. Serangan Rusia Tewaskan Belasan Warga Sipil Di Ukraina\n17. Seorang Turis Tewas Akibat Jatuh Dari Tebing Di Tiongkok\n18. Trump Tekan Iran, Serukan Menyerah\n19. Massa Coba Terobos Barikade Polisi Di New York City\n20. Wapres Menerima Kunjungan Wakil PM Laos Thongsavan\n21. Komisi Reformasi Polri Serahkan Laporan Ke Presiden\n22. Presiden Bakal Perkuat Kompolnas Sebagai Pengawas Polri\n23. Presiden Tidak Merubah Metode Pengangkatan Kapolri\n24. Menteri PKP Naikkan Kuota BSPS Untuk Warga Teritip\n25. Pemerintah Percepat Penanganan TBC\n26. Cek Kesehatan Gratis Di Sekolah Perkuat Deteksi Dini\n27. Program Cek Kesehatan Gratis Capai 100 Juta Penduduk\n28. Koops TNI Habema Berikan Layanan Kesehatan Di Pelosok Papua\n29. Pembangunan Jembatan Armco Suak Lele\n30. Tembok SDN 08 Tebet Barat Roboh\n31. Progres Huntara Di Sumatra Mencapai 93%\n32. Kemenhut-Barantin Teken MoU Sinergi Di Bidang Kehutanan\n33. Wujudkan Tata Kelola Akuntabel Dan SDM Unggul, Kemenpora Gelar Penguatan Kompetensi ASN\n34. Kemenhaj RI Rujuk 208 Jemaah Haji Ke RS Arab Saudi\n35. Suhu Arab Saudi Capai 40°C, Jemaah Diimbau Jaga Kesehatan\n36. Jemaah Haji Gelombang 2 Wajib Pakai Kain Ihram Dari Indonesia\n37. Berburu Oleh-Oleh Haji Serba 1 Riyal\n38. Kisah Inspiratif Haji Di Usia Belia\n39. Kementerian PPPA Kawal Kasus Pencabulan Di Ponpes Pati\n40. DPR Angkat Bicara Soal Pelecehan Seksual Di Ponpes Pati\n41. Gubernur BI Respon Soal Nilai Tukar Rupiah\n42. Presiden Panggil Menteri Dan Gubernur BI Dampak Rupiah Melemah\n43. OJK Optimis Dolar AS Bakal Berbalik\n44. Pemerintah Segera Terbitkan “Panda Bond” Di Pasar Cina\n45. Pemerintah Bakal Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA\n46. Bahlil Bantah Adanya Kenaikan Tarif Listrik\n47. Menteri Pertanian Komitmen Berantas Mafia Di Sektor Pertanian\n48. Dirut Bulog Ajak BEM Se-Indonesia Cek Langsung Stok Beras Nasional\n49. MBG Dan Kopdes Merah Putih Dorong Ekonomi Q1 2026\n50. Program MBG Murni Untuk Tingkatkan Kualitas Gizi Anak\n\n#sinpotv #sinpotvnews #MenyapaIndonesiaPagi #Haji2026 #EkonomiIndonesia #Polri #Internasional #Kesehatan\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "2zI7Q7NxaXI"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 309.2936577283452, "y": 681.2163909676999, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 0, "out_degree": 14, "degree": 14}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 413.9337951897446, "y": 85.72512650203778, "size": 9.3, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 12.3039, "eigenvector": 70.6518, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 340.88383694730004, "y": 813.9032282975877, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9472, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 219.07997890354648, "y": 971.1462286335379, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9472, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 900.0016090186853, "y": 460.84919872182695, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9472, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 194.55374092416133, "y": 428.86046715827075, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9472, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 29.95730216843018, "y": 559.7197569214651, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 13.9472, "eigenvector": 134.5909, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "@garudatv.official", "attributes": {"label": "@garudatv.official", "x": 366.3181277472124, "y": 265.09692495816773, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "@garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "garudatv.official", "attributes": {"label": "garudatv.official", "x": 297.34398187409005, "y": 360.282463780503, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "4PfaYhlOB6Q", "id": "garudatv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah dan Emas Terkoreksi, Apa Ini Dampak Panasnya Geopolitik?\n\nDi tengah klaim ekonomi tumbuh dan belanja meningkat, realita justru berbeda: rupiah melemah, emas turun, dan tekanan dari harga minyak masih membayangi.\n\nJika konflik global mereda, peluang rupiah menguat dan emas naik kembali terbuka.\n\nMenurut kamu, di kondisi seperti ini apa yang perlu dilakukan? 👇\n\n🌐 Saksikan Garuda TV melalui Free to Air atau streaming di:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | WeTV (WeWatch) | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\n#garudatv #IndonesiaKita #EkonomiIndonesia #Rupiah #HargaEmas\n-----\nGARUDA TV - Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya\n\nSaksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:\nwww.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45\n\nScan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.\n🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel    /   \n🔴  Follow our Official TikTok   / garudatvnews  \n🔴 Like our Official Facebook   / garudatv.official  \n🔴 Follow our Official Instagram   / garudatv.official", "post_id": "4PfaYhlOB6Q"}}, {"key": "@merdekadotcom", "attributes": {"label": "@merdekadotcom", "x": 167.38771248081218, "y": 186.28728635761837, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "eN5iDBPO6HE", "id": "@merdekadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Prabowo Cs Blak-blakan Nilai Tukar Rupiah Kini Lewati Krisis Moneter 98, Singgung Haji\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "eN5iDBPO6HE"}}, {"key": "merdeka", "attributes": {"label": "merdeka", "x": 265.65039865871955, "y": 704.3117900078244, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "eN5iDBPO6HE", "id": "merdeka", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] Prabowo Cs Blak-blakan Nilai Tukar Rupiah Kini Lewati Krisis Moneter 98, Singgung Haji\n\nMERDEKA.COM - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\n----\n#merdekadotcom\n\nProduced by https://www.merdeka.com\n\n----\nMORE VIDEOS: \nYoutube ►    / merdekadotcom  \nVidio ► https://www.vidio.com/\nWhatsApp Channel ►  https://whatsapp.com/channel/0029Va2a...\nTwitter ►   / merdekadotcom  \nFacebook ►   / mdkcom  \nTelegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate", "post_id": "eN5iDBPO6HE"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "attributes": {"label": "@TribunnewsSurya", "x": 675.3532195048112, "y": 291.2319083651189, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "YKzVulJ830o", "id": "@TribunnewsSurya", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ungkap Pesan Prabowo: Uangnya Cukup, Duitnya Banyak Gak Usah Takut\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.\n\nHal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut',\" ucap Purbaya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.\n\nPurbaya menambahkan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China. \n\nDengan begitu, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.\n\nSebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nRupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat (AS).\n\nNamun, Purbaya yakin bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah ke dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit selama fondasi ekonomi di Indonesia masih bagus. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono)\n\n\nhttps://video.tribunnews.com/news/933...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "YKzVulJ830o"}}, {"key": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "tribunnewssurya", "x": 574.3165607026984, "y": 48.89837422270449, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 16.5295, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YKzVulJ830o", "id": "tribunnewssurya", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Ungkap Pesan Prabowo: Uangnya Cukup, Duitnya Banyak Gak Usah Takut\n\nDownload aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru\n\nSURYA.CO.ID - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat pesan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan bahwa uang pemerintah banyak, sehingga masyarakat tidak perlu takut.\n\nHal itu disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta pada Selasa (5/5/2026).\n\n\"Tadi Pak Presiden juga bilang sama saya, suruh sampaikan pesan bahwa, 'uang saya cukup, duitnya banyak, jadi anda enggak usah takut',\" ucap Purbaya, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden.\n\nPurbaya menambahkan, untuk memperkuat nilai tukar rupiah, pemerintah akan menerbitkan bond dengan China. \n\nDengan begitu, Indonesia tidak tergantung terlalu banyak ke dollar lagi.\n\nSebelumnya, nilai tukar rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026).\n\nRupiah turun 30 poin atau 0,17 persen ke level Rp 17.424 per dollar Amerika Serikat (AS).\n\nNamun, Purbaya yakin bahwa memperbaiki nilai tukar rupiah ke dollar AS yang sedang anjlok bukanlah hal sulit selama fondasi ekonomi di Indonesia masih bagus. (Tribun-Video.com/Agung Tri Laksono)\n\n\nhttps://video.tribunnews.com/news/933...\n\nEditor Video: Arifah Nur Shufiyatin\nUploader: Fitriana SekarAyu\n\nJangan hanya di YouTube, ikuti juga saluran WhatsApp kami! Dapatkan update video terbaru, informasi eksklusif, dan konten menarik lainnya langsung di ponselmu. Klik link di deskripsi untuk bergabung dan jadi yang pertama tahu tentang video-video terbaru dari Harian Surya! Jangan sampai ketinggalan!\nhttps://whatsapp.com/channel/0029VaUt...\n\nWebsite: \nhttps://surabaya.tribunnews.com/\n\nInstagram: \n  / suryaonline  \n\nFacebook: \n  / suryaonline  \n\nYOUTUBE\n   /   \n\n#suryaonline #hariansurya #TribunnewsSURYA", "post_id": "YKzVulJ830o"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 730.0681466609866, "y": 766.998655956325, "size": 13.86, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 121.803, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "HRKHMk8ULwM", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Dongkrak Rupiah, Pemerintah Siap Terbitkan Panda Bond di China | MILENOMICS\n\nPemerintah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD), salah satunya melalui penerbitan instrumen utang berbasis Yuan, Panda Bond di pasar China.\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap Dolar AS sekaligus memperluas sumber pembiayaan dengan biaya yang lebih efisien.\n\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "HRKHMk8ULwM"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 275.59417553121426, "y": 326.7484548667321, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 3.9081417106675564, "y": 538.1420693290886, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 463.64103438946023, "y": 637.7385468323215, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 51.505835429992985, "y": 782.8571850534049, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 14.8862, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "K2OpZ-4Dg0E", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nLiputan6 - Purbaya Cs Ungkap Strategi Atasi Pelemahan Rupiah Kini Lewati Krisis 98: Presiden Bilang | Liputan6\n\nMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan penyebab nilai tukar Rupiah melemah lewati saat krisis moneter 98. Menurutnya, hal ini terjadi karena pengaruh kondisi dunia.\n\nBank Indonesia, Kementerian Keuangan dan OJK disebut telah memiliki strategi untuk mencegah kaburnya dana dari Indonesia. Mulai dari pembatasan pembelian Dolar per individu hingga penguatan kerjasama transaksi dengan Yuan China.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "K2OpZ-4Dg0E"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 539.5968316121168, "y": 654.4764316387165, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 11.5996, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 505.5046594878534, "y": 294.7890398584705, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 21.4594, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}], "edges": [{"key": "triwul82", "source": "triwul82", "target": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "triwul82", "source": "triwul82", "target": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "shda_agatha_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "adarwis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "MurtadhaOne1", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "source": "Brutus_Istn2045", "target": "ImaginarySteady", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "source": "Brutus_Istn2045", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Brutus_Istn2045", "source": "Brutus_Istn2045", "target": "KemenkeuRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "sasah79400", "source": "sasah79400", "target": "Strategi_Bisnis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "t_huberton", "source": "t_huberton", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "fx_raptor", "source": "fx_raptor", "target": "ferrykoto", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "ImaginarySteady", "source": "ImaginarySteady", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Maikel_USMC", "source": "Maikel_USMC", "target": "KemensetnegRI", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Despera98312131", "source": "Despera98312131", "target": "Hidupsebagai62", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "biruuza", "source": "biruuza", "target": "kalistohenituse", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Sasmitrosaja", "source": "Sasmitrosaja", "target": "grok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "scenestera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "jakarta.events", "source": "jakarta.events", "target": "jakarta.events", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "kompascom", "source": "kompascom", "target": "kompascom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "richmindsetidn", "source": "richmindsetidn", "target": "detikcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@garudatv.official", "source": "@garudatv.official", "target": "garudatv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@merdekadotcom", "source": "@merdekadotcom", "target": "merdeka", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@TribunnewsSurya", "source": "@TribunnewsSurya", "target": "tribunnewssurya", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}