{"nodes": [{"key": "NAWACIT4", "attributes": {"label": "NAWACIT4", "x": 827.9157349796756, "y": 512.569379347899, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 754.7165, "eigenvector": 499.9995, "in_degree": 3, "out_degree": 1, "degree": 4}, "_id": "2051993800944619972", "id": "NAWACIT4", "source": "tweet-000004", "content": "Kinerja BUMD Dipuji, Fraksi Gerindra Minta Bank Jatim Tingkatkan Dividen https://t.co/kTMFSxMQeM lewat", "post_id": "2051993800944619972"}}, {"key": "nawacitamedia", "attributes": {"label": "nawacitamedia", "x": 332.8536775245323, "y": 392.3227832742193, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.9288, "eigenvector": 249.9997, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051993826039148874", "id": "nawacitamedia", "source": "tweet-000004", "content": "Kinerja BUMD Dipuji, Fraksi Gerindra Minta Bank Jatim Tingkatkan Dividen https://t.co/EcbpiDgcD3 lewat", "post_id": "2051993826039148874"}}, {"key": "nawacitadotco", "attributes": {"label": "nawacitadotco", "x": 738.0456460318387, "y": 891.2948719081105, "size": 9.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 41.9288, "eigenvector": 249.9997, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2051993849632088268", "id": "nawacitadotco", "source": "tweet-000004", "content": "Kinerja BUMD Dipuji, Fraksi Gerindra Minta Bank Jatim Tingkatkan Dividen https://t.co/EtcBIG5dLh lewat", "post_id": "2051993849632088268"}}, {"key": "porenesia", "attributes": {"label": "porenesia", "x": 180.35609394951524, "y": 321.4116930665006, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 41.9288, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "7506612080401730834", "id": "porenesia", "source": "tiktok-000001", "content": "Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melemparkan sindiran keras ke Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu menyebut Khofifah Indar Sowan ke mantan Presiden Jokowi Widodo. Hal ini sindiran terkait pertemuan kedua beberapa waktu lalu di Solo tepatnya di kediaman Jokowi. “Gubernur Jatim Ibu  bukan hanya sowan ke Jokowi tapi sebelum sowan ke Solo,” tulisnya dikutip Rabu (23/4/2025). Lanjut, ia kembali menyindir dengan menyebut sebelum pertemuan dengan Jokowi ada pertemuan sebelumnya. Gubernur Jatim itu disebut terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Medan. “Beliau sowan dulu ke menantu Jokowi, Bobby di Medan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/4/2025) lalu. Agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal pasca Idulfitri, sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait isu-isu strategis yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Dalam pertemuan itu, Khofifah tidak sendiri. Ia didampingi dua pimpinan keamanan Jawa Timur, yakni Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Unggahan Said Didu itu menyindir orang-orang yang kerap sowan ke Jokowi adalah orang-orang bermasalah. “Yang rajin sowan ke Jokowi. Biasanya orang-orang bermasalah. Koruptor, preman, ternak bayaran, politisi & pejabat korup,” tulis  Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri heran dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Jakarta yang mencapai angka fantastis setengah triliun lebih (Rp 569,4 miliar). Sumber : fajar.co.id", "post_id": "7506612080401730834"}}, {"key": "KhofifahIP", "attributes": {"label": "KhofifahIP", "x": 197.0595717666983, "y": 17.453538448378268, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 59.7486, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7506612080401730834", "id": "KhofifahIP", "source": "tiktok-000001", "content": "Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melemparkan sindiran keras ke Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu menyebut Khofifah Indar Sowan ke mantan Presiden Jokowi Widodo. Hal ini sindiran terkait pertemuan kedua beberapa waktu lalu di Solo tepatnya di kediaman Jokowi. “Gubernur Jatim Ibu  bukan hanya sowan ke Jokowi tapi sebelum sowan ke Solo,” tulisnya dikutip Rabu (23/4/2025). Lanjut, ia kembali menyindir dengan menyebut sebelum pertemuan dengan Jokowi ada pertemuan sebelumnya. Gubernur Jatim itu disebut terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Medan. “Beliau sowan dulu ke menantu Jokowi, Bobby di Medan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/4/2025) lalu. Agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal pasca Idulfitri, sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait isu-isu strategis yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Dalam pertemuan itu, Khofifah tidak sendiri. Ia didampingi dua pimpinan keamanan Jawa Timur, yakni Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Unggahan Said Didu itu menyindir orang-orang yang kerap sowan ke Jokowi adalah orang-orang bermasalah. “Yang rajin sowan ke Jokowi. Biasanya orang-orang bermasalah. Koruptor, preman, ternak bayaran, politisi & pejabat korup,” tulis  Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri heran dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Jakarta yang mencapai angka fantastis setengah triliun lebih (Rp 569,4 miliar). Sumber : fajar.co.id", "post_id": "7506612080401730834"}}, {"key": "yaniarsim.", "attributes": {"label": "yaniarsim.", "x": 622.2376534035086, "y": 898.8889832102756, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 59.7486, "eigenvector": 0.0004, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7506612080401730834", "id": "yaniarsim.", "source": "tiktok-000001", "content": "Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melemparkan sindiran keras ke Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa. Melalui cuitan di media sosial X pribadinya, Said Didu menyebut Khofifah Indar Sowan ke mantan Presiden Jokowi Widodo. Hal ini sindiran terkait pertemuan kedua beberapa waktu lalu di Solo tepatnya di kediaman Jokowi. “Gubernur Jatim Ibu  bukan hanya sowan ke Jokowi tapi sebelum sowan ke Solo,” tulisnya dikutip Rabu (23/4/2025). Lanjut, ia kembali menyindir dengan menyebut sebelum pertemuan dengan Jokowi ada pertemuan sebelumnya. Gubernur Jatim itu disebut terlebih dahulu melakukan pertemuan dengan menantu Jokowi, Bobby Nasution di Medan. “Beliau sowan dulu ke menantu Jokowi, Bobby di Medan,” tuturnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan kunjungan ke kediaman Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (15/4/2025) lalu. Agenda tersebut merupakan ajang silaturahmi dan halal bihalal pasca Idulfitri, sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi terkait isu-isu strategis yang tengah dihadapi daerah maupun nasional. Dalam pertemuan itu, Khofifah tidak sendiri. Ia didampingi dua pimpinan keamanan Jawa Timur, yakni Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto. Unggahan Said Didu itu menyindir orang-orang yang kerap sowan ke Jokowi adalah orang-orang bermasalah. “Yang rajin sowan ke Jokowi. Biasanya orang-orang bermasalah. Koruptor, preman, ternak bayaran, politisi & pejabat korup,” tulis  Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Jatim, Multazamudz Dzikri heran dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus kredit fiktif di Bank Jatim Cabang Jakarta yang mencapai angka fantastis setengah triliun lebih (Rp 569,4 miliar). Sumber : fajar.co.id", "post_id": "7506612080401730834"}}], "edges": [{"key": "NAWACIT4", "source": "NAWACIT4", "target": "NAWACIT4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nawacitamedia", "source": "nawacitamedia", "target": "NAWACIT4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "nawacitadotco", "source": "nawacitadotco", "target": "NAWACIT4", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "porenesia", "source": "porenesia", "target": "KhofifahIP", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "porenesia", "source": "porenesia", "target": "yaniarsim.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}]}