{"nodes": [{"key": "Mrfarhat_Id", "attributes": {"label": "Mrfarhat_Id", "x": 196.559283302585, "y": 201.67303757308207, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2052021659926950320", "id": "Mrfarhat_Id", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lainnya untuk meminjam uang dari investor.\nDengan kata lain, ketika kamu membeli obligasi, kamu sedang meminjamkan uang kepada penerbit obligasi tersebut.", "post_id": "2052021659926950320"}}, {"key": "dk_itu_dokyeom", "attributes": {"label": "dk_itu_dokyeom", "x": 71.51056753862028, "y": 646.4726317969618, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.079, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052021659926950320", "id": "dk_itu_dokyeom", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lainnya untuk meminjam uang dari investor.\nDengan kata lain, ketika kamu membeli obligasi, kamu sedang meminjamkan uang kepada penerbit obligasi tersebut.", "post_id": "2052021659926950320"}}, {"key": "christianvctrs", "attributes": {"label": "christianvctrs", "x": 367.9715228974162, "y": 814.24195493414, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.079, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2052021659926950320", "id": "christianvctrs", "source": "tweet-000004", "content": "Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan, atau lembaga lainnya untuk meminjam uang dari investor.\nDengan kata lain, ketika kamu membeli obligasi, kamu sedang meminjamkan uang kepada penerbit obligasi tersebut.", "post_id": "2052021659926950320"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 765.76287994364, "y": 128.8968889829395, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2051965205526057138", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "scenestera", "attributes": {"label": "scenestera", "x": 638.0443003859971, "y": 937.7931366911716, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.079, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "scenestera", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "insidefolkative", "attributes": {"label": "insidefolkative", "x": 858.0318092360905, "y": 318.66118550607405, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 22.079, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2051965205526057138", "id": "insidefolkative", "source": "tweet-000004", "content": "Panda Bond adalah obligasi dalam mata uang Yuan (RMB) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar China.\n\nFungsinya: diversifikasi pendanaan, dapat suku bunga rendah (~2,3%), kurangi ketergantungan dolar AS, dan perkuat Rupiah lewat cadangan devisa plus stabilitas nilai tukar.", "post_id": "2051965205526057138"}}, {"key": "pemprovsumut", "attributes": {"label": "pemprovsumut", "x": 559.4025368860546, "y": 380.10945374036555, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3889566145200018588_6261465103", "id": "pemprovsumut", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Sumatera Utara   menegaskan pentingnya peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjaga rasa aman masyarakat saat menabung di bank, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan di Sumut.\n\nMelalui kolaborasi antara pemerintah daerah, LPS, perbankan, BI, dan OJK, diharapkan literasi keuangan masyarakat semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumut terus terjaga.\n\nMari bersama wujudkan sistem keuangan yang kuat, aman, dan terpercaya demi Sumut yang maju dan berkelanjutan.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SatuKolaborasiSejutaEnergi \n\n#PemprovSumut #SumutBerkah #KolaborasiSumutBerkah #BobbyNasution #LPS #Perbankan #StabilitasKeuangan #SumutMaju #Medan #SumateraUtara", "post_id": "3889566145200018588_6261465103"}}, {"key": "bobbynst", "attributes": {"label": "bobbynst", "x": 486.2524677902985, "y": 956.3832103334802, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3889566145200018588_6261465103", "id": "bobbynst", "source": "instagram-000001", "content": "Gubernur Sumatera Utara   menegaskan pentingnya peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menjaga rasa aman masyarakat saat menabung di bank, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan di Sumut.\n\nMelalui kolaborasi antara pemerintah daerah, LPS, perbankan, BI, dan OJK, diharapkan literasi keuangan masyarakat semakin meningkat dan pertumbuhan ekonomi Sumut terus terjaga.\n\nMari bersama wujudkan sistem keuangan yang kuat, aman, dan terpercaya demi Sumut yang maju dan berkelanjutan.\n\nSelengkapnya berita dapat diakses melalui Website : sumutprov.go.id\n\n#GubernurSumut #BobbyNasution #PemprovSumut #SumateraUtara #KolaborasiSumutBerkah #SalamKolaborasi #SatuKolaborasiSejutaEnergi \n\n#PemprovSumut #SumutBerkah #KolaborasiSumutBerkah #BobbyNasution #LPS #Perbankan #StabilitasKeuangan #SumutMaju #Medan #SumateraUtara", "post_id": "3889566145200018588_6261465103"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "attributes": {"label": "airlanggahartarto_official", "x": 632.5302166978208, "y": 315.23603565350965, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "airlanggahartarto_official", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "prabowo", "attributes": {"label": "prabowo", "x": 584.51465285549, "y": 59.72526366825115, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890952178366620910_7151667394", "id": "prabowo", "source": "instagram-000001", "content": "Mengikuti rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dipimpin langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto  di Istana Merdeka, Jakarta (Selasa, 5/5/2026). Dalam forum tersebut, kami melaporkan bahwa kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal I 2026 menunjukkan hasil yang kuat dan melampaui ekspektasi.\n\nPertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,61%, salah satu yang tertinggi di antara negara G20, bahkan berada di atas sejumlah negara besar. Capaian ini didorong oleh konsumsi masyarakat dan pemerintah yang meningkat, serta kinerja ekspor-impor yang tetap positif. Berbagai sektor utama seperti industri, perdagangan, transportasi, pertanian, hingga konstruksi juga menunjukkan pertumbuhan yang solid.\n\nDari sisi stabilitas, indikator makroekonomi juga terjaga dengan baik. Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42%, turun dari periode sebelumnya. Sementara itu, pertumbuhan kredit mencapai 9,49% dan dana pihak ketiga tumbuh 13,55%, mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tetap tinggi terhadap sistem keuangan. Kami juga membahas dinamika global, termasuk aliran modal keluar (capital outflow), serta langkah-langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan. Penguatan koordinasi antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan terus menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.\n\nSelain itu, pemerintah telah memfinalisasi revisi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang penuh tantangan, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Stabilitas akan terus kita jaga sebagai fondasi utama, sekaligus memastikan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.", "post_id": "3890952178366620910_7151667394"}}, {"key": "harianclip.id", "attributes": {"label": "harianclip.id", "x": 906.2123393166916, "y": 881.3372147778292, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7636711871378214161", "id": "harianclip.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Banyak yang khawatir soal kondisi pasar modal belakangan ini, tapi ada kabar segar nih dari Pak Purbaya Yudhi Sadewa  ​Dalam video ini, dibahas poin-poin krusial yang bisa bikin IHSG kembali bullish mulai bulan Mei: ​Defisit Fiskal Aman: Diprediksi tetap terjaga di bawah 3%. ​Kenaikan Pajak Komoditas: Menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperkuat pondasi ekonomi. ​Sinyal Positif: Mengatasi hambatan (overhang) IHSG yang selama ini membayangi pasar. ​Optimisme mulai tumbuh! Apakah ini saat yang tepat untuk mulai re-entry atau menambah muatan di portofolio kamu? 🤔 ​Tulis pendapatmu di kolom komentar! 👇  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7636711871378214161"}}, {"key": "Sucor", "attributes": {"label": "Sucor", "x": 771.9189869552948, "y": 688.4298066690964, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7636711871378214161", "id": "Sucor", "source": "tiktok-000001", "content": "Banyak yang khawatir soal kondisi pasar modal belakangan ini, tapi ada kabar segar nih dari Pak Purbaya Yudhi Sadewa  ​Dalam video ini, dibahas poin-poin krusial yang bisa bikin IHSG kembali bullish mulai bulan Mei: ​Defisit Fiskal Aman: Diprediksi tetap terjaga di bawah 3%. ​Kenaikan Pajak Komoditas: Menjadi langkah konkret pemerintah untuk memperkuat pondasi ekonomi. ​Sinyal Positif: Mengatasi hambatan (overhang) IHSG yang selama ini membayangi pasar. ​Optimisme mulai tumbuh! Apakah ini saat yang tepat untuk mulai re-entry atau menambah muatan di portofolio kamu? 🤔 ​Tulis pendapatmu di kolom komentar! 👇  Sekuritas #sucorsekuritas #sahamindonesia #bexpertwithsucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2", "post_id": "7636711871378214161"}}, {"key": "sukses.clipp", "attributes": {"label": "sukses.clipp", "x": 441.55337875686195, "y": 209.2178193139499, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sukses.clipp", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "sucorsekuritas", "x": 310.79514565036914, "y": 324.64132265286094, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7635140430681689364", "id": "sucorsekuritas", "source": "tiktok-000001", "content": "EFEK OUTFLOW ASING, RUMOR PAJAK & UTANG 800 TRILIUN!  Pelemahan Rupiah yang belakangan menyentuh area 17.300 bisa jadi hanyalah sinyal awal. Jika sentimen negatif ini tidak segera dimitigasi oleh pemerintah, terdapat ancaman nyata pelemahan nilai tukar dapat terus berlanjut hingga mencapai skenario terburuk di level Rp 18.500. Mengapa investor asing menarik dananya (capital outflow) secara masif dari Indonesia? Terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicunya: Ketidakpastian Kebijakan Pajak: Beredarnya rumor terkait penerapan wealth tax dan regulasi pajak baru membuat investor besar dan asing merasa tidak pasti, sehingga mereka lebih memilih mengamankan asetnya ke luar negeri. Jatuh Tempo Obligasi Negara: Tahun ini, pemerintah dihadapkan pada kewajiban jatuh tempo utang/obligasi negara yang nilainya mencapai sekitar Rp 800 triliun. Menanti Kejelasan Refinancing: Pasar sangat menanti transparansi dari Menteri Keuangan terkait rencana refinancing utang raksasa tersebut. Investor butuh kepastian bahwa langkah yang diambil akan tetap selaras dengan target APBN. Tanpa adanya kejelasan rencana dari pemerintah, kekhawatiran dan kepanikan investor asing berpotensi terus menekan nilai tukar Rupiah lebih dalam menuju Rp 18.500.   #SucorSekuritas #SahamIndonesia #BeXpertWithSucor #bernardwijaya17 #bernardxgcpk2 Keywords: Bernard Wijaya, Sucor Sekuritas, Rupiah 18500, ancaman pelemahan Rupiah, capital outflow asing, utang negara 800 triliun, jatuh tempo obligasi pemerintah, wealth tax Indonesia, ketidakpastian kebijakan pajak, APBN, refinancing utang, makroekonomi Indonesia, IHSG, investasi asing.", "post_id": "7635140430681689364"}}, {"key": "intinews.co", "attributes": {"label": "intinews.co", "x": 832.9684051942832, "y": 724.4243110056187, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "intinews.co", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "banksumselbabeloffical", "x": 239.0153190403971, "y": 518.8151573106592, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7609236983004646676", "id": "banksumselbabeloffical", "source": "tiktok-000001", "content": "PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung atau Bank Sumsel Babel menyepakati pembagian dividen sebesar Rp302,9 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar di Palembang, Kamis (12/2/2026). Keputusan tersebut mencerminkan kinerja keuangan perseroan yang terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Pembagian dividen itu diambil dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp504,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp475,80 miliar. Kenaikan laba ini menegaskan konsistensi Bank Sumsel Babel dalam menjaga kinerja di tengah dinamika ekonomi nasional maupun regional. Struktur kepemilikan Bank Sumsel Babel terdiri atas Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Pemerintah Kota di wilayah Sumatera Selatan serta Kepulauan Bangka Belitung. Dengan demikian, pembagian dividen tersebut turut berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) masing-masing pemegang saham. Dalam RUPS yang dihadiri seluruh pemegang saham, manajemen juga memaparkan capaian kinerja keuangan yang tetap solid. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/KPMM) tercatat sebesar 23,68 persen, jauh di atas ketentuan minimum regulator. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net berada pada level rendah 0,72 persen, mencerminkan kualitas aset yang terjaga dengan baik. Dari sisi intermediasi, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di angka 84,32 persen, menunjukkan fungsi penyaluran kredit berjalan optimal dengan likuiditas yang tetap terkelola. Profitabilitas juga terjaga, tercermin dari Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,38 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 10,55 persen. Atas kinerja dan tata kelola yang dinilai baik, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026. Peringkat tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan risiko relatif rendah. Tak hanya fokus pada aspek finansial, Bank Sumsel Babel juga aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Di antaranya melalui Program Pasar Murah di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membantu pengendalian inflasi, serta Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keputusan pembagian dividen ini menegaskan komitmen Bank Sumsel Babel dalam memberikan nilai tambah optimal kepada pemegang saham sekaligus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi regional", "post_id": "7609236983004646676"}}, {"key": "penarafflesiatv", "attributes": {"label": "penarafflesiatv", "x": 358.38900269099094, "y": 799.9863958524735, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "penarafflesiatv", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "iswahyudi.bankbengkulu", "x": 159.44442087870746, "y": 156.98969055987888, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7600793558987181319", "id": "iswahyudi.bankbengkulu", "source": "tiktok-000001", "content": "Ditengah tekanan ekonomi global dan tantangan penguatan permodalan industri perbankan, PT Bank Pembangunan Daerah Bengkulu (Bank Bengkulu) berhasil menunjukkan kinerja yang tetap solid dan berkelanjutan.  Capaian positif tersebut ditegaskan langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula H. Mochtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Rabu (28/1). Iswahyudi mengungkapkan bahwa sepanjang tahun buku 2025, Bank Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 8,06 persen dengan total aset mencapai Rp11,190 triliun. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari penguatan fundamental bisnis serta konsistensi bank dalam menjalankan transformasi secara bertahap dan terukur. “Pertumbuhan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemangku kepentingan terhadap Bank Bengkulu, sekaligus menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang kami jalankan berada di jalur yang tepat,” ujar Iswahyudi. Dari sisi intermediasi, Iswahyudi menjelaskan bahwa penyaluran kredit meningkat 5,45 persen menjadi Rp7,816 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 2,52 persen dengan total mencapai Rp8,205 triliun. Kinerja tersebut berdampak langsung pada peningkatan profitabilitas bank. “Bank Bengkulu membukukan laba setelah pajak sebesar Rp135,146 miliar, tumbuh signifikan 34,70 persen dibandingkan tahun 2024. Ini menjadi indikator kuat bahwa kinerja operasional dan efisiensi bank terus membaik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iswahyudi menambahkan bahwa rasio keuangan Bank Bengkulu tetap berada pada kondisi sehat, dengan ROA sebesar 1,64 persen, ROE 9,51 persen, serta CAR mencapai 25,11 persen. Posisi modal inti per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp1,453 triliun, yang dinilai sangat memadai untuk mendukung ekspansi bisnis secara pruden dan berkelanjutan. Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen Bank Bengkulu di bawah kepemimpinan Iswahyudi. Ia berharap Bank Bengkulu semakin berperan dalam memperkuat fiskal daerah dan mendorong pembangunan ekonomi Bengkulu. Sementara itu, Iswahyudi menegaskan bahwa ke depan dukungan terhadap sektor produktif, khususnya UMKM, akan terus menjadi prioritas utama. Bank Bengkulu juga akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan digitalisasi serta ketidakpastian ekonomi global. “Kami berkomitmen menjadikan Bank Bengkulu sebagai bank daerah yang inklusif, tangguh, dan berdaya saing, sekaligus mitra strategis pembangunan ekonomi Bengkulu,” pungkas Iswahyudi.  #bankbengkulu #bengkulu #rups", "post_id": "7600793558987181319"}}, {"key": "@markets", "attributes": {"label": "@markets", "x": 927.4521236945468, "y": 234.90133661343117, "size": 5.31, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 25.2089, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "qW1_A9zOHmI", "id": "@markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak tahun 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...", "post_id": "qW1_A9zOHmI"}}, {"key": "cmegroup", "attributes": {"label": "cmegroup", "x": 759.9081781773775, "y": 7.695424347052726, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 30.8589, "eigenvector": 130.8994, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "qW1_A9zOHmI", "id": "cmegroup", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak tahun 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...", "post_id": "qW1_A9zOHmI"}}, {"key": "@sinpotv", "attributes": {"label": "@sinpotv", "x": 993.191612162869, "y": 333.2902338041263, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "19KRnETW1GU", "id": "@sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Akan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "19KRnETW1GU"}}, {"key": "sinpotv", "attributes": {"label": "sinpotv", "x": 548.2957334711743, "y": 432.3639484767653, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 18.7865, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "19KRnETW1GU", "id": "sinpotv", "source": "youtube-000001", "content": "Stabilkan Nilai Tukar Rupiah, Pemerintah Akan Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam\n\nPresiden Prabowo memanggil anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK ke Istana Negara Jakarta untuk mengulas penyebab nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pemerintah memastikan rupiah berpotensi stabil ke depan hingga cenderung menguat.\n\n#sinpotv #sinpotvnews #ekonomi #Rupiah #KSSK\nFollow WhatsApp Channel Sin Po tv untuk berita terbaru lainnya: https://whatsapp.com/channel/0029VagY...\n\nSimak berita lainnya di:    /   \n\nJangan lupa Subscribe, tinggalkan komentar dan share !\nIkuti juga update berita selengkapnya di YouTube Sin Po tv dan Website Berita di http://sinpo.id/ dan http://sinpo.tv/\n\nFollow:\nInstagram :   / sinpotv  \nX : https://x.com/sinpotv\nFanspage Facebook:   / sinpotv  \nTikTok : https://www.tiktok.com/?lang=...\n\n-------------------------------------------\nCopyright © 2026 SinPo.tv", "post_id": "19KRnETW1GU"}}, {"key": "@kronologifakta", "attributes": {"label": "@kronologifakta", "x": 458.46918405160477, "y": 279.0828446936341, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "@kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "kronologifakta", "attributes": {"label": "kronologifakta", "x": 811.6859194846252, "y": 294.25625124642374, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "fc1heqD9uCM", "id": "kronologifakta", "source": "youtube-000001", "content": "Presiden Prabowo Bahas Nilai Tukar Rupiah Dengan Menteri Bidang Perekonomian\n\nVideo ini merinci pertemuan strategis Presiden Prabowo dengan jajaran menteri ekonomi untuk membahas upaya penguatan nilai tukar Rupiah dan stabilitas ekonomi nasional. Para pejabat menjelaskan bahwa meskipun terjadi tekanan global, fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh yang ditandai dengan pertumbuhan positif, inflasi terkendali, dan cadangan devisa yang mencukupi.\n\nPemerintah melalui Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah intervensi*, termasuk pembatasan pembelian dolar tanpa keperluan jelas serta pendalaman pasar valuta asing. Selain itu, terdapat rencana *diversifikasi mata uang melalui penerbitan obligasi dalam Yuan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Koordinasi lintas lembaga ini juga menyoroti regulasi baru mengenai devisa hasil ekspor guna memastikan aliran modal masuk tetap stabil.\n\nSecara keseluruhan, otoritas optimis bahwa kondisi mata uang akan kembali stabil dan menguat seiring dengan perbaikan transparansi pasar modal.\n\nSetiap kejadian punya cerita, setiap fakta punya rahasia. Kronologi Fakta hadir untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi secara kronologis dan tajam.\nmengupas tentang sejarah, berita terbaru, investigasi, dan edukasi.\n\nDirangkum ulang dari sumber terpercaya.\nSubscribe ‪‬untuk update informasi faktual setiap hari!\n#politik #geopolitik #ekonomidunia #investigasikriminal #investigasimendalam #investigasi #kronologi #sejarah #edukasisejarah #faktamenarik #faktasejarah #faktaberita #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritadunia #sejarahdunia #educationworld #kronologifakta #infosejarah #infofakta #infokriminal #kejadiannyata", "post_id": "fc1heqD9uCM"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "attributes": {"label": "@OfficialSINDOnews", "x": 509.90750115000395, "y": 278.9707125976116, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "@OfficialSINDOnews", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "officialsindonews", "attributes": {"label": "officialsindonews", "x": 757.4422200245662, "y": 839.3498991506776, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.884, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "officialsindonews", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "sindopodcast", "attributes": {"label": "sindopodcast", "x": 515.5236551427673, "y": 460.32230958823095, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.884, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "sindopodcast", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "sindokalam", "attributes": {"label": "sindokalam", "x": 86.78871457642279, "y": 399.7620271347907, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 19.884, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "1FSniY5SZRY", "id": "sindokalam", "source": "youtube-000001", "content": "Strategi Menkeu Purbaya: Rilis Obligasi Non-Dolar Demi Selamatkan Nilai Tukar Rupiah! | Sindo Sore\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar Amerika Serikat sebagai upaya pemerintah dalam memperkuat nilai tukar Rupiah.\n\nYuk Subscribe \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTanggal Tayang: 06 Mei 2026\n\nSelengkapnya baca di: https://nasional.sindonews.com/\n\nFollow WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Va9l...\nFollow our Official TikTok   / sindonews  \nFollow our Official Twitter   / sindonews    \nLike our Official Facebook   / sindonews   \nFollow our Official Instagram   / sindonews  \n\nUploader: Herlina\n\n#MenteriKeuangan #PurbayaYudiSadewa #EkonomiIndonesia #NilaiTukarRupiah #ObligasiNegara #KemenkeuRI #KursRupiah #Investasi #BeritaEkonomi #SindoNews #Viral #BeritaTerkini", "post_id": "1FSniY5SZRY"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "@yonhapnewstv23", "x": 968.8516405824328, "y": 364.5646779217308, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "M0T6kyrlEdI", "id": "@yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Saham Didorong oleh 'Samsung Electronics dan NIX'... Konsentrasi Berlebihan Merupakan Tanta...\n\n[Pembawa Acara]\n\nSaham-saham semikonduktor, seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, menjadi pendorong reli super cepat KOSPI.\n\nMeskipun kebijakan pemerintah untuk merevitalisasi pasar modal telah berkontribusi pada momentum ini, konsentrasi investasi yang berlebihan di sektor-sektor tertentu disebut sebagai tantangan yang perlu diatasi.\n\nLaporan oleh Reporter Kim Dong-wook.\n\n[Reporter]\n\nSamsung Electronics dan SK Hynix, saham-saham unggulan di pasar domestik, terus mencetak rekor tertinggi baru setiap harinya.\n\nSamsung Electronics melonjak 15% selama perdagangan hingga mencapai 270.000 won, sementara SK Hynix naik dalam kisaran dua digit hingga melampaui 1,6 juta won.\n\nDi tengah lonjakan ini, Samsung Electronics menjadi perusahaan kedua di Asia yang bergabung dengan \"Klub Kapitalisasi Pasar 1 Triliun Dolar,\" setelah TSMC Taiwan, produsen kontrak semikonduktor terbesar di dunia.\n\nSamsung Electronics menyalip Berkshire Hathaway untuk menduduki peringkat ke-12 dalam kapitalisasi pasar global, dan SK Hynix juga naik ke peringkat ke-16.\n\nMeskipun kebijakan revitalisasi pasar modal yang dipimpin pemerintah, seperti Program Peningkatan Nilai Perusahaan (Corporate Value-Up Program), telah merangsang sentimen investor dan berdampak positif pada pasar saham secara keseluruhan,\n\nkinerja kedua perusahaan semikonduktor terkemuka tersebut telah mendorong indeks KOSPI.\n\nNamun, muncul kekhawatiran bahwa volatilitas pasar dapat meningkat karena tekanan beli terkonsentrasi hanya pada sektor semikonduktor.\n\nFaktanya, fenomena polarisasi muncul di mana saham-saham lain relatif kesulitan di tengah dominasi industri semikonduktor.\n\nAkibatnya, ada kekhawatiran bahwa jika ekspektasi terhadap pasar semikonduktor menurun, penurunan pasar saham secara keseluruhan bisa lebih besar dari yang diperkirakan.\n\nSecara khusus, beberapa perusahaan sekuritas telah menurunkan target harga mereka untuk Samsung Electronics setelah pengumuman pemogokan umum pada bulan Mei.\n\n[Park Soon-chul / Kepala Bagian Keuangan Samsung Electronics (30 April)] \"Bahkan jika terjadi pemogokan, kami berencana untuk merespons sepenuhnya dalam batasan hukum melalui organisasi dan sistem respons khusus untuk memastikan tidak terjadi gangguan produksi.\"\n\nDisebutkan bahwa untuk kenaikan pasar saham yang berkelanjutan, momentum harus menyebar di luar sektor semikonduktor ke sektor-sektor kandidat lainnya untuk saham unggulan, seperti baterai sekunder, bioteknologi, pertahanan, dan energi. Ini adalah Kim Dong-wook dari Yonhap News TV.\n\n\n[Liputan Video oleh Park Ji-yong dan Kim Sang-yun]\n\n[Ulasan Berita]\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging', saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "M0T6kyrlEdI"}}, {"key": "docu", "attributes": {"label": "docu", "x": 23.279526134058926, "y": 771.8281129032897, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.079, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M0T6kyrlEdI", "id": "docu", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Saham Didorong oleh 'Samsung Electronics dan NIX'... Konsentrasi Berlebihan Merupakan Tanta...\n\n[Pembawa Acara]\n\nSaham-saham semikonduktor, seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, menjadi pendorong reli super cepat KOSPI.\n\nMeskipun kebijakan pemerintah untuk merevitalisasi pasar modal telah berkontribusi pada momentum ini, konsentrasi investasi yang berlebihan di sektor-sektor tertentu disebut sebagai tantangan yang perlu diatasi.\n\nLaporan oleh Reporter Kim Dong-wook.\n\n[Reporter]\n\nSamsung Electronics dan SK Hynix, saham-saham unggulan di pasar domestik, terus mencetak rekor tertinggi baru setiap harinya.\n\nSamsung Electronics melonjak 15% selama perdagangan hingga mencapai 270.000 won, sementara SK Hynix naik dalam kisaran dua digit hingga melampaui 1,6 juta won.\n\nDi tengah lonjakan ini, Samsung Electronics menjadi perusahaan kedua di Asia yang bergabung dengan \"Klub Kapitalisasi Pasar 1 Triliun Dolar,\" setelah TSMC Taiwan, produsen kontrak semikonduktor terbesar di dunia.\n\nSamsung Electronics menyalip Berkshire Hathaway untuk menduduki peringkat ke-12 dalam kapitalisasi pasar global, dan SK Hynix juga naik ke peringkat ke-16.\n\nMeskipun kebijakan revitalisasi pasar modal yang dipimpin pemerintah, seperti Program Peningkatan Nilai Perusahaan (Corporate Value-Up Program), telah merangsang sentimen investor dan berdampak positif pada pasar saham secara keseluruhan,\n\nkinerja kedua perusahaan semikonduktor terkemuka tersebut telah mendorong indeks KOSPI.\n\nNamun, muncul kekhawatiran bahwa volatilitas pasar dapat meningkat karena tekanan beli terkonsentrasi hanya pada sektor semikonduktor.\n\nFaktanya, fenomena polarisasi muncul di mana saham-saham lain relatif kesulitan di tengah dominasi industri semikonduktor.\n\nAkibatnya, ada kekhawatiran bahwa jika ekspektasi terhadap pasar semikonduktor menurun, penurunan pasar saham secara keseluruhan bisa lebih besar dari yang diperkirakan.\n\nSecara khusus, beberapa perusahaan sekuritas telah menurunkan target harga mereka untuk Samsung Electronics setelah pengumuman pemogokan umum pada bulan Mei.\n\n[Park Soon-chul / Kepala Bagian Keuangan Samsung Electronics (30 April)] \"Bahkan jika terjadi pemogokan, kami berencana untuk merespons sepenuhnya dalam batasan hukum melalui organisasi dan sistem respons khusus untuk memastikan tidak terjadi gangguan produksi.\"\n\nDisebutkan bahwa untuk kenaikan pasar saham yang berkelanjutan, momentum harus menyebar di luar sektor semikonduktor ke sektor-sektor kandidat lainnya untuk saham unggulan, seperti baterai sekunder, bioteknologi, pertahanan, dan energi. Ini adalah Kim Dong-wook dari Yonhap News TV.\n\n\n[Liputan Video oleh Park Ji-yong dan Kim Sang-yun]\n\n[Ulasan Berita]\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging', saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "M0T6kyrlEdI"}}, {"key": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "yonhapnewstv23", "x": 986.7259399963274, "y": 323.61958950943335, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 22.079, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "M0T6kyrlEdI", "id": "yonhapnewstv23", "source": "youtube-000001", "content": "Pasar Saham Didorong oleh 'Samsung Electronics dan NIX'... Konsentrasi Berlebihan Merupakan Tanta...\n\n[Pembawa Acara]\n\nSaham-saham semikonduktor, seperti Samsung Electronics dan SK Hynix, menjadi pendorong reli super cepat KOSPI.\n\nMeskipun kebijakan pemerintah untuk merevitalisasi pasar modal telah berkontribusi pada momentum ini, konsentrasi investasi yang berlebihan di sektor-sektor tertentu disebut sebagai tantangan yang perlu diatasi.\n\nLaporan oleh Reporter Kim Dong-wook.\n\n[Reporter]\n\nSamsung Electronics dan SK Hynix, saham-saham unggulan di pasar domestik, terus mencetak rekor tertinggi baru setiap harinya.\n\nSamsung Electronics melonjak 15% selama perdagangan hingga mencapai 270.000 won, sementara SK Hynix naik dalam kisaran dua digit hingga melampaui 1,6 juta won.\n\nDi tengah lonjakan ini, Samsung Electronics menjadi perusahaan kedua di Asia yang bergabung dengan \"Klub Kapitalisasi Pasar 1 Triliun Dolar,\" setelah TSMC Taiwan, produsen kontrak semikonduktor terbesar di dunia.\n\nSamsung Electronics menyalip Berkshire Hathaway untuk menduduki peringkat ke-12 dalam kapitalisasi pasar global, dan SK Hynix juga naik ke peringkat ke-16.\n\nMeskipun kebijakan revitalisasi pasar modal yang dipimpin pemerintah, seperti Program Peningkatan Nilai Perusahaan (Corporate Value-Up Program), telah merangsang sentimen investor dan berdampak positif pada pasar saham secara keseluruhan,\n\nkinerja kedua perusahaan semikonduktor terkemuka tersebut telah mendorong indeks KOSPI.\n\nNamun, muncul kekhawatiran bahwa volatilitas pasar dapat meningkat karena tekanan beli terkonsentrasi hanya pada sektor semikonduktor.\n\nFaktanya, fenomena polarisasi muncul di mana saham-saham lain relatif kesulitan di tengah dominasi industri semikonduktor.\n\nAkibatnya, ada kekhawatiran bahwa jika ekspektasi terhadap pasar semikonduktor menurun, penurunan pasar saham secara keseluruhan bisa lebih besar dari yang diperkirakan.\n\nSecara khusus, beberapa perusahaan sekuritas telah menurunkan target harga mereka untuk Samsung Electronics setelah pengumuman pemogokan umum pada bulan Mei.\n\n[Park Soon-chul / Kepala Bagian Keuangan Samsung Electronics (30 April)] \"Bahkan jika terjadi pemogokan, kami berencana untuk merespons sepenuhnya dalam batasan hukum melalui organisasi dan sistem respons khusus untuk memastikan tidak terjadi gangguan produksi.\"\n\nDisebutkan bahwa untuk kenaikan pasar saham yang berkelanjutan, momentum harus menyebar di luar sektor semikonduktor ke sektor-sektor kandidat lainnya untuk saham unggulan, seperti baterai sekunder, bioteknologi, pertahanan, dan energi. Ini adalah Kim Dong-wook dari Yonhap News TV.\n\n\n[Liputan Video oleh Park Ji-yong dan Kim Sang-yun]\n\n[Ulasan Berita]\n\n▣ Berlangganan 'Docu-Digging', saluran dokumenter khusus Yonhap News TV\n\n   / -digging  \n\n▣ Berlangganan saluran YouTube Yonhap News TV\n\n   /   \n\n▣ Awal mula berita Korea, Yonhap News TV / Yonhap News TV\n\nhttp://www.yonhapnewstv.co.kr/", "post_id": "M0T6kyrlEdI"}}, {"key": "@mindcraft-improvement", "attributes": {"label": "@mindcraft-improvement", "x": 376.86594291988916, "y": 185.4628141122323, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "XAiXxo0r9gE", "id": "@mindcraft-improvement", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Biarkan Bank Anda Terus Mendapatkan Keuntungan dari Dana Darurat Anda — Inilah Alasannya\n\nJika Anda sudah pensiun dan menyimpan cadangan uang tunai Anda di rekening tabungan dengan bunga tinggi, Anda mungkin berpikir Anda sudah menyelesaikan masalah ini. Anda sudah melampaui rata-rata nasional 0,38%. Anda mendapatkan bunga riil.\n\nNamun ada perhitungan yang hampir tidak pernah dilakukan oleh pensiunan — dan itu melibatkan premi Medicare Anda. Pada tahun 2026, melampaui ambang batas pendapatan tunggal dapat memicu biaya tambahan IRMAA lebih dari $1.100 per tahun per orang. Dan pendapatan bunga dari rekening tabungan dengan bunga tinggi dihitung terhadap ambang batas tersebut dengan cara yang berbeda dari bunga obligasi pemerintah, dalam beberapa skenario.\n\nDalam video ini, kami menjalankan perhitungan lengkap setelah pajak dan setelah IRMAA di tiga skenario dengan cadangan uang tunai $100.000. Kemudian kami membahas tiga cara pensiunan dapat mengakses imbal hasil obligasi pemerintah secara langsung — tanpa penasihat keuangan dan tanpa mengambil risiko yang berarti.\n\n🎬 Tonton Ini Selanjutnya: Satu-satunya Rumus Matematika yang Anda Butuhkan untuk Pensiun:    • The ONLY Math Formula You Need to Retire (...  \n\n🔔 Berlangganan MindCraft untuk perencanaan pensiun berbasis data, strategi keuangan pribadi, dan wawasan membangun kekayaan, yang dijelaskan dengan animasi papan tulis.\n\n🔔    / -improvement  \nn=1\n\n⏱️ Cap waktu:\n00:00 — Anda Melakukan Hal yang Cerdas… Tetapi Anda Tetap Merugi\n00:38 — Psikologi Rekening yang Tidak Tersentuh\n02:04 — Apa yang Dilakukan Bank Anda dengan Uang Anda\n03:40 — Bunga Tinggi Lebih Baik, Tetapi Tidak Berbeda\n04:36 — Matematika — Tiga Skenario, Satu Variabel Tersembunyi\n07:04 — Solusinya\n08:55 — Keberatan Umum\n10:29 — Langkah Anda Selanjutnya\n\n💬 Tahukah Anda bahwa bunga Rekening Tabungan Berbunga Tinggi dikenakan pajak negara bagian\ndan lokal? Apakah Anda akan tetap menggunakan HYSA Anda untuk kenyamanan, atau apakah Anda akan beralih ke T-Bills? Beri tahu saya di bawah!\n\n🎯 Terus Membangun:\n▶ Berapa Penghasilan Anda Sepenuhnya Setiap Bulan dengan $1 Juta (2026):    • What $1 Million ACTUALLY Pays You Every Mo...  \n▶ Tingkat Tabungan Bulanan TERENDAH yang Dibutuhkan untuk Coast FIRE:    • The LOWEST Monthly Savings Rate Needed for...  \n▶ Penghasilan Bulanan TEPAT yang Anda Butuhkan untuk Berhenti dari Pekerjaan 9-5 Anda:    • The EXACT Monthly Income You Need to Quit ...  \n\n#HYSA #personalfinance #taxhacks #MindCraft #wealthbuilding\n\nPenafian: Video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Selalu berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.", "post_id": "XAiXxo0r9gE"}}, {"key": "mindcraft", "attributes": {"label": "mindcraft", "x": 694.400106462876, "y": 504.91141191009734, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "XAiXxo0r9gE", "id": "mindcraft", "source": "youtube-000001", "content": "Jangan Biarkan Bank Anda Terus Mendapatkan Keuntungan dari Dana Darurat Anda — Inilah Alasannya\n\nJika Anda sudah pensiun dan menyimpan cadangan uang tunai Anda di rekening tabungan dengan bunga tinggi, Anda mungkin berpikir Anda sudah menyelesaikan masalah ini. Anda sudah melampaui rata-rata nasional 0,38%. Anda mendapatkan bunga riil.\n\nNamun ada perhitungan yang hampir tidak pernah dilakukan oleh pensiunan — dan itu melibatkan premi Medicare Anda. Pada tahun 2026, melampaui ambang batas pendapatan tunggal dapat memicu biaya tambahan IRMAA lebih dari $1.100 per tahun per orang. Dan pendapatan bunga dari rekening tabungan dengan bunga tinggi dihitung terhadap ambang batas tersebut dengan cara yang berbeda dari bunga obligasi pemerintah, dalam beberapa skenario.\n\nDalam video ini, kami menjalankan perhitungan lengkap setelah pajak dan setelah IRMAA di tiga skenario dengan cadangan uang tunai $100.000. Kemudian kami membahas tiga cara pensiunan dapat mengakses imbal hasil obligasi pemerintah secara langsung — tanpa penasihat keuangan dan tanpa mengambil risiko yang berarti.\n\n🎬 Tonton Ini Selanjutnya: Satu-satunya Rumus Matematika yang Anda Butuhkan untuk Pensiun:    • The ONLY Math Formula You Need to Retire (...  \n\n🔔 Berlangganan MindCraft untuk perencanaan pensiun berbasis data, strategi keuangan pribadi, dan wawasan membangun kekayaan, yang dijelaskan dengan animasi papan tulis.\n\n🔔    / -improvement  \nn=1\n\n⏱️ Cap waktu:\n00:00 — Anda Melakukan Hal yang Cerdas… Tetapi Anda Tetap Merugi\n00:38 — Psikologi Rekening yang Tidak Tersentuh\n02:04 — Apa yang Dilakukan Bank Anda dengan Uang Anda\n03:40 — Bunga Tinggi Lebih Baik, Tetapi Tidak Berbeda\n04:36 — Matematika — Tiga Skenario, Satu Variabel Tersembunyi\n07:04 — Solusinya\n08:55 — Keberatan Umum\n10:29 — Langkah Anda Selanjutnya\n\n💬 Tahukah Anda bahwa bunga Rekening Tabungan Berbunga Tinggi dikenakan pajak negara bagian\ndan lokal? Apakah Anda akan tetap menggunakan HYSA Anda untuk kenyamanan, atau apakah Anda akan beralih ke T-Bills? Beri tahu saya di bawah!\n\n🎯 Terus Membangun:\n▶ Berapa Penghasilan Anda Sepenuhnya Setiap Bulan dengan $1 Juta (2026):    • What $1 Million ACTUALLY Pays You Every Mo...  \n▶ Tingkat Tabungan Bulanan TERENDAH yang Dibutuhkan untuk Coast FIRE:    • The LOWEST Monthly Savings Rate Needed for...  \n▶ Penghasilan Bulanan TEPAT yang Anda Butuhkan untuk Berhenti dari Pekerjaan 9-5 Anda:    • The EXACT Monthly Income You Need to Quit ...  \n\n#HYSA #personalfinance #taxhacks #MindCraft #wealthbuilding\n\nPenafian: Video ini hanya untuk tujuan pendidikan dan bukan merupakan nasihat keuangan atau investasi. Selalu berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.", "post_id": "XAiXxo0r9gE"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "attributes": {"label": "@wawasan-cerdas", "x": 185.2277947385579, "y": 165.58568348312252, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "@wawasan-cerdas", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "wawasan", "attributes": {"label": "wawasan", "x": 754.8286286097859, "y": 161.848407416022, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "ZSAa-Pb4PFk", "id": "wawasan", "source": "youtube-000001", "content": "PDB 5,61% Q1 2026 Tapi Rupiah Anjlok Kelas Menengah Tercekik Asing Kabur!\n\nSelamat datang kembali di channel Wawasan Cerdas! 💡 Di video kali ini, kita akan membongkar habis-habisan kejutan data makroekonomi terbaru yang sedang menjadi perbincangan panas di kalangan investor.\n\n00:00 Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia \npada Kuartal I 2026 sukses mencetak rekor pertumbuhan sebesar 5,61% secara tahunan (YoY), melampaui target APBN yang hanya 5,4% dan menjadi angka tertinggi sejak kuartal ketiga 2022. Namun, tahukah Anda bahwa bagi investor pasar modal, angka gemilang ini justru menyalakan sinyal alarm bahaya? 🚨\n\n07:54 Doping Fiskal Q1 2026\nMengapa Angka 5,61% Adalah Ilusi \"Doping Fiskal\"? Di balik angka impresif tersebut, mesin penggerak utamanya bukanlah investasi asing atau ekspor, melainkan Konsumsi Pemerintah yang meroket tajam hingga 21,81% YoY. Pertumbuhan ini sangat artifisial, didorong oleh fiscal sugar rush atau \"doping fiskal\" melalui pencairan Tunjangan Hari Raya (Gaji ke-14) aparatur negara yang lebih awal serta guyuran dana untuk program populis Makan Bergizi Gratis (MBG). Uang kaget ini memicu multiplier effect jangka pendek yang membuat sektor perhotelan dan restoran meledak 13,14%. Namun, ini hanyalah kosmetik yang menutupi luka struktural perekonomian kita.\n\n16:15 Bedah Kualitas PDB Q1 2026\n\n24:01 Sisi Gelap PDB Q1 2026\nSisi Gelap: K-Shaped Recovery dan Tercekiknya Kelas Menengah Jangan tertipu oleh tingginya konsumsi domestik. Analisis mendalam menunjukkan kita sedang mengalami K-Shaped Recovery. Sektor padat karya seperti manufaktur tekstil dan garmen justru berdarah-darah, memicu ancaman gelombang PHK diam-diam (silent layoffs). Lebih parah lagi, kelas menengah swasta kini terjebak dalam Middle-Class Squeeze, di mana gaji stagnan tetapi pengeluaran membengkak akibat inflasi pangan dan imported inflation. Banyak yang terpaksa memakan tabungan atau berutang via Pinjol dan Paylater untuk bertahan hidup.\n\n32:06 Strategi Makro Q1 2026\nBadai Geopolitik, Pendarahan Rupiah, dan Pelarian Modal Asing Kita sedang menari di atas tali! Tingginya konsumsi dalam negeri membuat impor barang modal dan konsumsi melesat 7,2%, sementara kinerja ekspor kita malah terkontraksi minus 25% YoY. Di saat bersamaan, eskalasi konflik geopolitik AS dan Iran di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia melambung tinggi. Efek dominonya? Kebutuhan Dolar AS untuk tagihan migas membengkak, memicu pelarian modal asing (capital flight) besar-besaran, hingga Rupiah sempat hancur menyentuh level All-Time Low di atas Rp17.420 per Dolar AS.\n\nBank Indonesia bahkan harus \"membakar\" cadangan devisa hingga US$8,4 miliar di Kuartal I dan menerbitkan SRBI dengan imbal hasil tinggi (6,5% - 7%) untuk menahan nilai tukar. Akibatnya, terjadi Crowding Out Effect yang menyedot likuiditas pasar saham, membuat saham-saham big caps perbankan mengalami tekanan jual masif.\n\n38:27 Prospek Ekonomi Pasca Q1 2026\nPanduan Strategi Saham Pasca-Kuartal I 2026 dari Wawasan Cerdas Kuartal depan, bensin musiman (THR) akan habis dan ekonomi diproyeksikan soft landing ke level 5,0% - 5,2%. Apa strategi terbaik untuk portofolio Anda?\nHindari Sektor Sensitif Suku Bunga: Sektor properti dan otomotif akan sangat tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.\n\nRotasi ke Sektor Defensif & Ekspor: Lirik emiten berorientasi ekspor yang diuntungkan oleh kuatnya Dolar AS, atau consumer goods lokal yang diuntungkan oleh kebijakan pembatasan impor (Lartas) dari pemerintah.\n\nCermati Aksi Korporasi & Dividen Jumbo: Perhatikan katalis spesifik seperti akuisisi ritel HSBC oleh Bank OCBC NISP ($NISP), masuknya modal Danantara ke saham GOTO, hingga pemulihan operasional di TPIA dan grup Merdeka (MDKA). Amankan cash Anda dengan memburu saham pembagi dividen tinggi (dividend yield) seperti $JPFA, $SSMS, dan $TUGU.\n\nBagaimana pandangan Anda? Apakah PDB 5,61% ini murni tanda ekonomi bangkit atau sekadar ilusi sementara? Tulis pendapat kalian di kolom komentar! 👇\n\n🔔 Jangan lupa SUBSCRIBE ke Wawasan Cerdas, LIKE, dan SHARE video ini agar Anda tidak ketinggalan analisis makroekonomi dan strategi investasi saham paling tajam di Indonesia!\n\n--------------------------------------------------------------------------------\nKumpulan Hashtag (Optimal untuk YouTube)\n#WawasanCerdas #IHSG2026 #PDBIndonesia #InvestasiSaham #KrisisRupiah #Makroekonomi #StrategiSaham #DopingFiskal #PeluangInvestasi #SahamDividen #AnalisisEkonomi #BankIndonesia #SahamGOTO #BursaEfekIndonesia #SahamCuan #WawasanCerdas #InvestasiSaham #Saham\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   / -cerdas", "post_id": "ZSAa-Pb4PFk"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "attributes": {"label": "@Bloomberg-News", "x": 31.239784697757344, "y": 146.34883536311716, "size": 15.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 130.8994, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "V-me9wDT094", "id": "@Bloomberg-News", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...\n\n----------\nSuka video ini? Berlangganan    / -news  \n\nBloomberg News adalah sumber berita bisnis terkemuka. Kunjungi bloomberg.com untuk berita terbaru tentang bisnis global, pasar, dan lainnya.\n\nDapatkan akses tak terbatas ke Bloomberg.com seharga $1,99/bulan untuk 3 bulan pertama: https://www.bloomberg.com/subscriptio...\n\nBloomberg di YouTube:\n   /   \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTerhubung dengan kami di media sosial:\n  / bloombergbusiness  \n  / bloomberg-news  \n  / bloombergbusiness  \n  / bloombergbusiness", "post_id": "V-me9wDT094"}}, {"key": "bloomberg", "attributes": {"label": "bloomberg", "x": 824.6215421996571, "y": 282.55803434016445, "size": 13.06, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.689, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V-me9wDT094", "id": "bloomberg", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...\n\n----------\nSuka video ini? Berlangganan    / -news  \n\nBloomberg News adalah sumber berita bisnis terkemuka. Kunjungi bloomberg.com untuk berita terbaru tentang bisnis global, pasar, dan lainnya.\n\nDapatkan akses tak terbatas ke Bloomberg.com seharga $1,99/bulan untuk 3 bulan pertama: https://www.bloomberg.com/subscriptio...\n\nBloomberg di YouTube:\n   /   \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTerhubung dengan kami di media sosial:\n  / bloombergbusiness  \n  / bloomberg-news  \n  / bloombergbusiness  \n  / bloombergbusiness", "post_id": "V-me9wDT094"}}, {"key": "business", "attributes": {"label": "business", "x": 202.12672494527018, "y": 274.03377174060773, "size": 13.06, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.689, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V-me9wDT094", "id": "business", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...\n\n----------\nSuka video ini? Berlangganan    / -news  \n\nBloomberg News adalah sumber berita bisnis terkemuka. Kunjungi bloomberg.com untuk berita terbaru tentang bisnis global, pasar, dan lainnya.\n\nDapatkan akses tak terbatas ke Bloomberg.com seharga $1,99/bulan untuk 3 bulan pertama: https://www.bloomberg.com/subscriptio...\n\nBloomberg di YouTube:\n   /   \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTerhubung dengan kami di media sosial:\n  / bloombergbusiness  \n  / bloomberg-news  \n  / bloombergbusiness  \n  / bloombergbusiness", "post_id": "V-me9wDT094"}}, {"key": "markets", "attributes": {"label": "markets", "x": 231.18109798872644, "y": 863.1705984942807, "size": 13.06, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.689, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V-me9wDT094", "id": "markets", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...\n\n----------\nSuka video ini? Berlangganan    / -news  \n\nBloomberg News adalah sumber berita bisnis terkemuka. Kunjungi bloomberg.com untuk berita terbaru tentang bisnis global, pasar, dan lainnya.\n\nDapatkan akses tak terbatas ke Bloomberg.com seharga $1,99/bulan untuk 3 bulan pertama: https://www.bloomberg.com/subscriptio...\n\nBloomberg di YouTube:\n   /   \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTerhubung dengan kami di media sosial:\n  / bloombergbusiness  \n  / bloomberg-news  \n  / bloombergbusiness  \n  / bloombergbusiness", "post_id": "V-me9wDT094"}}, {"key": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "bloombergtechnology", "x": 297.09257335178063, "y": 742.5830214407187, "size": 13.06, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.689, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V-me9wDT094", "id": "bloombergtechnology", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...\n\n----------\nSuka video ini? Berlangganan    / -news  \n\nBloomberg News adalah sumber berita bisnis terkemuka. Kunjungi bloomberg.com untuk berita terbaru tentang bisnis global, pasar, dan lainnya.\n\nDapatkan akses tak terbatas ke Bloomberg.com seharga $1,99/bulan untuk 3 bulan pertama: https://www.bloomberg.com/subscriptio...\n\nBloomberg di YouTube:\n   /   \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTerhubung dengan kami di media sosial:\n  / bloombergbusiness  \n  / bloomberg-news  \n  / bloombergbusiness  \n  / bloombergbusiness", "post_id": "V-me9wDT094"}}, {"key": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "bloombergpodcasts", "x": 300.4312178299251, "y": 268.19875919745994, "size": 13.06, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.689, "eigenvector": 109.7613, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "V-me9wDT094", "id": "bloombergpodcasts", "source": "youtube-000001", "content": "Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah Jangka Panjang Dapat Menandakan Risiko Besar | Disajikan...\n\nDidorong oleh ekspektasi inflasi dan pasokan obligasi pemerintah yang tak henti-hentinya, imbal hasil obligasi pemerintah AS 30 tahun diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2009. Sinyal apa yang dikirimkan oleh obligasi jangka panjang tentang inflasi, defisit, dan risiko pasar? Disajikan oleh \n\nhttps://www.cmegroup.com/openmarkets/...\n\n----------\nSuka video ini? Berlangganan    / -news  \n\nBloomberg News adalah sumber berita bisnis terkemuka. Kunjungi bloomberg.com untuk berita terbaru tentang bisnis global, pasar, dan lainnya.\n\nDapatkan akses tak terbatas ke Bloomberg.com seharga $1,99/bulan untuk 3 bulan pertama: https://www.bloomberg.com/subscriptio...\n\nBloomberg di YouTube:\n   /   \n   /   \n   /   \n   /   \n\nTerhubung dengan kami di media sosial:\n  / bloombergbusiness  \n  / bloomberg-news  \n  / bloombergbusiness  \n  / bloombergbusiness", "post_id": "V-me9wDT094"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "@kabarbursadotcom", "x": 781.6720430786038, "y": 735.3635028477794, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "H_U0eY1X_Ys", "id": "@kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] OCBC Akuisisi Aset HSBC Indonesia, Saham NISP Tertekan\n\nKABARBURSA.COM — OCBC resmi mengakuisisi aset dan liabilitas layanan wealth management serta premier banking milik HSBC Indonesia, sementara PT Timah membukukan lonjakan laba bersih Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026. Di sisi lain, ICW mempertanyakan transparansi anggaran belanja sembako pemerintah, rupiah masih berada di bawah tekanan, dan wacana pemotongan komisi aplikator ojol ke 8 persen ikut memicu perdebatan publik. Rangkaian isu ini penting karena menyentuh sektor perbankan, pertambangan, tata kelola anggaran, hingga kesejahteraan pekerja digital yang berdampak luas ke masyarakat. Jangan lupa subscribe dan tulis pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi #ocbc #timah #icw #rupiah #ojol #bankindonesia #dprri #ekonomiindonesia #sahamnisp #kabarbursa #beritaterkini #wealthmanagement #tatakelola #investasi", "post_id": "H_U0eY1X_Ys"}}, {"key": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "kabarbursadotcom", "x": 907.1891321368574, "y": 415.29881136828305, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 28.6639, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "H_U0eY1X_Ys", "id": "kabarbursadotcom", "source": "youtube-000001", "content": "[FULL] OCBC Akuisisi Aset HSBC Indonesia, Saham NISP Tertekan\n\nKABARBURSA.COM — OCBC resmi mengakuisisi aset dan liabilitas layanan wealth management serta premier banking milik HSBC Indonesia, sementara PT Timah membukukan lonjakan laba bersih Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026. Di sisi lain, ICW mempertanyakan transparansi anggaran belanja sembako pemerintah, rupiah masih berada di bawah tekanan, dan wacana pemotongan komisi aplikator ojol ke 8 persen ikut memicu perdebatan publik. Rangkaian isu ini penting karena menyentuh sektor perbankan, pertambangan, tata kelola anggaran, hingga kesejahteraan pekerja digital yang berdampak luas ke masyarakat. Jangan lupa subscribe dan tulis pendapat Anda di kolom komentar.\n\nBuka dan baca berita terkait hanya di portal https://kabarbursa.com/\nKabarbursa.com adalah portal berita finansial PT Kabar Bursa Indonesia yang merupakan bagian dari jaringan PT Kabar Grup Indonesia atau KGI Network. Kabarbursa.com menyajikan berita ekonomi terkini, analisis mendalam, investasi dan inspirasi bisnis.\n\nKamu juga bisa mengunjungi media sosial Kabar Bursa:\nYoutube:    /   \nInstagram:   / kabarbursacom  \nTiktok:   / kabarbursacom  \nWA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5...\n\n#kabarbursa #news #newsupdate #beritaterkini #beritasaham #beritaekonomi #ocbc #timah #icw #rupiah #ojol #bankindonesia #dprri #ekonomiindonesia #sahamnisp #kabarbursa #beritaterkini #wealthmanagement #tatakelola #investasi", "post_id": "H_U0eY1X_Ys"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 89.45197993584874, "y": 14.880725929105498, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 15.494, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 0, "out_degree": 7, "degree": 7}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 510.71937915366226, "y": 374.0782384268818, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3754, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 534.4318294096373, "y": 896.9634841627868, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3754, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 743.8885149706657, "y": 436.6015011915856, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3754, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 391.5312099466469, "y": 614.2273323275599, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3754, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 621.6045043191439, "y": 147.6067733886569, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3754, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 869.8508264359843, "y": 962.9867370085051, "size": 5.15, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 17.3754, "eigenvector": 23.4551, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "YIB-ZQsg6jQ", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Siapkan Panda Bond, Kurangi Ketergantungan Dolar AS | MARKET HIGHLIGHTS\n\nMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menerbitkan obligasi dalam mata uang selain dolar AS melalui skema panda bond di pasar China. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai tukar rupiah, menekan biaya bunga, serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Pemerintah juga menilai prospek ekonomi nasional terus membaik dan meminta masyarakat tetap tenang di tengah ketidakpastian global.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "YIB-ZQsg6jQ"}}], "edges": [{"key": "Mrfarhat_Id", "source": "Mrfarhat_Id", "target": "dk_itu_dokyeom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "Mrfarhat_Id", "source": "Mrfarhat_Id", "target": "christianvctrs", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "scenestera", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "insidefolkative", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "pemprovsumut", "source": "pemprovsumut", "target": "bobbynst", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "airlanggahartarto_official", "source": "airlanggahartarto_official", "target": "prabowo", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "harianclip.id", "source": "harianclip.id", "target": "Sucor", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "sukses.clipp", "source": "sukses.clipp", "target": "sucorsekuritas", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "intinews.co", "source": "intinews.co", "target": "banksumselbabeloffical", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "penarafflesiatv", "source": "penarafflesiatv", "target": "iswahyudi.bankbengkulu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "@markets", "source": "@markets", "target": "cmegroup", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@sinpotv", "source": "@sinpotv", "target": "sinpotv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kronologifakta", "source": "@kronologifakta", "target": "kronologifakta", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "officialsindonews", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindopodcast", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@OfficialSINDOnews", "source": "@OfficialSINDOnews", "target": "sindokalam", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "docu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@yonhapnewstv23", "source": "@yonhapnewstv23", "target": "yonhapnewstv23", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@mindcraft-improvement", "source": "@mindcraft-improvement", "target": "mindcraft", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@wawasan-cerdas", "source": "@wawasan-cerdas", "target": "wawasan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "source": "@Bloomberg-News", "target": "cmegroup", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "source": "@Bloomberg-News", "target": "bloomberg", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "source": "@Bloomberg-News", "target": "business", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "source": "@Bloomberg-News", "target": "markets", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "source": "@Bloomberg-News", "target": "bloombergtechnology", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bloomberg-News", "source": "@Bloomberg-News", "target": "bloombergpodcasts", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kabarbursadotcom", "source": "@kabarbursadotcom", "target": "kabarbursadotcom", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}