{"nodes": [{"key": "infoandalas", "attributes": {"label": "infoandalas", "x": 853.991314319705, "y": 422.2125179631259, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 95.0874, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "3890321558359058868_36622064010", "id": "infoandalas", "source": "instagram-000001", "content": "Riau Semakin Terkoneksi: Hutama Karya Kebut Pengerjaan Junction Pekanbaru - Bypass\n\nPEKANBARU– Kabar gembira bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning. Jaringan jalan tol di Provinsi Riau dipastikan akan semakin panjang tahun ini. PT Hutama Karya (Persero) tengah melakukan percepatan pembangunan pada proyek Junction Pekanbaru - Bypass guna memperkuat konektivitas di wilayah tersebut.\n\nProyek ini bukan sekadar tambahan aspal, melainkan bagian krusial dari integrasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Riau. Nantinya, Junction Pekanbaru akan berfungsi sebagai \"titik temu\" yang menghubungkan berbagai ruas tol tanpa mengharuskan pengendara keluar ke jalan arteri atau jalan nasional.\n\nTransformasi Logistik dan Ekonomi\n\nPenyelesaian jalur bypass ini diharapkan membawa dampak sistemik bagi mobilitas di Sumatera, antara lain:\n\nEfisiensi Waktu Tempuh: Memangkas durasi perjalanan antarwilayah secara signifikan karena kendaraan tidak lagi terjebak kemacetan di jalur arteri kota.\n\nKelancaran Logistik: Distribusi barang dari dan menuju pusat ekonomi akan lebih cepat dan biaya operasional angkutan dapat ditekan.\n\nPemicu Ekonomi Baru:Membuka aksesibilitas ke kawasan yang sebelumnya terisolasi, sehingga memicu pertumbuhan UMKM dan industri di sekitar koridor tol.\n\nKe depannya, ruas ini akan menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Riau yang menghubungkan berbagai wilayah tanpa perlu keluar ke jalan arteri,\" tulis akun resmi \n\nDengan progres yang terus dikebut, wajah transportasi Riau diprediksi akan berubah total pada akhir tahun ini, menjadikan perjalanan antarprovinsi terasa lebih dekat dan nyaman.\n\nSumber", "post_id": "3890321558359058868_36622064010"}}, {"key": "hutamakaryatollroad.", "attributes": {"label": "hutamakaryatollroad.", "x": 568.0545661368303, "y": 259.3501854850836, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 135.4995, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890321558359058868_36622064010", "id": "hutamakaryatollroad.", "source": "instagram-000001", "content": "Riau Semakin Terkoneksi: Hutama Karya Kebut Pengerjaan Junction Pekanbaru - Bypass\n\nPEKANBARU– Kabar gembira bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning. Jaringan jalan tol di Provinsi Riau dipastikan akan semakin panjang tahun ini. PT Hutama Karya (Persero) tengah melakukan percepatan pembangunan pada proyek Junction Pekanbaru - Bypass guna memperkuat konektivitas di wilayah tersebut.\n\nProyek ini bukan sekadar tambahan aspal, melainkan bagian krusial dari integrasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Riau. Nantinya, Junction Pekanbaru akan berfungsi sebagai \"titik temu\" yang menghubungkan berbagai ruas tol tanpa mengharuskan pengendara keluar ke jalan arteri atau jalan nasional.\n\nTransformasi Logistik dan Ekonomi\n\nPenyelesaian jalur bypass ini diharapkan membawa dampak sistemik bagi mobilitas di Sumatera, antara lain:\n\nEfisiensi Waktu Tempuh: Memangkas durasi perjalanan antarwilayah secara signifikan karena kendaraan tidak lagi terjebak kemacetan di jalur arteri kota.\n\nKelancaran Logistik: Distribusi barang dari dan menuju pusat ekonomi akan lebih cepat dan biaya operasional angkutan dapat ditekan.\n\nPemicu Ekonomi Baru:Membuka aksesibilitas ke kawasan yang sebelumnya terisolasi, sehingga memicu pertumbuhan UMKM dan industri di sekitar koridor tol.\n\nKe depannya, ruas ini akan menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Riau yang menghubungkan berbagai wilayah tanpa perlu keluar ke jalan arteri,\" tulis akun resmi \n\nDengan progres yang terus dikebut, wajah transportasi Riau diprediksi akan berubah total pada akhir tahun ini, menjadikan perjalanan antarprovinsi terasa lebih dekat dan nyaman.\n\nSumber", "post_id": "3890321558359058868_36622064010"}}, {"key": "hutamakaryatollroad", "attributes": {"label": "hutamakaryatollroad", "x": 582.6258905060118, "y": 992.2949402592257, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 135.4995, "eigenvector": 333.3333, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3890321558359058868_36622064010", "id": "hutamakaryatollroad", "source": "instagram-000001", "content": "Riau Semakin Terkoneksi: Hutama Karya Kebut Pengerjaan Junction Pekanbaru - Bypass\n\nPEKANBARU– Kabar gembira bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning. Jaringan jalan tol di Provinsi Riau dipastikan akan semakin panjang tahun ini. PT Hutama Karya (Persero) tengah melakukan percepatan pembangunan pada proyek Junction Pekanbaru - Bypass guna memperkuat konektivitas di wilayah tersebut.\n\nProyek ini bukan sekadar tambahan aspal, melainkan bagian krusial dari integrasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Riau. Nantinya, Junction Pekanbaru akan berfungsi sebagai \"titik temu\" yang menghubungkan berbagai ruas tol tanpa mengharuskan pengendara keluar ke jalan arteri atau jalan nasional.\n\nTransformasi Logistik dan Ekonomi\n\nPenyelesaian jalur bypass ini diharapkan membawa dampak sistemik bagi mobilitas di Sumatera, antara lain:\n\nEfisiensi Waktu Tempuh: Memangkas durasi perjalanan antarwilayah secara signifikan karena kendaraan tidak lagi terjebak kemacetan di jalur arteri kota.\n\nKelancaran Logistik: Distribusi barang dari dan menuju pusat ekonomi akan lebih cepat dan biaya operasional angkutan dapat ditekan.\n\nPemicu Ekonomi Baru:Membuka aksesibilitas ke kawasan yang sebelumnya terisolasi, sehingga memicu pertumbuhan UMKM dan industri di sekitar koridor tol.\n\nKe depannya, ruas ini akan menjadi bagian penting dari jaringan Jalan Tol Riau yang menghubungkan berbagai wilayah tanpa perlu keluar ke jalan arteri,\" tulis akun resmi \n\nDengan progres yang terus dikebut, wajah transportasi Riau diprediksi akan berubah total pada akhir tahun ini, menjadikan perjalanan antarprovinsi terasa lebih dekat dan nyaman.\n\nSumber", "post_id": "3890321558359058868_36622064010"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "bangkabelitunginfonew", "x": 204.16610248191358, "y": 337.3693762030677, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 633.9136, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3890337796348829814_55481531290", "id": "bangkabelitunginfonew", "source": "instagram-000001", "content": "Pemerintah resmi menanggung 100% Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 24 Tahun 2026. Kebijakan ini berlaku selama 60 hari, mulai 25 April hingga 23 Juni 2026. Suratkabar\n\nDengan kebijakan ini, komponen PPN sebesar 11% pada tarif dasar dan fuel surcharge tidak lagi dibebankan kepada penumpang, sehingga harga tiket berpotensi lebih terjangkau.\n\nDirektur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Suryo Utomo, mengatakan insentif ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong mobilitas domestik.\n\n“Kebijakan PPN ditanggung pemerintah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh tiket pesawat dengan harga yang lebih terjangkau, serta mendukung pemulihan sektor transportasi udara,” ujar Suryo dalam keterangannya.\n\nKebijakan ini hadir di tengah kenaikan biaya operasional maskapai, khususnya lonjakan fuel surcharge yang disebut meningkat hingga 38%. Tanpa intervensi, kondisi ini berpotensi mendorong harga tiket naik signifikan.\n\nPengamat penerbangan, Alvin Lie, menilai langkah pemerintah cukup efektif untuk meredam lonjakan harga.\n\n“Dengan PPN ditanggung pemerintah, kenaikan harga tiket bisa ditekan. Ini penting agar masyarakat tetap mampu bepergian, terutama untuk kebutuhan mendesak,” kata Alvin.\n\nMeski demikian, ia mengingatkan bahwa faktor lain seperti harga avtur dan kurs juga tetap memengaruhi tarif tiket secara keseluruhan.\n\nInsentif ini hanya berlaku untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Sementara itu, tiket kelas bisnis serta layanan tambahan seperti bagasi ekstra dan pemilihan kursi tetap dikenakan PPN sesuai ketentuan yang berlaku.\n\nPemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga stabilitas harga tiket, sekaligus memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga di tengah tekanan global.\n\n📝 selengkapnya di suaraindonews.com\n\nHanya Followers Yang Bisa Komentar‼️\n\nFollow  Buat Kamu Lebih Tau Kabar Seputar Bangka Belitung & Sekitarnya\n\n#bangkabelitunginfo #bangkabelitunginfonew #bangkabelitung #breakingnews #informasi", "post_id": "3890337796348829814_55481531290"}}], "edges": [{"key": "infoandalas", "source": "infoandalas", "target": "hutamakaryatollroad.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infoandalas", "source": "infoandalas", "target": "hutamakaryatollroad", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangkabelitunginfonew", "source": "bangkabelitunginfonew", "target": "bangkabelitunginfonew", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}]}