{"nodes": [{"key": "JaeKodok", "attributes": {"label": "JaeKodok", "x": 516.462919357854, "y": 429.351646349043, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2043866623770276259", "id": "JaeKodok", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah ke dolar terburuk sepanjang sejarah, ekonomi makin terpuruk, SDA tetap dikuasai asing, kemi…", "post_id": "2043866623770276259"}}, {"key": "Mropandip", "attributes": {"label": "Mropandip", "x": 76.29261848948899, "y": 547.7492242293187, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 6, "out_degree": 0, "degree": 6}, "_id": "2043866623770276259", "id": "Mropandip", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah ke dolar terburuk sepanjang sejarah, ekonomi makin terpuruk, SDA tetap dikuasai asing, kemi…", "post_id": "2043866623770276259"}}, {"key": "BBCIndonesia", "attributes": {"label": "BBCIndonesia", "x": 665.677379532477, "y": 92.57062820065521, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "2043866623770276259", "id": "BBCIndonesia", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah ke dolar terburuk sepanjang sejarah, ekonomi makin terpuruk, SDA tetap dikuasai asing, kemi…", "post_id": "2043866623770276259"}}, {"key": "ath902", "attributes": {"label": "ath902", "x": 524.022625243247, "y": 380.01998761496293, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2044055187573354754", "id": "ath902", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah ke dolar terburuk sepanjang sejarah, ekonomi makin terpuruk, SDA tetap dikuasai asing, kemi…", "post_id": "2044055187573354754"}}, {"key": "cilokcinta", "attributes": {"label": "cilokcinta", "x": 27.63472274353418, "y": 647.3117247232982, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 3, "degree": 3}, "_id": "2043863543280480669", "id": "cilokcinta", "source": "retweet-000002", "content": "Nilai tukar rupiah ke dolar terburuk sepanjang sejarah, ekonomi makin terpuruk, SDA tetap dikuasai asing, kemi…", "post_id": "2043863543280480669"}}, {"key": "vivianhvgo", "attributes": {"label": "vivianhvgo", "x": 884.1912645007703, "y": 7.94017144632464, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2044102836288663572", "id": "vivianhvgo", "source": "retweet-000002", "content": "Nih orang emang gak pernah diskusi dulu apa sebelum ngelakuin hal² penting?? Kita udah krisis ekonomi, rupiah anjlok, si…", "post_id": "2044102836288663572"}}, {"key": "instinct_girl", "attributes": {"label": "instinct_girl", "x": 640.0640845083416, "y": 125.96981081170856, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["retweet-000002"], "scores": {"pagerank": 8.1105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "2044102836288663572", "id": "instinct_girl", "source": "retweet-000002", "content": "Nih orang emang gak pernah diskusi dulu apa sebelum ngelakuin hal² penting?? Kita udah krisis ekonomi, rupiah anjlok, si…", "post_id": "2044102836288663572"}}, {"key": "grok", "attributes": {"label": "grok", "x": 668.0336612676537, "y": 767.5778296971878, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "2043964189249622481", "id": "grok", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "fimnland", "attributes": {"label": "fimnland", "x": 178.98773223656238, "y": 794.8982515994566, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.1105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "fimnland", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "idextratime", "attributes": {"label": "idextratime", "x": 941.2761211341845, "y": 666.5045931192022, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 8.1105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043964189249622481", "id": "idextratime", "source": "tweet-000004", "content": "Posisi rupiah yang melemah ke Rp17.127/USD dipengaruhi utama oleh faktor global: penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah (konflik AS-Iran, ancaman Selat Hormuz, & lonjakan harga minyak). Ini picu sentimen risk-off investor, outflow modal asing, & tekanan", "post_id": "2043964189249622481"}}, {"key": "elcheeefffff", "attributes": {"label": "elcheeefffff", "x": 341.7116878525942, "y": 882.0349654930197, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "elcheeefffff", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "hadisagala", "attributes": {"label": "hadisagala", "x": 751.0114633154353, "y": 620.3764729607432, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2041456739997073758", "id": "hadisagala", "source": "tweet-000004", "content": "Global chaos (geopolitik) bikin investor kabur ke dolar.\nDolar lagi kuat karena suku bunga AS tinggi.\nHarga minyak naik,impor naik, butuh dolar lebih banyak.\nDalam negeri? Sentimen investor lagi hati2+ kebutuhan dolar naik.\nIntinya: rupiah lagi kejebak tekanan global + domestik", "post_id": "2041456739997073758"}}, {"key": "derafiles128657", "attributes": {"label": "derafiles128657", "x": 481.2338696563242, "y": 855.8757188710865, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2043857961446191446", "id": "derafiles128657", "source": "tweet-000004", "content": "Lewat sistem kredit dan koperasi, setiap rupiah yang keluar itu ada pertanggungjawabannya. Ini cara pemerintah mastiin program MBG nggak jadi ajang bagi-bagi duit gratis yang nggak produktif, tapi jadi stimulus buat ekonomi desa biar lebih berdaya! #LanjutkanMBG", "post_id": "2043857961446191446"}}, {"key": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "LambeSahamjja", "x": 889.2772563130268, "y": 284.34072232843755, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043857961446191446", "id": "LambeSahamjja", "source": "tweet-000004", "content": "Lewat sistem kredit dan koperasi, setiap rupiah yang keluar itu ada pertanggungjawabannya. Ini cara pemerintah mastiin program MBG nggak jadi ajang bagi-bagi duit gratis yang nggak produktif, tapi jadi stimulus buat ekonomi desa biar lebih berdaya! #LanjutkanMBG", "post_id": "2043857961446191446"}}, {"key": "maunaikpangkat", "attributes": {"label": "maunaikpangkat", "x": 887.7195262385844, "y": 56.31466978712552, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "2043836364085702790", "id": "maunaikpangkat", "source": "tweet-000004", "content": "Kuliah tuh yang lurus lurus aja atuh 😭 jangan mempersulit diri udah mana kuliah di kampus yang bagus, istilahnya lu gak perlu pusing-pusing amat kalo cari kerja S1 kampus ternama.\n\nUdah di luar sana lagi perang, kondisi ekonomi lagi gak jelas, rupiah ngelemah 😭 please banget", "post_id": "2043836364085702790"}}, {"key": "sampahfhui", "attributes": {"label": "sampahfhui", "x": 55.81838626891833, "y": 477.62239172448295, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tweet-000004"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "2043836364085702790", "id": "sampahfhui", "source": "tweet-000004", "content": "Kuliah tuh yang lurus lurus aja atuh 😭 jangan mempersulit diri udah mana kuliah di kampus yang bagus, istilahnya lu gak perlu pusing-pusing amat kalo cari kerja S1 kampus ternama.\n\nUdah di luar sana lagi perang, kondisi ekonomi lagi gak jelas, rupiah ngelemah 😭 please banget", "post_id": "2043836364085702790"}}, {"key": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "celebesmedia.id", "x": 915.8921730019863, "y": 463.3487173909202, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8984, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 2, "degree": 3}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebesmedia.id", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "celebespsm", "attributes": {"label": "celebespsm", "x": 151.83585301946667, "y": 834.4334409859988, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8984, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3875070615083074566_10864878485", "id": "celebespsm", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada awal perdagangan pekan ini. \n\nPada Senin (13/4) pagi, rupiah tercatat turun 17 poin atau sekitar 0,10 persen ke level Rp17.121 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.104 per dolar AS.\n\nPelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kondisi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah.\n\nAnalis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah berasal dari meningkatnya ketidakpastian setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang akan menutup Selat Hormuz usai gagalnya negosiasi Iran dan Amerika Serikat di Islamabad.\n\n“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian seputar geopolitik di Timteng (Timur Tengah) menyusul ancaman Trump untuk menutup Selat Hormuz setelah perundingan yang gagal dengan Iran,” ucapnya, dikutip dari Antara.\n\nMengutip laporan Sputnik, Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan segera melakukan blokade angkatan laut di Selat Hormuz.\n\nReuters juga melaporkan Trump dala  pernyataannya di Truth Social, Trump menegaskan sikap keras terhadap aktivitas maritim yang terkait Iran.\n\n\"Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan memiliki jalur aman di laut lepas. Setiap warga Iran yang menembak kita, atau kapal-kapal damai, akan DIHANCURKAN!\" tulis Trump.\n\nBaca selengkapnya di www.celebesmedia.id\n\nIkuti juga sosial media kami  & \ndi Instagram, Tiktok, Twitter, Threads, & Youtube\n\n#rupiah #matauang #dolar #nilaitukaruang #uang", "post_id": "3875070615083074566_10864878485"}}, {"key": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "cuap_cuan", "x": 53.9939322314279, "y": 380.8304774485901, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3875960826251923764_28852138902", "id": "cuap_cuan", "source": "instagram-000001", "content": "Hai Sobat Cuan...\n\nRupiah kembali menyentuh level 17.100. Angka yang sempat membuat banyak orang langsung panik dan bertanya-tanya: Harga barang bakal naik gila-gilaan ya? Ekonomi Indonesia sedang ambruk? Rupiah yang melemah ini memang terasa nyata di kantong masyarakat. Tapi, benarkah ini pertanda ekonomi RI makin parah? \n\nTemukan jawabannya hanya di KONEKSI (Konten Ekonomi Seksi) bersama Maria Katarina, Maikel Jefriando selaku Managing Editor CNBC Indonesia dan Feri Sandria selaku Editor Market CNBC Indonesia berikut ini!\n\nSobat Cuan, jangan lupa ya untuk follow IG , dan juga subscribe YouTube channel Cuap Cuap Cuan, lalu di-like, comment, dan share. Salam cuan!", "post_id": "3875960826251923764_28852138902"}}, {"key": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mancingsaham", "x": 86.27966770547091, "y": 219.30519503470626, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874409192090765383_52512310886", "id": "mancingsaham", "source": "instagram-000001", "content": "Nilai tukar rupiah diperkirakan bisa melemah hingga Rp17.400/USD lebih cepat dari proyeksi akibat eskalasi geopolitik global. 🌍\n\nMenurut Ibrahim Assuaibi, kegagalan negosiasi AS–Iran mendorong penguatan dolar AS 💵 dan lonjakan harga minyak (WTI > US$104) 🛢️, yang mempercepat tekanan terhadap rupiah.\n\nDampaknya, pasokan energi terganggu dan berpotensi membebani APBN, sehingga pemerintah perlu antisipasi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi. ⚠️\n\nSumber: emitennews.com, 13 April 2026\n\nGabung di  community untuk analisis market, stockpick pilihan, update berita saham, dan diskusi eksklusif dengan investor & trader lainnya. 📩 Bergabung sekarang! Klik lynk.id/owennath atau chat 081251880459 (WhatsApp).\n\n#Rupiah #USDIDR #NilaiTukar #EkonomiGlobal #IHSG #SahamIndonesia #Investasi #mancingsaham", "post_id": "3874409192090765383_52512310886"}}, {"key": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "cnbcindonesia", "x": 261.85621550456773, "y": 883.1131754877728, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874390980783108092_4857774026", "id": "cnbcindonesia", "source": "instagram-000001", "content": "Volatilitas nilai tukar menjadi salah satu faktor krusial yang mempengaruhi stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia.\n\nArtinya, upaya menjaga stabilitas nilai tukar menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta mempertahankan kepercayaan dan menjaga persepsi positif pasar.\n\nUntuk membahas lebih jauh, CNBC Indonesia bersama Bank Indonesia menghadirkan Central Banking Forum 2026 dengan tema \"Ketahanan Ekonomi Indonesia dalam Menghadapi Volatilitas Nilai Tukar Global\" pada:\n📅 Selasa, 14 April 2026\n⏰ 12.00-14.00\n\nCentral Banking Forum 2026 menghadirkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti yang akan menyampaikan keynote speech dan memaparkan situasi global terkini. Turut hadir pula perwakilan regulator, pemerintah, perbankan dan lembaga riset.\n\nJangan lewatkan! Saksikan siarannya di CNBC Indonesia TV, live streaming di cnbcindonesia.com, YouTube CNBC Indonesia, serta Instagram dan Tiktok !", "post_id": "3874390980783108092_4857774026"}}, {"key": "idx_channel", "attributes": {"label": "idx_channel", "x": 991.8087196429544, "y": 188.0496613893089, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 70.1956, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 1, "degree": 3}, "_id": "3875017496470573807_3310659452", "id": "idx_channel", "source": "instagram-000001", "content": "Kenaikan harga minyak global dinilai akan berdampak langsung terhadap kebutuhan subsidi pemerintah apabila harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap ditahan.\n\n“Dari simulasi kami, jika harga minyak mencapai sekitar USD84 per barel dengan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per USD, maka tambahan subsidi energi yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp100 triliun,” ujar Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dalam pernyataannya, Selasa (14/4/2026).\n\nDia menjelaskan, tekanan tersebut muncul karena pemerintah berupaya menjaga harga energi domestik agar tidak langsung mengikuti kenaikan harga global. Tujuannya untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/tambahan-subsidi-energi-berpotensi-dorong-defisit-apbn-dekati-ambang-batas-3-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto:  Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "3875017496470573807_3310659452"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "bloombergtechnoz", "x": 850.8497979574433, "y": 131.77459445696527, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "3874281039761880483_51748745734", "id": "bloombergtechnoz", "source": "instagram-000001", "content": "Bank Indonesia menyebut kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil membantu menahan tekanan rupiah di tengah gejolak harga minyak global.\n\nMeski rupiah masih melemah akibat penguatan dolar dan konflik Timur Tengah, pemerintah memastikan harga BBM subsidi tetap aman hingga akhir 2026, menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.\n\nKlik link di bio untuk detail informasi selengkapnya. Jangan lupa follow  untuk berita dan data menarik lainnya.\n\n#HargaBBM #KonflikTimurTengah #BloombergTechnoz", "post_id": "3874281039761880483_51748745734"}}, {"key": "fraksipksdprri", "attributes": {"label": "fraksipksdprri", "x": 238.9467719002728, "y": 194.49726866650818, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3874882161992613552_2009333390", "id": "fraksipksdprri", "source": "instagram-000001", "content": "Hari Nelayan bukan sekadar seremonial, tetapi momentum refleksi atas nasib jutaan nelayan yang menggantungkan hidup dari laut. Di tengah siklus musim dan ketidakpastian hasil tangkapan, nelayan Indonesia terbukti tetap bertahan. Data Nilai Tukar Nelayan (NTN) dalam lima tahun terakhir yang konsisten di atas 100 menunjukkan bahwa nelayan masih mampu menjaga surplus, meski belum sepenuhnya sejahtera.\n\nKekuatan nelayan terlihat dari daya tahan menghadapi keterbatasan modal, teknologi, dan fluktuasi harga. Produktivitas pun terus meningkat, dengan hasil tangkapan yang signifikan dari tahun ke tahun. Namun, tantangan pendidikan dan kualitas SDM masih menjadi pekerjaan rumah besar, di mana mayoritas nelayan masih berpendidikan dasar.\n\nKarena itu, pengukuran kesejahteraan nelayan tidak cukup hanya berbasis NTN. Diperlukan indikator yang lebih komprehensif, mencakup aset, keterampilan, akses pasar, dan modal kerja. Dengan penguatan sektor “pangan biru” dan keberpihakan kebijakan, nelayan yang kuat akan menjadi fondasi kedaulatan pangan dan masa depan ekonomi maritim Indonesia.\n\nBaca selengkapnya opini dari Anggota Komisi IV DPR RI,  dengan pindai QR Code di slide terakhir! \n\n#FraksiPKSDPRRI #PKSpembelaRakyat #PKS", "post_id": "3874882161992613552_2009333390"}}, {"key": "riyonocaping", "attributes": {"label": "riyonocaping", "x": 116.57558893831433, "y": 242.27213971581673, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3874882161992613552_2009333390", "id": "riyonocaping", "source": "instagram-000001", "content": "Hari Nelayan bukan sekadar seremonial, tetapi momentum refleksi atas nasib jutaan nelayan yang menggantungkan hidup dari laut. Di tengah siklus musim dan ketidakpastian hasil tangkapan, nelayan Indonesia terbukti tetap bertahan. Data Nilai Tukar Nelayan (NTN) dalam lima tahun terakhir yang konsisten di atas 100 menunjukkan bahwa nelayan masih mampu menjaga surplus, meski belum sepenuhnya sejahtera.\n\nKekuatan nelayan terlihat dari daya tahan menghadapi keterbatasan modal, teknologi, dan fluktuasi harga. Produktivitas pun terus meningkat, dengan hasil tangkapan yang signifikan dari tahun ke tahun. Namun, tantangan pendidikan dan kualitas SDM masih menjadi pekerjaan rumah besar, di mana mayoritas nelayan masih berpendidikan dasar.\n\nKarena itu, pengukuran kesejahteraan nelayan tidak cukup hanya berbasis NTN. Diperlukan indikator yang lebih komprehensif, mencakup aset, keterampilan, akses pasar, dan modal kerja. Dengan penguatan sektor “pangan biru” dan keberpihakan kebijakan, nelayan yang kuat akan menjadi fondasi kedaulatan pangan dan masa depan ekonomi maritim Indonesia.\n\nBaca selengkapnya opini dari Anggota Komisi IV DPR RI,  dengan pindai QR Code di slide terakhir! \n\n#FraksiPKSDPRRI #PKSpembelaRakyat #PKS", "post_id": "3874882161992613552_2009333390"}}, {"key": "joeliardisunendar", "attributes": {"label": "joeliardisunendar", "x": 558.0718903628845, "y": 50.96811530813727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3874725447075032055_9022830818", "id": "joeliardisunendar", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ WAR GAME: BLOKADE HORMUZ\n\nNegosiasi Islamabad gagal. Trump umumkan blokade. Brent tembus $102/bbl.\n\nPertanyaannya bukan siapa yang lebih kuat — tapi siapa yang lebih tahan sakit? \n\nBukan siapa yang menang dalam pertempuran, tetapi siapa yang tidak mampu menuntaskan perang?\n\nSejarah menjawab dengan jelas:\n\n→ Perang Vietnam, Iraq. Afganistan, AS selalu menang pertempuran, tapi selalu kalah dalam kemauan - AS tidak menang dalam perang. Denting jam politik menjadi batasan : ada siklus pemilu, approval-rating yang merosot, lonjakan harga bensin, dan sekutu yang tidak ingin membantu. Biaya perang juga sangat mahal.\n\n→ Iran bisa bertahan 8 tahun perang dengan Irak, 45 tahun dihantam sanksi — dan rezim tetap berdiri. Iran tidak perlu menang. Bagi Iran, tidak kalah sudah cukup menjadi simbol kemenangan.\n\n→ Pola historis: Eskalasi → Gesekan Asimetris → Tekanan Ekonomi Global → Negosiasi\n\nBagi Indonesia sebagai net oil importer sejak 2003, ini bukan tontonan — ini ancaman langsung:\n\n⛽ Tiap kenaikan $1/bbl = defisit fiskal +$400 juta\n\n💰 APBN : asumsi $70/bbl vs. realita $100+/bbl - asumsi USD Rp 16,500 vs. realita Rp 17,100.\n\n📉 Rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat jadi korban\n\nInvestor yang paham pola krisis energi akan siap ambil peluang saat yang lain panik.\n\nSimpan carousel ini. Share ke teman investor Anda\n\n📲 Follow  untuk analisis yang tidak Anda dapatkan di media mainstream.\n\n#Hormuz #OilCrisis #Indonesia #JSPortfolio #wargame", "post_id": "3874725447075032055_9022830818"}}, {"key": "jsportfolio", "attributes": {"label": "jsportfolio", "x": 664.2317177776197, "y": 867.4668694245148, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3874725447075032055_9022830818", "id": "jsportfolio", "source": "instagram-000001", "content": "🛢️ WAR GAME: BLOKADE HORMUZ\n\nNegosiasi Islamabad gagal. Trump umumkan blokade. Brent tembus $102/bbl.\n\nPertanyaannya bukan siapa yang lebih kuat — tapi siapa yang lebih tahan sakit? \n\nBukan siapa yang menang dalam pertempuran, tetapi siapa yang tidak mampu menuntaskan perang?\n\nSejarah menjawab dengan jelas:\n\n→ Perang Vietnam, Iraq. Afganistan, AS selalu menang pertempuran, tapi selalu kalah dalam kemauan - AS tidak menang dalam perang. Denting jam politik menjadi batasan : ada siklus pemilu, approval-rating yang merosot, lonjakan harga bensin, dan sekutu yang tidak ingin membantu. Biaya perang juga sangat mahal.\n\n→ Iran bisa bertahan 8 tahun perang dengan Irak, 45 tahun dihantam sanksi — dan rezim tetap berdiri. Iran tidak perlu menang. Bagi Iran, tidak kalah sudah cukup menjadi simbol kemenangan.\n\n→ Pola historis: Eskalasi → Gesekan Asimetris → Tekanan Ekonomi Global → Negosiasi\n\nBagi Indonesia sebagai net oil importer sejak 2003, ini bukan tontonan — ini ancaman langsung:\n\n⛽ Tiap kenaikan $1/bbl = defisit fiskal +$400 juta\n\n💰 APBN : asumsi $70/bbl vs. realita $100+/bbl - asumsi USD Rp 16,500 vs. realita Rp 17,100.\n\n📉 Rupiah, inflasi, dan daya beli masyarakat jadi korban\n\nInvestor yang paham pola krisis energi akan siap ambil peluang saat yang lain panik.\n\nSimpan carousel ini. Share ke teman investor Anda\n\n📲 Follow  untuk analisis yang tidak Anda dapatkan di media mainstream.\n\n#Hormuz #OilCrisis #Indonesia #JSPortfolio #wargame", "post_id": "3874725447075032055_9022830818"}}, {"key": "bangsaonline", "attributes": {"label": "bangsaonline", "x": 886.5360810701245, "y": 309.79947226681526, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 9.8984, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 2, "degree": 4}, "_id": "3874445736222487275_6049672621", "id": "bangsaonline", "source": "instagram-000001", "content": "Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa atau yang akrab disapa Gus Barra, mengapresiasi kontribusi pengusaha industri dalam memajukan ekonomi daerah. \n\nIa menyebut realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 mencapai Rp4,45 triliun, melampaui target hingga 110 persen, serta menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja.\n\n“Pada tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Mojokerto mencapai 4,45 triliun rupiah atau 110% dari target dan berhasil menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja,” ucapnya saat Grand Opening Gedung PT Second Best Packing, Senin (13/4/2026).\n\nPertumbuhan ekonomi Kabupaten Mojokerto juga tercatat 6,5 persen, berada di atas rata-rata nasional dan provinsi, dengan kontribusi terbesar dari sektor industri pengolahan.\n\nGus Barra menegaskan komitmen pemerintah daerah menjaga iklim investasi tetap kondusif melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan SDM, serta kemudahan perizinan. \n\n“Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan infrastruktur, pelayanan publik, kemudahan perizinan, serta penyediaan tenaga kerja yang kompeten melalui berbagai program pelatihan,” paparnya. (ris/mar)\n\nSupport kami dengan cara Like, Share dan Follow \n\n#bangsaonline #reels #viral", "post_id": "3874445736222487275_6049672621"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "attributes": {"label": "infoacehtimur_official", "x": 594.8503373730562, "y": 33.08636118931829, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "3875222292222906590_7232012334", "id": "infoacehtimur_official", "source": "instagram-000001", "content": "Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir pada 26 November 2025. Pendataan UMKM terdampak kini telah rampung dilakukan pemerintah kabupaten.\n\nBupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menginstruksikan seluruh kepala desa dan camat untuk mendata kerusakan sektor usaha rakyat saat banjir. Seluruh data itu diajukan sebagai calon penerima bantuan dari Kementerian UMKM RI.\n\n“Seluruh jenis usaha di bawah modal miliaran rupiah masuk dalam kategori UMKM. Mulai dari pedagang mie hingga toko perabotan skala kecil. Usulan telah dimasukkan dalam aplikasi UMKM,” ujar Al-Farlaky, dihubungi Selasa (14/4/2026).\n\nPolitikus Partai Aceh itu berharap sektor UMKM juga mendapat stimulus pascabanjir. Dengan begitu, geliat ekonomi penyintas banjir di kabupaten tersebut segera pulih kembali. Ia mengaku terus menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian agar UMKM mendapatkan bantuan.\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\n#Infoacehtimur_Official #acehtimur #infoacehtimur #beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "3875222292222906590_7232012334"}}, {"key": "88royals.coating", "attributes": {"label": "88royals.coating", "x": 90.04746881575475, "y": 116.29244752756784, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["instagram-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "3875222292222906590_7232012334", "id": "88royals.coating", "source": "instagram-000001", "content": "Sebanyak 24.500 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir pada 26 November 2025. Pendataan UMKM terdampak kini telah rampung dilakukan pemerintah kabupaten.\n\nBupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menginstruksikan seluruh kepala desa dan camat untuk mendata kerusakan sektor usaha rakyat saat banjir. Seluruh data itu diajukan sebagai calon penerima bantuan dari Kementerian UMKM RI.\n\n“Seluruh jenis usaha di bawah modal miliaran rupiah masuk dalam kategori UMKM. Mulai dari pedagang mie hingga toko perabotan skala kecil. Usulan telah dimasukkan dalam aplikasi UMKM,” ujar Al-Farlaky, dihubungi Selasa (14/4/2026).\n\nPolitikus Partai Aceh itu berharap sektor UMKM juga mendapat stimulus pascabanjir. Dengan begitu, geliat ekonomi penyintas banjir di kabupaten tersebut segera pulih kembali. Ia mengaku terus menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian agar UMKM mendapatkan bantuan.\n\nBaca selengkapnya di website infoacehtimur.com (link di bio & story)\n________________________\nSalon mobil:  \nSelalu gunakan tagar :\n#Infoacehtimur_Official #acehtimur #infoacehtimur #beritaacehtimur\nTerimakasih", "post_id": "3875222292222906590_7232012334"}}, {"key": "onlytriv1", "attributes": {"label": "onlytriv1", "x": 506.369351962866, "y": 514.394381817629, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "onlytriv1", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "cryptowaveid", "x": 442.82575324572724, "y": 242.85814492642544, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628482163456888085", "id": "cryptowaveid", "source": "tiktok-000001", "content": "—— Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menyentuh level Rp17.130 per dolar AS, mencetak rekor terendah baru sepanjang sejarah. Pelemahan ini terjadi di tengah kombinasi tekanan global, termasuk penguatan dolar AS, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Selain faktor eksternal, arus keluar dana asing dari pasar domestik juga turut memperburuk tekanan terhadap rupiah, seiring meningkatnya sikap hati hati investor global. Kondisi ini berpotensi berdampak pada inflasi dalam negeri, terutama melalui kenaikan harga barang impor dan biaya produksi. Bank sentral Bank Indonesia diperkirakan akan terus melakukan langkah stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga volatilitas tetap terkendali. #rupiah #cryptowave #gabrielrey #fyppppppppppppppppppppppp #fyp", "post_id": "7628482163456888085"}}, {"key": "trendquotes.hub", "attributes": {"label": "trendquotes.hub", "x": 717.3758269804522, "y": 145.57383326884477, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 37.9436, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 1, "degree": 2}, "_id": "7628305703131745556", "id": "trendquotes.hub", "source": "tiktok-000001", "content": "BPJS Itu Gotong Royong… Tapi Kenapa Pernah Defisit? 🤔 BPJS bukan sekadar asuransi… tapi sistem gotong royong terbesar di Indonesia 🇮🇩 Dengan lebih dari 270 juta peserta, BPJS memungkinkan biaya kesehatan mahal seperti operasi jantung hingga ratusan juta rupiah bisa ditanggung hanya dengan iuran bulanan kecil. Tapi di balik itu, BPJS juga pernah mengalami defisit hingga triliunan rupiah. 💡 Jadi sebenarnya… sistem ini menguntungkan atau berisiko? 👇 Tulis pendapat kamu di komentar! ⚡ Follow  kalau mau paham finansial dan ekonomi tanpa ribet #fyp #foryou #fypindonesia #viral #viralvideo #jangantunda #faktaunik", "post_id": "7628305703131745556"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch2", "x": 563.5719641184259, "y": 219.53455130678833, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 8, "degree": 8}, "_id": "7595113721618287888", "id": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "kejaksaan.ri", "x": 899.8224026786738, "y": 88.19869135723634, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "kejaksaan.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "kpk_ri", "attributes": {"label": "kpk_ri", "x": 442.17667235817004, "y": 80.09665076409833, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "kpk_ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "divhumaspolriofficial", "x": 897.0185054203886, "y": 417.6038713922301, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "divhumaspolriofficial", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "partaigerindra", "attributes": {"label": "partaigerindra", "x": 27.627417369479048, "y": 601.2325445458921, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "partaigerindra", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "prabowosubianto08", "x": 640.0058790522511, "y": 245.05029884752926, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "prabowosubianto08", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "menkeuri", "attributes": {"label": "menkeuri", "x": 196.03282307901415, "y": 934.5507255430985, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "menkeuri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "purbayayudhis", "x": 121.65049339575495, "y": 676.3082082950109, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "purbayayudhis", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "bpk.ri", "attributes": {"label": "bpk.ri", "x": 969.2309763461217, "y": 536.1743294869708, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 6.2963, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7595113721618287888", "id": "bpk.ri", "source": "tiktok-000001", "content": "BUMN adalah identitas yang seharusnya menjadi simbol kekuatan ekonomi nasional. Namun kenyataannya, hingga saat ini, banyak BUMN yang mencatatkan kerugian, meski mereka mendapat akses modal, fasilitas, dan dukungan kebijakan yang tidak dimiliki perusahaan swasta. Nama-nama seperti Krakatau Steel, Bio Farma, Wika, Waskita Karya, Jiwasraya, Perumnas, dan PNRI terus berada dalam tekanan berat. Penyebabnya bukan sekadar fluktuasi pasar, tetapi masalah struktural yang sudah lama menggerogoti tubuh BUMN. Mulai dari manajemen yang tidak efisien, keputusan bisnis yang keliru, hingga proyek yang dijalankan tanpa perhitungan risiko yang matang. Beban utang membengkak, bunga yang tidak terbayar menggerus arus kas, dan pada akhirnya semua itu kembali menjadi beban negara. Lebih jauh, beberapa BUMN terseret kasus korupsi besar, seperti Jiwasraya yang menimbulkan kerugian puluhan triliun rupiah. Korupsi semacam ini bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menjadi motor pembangunan. Ironisnya, BUMN adalah perusahaan yang lahir dengan mandat melayani publik sekaligus menghasilkan keuntungan bagi negara. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, akses kredit yang luas, dan keistimewaan regulasi, semestinya mereka menjadi tulang punggung ekonomi, bukan sumber kerugian. Berbagai upaya, mulai dari restrukturisasi utang, perbaikan tata kelola, hingga penunjukan direksi profesional. Namun akar persoalannya tidak bisa diabaikan. Selama pengawasan masih lemah, selama proyek dijalankan tanpa disiplin manajemen risiko, dan selama praktik koruptif tidak diberantas, kerugian akan terus berulang. #FYP #viral #trendingnow #AntiKorupsi #korupsi #bumn #bumnrugi #jiwasraya #pln #pertamina", "post_id": "7595113721618287888"}}, {"key": "pasukanrevolusiwarna", "attributes": {"label": "pasukanrevolusiwarna", "x": 220.5428930266271, "y": 734.3842997988739, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7547557422185893176", "id": "pasukanrevolusiwarna", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet with  SILENT MAYORITYInfluencer Kaya, Fans Jadi Korban Saudara-saudaraku, Perhatikan dengan jernih. Influencer pasukan revolusi warna berbicara manis di depan kamera, menjual narasi demokrasi dan HAM. Mereka terima endorse, kontrak iklan, dan bayaran dari jaringan asing. Mereka hidup di rumah mewah, makan enak, bepergian dengan mobil mahal. Tetapi siapa yang mereka suruh turun ke jalan? Fans mereka. Rata-rata anak muda dengan SDM rendah, yang termakan retorika idolanya. Mereka disuruh demo, mereka disuruh teriak, mereka disuruh bentrok. Pada akhirnya, siapa yang ditangkap polisi? Fans. Siapa yang babak belur? Fans. Siapa yang jadi korban? Fans. Sementara sang influencer? Mereka tetap duduk di kursi empuk, menghitung uang endorse. Mereka bilang “ini perjuangan,” padahal bagi mereka ini bisnis. Bisnis kerusuhan, bisnis makar. Saudara, apakah pola ini tidak mirip dengan 1998? Krisis moneter menghancurkan negeri. Rakyat kecil jadi korban penjarahan. Segelintir elite dan asing justru mengeruk keuntungan. Bila revolusi warna berhasil, sejarah bisa berulang. Ekonomi hancur, rupiah jatuh, UMKM dijarah. Dan lagi-lagi, rakyat kecil yang jadi korban, sementara influencer dan sponsor asing berpesta. Saudara-saudaraku, mari kita sadar: Demokrasi sejati tidak lahir dari endorse. HAM sejati tidak dijual lewat kontrak asing. Perjuangan sejati tidak menjadikan fans sebagai tumbal. Maka mari kita berseru lantang: Tolak revolusi warna yang hanya menguntungkan influencer asing! Jangan biarkan Indonesia jatuh ke krisis moneter seperti 1998! Hidup rakyat sejati, bukan fans yang dijual untuk kepentingan uang! #demo  #jerome #ferryirwandi #demokrasi", "post_id": "7547557422185893176"}}, {"key": "JUBIR", "attributes": {"label": "JUBIR", "x": 468.15644718221716, "y": 40.13708144181993, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7547557422185893176", "id": "JUBIR", "source": "tiktok-000001", "content": "#duet with  SILENT MAYORITYInfluencer Kaya, Fans Jadi Korban Saudara-saudaraku, Perhatikan dengan jernih. Influencer pasukan revolusi warna berbicara manis di depan kamera, menjual narasi demokrasi dan HAM. Mereka terima endorse, kontrak iklan, dan bayaran dari jaringan asing. Mereka hidup di rumah mewah, makan enak, bepergian dengan mobil mahal. Tetapi siapa yang mereka suruh turun ke jalan? Fans mereka. Rata-rata anak muda dengan SDM rendah, yang termakan retorika idolanya. Mereka disuruh demo, mereka disuruh teriak, mereka disuruh bentrok. Pada akhirnya, siapa yang ditangkap polisi? Fans. Siapa yang babak belur? Fans. Siapa yang jadi korban? Fans. Sementara sang influencer? Mereka tetap duduk di kursi empuk, menghitung uang endorse. Mereka bilang “ini perjuangan,” padahal bagi mereka ini bisnis. Bisnis kerusuhan, bisnis makar. Saudara, apakah pola ini tidak mirip dengan 1998? Krisis moneter menghancurkan negeri. Rakyat kecil jadi korban penjarahan. Segelintir elite dan asing justru mengeruk keuntungan. Bila revolusi warna berhasil, sejarah bisa berulang. Ekonomi hancur, rupiah jatuh, UMKM dijarah. Dan lagi-lagi, rakyat kecil yang jadi korban, sementara influencer dan sponsor asing berpesta. Saudara-saudaraku, mari kita sadar: Demokrasi sejati tidak lahir dari endorse. HAM sejati tidak dijual lewat kontrak asing. Perjuangan sejati tidak menjadikan fans sebagai tumbal. Maka mari kita berseru lantang: Tolak revolusi warna yang hanya menguntungkan influencer asing! Jangan biarkan Indonesia jatuh ke krisis moneter seperti 1998! Hidup rakyat sejati, bukan fans yang dijual untuk kepentingan uang! #demo  #jerome #ferryirwandi #demokrasi", "post_id": "7547557422185893176"}}, {"key": "harrymedina.7273", "attributes": {"label": "harrymedina.7273", "x": 335.55600583450774, "y": 388.7834420823828, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 0, "out_degree": 26, "degree": 26}, "_id": "7628910453107723528", "id": "harrymedina.7273", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Ahadsan", "attributes": {"label": "Ahadsan", "x": 688.1282534546192, "y": 897.9118582974112, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Ahadsan", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Datoobama", "attributes": {"label": "Datoobama", "x": 189.4515173840553, "y": 535.3045497440445, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Datoobama", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Hidden", "attributes": {"label": "Hidden", "x": 603.6621007036051, "y": 182.62173618422116, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Hidden", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Malaydesh", "attributes": {"label": "Malaydesh", "x": 916.5007794653238, "y": 970.3108566924317, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Malaydesh", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "andiaskarbotak76", "x": 766.9450837280372, "y": 584.8251337959714, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "andiaskarbotak76", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "yudie", "attributes": {"label": "yudie", "x": 180.11703506825117, "y": 225.32435115631745, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "yudie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "maha", "attributes": {"label": "maha", "x": 174.47184803476634, "y": 451.33076953107485, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "maha", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "KAKEK", "attributes": {"label": "KAKEK", "x": 214.39427055215666, "y": 534.1747941299822, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "KAKEK", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "OFFICIAL", "x": 31.936215777926936, "y": 322.2312300858252, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "OFFICIAL", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "SUHARNO", "attributes": {"label": "SUHARNO", "x": 68.86904393063043, "y": 359.54714872350036, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "SUHARNO", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "muhyidinsoleh14", "attributes": {"label": "muhyidinsoleh14", "x": 795.1459466260388, "y": 945.9352180447154, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "muhyidinsoleh14", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "pembasmi", "attributes": {"label": "pembasmi", "x": 171.49981776384104, "y": 730.4673656476137, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "pembasmi", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Malayu", "attributes": {"label": "Malayu", "x": 316.15957441255784, "y": 17.92790713882164, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Malayu", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "datuk", "attributes": {"label": "datuk", "x": 65.2110590037116, "y": 742.461946518878, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "datuk", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "aktivisham98", "attributes": {"label": "aktivisham98", "x": 239.86375212783406, "y": 595.1686583458524, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "aktivisham98", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "TikTok", "attributes": {"label": "TikTok", "x": 663.5131061336847, "y": 958.142653409057, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "TikTok", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "RYAN", "attributes": {"label": "RYAN", "x": 95.09636459098746, "y": 157.09273599680373, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "RYAN", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "LAMMY", "attributes": {"label": "LAMMY", "x": 770.2628846861647, "y": 844.0200358572125, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "LAMMY", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Nurdin", "attributes": {"label": "Nurdin", "x": 636.1759640883058, "y": 795.9655463215661, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Nurdin", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Anik", "attributes": {"label": "Anik", "x": 62.970942245068606, "y": 194.54941794542114, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Anik", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "aly", "attributes": {"label": "aly", "x": 4.91657355685482, "y": 754.680968453062, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "aly", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "Man", "attributes": {"label": "Man", "x": 594.2763392866921, "y": 592.2075341046245, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "Man", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "jancokkeren232", "attributes": {"label": "jancokkeren232", "x": 878.5358172290186, "y": 418.0300278020525, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "jancokkeren232", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "alfighoni781", "attributes": {"label": "alfighoni781", "x": 199.8669130843167, "y": 573.0466677875838, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "alfighoni781", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "keylie", "attributes": {"label": "keylie", "x": 677.7146784475492, "y": 6.139277450377012, "size": 15.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.8777, "eigenvector": 38.4615, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628910453107723528", "id": "keylie", "source": "tiktok-000001", "content": "POV 2089 - Dalam CT Corp Leadership Forum, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan bahwa saat ini belum waktunya untuk menyatukan mata uang ringgit dan rupiah.  Fokus utama kerja sama adalah memperkuat stabilitas kedua mata uang dan kolaborasi ekonomi, bukan penyatuan moneter. \t•\tKonteks Diskusi: Diskusi ini berlangsung dalam dialog khusus antara Anwar Ibrahim dan Chairul Tanjung. \t•\tFokus Kerjasama: Anwar menekankan pentingnya kolaborasi, terutama dalam industri seperti kelapa sawit di mana Indonesia dan Malaysia menguasai pangsa pasar yang besar. \t•\tTujuan utama: Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral, termasuk mengatasi isu pekerja migran dan meningkatkan kerjasama ekonomi. POV #POV  𝐓𝐄𝐌𝐏𝐀𝐓𝐀𝐍  Dede   Strike 🫵  Belacan   Aditya putra  dewa  BIRU  KARIPAP🇲🇾🇧🇩   💥💥  wabah  Kumuha  paπtat 🇮🇳❤🇲🇾❤🇧🇩  Troll🇲🇾🇮🇳🇧🇩   News    ahmad EPHOY @☬ ARIE [LBK] ☬  Matun  Sumantri  Mandalika    🇲🇾", "post_id": "7628910453107723528"}}, {"key": "jayapura.id", "attributes": {"label": "jayapura.id", "x": 696.8729431830869, "y": 48.75598164604944, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "7628600725580336404", "id": "jayapura.id", "source": "tiktok-000001", "content": "Penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap I Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua telah mencapai 95 persen dari total 46 daerah.  Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan tim percepatan lintas kementerian.  Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terus memastikan setiap kendala di daerah dapat diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat, sehingga penyaluran tahap pertama ini dapat segera tuntas dalam waktu dekat.  Perbaikan tata kelola Dana Otsus juga menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu.  Ke depan, Wamendagri, Ribka Haluk menekankan pentingnya penguatan koordinasi, peningkatan kualitas laporan yang akuntabel dan terukur, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran.  Dana Otsus harus benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.  Ia mengajak, mari bersama jaga komitmen bersama untuk memastikan setiap rupiah Dana Otsus berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Repost from : Wamendagri  RIBKA HALUK S.Sos.,M.M  #ribkahaluk #provinsipapua #danaotsus #tanahpapua #ikkj", "post_id": "7628600725580336404"}}, {"key": "Dr.", "attributes": {"label": "Dr.", "x": 643.8083073795606, "y": 507.82195591547884, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["tiktok-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "7628600725580336404", "id": "Dr.", "source": "tiktok-000001", "content": "Penyaluran Dana Otonomi Khusus Tahap I Tahun Anggaran 2026 di wilayah Papua telah mencapai 95 persen dari total 46 daerah.  Ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan tim percepatan lintas kementerian.  Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) terus memastikan setiap kendala di daerah dapat diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat, sehingga penyaluran tahap pertama ini dapat segera tuntas dalam waktu dekat.  Perbaikan tata kelola Dana Otsus juga menunjukkan tren positif dari waktu ke waktu.  Ke depan, Wamendagri, Ribka Haluk menekankan pentingnya penguatan koordinasi, peningkatan kualitas laporan yang akuntabel dan terukur, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran.  Dana Otsus harus benar-benar memberikan manfaat nyata, khususnya bagi Orang Asli Papua, melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.  Ia mengajak, mari bersama jaga komitmen bersama untuk memastikan setiap rupiah Dana Otsus berdampak langsung pada percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Repost from : Wamendagri  RIBKA HALUK S.Sos.,M.M  #ribkahaluk #provinsipapua #danaotsus #tanahpapua #ikkj", "post_id": "7628600725580336404"}}, {"key": "IDXChannelcom", "attributes": {"label": "IDXChannelcom", "x": 172.67387610983798, "y": 840.7773015788715, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["facebook-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "432781620563594_1441114574479026", "id": "IDXChannelcom", "source": "facebook-000001", "content": "Kenaikan harga minyak global dinilai akan berdampak langsung terhadap kebutuhan subsidi pemerintah apabila harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetap ditahan.\n\n“Dari simulasi kami, jika harga minyak mencapai sekitar USD84 per barel dengan nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per USD, maka tambahan subsidi energi yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp100 triliun,” ujar Direktur Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal dalam pernyataannya, Selasa (14/4/2026).\n\nDia menjelaskan, tekanan tersebut muncul karena pemerintah berupaya menjaga harga energi domestik agar tidak langsung mengikuti kenaikan harga global. Tujuannya untuk menahan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat.\n\nBaca selengkapnya di\nhttps://www.idxchannel.com/economics/tambahan-subsidi-energi-berpotensi-dorong-defisit-apbn-dekati-ambang-batas-3-persen\n\nAtau klik link di bio \n\nFoto:  Istimewa\n\n#idxchannel #idxchannelcommunity", "post_id": "432781620563594_1441114574479026"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "attributes": {"label": "@InnerBoost-oe4sd", "x": 855.9299025704144, "y": 30.280548620767235, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "bGHs5AaKwD4", "id": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Semakin Terancam! Rupiah Tembus 17.000, Jadi Yang Terlemah Di Asia!!\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Penyebab Sebenarnya Kenapa Jadi Mata Uang Terlemah di Asia\n\n\n\n🚨 Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.000 per dolar AS!\nBanyak orang panik… tapi sedikit yang benar-benar paham apa penyebab sebenarnya di balik kondisi ini.\n\nDi video ini, kita akan bongkar secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n👉 kenapa rupiah bisa jadi salah satu mata uang terlemah di Asia\n👉 apa hubungannya dengan perang Timur Tengah\n👉 kenapa harga minyak naik bisa menghancurkan nilai tukar\n👉 dan apa dampaknya ke kehidupan kita sehari-hari\n\n📉 FAKTA MENGEJUTKAN YANG AKAN KAMU PAHAMI DI VIDEO INI:\n\n✅ Rupiah melemah hingga Rp17.104 per dolar AS\n✅ Harga minyak dunia melonjak hampir US$100 per barel\n✅ Jalur vital dunia (Selat Hormuz) masih terganggu\n✅ Ekspor Indonesia mulai melemah\n✅ Cadangan devisa terus menurun selama 3 bulan berturut-turut\n✅ Tekanan global dan domestik datang secara bersamaan\n\n🌍 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?\n\nDunia sedang tidak stabil.\nKonflik global, gangguan distribusi energi, dan ketidakpastian ekonomi membuat investor global memilih “lari” ke dolar.\n\nAkibatnya?\n👉 Mata uang negara berkembang seperti rupiah jadi korban utama.\n\n🛢️ KENAPA HARGA MINYAK BISA BIKIN RUPIAH JATUH?\n\nKarena Indonesia masih impor minyak.\n\nArtinya:\n➡️ Harga minyak naik = biaya impor naik\n➡️ Tekanan ke ekonomi meningkat\n➡️ Rupiah makin tertekan\n\n📦 DITAMBAH LAGI DENGAN MASALAH DALAM NEGERI\n\n❌ Ekspor melambat\n❌ Batu bara turun drastis\n❌ Surplus perdagangan mengecil\n❌ Cadangan devisa tergerus\n\nSemua ini bikin rupiah kehilangan “tameng”-nya.\n\n⚠️ INI BUKAN SEKEDAR ANGKA\n\nRupiah melemah bukan cuma urusan ekonomi…\n\nTapi berdampak langsung ke:\n💸 Harga barang naik\n⛽ BBM bisa ikut naik\n📈 Biaya hidup makin tinggi\n📉 Daya beli masyarakat menurun\n\n🔥 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena kamu akan:\n✔️ Paham kondisi ekonomi dengan bahasa yang simpel\n✔️ Ngerti hubungan antara perang, minyak, dan rupiah\n✔️ Bisa lebih siap menghadapi kondisi ekonomi ke depan\n✔️ Gak cuma ikut panik… tapi jadi orang yang paham situasi\n\n💬 TULIS DI KOMENTAR:\nMenurut kamu… apakah rupiah bisa kembali menguat?\nAtau justru akan semakin melemah?\n\n👍 JANGAN LUPA:\n✔️ Like kalau video ini bermanfaat\n✔️ Subscribe untuk konten ekonomi & self-improvement lainnya\n✔️ Share ke teman & keluarga biar makin banyak yang paham\n\n🚀 CHANNEL INNER BOOST\nTempat kamu belajar:\n📌 Mindset\n📌 Keuangan\n📌 Realita dunia yang jarang dibahas\n\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #rupiah #rupiahmelemah #dolar #ekonomiindonesia #beritaekonomi #nilaitukar #rupiah17000 #krisisekonomi #hargaminyak #perangtimurtengah #investasi #keuangan #money #financialeducation #innerboost #ekonomiglobal #dolaras #inflasi #bisnis #edukasikeuangan #tipsinvestasi #tipskeuangan #tipsfinansial #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #bahlillahadalia \n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "bGHs5AaKwD4"}}, {"key": "InnerBoost", "attributes": {"label": "InnerBoost", "x": 162.12210910885705, "y": 127.917107670925, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "bGHs5AaKwD4", "id": "InnerBoost", "source": "youtube-000001", "content": "Ekonomi Indonesia Semakin Terancam! Rupiah Tembus 17.000, Jadi Yang Terlemah Di Asia!!\n\n🔥 Rupiah Tembus 17.000! Ini Penyebab Sebenarnya Kenapa Jadi Mata Uang Terlemah di Asia\n\n\n\n🚨 Rupiah kembali melemah hingga tembus Rp17.000 per dolar AS!\nBanyak orang panik… tapi sedikit yang benar-benar paham apa penyebab sebenarnya di balik kondisi ini.\n\nDi video ini, kita akan bongkar secara lengkap, tajam, dan mudah dipahami tentang:\n👉 kenapa rupiah bisa jadi salah satu mata uang terlemah di Asia\n👉 apa hubungannya dengan perang Timur Tengah\n👉 kenapa harga minyak naik bisa menghancurkan nilai tukar\n👉 dan apa dampaknya ke kehidupan kita sehari-hari\n\n📉 FAKTA MENGEJUTKAN YANG AKAN KAMU PAHAMI DI VIDEO INI:\n\n✅ Rupiah melemah hingga Rp17.104 per dolar AS\n✅ Harga minyak dunia melonjak hampir US$100 per barel\n✅ Jalur vital dunia (Selat Hormuz) masih terganggu\n✅ Ekspor Indonesia mulai melemah\n✅ Cadangan devisa terus menurun selama 3 bulan berturut-turut\n✅ Tekanan global dan domestik datang secara bersamaan\n\n🌍 APA YANG SEBENARNYA TERJADI?\n\nDunia sedang tidak stabil.\nKonflik global, gangguan distribusi energi, dan ketidakpastian ekonomi membuat investor global memilih “lari” ke dolar.\n\nAkibatnya?\n👉 Mata uang negara berkembang seperti rupiah jadi korban utama.\n\n🛢️ KENAPA HARGA MINYAK BISA BIKIN RUPIAH JATUH?\n\nKarena Indonesia masih impor minyak.\n\nArtinya:\n➡️ Harga minyak naik = biaya impor naik\n➡️ Tekanan ke ekonomi meningkat\n➡️ Rupiah makin tertekan\n\n📦 DITAMBAH LAGI DENGAN MASALAH DALAM NEGERI\n\n❌ Ekspor melambat\n❌ Batu bara turun drastis\n❌ Surplus perdagangan mengecil\n❌ Cadangan devisa tergerus\n\nSemua ini bikin rupiah kehilangan “tameng”-nya.\n\n⚠️ INI BUKAN SEKEDAR ANGKA\n\nRupiah melemah bukan cuma urusan ekonomi…\n\nTapi berdampak langsung ke:\n💸 Harga barang naik\n⛽ BBM bisa ikut naik\n📈 Biaya hidup makin tinggi\n📉 Daya beli masyarakat menurun\n\n🔥 KENAPA KAMU HARUS NONTON VIDEO INI SAMPAI HABIS?\n\nKarena kamu akan:\n✔️ Paham kondisi ekonomi dengan bahasa yang simpel\n✔️ Ngerti hubungan antara perang, minyak, dan rupiah\n✔️ Bisa lebih siap menghadapi kondisi ekonomi ke depan\n✔️ Gak cuma ikut panik… tapi jadi orang yang paham situasi\n\n💬 TULIS DI KOMENTAR:\nMenurut kamu… apakah rupiah bisa kembali menguat?\nAtau justru akan semakin melemah?\n\n👍 JANGAN LUPA:\n✔️ Like kalau video ini bermanfaat\n✔️ Subscribe untuk konten ekonomi & self-improvement lainnya\n✔️ Share ke teman & keluarga biar makin banyak yang paham\n\n🚀 CHANNEL INNER BOOST\nTempat kamu belajar:\n📌 Mindset\n📌 Keuangan\n📌 Realita dunia yang jarang dibahas\n\n\n\n\n#nilaitukarrupiah #kursdollar #rupiah #rupiahmelemah #dolar #ekonomiindonesia #beritaekonomi #nilaitukar #rupiah17000 #krisisekonomi #hargaminyak #perangtimurtengah #investasi #keuangan #money #financialeducation #innerboost #ekonomiglobal #dolaras #inflasi #bisnis #edukasikeuangan #tipsinvestasi #tipskeuangan #tipsfinansial #purbayayudhisadewa #prabowosubianto #bahlillahadalia \n\n\n‪-oe4sd‬", "post_id": "bGHs5AaKwD4"}}, {"key": "@tvcnewsnigeria", "attributes": {"label": "@tvcnewsnigeria", "x": 111.20379057781504, "y": 305.364541010721, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "o8OlhJrds-c", "id": "@tvcnewsnigeria", "source": "youtube-000001", "content": "Para pedagang valuta asing menyebutkan pengeluaran pemilu dan tekanan nilai tukar sebagai penyeba...\n\nPara pedagang valuta asing mengaitkan penurunan cadangan devisa Nigeria baru-baru ini dengan peningkatan pengeluaran pemerintah dan tekanan nilai tukar yang terkait dengan siklus pemilihan umum.\n\n#forex #bisnis #beritabisnis #beritaterkini #tinubu #bolaahmedtinubu #kashimshettima #abuja #TVCNews #TVC #Berita #BeritaNaija #GistNaija #Hiburan #UpdateBerita #BeritaTerkini #BeritaDiNigeria #GistTrending #beritaterbaru #beritahariini #BeritaTerkini #VideoTrending #YouTubeRewind #Trending #Viral #Musik #BeritaHiburan #PerubahanIklim #BeritaBisnis #BeritaOlahraga #BeritaAfrika #PemudaNigeria #OlahragaNigeria #EkonomiNigeria #BeritaNigeria #videotrending #BeritaDiNigeria #UpdateBerita #beritaterbaru #beritahariini #beritaonline #BeritaHarian #BeritaTerkini #BeritaTrending #BeritaHariIni #BeritaNigeria #VideoTrending #Lagos #BeritaNigeria #morningbrief #democracyday #june12 #mkoabiola\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke Konten Berita Trending Eksklusif:\n   /   \n\nJangan lupa berlangganan: https://bit.ly/35V0PCJ\n\nTonton video menarik lainnya: https://bit.ly/3xOHq2f\n\nIkuti TVC News di:\nTwitter:   / tvcnewsng  \nInstagram:   / tvcnewsng  \nFacebook:   / tvcnewsng  \n\nDapatkan berita selengkapnya di situs web kami: http://www.tvcnews.tv/\n\nUnduh aplikasi seluler\nAndroid: https://bit.ly/3wYz33U\niPhone: Kunjungi Apple Store", "post_id": "o8OlhJrds-c"}}, {"key": "tvcnewsnigeria", "attributes": {"label": "tvcnewsnigeria", "x": 585.2531456884152, "y": 376.3629181250767, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "o8OlhJrds-c", "id": "tvcnewsnigeria", "source": "youtube-000001", "content": "Para pedagang valuta asing menyebutkan pengeluaran pemilu dan tekanan nilai tukar sebagai penyeba...\n\nPara pedagang valuta asing mengaitkan penurunan cadangan devisa Nigeria baru-baru ini dengan peningkatan pengeluaran pemerintah dan tekanan nilai tukar yang terkait dengan siklus pemilihan umum.\n\n#forex #bisnis #beritabisnis #beritaterkini #tinubu #bolaahmedtinubu #kashimshettima #abuja #TVCNews #TVC #Berita #BeritaNaija #GistNaija #Hiburan #UpdateBerita #BeritaTerkini #BeritaDiNigeria #GistTrending #beritaterbaru #beritahariini #BeritaTerkini #VideoTrending #YouTubeRewind #Trending #Viral #Musik #BeritaHiburan #PerubahanIklim #BeritaBisnis #BeritaOlahraga #BeritaAfrika #PemudaNigeria #OlahragaNigeria #EkonomiNigeria #BeritaNigeria #videotrending #BeritaDiNigeria #UpdateBerita #beritaterbaru #beritahariini #beritaonline #BeritaHarian #BeritaTerkini #BeritaTrending #BeritaHariIni #BeritaNigeria #VideoTrending #Lagos #BeritaNigeria #morningbrief #democracyday #june12 #mkoabiola\n\nGabung ke saluran ini untuk mendapatkan akses ke Konten Berita Trending Eksklusif:\n   /   \n\nJangan lupa berlangganan: https://bit.ly/35V0PCJ\n\nTonton video menarik lainnya: https://bit.ly/3xOHq2f\n\nIkuti TVC News di:\nTwitter:   / tvcnewsng  \nInstagram:   / tvcnewsng  \nFacebook:   / tvcnewsng  \n\nDapatkan berita selengkapnya di situs web kami: http://www.tvcnews.tv/\n\nUnduh aplikasi seluler\nAndroid: https://bit.ly/3wYz33U\niPhone: Kunjungi Apple Store", "post_id": "o8OlhJrds-c"}}, {"key": "@IDXChannel", "attributes": {"label": "@IDXChannel", "x": 441.1162455784627, "y": 801.5424716505307, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 21, "degree": 21}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "@IDXChannel", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "idxchannel_", "attributes": {"label": "idxchannel_", "x": 614.7733060921978, "y": 106.65352621674873, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.922, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "idxchannel_", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "wicky_adrian", "x": 526.2116489052512, "y": 139.63491432186203, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "wicky_adrian", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "fajar.wayong", "x": 529.9143094310035, "y": 151.03562355856593, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 8, "out_degree": 0, "degree": 8}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "fajar.wayong", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "deffid_83", "attributes": {"label": "deffid_83", "x": 630.87284606669, "y": 574.2742486414935, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "deffid_83", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "prast_ulrich", "x": 714.3226423444465, "y": 32.59116808991469, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "prast_ulrich", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "rosalinehioe", "x": 713.7880963942938, "y": 872.113579050512, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.7283, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 4, "out_degree": 0, "degree": 4}, "_id": "CSM7lqOJt3I", "id": "rosalinehioe", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Masih Tertekan, Bertahan di Atas Rp17.100 per USD | 2ND SESSION CLOSING\n\nNilai tukar rupiah masih bertahan di zona pelemahan terhadap USD, dengan posisi tetap berada di atas level Rp17.100 per USD. Tekanan ini mencerminkan kuatnya mata uang AS di pasar global, seiring meningkatnya permintaan aset safe haven dan ketidakpastian ekonomi dunia. Kondisi tersebut membuat rupiah sulit menguat dalam jangka pendek, terutama di tengah sentimen eksternal seperti kebijakan suku bunga tinggi di AS serta dinamika geopolitik yang masih memanas, sehingga pelaku pasar cenderung bersikap hati-hati.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nFollow US on Social Media\nYuk Subscribe -    /   \nWa Channel - https://whatsapp.com/channel/0029Va5V...\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idx_channel  \n-------------------------------------------------------------------------------------\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\nMyRepublic Channel 576\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "CSM7lqOJt3I"}}, {"key": "@unhastv.official", "attributes": {"label": "@unhastv.official", "x": 816.5374603405984, "y": 205.35613744446724, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "pu__byeLta8", "id": "@unhastv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, APBN Defisit Rp240,1 T: Sinyal Bahaya Ekonomi?\n\nUNHAS TV - Rupiah melemah dan APBN mencatat defisit Rp240,1 triliun per Maret 2026—apakah ini masih dalam batas wajar atau sudah menjadi sinyal bahaya bagi ekonomi Indonesia?\n\nDi episode Econotalks kali ini, kami mengulas secara jernih makna di balik angka-angka tersebut, mulai dari dampaknya terhadap stabilitas ekonomi, arah kebijakan fiskal, hingga pengaruhnya pada dunia usaha dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bersama Dr. Sri Undai Nurbayani, S.E., M.Si., Dosen FEB Universitas Hasanuddin, kita akan membedah isu ini dari perspektif akademis dan praktis.\n\nFollow Us: \nYOUTUBE:    /   \nIG:   / unhastvofficial  \nFB:   / unhastvofficial  \nX (twitter):   / unhastvofficial  \n\n#UnhasTV #Universitashasanuddin#Econotalks #EkonomiIndonesia #RupiahMelemah #APBN2026 #DefisitAPBN #KebijakanFiskal #StabilitasEkonomi #Inflasi #NilaiTukar #EkonomiGlobal #UniversitasHasanuddin #FEBUnhas #EdukasiEkonomi #IsuEkonomi #Indonesia\n\nUNHAS TV - © Copyright 2026. PT. Hadin Media Nusantara (HMN) Indonesia.", "post_id": "pu__byeLta8"}}, {"key": "unhastv.official", "attributes": {"label": "unhastv.official", "x": 128.193239289354, "y": 755.0279243027824, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "pu__byeLta8", "id": "unhastv.official", "source": "youtube-000001", "content": "Rupiah Melemah, APBN Defisit Rp240,1 T: Sinyal Bahaya Ekonomi?\n\nUNHAS TV - Rupiah melemah dan APBN mencatat defisit Rp240,1 triliun per Maret 2026—apakah ini masih dalam batas wajar atau sudah menjadi sinyal bahaya bagi ekonomi Indonesia?\n\nDi episode Econotalks kali ini, kami mengulas secara jernih makna di balik angka-angka tersebut, mulai dari dampaknya terhadap stabilitas ekonomi, arah kebijakan fiskal, hingga pengaruhnya pada dunia usaha dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Bersama Dr. Sri Undai Nurbayani, S.E., M.Si., Dosen FEB Universitas Hasanuddin, kita akan membedah isu ini dari perspektif akademis dan praktis.\n\nFollow Us: \nYOUTUBE:    /   \nIG:   / unhastvofficial  \nFB:   / unhastvofficial  \nX (twitter):   / unhastvofficial  \n\n#UnhasTV #Universitashasanuddin#Econotalks #EkonomiIndonesia #RupiahMelemah #APBN2026 #DefisitAPBN #KebijakanFiskal #StabilitasEkonomi #Inflasi #NilaiTukar #EkonomiGlobal #UniversitasHasanuddin #FEBUnhas #EdukasiEkonomi #IsuEkonomi #Indonesia\n\nUNHAS TV - © Copyright 2026. PT. Hadin Media Nusantara (HMN) Indonesia.", "post_id": "pu__byeLta8"}}, {"key": "@changkircoffee", "attributes": {"label": "@changkircoffee", "x": 632.1553759848525, "y": 854.8254989663517, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "xpEo1Runo4E", "id": "@changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 14 April 2026: Harga Logam Mulia Emas Dunia Hari Ini | Gold Price per troy ons in US Dollar\n\nHarga emas dunia hari ini kembali menjadi sorotan setelah mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Dalam video ini, kita membahas secara lengkap update harga emas hari ini per troy ons (8–14 April 2026) dengan pendekatan analisis konsultan keuangan profesional berbasis data dan faktor global.\n\nMulai dari lonjakan tajam hingga penurunan tiba-tiba, semua dibedah secara detail untuk membantu Anda memahami trend emas terkini, bukan sekadar melihat angka. Yang lebih penting lagi, video ini mengungkap rahasia pergerakan emas yang jarang diketahui oleh investor pemula hingga menengah.\n\n📊 Dengan mempertimbangkan faktor penting seperti:\nSuku bunga The Fed (3,75%)\nPergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar\nSentimen pasar global\nPola pergerakan harga emas dunia\n\nKami juga memberikan prediksi harga emas dunia hari ini (14 April 2026) dengan dua skenario: terbaik (bullish) dan terburuk (bearish).\n\n⚠️ Fakta mengejutkan:\nBanyak investor masih salah membaca arah emas saat ini. Video ini akan membantu Anda memahami kapan emas naik, kapan emas turun, dan bagaimana membaca sinyalnya dengan lebih cerdas.\n\n🔥 TOPIK YANG DIBAHAS DALAM VIDEO INI:\n✔️ Harga emas hari ini\n✔️ Daftar harga emas hari ini (global per troy ons)\n✔️ Harga emas dunia terbaru\n✔️ Update harga emas terkini April 2026\n✔️ Trend emas naik atau turun\n✔️ Prediksi harga emas hari ini\n✔️ Analisis harga emas berbasis suku bunga The Fed\n✔️ Faktor penyebab emas naik dan emas anjlok\n✔️ Insight investasi emas untuk pemula & profesional\n\n💡 Kenapa video ini penting banget?\nKarena harga emas bukan hanya angka…\nMelainkan sinyal besar dari kondisi ekonomi dunia.\n\nJika Anda serius dalam:\nInvestasi emas\nMemantau harga emas batangan\nMengikuti harga emas Antam, UBS, Galeri 24\nAtau sekadar ingin tahu kapan waktu terbaik beli/jual emas\n\n👉 Video ini wajib Anda tonton sampai selesai (jangan skip).\n\n📈 KEYWORDS:\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terkini, harga emas terbaru, trend emas, info emas terbaru, update harga emas, harga emas turun, emas naik, emas anjlok, prediksi harga emas, harga emas perhiasan, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, buyback emas, harga emas 1 gram, investasi emas, harga emas 24 karat, harga emas 0.01 gram, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\n🔔 Jangan lupa:\nLike, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan update harga emas dunia hari ini secara rutin dengan analisis tajam dan mudah dipahami.\n\nKarena satu keputusan kecil hari ini…\nbisa berdampak besar untuk masa depan finansial Anda.\n---\n#changkircoffee #shorts #long #literasiemas #investasiemas #logammulia #emas #hargaemas #hargaemashariini #literasikeuangan #keuangan #receh #carauang #logikauang #pendapatanonline #penghasilanonline #uang #uangdigital #finansial #financialfreedom #mindsetsukses #mindsetuang #mesinuangdigital #genzindonesia #mahasiswa #motivasi #motivasisukses #motivasikerja #kerjapintar #politiktempatkerja #politikpintar #politikkantor #rahasia #jarangdiketahui #fakta #90persensalah #terbongkar #viralbanget #wajibtau #realita #animasi #kartun #kartunlucu #cartoon #funny #lucu #animation #4000jam #1000subscribe #kuis\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "xpEo1Runo4E"}}, {"key": "changkircoffee", "attributes": {"label": "changkircoffee", "x": 779.5597486969014, "y": 529.6614798337471, "size": 3.0, "color": "#3EC764", "sentiment": "positif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "xpEo1Runo4E", "id": "changkircoffee", "source": "youtube-000001", "content": "Tgl 14 April 2026: Harga Logam Mulia Emas Dunia Hari Ini | Gold Price per troy ons in US Dollar\n\nHarga emas dunia hari ini kembali menjadi sorotan setelah mengalami pergerakan yang sangat fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Dalam video ini, kita membahas secara lengkap update harga emas hari ini per troy ons (8–14 April 2026) dengan pendekatan analisis konsultan keuangan profesional berbasis data dan faktor global.\n\nMulai dari lonjakan tajam hingga penurunan tiba-tiba, semua dibedah secara detail untuk membantu Anda memahami trend emas terkini, bukan sekadar melihat angka. Yang lebih penting lagi, video ini mengungkap rahasia pergerakan emas yang jarang diketahui oleh investor pemula hingga menengah.\n\n📊 Dengan mempertimbangkan faktor penting seperti:\nSuku bunga The Fed (3,75%)\nPergerakan nilai tukar rupiah dengan dollar\nSentimen pasar global\nPola pergerakan harga emas dunia\n\nKami juga memberikan prediksi harga emas dunia hari ini (14 April 2026) dengan dua skenario: terbaik (bullish) dan terburuk (bearish).\n\n⚠️ Fakta mengejutkan:\nBanyak investor masih salah membaca arah emas saat ini. Video ini akan membantu Anda memahami kapan emas naik, kapan emas turun, dan bagaimana membaca sinyalnya dengan lebih cerdas.\n\n🔥 TOPIK YANG DIBAHAS DALAM VIDEO INI:\n✔️ Harga emas hari ini\n✔️ Daftar harga emas hari ini (global per troy ons)\n✔️ Harga emas dunia terbaru\n✔️ Update harga emas terkini April 2026\n✔️ Trend emas naik atau turun\n✔️ Prediksi harga emas hari ini\n✔️ Analisis harga emas berbasis suku bunga The Fed\n✔️ Faktor penyebab emas naik dan emas anjlok\n✔️ Insight investasi emas untuk pemula & profesional\n\n💡 Kenapa video ini penting banget?\nKarena harga emas bukan hanya angka…\nMelainkan sinyal besar dari kondisi ekonomi dunia.\n\nJika Anda serius dalam:\nInvestasi emas\nMemantau harga emas batangan\nMengikuti harga emas Antam, UBS, Galeri 24\nAtau sekadar ingin tahu kapan waktu terbaik beli/jual emas\n\n👉 Video ini wajib Anda tonton sampai selesai (jangan skip).\n\n📈 KEYWORDS:\nharga emas hari ini, daftar harga emas hari ini, harga emas terkini, harga emas terbaru, trend emas, info emas terbaru, update harga emas, harga emas turun, emas naik, emas anjlok, prediksi harga emas, harga emas perhiasan, harga emas indonesia, harga emas pegadaian, harga emas dunia, harga emas batangan, harga emas antam, harga emas galeri 24, harga emas ubs, buyback emas, harga emas 1 gram, investasi emas, harga emas 24 karat, harga emas 0.01 gram, nilai tukar rupiah dengan dollar\n\n🔔 Jangan lupa:\nLike, Share, dan Subscribe untuk mendapatkan update harga emas dunia hari ini secara rutin dengan analisis tajam dan mudah dipahami.\n\nKarena satu keputusan kecil hari ini…\nbisa berdampak besar untuk masa depan finansial Anda.\n---\n#changkircoffee #shorts #long #literasiemas #investasiemas #logammulia #emas #hargaemas #hargaemashariini #literasikeuangan #keuangan #receh #carauang #logikauang #pendapatanonline #penghasilanonline #uang #uangdigital #finansial #financialfreedom #mindsetsukses #mindsetuang #mesinuangdigital #genzindonesia #mahasiswa #motivasi #motivasisukses #motivasikerja #kerjapintar #politiktempatkerja #politikpintar #politikkantor #rahasia #jarangdiketahui #fakta #90persensalah #terbongkar #viralbanget #wajibtau #realita #animasi #kartun #kartunlucu #cartoon #funny #lucu #animation #4000jam #1000subscribe #kuis\n---\nTerimakasih atas dukung Anda.\n   /", "post_id": "xpEo1Runo4E"}}, {"key": "@nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "@nasionalcorruptionwatch", "x": 561.8783897962581, "y": 494.7179103533803, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "w0IvgUtZNrE", "id": "@nasionalcorruptionwatch", "source": "youtube-000001", "content": "Pengadaan Motor Listrik MBG Berisiko Korupsi\n\nPengadaan Motor Listrik SPPG bukan hanya menjadi pertayaan, tetapi juga dinilai berpotensi terjadi mark-up yang membuka celah korupsi.\n\npada awal 2026 defisit APBN  melonjak sangat tajam. Terhitung Hingga 31 Maret 2026, defisit tercatat Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap PDB. Dalam periode yang sama, realisasi belanja negara telah mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari target tahunan, meningkat 31,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan keseimbangan primer juga tercatat minus Rp95,8 triliun. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran karena belanja negara bergerak sangat agresif sejak awal tahun.\n\nDi tengah kondisi tersebut, muncul polemik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola Badan Gizi Nasional. Program ini melakukan pengadaan 21.801 unit motor listrik dari target sekitar 25 ribu unit untuk operasional lapangan. Harga per unit berada di kisaran Rp42 hingga Rp49,95 juta, sehingga total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai triliunan rupiah.\n\nMasalahnya, usulan pengadaan kendaraan operasional tersebut sebelumnya sempat ditolak oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena dinilai bukan prioritas utama. Fokus program seharusnya pada pemenuhan kebutuhan makanan, bukan belanja kendaraan. Namun pengadaan tetap berjalan, dan sebagian unit bahkan telah direalisasikan.\n\nSituasi ini memperlihatkan celah serius dalam koordinasi pengelolaan anggaran. Bandrol harga di lapangan memunculkan pertanyaan terkait efisiensi, transparansi, serta potensi mark-up yang berisiko membuka dugaan korupsi terstruktur dalam pengelolaan program. Terlebih lagi, meskipun menggunakan anggaran tahun 2025, realisasi administrasi dan dampak fiskalnya masuk ke tahun 2026. Artinya, belanja non-prioritas tetap membebani APBN ketika defisit sudah melebar sejak awal tahun.\n\nDi saat yang sama, tekanan ekonomi masyarakat masih terasa. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, daya beli rumah tangga melemah, dan lapangan kerja formal semakin sulit. Banyak keluarga harus menyesuaikan kembali pengeluaran harian, sementara generasi muda menghadapi biaya hidup yang kian tinggi. \n\nKondisi ini memicu berbagai kritik dikalangan masyarakat, termasuk kami DPP Nasional Corruption Watch. Kami menilai defisit Rp240,1 triliun pada kuartal pertama bukan sekadar dinamika anggaran, melainkan sinyal lemahnya koordinasi antarlembaga. Pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar, termasuk 21.801 unit motor listrik merek Emmo, kami menilai hal ini berpotensi menimbulkan inefisiensi, membuka ruang mark-up, dan memperbesar tekanan terhadap keuangan negara.\n\nJika pola belanja non-prioritas seperti ini terus dijalankan tanpa koordinasi fiskal yang kuat, percepatan pengeluaran di awal tahun bukan hanya memperlebar defisit, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas APBN. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kondisi ini menjadi peringatan bahwa masalah pengelolaan keuangan negara bukan semata karena keterbatasan anggaran, melainkan karena prioritas kebijakan yang tidak selaras.\n#mbg #bgn #kesejahteraan #motrorlistrik #motorlistrikmbg\n#prabowo #prabowosubianto #gibran #gibranrakabumingraka #jokowi #jokowidodo #indonesia #antikorupsi  #noviralnojustice #pengaduanmasyarakat #nasionalcorruptionwatch #ncw #indonesiaemas2045 #breakingnews\n\nNasional Corruption Watch membuka Ruang Pengaduan masyarakat (No Viral No Justice) dalam Live streaming di youtube, Tiktok, Facebook dan Instagram. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduannya boleh langsung gabung di live Streaming kami.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n👇Find & Follow Sosial Media Nasional Corruption Watch\nYoutube:    /   \nTiktok:   / nasionalcorruptionwatch2  \nFacebook:   / nasional-corruption-wactch  \nInstagram:   / nasionalcorruptionwatch  \nTwiter/X:   / dpp_ncw  \n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "w0IvgUtZNrE"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "nasionalcorruptionwatch", "x": 764.0406995682359, "y": 937.5486466923736, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "w0IvgUtZNrE", "id": "nasionalcorruptionwatch", "source": "youtube-000001", "content": "Pengadaan Motor Listrik MBG Berisiko Korupsi\n\nPengadaan Motor Listrik SPPG bukan hanya menjadi pertayaan, tetapi juga dinilai berpotensi terjadi mark-up yang membuka celah korupsi.\n\npada awal 2026 defisit APBN  melonjak sangat tajam. Terhitung Hingga 31 Maret 2026, defisit tercatat Rp240,1 triliun atau sekitar 0,93 persen terhadap PDB. Dalam periode yang sama, realisasi belanja negara telah mencapai Rp815 triliun atau 21,2 persen dari target tahunan, meningkat 31,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan keseimbangan primer juga tercatat minus Rp95,8 triliun. Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran karena belanja negara bergerak sangat agresif sejak awal tahun.\n\nDi tengah kondisi tersebut, muncul polemik dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola Badan Gizi Nasional. Program ini melakukan pengadaan 21.801 unit motor listrik dari target sekitar 25 ribu unit untuk operasional lapangan. Harga per unit berada di kisaran Rp42 hingga Rp49,95 juta, sehingga total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai triliunan rupiah.\n\nMasalahnya, usulan pengadaan kendaraan operasional tersebut sebelumnya sempat ditolak oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena dinilai bukan prioritas utama. Fokus program seharusnya pada pemenuhan kebutuhan makanan, bukan belanja kendaraan. Namun pengadaan tetap berjalan, dan sebagian unit bahkan telah direalisasikan.\n\nSituasi ini memperlihatkan celah serius dalam koordinasi pengelolaan anggaran. Bandrol harga di lapangan memunculkan pertanyaan terkait efisiensi, transparansi, serta potensi mark-up yang berisiko membuka dugaan korupsi terstruktur dalam pengelolaan program. Terlebih lagi, meskipun menggunakan anggaran tahun 2025, realisasi administrasi dan dampak fiskalnya masuk ke tahun 2026. Artinya, belanja non-prioritas tetap membebani APBN ketika defisit sudah melebar sejak awal tahun.\n\nDi saat yang sama, tekanan ekonomi masyarakat masih terasa. Harga kebutuhan pokok terus meningkat, daya beli rumah tangga melemah, dan lapangan kerja formal semakin sulit. Banyak keluarga harus menyesuaikan kembali pengeluaran harian, sementara generasi muda menghadapi biaya hidup yang kian tinggi. \n\nKondisi ini memicu berbagai kritik dikalangan masyarakat, termasuk kami DPP Nasional Corruption Watch. Kami menilai defisit Rp240,1 triliun pada kuartal pertama bukan sekadar dinamika anggaran, melainkan sinyal lemahnya koordinasi antarlembaga. Pengadaan kendaraan operasional dalam jumlah besar, termasuk 21.801 unit motor listrik merek Emmo, kami menilai hal ini berpotensi menimbulkan inefisiensi, membuka ruang mark-up, dan memperbesar tekanan terhadap keuangan negara.\n\nJika pola belanja non-prioritas seperti ini terus dijalankan tanpa koordinasi fiskal yang kuat, percepatan pengeluaran di awal tahun bukan hanya memperlebar defisit, tetapi juga berisiko mengganggu stabilitas APBN. Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kondisi ini menjadi peringatan bahwa masalah pengelolaan keuangan negara bukan semata karena keterbatasan anggaran, melainkan karena prioritas kebijakan yang tidak selaras.\n#mbg #bgn #kesejahteraan #motrorlistrik #motorlistrikmbg\n#prabowo #prabowosubianto #gibran #gibranrakabumingraka #jokowi #jokowidodo #indonesia #antikorupsi  #noviralnojustice #pengaduanmasyarakat #nasionalcorruptionwatch #ncw #indonesiaemas2045 #breakingnews\n\nNasional Corruption Watch membuka Ruang Pengaduan masyarakat (No Viral No Justice) dalam Live streaming di youtube, Tiktok, Facebook dan Instagram. Bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pengaduannya boleh langsung gabung di live Streaming kami.\n\n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------\n👇Find & Follow Sosial Media Nasional Corruption Watch\nYoutube:    /   \nTiktok:   / nasionalcorruptionwatch2  \nFacebook:   / nasional-corruption-wactch  \nInstagram:   / nasionalcorruptionwatch  \nTwiter/X:   / dpp_ncw  \n---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------", "post_id": "w0IvgUtZNrE"}}, {"key": "@BullionInvestors", "attributes": {"label": "@BullionInvestors", "x": 76.90840989373038, "y": 94.48668986988385, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 4, "degree": 4}, "_id": "_TCcL5dOP5g", "id": "@BullionInvestors", "source": "youtube-000001", "content": "“TIDAK ADA LOGAM YANG TERSISA! Para Dealer MENUTUP PINTU DENGAN TEGUH —Schectman & Maguire Mengat...\n\nAndy mengatakan bahwa pada pertengahan Maret, lebih dari 12.532 kontrak emas, senilai 9 miliar dolar AS, telah dikirim sebelum bulan itu berakhir. Andy berpendapat bahwa pengiriman yang luar biasa besar ini menunjukkan bahwa para pemain utama diam-diam mengambil kepemilikan fisik karena mereka tidak lagi mempercayai sistem yang ada. Menurut Andy, ketidakpercayaan itu menyebar secara global, yang ditunjukkan oleh keputusan India untuk berhenti menggunakan patokan LBMA untuk penetapan harga ETF mulai 1 April, sementara 2 juta ons logam dilaporkan ditarik dari penyimpanan COMEX dalam satu hari karena investor memindahkan kepemilikan mereka keluar dari sistem.------------------------------------\nSumber:\n   • Physical Flows Signal a Shift in Gold and ...  \n\n\n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis karena sistem keuangan global mulai berubah. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#emas #prediksihargaemas #hargaperak #updatehargaperak #lonjakanperak #analisishargaperak #hargaperak #prakiraanhargaperak #prediksihargaperak #hargaperak2026 #hargaperakhariini #prediksiperak #analisisperak #penumpukanperak #logammulia #hargalogammulia #pasarlogammulia #investasilogammulia #saluranlogammulia #logammulia #pasarlogammulia #hargaemas #prediksihargaemas #hargaemashariini #hargaemaspergramhariini #updatehargaemas #investoremasbullion\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Instruksional)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Konten ini hanya digunakan untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pengajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\".\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "_TCcL5dOP5g"}}, {"key": "KinesisMoney", "attributes": {"label": "KinesisMoney", "x": 228.3902220341678, "y": 17.996838254334513, "size": 3.0, "color": "#B3B6C6", "sentiment": "netral", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "_TCcL5dOP5g", "id": "KinesisMoney", "source": "youtube-000001", "content": "“TIDAK ADA LOGAM YANG TERSISA! Para Dealer MENUTUP PINTU DENGAN TEGUH —Schectman & Maguire Mengat...\n\nAndy mengatakan bahwa pada pertengahan Maret, lebih dari 12.532 kontrak emas, senilai 9 miliar dolar AS, telah dikirim sebelum bulan itu berakhir. Andy berpendapat bahwa pengiriman yang luar biasa besar ini menunjukkan bahwa para pemain utama diam-diam mengambil kepemilikan fisik karena mereka tidak lagi mempercayai sistem yang ada. Menurut Andy, ketidakpercayaan itu menyebar secara global, yang ditunjukkan oleh keputusan India untuk berhenti menggunakan patokan LBMA untuk penetapan harga ETF mulai 1 April, sementara 2 juta ons logam dilaporkan ditarik dari penyimpanan COMEX dalam satu hari karena investor memindahkan kepemilikan mereka keluar dari sistem.------------------------------------\nSumber:\n   • Physical Flows Signal a Shift in Gold and ...  \n\n\n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis karena sistem keuangan global mulai berubah. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#emas #prediksihargaemas #hargaperak #updatehargaperak #lonjakanperak #analisishargaperak #hargaperak #prakiraanhargaperak #prediksihargaperak #hargaperak2026 #hargaperakhariini #prediksiperak #analisisperak #penumpukanperak #logammulia #hargalogammulia #pasarlogammulia #investasilogammulia #saluranlogammulia #logammulia #pasarlogammulia #hargaemas #prediksihargaemas #hargaemashariini #hargaemaspergramhariini #updatehargaemas #investoremasbullion\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nPasal 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Instruksional)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Konten ini hanya digunakan untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pengajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\".\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "_TCcL5dOP5g"}}, {"key": "@kompastv", "attributes": {"label": "@kompastv", "x": 613.6852456436693, "y": 560.933973049148, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "QYlvL7HHcv0", "id": "@kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "TERBARU! Pengamat Soroti Iran Terapkan Tarif Hormuz Pakai Kripto atau Yuan, Ancam Dominasi Dolar AS?\n\nKOMPAS.TV - Iran mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar tarif tol dalam bentuk aset kripto atau yuan Tiongkok.\n\nLangkah ini dinilai berpotensi memicu ketidakpastian baru terhadap perdagangan minyak dunia yang selama ini menggunakan dolar Amerika Serikat.\n\nSelain itu, kebijakan tersebut juga diperkirakan akan memperumit konstelasi ekonomi global maupun domestik.\n\nUntuk mengetahui lebih jauh dampaknya, simak pembahasan KompasTV bersama Edhi Pranashidi, Founder Indonesia Superstocks Community.\n\n#iran #selathormuz #kripto #minyak \n\nContent Creator: Tesalonika Ajeng\n---\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "QYlvL7HHcv0"}}, {"key": "kompastv", "attributes": {"label": "kompastv", "x": 738.42618777526, "y": 8.537973236037221, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "QYlvL7HHcv0", "id": "kompastv", "source": "youtube-000001", "content": "TERBARU! Pengamat Soroti Iran Terapkan Tarif Hormuz Pakai Kripto atau Yuan, Ancam Dominasi Dolar AS?\n\nKOMPAS.TV - Iran mewajibkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar tarif tol dalam bentuk aset kripto atau yuan Tiongkok.\n\nLangkah ini dinilai berpotensi memicu ketidakpastian baru terhadap perdagangan minyak dunia yang selama ini menggunakan dolar Amerika Serikat.\n\nSelain itu, kebijakan tersebut juga diperkirakan akan memperumit konstelasi ekonomi global maupun domestik.\n\nUntuk mengetahui lebih jauh dampaknya, simak pembahasan KompasTV bersama Edhi Pranashidi, Founder Indonesia Superstocks Community.\n\n#iran #selathormuz #kripto #minyak \n\nContent Creator: Tesalonika Ajeng\n---\n\nSahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!\n\nJangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube KompasTV, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.\n\nJangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV. \n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nSahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv\n\nMedia sosial KompasTV: \nFacebook:   / kompastv   \nInstagram:   / kompastv   \nX: https://x.com/KompasTV\nThread: https://www.threads.com/ \nTikTok:   / kompastv.indonesia", "post_id": "QYlvL7HHcv0"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "attributes": {"label": "@lampungpostupdate", "x": 981.2864007700036, "y": 832.3966885714945, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "uird6e5eGtI", "id": "@lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "WARISAN DUNIA HANCUR! 140 Situs Budaya Iran Rusak Parah\n\nKonflik di Timur Tengah kini tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, namun juga mulai mengancam warisan peradaban dunia.\n\nLaporan terbaru mengungkapkan dampak memilukan dari serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel, yang dilaporkan telah merusak sedikitnya seratus empat puluh situs budaya di wilayah Iran.\n\nKerusakan ini mencakup berbagai bangunan bersejarah, monumen, hingga lokasi-lokasi yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat selama berabad-abad.\n\nBerdasarkan taksiran awal, kerugian material akibat hancurnya situs-situs bersejarah ini mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar delapan ratus tiga puluh tujuh miliar rupiah.\n\nPemerintah Iran mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap warisan kemanusiaan.\n\nSitus-situs yang terdampak dilaporkan mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari kerusakan struktur akibat getaran ledakan hingga kehancuran total pada beberapa bagian bangunan kuno.\n\nPara arkeolog dan sejarawan internasional mulai menyuarakan kekhawatiran mereka atas hilangnya bukti-bukti sejarah yang tidak mungkin bisa digantikan dengan uang.\n\nDi sisi lain, pihak penyerang menyatakan bahwa target utama mereka adalah fasilitas strategis, namun dampak kolateral terhadap situs budaya tampaknya tak terhindarkan dalam skala serangan sebesar ini.\n\nInsiden ini memicu gelombang protes dari lembaga-lembaga kebudayaan dunia yang mendesak agar situs bersejarah dilindungi dari target operasi militer sesuai hukum internasional.\n\nKehilangan ini bukan hanya milik Iran, melainkan kehilangan besar bagi sejarah peradaban manusia yang tersimpan di wilayah tersebut.\n\nDampak ekonomi dari rusaknya sektor pariwisata sejarah ini juga diprediksi akan membebani proses pemulihan pasca-konflik nantinya.\n\nHingga kini, upaya inventarisasi kerusakan masih terus dilakukan di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.\n\nMasyarakat internasional kini mendesak adanya gencatan senjata untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada situs-situs yang tersisa.\n\nDunia kini menyaksikan betapa mahalnya harga yang harus dibayar dari sebuah peperangan, yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghapus jejak sejarah masa lalu.\n\nApakah upaya restorasi nantinya mampu mengembalikan kemegahan situs-situs tersebut?\n\nAtaukah sebagian dari sejarah dunia ini akan terkubur selamanya menjadi puing-puing akibat konflik bersenjata?\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "uird6e5eGtI"}}, {"key": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "lampungpostupdate", "x": 512.6408969786227, "y": 267.8362536577261, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "uird6e5eGtI", "id": "lampungpostupdate", "source": "youtube-000001", "content": "WARISAN DUNIA HANCUR! 140 Situs Budaya Iran Rusak Parah\n\nKonflik di Timur Tengah kini tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, namun juga mulai mengancam warisan peradaban dunia.\n\nLaporan terbaru mengungkapkan dampak memilukan dari serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel, yang dilaporkan telah merusak sedikitnya seratus empat puluh situs budaya di wilayah Iran.\n\nKerusakan ini mencakup berbagai bangunan bersejarah, monumen, hingga lokasi-lokasi yang menjadi identitas budaya masyarakat setempat selama berabad-abad.\n\nBerdasarkan taksiran awal, kerugian material akibat hancurnya situs-situs bersejarah ini mencapai angka yang fantastis, yakni sekitar delapan ratus tiga puluh tujuh miliar rupiah.\n\nPemerintah Iran mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap warisan kemanusiaan.\n\nSitus-situs yang terdampak dilaporkan mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari kerusakan struktur akibat getaran ledakan hingga kehancuran total pada beberapa bagian bangunan kuno.\n\nPara arkeolog dan sejarawan internasional mulai menyuarakan kekhawatiran mereka atas hilangnya bukti-bukti sejarah yang tidak mungkin bisa digantikan dengan uang.\n\nDi sisi lain, pihak penyerang menyatakan bahwa target utama mereka adalah fasilitas strategis, namun dampak kolateral terhadap situs budaya tampaknya tak terhindarkan dalam skala serangan sebesar ini.\n\nInsiden ini memicu gelombang protes dari lembaga-lembaga kebudayaan dunia yang mendesak agar situs bersejarah dilindungi dari target operasi militer sesuai hukum internasional.\n\nKehilangan ini bukan hanya milik Iran, melainkan kehilangan besar bagi sejarah peradaban manusia yang tersimpan di wilayah tersebut.\n\nDampak ekonomi dari rusaknya sektor pariwisata sejarah ini juga diprediksi akan membebani proses pemulihan pasca-konflik nantinya.\n\nHingga kini, upaya inventarisasi kerusakan masih terus dilakukan di tengah situasi keamanan yang belum sepenuhnya stabil.\n\nMasyarakat internasional kini mendesak adanya gencatan senjata untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada situs-situs yang tersisa.\n\nDunia kini menyaksikan betapa mahalnya harga yang harus dibayar dari sebuah peperangan, yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghapus jejak sejarah masa lalu.\n\nApakah upaya restorasi nantinya mampu mengembalikan kemegahan situs-situs tersebut?\n\nAtaukah sebagian dari sejarah dunia ini akan terkubur selamanya menjadi puing-puing akibat konflik bersenjata?\n\nLampung Post Update - Channel berita terkini dan breaking news seputar politik Indonesia, pemerintahan, korupsi, dan fenomena viral nasional. Dapatkan update terbaru tentang Prabowo, Gibran Rakabuming, Purbaya, dan tokoh politik lainnya. Kami hadirkan talkshow politik, podcast berita, analisis mendalam, dan liputan eksklusif dari Lampung hingga nasional. Subscribe untuk berita viral dan trending topic setiap hari. \n\nURL Channel\n   /   \n\nLampung Post Update\nhttps://s.id/lampungpostupdate\n\nLampost.co\nhttps://www.lampost.co/\n\nHarian Umum Lampung Post\n  / lampost.co  \n\nTwitter Lampost.co\n  / lampostco", "post_id": "uird6e5eGtI"}}, {"key": "@tvOneNews", "attributes": {"label": "@tvOneNews", "x": 939.7147097269554, "y": 751.0876956345727, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 2, "degree": 2}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "@tvOneNews", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "declandpmusic", "attributes": {"label": "declandpmusic", "x": 813.4523115423368, "y": 117.95936591058964, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 8.1105, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "gsZH3y601Eg", "id": "declandpmusic", "source": "youtube-000001", "content": "[LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nJakarta, https://www.tvOnenews.com - [LIVE] Timur Tengah Membara, Ekonomi Indonesia Siaga? | Indonesia Business Forum tvOne\n\nKetegangan geopolitik di kawasan timur tengah masih terus berlangsung, khususnya antara iran, amerika serikat, dan israel. konflik yang berpotensi berlarut-larut ini tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga memicu kekhawatiran global, terutama terkait ancaman gangguan distribusi energi dunia.\n\nPerundingan terbaru antara Iran dan AS memang masih alot bahkan sempat mandek tanpa kesepakatan setelah pembahasan panjang, meski peluang dialog negosiasi lanjutan masih terbuka dalam waktu dekat untuk dilanjutkan oleh kedua pihak. Namun kita juga harus bersiap dengan segala kemungkinan yang terjadi untuk segala resikonya.\n\nsalah satu titik krusial yang menjadi sorotan adalah selat hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 30% pasokan minyak dunia. ancaman blokade di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global secara signifikan.\ndampaknya tentu tidak berhenti di negara-negara yang terlibat konflik. negara berkembang seperti indonesia juga menghadapi risiko ekonomi yang serius mulai dari tekanan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga meningkatnya beban subsidi energi.\n\nlalu, bagaimana sebenarnya dampak ekonomi dari konflik ini terhadap masyarakat luas? Seberapa besar risiko yang harus diantisipasi oleh indonesia? Dan strategi apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi ketidakpastian global ini?\n\nIBF01\nFN01\n\nSaksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live\nDan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:\n\nFacebook -   / tvonenews  \nInstagram -   / tvonenews  \nTwitter -   / tvonenews  \nTikTok -   / tvonenews  \nWebsite - https://tvOnenews.com\nMusic by Declan DP\n   /", "post_id": "gsZH3y601Eg"}}, {"key": "@Bennix", "attributes": {"label": "@Bennix", "x": 286.2676315271737, "y": 683.8799001667526, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 12, "degree": 12}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "@Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "Bennix", "attributes": {"label": "Bennix", "x": 37.42664244588245, "y": 756.9324110649875, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0947, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "Bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.official", "attributes": {"label": "bennix.official", "x": 549.1411692324401, "y": 137.28058692387623, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0947, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.official", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix.real", "attributes": {"label": "bennix.real", "x": 734.2761222667028, "y": 71.47240866305027, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0947, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix.real", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "bennix", "attributes": {"label": "bennix", "x": 37.71857417121638, "y": 500.8901067511701, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.0947, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 3, "out_degree": 0, "degree": 3}, "_id": "arTQHPsLCPY", "id": "bennix", "source": "youtube-000001", "content": "2 JUTA TON PUPUK RI JADI REBUTAN?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\n2 JUTA TON PUPUK RI DISERBU?! INDIA & AUSTRALIA NGEMIS-NGEMIS, RI CUAN 25 TRILIUN?!\n\nDunia kembali diguncang oleh dampak konflik geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat. Ketegangan ini tidak hanya berdampak pada sektor militer dan energi, tetapi juga merembet ke sektor pangan global yang jauh lebih krusial. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi bahan baku pupuk dunia, yang membuat banyak negara mulai mengalami krisis serius. Negara-negara besar seperti India dan Australia yang selama ini bergantung pada impor pupuk kini mulai merasakan tekanan yang tidak biasa, bahkan harus mencari alternatif pasokan dalam waktu cepat untuk menyelamatkan sektor pertanian mereka.\n\nDi tengah situasi yang penuh ketidakpastian ini, Indonesia justru berada di posisi yang sangat strategis. Dengan ketersediaan pupuk urea yang mencapai sekitar 2 juta ton, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki cadangan berlebih di saat banyak negara lain justru kekurangan. Kondisi ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pangan global sekaligus memanfaatkan momentum untuk meningkatkan keuntungan ekonomi. Potensi cuan yang bisa diraih bahkan disebut-sebut mencapai angka fantastis hingga 25 triliun rupiah, sebuah angka yang tidak bisa dianggap remeh dalam kondisi ekonomi global yang sedang bergejolak.\n\nFenomena ini tentu menjadi perhatian dunia. Bagaimana bisa di saat negara lain kesulitan, Indonesia justru berada dalam posisi unggul? Apakah ini murni strategi yang matang, atau hanya kebetulan dari dinamika pasar global? Dan yang lebih penting, apakah Indonesia benar-benar siap memanfaatkan peluang besar ini tanpa mengorbankan kebutuhan dalam negeri?\n\nDi video ini, kita akan membahas secara lengkap bagaimana konflik Iran dan Amerika Serikat bisa berdampak hingga ke sektor pupuk dunia, mengapa India dan Australia bisa mengalami tekanan besar, serta bagaimana posisi Indonesia saat ini bisa menjadi kunci dalam peta ketahanan pangan global. Kita juga akan mengulas apakah benar Indonesia bisa meraup keuntungan hingga puluhan triliun rupiah dari situasi ini, atau justru ada risiko tersembunyi yang perlu diwaspadai.\n\nTonton sampai habis, karena fenomena ini bukan hanya soal pupuk, tetapi tentang bagaimana sebuah negara bisa berubah posisi menjadi pemain penting di tengah krisis global yang tidak terduga.\n\nCome on, join the Bennix Investor Group now!!\nWhile there are still lots of promotions.\nvisit: www.Bennix.id\n\nEmail: halobennix\nRequests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us \n\nManager Lisa at\nWA: 0811-868-959\n-\n-\nFollow me:\nFacebook :\n\nInstagram:\n\nTikTok:\n\n\nMusic by Karl Casey @ White Bat Audio\n\nJoin Free Whatsaap Channel Bennix :\nhttps://www.whatsapp.com/channel/0029...\n\nJoin this channel to get access to perks:\n   /", "post_id": "arTQHPsLCPY"}}, {"key": "@update_apa_aja", "attributes": {"label": "@update_apa_aja", "x": 756.3930909679631, "y": 39.77196342237299, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 1, "degree": 1}, "_id": "CEVb3PbdsqQ", "id": "@update_apa_aja", "source": "youtube-000001", "content": "USD Fasad, Hutang & Perang  Indonesia Untung Besar!\n\n‪‬ \n💵 USD naik, perang memanas, tapi Indonesia malah diuntungkan? 🤔\n\nDi video ini kita bahas fakta menarik tentang hubungan antara dolar AS, utang global, dan konflik dunia — serta dampaknya ke Indonesia! 🌏📊\n\nKenapa kondisi global yang tegang justru bisa jadi peluang? Simak penjelasan singkatnya di sini!\n\n👉 Tonton versi lengkapnya di sini:\n   • Jangan Simpan Cash! 3 Aset Ini Justru Naik...  \n\nJangan lupa like & follow untuk insight ekonomi dan investasi lainnya! 🚀\n#Ekonomi #Investasi #USD #Geopolitik #Shorts", "post_id": "CEVb3PbdsqQ"}}, {"key": "TimothyRonald", "attributes": {"label": "TimothyRonald", "x": 142.20815513895403, "y": 279.19687902654897, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 10.5294, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "CEVb3PbdsqQ", "id": "TimothyRonald", "source": "youtube-000001", "content": "USD Fasad, Hutang & Perang  Indonesia Untung Besar!\n\n‪‬ \n💵 USD naik, perang memanas, tapi Indonesia malah diuntungkan? 🤔\n\nDi video ini kita bahas fakta menarik tentang hubungan antara dolar AS, utang global, dan konflik dunia — serta dampaknya ke Indonesia! 🌏📊\n\nKenapa kondisi global yang tegang justru bisa jadi peluang? Simak penjelasan singkatnya di sini!\n\n👉 Tonton versi lengkapnya di sini:\n   • Jangan Simpan Cash! 3 Aset Ini Justru Naik...  \n\nJangan lupa like & follow untuk insight ekonomi dan investasi lainnya! 🚀\n#Ekonomi #Investasi #USD #Geopolitik #Shorts", "post_id": "CEVb3PbdsqQ"}}, {"key": "@liputan6_news", "attributes": {"label": "@liputan6_news", "x": 428.2534487272412, "y": 732.372211685371, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "@liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "sctv", "attributes": {"label": "sctv", "x": 78.09156025210639, "y": 52.79050055142176, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "sctv", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "liputan6_news", "attributes": {"label": "liputan6_news", "x": 542.4722128063726, "y": 907.1150479417951, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "liputan6_news", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "liputan6daerah", "x": 111.13034032226099, "y": 241.98657509201772, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.4979, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 2, "out_degree": 0, "degree": 2}, "_id": "MjXWUtOK7jo", "id": "liputan6daerah", "source": "youtube-000001", "content": "Menhaj Irfan Sebut Ongkos Penerbangan Haji Bisa Kembali Turun Seiring Penurunan Harga Avtur Global\n\nMenteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menjelaskan kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar memberikan tekanan signifikan terhadap struktur pembiayaan penerbangan haji.\n\nNamun, Irfan menyebut masih ada peluang ongkos penerbangan haji kembali turun seiring dengan penurunan harga avtur dunia.\n\nUpdate video lainnya dari SCTV dan Liputan 6, klik: https://www.vidio.com/\n\nSimak konten Liputan 6 lainnya di    /   \n\nPerbaharui informasi dari sejumlah daerah di Indonesia, klik:    /   \n\nLiputan 6 SCTV adalah program berita televisi nasional yang berada di bawah naungan Elang Mahkota Teknologi (Emtek) Group. Liputan 6 SCTV juga menyajikan informasi dalam bentuk live report dan breaking news. Tayang siaran langsung, setiap hari di saluran tv SCTV pada program Liputan 6 Pagi, Liputan 6 Siang, Liputan 6 Petang Terkini, dan Liputan 6 Malam.\n\nIkuti media sosial Liputan 6 SCTV untuk mendapatkan informasi Aktual, Tajam, Terpercaya. \n\nLiputan 6 SCTV Official Instagram:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Tiktok:   / liputan6.sctv  \nLiputan 6 SCTV Official Facebook :   / liputan6sctv  \nSCTV Facebook Fanpage:   / sctv  \nSCTV Official Twitter:   / sctv  \n\n#newssctv #liputan6pagi #liputan6sctv #liputan6siang #liputan6 #liputan6daerah #viral #liputan6bandung #liputan6semarang #berita #beritabola #beritabolaterbaru #beritaterkini #beritaterbaru #beritaviral #beritahariini #beritaupdate #beritaterbaruhariini #beritapolitik #berandafypシ #beranda #berandayoutube #berandayt", "post_id": "MjXWUtOK7jo"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "attributes": {"label": "@IDXCHANNELINSIGHT", "x": 254.37826062400825, "y": 442.07676665460605, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 5.6916, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 0, "out_degree": 6, "degree": 6}, "_id": "JY-f2H9YqAs", "id": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "youtube-000001", "content": "Sinyal Bahaya! IMF Prediksi Ekonomi Makin Memburuk | MILENOMICS\n\nInternational Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa perekonomian global kini mulai bergerak menuju skenario yang lebih buruk. Kondisi ini dipicu oleh berlanjutnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan ketidakpastian ekonomi dunia.\n\nIMF menegaskan bahwa negara berkembang menjadi pihak yang paling terdampak dalam situasi ini. Kerentanan tersebut muncul akibat lonjakan harga minyak global, pelemahan nilai tukar mata uang, serta arus modal yang semakin tidak stabil.\n\nBerita selengkapnya klik di sini: \nhttps://www.idxchannel.com/\n\nStasiun televisi ini pertama kali siaran pada tanggal 29 September 2010 hingga saat ini. IDX Channel memiliki tagline Your Trustworthy Economic, Business and Capital Market Channel. Saluran televisi ini bermarkas di Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 2, Lantai 1, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan.\n\nSaksikan terus IDX Channel\nIndiHome Channel 119\nIndovision Channel 100\nK-Vision Channel 129\nFirst Media Channel 389\nOxygen Channel 137\n\n#IDXChannel #Saham #BEI\n--------------------------------------------\nFollow US on Social Media\nWebsite - http://www.idxchannel.com\nInstagram -   / idx_channel  \nFacebook -   / officialidxchannel  \nTwitter -   / idxchannelcom  \n------------------------------------------ \nDownload Aplikasi IDX Channel\n\nAndorid - https://play.google.com/store/apps/de...\niOS - https://apps.apple.com/us/app/idx-cha...\n------------------------------------------ \nProgram dan News Anchor IDX CHANNEL \n\nMarket Buzz (Senin – Jumat 08.30-09.30) \nWicky Adrian (IG : )\n\nIDX 1st Session Closing (Senin – Jumat 11.30-12.30) \nFajar Wayong (IG : )\n\nIDX 2nd Session Closing (Senin – Jumat 15.30-16.30) \nDeffid San Opel (IG : ) \n\nMarket Review (Senin – Jumat 21.00-22.00) \nPrasetyo Wibowo (IG : ) \n\nPrime Market Highlight (Senin - Jumat 20.00-21.00)\nRosaline Hioe (IG : ) & Fajar Wayong (IG : )", "post_id": "JY-f2H9YqAs"}}, {"key": "GoldSwitzerland", "attributes": {"label": "GoldSwitzerland", "x": 893.2446277363621, "y": 979.0932445169622, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qeYZvti8IEg", "id": "GoldSwitzerland", "source": "youtube-000001", "content": "MAJU 50X! HENTIKAN SEMUANYA, Jika Anda Memiliki EMAS atau PERAK, Anda Perlu Melihat INI SEKARANG...\n\nBill Holter berpendapat bahwa pelemahan emas dan perak baru-baru ini terutama disebabkan oleh tekanan likuiditas dan pengaruh besar dari pasar berjangka kertas, di mana investor menjual logam untuk mengumpulkan uang tunai meskipun risiko geopolitik meningkat. Holter percaya bahwa indikator teknis sekarang menandakan pemulihan jangka pendek, dengan emas kemungkinan akan menguji kembali level tertinggi di sekitar $5.400–$5.500 dan perak menuju $90–$100, sementara menurut Egon Von Greyerz, dalam jangka panjang, masalah utang yang berkelanjutan, pencetakan uang, dan sistem keuangan yang rapuh dapat mendorong harga emas jauh lebih tinggi, bahkan berpotensi menuju level yang disesuaikan dengan inflasi di sekitar $38.000.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • BONDS AND STOCKS TO ZERO - GOLD AND COWS T...   \n \n   • 🔴 YOU HAVE 6 WEEKS: Bill Holter Issues Hug...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya ini bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#egonvongreyerz #billholter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "qeYZvti8IEg"}}, {"key": "capitalcosm", "attributes": {"label": "capitalcosm", "x": 762.1928726643157, "y": 94.33355916028519, "size": 3.0, "color": "#ED3E3E", "sentiment": "negatif", "labels": ["youtube-000001"], "scores": {"pagerank": 6.901, "eigenvector": 0.0, "in_degree": 1, "out_degree": 0, "degree": 1}, "_id": "qeYZvti8IEg", "id": "capitalcosm", "source": "youtube-000001", "content": "MAJU 50X! HENTIKAN SEMUANYA, Jika Anda Memiliki EMAS atau PERAK, Anda Perlu Melihat INI SEKARANG...\n\nBill Holter berpendapat bahwa pelemahan emas dan perak baru-baru ini terutama disebabkan oleh tekanan likuiditas dan pengaruh besar dari pasar berjangka kertas, di mana investor menjual logam untuk mengumpulkan uang tunai meskipun risiko geopolitik meningkat. Holter percaya bahwa indikator teknis sekarang menandakan pemulihan jangka pendek, dengan emas kemungkinan akan menguji kembali level tertinggi di sekitar $5.400–$5.500 dan perak menuju $90–$100, sementara menurut Egon Von Greyerz, dalam jangka panjang, masalah utang yang berkelanjutan, pencetakan uang, dan sistem keuangan yang rapuh dapat mendorong harga emas jauh lebih tinggi, bahkan berpotensi menuju level yang disesuaikan dengan inflasi di sekitar $38.000.\n\n------------------------------------\nSumber:\n   • BONDS AND STOCKS TO ZERO - GOLD AND COWS T...   \n \n   • 🔴 YOU HAVE 6 WEEKS: Bill Holter Issues Hug...   \n \n------------------------------------\nSelamat datang di Bullion Investors – Tempat Logam Mulia Bertemu Kekuatan!\nEmas dan perak memasuki fase kritis seiring dengan mulai berubahnya sistem keuangan global. Dalam video ini, kami menguraikan perkiraan harga emas dan prediksi harga perak untuk tahun 2026, menganalisis bagaimana ekspansi BRICS dan de-dolarisasi berdampak pada dolar AS, dan menjelaskan mengapa bank sentral secara agresif membeli emas.\nKarena inflasi, utang, dan tekanan suku bunga terus melemahkan ekonomi AS, investor beralih ke logam mulia sebagai lindung nilai yang aman. Kami juga membahas manipulasi perak COMEX, kesenjangan yang semakin besar antara emas kertas dan emas fisik, dan apa artinya ini bagi investor jangka panjang.\nAkankah dolar AS kehilangan dominasinya? Bisakah emas mencapai rekor tertinggi baru? Apakah perak masih undervalued menjelang tahun 2026? Video ini memberikan analisis makroekonomi, tren pasar, dan proyeksi harga realistis yang Anda butuhkan untuk memahami masa depan emas dan perak.\n📅 Video baru diunggah setiap hari – Tetap konsisten, tetap terinformasi.\n🔔 Berlangganan sekarang dan bergabunglah dengan komunitas global di mana nilai bertemu wawasan dan setiap investor dapat berpikir dan bertindak seperti seorang profesional.\n\n------------------------------------\n#egonvongreyerz #billholter #gold #goldpriceprediction #silverprice #silverpriceupdate #silverburst #silverpriceanalisis #silverprices #silverpriceforecast #silverpriceprediction #silverprice2026 #silverpricetoday #silverprediction #silveranalisis #silverstacking #preciousmetals #preciousmetalprice #preciousmetalsmarket #preciousmetalsinvestment #preciousmetalschannel #preciousmetal #preciousmetalsmarket #goldprice #goldpriceprediction #goldpricetoday #goldpricetodaypergram #goldpriceupdate#bullioninvestors\n\nMenampilkan wawasan dari para pemimpin pasar seperti:\n#AndySchectman #DavidHunter #DavidMorgan #RobertKiyosaki #GeraldCelente #PeterSchiff #AndrewMaguire #AlasdairMacLeod #RafiFarber #MarioInnecco #KitcoNews #WarrenBuffett #GarethSoloway\n------------------------------------\n👉 PENAFIAN KEUANGAN\nSaluran ini membagikan konten edukatif dan komentar ahli tentang logam mulia. Kami tidak memberikan nasihat keuangan. Selalu konsultasikan dengan penasihat berlisensi dan lakukan riset Anda sendiri sebelum membuat keputusan keuangan.\n🎥 PENAFIAN HAK CIPTA PENGGUNAAN WAJAR\nBagian 107 Undang-Undang Hak Cipta tahun 1976 mengizinkan \"penggunaan wajar\" untuk hal-hal seperti penelitian, pengajaran, beasiswa, pelaporan berita, kritik, dan komentar. Penggunaan yang mungkin melanggar hukum tetapi diizinkan berdasarkan undang-undang hak cipta dikenal sebagai penggunaan wajar. Tujuan pribadi, pendidikan, atau nirlaba memiringkan timbangan ke arah penggunaan wajar.\n\n1) Karya asli tidak terpengaruh secara negatif oleh video ini. (Bahkan, itu akan menguntungkan mereka.)\n2) Video ini juga berfungsi sebagai alat instruksional dan motivasi. (Tujuan Pembelajaran)\n3) Sifatnya tidak transformatif.\n4) Jika diperlukan, kami hanya menggunakan cuplikan singkat dari video untuk menyampaikan poin-poin kami.\n5) Untuk memperjelas, kami tidak bermaksud melanggar hak pemilik hak cipta.\n6) Hanya untuk tujuan penelitian, peninjauan, dan pembelajaran yang semuanya tercakup dalam hukum \"Penggunaan Wajar\" yang dilakukan dengan konten tersebut.\n7) Cuplikan video: perjanjian lisensi digunakan untuk semua cuplikan video.\n8) Analisis: Bagan dan grafik yang digunakan dalam video berasal dari sumber otentik seperti Tradingview, Kitco, Tradingeconomics: tidak diedit atau dibuat sendiri.\n9) Video mencakup analisis pasar yang dijelaskan menggunakan narasi yang dihasilkan AI.\n10) Perlu diingat bahwa video ini berisi pernyataan yang berorientasi ke masa depan. Ini bukan fakta sejarah, melainkan prediksi berdasarkan asumsi. Hasil aktual mungkin berbeda karena berbagai risiko dan ketidakpastian.", "post_id": "qeYZvti8IEg"}}], "edges": [{"key": "JaeKodok", "source": "JaeKodok", "target": "Mropandip", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "JaeKodok", "source": "JaeKodok", "target": "Mropandip", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "JaeKodok", "source": "JaeKodok", "target": "BBCIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ath902", "source": "ath902", "target": "Mropandip", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ath902", "source": "ath902", "target": "Mropandip", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "ath902", "source": "ath902", "target": "BBCIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "cilokcinta", "source": "cilokcinta", "target": "Mropandip", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "cilokcinta", "source": "cilokcinta", "target": "Mropandip", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "cilokcinta", "source": "cilokcinta", "target": "BBCIndonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "vivianhvgo", "source": "vivianhvgo", "target": "instinct_girl", "attributes": {"label": "retweet", "type": "retweet", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "vivianhvgo", "source": "vivianhvgo", "target": "instinct_girl", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "retweet-000002"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "fimnland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "grok", "source": "grok", "target": "idextratime", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "elcheeefffff", "source": "elcheeefffff", "target": "hadisagala", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "derafiles128657", "source": "derafiles128657", "target": "LambeSahamjja", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "maunaikpangkat", "source": "maunaikpangkat", "target": "sampahfhui", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tweet-000004"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebesmedia.id", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "celebesmedia.id", "source": "celebesmedia.id", "target": "celebespsm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cuap_cuan", "source": "cuap_cuan", "target": "cuap_cuan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "mancingsaham", "source": "mancingsaham", "target": "mancingsaham", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "cnbcindonesia", "source": "cnbcindonesia", "target": "cnbcindonesia", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "idx_channel", "source": "idx_channel", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bloombergtechnoz", "source": "bloombergtechnoz", "target": "bloombergtechnoz", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "fraksipksdprri", "source": "fraksipksdprri", "target": "riyonocaping", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "joeliardisunendar", "source": "joeliardisunendar", "target": "jsportfolio", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "infoacehtimur_official", "source": "infoacehtimur_official", "target": "88royals.coating", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "instagram-000001"}}, {"key": "onlytriv1", "source": "onlytriv1", "target": "cryptowaveid", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "trendquotes.hub", "source": "trendquotes.hub", "target": "trendquotes.hub", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kejaksaan.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "kpk_ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "divhumaspolriofficial", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "partaigerindra", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "prabowosubianto08", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "menkeuri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "purbayayudhis", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "nasionalcorruptionwatch2", "source": "nasionalcorruptionwatch2", "target": "bpk.ri", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "pasukanrevolusiwarna", "source": "pasukanrevolusiwarna", "target": "JUBIR", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Ahadsan", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Datoobama", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Hidden", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "andiaskarbotak76", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "yudie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "maha", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "KAKEK", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "OFFICIAL", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "SUHARNO", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "muhyidinsoleh14", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "pembasmi", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malayu", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "datuk", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Malaydesh", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "aktivisham98", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "TikTok", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "RYAN", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "LAMMY", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Nurdin", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Anik", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "aly", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "Man", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "jancokkeren232", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "alfighoni781", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "harrymedina.7273", "source": "harrymedina.7273", "target": "keylie", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "jayapura.id", "source": "jayapura.id", "target": "Dr.", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "tiktok-000001"}}, {"key": "IDXChannelcom", "source": "IDXChannelcom", "target": "idx_channel", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "bangsaonline", "source": "bangsaonline", "target": "bangsaonline", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "facebook-000001"}}, {"key": "@InnerBoost-oe4sd", "source": "@InnerBoost-oe4sd", "target": "InnerBoost", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvcnewsnigeria", "source": "@tvcnewsnigeria", "target": "tvcnewsnigeria", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@unhastv.official", "source": "@unhastv.official", "target": "unhastv.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@changkircoffee", "source": "@changkircoffee", "target": "changkircoffee", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@nasionalcorruptionwatch", "source": "@nasionalcorruptionwatch", "target": "nasionalcorruptionwatch", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "KinesisMoney", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@kompastv", "source": "@kompastv", "target": "kompastv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@lampungpostupdate", "source": "@lampungpostupdate", "target": "lampungpostupdate", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@tvOneNews", "source": "@tvOneNews", "target": "declandpmusic", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "idxchannel_", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXChannel", "source": "@IDXChannel", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@update_apa_aja", "source": "@update_apa_aja", "target": "TimothyRonald", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "wicky_adrian", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "deffid_83", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "prast_ulrich", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "rosalinehioe", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@IDXCHANNELINSIGHT", "source": "@IDXCHANNELINSIGHT", "target": "fajar.wayong", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "GoldSwitzerland", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "capitalcosm", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "Bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.official", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix.real", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@Bennix", "source": "@Bennix", "target": "bennix", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@BullionInvestors", "source": "@BullionInvestors", "target": "KinesisMoney", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "sctv", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6_news", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}, {"key": "@liputan6_news", "source": "@liputan6_news", "target": "liputan6daerah", "attributes": {"label": "mention", "type": "mention", "source": "youtube-000001"}}]}